batampos.co.id – Jajaran Satuan Sabhara Polresta Barelang akan meningkatkan patroli rutin di kawasan Nagoya sekitarnya. Patroli itu dilakukan banyaknya menerima keluahan dari masyarakat mengenai anak jalanan dan punk yang berada di setiap persimpangan jalan.
Rata-rata mereka mengamen untuk mendapatkan uang dari pengendara yang tengah berhenti saat rambu lalu lintas merah dan uang hasil mengamen itu mereka gunakan untuk membeli lem. Aktifitas anak jalanan yang sering mabuk lem itu tentunya membuat masyarakat merasa terganggu.
“Karena mengganggu masyarakat itu, beberapa orang kita amankan dan kita bawa ke Polresta Barelang untuk dilakukan pembinaan agar bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam patroli itu pihaknya mendapati beberapa anak jalanan yang tengah asik menghirup lem. Saat didatangi polisi, beberapa anak jalanan langsung kabur dan dua orang tak sempat melarikan diri hingga akhirnya diamankan oleh anggota Sat Sabhara Polresta Barelang.
“Kelima anak jalanan ini putus sekolah dan biasanya bekerja sebagai pemulung. Uang yang didapat dari hasil mulung itu kemudian dia gunakan untuk membeli lem,” katanya.
Selanjutnya, dua anak jalanan yang diamankan itu akan dilakukan pembinaan di Polresta Barelang. Pihaknya juga meminta kepada dua anak jalanan itu untuk membuat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.
“Untuk selanjutnya, kami akan melakukan patroli lebih ketat lagi di wilayah Nagoya dan sekitarnya. Dimana, daerah tersebut banyak yang menjadi keluhan masyarakat,” imbuhnya. (egi)
batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam terus menggesa pencetakan ribuan tumpukan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) bulan ini.
Kepala Disduk Batam, Said Khaidar mengatakan pihaknya baru saja mendapatkan empat ribu keping blangko dari pusat. Semua blangko sudah siap untuk didistribusikan untuk dicetak di sembilan kecamatan yang ada di mainland.
“Kemarin baru dapat. Dan sudah dipetakan untuk segera dicetak,” kata dia, Rabu (6/2).
Ia menyebutkan pihaknya sudah kembali bersurat untuk mendapatkan tambahan balngko yang lebih banyak lagi agar bisa menyelesaikan pencetakan yang menumpuk.
“Kami harus selesaikan dulu cetakan, agar dapat tambahan yang baru,” imbuhnya.
Selain itu, saat ini Disdukcapil masih terus menyelesaikan perekaman untuk warga binaan yang ada di lembaga permasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan). Hingga akhir Januari lalu pihaknya berhasil merekam 364 warga binaan.
“Datanya sudah kami serahkan ke KPU juga kemarin,” ucap Said.
Langkah percepatan pendaftaran penduduk ini ditargetkan bisa selesai sebelum digelarnya pemilihan umum (Pemilu) 17 April mendatang. Said menambahkan untuk keseluruhan terdapat 1.319 lebih warga binaan yang harus direkam.
“Kendalanya saat pencocokan data warga binaan. Karena stastus mereka, jadi kami sedikit mengalami kendala. Namun kami tetap optimis ini segera selesai,” tambah mantan camat Batuampar ini.
Sementara itu, tumpukan berkas di Kantor Camat Sekupang mencapai enam ribu pengajuan. Terlihat warga juga tengah mengantri untuk merekam e-KTP terutama siswa sekolah menegah atas (SMA).
Putri Aisyah, 17, salah seorang siswa SMA di Sekupang mengatakan merekam e-KTP karena persiapan melanjutkan pendidikan ke luar kota. “Sebentar lagi UN jadi mau siap-siap berkas untuk kuliah,” kata dia yang diteman ibundanya.
Ia berharap e-KTP miliknya segera bisa diproses karena memang dibutuhkan. Menurut perempuan berjilbab ini, khusus pemula biasanya dipercepat. “Di resinya masih 15 hari kerja keterangannya. Mudah-mudahan segera,” tutupnya.(yui)
Krisis listrik membuat puluhan rumah sakit di Gaza mulai kelimpungan. Berita sedih itu menjadi kabar pembuka tahun. Tepatnya awal Februari 2018, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menerima kabar itu dari salah satu mitra di Gaza.
Ribuan nyawa pasien di sejumlah rumah sakit saat itu terancam. Beroperasinya mesin-mesin medis tidak lagi bisa diharapkan seratus persen. Problem listrik di Gaza memang semakin menjadi setelah pemerintah Israel memutus pasokan listrik beberapa tahun sebelumnya.
Keadaan itu segera direspons masyarakat Indonesia. Sejak awal 2018 hingga awal 2019, Aksi Cepat Tanggap (ACT) menunaikan bantuan ratusan ribu bantuan bahan bakar untuk Palestina. Membuka kembali catatan ACT, Februari 2018, sebanyak 11.000 bantuan bahan bakar dipasok ke tiga rumah sakit di Gaza, yaitu RS al Shifa, RS al Rantisi, dan RS al Naseer. Bantuan itu setidaknya mampu menyalakan generator pembangkit listrik ketiga rumah sakit selama beberapa hari.
Sebulan kemudian, 32.000 liter bahan bakar kembali tiba menyambung kehidupan di rumah sakit-rumah sakit Gaza. Kali ini, rumah sakit yang dijangkau lebih banyak, meliputi RS Shohadaa Alaqsa, RS al-Syifa, RS Europian, RS Naseer, dan RS Bait Hanoun.
Menjelang akhir tahun 2018, krisis listrik kembali menguat. Departemen Kesehatan Palestina menyampaikan rumah sakit-rumah sakit di Gaza masih darurat bahan bakar untuk mengalirkan listrik. Berikhtiar meredam krisis kemanusiaan itu, sebanyak 14.000 liter bahan bakar kembali disalurkan ACT pada September-Oktober 2018.
Tahun berganti, namun Gaza belum juga lepas dari belenggu krisis listrik. Pekan terakhir Januari 2019, ACT kembali menyalurkan amanah umat. Akhir Januari lalu, 100.000 liter bantuan bahan bakar dikirimkan untuk delapan rumah sakit di Jalur Gaza.
“Tahun 2018, sebanyak 260.000 jiwa menjadi penerima manfaat bantuan bakar yang dikirimkan ACT. Pada Januari, 100.000 liter bantuan diterima lebih dari 6.000 penerima manfaat. Mereka adalah pasien-pasien di rumah sakit yang tengah mengalami kekurangan pasokan listrik,” lapor Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) – ACT.
Ia menjelaskan, bantuan yang dikirimkan adalah bentuk komitmen membantu situasi genting di Gaza.
“ACT bantu memasok bahan bakar untuk delapan rumah sakit di Gaza dengan berkoordinasi langsung dengan Mitra Kemanusiaan ACT, termasuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina di Gaza,” lanjut Faradiba.
Selama satu dekade terakhir, ACT bersama masyarakat Indonesia senantiasa mendampingi warga Palestina di tengah krisis kemanusiaan yang masih membelenggu mereka. Bantuan kemanusiaan terus disalurkan dalam bentuk pangan, layanan kesehatan, biaya pendidikan, bahan bakar, dan sejumlah program pemberdayaan untuk warga Palestina. [*]
batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam akan membentuk tim guna mencegah penyebaran Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Batam.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan data bulan Januari menyebutkan 89 penderita positif DBD sudah ditemukan. Menurutnya angka ini harus ditekan agar tidak ada penambahan korban.
“Lumayan juga yang postif. Bukan hanya karena perubahan cuaca, tingkat kebersihan rumah warga juga menjadi penyebab,” ujarnya, Rabu (6/2).
Didi menyebutkan pihaknya akan mengintensifkan sosialiasi untuk membentuk juru pemantau jentik (Jumantik) di setiap wilayah kerja masing- masing puskesmas. Selain itu eduikasi mengenai mengecek dan menerapkan 4M plus juga penting.
Menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali, mengubur tempat penampungan air yang tidak terpakai, dan memantau jentik nyamuk seminggu sekali. Sertamenghindari gigitan nyamuk menggunakan anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk hingga melakukan larvasidasi.
Dari hasil pemantauan selama ini, di sekitar rumah korban memang ditemukan sarang atau tempat nyamuk Aedes aegepty berkembang. Mulai dari drum penyimpanan air, barang- barang bekas hingga dispenser.
“Memang terbukti ada tempat nyamuk berkembang. Ini ke depan yang akan kami sosialisasikan kembali agar warga bisa mencegah penularan lebih dini dengan menerapkan 4 M plus tadi,” sebutnya.
Untuk itu Jumantik nanti memiliki peran utama di masing- masing lingkungan mereka. Ia menambahkan untuk penyemprotan obat di lokasi ditemukan DBD juga ada. Namun menurutnya lebih baik mencegah dari pada mengobati.
“Kami berharap tidak ada korban lagi. Makanya butuh kerjasama,” lanjutnya.
Pemberantasan sarang nyamuk ini bisa dituntaskan dengan 4M plus tersebut. Selain itu pihaknya juga rutin menggelar gotong royong di lingkungan ditemukannya penderita DBD.
“Ini langkah pencegahan yang bisa dilakukan saat ini. Kami berharap ada penurunan jumlah penderita tentunya,” tutup Didi. (yui)
Turis di pelabuhan internasional Sekupang foto: batampos.co.id / yulitavia
batampos.co.id – Wisatawan Singapura mulai meninggalkan Batam seiring berakhirnya libur Imlek. Mereka sudah memadati pelabuhan sejak pagi. Lonjakan diperkirakan akan terus terjadi hingga sore nanti.
“Dari kemarin sudah ada yang balik. Cuma puncaknya arus balik hari ini,” kata Pengelola Pelabuhan Sekupang Ferry Internasional (SFI), Julmarly, Rabu (6/2).
Ia menyebutkan selama libur kurang lebih 10 ribu wisatawan Singapura yang tiba melalui SFI sejak Jumat lalu. Setelah menghabiskan liburan di Batam mereka kembali ke negaranya mulao pagi ini.
Julmarly mengatakan untuk arus balik semuanya berjalan lancar. Meskipun terjadi antrean di ruang check out di lantai dasaf pelabuhan, seluruh wisatawan berangkat dan tiba dengan selamat.
“Crowded sudah pasti. Karena banyak juga yang datang kemarin. Jadi pas balik pasti ada antrean, namun semua berjalan sesuai dengan jadwal,” sebutnya
Ia menambahkan antrean sejauh ini masih normal- normal saja. Sejak dari pengecekan bagasi di lantai dua, konter check in tiket hingga ruang tunggu sudah ramai. “Karena puncak jadi ya cukup padat,” sebut pria berkacamata ini.
Menurutnya angkutan pariwisata juga terus berdatangan dari pagi. Pria yang akrab disapa Jul ini menambahkan lonjakan akan terus terjadi hingga sore nanti.
“Mungkin mereka lepas check out hotel baru langsung ke sini dan pulang. Tapi kadang tidak semua juga pulang lewat sini. Mereka kadang lewat Batamcenter juga. Jadi bisa jadi pas balik lebih sedikit,” terangnya.
Sementara itu, antrean wisman terlihat tengah menunggu pengecekan bagasi di lantai dua PSIF. Beberapa calon penumpang juga terlihat tengah check in dan menunggu jadwal keberangkatan. (yui)
batampos.co.id – Kartini High School yang disingkat Karhisu menjadi agenda rutin tahunan Sekolah Kartini untuk mengembangkan potensi para sisiwa. Tidak hanya bagi lingkungan Sekolah Kartini, namun melibatkan peserta dari sekolah se-Kepri.
“Kali ini merupakan gelaran Karhisu V (kelima) dimana SMA Kartini sebagai penye-lenggaranya,” kata ketua panitia Karhisu V Ani Muslimah, Rabu (6/2/2019).
Dalam kegiatan yang digelar tiga hari itu, yakni 6-7 Februari di SMA Kartini dan 9 Feb-ruari di Mega Mall mengusung tema mengenai tantangan revolusi industri 4.0 di dunia pendidikan.
“Konsepnya berbeda dari tahun sebelumnya. Ada seminar pendidikan tentang tema tersebut untuk para guru, guna menjembatani edukasi yang didapat ke para siswanya,” terang Ani.
Sementara bagi para siswa, digelar edu fair dan berbagai perlombaan yang juga berkaitan dengan revolusi industri 4.0. Perlombaan itu berupa cerdas cermat tingkat SMP sederajat, olimpiade sains untuk SMP dan SMA sederajat, film pendek untuk SMA sederajat, dan e-sport Mobile Legend untuk SMP dan SMA sederajat.
Kepala SMA Kartini Akmal menambahkan, pihaknya siap menjawab tantangan revolusi industri 4.0 yang berkaitan erat dengan pemanfaatan teknologi dan internet (digitalisasi) melalui berbagai ekstrakurikuler sekolah.
“SMA Kartini punya lebih dari 20 ekstrakurikuler yang pada umumnya berkaitan dengan digitalisasi. Selain itu, dalam kurikulum sekolah khususnya pelajaran bahasa Inggris juga Mandarin ada penambahan, karena kedua bahasa tersebut umum digunakan di revolusi industri 4.0,” jelasnya.
Hal itu senada dengan harapan Ketua Yayasan Keluarga Batam (YKB) Sri Soedarsono, yang menaungi Sekolah Kartini.
“Revolusi industri 4.0 merupakan tantangan yang harus siap dihadapi. Untuk itu, semua unsur pendidikan mulai dari guru hingga para siswa dapat mampu bersaing di era yang baru ini. Jangan takut, kita bisa,” ungkap Sri meyakinkan.(adv)
batampos.co.id – Masyarakat Batam sekarang akan memiliki pilihan yang bagus dalam mencari rumah sewa. Pasalnya BP Batam akan segera mengoperasikan Rumah susun sewa (Rusunawa) d Tanjunguncang dalam waktu dekat.
Proses operasionalnya akan dimulai setelah BP menerima penyerahan aset secara pinjam pakai dari Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan (Kemenpupera).
“Rusunawa tersebut dibangun Kemenpupera. Rencana Februari serah terima ke BP. Baru diurus operasionalnya,” kata Direktur Pemanfaatan Aset BP Batam, Dendi Gustinandar belum lama ini.
Dendi kemudian menjelaskan bahwa rusunawa ini terdiri dari dua tower dan memiliki 180 kamar. Fasilitasnya sudah terdiri dari ranjang dan lemari. Untuk harga sewa kamar, Dendi mengatakan ada di kisaran Rp 600 ribu per kamar per bulan. “Jadi tinggal datang hanya dengan bawa badan saja,” imbuhnya.
Rusunawa ini sangat cocok untuk mayoritas kalangan pekerja di Batam yang biasanya bekerja di pabrik. Untuk sektor informal juga harganya cukup terjangkau dengan kualitas yang lebih baik.
Pantauan Batam Pos, rusunawa ini terbilang megah. Bangunannya lebih tinggi dari bangunan lain di sekitarnya. Halamannya cukup luas. Sedangkan fasilitas dan aksesoris taman sudah tertata dengan baik. Namun untuk jalan masuknya masih belum diaspal. Sehingga ketika hujan, jalan akan dipenuhi lumpur.
batampos.co.id – Polda Kepri mencatat sepanjang 2018 sebanyak 205 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Kepri. Sekitar 57 persen masih usia produktif, yakni pada kisaran 17 hingga 35 tahun.
Tingginya angka korban kecelakaan lalu lintas inilah yang mendasari penyelanggaraan Millenial Road Safety Festival. Menurut Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga kepolisian tidak menginginkan lagi korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
“Berbagai cara akan kami lakukan agar menekan angka kecelakaan lalu lintas. Salah satunya membuat event kreatif dan positif bertajuk Millenial Safety Road Festival. Kegiatan ini untuk menyalurkan bakat-bakat anak muda dan memberikan pengarahan terkait aturan berlalulintas,” katanya, Rabu (6/2/2019).
Sesuai arahan Kakorlantas Mabes Polri, maka Polda Kepri diminta menyelenggarakan kegiatan ini pada 24 Februari mendatang di Dataran Engku Putri. Ada berbagai rangkaian kegiatan akan dilaksanakan, seperti senam kolosal millenial road safety, jalan santai, entrepreneur millenial expo, safety riding dan driving, serta deklarasi pelopor keselamatan.
“Juga masih banyak acara lainnya. Seperti tari zapin, dance competition, kompetisi mural, marching band, fotografi, kreatif design, freestyle motor, car limbo, dan berbagai kegiatan lainnya,” sambungnya.
Nantinya, kata Erlangga, juga akan ada atraksi terjun payung yang dilakukan tiga orang polwan Polda Kepri. Aksi terjun payung ini dilakukan dari ketinggian enam ribu kaki. Ketiga polwan tersebut akan mendarat di Dataran Engku Putri.
“Selain berbagai kegiatan, atraksi dan acara juga ada sosialisasi dan memberikan masukan ke masyarakat terkait peraturan berlalu lintas,” ungkapnya.
Dirlantas Polda Kepri Kombes Roy AC menambahkan sudah menyiapkan doorprize menarik bagi masyarakat yang menyambangi Dataran Engku Putri. Yakni 25 unit sepeda motor, 65 sepeda, 10 kulkas, belasan kipas angin, ponsel, dan berbagai hadiah menarik lainnya.
“Acara ini dimeriahkan juga dengan penampilan artis ibukota dan lokal. Untuk MC (Master Of Ceremony) kami akan datangkan Andre Taulani atau Stinky dan Chika Jessica,” ucapnya.
Roy mengundang seluruh masyarakat Kepri untuk menghadiri kegiatan ini. Tidak hanya mendapatkan informasi berkaitan dengan aturan lalu lintas, dapat juga berpeluang membawa doorprize yang telah disiapkan.
“Hadir dan ramaikan. Mari datang, dapatkan pengetahuan soal aturan berlalu lintas. Sehingga kita dapat mengurangi korban kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.(ska)
batampos.co.id – Pembenahan organisasi menjadi fokus perhatian cabang olahraga atletik di triwulan pertama 2019. Satu agenda besar yang akan dihelat adalah musyawarah kota (muskot) yang akan dilak-sanakan di triwulan pertama ini.
Dijelaskan Pelaksana Tugas (Plt) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Batam Reggy Djakarya, pembenahan organisasi menjadi keharusan untuk pembinaan atletik di Batam. Keberadaan organisasi yang menjadi wadah untuk pembinaan atlet atletik.
”Sebenarnya banyak agenda kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2019 hingga 2020. Tetapi kita step by step terlebih dahulu. Kita fokus benahi wadahnya terlebih dahulu. Sebab, jika wadahnya kacau, otomatis pembinaan juga akan terganggu” tutur Reggy, Rabu (6/2/2019).
Dua atlet atletik Kota Batam tengah berlatih di Stadion Gelora Citramas, Kabil, Nongsa, Jumat (23/11) lalu. Atlet-atlet cabor atletik Batam sedang dipersiapkan untuk menghadapi berbagai event di 2019. foto: batampos.co.id / ryan agung
Rencananya Muskot PASI Kota Batam akan dilaksanakan di Gelora Citramas dengan diikuti pecinta dan pegiat atletik dari 12 kecamatan yang ada di Batam. Nanti steering comitee yang akan menentukan mekanisme yang akan digunakan.
”Perwakilan 12 kecamatan ini bisa dari pegiat dan pecin-ta atletik, atau bisa juga dari sekolah yang terlibat dalam pembinaan atletik di Batam. Agenda utamanya adalah mencari sosok yang tepat untuk memimpin PASI Kota Batam untuk periode selanjutnya,” ujarnya.
Reggy menyayangkan jika atlet atletik sampai harus terbengkalai, sementara sarana dan prasarana yang ada dirasakan tercukupi.
”Kita punya lintasan yang berkelas internasional. Dan ini dibangun dengan dana yang tidak sedikit,” terangnya.
”Untuk pembangunan lintasan di Gelora Citramas ini memakan dana hingga Rp 6 miliar. Jika tidak dimanfaatkan untuk pembinaan atlet dan kejuaraan sungguh sangat disayangkan. Sementara itu semua membutuhkan peran serta dari induk organisasi, KONI, dan pihak swasta,” bebernya.
Di lain pihak, PASI Kota Batam tengah mempersiapkan secara matang muskot.
”Kita berada di olahraga yang terukur. Otomatis semuanya direncanakan dan dilaksanakan dengan pertimbangan yang matang. Tidak bisa dilaksanakan secara dadakan, karenanya membutuhkan persiapan dan pelaksanaan yang matang,” sebutnya.
Untuk semakin menyemarakkan muskot, juga akan digelar event bertajuk Kids Athletic and Sprint Contest 2019. Event ini dilaksanakan sebagai sarana untuk memperkenalkan atletik di kalangan generasi muda Batam.
”Ini sifatnya adalah permainan yang terukur. Ini dimaksudkan untuk menarik minat generasi muda akan atletik,” paparnya.
Event ini diperuntukkan bagi pelajar SD, SMP, SMA, dan masyarakat umum. Event ini dibagi menjadi empat kategori, yakni kids athletic untuk anak kelahiran tahun 2007 dan sesudahnya, lari 100 meter untuk kelahiran 2003-2006 (SMP), lari 100 meter untuk kelahiran 2001-2002, dan lari 100 meter untuk kelahiran 2000-1985 (umum).
Reggy berharap dengan penyelenggaraan muskot, atletik di Batam punya legalitas yang jelas. Selain itu juga diharapkan PASI Kota Batam mampu menjadi wadah pecinta atletik.
”Kita harus punya ide yang sama untuk mendapatkan bibit atlet atletik yang bisa berkiprah di tingkat nasional dan internasional,” imbuhnya.
Potensi atlet Batam diakui pelatih atletik Kota Batam Dyan, luar biasa. Apalagi atletik dalam Porprov lalu menjadi salah satu penyumbang medali di Kota Batam.
Hanya saja, lanjut Dyan, tidak adanya peerhatian dari PASI Kota Batam lantaran ketidakjelasan kepengurusan, menjadikan pembinaan atlet tidak maksimal.
”Kami berjalan dengan sendirinya, tidak ada yang menjadi tempat mengadu jika mendapat masalah. Ini menjadi perhatian penting bagi kepengurusan PASI periode mendatang. Karena Batam punya sumber daya yang bagus dalam hal bibit atletik,” cetusnya.
Reggy menambahkan, tak kalah penting dalam pembinaan atletik adalah suasana yang kondusif.
”Suasana ini harus dibangun. Suasana dimana semua mendukung dan tidak membebani atlet,” tegasnya.
Selain itu, minimnya kejuaraan yang digelar baik di tingkat kota maupun provinsi menjadi penyebab kurang bersinarnya atlet Batam di kancah regional dan nasional.
”Bagaimana mau bersinar jika tidak ada kejuaraan. Kejuaraan ini menjadi salah satu tempat untuk memoles atlet supaya bisa bersinar. Dan ini akan menjadi motivasi bagi atlet atletik untuk berprestasi,” tutur Reggy.
Untuk itu, melalui muskot ini diharapkan akan muncul tokoh atau sosok yang bisa membenahi dan meningkatkan prestasi atletik Kota Batam di masa mendatang.
”Semoga nanti muskot bisa memberikan hasil yang baik yang bisa memberikan kontribusi maksimal bagi Batam dan Kepri,” harap Reggy.(yan)
batampos.co.id – Empat tahun melarikan diri, Sugiarto Wiharjo alias Alay, tertangkap di Bali. Terpidana kasus korupsi APBD Lampung Timur dan Tengah sebesar Rp 108 miliar itu dibekuk tim Kejati Bali pukul 15.00 di ruang makan Hotel Novotel, Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Rabu (6/2/2019).
Tidak mudah menangkap Sugiarto. Bos Bank Tripanca Group, itu cukup licin.
”Penangkapan terpidana Sugiarto ini hasil kerja sama intelijen,” jelas Kasi Penkum dan Humas Kejati Bali, Edwin Beslar.
Intelijen berhasil mengetahui posisi Sugiarto dari sinyal handphone (HP). Meski beberapa kali Sugaiarto mengganti nomor HP, tim intelijen bisa memantau saat dia meng-hubungi anggota keluarganya.
Dijelaskan Edwin, tujuan Sugiarto sejatinya adalah Lombok, NTB. Dia di Bali hanya singgah. Yang menarik, Sugiarto melakukan perjalanan dari Jember, Jawa Timur.
Kemungkinan perjalanan melalui jalur darat ini untuk menghindari intaian intelijen.
Saat dikeler ke Kejati Bali, bos Bank Tripanca Group, itu menaiki mobil Innova hitam nomor polisi N 1396 WD. Sugiarto bersama anak lelaki dan menantunya. Mengenakan topi, kaus oblong hitam dan celana pendek cokelat, Sugiarto tampak santai.
Sesampainya di lantai dua Kejati Bali, Sugiarto langsung diperiksa tim medis dari RS Bali Mandara. Dari hasil pemeriksaan tim medis, kesehatan Sugiarto normal.
Lebih lanjut dijelaskan, Mah-kamah Agung (MA) menjatuhkan vonis hukuman 18 tahun penjara terhadap Sugiarto. Sejak hukuman itu dijatuhkan Sugiarto belum pernah ditahan.
Sebelumnya, Sugiarto dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang. Ia lalu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Lampung.
Pengadilan Tinggi Lampung menguatkan putusan PN, sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan Kasasi Ke Mahkamah Agung (MA).
Dengan vonis 18 tahun, Sugiarto harus kembali mendekam dalam penjara. Namun, upaya untuk mengeksekusi Sugiarto agar masuk ke penjara bukan perkara murah. Sebab, seperti mantan Bupati Lampung Timur Satono yang terjerat kasus korupsi APBD Lampung Timur 2008-2009, keberadaan Sugiarto juga sulit terlacak.
Satono kabur beberapa saat setelah vonis dijatuhkan. Sugiarto sendiri pernah kabur pada saat dia ditetapkan sebagai tersangka menyusul kolapsnya bank miliknya. Bersama-an dengan bangkrutnya Bank Tripanca dan diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Ratusan miliar uang nasabah, termasuk uang APBD Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Tengah yang didepositokan di Bank Tripanca tidak bisa ditarik.
LPS tidak bisa mengganti uang APBD Lampung Timur dan Lampung Tengah, karena ternyata uang APBD itu disimpan dengan cara di bawah tangan (under table), tanpa melalui pembukuan perbankan yang semestinya.(san)