batampos.co.id – Dua rumah warga tertimpa pohon karet akibat angin ribut yang terjadi pada Selasa (30/4/2019) siang.
Tio Aseng Ditemukan Tewas di Kamar
batampos.co.id – Tio Aseng, 71 penjaga gudang karet Selasa (30/4/2019) diketahui sudah tidak bernyawa di dalam kamar tidur.
Ada Mayat Mengapung di Antara Air Raja dan Ngenang
batampos.co.id – Sesosok mayat ditemukan tewas mengapung di antara perairan Air Raja dan Ngenang, Batam pada Selasa (30/4) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kolaborasi dengan Mitra Dukung Program Keluarga Berencana
batampos.co.id – KIE (komunikasi informasi edukasi) bersama mitra melalui pencanangan bhakti sosial bersama Tentara Nasional Indonesian (TNI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dalam program Keluarga Berencana (KB) kesehatan yang digelar di lapangan parkir SP Plaza, Sagulung, Selasa (30/4/2019).
Acara juga diramaikan berbagai layanan kesehatan gratis seperti sunat masal gratis, dan donor darah. Pelayanan KB gratis dan Pap Smear serta bazar produk produk unggulan kelompok UPPKS.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Deputi KB KR BKKBN Kepri dan Dinas Kesehatan.
Danrem 033, Brigjen TNI Gabriel Lema mengatakan saya meng apresiasi kegiatan hari ini dalam hal kerjasama dengan BKKBN secara nasional hingga tingkat daerah sangat intens memberikan perhatian yang berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup manusia.
“Kualitas hidup manusia, berangkat dimulai dari keluarga dan yang paling mendasari adalah kesehatan. BKKBN sangat memahami itu, dan juga komponen masyarakat yang punya kepedulian dengan hal tersebut,” terangnya.
TNI selalu terpanggil dalam setiap kegiatan kesehatan bersama BKKBN maupun perkumpulan masyarakat.
“Saya tekankan kualitas hidup yang berkaitan dengan pengendalian penduduk, bukan persoalan pengurangan penduduk, tetapi diyakini bahwa atensi dari keluarga anak tidak terlalu banyak pasti menjamin kesehatan,” jelasnya
Kita harapkan turut bisa membantu kualitas hidup manusia, dan program yang dijalankan saat ini sangat baik sekali, demi menata kehidupan yang baik.
Sementara itu, Deputi bidang Penggerakan Informasi BKKBN, Nerius Auparae mengatakan memang kegiatan ini secara rutin setiap tahunnya dilaksanakan dalam rangka percepatan program kependudukan keluarga berencana.
TNI sudah berkomitmen untuk mendukung program d BKKBN alasannya agar semua masyarakat bisa paham tentang pentingnya program kependudukan keluarga berencana sebab bkkbn kurang tenaga di lapangan. Sehingga TNI berkomitmen dengan tenaga Babinsa bisa membantu memberikan sosialisasi ke masyarakat
“Dari TNI sudah berkomitmen dengan program ini harus berjalan terus dan berhasil, sebab ini merupakan program Nasional,” katanya
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto menanggapi dengan positif serta mengapresiasi kegiatan ini dan berdampak pada masyarakat. Harus disenergikan semua kegiatan dengan kesehatan.
“Maka dari itu apapun kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan harus bersinergi karena itu sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat,” katanya
Bisa kita sinergikan dengan kegiatan di Kepulauan Riau dilaksanakan secara benar dan berkomitmen. Hal lain tentang kampung KB akan berhasil jika dilakukan bersama sama, maka darisitulah bermuala apa yang muncul kualitas hidup manusia dilingkungan tersebut. (cr1)
Ditpam BP Batam Grebek Perkebunan di Kawasan Waduk Duriangkang
batampos.co.id – Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam melakukan penertiban tanaman dan bangunan illegal di Muka Kuning kawasan Daerah tangkapan air waduk duriangkang, pada Senin (29/4).
Sebanyak 81 personil ditpam diturunkan ke lokasi.
Kordinator Daerah Tangkapan Air (DTA) Pius Sega mengatakan tujuan penertiban ini untuk menjaga kelestarian hutan dan ketersediaan air baku dikawasan hutan lindung sebagai daerah resapan air pada waduk duringkang. Ini merupakan penertiban kegiatan rutin yang dilakukan Ditpam BP Batam.
Penertiban ini dilakukan untuk mengurangi dampak kerusakan ekosistem dan menjaga kualitas air di DTA waduk Duriangkang yang merupakan sumber kebutuhan air baku bagi sebagian besar masyarakat Batam.
Kawasan ini terdapat masyarakat yang melakukan perkebunan di lokasi hutan lindung.
“Ditpam BP Batam melakukan pencabutan tanaman di DTA waduk duriangkang yang cukup luas yang saat ini dijadikan perkebunan oleh masyarakat yakni tumbuhan jeruk nipis, pisang dan lainnya” jelas Pius.
Aktivitas berkebun di kawasan ini tentu saja berdampak pada pencemaran lingkungan dikarenakan masyarakat melakukan pembakaran hutan untuk membuat lahan kosong yang akan digunakan untuk berkebun.
Ia menyayangkan kebakaran dan eksploitasi lahan di DTA waduk duriangkang terjadi. Menurutnya, hal itu akan menyebabkan terganggunya kelestarian air waduk yang menjadi kebutuhan masyarakat Batam khususnya berada di Muka Kuning.
“Kegiatan penanaman disini dapat mengakibatkan surutnya air di Daerah Tangkapan Air waduk duriangkang sehingga membuat kelestarian hutan tidak terjaga” tambahnya.
DTA Waduk Duriangkang memasok kebutuhan air untuk masyarakat Batam, untuk itu pihaknya sangat membutuhkan peran serta dan kesadaran dari masyarakat dalam menjaga ketersediaan air baku di Kota Batam. (*)
Sedih, Terkendala Tinggi Badan, Gagal Dapat Kerja

batampos.co.id – Pencari kerja (pencaker) kembali memadati aula Multi Purpose Hall (MPH) kawasan industri Batamindo, Mukakuning sejak Senin (29/4) pagi, kemarin.
Informasi yang dihimpun Batam Pos, PT Ciba Vision Batam membuka lowongan pekerjaan untuk posisi operator. Di lokasi, terlihat ada ratusan pencaker antre menunggu giliran pendaftaran. Terdapat persyaratan yang harus dipenuhi seperti membatasi umur pelamar maksimal 22 tahun, lulusan SMA jurusan IPA serta kelengkapan berkas pendukung.
Persyaratan tambahan ada yang mengukur tingkat kelembaban telapak tangan para pencaker karena yang diterima tak boleh lembab telapak tangannya. Pasalnya, perusahaan tersebut memproduksi softlens.
”Untuk tinggi badan wanita 155 sentimeter (cm) dan pria 165 cm, setelah lolos langsung bisa mengikuti tes tertulis di Tunas Karya,” kata Hanif, pencaker asal Medan.
Dari persyaratan tersebut, masih banyak pencaker yang tak lolos. Sehingga menimbulkan raut kekecewaan dari mereka. Seperti Rahayu, pencaker yang baru lulus SMK tersebut gagal sebab memiliki tinggi badan kurang dari 155 cm. Padahal, ia sudah melengkapi semua berkas pendukung.
”Padahal untuk keterampilan bisa bersaing,” ujar pencaker asal Medan tersebut.
Para pencaker pun berharap lowongan kerja di kawasan industri makin banyak. Sehingga, banyak pencaker yang bisa terserap. (cr1)
KPK Akan Kembalikan Deputi Penindakan ke Polri
batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana mengembalikan Deputi Penindakan Irjen Pol Filri ke Polri. Saat ini, komisi antirasuah tersebut tengah mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan mekanisme dan prosedur pengembalian itu. ”Pimpinan masih mempelajari (pengembalian Firli ke Polri, red), yang bersangkutan (Firli) masih bekerja (di KPK, red),” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada Jawa Pos (grup Batam Pos), Senin (29/4).
Meski demikian, Saut enggan menjelaskan apa alasan pimpinan mempelajari prosedur pengembalian Firli ke korps Bhayangkara tersebut.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos dari sumber internal KPK, keputusan mengembalikan Firli ke Polri diambil pimpinan KPK pada Jumat (26/4) lalu. Namun, sumber tersebut belum mau menjelaskan secara detail apa alasan pimpinan berencana mengembalikan Firli yang diketahui baru menjabat sebagai deputi sejak 6 April 2018 lalu itu.
”Jumat (26/4) kemarin pimpinan sudah memutuskan untuk kembalikan Deputi Penindakan ke Polri,” ungkap sumber tersebut kepada Jawa Pos.
Paska keputusan mengembalikan Firli, internal KPK kembali bergolak. Pada 28 April 2019, akun Anonymous Vigilante memposting sebuah video di channel Youtube. Video berjudul ‘KPK tersandera oleh kepentingan sekelompok pegawai internal’ itu berisi tentang protes terkait pelantikan 21 penyidik yang berasal dari penyelidik internal KPK.
Narasi dalam video tersebut sama persis dengan surat terbuka yang beredar beberapa hari sebelumnya. Selain surat terbuka, oknum pegawai juga menempel berbagai poster di sejumlah titik di gedung KPK.

Poster itu berisi narasi yang mengarah pada ajakan untuk mempertanyakan keabsahan penyidik internal yang dilantik pimpinan KPK pada Selasa (23/4). Dalam sebuah poster, narasi itu ditulis dengan kalimat ‘apa mau jadi penyidik ilegal?’. Di poster lain menuliskan narasi yang mengajak untuk tidak mempercayai kinerja Wadah Pegawai (WP) KPK periode 2018-2020.
Menurut sumber Jawa Pos di internal KPK, kelompok pegawai yang melayangkan protes itu diduga berasal dari penyidik Polri. Dugaan itu merujuk pada narasi yang dituangkan dalam surat terbuka sebanyak 6 lembar. Dalam surat yang tidak jelas siapa inisiatornya itu membeberkan sejumlah indikator yang menjadi alasan bahwa pelantikan 21 penyidik internal melanggar aturan.
Pertama, karena adanya pertemuan terbatas antara kelompok penyelidik dan penyidik senior yang ditengarai difasilitasi WP KPK. Pertemuan itu dituding sebagai wadah penyidik dan pegawai senior untuk menyampaikan pesan kepada penyelidik yang akan naik ke penyidik agar berani bersuara mengimbangi penyidik Polri.
”Perpindahan penyelidik menjadi penyidik tersebut adalah politis untuk menghilangkan ketergantungan dari penyidik sumber Polri,” tulis surat tersebut. Selain dianggap sebagai upaya untuk melemahkan kekuatan penyidik Polri, di surat itu juga menuding pelantikan penyidik internal adalah skenario membendung masuknya penyidik senior Polri menjadi ketua satgas di KPK.
Sumber di internal KPK menjelaskan, mencuatnya petisi yang diberi judul Surat Terbuka Untuk Negeri itu seolah ingin menandingi petisi sebelumnya yang diinisiasi 114 penyidik dan penyelidik internal. Petisi sebelumnya yang dibuat pada 29 Maret itu menjabarkan kebuntuan penanganan kasus level kakap (big fish) di tingkat Kedeputian Penindakan.
”Mereka (oknum penyidik Polri) tuntutannya nggak jelas, sekilas masalah diskriminatif, tapi antara siapa dengan siapa?,” tutur sumber tersebut kepada Jawa Pos.
Dia pun menduga bahwa petisi yang “diramaikan” bersamaan dengan penetapan tersangka Sofyan Basir itu berkaitan dengan upaya menghalangi penanganan kasus big fish dari dalam.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut protes oknum penyidik Polri yang berstatus pegawai negeri yang diperbantukan (PNYD) itu merupakan bagian dari dinamika. Pimpinan, kata Saut, menganggap protes itu adalah sebuah kritik.
”Kami tetap berpikiran itu (surat terbuka, red) sebagai dinamika. Kami berlima (pimpinan KPK) bertanggungjawab kepada masyarakat Indonesia,” tuturnya.
Pun, poster-poster berisi protes yang dipasang di sejumlah titik di gedung KPK dibiarkan oleh pegawai. Pimpinan juga tidak memerintahkan petugas kebersihan untuk mencopot poster tersebut.
”Posternya nggak dilepas. Itu bagian dari dinamika,” tuturnya.
Saut pun memastikan pelantikan 21 penyidik dilakukan sesuai prosedur. Sebagian besar berasal dari internal yang berlatarbelakang auditor. (tyo)
Bangun Pabrik Pesawat di Batam
batampos.co.id – PT Regio Aviasi Industri (RAI) berencana membangun pabrik pesawat komersil R-80 di Batam. Rencananya, pabrik ini akan dibangun di atas lahan seluas 60 hektare di area Bandara Internasional Hang Nadim, Batam.
Komisaris PT RAI Ilham Habibie mengatakan, sebenarnya masih terlalu dini rencana pembangunan pabrik pesawat ini diumumkan. Sebab masih banyak proses yang harus dilalui. Meski begitu, rencana pembangunan pabrik pesawat ini merupakan rencana besar yang sudah disiapkan sejak lama.
“Untuk membuat pesawatnya masih lama. Tapi kami mesti bangun pabriknya dulu,” kata Ilham usai peluncuran tower terbaru proyek Meisterstadt Batam di Batam Center, Senin (29/4/2019).
Meski begitu, Ilham mengaku saat ini pihaknya sudah kebanjiran pesanan pesawat komersil R-80. Hingga saat ini, sedikitnya sudah ada 155 unit yang dipesan oleh sejumlah maskapai penerbangan di dalam negeri. Antara lain Nam Air sebanyak 100 unit, pesanan dari Kalstar sebanyak 25 unit, Trigana Air sebanyak 20 unit, dan Aviastar sebanyak 10 unit. Pesawat R-80 ini dirancang oleh ayahnya sendiri, BJ Habibie.
Kemarin, Ilham dan BJ Habibie melihat langsung lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan pabrik di area Bandara Hang Nadim. “Kira-kira luas lahannya 60 hektare,” kata Ihlam.
Ilham mengaku memiliki banyak alasan mengapa Batam menjadi pilihan lokasi pembangunan pabrik pesawat miliknya. Salah satunya karena Batam memiliki ketersediaan lahan yang cukup. Apalagi lahan yang tersedia berdekatan dengan area bandara.
“Kalau mau buat (pabrik) pesawat harus di dekat lapangan udara karena butuh landasan,” katanya.
Sebelum menjatuhkan pilihan ke Batam, pihaknya sudah melakukan survei ke sejumlah daerah. Di antaranya di kawasan Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat. Namun proses pengurusan lahan di sana sangat pelik. Sebab lahan di sekitar bandara tersebut sebagian besar berstatus milik warga.

Sembari menunggu persiapan pembangunan pabrik di Batam, proses pembuatan prototype R-80 masih akan dilakukan di Bandung, Jawa Barat. Ia berharap, pembangunan industri pesawat komersil di Batam ini nantinya mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Batam.
“Sekarang masih di bawah pertumbuhan nasional, tapi jika industri oke kembali, maka nanti bisa di atas pertumbuhan nasional,” ucapnya.
Saat ini, perekonomian Batam tertolong oleh tingginya tingkat konsumsi, terutama pola belanja konsumtif dari wiasatawan mancanegara. Ia memprediksi, tingkat konsumsi tinggi akan membantu pertumbuhan ekonomi, tapi dalam jangka panjang tidak akan cukup berkontribusi lagi.
Untuk itu, ia mendorong agar pengembangan Batam tetap berorientasi pada pembangunan industri. Terutama industri padat karya seperti MRO, industri kedirgantaraan, industri produk migas, galangan kapal, dan industri elektronik. Namun Ilham berpesan, pengembangan sektor industri harus tetap mengikuti perkembangan zaman.
“Tapi juga disesuaikan dengan kondisi teknologi saat ini sehingga perlu pendidikan. Ini tugas dari pemerintah dan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mengurusnya,” ucapnya.
Sedangkan ayahnya, BJ Habibie mengatakan bahwa Batam harus lebih memperluas jaringan di era globalisasi saat ini.
“Di zaman globalisasi, kita tak bisa sendiri. Sudah jauh-jauh hari sejak 25 tahun kita mulai proyeksi ke arah situ. Dan sekarang Batam sudah lumayan lah,” katanya.
Ia menyarankan agar pembangunan Batam kembali ke tujuan awal pengembangannya. Senada dengan Ilham, ia berpendapat pembangunan Batam harus berorientasi industri berteknologi tinggi dan mampu menambah daya saing serta transfer ilmu ke pekerja lokal.
“Kuncinya yakni SDM yang renewable dan ilmu pengetahuan. Lalu back to basic, transparan juga. Ketika menciptakan lapangan pekerjaan harus matang-matang dipikirkan. Maka saya datang ke mari putuskan industri dirgantara akan dipusatkan di Batam,” paparnya.
Namun, untuk mendukung pengembangan industri yang berkelanjutan, ia meminta agar pemerintah menyediakan sarana dan prasarana serta vokasi bagi SDM agar industri bisa terus berkembang.
Selain mengecek lahan yang akan dijadikan lokasi pabrik pesawat, kemarin, BJ Habibie juga meninjau kegiatan Maintenance Repair and Overhaul (MRO) di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim. Kunjungan Habibie ke kawasan MRO Hang Nadim ini berlangsung sekitar 30 menit. Menurut Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, dalam kunjungannya Presiden ke-3 Indonesia itu ditemani oleh Kepala BP Batam Eddy Putra Irwady dan Deputi BP Batam Dwi Eko Winaryo.
“Selama setengah jam itu, banyak berbicara mengenai MRO. Tapi beliau tidak turun, di dalam mobil saja,” kata Suwarso, Senin (29/4).
Selain membahas perizinan lahan untuk PT RAI, Habibie juga meminta BP Batam agar membuka seluas-luasnya kesempatan bagi perusahaan lain yang ingin membangun industri MRO di Batam. Karena ia meyakini, masa depan industri ini sangat cerah.
“Pak Habibie meminta industri MRO diberikan kemudahan dan ruang yang lebih besar,” ungkap Suwarso.
Habibie juga berpesan ke Kepala BP Batam untuk terus meningkatkan fasilitas yang ada di Hang Nadim. Sehingga Hang Nadim nantinya tidak hanya berfungsi sebagai bandara penumpang dan kargo saja, tapi juga sebagai pusat MRO di Indonesia bagian barat.
Sementara kalangan pengusaha di Batam menyambut baik rencana pembangunan pabrik pesawat tersebut. Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri OK Simatupang mengatakan rencana tersebut merupakan kesempatan bagus yang harus dimanfaatkan generasi muda Indonesia.
“Bagus itu. Selama Pak Habibie masih ada, ia ingin generasi anak-anak kita ini buat pesawat di Batam,” paparnya.
Oka mengaku mendengarkan sendiri penuturan Habibie yang menjelaskan desain pesawat secara detail. Tujuannya agar dapat dipahami generasi muda yang kemudian diharapkan dapat melestarikan pesawat buatan anak bangsa tersebut.
Bahkan, dari donasi yang terkumpul di acara tersebut mampu mengumpulkam Rp 1 miliar untuk pembuatan pesawat tersebut.
“Tapi biayanya tidak ada. Jadi kita yang memikirkan itu,” pungkasnya. (ska)
Encik-Puan Batam Siap Berpromosi

batampos.co.id – Dengan terpilihnya Duta Wisata Encik dan Puan Batam 2019 yang digelar beberapa waktu lalu, para pemenang mulai melaksanakan tugas untuk mempromosikan kebudayaan dan pariwisata Kota Batam.
”Mereka adalah aset Pemko Batam yang dibekali ilmu dan pengetahuan tentang kebudayaan pariwisata Kota Batam. Tentunya sebagai duta wisata, para Encik dan Puan terpilih dapat mempromosikan kedua aspek tersebut dengan baik selama masa jabatannya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata, Senin (29/4).
Lanjut Ardi, segala kegiatan yang menyangkut kebudayaan dan kepariwisataan akan melibatkan peran Encik dan Puan Kota Batam. Di samping itu, mereka diharapkan mampu menggaungkan semangat mengenal dan mencintai kearifan lokal, khususnya kepada kaum milenial Batam.
”Wali Kota Batam sangat ingin agar pemuda pemudi Batam bisa terus berkreasi dan berinovasi dengan membawa nilai-nilai kebudayaan dan pariwisata, sehingga kota ini kian berkembang dengan kreativitas berkualitas dari energi kalangan milenial,” terangnya.
Diketahui, Fadhlillah Ibsan Paschawibowo dan Adila Berliana keluar sebagai juara pertama Encik dan Puan Kota Batam 2019, pada malam grand final di Ballroom Olympus Pacific Palace Hotel, Sabtu (27/4). Sementara untuk juara kedua diraih Okzi Valiadi dan Aulia Davita, juara ketiga Putra Sabar dan Nashita Agni Kalida, serta Encik dan Puan favorit diraih Raja Arisyah Putra dan Bayang Maneshakerti.
Mereka melewati serangkaian seleksi ketat dari 132 lebih pendaftar, hingga mengerucut menjadi 10 pasang finalis. Selama proses yang berlangsung sejak Maret lalu, peserta diseleksi hingga menjalani karantina. Penilaian yang dituju dengan memperhatikan tiga aspek yakni, brain (pengetahuan), beauty (daya tarik) dan behavior (sikap). (nji)
