Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 11589

Perketat Pengawasan Kosmetik Ilegal

0
ilustrasi

batampos.co.id – Peredaran kosmetik dan obat-obatan ilegal marak di Batam. Korbannya pun sudah banyak. Atas dasar itu, DPRD Batam mendorong agar Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) makin gencar melakukan pengawasan dan razia di lapangan.

“Ini tentu sangat berbahaya jika berdampak langsung bagi pengguna. Pengawasan komestik ilegal harus lebih ditingkatkan,” kata anggota DPRD Batam, Hendra Asman, Rabu (19/12/2018).

Diakuinya, hasil razia produk ilegal baik itu kosmetik dan obat-obatan yang dilakukan BPOM beberapa waktu lalu, menjadi bukti banyaknya produk-produk ilegal ini beredar di Batam. Hendra juga meyakini pelaku yang mengedarkan kosmetik ini memiliki jaringan sehingga mudah memasarkan.

“Kita harapkan razia lebih menyeluruh termasuk kepada pelaku penjual,” tegas Hendra.

Lebih lanjut, BPOM juga harus sering kordinasi dengan bea dan cukai serta kepolisian, untuk mengantisipasi barang-barang ilegal tersebut masuk dari luar negeri. Terutama dari jalur laut, yang selama ini terkesan mudah dan bebas masuk ke wilayah Kota Batam.

“Masuk dan beredarnya barang ilegal ini bukan hal baru dan kita yakin BPOM memiliki data distributor. Tinggal di cek saja di lapangan,” tutur Hendra.

Terpenting lanjutnya, BPOM lebih giat menyosialisasikan kepada masyarakat. Sosialisasi ini perlu dilakukan secara intensif kepada pelaku usaha bahwa BPOM merupakan satu-satunya lembaga yang berhak mengeluarkan izin.

Anggota DPRD Batam membidangi hukum dan pemerintahan, Sukaryo meminta pihak BPOM aktif melakukan pe-ngawasan. Bila ditemukan, pelaku harus ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Karena pemberian izin ada di BPOM, maka harus aktif melakukan pengawasan,” tuturnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam imbau warga Batam untuk berhati-hati dalam memilih peralatan komestik yang akan digunakan. Hal ini mengingat masih ditemukannya kosmestik ilegal di Batam. Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmardjadi mengatakan hingga saat ini masih banyak kosmetik yang beredar dan tidak mengantongi izin edar dari BPOM.

“Masih banyak sekali. Dan itu mengandung bahan yang berbahaya,” sebutnya. (rng)

Batamindo Masuk Rancangan Zona Halal

0

batampos.co.id – Pemerintah menetapkan empat kawasan industri di Indonesia yang akan menjadi bagian dari rancangan calon zona halal untuk pe-ngembangan industri halal di Tanah Air. Satu di antaranya berada di Batam, yakni Kawasan Industri Batamindo di Mukakuning, Seibeduk. Batamindo akan mendampingi tiga kawasan industri lainnya yakni Cikande di Serang, Pulogadung Jakarta, dan Bintan Inti.

“Kewajiban kawasan industri adalah menyediakan kebutuhan lokasi untuk industri halal dengan sistem jaminan produk halal,” kata Manager General Affair Batamindo, Tjaw Hoeing atau biasa disapa Ayung, Rabu (19/12/2018).

Penetapan sebagai zona halal akan dilakukan pemerintah pada awal 2019 dengan memperhatikan kesiapan empat pengelola kawasan indsutri ini.

“Poin utama adalah bahwa kawasan industri halal ini bersifat sukarela dan bukan diperuntukkan bagi kawasan industri kecil dan menengah,” katanya lagi.

Selain lokasi, maka sistem jaminan produk halal harus diperhatikan. Lingkupnya meliputi pemilihan lahan baku, proses produksi, penge-masan, penyimpanan dan distribusinya.

“Hasil industri dari pabrik yang berlokasi di kawasan industri halal merupakan produk halal yang telah bersertifikasi,” ucapnya.

Selanjutnya adalah memenuhi kriteria kawasan industri halal yang memadai. Lingkupnya yakni memiliki manajemen kawasan industri halal, laboratorium pemeriksaan, dan pengujian produk halal, sistem pengelolaan air bersih dan air limbah sesuai persyaratan halal, tenaga kerja terlatih dan semi terlatih dalam jaminan produk halal dan pembatas kawasan industri halal.

“Tim penilai dari Direktorat Pembina Kawasan Industri, BHO, Pustlibang, KIUI, BPJPH, dan MUI akan melakukan penilaian kelayakan untuk penetapan zona sebagai kawasan industri halal,” paparnya lagi.

Batamindo sendiri sudah menyiapkan lahan untuk industri halal. Ayung mengatakan pengembangan kawasan industri halal diyakini akan ikut menyumbang kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Batam.

Potensi pasar akan menyasar pada mayoritas umat muslim di Indonesia. Disamping itu, negara-negara di wilayah timur tengah dapat juga menjadi pangsa pasar.

Industri halal yang dimaksud Ayung adalah perusahaan manufaktur yang mengerjakan pesanan yang diberikan oleh perusahaan pemegang merk produk halal seperti produk food and beverage, produk kosmetik dan produk obat-obatan. Kelebihannya adalah proses distribusi produk jadi di Batam akan lebih cepat sehingga menguntungkan pedagang dan konsumen.

Namun, perusahaan yang mendapat pesanan tersebut harus memiliki sertifikat halal yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Sertifikat tersebut berlaku selama dua tahun.

Salah satu perusahaan di Batam yang sudah mendapat sertifikat halal adalah Alteco.

”Untuk bisa masuk pasar Timur Tengah, barang jadi apapun itu, meskipun itu lem memang disyaratkan untuk mengantongi logo halal dari perusahaan pemegang sertifikat halal,” katanya. (leo)

Perempuan Usia 16 Tahun Dilarang Menikah

0
ilustrasi

batampos.co.id – Batas bawah usia pernikahan masih menjadi perhatian. Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengamanatkan jika batas usia menikah harus direvisi. Kemarin (19/12/2018) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise pun memiliki angka sendiri batas bawah pernikahan.

Yohana sudah membanding­ka­n usia pernikahan perempu­an dan laki-laki di banyak ne­gara. Dari hasil upaya terse­but, usia pernikahan rata-rat­a untuk perempuan 20 tahun. Sedangkan usia pernikahan laki-laki rata-rata 22 tahun. Tapi, dia menyebutkan bahwa yang perlu diselesaikan adala­h masalah kesetaraan gender.

”Saya balik melihat masalah gender equality, yaitu jangan sampai terjadi ketidakadilan. Jadi, bagusnya minimal 20 maksimal 22 untuk laki-laki dan perempuan,” ujar Yohana usai menyerahkan Anugerah Parahita Ekapraya di Istana Wakil Presiden.

Sesuai hasil putusan Mahkamah Konstitusi, ketentuan usia minimal 16 tahun perempuan untuk menikah telah dibatalkan dan dinyatakan inkonstitusional. Aturan yang tercantum pada Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UU Perkawinan) itu harus direvisi. MK memberikan batasan paling lama tiga tahun untuk DPR agar merevisi undang-undang tersebut.

Lebih lanjut, Yohana menuturkan akan segera membahas masalah tersebut dengan anggota DPR. Kementerian PPPA sudah menyelenggarakan diskusi publik terkait usia pernikahan anak. Hasil diskusi publik itu salah satu yang akan dibawa ke DPR.

”Kita perlu kerja sama, pendekatan lagi dengan pihak DPR agar ada kesepakatan bersama. Yang jelas, undang-undang perlindungan anak minimal 18 tahun,” imbuh dia.

Selain itu, Kementerian PPPA perlu diskusi dengan berbagai institusi lain terkait masalah anak itu. Misalnya dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Komnas Perempuan, juga organisasi masyarakat.

”Jadi, kita akan siapkan itu sebaik mungkin sehingga kesepakatan ini kita bisa bawakan nanti ke DPR agar dibicarakan,” ungkap Yohana.

Sementara itu Kepala Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menuturkan bahwa perkawinan memiliki berdampak jangka panjang bagi sumber daya manusia Indonesia.

”Umumnya yang menikah usia anak, pendidikannya rendah bahkan putus sekolah,” ungkapnya.

Belum lagi kemiskinan sering menjadi dalih untuk menikah-kan anak lebih cepat. Namun dengan pernikahan tersebut dapat menyebabkan kemiski-nan berulang.

Dia mendukung bahwa seorang anak harus mendapatkan pendidikan tinggi. Setidaknya mengenyam pendidikan 12 tahun.

”Pada UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak pasal 26 bahwa orangtua wajib mencegah terjadinya perkawinan usia anak. Dalam undang-undang yang sama, disebut anak jika usianya belum mencapai 18 tahun.

Kuasa hukum penggugat UU Perkawinan Dian Kartikasari menuturkan bahwa proses tiga tahun yang ditetapkan MK untuk mengubah pasal batas bawah usia pernikahan bagi perempuan dianggap terlalu lama. Dia pesimis pasal baru tersebut bisa jadi sebelum musim pemilu. Padahal semakin lama, maka korban perkawinan anak semakin banyak.

”Kami sudah mengajukan Perpu (peraturan pengganti undang-undang, red) kepada presiden,” ucapnya.(jun/lyn)

Mobil Kecemplung Parit

0

batampos.co.id – Dalam satu hari, dua unit mobil mengalami laka lantas di dua tempat yang berbeda. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Sementara itu, untuk penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan oleh jajaran Unit Laka Lantas Polresta Barelang.

Dalam kecelakaan pertama, terjadi di Jalan Laksamana Bintan. Satu unit mobil Avanza BP 1xx3 GI berwarna Silver terbalik di dalam selokan sekitar pukul 13.30 WIB. Beberapa orang penumpang yang berada di dalam mobil sempat terjebak karena tidak bisa membuka pintu kiri maupun kanan.

Akhirnya, seluruh penumpang yang berada di dalam mobil berhasil dikeluarkan dengan dibantu oleh beberapa orang warga dan personel Unit Laka Lantas Polresta Barelang. Selanjutnya, mobil tersebut dievakuasi dan dibawa ke Unit Laka Lantas Polresta Barelang untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Dugaan sementara dari anggota kami yang di lokasi kejadian, akibat laka tunggal. Sementara untuk korban negatif. Kita masih melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan dari penumpang mobil,” ujar Kanit Laka Lantas Polresta Barelang Iptu Efendi Marpaung, kemarin.

foto: batampos / cecep mulyana

Kemudian, laka lantas kembali terjadi Jalan Bunga Raya atau tidak jauh dari Kantor Camat Lubukbaja sekitar pukul 15.00 WIB. Satu unit mobil sedan Mazda 2 BP x7x6 EI terperosok dan terguling. Mobil berwarna putih itu datang dari arah Simpang Indomobil hendak menuju Simpang Baloi.

“Untuk kejadian yang di Baloi juga masih kita lakukan penyelidikan. Saat ini Unit Laka Lantas Polresta Barelang fokus untuk mengevakuasi mobil. Sementara penyebabnya masih dalam penyelidikan,” ujar Efendi.

Dengan adanya dua laka lantas tersebut, Efendi Marpaung mengimbau kepada seluruh masyarakat Batam untuk lebih berhati-hati dalam berkendara dan menggunkan perlengkapan saat berkendara.

“Himbauan selalu kami laksanakan baik dalam bentuk spanduk, ke sekolah, perusahaan maupun di simpang lampu merah. Kelengkapan saat berkendara juga perlu diperhatikan agar tidak menjadi korban,” imbuhnya. (gie)

Harga Daging Sapi Jelang Natal Turun

0

batampos.co.id – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga daging sapi beku justru turun di tingkat distributor. Penurunan harga daging sapi beku ini sudah berlangsung selama seminggu. Namun di tingkat pedagang pasar-pasar tradisi-onal, harga daging sapi beku justru mengalami kenaikan.

Seperti diungkapkan William, pemilik PT Batam Frozen Food selaku distributor daging sapi di Batam.

”Harga daging sapi turunnya tak signifikan. Bervariasi, ada yang turun Rp 1.000, ada juga yang turun Rp 2 ribu setiap kilogram (kg),” kata William, Rabu (19/12) siang.

Misalnya, kata dia, harga daging sapi beku yang kualitas bagus dari sebelumnya Rp 80 ribu per kg. Sejak sepekan lalu harganya turun menjadi Rp 78 ribu per kg. Begitu juga harga daging sapi beku kuali-tas sedang. Biasanya distribu-tor menjual Rp 75 ribu per kg, kini turun menjadi Rp 74 ribu per kg.

Kecenderungan penurunan harga daging sapi beku, lanjut William, dipengaruhi faktor melimpahnya stok daging sapi beku di beberapa distributor daging sapi.

”Jangankan untuk stok sampai akhir tahun ini. Dua bulan setelah akhir tahun inipun, stok kami jamin tetap aman. Sebab, sebulan sebelumnya, beberapa distributor daging mendapatkan pasokan daging sapi dalam jumlah banyak. Jadi untuk Batam, soal daging sapi kami jamin stoknya aman,” terangnya.

Di Pasar Botania I, Batam Center, harga daging sapi beku dijual Rp 87 ribu dari sebe-lumnya Rp 85 ribu. Begitu juga di Pasar Mitra Raya, sebelumnya harga daging sapi beku dijual Rp 85 ribu sampai Rp 86 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 87 ribu hingga Rp 88 ribu per kg.

Sementara itu, Acin, pemilik PT Kartika Inti sebagai distributor daging ayam beku mengaku harga ayam beku atau es tetap stabil, tak naik ataupun turun harga.

”Yang saya tahu mengalami kenaikan harga lumayan tinggi sih, ayam potong segar. Kalau ayam potong es, tetap sama seperti sebelumnya. Yakni Rp 28 ribu per kilogram dari distributor,” sebutnya.

Soal stok, Acin menjamin aman untuk Batam. Bahkan, ia memastikan pasokan ayam beku aman hingga dua bulan ke depan. ”Stok tak mengalami kendala. Distribusi dari Jawa maupun Medan lancar. Jadi stok daging ayam beku dipastikan tetap aman,” terangnya.

Harga di Atas HET

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Harga daging sapi beku di pasaran Batam di atas harga eceran tertinggi (HET), yakni dijual di kisaran Rp 85 ribu-Rp 90 ribu per kg. Sedangkan HET yang ditetapkan pemerintah untuk daging sapi beku sebesar Rp 80 ribu per kg. Seperti di Pasar Tos 3000 Jodoh, harga daging sapi beku berkisar Rp 86 ribu-Rp 87 ribu per kg. Atau naik Rp 1.000 per kg.

”Kalau (harga daging sapi beku, red) Rp 80 ribu tak ada lagi. Kemarin memang sempat Rp 85 ribu, sekarang rata-rata Rp 86 ribu per kilo,” ujar Ais, pedagang daging di Pasar Tos 3000 Jodoh, kemarin.

Ditanya alasan tingginya harga daging, Ais mengaku tak tahu pasti. Menurutnya, di sana ia hanyalah anggota, bukan pemilik. ”Saya hanya menjual. Segitu kata bos, ya saya jual segitu,” imbuhnya singkat.

Sedangkan harga daging ayam segar Rp 32 ribu per kg. Namun pada pagi hari harga daging ayam segar sempat menembus Rp 34 ribu per kg.

Di Pasar Pujabahari, Nagoya, harga daging sapi beku malah berkisar Rp 90 ribu per kg. Menurut pedagang, harga daging lebih mahal karena kualitasnya yang memang bagus.

”Kualitas daging kami bagus, memang beku, cuma lebih bagus,” ujar Koko.
Meski begitu, Koko mengaku daging itu merupakan daging sapi beku. ”Daging sapi beku itu kan ada kualitasnya juga. Kalau yang Rp 80 ribu mana ada lagi,” katanya lagi.

Bahan Pokok Stabil

Sepekan menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Tiban Center secara umum masih normal, kemarin (19/12). Seperti disampaikan Marni, 37, pedagang cabai. Ia mengatakan hingga enam hari menuju Natal hanya cabai setan yang mengalami kenaikan. Saat ini dijual Rp 45 ribu per kg, sedangkan normalnya Rp 28 ribu per kg.

Selain cabai setan, yang juga mengalami kenaikan adalah jahe, baik itu jahe merah maupun jahe putih. Biasanga hanya Rp 15 ribu per kg, sekarang Rp 30 ribu per kg.

”Naik-nya sudah lama mas, sejak sebulan lalu udah naik. Ha-nya saja memang kebutuhan jahe tidak banyak, makanya tidak begitu heboh,” ungkapnya.

Masih kata Marni, untuk kebutuhan pokok lainnya masih normal atau masih sama seminggu sebelumnya. Cabai merah Rp 38 ribu per kg, cabai hijau Rp 28 ribu per kg.

”Jika ada kenaikan palingan hanya sehari, kenaikannya hanyan seribu atau dua ribu aja, masih bisa diatasi kok,” katanya.

Sama halnya dengan Hani, 34, pedagang sayur di Pasar Tiban Center. Ia menjelaskan saat ini harga tomat yang didatangkan dari Medan masih sama seperti seminggu sebe-lumnya yakni Rp 16 ribu per kg. ”Namun ada juga yang menjual 18 ribu per kg,” ujar Hani.

Hani menuturkan, sama seperti harga bawang Jawa masih dijual sekitar Rp 34 ribu-Rp 35 ribu per kg, sedang-kan bawang Birma masih Rp 25 ribu per kg.

”Masih sama kok dek seperti seminggu lalu,” katanya.

Untuk harga telur ayam juga tidak ada kenaikan, masih Rp 1.600 per butir, masih sama sejak kenaikan dua pekan lalu.

”Masih aman, tidak ada kenaikan, stoknya juga masih aman,” ujar Lisa, 35, pedagang telur di Pasar Tiban Center.

Sementara itu, pantauan di Pasar Fanindo, Batuaji harga sayur hijau dan komoditas lainnya terpantau tinggi. Se-perti harga sayur bayam Rp 18 ribu per kg dari sebelumnya hanya Rp 10 ribu per kg, tomat Rp 18 ribu dari Rp 14 ribu per kg, bawang merah Jawa Rp 35 ribu dari Rp 22-Rp 24 ribu per kg, kangkung Rp 12 ribu dari Rp 8 ribu per kg.

Murni, penjual sayur di Pasar Fanindo, Batuaji menga-takan tingginya harga komoditas sayur mayur lazim terjadi saat akhir tahun, terlebih saat perayaan Natal. Selain itu permintaan barang yang cukup tinggi juga memicu kenaikan harga.

”Setiap tahun kondisinya seperti ini terus,” ujar Murni lagi.

Tak hanya komoditas sayur, harga telur dan daging ayam juga berangsur naik di Pasar Fanindo. Harga daging ayam segar misalkan naik mulai Rp 2.000-Rp 5.000 per kg. Yakni dari Rp 31 ribu naik menjadi Rp 33 ribu-Rp 35 ribu per kg.

”Harga ayam sudah naik dari tiga hari lalu,” kata Hendra, penjual daging ayam di Pasar Fanindo.

Dia mengaku kenaikan harga ayam akan berlangsung hingga tahun baru mendatang. Kendati demikian, permintaan masyarakat terhadap daging ayam masih cukup tinggi.

”Pasokan aman dan masih normal. Dipastikan daging ayam tidak langka,” ujarnya.

Disperindag Harus Kontrol Harga Pasar

DPRD Kota Batam meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk mengontrol dan menurunkan harga kebutuhan pokok di pasaran. Apalagi menjelang perayaan Nataru.

”Kami minta Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) untuk bisa me-ngontrol harga di pasaran. Misalnya harga telur masih sangat mahal di pasar,” kata anggota Komisi II DPRD Kota Batam Mulia Rindo Purba, Selasa (19/12) lalu.

Rindo mengatakan, saat ini banyak ibu rumah tangga yang mengeluh mengenai harga di pasaran. Termasuk harga cabai dan tomat yang masih mahal. ”Jadi bukan hanya telur yang mahal, daging, cabai dan tomat juga masih mahal,” sebutnya.

Menurut politikus Gerindra tersebut, sejak Lebaran Juni lalu, harga melambung. Tetapi beberapa bulan setelah Lebaran, tetap saja harga mahal. ”Istilahnya, harga mahal itu lupa turun. Di sinilah peran dari pemerintah untuk mengontrol harga. Padahal saat ini, pasokan juga tercukupi kok,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi me-ngatakan ketersediaan sembako di Batam hingga bebe-rapa bulan ke depan. Pasokan mencukupi, tetapi memang harga masih tetap mahal.

”Kalau untuk pasokan kita pastikan masih akan mencukupi hingga akhir tahun dan mungkin beberapa bulan ke depan. Dan kita tetap mengon-trol agar harga di pasaran tidak melambung naik,” katanya, beberapa waktu lalu.

Zaref mengatakan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan lembaga lain untuk mengawasi peredaran sembako dan juga barang dagangan lainnya seperti kosmetik.

”Jadi ke BPOM dan dan dinas kesehatan kita terus berkoordinasi. Ini masalah kualitas barang dagangan yang diperjualbelikan di pasaran,” katanya.

Sementara itu, Zaref yang kembali dihubungi kemarin membenarkan adanya kenaikan bahan-bahan pokok menjelang Nataru. Namun, ia mengatakan kenaikan tersebut hanya bersifat situasional. ”Dan masih dalam batas kewajaran,” katanya, kemarin.

Ia mengaku sudah mengecek langsung ke lapangan atas kenaikan beberapa bahan pokok tersebut.

”Tadi (19/12) saya turun langsung ke beberapa pasar bersama Kepala Pusat Perdagangan Dalam Negeri. Tidak terlalu tinggilah,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga. Ia mengatakan Satuan Tugas (Satgas) Pangan terus bekerja, memantau harga-harga bahan pokok di beberapa pasar.

”Memang ada yang naik. Contohnya bawang merah naik sekitar Rp 2 ribu. Lalu telur juga, penyebabnya pasokan kurang dan naiknya harga pakan. Namun sejauh ini masih wajar,” ucapnya.

Satgas Pangan, kata Erlangga, terus bekerja dan memastikan harga bahan pokok tidak melonjak melebihi ketentuan yang ada.

”Kami juga berkoordinasi dengan instansi lainnya. Dan apabila masyarakat melihat dan mendengar penimbunan sembako, atau hal ilegal lainnya, bisa segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” ucapnya.

Dari pemantauan harga dilakukan Disperindag di beberapa pasar, cabai merah keriting paling mahal di Pasar Botania 2 seharga Rp 42 ribu per kg, dan termurah di Pasar Toss 3000 seharga Rp 32 ribu per kg.

Bawang merah paling mahal di Pasar Cahaya Garden, Rp 36 ribu per kg dan paling murah di Pasar Toss 3000 Rp 28 ribu per kg. Daging ayam di Pasar Melchem, Cahaya Garden, Tos 3000. dan Botania, rata-rata Rp 35 ribu per kg. Sementara harga telur di empat pasar itu rata-rata Rp 43 ribu per papan.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam, Adisty mengaku stok telur ayam masih aman dan tak ada kendala.

”Harga telur ayam ras mulai stabil. Pekan lalu harganya berkisar Rp 44 ribu per papan dan sekarang rata-rata Rp 42 ribu sampai Rp 43 ribu,” katanya kemarin.

Ia menyebutkan, sebelumnya memang ada kenaikan komoditas telur ayam ras. Namun masih di batas kewajaran. Kenaikan ini disebabkan adanya kenaikan pakan ayam yang berimbas pada harga telur ayam. Dari survei Disperindag, distributor telur ayam memasarkan Rp 41 ribu per papan.

”Masih di batas kewajaran dan mulai berangsur normal yakni Rp 1.300 per butir,” kata Adisty.

Selain telur ayam ras, Disperindag juga merilis harga daging sapi beku di empat pasar Kota Batam, yakni Pasar Melchem, Cahaya Garden, Toss 3000 dan Pasar Botnia 2. Daging sapi beku dijual dengan harga Rp 85 ribu per kg dan daging sapi lokal Rp 130 ribu per kg.

”Untuk stok dan harga daging sapi di Batam masih aman,” katanya lagi.

Adapun komoditas lain yang disurvei adalah beras premium seharga Rp 13 ribu per kg. Beras medium Rp 11 ribu per kg dan cabai merah besar Rp 52 ribu per kg. Untuk jenis sayur-sayuran seperti kangkung juga masih normal Rp 9.500 dan bayam Rp 16 ribu per kg.

”Stoknya juga masih aman jelang Natal dan Tahun Baru,” terang Adisty. (ska/rng/ian/she/une/cr2/cr1/gas)

Ada Lomba Musik Kolintang Rebut Piala Presiden

0
Rombongan Dewan Pimpinan Pusat Generasi Penerus Pejuang Merah Putih (GPPMP) saat berdialog dengan Pimred Batam Pos, M Iqbal (kiri).
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Pergelaran permainan musik kolintang piala presiden II bakal digelar di Kota Batam. Dewan Pimpinan Pusat Generasi Penerus Pejuang Merah Putih (GPPMP), selaku panitia acara menyebutkan dipilihnya Batam karena lokasi strategis, berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Batam salah satu titik yang tepat untuk memberi informasi bahwa musik kolintang ini milik bangsa Indonesia. Selain itu kami melihat Batam sebagai daerah ketiga terbanyak kunjungan wisatawan,” kata Max Ruland Basoke, ketua panitia saat berkunjung ke redaksi Batam Pos di Graha Pena, Kamis (20/12).

Pergelaran permainan musik kolintang di Batam merupakan yang kedua. Sebelumnya GPPMP melaksanakan evn yang sama yakni, permainan musik kolintang piala presiden pertama di Jakarta tahun 2016 lalu.

Max menjelaskan festival ini sebagai bentuk wahan strategis untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisional daerah. Adapun tujuan lainnya untuk mendapatkan pengakuan dari Unesco sebagai warisan budaya tak benda, sekaligus menjadikan kolintang sebagai musik kebanggaan Indonesia.

“Untuk tentatif musik kolintang piala presiden II kita rencanakan 1-2 Maret 2019 di Batam. Saat ini kita masih meminta izin dari Wali Kota Batam sebagai tuan rumah acara,” tutur Max.

Ia menambahkan, dalam musik kolintang ini pihaknya akan menghadirkan tim nasional dan luar negeri. Bahkan dari perwakilan Sulawesi Utara sudah ada sedikitnya 30 tim. “Kemungkinan ada 100 tim atau group yang akan memeriahkan festival ini. Kita harapkan dukungan suport dari Batam Pos,” papar Max.

Kolintang merupakan alat musik khas dari Minahasa, Sulawesi Utara. Kolintang terbuat dari bahan dasar kayu, seperti kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau sejenisnya. Jenis kayu yang agak ringan tapi cukup padat dan serat kayunya tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar.

Pimpinan Redaksi Batam Pos Muhammad Iqbal mengatakan, pergelaran permainan musik kolintang akan semakin menjaga eksitensi kolintang sebagai hasil peninggalan bangsa. Ia juga menilai dengan dipilih nya Batam sebagai tuan rumah akan berbanding lurus dalam meningkatkan sektor pariwisata Kota Batam.

“Karena selain industri, pemerintah daerah juga tengah fokus pariwisata. Dan ini saya pikir sangat mendukung pariwisata Batam,” kata Iqbal.

Batam Pos sendiri, lanjut dia, siap mendukung perhelatan ini . (rng)

Batam Butuh 40 Ribu Blanko e-KTP

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mengejar penyelesaian pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang menumpuk hingga akhir bulan ini.

Kepala Disdukcapil Kota Batam Said Khaidar mengatakan tidak ada masalah dengan pencetakan e-KTP selagi ketersedian blanko ada. Pihaknya sebelum-nya sudah merampungkan pencetakan sembilan ribu keping e-KTP milik pemula.

”Karena memang prioritasnya untuk mereka yang pemula,” sebutnya, Rabu (19/12).

Ia mengungkapkan sudah mengi-rim permintaan tambahan blanko e-KTP ke pusat untuk menyelesaikan pencetakan yang masih menumpuk di seluruh kecamatan. ”Permohonan kan terus masuk.

Jadi walaupun kami bisa selesaikan seratus e-KTP yang masuk bisa lebih banyak lagi. Karena setiap hari pengajuan selalu masuk,” bebernya.

Ia meminta kepada pemohon yang hanya mengajukan perubahan data atau rusak bisa bersabar jelang tercukupinya kebutuhan blanko di Batam. Ia menyebutkan, saat ini kebutuhan blanko untuk Batam mencapai 40 ribu lebih.

Menurutnya jika Batam diberikan blanko sebanyak itu, pihaknya menjamin semua permohonan yang menumpuk saat ini bisa diselesaikan.

”Kalau soal tenaga operator kami ada, alat juga cukup. Saat ini ada sembilan alat di kecamatan mainland dan tiga alat di kantor Disdukcapil,” sebutnya.

Selain mengejar pencetakan, Disdukcapil juga tengah merampungkan perekaman 20 ribu warga Batam yang belum pernah memiliki e-KTP sebelumnya. ”Jadi masih banyak yang harus dirampungkan di penghujung tahun ini. Jadi kami mohon dukungannya agar semua bisa selesai,” tutupnya.(yui)

TNI AL Tangkap Pria yang Diduga Pengedar Narkoba

0
Baang bukti.
foto: Dispen Lanal batam

batampos.co.id – Tim F1QR Lanal Batam dhi Unit Intelijen Lanal Batam berhasil mengamankan seseorang atas nama Iwan yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat kurang lebih 1 gram.

Iwan ditangkap di dermaga rakyat Sagulung Batam, Rabu (19/12/2018).

Penangkapan ini bermula dari informasi dari warga. Info yang diterima akan ada kurir narkoba yang akan membawa sabu-sabu untuk dikirim ke pulau Tanjung Pelandok, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Sekira pukul 13.30 Wib, pada hari yang sama, Tim F1QR memonitor adanya 2 orang yang dicurigai sesuai ciri ciri dari info yang diterima.

Sasaran pertama berangkat dengan menggunakan sarana boat pancung penumpang. Namun ia diabaikan sebab pada saat itu tidak membawa sesuai dengan kebiasaannya.

Pukul 14.30 Wib, pelaku kedua sesuai ciri-ciri dan kebiasannya, akan berangkat dari dermaga rakyat Sagulung.

Tim F1QR Lanal Batan mendekati keberadaan pelaku lalu menangkap Iwan.

Dari terduga Tim F1QR Lanal Batam mendapati sabu-sabu dalam kemasan plastik seberat kurang lebih 1 gram dan alat hisap/bong serta 1 bendel kantong plastik/paket dalam keadaan kosong.

Demikian rilis dari Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan, S.H.

Selanjutnya Pangkalan TNI Angkatan Laut Batam akan melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait terutama BNN kota Batam/BNNP Kepri, dalam penyelesaian prosesnya. (ali)

IMCTC Ajak Indonesia Gabung

0
ilustrasi

batampos.co.id – Upaya memberantas terorisme menjadi prioritas semua negara saat ini. Tidak hanya menjadi urusan negara itu sendiri, upaya membentuk aliansi antarnegara untuk memberantas kejahatan luar biasa tersebut juga aktif dilakukan. Salah satu yang agresif adalah Arab Saudi.

Negara paling berpengaruh di Timur Tengah itu mensponsori berdirinya koalisi militer negara-negara Islam untuk memberantas terorisme (Islamic Military Counter Terrorism Coalition/IMCTC) pada November 2017. Selama setahun sejak berdiri, Saudi berhasil menggaet 41 negara muslim di Asia dan Afrika untuk bergabung. Beberapa negara yang dikenal dekat dengan Saudi langsung bergabung, misalnya Bahrain, Mesir, Kuwait, Qatar, dan Pakistan.

Agar koalisi itu semakin kuat dan efektif, IMCTC berharap Indonesia, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, ikut berperan serta seperti negara tetangganya, Malaysia.

’’Terorisme itu terjadi lintas negara, maka mereka bisa dikalahkan jika semua negara berkoordinasi untuk memberantas segala bentuk terorisme dan ekstremisme,’’ jelas Ketua IMCTC Jenderal Rahid Syarif di Riyadh kemarin.

Negara-negara Islam paling membutuhkan koalisi itu karena organisasi teroris telah mendistorsi nilai-nilai Islam.

’’IMCTC penting untuk menegakkan nilai-nilai moderasi Islam yang memegang prinsip perdamaian dan toleransi,’’ lanjut Jenderal Rahid Syarif.

Meskipun disponsori Arab Saudi, Jenderal Syarif adalah tokoh militer asal Pakistan. Jabatan tertinggi di IMCTC itu akan digilir di antara anggota dua tahun sekali.

Dalam kesempatan kemarin, IMCTC menerima kunjungan delegasi Indonesia untuk pameran budaya terbesar Al Janadriyah yang dipimpin Mayjen Sjafrie Samsoedin.
Rombongan diajak berkeliling ke kantor pusat IMCTC yang sedang dalam proses akhir konstruksi.

’’Semua perwakilan anggota kami sediakan kantor di sini dengan fasilitas lengkap. Sebuah masjid yang besar dan parkir luas sedang dalam penyelesaian,’’ jelas Mohammad Ibrahim Alzaben, representasi IMCTC dari militer Saudi. (kim/jpg)

Tingkat Hunian Hotel Capai 98 Persen

0

batampos.co.id – Triwulan terakhir 2018, tingkat hunian hotel meningkat drastis. Di akhir pekan, tingkat hunian hotel mencapai 98 per-sen, sedangkan di hari biasa, tingkat hunian mencapai 75 persen.

“Kalau jumlah atau angkanya saya lupa berapa. Tetapi data yang kita dapat dari PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Batam, memang persentasenya sampai 98 persen di akhir pekan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebuda-yaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota Batam, Ardiwinata, Rabu (19/12/2018).

Ardi-begitu pria ini biasa disapa-mengatakan ting-ginya tingkat hunian hotel ini karena beberapa faktor. Termasuk sudah mulai terta-tanya infrastruktur di Batam. Sebagian besar yang menginap di hotel ini adalah wisatawan dari negara tetangga.

“Kalau yang kita data ini adalah di hotel-hotel berbintang. Kalau hotel non bintang kami tidak survei. Dan memang ini jauh berbeda dari beberapa waktu sebelumnya,” katanya.

Menurut mantan Kabag Humas Pemko Batam itu, saat ini pariwisata di Batam memang mulai meningkat. Pemko Batam saat ini memang sedang fokus untuk mengembangkan pariwisata. “Kita akan terus membenahi pariwisata yang ada di Batam.

Bahkan Pak Wali Kota juga sudah memulainya dengan perbaikan infrastruktur di Batam. Kita berharap pariwisata akan terus tumbuh dan berkembang,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan pariwisata, ada tiga hal yang harus dikembangkan, yakni aksesibilitas, atraksi, dan amenitas. Jadi selain infrastruktur, fasilitas pendukung baik menuju destinasi wisata dan di objek wisata harus dibenahi.

“Misalnya transportasi yang nyaman, kamar mandi yang bersih dan sebagainya. Dalam hal inilah pengusaha sangat dibutuhkan,” ujarnya.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Berbagai kegiatan pariwisata yang digelar Pemko Batam juga berperan mendatangkan wisatawan ke Batam. “Dan kita akan terus mengupayakan kegiatan berkelas internasional akan semakin banyak di Batam,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua PHRI Kepri Tupa Simanjuntak me-ngatakan bahwa memang tingkat hunian hotel di Kepri meningkat dibanding beberapa bulan sebelumnya. Dan memang kalau di akhir pekan, hampir semua hotel di Batam selalu penuh.

“Kita berharap jangan hanya di akhir pekan saja yang penuh. Tetapi juga di hari biasa. Yang paling penting saat ini adalah objek wisata harus terus diperbaiki,” tegasnya.

100 Lebih Event Pariwisata untuk 2019

Ardiwinata memaparkan gambaran event 2019, hingga kini lebih dari 100 kegiatan baik dari pemerintah sendiri juga pelaku pariwisata (swasta).

“Ini yang sampai kini masuk ke kami (Disparbud Kota Batam, red), berikut jadwalnya,” ungkap dia, kemarin.

Dari Pemko Batam sendiri, kata dia, beberapa contoh kegiatan yakni Parade Tari Nusantara, Kenduri Seni Melayu (KSM), hingga Festival Kampung Tua. Menurut dia, selain event yang akan digelar Pemko Batam sendiri, event oleh swasta promosinya akan dibantu.

“Kami akan susun dalam Calendar of Event 2019,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, jika memungkinkan pada malam pergantian tahun 2018 menuju 2019, rangkuman final soal event tahun 2019 akan diumumkan langsung Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

“Kami harap event-event ini menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan, baik wisatawan Nusantara maupun mancanegara,” ucapnya.

Ardi mengatakan ada sejumlah event yang didorong masuk dalam calender event Kementerian Pariwisata, yang mana kementerian tersebut tengah menggalakkan wisata di perbatasan atau cross border.

“Insyaa Allah 2019 kita dapat 18 event cross border. Alhamdulillah, sebagai daerah perbatasan, Kepri umumnya dan Batam khususnya mendapat prioritas dari Kemenpar,” ujarnya.

Abas salah seorang warga Belakang padang menunjukan kepiawaiannya saat bermain permainan tradisional gasing di jalan Engku Putri, Jumat (2/10/2018). Acara tersebut merupakan rangkaian Kenduri seni Melayu dalam rangka Hari Jadi Kota Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Beberapa event tersebut yakni, KSM, vegetarian food fiesta, titian muhibah yakni kolaborasi artis Singapura, Malaysia, dan Indoensia yang akan tampil di Batam, Deepavali (Festival Cahaya Hindu), Chinese New Year, Bajafash, dan silaturahmi Bawean.

Menurutnya, masyarakat Batam yang multikultur melalui beragam event akan diakomodir apa kebutuhannya melalui kegiatan-kegiatan tersebut.

Tidak hanya itu, akan meningkatkan fungsi Dataran Engku Putri sebagai ruang publik, dimana ke depan akan ada atraksi rutin setiap pekan dengan melibatkan pelaku pariwisata dan paguyuban di Batam.

“Kami bantu carikan sponsorship, seperti lighting dan sound system-nya,” imbuhnya.

Diakuinya, keterlibatan swasta sangat penting dalam upaya meningkatkan sektor pariwisata daerah.

“Swasta memang harus terlibat, termasuk peran komunitas sangat besar,” sebutnya. Sementara itu, ketika disinggung terkai pencapaian kunjungan wisman tahun 2018 ini, ia mengungkapkan sudah tembus angka 1,3 juta per September lalu. Untuk itu, ia yakin angka tersebut akan terus naik hingga akhir tahun ini.

“Jadi kami sangat optimis target (kunjungan wisman, red) 1,8 juta orang tercapai,” pungkasnya.(ian/iza)