Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 11590

Petani Kesulitan Pasarkan Kerang Mutiara

0
Bupati Anambas (empat kanan) memperlihatkan budidaya kerang di Desa Bayat, Kecamatan Palmatak, kemarin. Meskipun berhasil melakukan budidaya, petani kerang di Anambas masih menemui kendala pemasaran.

batampos.co.id – Meskipun laut Anambas cocok untuk budidaya kerang mutiara berdasarkan ujicoba selama dua tahun berturut-turut di Desa Bayat, Kecamatan Palmatak, namun hingga saat ini petani kerang di Anambas masih menemui kendala pemasaran.

Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas Effie Zjuhairi mengatakan, untuk pemasaran hasil budidaya kerang membutuhkan investor.

Karenanya, pada 2019 pihaknya akan menerapkan sistem lelang kategori kerang mutiara.
Terkait rencana ini, rombo-ngan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas telah melakukan kunjungan kerja terkait pilot project kerang mutiara di Desa Bayat.

“Mereka sudah melihat langsung di lapangan,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (10/12/2018).

Menurutnya, untuk pengembangan budidaya kerang mutiara di Anambas tidak me-ngalami kendala yang signifikan.

Potensi laut yang ada sangat mendukung dan dibuktikan telah dihasilkan sejumlah kerang yang menghasilkan mutiara.

“Kalau soal lautnya tidak menjadi persoalan,” ucap dia.

Namun sampai saat ini pemasaran kerang tersebut masih belum terpecahkan. Menurutnya butuh investor yang membidangi hal tersebut. Apalagi pasar mutiara ini tidak banyak, sebab nilainya cukup menjanjikan dari segi peningkatan ekonomi.

“Kami butuh investor yang serius dalam melakukan pemasaran. Saat ini kita masih tahap uji coba dan belum masuk ke tingkat pemasaran,” ungkapnya lagi.

Bila ke depannya ada investor yang serius untuk mengelola atau berinvestasi, pemda akan menyediakan fasilitas seperti lahan yang baik.

“Kami akan mengundang sejumlah investor mutiara datang ke Anambas,” ujarnya.(sya)

Cendol, Urutan ke 9 Makanan Penutup Terenak

0

Cendol masuk dalam daftar 50 makanan penutup terenak di dunia.

Cendol merupakan makanan manis yang terbuat dari tepung beras. Warna hijau pada cendol berasal dari daun suji, salah satu pewarna makanan alami.

Makanan manis ini biasanya disajikan dengan santan cair dan gula merah yang sudah dicairkan. Supaya lebih segar, penjual cendol akan memberikan es di bagian atasnya.

Bersaing dengan Makanan Penutup dari Banyak Negara

Hebatnya, cendol bersaing dengan 49 makanan penutup lain, seperti baklava dari Turki, black forest dari Jerman, chocolate chip cookies dari Amerika Serikat, dan chocolate mousse dari Prancis.

Dari lima puluh makanan penutup itu, cendol berada di urutan ke sembilan, mengalahkan chocolate chip cookies dan chocolate mousse. Keren, ya!

Namun, ada satu hal yang sedikit membingungkan, di portal berita tersebut disebutkan bahwa cendol berasal dari Singapura.

Sebenarnya, Cendol Berasal dari Mana?

Masuknya cendol menjadi salah satu makanan penutup terenak di dunia merupakan kabar gembira, terutama bagi warga Indonesia. Seperti kita tahu, hidangan manis ini banyak dijual di Indonesia, mulai dari pinggir jalan hingga di restoran mewah.

Namun, portal berita tersebut menyebutkan cendol berasal dari Singapura. Sebenarnya, cendol berasal dari mana, ya? Singapura, Malaysia, atau Indonesia?

Cendol

Milik Asia Tenggara

Menurut Fadly Rahman, Sejarawan Kuliner, minuman sejenis cendol sudah ada di wilayah Asia Tenggara sejak lama. Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah yang mencakup beberapa negara, tiga di antaranya adalah Singapura, Malaysia, dan Indonesia.

Karena hal itu, Fadly Rahman mengatakan, tidak ada negara yang berhak mengklaim cendol. Jadi, bisa dikatakan, cendol merupakan makanan penutup milik Asia Tenggara.

Lalu, Kenapa Cendol yang Masuk 50 Makanan Penutup Terenak di Dunia Disebut Berasal dari Singapura?

Setiap negara di Asia Tenggara, khususnya Singapura, Malaysia, dan Indonesia memiliki hidangan manis bernama cendol. Bahan untuk membuat cendol di tiga negara itu pun sama, yakni tepung beras, santan, dan gula merah yang sudah dicairkan.

Namun, cendol dari Singapura, Malaysia, dan Indonesia memiliki perbedaan pada topping. Cendol dari Singapura menggunakan kacang merah sebagai topping.

Cendol dari Malaysia menggunakan nangka sebagai topping, sedangkan cendol dari Indonesia ada yang menggunakan singkong potong dan ada yang tidak.

Cendol dengan Kacang Merah

Portal berita yang merilis 50 makanan penutup terenak di dunia itu menyebutkan, bahwa cendolnya diberi tambahan kacang merah yang dimaniskan.

Jika melihat dari hal itu, sudah jelas bahwa cendol yang mereka sebutkan merupakan cendol dari Singapura.

Meski begitu, kita harus tetap bangga, karena hidangan manis ini sebenarnya milik wilayah Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. (hal/tipstren)

Maskapai Buka Penerbangan Tambahan untuk Sambut Natal

0
Sejumlah pesawat dari beberapa maskapai penerbangan menurunkan dan menaikkan penumpang di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (30/10).
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Menjelang liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2018, sejumlah maskapai menyediakan pener-bangan tambahan (extra flight) dari Batam ke beberapa daerah di Tanah Air. Salah satunya maskapai Sriwijaya Air menambah jadwal terbang untuk mudik Natal dan Tahun Baru tujuan Jakarta.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan penambahan jadwal penerbangan ini menyusul tingginya permintaan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik Natal dan Tahun Baru. Sebab, sebelumnya tiket untuk keberangkatan H-7 jelang tahun baru di beberapa maskapai sudah habis.

Kendati demikian, kata Suwarso, hingga kemarin memang baru maskapai Sriwijaya yang sudah menyampaikan penambahan jadwal penerbangan kepada Hang Nadim, serta sudah membuat laporan kepada Dinas Perhubungan.

”Maskapai lain belum meyampaikan terkain penambahan jadwal,” ujar Suwarso di Bandara Hang Nadim, (10/12/2018).

Ia menjelaskan, extra flight hanya untuk tujuan Jakarta saja. Sebab, memang jadwal Sriwijaya sudah terisi semua, sehingga sulit untuk mencarikan jadwal untuk tujuan daerah lain.

”Semoga saja maskapai lain bisa mengisi tujuan penerbangan berbeda,” imbuhnya.

Suwarso menyebutkan, jadwal extra flight untuk keberangkatan dimulai 20 Desember 2018 hingga 15 Januari 2019. ”Sriwijaya membuka jadwal tambahan sekitar 26 hari. Diharapkan bisa menampung masyarakat yang akan mudik nanti,” ujarnya.

Hanya saja, kata Suwarso lagi, penyediaan jadwal pener-bangan tambahan ini, hanya ada satu kali dalam sehari. Waktunya pun kemungkinan hanya pada malam hari karena merupakan jadwal tambahan sehingga sulit bagi maskapai mengadakan jadwal tambahan pada pagi, siang, maupun sore.

”Besar harapan kami pada maskapai lain yang belum mela-porkan untuk bisa melengkapi jadwal-jadwal ini,” harapnya.

Tidak hanya itu, untuk harga tiket sudah diberlakukan ambang batas atas dan bawah. Untuk maskapai Garuda mematok harga Rp 1,9 juta. Sedangkan maskapai lainnya, termasuk Sriwijaya mematok harga level Rp 1,5 juta hingga Rp 1,6 juta untuk tujuan Jakarta.

”Dengan berat hati, bagi masyarakat yang akan mudik harus mengeluarakan uang lebih untuk tiket ini,” ungkapnya.

Tiket Kapal Feri Mulai Dipesan

Sementara itu, penjualan tiket mudik Natal dan Tahun Baru tujuan Dumai melalui Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) mulai dipesan calon pemudik.

”Permintaan sudah ada namun belum banyak. Calon penumpang membeli tiket untuk keberangkatan 22 dan 23 Desember,” kata Kepala Bidang Angkutan Kapal DPC INSA Batam, Asmadi, kemarin.

Ia mengatakan, untuk menghadapi lonjakan penumpang mudik Natal dan liburan Tahun Baru, pihaknya sudah melakukan persiapan. Bahkan sudah berkoordinasi bersama Satuan Kerja (Satker) Pelabuhan Domestik Sekupang untuk kelancaran arus mudik nantinya.
Asmadi menyebutkan, kapten, anak buah kapal (ABK), serta armada sudah dalam kondisi baik.

”Pelayaran Dumai paling mendominasi untuk mudik Natal ini. Sedangkan yang lain biasa saja,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satker Pelabuhan Domestik Sekupang, Hermane mengatakan mulai 20 Desember petugas mulai bertugas dari pukul 05.00 WIB. Ini untuk mengantisipasi lonjakan pemudik.

”Karena Dumai yang paling ramai dan itu keberangkatan pagi. Jadi petugas di standby sejak subuh,” ujarnya. (yui/cr1)

Walikota Batam Mengaku Bisa Terjerat Hukum Jika Nekad Cairkan Insentif Guru Madrasah

0
Walikota Batam Muhammad Rudi -F Cecep Mulyana (1)

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar pertemuan dengan guru-guru madrasah se-Batam, Senin (10/12). Pertemuan ini salah satunya membicarakan persoalan insentif guru mad-rasah 2018 yang belum dicairkan.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, Pemko Batam bukan tidak menyiapkan uang insentif bagi 717 guru madrasah se-Batam. Namun insentif tidak dapat dicairkan merujuk pada imbauan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa bantuan dari pemerintah daerah kepada instansi lain tidak bisa dilakukan secara langsung, namun harus melewati proses hibah terlebih dahulu.

”Maka tahun ini (2018, red) enggak ada (insentif),” kata Rudi, usai pertemuan.

Rudi memastikan insentif untuk 2019 kembali akan diberikan kepada guru-guru madrasah yang mencapai 1.500 orang. Namun bisa saja berubah seiring verifikasi oleh Pemko Batam. Kemudian, harus melewati proses hibah terlebih dahulu ke Kemenag, selanjutnya Kemenag menya-lurkan kepada para guru mad-rasah.

Penegasan wali kota tersebut sekaligus memupuskan harapan ratusan guru madrasah untuk mendapatkan insentif tahun ini.

”Kami sudah dudukkan tadi (kemarin, red). Makannya di depan guru-guru mad-rasah saya bawa semua (pejabat terkait), saya minta mereka siapkan bahannya, dan untuk tahun depan hibahkan sesuai dengan saran BPK,” jelasnya.

Diakui Rudi, menyampaikan di depan para guru madrasah cukup dilematis. Namun ia sadar sudah sepatutnya guru-guru madrasah dibantu melalui insentif karena sudah turut membantu mewujudkan Batam Madani. Tapi di satu sisi, anggaran yang sudah disiapkan Pemko Batam tidak bisa dicairkan karena terkendala aturan.

”Kalau dicairkan dan saya tanda tangan, saya akan berurusan dengan hukum,” ujarnya.(iza)

Dana Parpol 50 Persen Dibiayai Negara

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah belum menentukan sikap atas usulan kontribusi 50 persen negara untuk pendanaan partai politik (parpol) yang kembali disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini. Pasalnya, tahun ini bantuan politik (banpol) sudah naik cukup signifikan. Yakni, dari sebelumnya Rp 108 per suara menjadi Rp 1.000 per suara di tingkat pusat.

Direktur Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kementerian Dalam Negeri Laode Ahmad Balombo menyatakan, pihaknya belum bisa berbicara banyak terkait usulan kenaikan banpol dari KPK. Wacana itu kembali menguat pasca penandatanganan komitmen 16 parpol tentang sistem integritas partai politik (SIPP).

Menurut Ahmad, usulan tersebut perlu kajian bersama. Juga kesepakatan bersama dari pihak-pihak terkait.

”Jadi kami belum bisa berkomentar terlalu jauh,” ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos (grup Batam Pos), Minggu (9/12). Sebelumnya, KPK merekomendasikan negara berkontribusi 50 persen dalam pendanaan parpol. Hitungan KPK, kontribusi itu bisa tembus Rp 9 triliun untuk satu tahun anggaran.

Ahmad mengatakan, kenaikan dana bantuan partai baru saja dinaikkan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 tahun 2018. Di mana besaran untuk tingkat pusat sebesar Rp 1.000 per suara, untuk provinsi Rp 1.200 per suara, dan kabupaten/kota sebesar Rp 1.500 per suara. Banpol itu, sesuai penelitian Perludem, banpol itu berkontribusi 13 persen dalam keuangan parpol.

Saat didesak apakah ada keinginan dari pemerintah untuk menaikkan kembali di tahun depan, dia belum bisa beranda-andai.

”Kami masih mengikuti PP tersebut,” kata mantan Direktur Ormas tersebut.

Disisi lain, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK Giri Suprapdiono menyatakan usulan agar negara berkontribusi lebih besar dalam pendanaan parpol merupakan upaya meminimalkan celah korupsi by need yang selama ini menjalar di kalangan politisi yang menjabat kepala daerah dan legislator.

Kebutuhan yang dimaksud diantaranya kebiasaan memanjakan konstituen dengan politik uang (money politic). Ada pula terkait dengan tradisi partai memotong gaji kepala daerah dan legislatif untuk mencukupi kebutuhan operasional parpol.

”Mereka (kepala daerah dan legislatif) seolah korupsi atas nama partai, tapi sebenarnya banyak yang dari dirinya sendiri,” ujarnya.

Nah, menutup celah korupsi dengan perbaikan sistem itu penting bagi pemberantasan korupsi. Karena itu, kata Giri, negara harus memberikan kontribusi yang lebih terhadap pendanaan parpol agar kebutuhan-kebutuhan yang “biasa” dipenuhi kepala daerah dan anggota dewan dari hasil korupsi tersebut dapat diminimalkan.

Giri menggambarkan suatu negara yang demokrasinya baik secara otomatis berpengaruh pada gerakan antikorupsi yang baik pula. Pun, negara yang memiliki sistem antikorupsi yang baik akan sejalan dengan demokrasi yang sehat. Gambaran itu bisa dilihat dari negara-negara dengan sistem demokrasi yang baik.

”Jadi ada korelasi yang kuat antara demokrasi dan antikorupsi itu sendiri,” paparnya.

KPK tidak dalam posisi memaksa pemerintah atau pihak terkait agar menjalankan rekomendasi tersebut. Namun, usulan itu merupakan keniscayaan yang harus direalisasikan untuk menuju sistem demokrasi dan antikorupsi yang baik.

”Saya pikir ini (kontribusi besar negara terhadap pendanaan politik, Red) salah satu konsep demokrasi kita,” imbuh dia. (far/tyo)

Anggota DPRD Natuna Tersangka

0
F. AULIA RAHMAN/BATAM POS
Kajari Natuna Juli Isnur saat jumpa pers penetapan tiga tersangka korupsi proyek SPAM Batubi usai upacara Hari Anti Korupsi di Kejaksaan Natuna, Senin (10/12/2018).

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri Natuna menetapkan anggota DPRD Natuna berinisial YS sebagai tersangka proyek pengemba-ngan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum SPAM Batubi tahun 2017. Penetapan tersangka tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Natuna) Juli Isnur, usai upacara Hari Anti Korupsi di Kejaksaan Natuna, Senin (10/12).

Selain YS, Kejaksaan juga menetapkan dua tersangka lain berinisial T dari kontraktor PT Keandra Jaya Sakti dan TM dari swasta. Proyek pengembangan jaringan SPAM 2017 itu menelan anggaran Rp 3,55 miliar yang bersumber APBN.

“Untuk saat ini nilai kerugian masih menunggu hasil audit BPK,” kata Kajari.

Juli mengatakan, dalam kasus ini, tim Kejari Natuna menghitung terdapat kerugian negara senilai Rp 500 juta dari total anggaran pekerjaan senilai Rp 3,55 miliar tersebut.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Dalam kasus ini ada yang spesial. Kami menetapkan mereka sebagai tersangka tidak dengan pasal 2 atau pasal 3 tentang tindak pidana korupsi. Tapi kali ini kami menggunakan pasal 12 huruf i tentang tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Ia menuturkan, penerapan pasal ini terbilang baru pertama dilakukan Kejari Natuna dalam kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan SPAM Batubi. Dan fokus utama disangkakan pada tindakan YS selaku pejabat negara, dikenakan pasal 12 huruf i.

“Penerapan pasal 12 huruf i ini dapat menjadi pelajaran bagi pejabat negara dan PNS yang ada di Natuna agar tidak sampai melakukanperbuatan yang sama. Baru kali ini kami terapkan pasal ini di Natuna,” pungkasnya.  (arn)

Pemkab Anambas Kerahkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah

0
F. SYAHID/BATAM POS
Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas membersihkan tumpukan sampah di TPS di Jalan Rintis, Desa Tarempa Selatan, kemarin.

batampos.co.id – Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas akhirnya berhasil membersihkan sampah yang berserakan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Rintis, Desa Tarempa Selatan.

Untuk membersihkan sampah tersebut, petugas membutuhkan waktu satu minggu dengan menggunakan alat berat.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas Efendi menjelaskan, dalam waktu satu pekan pihaknya bukan hanya mengeruk sampah saja, tapi juga melakukan penimbunan jalan menuju TPS yang sudah rusak.

“Kurang lebih habis belasan juta untuk membersihkan sampah karena sekalian menimbun jalan di sekitar TPS,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (10/12/2018).

Namun, tempat sampah yang sering disebut depo tersebut terancam menggunung lagi karena tidak ada aktivitas pembakaran atau pengura-ngan. Enam personel yang ditempatkan di TPS hanya membongkar sampah dari truk.

“Selain bongkar sampah, petugas memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan kemudian diambil. Itu juga lumayan karena bisa mengurangi tumpukan sampah,” ungkapnya lagi.

Sebelum­nya, sampah di tempat pembuangan akhir yang berlokasi di Jalan Raya Genting, Kecamatan Siantan Selatan terus menumpuk. Saking banyaknya, saat ini sudah menggunung hingga sampai ke badan jalan.

Tumpukan sampah di tepi jalan tersebut dikerumuni lalat hijau karena menyebarkan bau busuk.(sya)

Pemkab Kepulauan Anambas Serahkan 10 Kapal ke Nelayan

0
F. SYAHID/BATAM POS
Pemkab Anambas menyerahkan bantuan 10 kapal tangkap kepada 10 kelompok nelayan di Kecamatan Palmatak, beberapa waktu lalu.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan menyerahkan bantuan berupa 10 unit kapal nelayan tangkap kepada 10 kelompok nelayan di Desa Bayat, Kecamatan Palmatak. Kapal bantuan tersebut berukuran 3 GT yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018.

”Penyerahannya sudah dilakukan sejak Kamis (6/12) lalu,” ungkap Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas Effy Zjuhairi kepada wartawan, Minggu (9/12).Effie mengatakan bantuan bukan hanya berupa kapal tapi perlengkapan dan peralatan nelayan juga diberikan, mulai dari alat pancing, radar, radio, mesin, jangkar, pema-dam kebakaran, dan peralatan lainnya.

”Nelayan hanya bawa badan saja ketika hendak melaut,” ujarnya.

Kata dia, bantuan yang diberikan itu berdasarkan pe-ngajuan setiap kelompok nelayan yang telah diverifikasi dan dilakukan evaluasi. Jika diberikan kepada individu nelayan tidak dibenarkan oleh aturan, itu wajib harus menggunakan per kelompok.

”Kelompok nelayan di Desa Bayat saja belum pernah dapat bantuan kapal. Kemarin memang acaranya di Desa Bayat dan disana juga tempat penyimpanan kapal bantuan tersebut sebelum dilakukan serah terima,” ucapnya.

Ia hanya berharap kepada kelompok nelayan yang diberikan bantuan agar dapat merawat dan menjaga kapal tersebut dengan baik.

”Penyerahannya langsung oleh pak bupati,” ungkapnya lagi.(sya)

LAM Lingga Rilis Buku Kue Pengantin

0

batampos.co.id – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga menerbitkan buku mengenai pembutan kue pengantin. Sebelumnya, LAM juga menerbitkan buku Tepuk Tepung Tawar. Hal ini sebagai upaya mengabadikan warisan budaya Melayu peninggalan leluhur yang mengandung kebaikan.

“Dalam buku tata cara membuat kue pengantin nanti seluruh proses pembuatan kue hingga bahan-bahannya akan dijelaskan dengan gamblang,” kata Ketua LAM Kabupaten Lingga Datok Sri M. Ishak, Senin (10/12/2018) pagi.

Ishak mengaku penulisan buka ini dengan gaya berbeda dari biasanya, sehingga seluruh pembaca lebih tertarik dan bukan seperti buku yang tergolong bacaan berat layak-nya buku sejarah atau buku-buku pelajaran. Dengan tujuan, buku tersebut nantinya dapat dijadikan kalangan muda atau pelajar sebagai referensi untuk pembuatan kue pengantin.

Gaya penulisan kekinian ini, sambung Ketua LAM yang juga sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, adalah keinginan sejumlah tokoh dan masyarakat yang bertujuan dapat menarik minat baca terutama kawula muda.

Setelah mere-ka menyukai apa saja yang ada dalam buku tersebut, secara otomatis mereka akan melestarikan budaya Melayu hingga ke masa depan.

“Saat ini buku tata cara pembuatan kue pengantin ini sedang dalam pengurusan International Standard Book Number (ISBN) saja. Setelah terbit nanti, LAM juga akan menggelar praktik pembuatan kue tersebut,” ujar Ishak.

Latar belakang diterbitkannya buku ini berawal dari kekhawatir dengan keberlangsungan budaya Melayu. Sebab, sejumlah pewaris pembuatan kue pengantin ini sudah tua. Untuk itu, Ishak mengambil kesempatan dari para pembuat kue terkait resep dan lainnya, sehingga LAM mengabadikan warisan tersebut ke dalam buku. (wsa)

Kecelakaan Lalulintas di Mata Kucing, Dua Pemotor Tewas

0
Korban di RSUD.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Kecelakaan maut terjadi jalan pangeran Diponegoro depan kebun pembibitan Pemko Batam, Seiharapan, Sekupang, Selasa (11/12/2018) sekitar pukul 05.00 WIB. Kecelakaan yang melibatkan satu mobil sedan putih dan empat sepeda motor itu menewaskan Abdul Kadir dan Marnis, dua pengedara sepeda motor.

Informasi yang didapat di lapangan, kecelakaan naas ini diduga karena aksi kebut-kebutan pengendara mobil sedan yang melaju dari arah Sekupang.

Saat berada di lokasi kejadian yang merupakan tikungan ringan, mobil tersebut menabrak empat sepeda motor yang datang dari arah berlawanan. Dua pengendara sepeda motor tewas ditempat sementara dua lainnya sekarat. Keempat korban pengendara sepeda motor semuanya dibawa ke RSUD Batam.

Dua korban yang sekarat juga pria dan wanita muda. Keduanya langsung mendapat perwatan intensif di ruangan ICU RSUD. Sementara dua korban yang tewas langsung dibawa ke kamar jenazah.

“Sudah meninggal (dua korban di kamar jenazah) saat tiba disini,” ujar Agung, dokter forensik di kamar jenazah RSUD. (eja)