Jumat, 26 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11594

Diajak Ngobrol, Hape dan Barang Dagangan Raib Digasak Maling

0
ilustrasi

batampos.co.id – Ini peringatan bagi para pemilik kios atau warung agar lebih waspada dengan orang asing yang datang secara berkelompok dan bertanya harga barang.

Bisa saja mereka adalah komplotan maling yang beraksi dengan modus mengalihkan perhatian pemilik kios.

Seperti yang terjadi pada salah satu kios di pinggir jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Senin (13/5) pagi.

Kios milik Marni, didatangi dua pria yang mengendari sepeda motor sekitar pukul 10.00 WIB. Kedua pria tersebut mempertanyakan harga sejumlah barang mulai dari rokok hingga kopi kemasan.

Meski banyak bertanya mereka hanya membeli satu kemasan pelarut minuman segar.Setelah kedua pria tersebut pergi, Marni baru sadar jika telepon genggam dan sejumlah rokok yang diletakkan di etalase kiosnya raib.

“Saya dialihkan dengan pertanyaan salan satu pelaku dan saya tidak sadar satu pelaku lainnya menguras isi kios dan ponsel saya,” ujarnya. Marni mengatakan, kerugian yang dialaminya mencapai jutaan rupiah.

“Sudah terlambat, saya sadar saat mereka sudah pergi. Hape dan beberapa bungkus rokok hilang,” paparnya. Kejadian serupa juga dialami Anisa, pemilik kios di pinggir jalan Marina City, beberapa hari lalu.

Empat pelaku yang mengendarai mobil pribadi memperdayai ibu dua anak tersebut dengan modus yang sama. Dengan tipu dayanya, keempat pelaku berhasil membawa kabur puluhan bungkus rokok dan minuman kemasan dari dalam kios Anisa.

“Katanya mereka kerja borongan di perumahan sebelah. Mereka belanja banyak tapi tak bayar, saya seperti dihipnotis gitu dengan banyak pertanyaan dari mereka,” ujar Anisa.(eja)

Pasar Murah Digelar selama 16 Hari

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam bersama distributor bahan pangan kembali menggelar pasar murah pada pertengahan Ramadan hingga jelang Lebaran mendatang. Jika sebelumnya sudah digelar pasar murah selama tiga hari, kegiatan serupa akan diadakan lagi selama 13 hari di 20 lokasi berbeda.

Kepala Bagian Perekonomian Pemko Batam Zurniati memaparkan, jumlah hari pelaksanaan pasar murah bertambah dibanding rencana awal.

”Awalnya, dalam rencana kita enam hari. Kebijakan Pak Wali (Kota Batam Muhammad Rudi) ditambah 10 hari. Jadi, total kami laksanakan Ramadan kali ini sebanyak 16 hari,” papar Zurniati, Minggu (12/5/2019).

Penambahan jadwal ini diambil setelah rapat dengan para distributor bahan pangan Batam, Jumat (10/5). Zurniati memaparkan, lanjutan pasar murah selama 13 hari tersebut berlangsung dari 15-18 Mei, lalu Senin 20-25 Mei. Juga, 28-29 Mei dan tanggal 31 Mei.

Ia menyampaikan, kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan komoditas pangan dengan harga lebih terjangkau. Bahkan, pada 13 hari pasar murah nanti, komoditas yang diperdagangkan lebih banyak dan ditambah untuk beberapa item seperti tepung, gula, mentega, dan minyak goreng.

”Kami tentukan ini berdasarkan kebutuhan masyarakat yang mau Lebaran. Harapannya dengan ini masyarakat terbantu,” imbuhnya.

Sebelumnya, mantan Camat Sekupang ini menyebutkan pasar murah lanjutan juga mempertimbangkan daerah padat penduduk, jauh dari pusat kota yang memiliki pasar utama, serta penyumbang inflasi yang tinggi berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS).

Ketua TPID Batam Muhammad Rudi menyampaikan, harga jual bahan pangan yang dijual melalui operasi pasar TPID ini di bawah harga jual pasar. Bahan yang dijual seperti beras Bulog, gula, daging sapi beku, telur, bawang merah, bawang putih, cabai merah, kentang, sayur, ikan, mentega, tepung, minyak goreng, susu, minuman dan ketupat instan.

“Sembako (bahan pokok) yang dijual sesuai dengan modal, mereka tidak mendapat untung, karena kita pemerintah juga membantu mereka,” pungkasnya.

(iza)

Safari Ramadhan Pejuang Subuh Nongsa (PSN) di Pulau Belakang Padang

0
Rombongan PSN di pelabuhan Belakang Padang.

Pejuang Subuh Nongsa (PSN) dari Batu Besar Nongsa Kota Batam bergerak ke Belakang Padang.

Mereka mengendarai 6 mobil kecil. Selepas Ashar mereka bergerak. Menjelanng berbuka mereka tiba di Puau Penawar Rindu itu. Masjid At-Taqwa menjadi tujuan melakukan safari Ramadan.

Berbuka bersama masakan khas melayu dengan menu ikan asam pedas dan sotong/cumi masak hitam. Hmm….. sedap

Tarawih diimami oleh Ust.Haji Marsapwan Bin Abdul Wahab, Penasihat PSN.

Dalam ceramahnya Ustadz Iwan, sapaan akrabnya memperkenalkan apa itu Pejuang Subuh Nongsa (PSN) dan manfaat serta Keutamaan Shalat Subuh kepada jama’ah.(*)

TNI AL Siagakan Empat KRI untuk Pemudik

0

batampos.co.id – Dirjen Perhubungan Laut memprediksi bahwa tahun ini akan ada kenaikan jumlah penumpang di sektor laut. Mengantisipasi hal itu, dibutuhkan bantuan dari TNI.

Selain itu, sektor penyebrangan yang digawangi meminta PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga dilakukan perbaikan.

Tahun lalu jumlah pemudik menggunakan kapal laut mencapai 1,8 juta jiwa. Tahun ini diprediksi akan mencapai 1,9 juta jiwa.

Komando Armada I sebagai salah satu instansi di bawah koordinasi TNI AL turut bersiap diri menyambut musim mudik tahun ini.

Sebagaimana mereka lakukan tahun lalu, tahun ini komando utama yang dipimpin oleh Laksamana Muda TNI Yudo Margono itu bakal menyiapkan dan menyiagakan unsur KRI guna menambah daya angkut.

Calon penumpang PELNI tujuan Batam-Jakarta.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

”Sekitar tiga sampai empat KRI,” tutur Kepala Dinas Penerangan Komando Armada I Letkol Laut (P) Agung Nugroho.

Unsur KRI apa saja yang akan disiapkan oleh Komando Armada I, pria yang biasa dipanggil Agung itu belum bisa menyampaikan secara terperinci.

Hanya kapal yang disiapkan oleh instansinya akan dipakai untuk membawa pemudik dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara ke beberapa destinasi di Jawa.

”Untuk membantu kelancaran mudik,” terang dia. Selain pemudik, kendaraan roda dua maupun roda empat juga bisa mereka angkut.

Sejauh ini, Komando Armada I memang belum mendapat informasi terkait rencana pemerintah untuk memecah arus lalu lintas selama musim mudik tahun ini.

”Yang jelas TNI AL, Komando Armada I setiap masa mudik dan arus balik lebaran senantiasa menyiapkan unsur KRI,” beber Agung.

Terkait dengan kerjasama dengan Kementerian Perhubungan, dia juga belum mendapat informasi terperinci.

Kementerian Perhubungan memang punya rencana untuk mengarahkan truk yang hendak menyebrang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Dari pelabuhan di pesisir utara ibu kota tersebut, truk-truk itu akan diangkut ke Pelabuhan Panjang di Lampung.

Rencananya, kapal yang dipakai untuk membawa truk-truk itu merupakan kapal milik TNI AL.

”Kemungkinan baru lusa (Selasa) ada info,” imbuh Agung. Sementara itu di sektor penyebrangan, kawasan Merak-Bakauheni menjadi perhatian.

”Pada puncak arus mudik nanti diprediksi kendaraan R4 mengalami kenaikan sebesar 15 persendibanding tahun lalu,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi.

Untuk mengantisipasi kemacetan, maka pada puncak arus mudik nanti PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mengoperasikan dermaga eksekutif .

Selain itu untuk imbauan ganjil genap bagi kendaraan R4 yang akan menyeberang mulai tanggal 30 Mei- 2 Juni.

Imbauan ganjil genap ini juga berlaku pada puncak arus balik yakni 7-9 Juni.

Kemenhub juga mendorong PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk segera melakukan sosialisasi mengenai e-ticketing dan pembayaran non tunai.

Selain itu untuk memudahkan mobilitas keluar masuk pelabuhan maka disediakan shuttle bus.(syn/lyn)

Hati-hati Banyak Jebakan di Marina

0

batampos.co.id – Jika Anda melintasi ruas jalan menuju kawasan wisata terpadu Marina harus ekstra hati-hati. Pasalnya badan jalan semkin rusak parah di musim penghujan ini.

Parahnya lubang dengan diameter diatas tiga meter seakan menjadi jebakan bagi pengendara baik sepeda motor maupun mobil.

Paslanya lubang tersebut berada di tanjakan dan jebakan bagi kendaraan yang melintas dari arah berlawanan.

Pengendara kerap terkecoh karena lubang-lubang tersebut tidak terlihat dari jauh karena tertutup tanjakan.

“Kadang saling senggol kalau mobil. Ya gimana lagi yang dari sini ngebut mau lewat celah jalan yang bagus, dari depan (berlawanan) juga kaget berusaha tak masuk lobang jadi sama-sama jumpa di lokasi jalan yang bagus,” ujar Dahlan, pedagang kaki lima di dekat kawasan perhotelan Marina, Minggu (12/5/2019).

Ruas jalan berlubang di kawasan Marina, Batuaji ini berada di tanjakan dan menjadi jebakan bagi pengendara yang melintas di ruas jalan tersebut. Foto: Eusebius Sara/batampos.co.id

Pantauan batampos.co.id di lapangan, ada dua lokasi lubang yang menjebak pengendara. Pertama di depan perumahan Permata Laguna. Lubang berdiameter kurang lebih tiga meter berada persis di atas gorong-gorong sebelum simpang Permata Laguna.

Pengendara yang datang dari arah simpang Basecamp kerap terkecoh. Dikarenakan lubang berada di sisi tanjakan gorong-gorong dari arah Marina.

Lokasi lainnya di jembatan sebelum kawasan perhotelan Marina. Lubang serupa berada persis di sisi jembatam dari arah Simpang Basecamp namun berada di jalur berlawanan.

Pengendara yang datang dari arah Marina dipastikan terkecoh sebab lubang tersebut tidak kelihatan dari jauh.

Kondisi ruas jalan rusak ini kerap dikeluhkan para pengendara baik wisatawan ataupun warga yang rutin melintasi jalan tersebut.

Susanto, seorang pengendara sepeda motor mengatakan, perbaikan yang dilakukan selama ini terkesan asal-asalan.

Sebab titik jalan yang rawan dan benar-benar rusak tidak dilakukan perbaikan. “Kerusakan parah itu mulai dari Bapelkes ke sana (arah Marina-red), tapi perbaikan hanya di depan perumahan mulai belakang kawasan Industri Bintang saja.

Itupun sudah banyak rusak lagi. Belum maksimal perbaikan jalan ini,” keluhnya.(eja)

Kematian Ratusan Petugas KPPS Mulai Diusut

0

batampos.co.id – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akan mengusut penyebab meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di seluruh Indonesia.

Pekan ini Komnas HAM berencana akan menurunkan Tim Pemantau Pemilu 2019 untuk mencari tahu lebih jauh data maupun informasi terkait kondisi tersebut.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, termasuk di antara tim pemantau yang turun ke lapangan pada agenda puncak pemilu beberapa waktu lalu.

Menurutnya, banyak hal yang melatarbelakangi tumbangnya ratusan petugas KPPS dalam pemilu tahun ini. Bukan hanya fisik, masalah psikologis juga dinilai patut menjadi perhatian.

”Konteks yang juga harus dilihat adalah psikologis,” paparnya.

Masyarakat kota Batam menyalurkan hak suaranya pada Pemilu serentak 7 April 2019 lalu. F.Cecep Mulyana/batmapos.co.id

kata Choirul, beban kerja petugas KPPS memang berat. Sehingga menguras fisik mereka. Namun begitu, tekanan psikis juga tidak kalah hebat.

Anam menyebutkan situasi dan kondisi sepanjang helatan pemilu tahun ini bisa jadi turut menekan psikologis petugas KPPS.

Media sosial yang gaduh, sambung dia, ditambah dengan ekspektasi masyarakat serta kekhawatiran dituduh curang berpotensi menekan petugas KPPS dari dalam.

Sehingga mereka bekerja ekstra. Tujuannya tidak lain untuk menunjukkan komitmen kepada masyarakat.

”Di situlah tekanan psikologis itu berat sekali,” imbuh Anam. Belum lagi, kata dia, berbagai persoalan teknis yang turut mengiringi penyelenggaraan pemilu serentak tahun ini.

Beberapa jadwal yang bergeser pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) serta masalah logistik yang bermunculan pada detik-detik terakhir jelang coblosan juga menambah beban petugas KPPS.

Anam menyebutkan, instansinya melihat itu sebagai pemicu tumbangnya ratusan petugas KPPS hingga banyak di antara mereka meninggal dunia.

”Bukan menyebabkan kematian. Tapi, memicu kematian,” imbuhnya. Tekanan yang muncul terhadap fisik maupun psikis membuat petugas KPPS yang punya riwayat penyakit kambuh.

Hingga nyawa mereka tidak dapat diselamatkan. Untuk memastikan dugaan tersebut, Tim Pemantau Pemilu 2019 yang dikerahkan Komnas HAM kembali bekerja.

Mereka bakal menggali data dari sumber-sumber utama. Mulai keluarga petugas KPPS yang sakit maupun meninggal dunia, petugas KPPS yang tidak tumbang, KPU, sampai instansi terkait lainnya.

”Kami mau verifikasi,” imbuh Anam. Verifikasi dilaksanakan dengan mengambil sampel dari beberapa daerah.

Targetnya, semua data dan informasi yang dibutuhkan sudah terkumpul sebelum pengumuman hasil pemilu serentak dilakukan oleh KPU.

Dengan begitu, rekomendasi bisa mereka sampaikan sebelum penyelenggara pemilu menyampaikan siapa saja yang memenangkan pemilu.

Itu penting untuk evaluasi maupun penyelenggaraan pemilu ke depan. Sehingga pesta demokrasi tidak lagi merenggut banyak nyawa petugas.

13 Penyakit

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah melibatkan Kementerian Kesehatan untuk melakukan penyelidikan kematian petugas TPS di seluruh Indonesia.

Kemenkes telah menerima laporan dari 15 provinsi. Berdasarkan laporan dinas kesehatan dari 15 provinsi tersebut, penyebab kematian petugas TPS ada 13 jenis penyakit dan satu kecelakaan. 13 penyakit tersebut adalah infarct myocard
(penyumbatan otot jantung), gagal jantung, koma hepatikum (gagal hati), stroke, respiratory failure (gagal napas), hipertensi, meningitis, sepsis (infeksi), dan asma.

Selain itu juga diabetes melitus, gagal ginjal, TBC, dan kegagalan multi organ. Kebanyakan usia korban meninggal di kisaran 50-59 tahun.

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Oscar Primadi, mengatakan kementeriannya sudah menerima laporan hasil investigasi penyebab meninggalnya petugas penyelenggara pemilu dari 15 dinas kesehatan provinsi.

15 provinsi itu antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Bengkulu.

Selain itu juga Kepulauan Riau, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara.

Oscar meminta kepada masyarakat agar tetap tenang. ”Pekerjaan sebagai petugas pemilu juga dituntut kondisi kesehatan yang prima. Maka para petugas pemilu yang mengidap penyakit tertentu akan terpicu bila tidak mengatur waktu bekerja yang berlebihan,” ungkapnya.

Oscar mengatakan, terkait jadwal petugas KPPS perlu dilihat terlebih dahulu jadwal padatnya seperti apa.

Terkait penjadwalan ini perlu pendalaman lebih lanjut dengan KPU. ”Nantinya kita akan bahas bersama KPU untuk perencanaan pemilu mendatang,” katanya.

Ke depan, menurut Oscar, petugas pemilu yang dipekerjakan diupayakan mempunyai kondisi kesehatan yang baik.

Selain itu, juga dibutuhkan lingkungan pekerjaan yang sehat, ruangan yang cukup luas, dan ritme kerja yang baik.

”Diharapkan, tidak merokok dan tidak terpapar asap rokok, serta memberikan porsi istirahat yang cukup,” ujarnya.(lyn)

Natuna segera Gelar Festival Ramadan

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Natuna Hardinansyah mengatakan, pemerintah akan menggelar Festival Ramadan dengan menggandeng ormas Ikatan Keluarga Kalimantan Barat (IKKB).

”Jadwal kegiatannya pekan depan, yakni Sabtu (18/5) di Pantai Kencana, Ranai, bertepatan dengan 13 Ramadan 1440 Hijriah,” kata Hardinansyah, Kamis (9/5).

Festival ini untuk menyemarakkan Ramadan 2019. Festival dibagi dua, yakni Festival Musik Ramadan dan Festival Lampu Colok. Panitia sudah membuka pendaftar melalui sektretariat IKKB. Peserta yang juara Festival Musik Ramadan didaulat berkeliling membangunkan warga saat sahur.

Sementara Festival Lampu Colok rencananya akan dilaksanakan bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1440 Hijriah.

”Festival Lampu Colok juga digelar di Pantai Kencana, Ranai. Tepatnya malam Idul Fitri,” ujar Hardinansyah.

Namun, dalam Festival Lampu Colok ini, panitia membatasi jumlah peserta mengingat lokasi Pantai Kencana yang terbatas untuk menampung jumlah masyarakat.

”Festival Lampu Colok ditargetkan 14 tim sebagai peserta, karena lokasi tidak luas. Peserta harus membuat lampu colok menjadi aneka bentuk misalnya miniatur masjid,” jelasnya.

Festival Musik Ramadan dan Festival Lampu Colok kata Hardinansyah, terbuka untuk umum. Dalam Festival Ramadan panitia menyiapkan hadiah berupa uang tunai senilai Rp 10 juta untuk Festival Musik Ramadan dan Rp 7,5 juta untuk Festival Lampu Colok. (arn)

Menteri Susi Tenggelamkan 7 Kapal Ikan Vietnam di Natuna

0

batampos.co.id – Pemerintah pusat terus berupaya memberikan efek jera kepada tindak pidana illegal fishing di perairan Indonesia, terutama kapal ikan dari negara asing. Caranya dengan dimusnahkan dan ditenggelamkan.

Ini dibuktikan, dengan 7 kapal ikan nelayan asing berbendera Vietnam yang ditangkap melakukan tindak pidana illegal fishing di laut Natuna kembali dimusnahkan, Sabtu (11/5). Penenggelaman disaksikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Dilokasi berbeda pun dilakukan hal serupa. 3 kapal berbendera Malaysia di Belawan, dan 3 kapal berbendera Vietnam di Pontianak pun ditenggelamkan.

Pemusnahan barang bukti tindak pidana illegal fishing tersebut di bawah komando Satgas 115 di antaranya KKP, Polri, TNI AL, Bakamla, dan Kejaksaan, serta dihadiri unsur pemerintah daerah. Penenggelaman kapal ikan asing tersebut berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Ranai.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, seluruh instansi terkait dan jajarannya, dapat kompak dalam melaksanakan tugas penegakan tindak pidana perikanan, dan saling bahu membahu, menjaga laut dan kedaulatan NKRI.

foto: kkpgoid

Susi mengatakan, laut Natuna sangat penting sebagai beranda negara, agar ke depannya tidak ada lagi celah terhadap pelaku illegal fishing. Penenggelaman kapal adalah amanah undang undang dalam menjaga kedaulatan negara.

”Kita harus disegani. Mengedepankan ketegasan terhadap kedaulatan negara. Panjang laut Indonesia terpanjang nomor 2 di dunia. Tidak perlu saling menyalahkan, sinergitas dan soliditas bersama menyelesaikan persoalan bangsa. Menyelamatkan muka bangsa, dengan cara elegan tanpa menghukum bangsa sendiri,” ujar Susi di hadapan tiga duta besar, yakni dubes Polandia, Swedia dan Armenia.

Susi menambahkan, penenggelaman kapal ikan nelayan asing secara serentak di tiga titik berbeda. Yakni terdapat tiga kapal di Pontianak, tiga kapal di Belawan dan tujuh kapal ikan nelayan asing di Natuna.

Susi menjelaskan, kapal-kapal ikan ditenggelamkan agar tidak dibeli kembali oleh pengusaha asalnya. Selain itu, bangkai kapal akan menjadi rumpon dan terumbu karang tetap terjaga dan tidak rusak.

”Saya pikir itu keputusan yang adil. Mereka curi ikan di laut kita, kapal mereka kita jadikan rumah ikan, supaya ikannya lebih banyak lagi,” terang Susi. (arn)

Jalan Tengku sulung Sering Macet, Ini Penyebabnya

0

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam mengeluhkan kondisi sepanjang Jalan Tengku Sulung atau kawasan Botania I-Taman Raya, Batam Kota.

Jalan satu jalur tersebut kerap menimbulkan kemacetan karena terlalu sempit. Laila, warga Botania mengatakan, hampir setiap saat jalur tersebut menjadi langganan macet.

Menurutnya, kemacetan tidak hanya terjadi pada pagi hari, namun kerap berlangsung hingga malam hari. ”Tak pagi saja, malam juga selalu macet, apalagi kalau pagi antar anak sekolah, macetnya parah,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi sepanjang jalan Tengku Sulung harus segera diperlebar. Kata dia, kawasan tersebut sudah sangat padat karena volume kendaraan yang melintasi area tersebut cukup banyak.

”Yang lewat sini banyak banget. Apalagi sekarang bulan puasa, pada sore hari makin macet,” terangnya.

Sejumlah kendaraan memadati ruas jalan Tengku Sulung, Batam Kota. Pemko Batam berencana akan melakukan pelebaran ruas jalan tersebut. F Cecep Mulyana/batam Pos

Dia berharap, pemerintah bisa segera memperlebar jalan tersebut. Menurutnya, tidak hanya sempit ruas jalan tersebut juga kerap tergenang banjir jika hujan deras.

”Saya berharap pemerintah mulai melirik jalan ini untuk diperlebar, kasihan kami warga sini. Jalan sempit sementara kendaraan yang lewat sangat padat,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Sari. Ia berharap Pemko Batam bisa segera memperlebar ruas jalan tersebut.

”Harusnya pemerintah memfasilitasi jalan ini lebih baik, karena makin hari jumlah penduduk semakin banyak,” kata Sari.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Air (DBM-SDA) Kota Batam, Yumasnur, sebelum mengatakan perbaikan ruas jalan berlubang di Batam sepaket dengan pelebaran.

”Perbaikannya sekalian dengan pelebaran jalan, progres tahun ini tetap kita lanjutkan,” kata Yumansur belum lama ini.(yashinta)

Jalan Rusak “Hantu” bagi Pengendara di Batam

0

batampos.co.id – Ruas jalan yang berlubang di beberapa kawasan di Kota Batam, kerap menghantui para pengendara khususnya sepeda motor.

Salah satunya berada di kawasan Marina City, Sekupang. Kondisi jalan protokol di area tersebut semakin rusak parah dan sangat membahayakan pengendara.

”Sudah banyak yang jadi korban, makanya diharapkan pemerintah bisa secepat mungkin mengatasi keluhan masyarakat di sini,” ujar Nurhasanah, warga Marina, Minggu (12/5/2019).

Meski sebelumnya sudah pernah di tambal, namun kondisi kondisi ruas jalan di area tersebut justru semakin rusak. “Truk sering melintasi jalan ini, jalan semakin rusak kalau digenangi air hujan,” ujarnya.

Tidak hanya jalan di Marina City, Jalan Laksamana Bintan dan Yos Sudarso, juga mengalami kondisi yang sama.

Sejumlah lubang dengan beragam ukuran menganga di sepanjang jalan itu, ditambah lagi di area tersebut ruas jalan bergelombang.(yulianti)