Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada 14 pejabat fungsional di Aula Kantor Bupati Kepulauan Anambas Pasir Peti Desa Pesisir Timur Kecamatan Siantan, Sabtu (29/12). (Syahid/Batam Pos)
batampos.co.id – Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris melantik 14 pejabat fungsional di Aula Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Sabtu (29/12). 13 di antaranya ditempatkan di inspektorat dan satu ditempatkan di Badan Keuangan Daerah.
Haris, mengatakan, pejabat fungsional yang sudah dilantik merupakan permintaan yang bersangkutan karena sudah sertifikasi. Jika tidak disegerakan dikhawatirkan masa aktif sertifikasi akan habis.
Diakuinya, penempatan tersebut bertujuan memperkuat sistem pengawasan keuangan di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Lepulauan Anambas.
”Mudah-mudahan berjalan baik pengawasan di Anambas. Supaya clear keuangan daerah,” ungkap Haris ketika menyampaikan sambutan pada kesempatan tersebut.
Menurutnya, sistem pengawasan internal Pemerintah Daerah meski kuat. Dirinya sangat berharap kepada 14 pejabat yang baru saja dilantik dapat memberikan perubahan positif.
”Mudah-mudahan 14 orang ini bisa didayagunakan,” ungkapnya lagi.
Dirinya mengingatkan agar dalam bekerja tetap menjaga tingkah laku yang sopan.
”Jalankan tugas sesuai dengan aturan dan ketentuan,” tuturnya.
Yang menjadi perhatian, Haris, menekankan agar 14 pejabat yang dilantik tersebut tidak mengajukan pindah ke daerah lain. Karena pihaknya akan kehilangan tenaga kompeten jika mereka pindah.
”Sekali lagi jangan ajukan pindah, kalau saya tahu akan pindah hari ini tidak jadi dilantik,” tegasnya.
Diakuinya untuk pejabat fungsional berbeda dengan pejabat struktural. Untuk pejabat fungsional penilaiannya menggunakan angka kredit. (sya)
Penyalaan kembang api yang diadakan oleh pemko Batam menyemarakan malam pergantian tahun di lapangan Engku Putri Batamcenter, Senin (1/1/2018). Pesta kembang api menjadi hiburan bagi ribuan masyarakat Batam yang menyaksikannnya. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Pergantian tahun, Pemerintah Kota menggelar Kenduri Akhir Tahun 2018. Kali ini acara rutin akhir tahun ini akan diwarnai dengan kegiatan zikir bersama dan penggalangan dana untuk Korban Tsunami, Banten dan Lampung.
Pelaksana Tugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam mengatakan, penyertaan kegiatan zikir ini merupakan momentum muhasabah diri mengingat banyak musibah di 2018. Seperti yang menimpa Lombok, Palu-Donggala, Banten dan Lampung.
“Kita tentu tak melupakan mereka, Batam ikut prihatin. Zikir akan pimpin oleh ulama-ulama kita,” imbuh dia.
Selain zikir, pada kenduri akhir tahun kali ini tidak ada kembang api.
Sementara itu, dikoordinir oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam ada penggalangan dana bagi korban Tsunami Banten dan Lampung.
“Ada petugas di setiap pintu masuk Engkuputri,” ucap dia.
Seperti rencana sebelumnya, hiburan musik dari Pas Band akan menghibur warga Batam. Tidak hanya itu, ada juga band lokal yang ckup dikenal Merapi Band juga ada Malay Band yang khusus membawa lagu-lagu melayu.
Tidak hanya itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi dijadwalkan akan menyampaikan rencana even pariwisata selama 2019 mendatang.
“Catatan kami, sementara ini ada 114 even. Masih akan terus bertambah,” imbuhnya.
Selain kegiatan di Engkuputri Batam, ia mengatakan ada puluhan kegiatan pergantian tahun yang digelar di Batam. Namun ia mengaku tidak tahu persis titik pasti penyelanggaran acara ini.
“Secara khusus mereka tidak melapor. Data lokasinya diketahui oleh Polresta, karena menyangkut izin keramaian,” ucap dia.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Jadi Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan kgiatan doa dan zikir Batam Peduli Bencana kita mulai pukul 19.30 WIB.
“Diperkirakan pesertanya mencapai 6 ribu sampai 7 ribu orang,” katanya.
Yusfa mengatakan masyarakat dan Pemerintah Kota Batam selalu peduli terhadap bencana yang melanda sejumlah wilayah. Saat gempa menggoncang kawasan Lombok dan Nusa Tenggara Barat lainnya, masyarakat Batam kumpulkan bantuan sebesar Rp 2 miliar.
Begitu juga ketika Palu diterjang tsunami. Bantuan dari masyarakat Batam mencapai hampir Rp 3 miliar.
“Di malam pergantian tahun nanti kita juga akan melakukan penggalangan dana untuk korban tsunami di Lampung dan Banten. Kotak sumbangan akan diletak di setiap titik pintu masuk Dataran Engku Putri. Bantuan ini akan dikoordinir Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat,” ujar Asisten Pemerintahan Setdako Batam ini.
Yusfa mengatakan untuk acara hiburan tetap dilakukan pada acara malam tahun baru ini. Karena penganggaran kegiatan sudah dilaksanakan sejak APBD 2018 disahkan November tahun lalu. Selain itu, kontrak dengan penyedia sudah dibuat sejak pertengahan tahun.
“Kalau tidak dilaksanakan akan menjadi masalah. Makanya tetap kita adakan hiburan, dengan artis PAS Band dan band lokal lainnya. Tapi konsepnya diubah, dalam kesederhanaan,” tuturnya. (iza)
Presiden Global Geopark Network UNESCO, Guy Martini, memberikan pengarahan di Pantai Sejuba saat berkunjung ke Natuna beberapa waktu lalu. (Aulia Rahman/Batam Pos)
Kepala Pusat Riset Geopark dan Kebencanaan Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof Mega Fatimah Rohana, menegaskan sebuah site geopark harus serba lokal. Karena kalau tidak, kawasan itu tidak bisa dikatakan site geopark.
Penegasan ini disampaikannya saat melakukan observasi potensi geologi Natuna di site Geopark Jelita Sejuba, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, kemarin.
Ia menjelaskan, muatan lokal di sebuah site merupakan standar dasar untuk menilai site tersebut layak atau tidak sebagai sebuah kawasan geopark. Dengan demikian para asessor geopark dapat menentukan satu kawasan menjadi sebuah site geopark.
”Mulai dari SDM, design, sarana hingga ke rupa-rupa makanan dan fashion yang disediakan. Semuanya harus khas lokal. Kalau tidak seperti itu, tidak bisa jadi geopark. Bisa saja kawasannya disebut taman wisata, taman bermain atau taman-taman lainnya,” jelas Prof. Mega.
Menurutnya, menyiapkan konsep juga berpotensi menjadi tantangan bagi Natuna ke depan dalam upaya menjadikan Natuna sebagai global geopark, karena membuat sebuah site bernuansa serba lokal tidak mudah.
”Di sistem penetapan site geopark disebut sebagai nilai visibility. Semuanya serba lokal dan memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat lokal dan lingkungan sekitar. Saya rasa ini jadi tantangan ke depan. Tantangan ini bukan hanya ada di Natuna, tapi juga di seluruh Indonesia,” paparnya.
Ia berharap partisipasi semua pihak di Natuna dapat terwujud sehingga cita-cita mewujudkan Geopark Global Natuna dapat tercapai dengan lancar.
”Karena selain bumi, inisiatif dan partisipasi masyarakat itu sangat diperlukan untuk mewujudkan geopark global,” pungkasnya. (arn)
batampos.co.id – Kasat lantas Polresta Barelang Kompol I Putu Bayu Pati menegaskan bahwa pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk melakukan penindakan kepada remaja yang menggelar balapan liar saat malam pergantian tahun. Ini dilakukan untuk antisipasi jatuhnya korban akibat kecelakaan lalu lintas.
“Kami bekerja sama dengan TNI dan juga dari fungsi terkait, serta dibantu oleh personel Polda Kepri untuk melakukan kegiatan patroli dalam skala besar di Kota Batam,” tegasnya.
Untuk itu, kegiatan patroli dalam segala besar itu akan disiapkan, Senin (31/12) sore ini dan langsung akan memantau sejumlah titik rawan balapan liar. Apalagi, kerawanan balap liar, kebut-kebutan, hingga pesta minuman keras berpotensi menimbulkan keributan dan meresahkan pengendara yang melintas.
“Antisipasi kita terutama pada daerah Batuampar, Batamcenter, Bengkong dan Sekupang. Kita akan menghentikan yang seperti ini untuk antisipasi yang tidak diinginkan,” katanya.
Sementara, untuk pengendara sepeda motor yang ikut merayakan malam pergantian tahun, Putu meminta untuk selalu mengecek kembali kelengkapan kendaraannya untuk antisipasi kecelakaan lalu lintas. Terutama, di akhir tahun ini sudah masuk musim hujan yang menyebabkan jalanan menjadi licin.
“Silahkan membawa jas hujan bagi yang menggunakan sepeda motor. Gunakan kunci ganda saat di parkiran. Dan bagi pengendara mobil jangan lupa menggunakan sabuk keselamatan,” imbuhnya. (gie)
Manajemen ATB saat mengunjungi penerima bantuan mustahik ATB beberapa waktu lalu.
Sebagai perusahaan pelayanan publik, ATB tidak hanya fokus memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. Namun ATB juga peduli dengan program-program sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Melalui program pemberian bantuan mustahik kapada warga Batam yang memiliki penyakit dengan kriteria berat, namun berasal dari keluarga yang kurang berkecukupan. Program bantuan mustahik ATB berjalan secara reguler setiap bulannya.
“Ini wujud kepedulian ATB terhadap masyarakat, melalui program bantuan mustahik kita berbagi ke masyarakat yang membutuhkan,” ujar Maria Jacobus Head Of Corporate Secretary ATB, Senin (31/12).
Belum lama ini ATB memberikan bantuan mustahik yang diberikan kepada keluarga Ibu Idun Fitri di Perum Cipta Permata Bengkong Sadai. Putri mereka Anastasya Safitri Arifianto yang memiliki penyakit jantung bocor sehingga perlu biaya untuk pengobatan.
“Semangatnya untuk sembuh dan tetap bersekolah sangat tinggi. Saya bisa tabah karena melihat semangatnya. Operasi jantunya akan dijadwalkan di rumah sakit Harapan Kita Oktober tahun depan,” ujar Idun Fitri saat dikunjungi tim ATB .
Selama penyelenggaraan CSR ATB Peduli Sosial bantuan mustahik. Tim ATB selalu memberikan dorongan dan semangat kepada pihak keluarga yang dikunjungi.
“Semoga Anastasya tetap semangat, saya salut dengan semangatnya dan tetap tertawa bermain sperti anak yang kesehatannya masih fit seusianya,” jelas Maria
ATB juga memberikan bantuan mustahik lainnya kepada Jelita Syifrayanti Situmorang yang tinggal di kawasan Tanjung Uncang. Jelita yang menderita lumpuh dari bayi juga memerlukan biaya untuk berobat.
“Jelita sakit awalnya demam di usia 6 bulan dan kemudian diperiksakan ke dokter, Jelita divonis terkena virus tokso cacat kaki dan tidak bisa bicara layaknya anak normal,” ujar Suriani Nadeak orang tua Jelita.
Kondisi yang dialami Jelita membuatnya sudah tidak bisa bersekolah lagi selama setengah tahun. Jelita harus mendapatkan perawatan pada kakinya melalui operasi, meski saat ini kondisinya dalam tahap penyembuhan kaki.
Kegiatan pemberian bantuan mustahik dari ATB ini bekerjasama dengan pihak rumah sakit yang ada di Kota Batam, untuk mendapatkan data-data dan informasi. Rumah sakit akan merekomendasikan pasien kurang mampu serta menderita sakit berat untuk diseleksi dan disurvei, untuk bisa mendapatkan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh ATB.
Kriteria penyakit berat dan persyaratan yang harus dilengkapi adalah segala jenis kanker, segala jenis tumor, serta kelainan sejak lahir pada bayi dan sakit berat jenis lainnya.
Sementara untuk persyaratan yang harus dilengkapi adalah surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan oleh kelurahan setempat. Fotocopy rekam medis pasien dari rumah sakit, surat permohonan bantuan yang ditujukan kepada pimpinan ATB, lengkap dengan nama pasien, sakit yang diderita, serta alamat rumah, dan nomor HP yang dapat dihubungi.
Selain itu melengkapi fotocopy KTP, fotocopy kartu keluarga, fotocopy akte lahir/surat keterangan lahir apabila pasien masih dibawah umur 18 tahun.
Berjalannya program mustahik dari ATB, diharapkan dapat meringankan beban warga Batam yang sedang mengalami gangguan kesehatan dan memiliki keterbatasan biaya. ATB dapat lebih banyak menyentuh masyarakat secara langsung melalui program-program CSR.
Selama penyelenggaraan program mustahik yang sudah dimulai sejak 2011, ATB sudah menyalurkan bantuan untuk ratusan orang yang mengalami berbagai gangguan kesehatan dengan kriteria penyakit berat. (*)
batampos.co.id – Jelang perayaan malam Tahun Baru 2019 di Kota Batam, Kapolresta Barelang Kombes Hengki melarang kepada seluruh masyarakat di Kota Batam untuk tidak membakar dan menggunakan petasan saat malam pergantian tahun di Wilayah Hukum Polresta Barelang.
“Untuk petasan saya sampaikan, itu dilarang. Yang diperbolehkan sesuai dengan aturan yang ada hanya kembang api dan tidak ada suara ledakan. Itu sudah ada ketentuannya,” ujar Hengki.
Pelarangan ini, kata Hengki, untuk mencegah timbulnya korban luka-luka maupun korban jiwa dalam perayaan malam tahun baru 2019 di Kota Batam. Selain menimbulkan korban, pelarangan ini juga untuk mencegah tindakan yang membahayakan bagi masyarakat lainnya seperti kebakaran dan sebagainya.
“Kita sudah lakukan tindakan itu, baik melalui cipta kondisi, kegiatan kepolisian yang ditingkatkan untuk mecegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.
Dilanjutkannya, dalam perayaan malam tahun baru 2019, masyarakat di wilayah hukum Polresta Barelang harus merasa aman dan nyaman merayakan malam pergantian tahun. Sehingga, pihaknya sudah melakukan pencegahan melalui sosialisasi akan bahaya membakar petasan kepada masyarakat.
“Kepada penjualnya, kami akan lakukan tindakan tegas. Terutama kami akan melakukan penyitaan-penyitaan yang sudah kami teruskan ke jajaran Polresta Bareang maupun Polsek-Polsek dan akan kami musnahkan,” tuturnya.
Untuk itu, seluruh personel Polresta Barelang selama Operasi Lilin 2018 akan selalu menggelar operasi setiap harinya untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kota Batam. Namun, untuk itu semua juga dibutuhkan partisipasi dan dukungan masyarakat Kota Batam dalam pelaksanaannya.
Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan ketika ada hal-hal yang mencurigakan agar langsung melapor ke pihak kepolisian atau ke pos jaga dalam operasi lilin yang besiaga selama 24 jam penuh. (gie)
Peta jalan sekitar Batam Center yang hendak ditutup.
batampos.co.id – Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengungkapkan ada sebanyak 44 titik perayaan tahun baru di Batam.
Dari puluhan tempat itu ada tiga tempat yang diprediksi ramai dikunjungi masyarakat yakni Dataran Engku Putri, Ocarina dan Jembatan I Barelang.
Untuk kawasan Engku Putri, Hengki mengatakan akan menutup beberapa jalur. Sehingga kawasan Engku Putri bebas dari kendaraan.
“Ada enam titik persimpang yang kami tutup,” kata Kombes Hengki, Sabtu (29/12).
Persimpangan yang ditutup tersebut yakni di Jalan Raja M Tahir dekat Ikan Daun, lalu Jalan Daeng Perani, Bundara BP Batam, Jalan Raja Isa persimpangan dekat Bank Indonesia, Bundara PIH dan di Samping Graha Pena, Batampos. Sedankan jalan yang bebas dari kendaraan yakni Jalan Raja Haji Fisabilillah, Jalan Ahmad Yani, Jalan Engku Putri.
“Ada sebanyak 6 pos polisi yang kami dirikan. Dan untuk membantu kelancaran lalu lintas, kami menurunkan sebanyak 40 orang personel dibantu dari Polsek dan Satuan Shabara,” ucapnya.
Bagi masyarakat yang ingin merayakan tahun baru di Dataran Engku Putri, kata Hengki telah disediakan beberapa tempat parkir yakni pos parkir Welcome To Batam, pos parkir depan Kantor PGN, pos parkir disamping Kantor Jasa Raharja dan pos parkir ruko Holland Bakery.
“Silahkan parkir di tempat-tempat yang sudah kami sediakan, dan jangan memaksakan kendaraanya masuk ke dalam daerah bebas kendaraan,” ungkap Hengki.
Selain Dataran Engku Putri, Hengki mengatakan sistem buka tutup juga diberlakukan di Jalan Re Martadinata, Sekupang.
Jembatan I Barelang yang diprediksi akan ramai, sudah disiapkan puluhan personel untuk membantu kelancaran arus lalu lintas di daerah tersebut. Pengaturan arus ini dimulai dari Simpang Tembesi hingga Jembatan I Barelang.
“Bagi masyarakat ke Jembatan I ada beberapa tempat parkir disediakan yakni parkir depan dendang melayi, parkir kelong restoran, parkir bawah sebelum jembatan I, parkir restoran pondok alam dan parkir di Haris Resort Barelang.
Kepada masyarakat yang akan merayakan tahun baru, Hengki berharap agar selalu menjaga keselamatan dan keamanan.
“Jangan bereforia terlalu tinggi, mari saling menjaga. Hati-hati juga saat ini anomali cuaca terjadi, rawan angin puting beliung juga,” ungkapnya. (ska)
batampos.co.id – Satlantas Polresta Barelang gelar bersih ranjau paku di Jalan Ponegoro (Mata Kucing), Sekupang dan jalan menuju Jembatan I Barelang. Paku yang bertebaran di jalan tersebut “disedot” dengan magnet. Cukup banyak paku yang berhasil dibersihkan oleh petugas.
“Kalau dikiloin ada sekitar dua sampai lima kilo tadi. Lumayan banyak juga,” ujar Wakasat Lantas Polresta Barelang, AKP Kartijo, Minggu (30/12/2018).
Dia mengatakan penyisiran paku-paku tersebut dilakukan atas laporan masyarakat. Masyarakat mengadukan adanya ranjau paku di jalan melalui medsos milik Sat Lantas Polresta Barelang. Warga menduga, ranjau paku ini sengaja disebar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
“Kami menyisir jalan ini menanggapi laporan masyarakat, banyakya ranjau paku yang bertebaran di jalan-jalan ini,” katanya.
Pembersihan jalan dari ranjau paku ini sengaja dilakukan polisi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti, ban bocor di jalan. Khawatirnya, ban bocor ini terjadi pada malam hari. Hal ini bisa membuat pelaku kejahatan seperti pembegalan atau perampokan dapat beraksi dengan mulus.
“Jangan sampai ini terjadi,” harapnya.
Ia juga menghimbau masyarakat agar melaporkan jika melihat ada orang yang dengan sengaja menebar paju di jalan. Pasalnya, perbuatan tersebut sangat merugikan orang lain.
“Apabila masyarakat melihat orang-orang yg sengaja membuang paku paku tersebut, mohon segera laporkan ke pos polisi terdekat. Kalau tanpa bantuan dari masyarakat, bagaimana kita mengetahui pelakunya,” jelasnya.
Sementara itu, Randy, warga Marina mengaku pernah menjadi korban ranjau paku. Beberapa pengguna kendaraan roda dua lainnya juga mengalami nasib yang sama.
“Untung waktu itu pas siang. Saya pun nggak sendiri, karena saat ke ke bengkel banyak yang ngantri karena ban mereka bocor kena ranjau paku,” ceritanya. (une)
batampos.co.id – Sehari sebelum pergantian tahun, aktivitas pelabuhan utama keluar masuk Kabupaten Lingga yakni Pelabuhan Jago terlihat membludak. Seluruh feri yang keluar dari Kabupaten Bunda Tanah Melayu sarat dengan penumpang, baik tujuan Tanjungpinang maupun Batam.
“Ada tiga feri yang saat ini melayani penumpang, dua tujuan Tanjungpinang dan satu untuk penumpang tujuan Batam,” kata Petugas jaga pelabuhan Jago KPLP Dabo Singkep, Abdul Jamal saat ditemui di Pelabuhan Jago, Minggu (30/12/2018) pagi.
Dari data yang dikantongi Abdul Jamal, setiap kapal yang berangkat keseluruhannya membawa penumpang di atas angka seratus orang. Yakni feri Super Jet tujuan Tanjungpinang mengangkut penumpang sebanyak 106 dewasa dan 31 anak.
Selanjutnya, feri Lintas Kepri tujuan Tanjungpinang dengan rute menyambangi pulau-pulau mengangkut penumpang sebanyak 124 dewasa dan 42 anak.
Yang terakhir, feri Sabang Marindo tujuan Batam berangkat dengan membawa penumpang sebanyak 113 dewasa dan 27 anak.
Abdul Jamal menambahkan, KPLP Dabo Singkep sebagai kantor pengawas untuk Pelabuhan Jago telah memberikan arahan kepada seluruh feri yang berangkat untuk melalui laut sebelah dalam atau dekat dengan pulau. Ini mengingat kondisi cuaca yang cepat berubah.
Sementara itu di lokasi yang sama, Kanit Patroli Satpol Air Polres Lingga, Aipda Tarman mengatakan, satuan polisi air Polres Lingga telah mempersiapkan satu unit armada untuk berjaga-jaga dan melakukan pengamanan di sekitar perairan Kabupaten Lingga.
Hal ini bertujuan untuk melakukan pertolongan jika terjadi kecelakaan laut.
“Kami sudah mempersiapkan satu unit armada cepat untuk melayani dalam hal pengamanan di atas laut,” kata Tarman.
Peningkatan penumpang transportasi laut ini juga diamini salah satu operator Putra Ayun.
Menurut pria yang sering mangkal di pelabuhan Jago ini, peningkatan pada libur akhir tahun ini mencapai angka 200 persen jika dibandingkan dengan jumlah penumpang pada hari-hari biasanya.
“Peningkatan penumpang ya berkisar dua kali lipat dibanding hari biasa,” kata Putra Ayun. (wsa)
batampos.co.id – Investasi di Kepri diperkirakan melemah pada triwulan akhir 2018. Penyebabnya adalah ba-nyak proyek pemerintah yang sudah memasuki tahap penyelesaian. Namun, secara keseluruhan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri mencatat pertumbuhan investasi tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu.
”Triwulan keempat ini umumnya penyelesaian akhir proyek. Namun, masih ada sejumlah proyek infrastruktur utama pemerintah dan swasta yang sedang berjalan saat ini dan dapat menjadi penopang realisasi investasi,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putera, Sabtu (29/12/2018).
Ia mencontokan pemba-ngunan jalan raya dan Waduk Sei Gong, Batam. Adapun proyek utama swasta antara lain pembangunan sejumlah apartemen di Batam dan hotel serta resort baru di Bintan.
”Angka realisasi investasi 2018 akan kami umumkan tahun depan. Tapi realisasi investasi tahun ini memang jauh lebih baik dari tahun 2017,” ungkap Gusti.
Sebagai contoh pada triwulan ketiga kemarin, realisasi investasi tumbuh menguat 12,19 persen (year on year/yoy) dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat hanya tumbuh 8,96 persen (yoy).
Penguatan ekonomi Kepri pada 2018 terutama disebabkan penguatan investasi yang memiliki porsi sebesar 43,18 persen terhadap perekonomian Kepri. Pertumbuhan investasi Triwulan I sampai dengan III tahun 2018 tercatat sebesar 10,12 persen (yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya tumbuh sebesar 3,84 persen (yoy).
“Sejak 2013 hingga Triwulan III 2017, pertumbuhan investasi cenderung menurun sejalan perlambatan pertumbuhan ekonomi Kepri. Tapi pada 2018, investasi mulai tumbuh menguat dibandingkan periode 2013-2015,” katanya.
Gusti menyebutkan pertumbuhan investasi tersebut dilihat dari kinerja impor barang modal yang tercatat tumbuh 16,84 persen pada triwulan ketiga. Tumbuh dari triwulan kedua yang hanya 15,66 persen.
Dengan adanya sistem Online Single Submission (OSS) mampu memberikan kontribusi signifikan kepada tumbuhnya investasi di tahun 2018.
”OSS ini merupakan upaya pemerintah dalam menyederhanakan perizinan berusaha, menciptakan model pelayanan perizinan terintegrasi yang cepat dan murah serta memberi kepastian,” kata Gusti.
Suasana di galangan kapal yang menjadi sektor investasi perusahaan asing yang berada di kawasan industri galangan kapal Tanjung Uncang, Batuaji. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Realisasi Investasi
Mengenai investasi, Badan Pengusahaan (BP) Batam belum merangkum data investasi tahun 2018 secara keseluruhan.
Namun, jika melihat nilai realisasi berdasarkan izin usaha, maka pada semester satu kemarin baru sebesar 124 juta dolar Amerika. Masih jauh dari targetnya sebesar 751 juta dolar Amerika.
Lalu, mengenai rencana investasi pendaftaran penanaman modal yang masuk dari Januari hingga Juni sebesar 391 juta Dolar Amerika.
”BP akan terus berupaya meningkatkan investasi meskipun jalannya tak mudah. Makanya bagi yang sudah mendaftar, BP akan mendorong agar masuk kawasan industri,” kata Kasubdit Humas BP Batam, Muhammad Taofan.
Rp 60 Miliar dari Perairan Batam
Sementara itu, BP Batam memperkirakan potensi pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari jasa floating storage unit (FSU) dan alih muat kapal atau ship to ship (STS) di perairan Batuampar sekitar Rp 40 miliar hingga Rp 60 miliar per tahunnya.
”FSU dan ship to ship ini akan berkontribusi terhadap roda ekonomi. Jadi pemasukan yang bisa diperolah sangat luar biasa yakni Rp 40 hingga Rp 60 miliar,” kata Deputi III BP Batam Dwianto Eko Winaryo, Sabtu (29/12).
Hingga saat ini, ada tiga kapal menjalankan bisnis FSU dan STS di Batam yakni kapal berjenis mother vessel, Ocean Explorer yang tiba 17 Desember lalu, dan dua kapal lagi yang tiba 25 Desember lalu, yakni Mother Ship Wu Yi San dan Mother Vessel Kota Nipah.
”BP dapat PNBP dari biaya labuh tetapnya. Selama kapal-kapal tersebut berlabuh di perairan Batam, maka bayar labuh,” ucapnya.
Setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), ada tujuh titik di perairan Batam yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan FSU dan STS ini.
”Ada tujuh titik yang bisa muat 10 hingga 12 kapal Mother Vessel,” ujar Dwi.
Di samping PNBP, kegiatan ekonomi tercipta akibat sejumlah transaksi yang lahir dari bisnis ini, seperti transaksi bahan bakar kapal, akomodasi pada anak buah kapal, air bersih dan lainnnya.
Ditambah lagi keuntungan dari letak strategis titik-titik FSU tersebut. Di Singapura dan Malaysia, titik FSU terletak di dalam kanal sehingga kapal-kapal yang mau beli bahan bakar harus mengantre. ”Sedangkan di Batam itu FSU-nya di pinggir jalan,” ucapnya.
Untuk memperlancar bisnis yang dikembangkan BP bersama PT Agra Telaga Kajayan (ATK) ini, BP sudah berkoordinasi dengan perangkat daerah lainnya seperti Bea Cukai, Imigrasi, dan Syahbandar.
Ketua Indonesian National Shipowner Association (INSA) Batam Osman Hasyim me-ngaku gembira dengan hal ini. ”Selama ini kita daerah kepulauan, tapi tidak diakui sebagai negara maritim. Dan hari ini, potensi maritim mulai dimanfaatkan,” paparnya.
Ia mengatakan dengan masuknya Kapal Ocean Explorer, maka akan menjadi pemasukan besar buat negara.
”Ini potensi besar karena bayangkan berapa ratus ribu GRT, dana dari sisi labuhnya, pindah muatan. Itu semua PNBP yang akan diterima negara,” ujarnya.
Paling penting adalah multiefeknya pada bisnis maritim. Akan ada perputaran uang yang besar di Batam.
”Makanya perlu ditingkatkan keamanan, kepastian hukum, tarif bersaing, pelayanan dan kenyamanan,” paparnya. (leo)