Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11615

BP Batam Bikin Biro Baru untuk Optimalkan Potensi Usaha

0
Kantor BP Batam.
foto: putut ariyo / batampos.co.id

batampos.co.id – Memasuki tahun 2019, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan membentuk sejumlah biro baru untuk memaksimalkan potensi yang ada dan mengevaluasi setiap kebijakan yang akan dikeluarkan.

Biro-biro tersebut antara lain

  • Biro Kebijakan,
  • Biro Anggaran,
  • Revitalisasi Biro Pengembangan Usaha.

”Biro Kebijakan dibuat agar kebijakan BP benar-benar siap sebelum diterbitkan,” kata Deputi I BP Batam Purwiyanto, Rabu (2/1/2019).

Selama ini, kata dia, kebijakan yang diterbitkan BP terkait dunia usaha ada yang direspons dengan baik dan ada juga yang ditanggapi negatif kalangan pengusaha dan masyarakat. Makanya tugas biro ini menjadi penting karena akan mengevaluasi apakah kebijakan yang diterbitkan sudah sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang bertalian dengannnya serta dampaknya kepada dunia usaha dan masyarakat.

Sedangkan Biro Anggaran untuk memastikan penggunaan anggaran BP yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) berjalan sebagaimana mestinya, sehingga ketika diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tidak akan ada masalah.
Selanjutnya adalah revitalisasi Biro Pengembangan Usaha dilakukan untuk memanfaatkan aset BP Batam yang belum dikelola secara maksimal.

”Contohnya rusun masih 40 persen tingkat huniannya,” katanya.

Sehingga dengan kehadiran biro tersebut, dapat meningkatkan tingkat hunian rusun milik BP sehingga pendapatan negara bukan pajak (PNBP) bisa meningkat. Purwiyanto juga menyebut rekrutmen karyawan BP akan dilakukan secara transparan lewat media sosial.

”Kami akan lakukan transparansi rekrutmen pegawai. Seperti kemarin perekrutan pegawai Avsec diberitahukan di koran,” katanya lagi.

Begitu juga dengan penempatan di jabatan strategis, BP akan melanjutkan budaya assessment untuk menempatkan pegawai sesuai dengan kompetensinya di bidang yang bersangkutan. (leo)

PBSI Kota Batam Gelar Musyawarah Kota

0

batampos.co.id – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Batam akan menggelar musyawarah kota (Muskot), Minggu (6/1/2019). Dalam muskot ini akan digelar rapat pertanggung jawaban pengurus masa bakti 2015-2018.

Ketua PBSI Kota Batam Alfian mengatakan dalam muskot ini juga akan memilih ketua untuk masa jabatan 2019-2022.

”Muskot ini dimaksudkan untuk melaksanakan AD/ART PBSI Kota Batam dan juga untuk menentukan kepengurusan periode selanjutnya,” beber Alfian, Rabu (2/1/2019).

Pengurus PBSI Kota Batam periode 2015-2018 sudah berakhir masa jabatannya, Desember tahun lalu. Tetapi karena kesibukan pengurus dan mepetnya persiapan maka muskot baru bisa dilaksanakan awal tahun 2019.

Tujuan utama dilaksanakannya muskot ini memang adalah meminta pertanggung jawaban pengurus yang telah habis masa jabatannya.

”Jika laporan pertanggung jawaban itu disetujui maka akan dilanjutkan dengan pemilihan ketua untuk periode selanjutnya,” ungkap Alfian.

Muskot ini juga akan dihadiri perwakilan dari enam klub yang berada di bawah PBSI Kota Batam. Mereka adalah pemegang hak suara dalam muskot ini.

Enam klub yang berada di bawah PBSI Kota Batam adalah Avinza Badminton Club Batam, Banda Baru Batam, Cahaya Bulutangkis Nusantara Batam, PB Archelia Batam, PB Mutiara Rahayu Bengkong, dan PB Bina Mandiri Batam Center.

Perwakilan enam klub ini akan menentukan sosok yang sesuai untuk memimpin PBSI Kota Batam periode selanjutnya.

Seperti biasa ketua dan sekretaris yang akan mewakili klub mengikuti muskot. Dan jika berhalangan harus ada surat mandat bagi perwakilan klub untuk bisa mengikuti muskot.
Alfian berharap dalam muskot ini muncul sosok yang berkompeten dalam memimpin PBSI Kota Batam untuk tiga tahun ke depan.

Meski demikian, dirinya belum mengetahui kandidat yang akan mencalonkan ataupun dicalonkan oleh klub.

”Siapa saja boleh mencalonkan asalkan punya minat dan kompetensi dalam mengembangkan bulu tangkis di Batam,” tegasnya.

Alfian juga mengingatkan bahwa PBSI Kota Batam memang selama ini fokus dalam pencarian bibit atlet bulu tangkis berprestasi.

Dari pencarian bibit atlet usia dini dan muda, dikembangkan melalui pembinaan jangka panjang. Sementara untuk jalur prestasi diserahkan pada klub.

Semoga yang akan memimpin PBSI Kota Batam untuk tiga tahun mendatang bisa meningkatkan pembinaan dan prestasi bulu tangkis di masa mendatang,” tutupnya. (yan)

Nama – nama yang Lulus Jadi PNS

0

 

Daftar yang lulus klik di sini ya

Berendam Cabai

0

Ini bukan berendam dengan beragam khasiat.

Foto diatas ialah sebuah jkompetisi makan cabai di Yichun, provinis Jiangxi, Ahad lalau wakt setempat.

Yang banyak makan yang menang.

Siswa SMPN 57 Masih Numpang

0
Pembangunan gedung SMPN 57 Batam yang berlokasi di Patam Lestari, Sekupang, tidak selesai tepat waktu. Proyek harusnya rampung pada 29 Desember 2018 lalu. (Yulitavia/Batam Pos)

batampos.co.id – Harapan ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 57 Batam di Patam Lestari, Sekupang, untuk segera menempati gedung baru di semester kedua ini gagal terwujud. Pasalnya proyek pembangunan gedung sekolah tidak selesai dikerjakan hingga batas kontrak pada 29 Desember lalu.

Proyek senilai Rp 4,11 miliar ini rencananya dibangun sembilan ruang kelas termasuk ruang guru. Pada pembangunan tahap awal, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan menyelesaikan lantai satu atau dasar. Proyek mulai diker-jakan Agustus 2018 lalu, saat ini masih jauh dari kata selesai.

Terlihat beberapa pekerja masih berada di lokasi untuk merampungkan pengerjaan proyek pembangunan sekolah itu. Terdapat beberapa ruang kelas yang masih dalah tahap finishing.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan mengakui pengerjaan proyek memang tidak selesai. Kontraktor yang memena-ngi lelang tidak bisa menyelesaikan pekerjaan mereka sesuai dengan kontrak kerja.

”Ya, memang begitu keadaannya. Mereka (kontraktor, red) tidak mampu menyelesaikan proyeknya tepat waktu. Tentu ada konsekuensi yang harus mereka terima,” tegas Hendri, Rabu (2/12).

Saat ini, lanjut dia, konstruksi bangunan belum bisa ditempati siswa. Akibatnya siswa masih tetap harus menumpang di gedung milik Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Sekupang. Sebelumnya Disdik merencanakan siswa tidak numpang awal tahun ini. ”Jadi, harus tetap numpang dulu karena gedung tak selesai,” sebutnya.

Permasalahan ini sudah disampaikan kepada pimpinan agar gedung sekolah tetap berlanjut pembangunannya. Ia akan meminta bantuan agar pembangunan tetap berjalan di 2019 ini.

”Sudah saya sampaikan. Nanti solusinya masih dibahas. Kalau ada dana nanti kami inginnya bulan Maret selesai dan bisa ditempati,” imbuh Hendri.

Untuk tahun ini, Disdik tidak menyiapkan anggaran untuk kelanjutan pembangunan gedung SMPN 57 yang berlokasi di Patam Lestari tersebut. ”Tak ada kami anggarkan lagi. Namun, saya berharap tahun ini pembangunan tetap lanjut, agar siswa tak menumpang lagi,” sambungnya.

Tahun lalu, Disdik Kota Batam merencanakan memba-ngun dua gedung sekolah baru, yaitu SMPN 56 dan SMPN 57 Batam. Untuk yang SMPN 56 Batam di Tiban Lama, Sekupang, pembangunan sudah selesai dilakukan. Bahkan tahun ini Disdik kembali menyiapkan anggaran untuk peningkatan infrastruktur gedung sekolah.

”Masih ada beberapa hal lagi yang harus ditingkatkan,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Batam Jefridin mengakui memang ada keter-lambatan pembangunan fisik sekolah yang dibangun 2018. Ia menyebutkan seperti pembangunan gedung SMPN 56 Batam yang seharusnya rampung Oktober, harus diperpanjang hingga akhir tahun.

”Semuanya kami evaluasi. Termasuk proses lelang yang kami majukan dan berharap semua proyek di tahun 2019 ini sesuai dengan kontrak kerja,” terangnya.

Kontraktor yang tidak bisa menyelesaikan pengerjaaan proyek akan dikenai sanksi berupa denda akibat keterlambatan proyek pembangunan. ”Sudah ada kesepakatan, tinggal dijalankan saja. Untuk itu kami sudah mulai lelang sejak Desember lalu, agar keterlambatan seperti ini tidak terjadi lagi. Karena kasihan siswa yang numpang karena tidak punya gedung,” bebernya.

Beberapa kali sebelum tutup tahun, pihaknya juga sudah melakukan monitoring dan mengecek pencapaian pengerjaan proyek fisik. ”Berbagai faktor penyebabnya. Ada yang terlambat lelang, ada juga masalah akses. Ini yang akan kami benahi,” tutupnya. (yulitavia)

Anjing Modis

0

Seorang wanita di Shenyang, Provinsi Liaoning, China menuntun anjingnya yang cantik nan modis dengan cat aneka warna.

foto: reuters

Cuaca Buruk, Kapal Pelni ke Natuna Tertunda

0
Kapal Bukit Raya. foto : batampos

batampos.co.id – Kapal Pelni KM Bukit Raya menunda keberangkatan menuju Natuna. Ini dikarenakan cuaca di perairan Natuna tidak bersahabat. Dimana hujan deras, disertai angin serta gelombang tinggi terus terjadi dalam beberapa hari belakangan

Kapal Pelni yang akan menuju Natuna dari Pontianak tersebut semestinya pada Selasa (1/1/2019) sudah merapat di pelabuhan Selat Lampa. Namun ditunda hingga Jumat (3/1/2019) baru tiba di Natuna.

Menurut staf Pelni di Natuna Marzani, ditundanya keberangkatan KM Bukit Raya dari Pontianak menuju pelabuhan Selat Lampa, Natuna tersebut disebabkan adanya larangan berlayar, berdasarkan kondisi cuaca buruk yang diumumkan pihak stasiun meteorologi.

”Cuaca buruk, jadwal berlayar KM Bukit Raya diubah. Tapi rencananya hari Jumat besok sudah merapat di Natuna dari Pontianak,” kata Marzani, Rabu (2/1/2019).

Sementara Kepala Syahbandar Ranai Liber Ferry menga-takan, berdasarkan informasi dari syahbandar Pontianak, dalam perjalanan dari Surabaya menuju Pontianak, sejak tanggal 29 Desember 2018 lalu, KM Bukit Raya telah dihadang gelombang tinggi mencapai 6 meter saat memasuki perairan Kalimantan Barat. Oleh karenanya pihak Syahbandar Pontianak meminta KM Bukit Raya untuk sementara tidak melanjutkan berlayar.

”Kemarin itu memasuki selat Kalimantan Bukit Raya sudah dihadang gelombang 6 meter, makanya sementara ini kapal tidak diizinkan berlayar sampai cuaca membaik,” jelas Liber. (arn)

Kepri Rebut Satu Emas, Dua Perunggu pada The Trade Penang Boxing Tournament 2018

0
F. Dokumentasi Pertina Kepri untuk Batam Pos
Petinju Kepri Jhonatan Siagian (dua dari kiri) didampingi pelatih Rionando Butar Butar (kiri) bersama petinju serta pelatih tinju Myanmar. Jhonatan berhasil mempersembahkan medali emas di ajang The Trade Penang Boxing Tournament 2018 di Tapak Pesta Pulau Penang, Malaysia, Senin (31/12/2018) lalu.

batampos.co.id – Petinju Kepri menutup tahun 2018 dengan raihan prestasi memikat. Dalam The Trade Penang Boxing Tournament 2018 yang diselenggarakan di Tapak Pesta, Pulau Penang, Malaysia, 26-31 Desember lalu, Kep-ri berhasil mempersembahkan satu medali emas dan dua perunggu.

Pelatih Tinju Kepri Rionando Butar Butar menyebutkan, dalam kejuaraan ini, Kepri mengirimkan lima atletnya. Kejuaraan ini sendiri diikuti oleh 10 negeri se-Malaysia dan Angkatan Tentra 1, 2, dan 3 Division (kesatuan militer Malaysia).

Selain itu juga diikuti Timnas SEA Games dan Youth Myanmar, Timnas SEA Games dan Youth Singapore, Timnas SEA Games dan Youth Malaysia, Hong Kong, dan Thailand.
Sementara itu, atlet Kepri turun dalam empat kelas yang berbeda. Di kelas 56 kg, Kepri menurunkan dua atletnya, yakni Wigels Klemens Sinaga dan Supriadi.

”Wigels turun di kategori youth, sedang Supriadi turun di kategori elite,” papar Rionando, Rabu (2/1/2019).

Di kelas 60 kg youth Kepri menurunkan Edward Herefa. Jhonatan Siagian turun di kelas 64 kg youth, dan Bintang Ariestanto Pardede di kelas 69 kg youth.

Medali emas dipersembahkan oleh Jhonatan Siagian, sementara medali perunggu dipersembahkan Wigels Klemens Sinaga dan Bintang Ariestanto Pardede. Sedangkan Edward Herefa batal bertanding lantaran kondisinya tidak fit. Dan Supriadi terhenti langkahnya di babak perempat final.

Jhonatan Siagian yang turun di kelas 64 kg youth berhasil meraih emas usai mengalahkan petinju Timnas Youth Myanmar. Padahal petinju Myanmar ini sedianya akan dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan tinju Asia Youth 2019.

Cerita menarik dalam kejuaraan ini adalah saat Rionando harus kembali berhadapan dengan lawannya saat berlaga di ajang SEA Games 2005 silam.

”Di semifinal saya harus mengaku kalah dan harus puas dengan raihan medali perunggu,” kenangnya.

”Tetapi kami kembali berjumpa. Hanya saja bukan sebagai atlet tetapi sebagai pelatih. Dan kali ini anak asuh saya yang berhasil meraih emas membalaskan kekalahan saya,” serunya.

Tak lupa Rio menyampaikan terima kasih pada seluruh pihak yang membantu persiapan hingga keberangkatan atlet tinju Kepri mengikuti kejuaraan di Penang, Malaysia. ”Untuk keberangkatan sepenuhnya ditanggung oleh KONI Kepri,” terangnya.

”Semoga KONI Kepri dan KONI Batam terus berpartisipasi untuk melakukan pembinaan cabor tinju. Dengan pembinaan yang berjenjang dan jangka panjang, cabor tinju bisa meraih prestasi maksimal baik di tingkat nasional maupun internasional,” papar Rio. (yan)

25 Jemaah Umrah Terlantar di Jeddah sebab Tidak Ada Tiket Pulang

0

batampos.co.id – Bayar paket umrah mahal, belum tentu bebas dari kasus. Contohnya yang dialami 25 jemaah umrah PT Yasmira dengan paket umrah Rp 35 juta per orang. Mereka sempat terlantar berhari-hari di Jeddah karena tidak ada tiket pulang ke Tanah Air.

Setelah diklarifikasi Kemenag, pihak travel berjanji memproses pemulangan jemaah.
Kepala Sub Direktorat Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Kemenag Noer Alya Fitra mengatakan laporan kasus ini masuk ke Kemenag pada Minggu (30/12) lalu.

’’Mereka (travel, red) mau bertanggung jawab sampai pemulangan ke Tanah Air. Hari ini (Kemarin, red) jadwal pemulangannya,’’ kata dia di Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Pejabat yang akrab disapa Nafit itu mengatakan kasus jemaah terlantar ini dipicu persoalan tiket kepulangan. Ke-25 jemaah umrah tersebut berasal dari Jakarta. Dia menceritakan saat mengurus visa umrah, travel ternyata hanya mengajukan booking tiket kepulangan yang belum dibayar. Karena sampai batas tertentu biaya tiket tersebut tidak dibayarkan oleh travel, maka maskapai melakukan pembatalan. Akibatnya jemaah terlantar di Jeddah.

Lebih lanjut Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan, para jemaah berangkat ke Saudi pada 23 Desember 2018. Kemudian dijadwalkan meninggalkan Saudi pada 29 Desember. Lalu melanjutkan perjalanan di Turki dan tiba kembali di Jakarta pada 3 Januari. Arfi juga mengungkapkan kasus ini membuka modus lawas yakni meminjamkan atau menitipkan izin penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) resmi. Modusnya adalah 25 jemaah itu direkrut oleh perusahaan Bahira Travel. Perusahaan ini tidak memiliki izin sebagai PPIU resmi dari Kemenag.

Atas kasus tersebut, PT Yasmira sebagai PPIU resmi berizin dari Kemenag bisa dijatuhi sanksi sampai pencabutan izin. Sebab terbukti meminjamkan legalitas izin PPU kepada penyelenggara perjalanan wisata umrah lainnya.

Selain itu PT Edipeni selaku provider visa juga bisa dikenai sanksi. Sebab mereka terbukti mengelaurkan visa umrah kepada travel yang belum mengantongi izin PPIU resmi dari Kemenag. Bentuk sanksi untuk PT Edipeni bisa berupa tidak dapat diberikan pengesahan kontrak. Pengesahan kontrak ini merupakan syarat menjadi provider visa umrah. (wan)