Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11616

Normalisasi Drainase Grya Batuaji Asri Bermasalah

0

batampos.co.id – Warga perumahan Grya Batuaji Asri tahap VI, kelurahan Seilangkai, Sagulung kecewa dengan proyek peningkatan drainase di lingkungan pemukiman mereka pada akhir tahun 2018 lalu. Pasalnya proyek dari Dinas Perkimta kota Batam yang dikerjakan oleh PT Raja Arthasuma Julio selaku kontraktor itu tidak sesuai harapan.

Pengerjaan drainase dinilai asal-asalan sebab setelah rampung air malah tergenang di dalam pemukiman warga. Padahal sebelum ada proyek tersebut air  mengalir lancar melalui drainase lama. Ini terjadi karena pemasangan box culver sebagai saluran drainase tidak rata dan asal-asalan saja.

Tidak itu saja yang lebih mengecewakan lagi adalah kerusakan dinding ataupun teras rumah warga dibiarkan begitu saja setelah pekerja ditarik dari lokasi kerja pada taggal 29 Desember lalu.

Rumah ibu Heni di blok S2 nomor 16 misalkan alami kerusakan pada bagian  samping rumah. Tembok samping rumah tepatnya di bagian teras rubuh karena penggalian drainase menggunakan alat berat. Kerusakan itu dibiarkan saja sampai, Senin (7/1) kemarin. “Sebelum tahun baru sudah tak ada lagi pekerja. Padahal jauh-jauh hari sebelumnya sudah protes kami. Ibu Heni sempat marah-marah karena teras rumahnya rusak. Orang proyek katanya mau ganti tapi sampai hari ini tak datang-datang lagi,” ujar Siti, warga di blok S, kemarin.

Ketidak puasan warga dengan proyek tersebut diakui warga sudah dirasakan sejak awal proyek berjalan. Penggalian dan pembongkaran drainase lama menggunakan alat berat dianggap tidak masuk akal sebab merusak bangunan rumah hingga masjid. “Dari awal sudah tak betul. Masa gali drainase kecil ini pakai alat berat. Protes memang kami tapi katanya mau dibenarin lagi kalau ada yang rusak,” kata Edi, warga lainnya.

Saat proyek berjalan, pengerjaan tidak berjalan maksimal. Dimulai dengan pemasangan box culver yang tidak rata sampai pada penempatan pekerja yang sangat sedikit hanya empat sampai enam orang saja. Proyek tanpa plang itupun sempat mangkrak sekitar sebulan.

“Sepertinya asal-asalan. Banyak tak beres. Sempat sebulan lebih mobil sampah tak masuk karena jalan jadi sempit karena proyek ini,” kata Atai, warga blok T.

Pantauan di lapangan, tak ada lagi aktifitas pengerjaan di lokasi proyek. Beberapa warga terlihat masih sibuk membersihkan ataupun membenahi halaman rumah mereka dari sisa-sisa tanah galian ataupun material yang ditinggalkan pekerja. “Beginilah kondisinya. Mau tak mau kami harus benahi sendiri karena pekerja sudah tak ada lagi,” ujar Atai.

Kadis Perkimta Kota Batam Eryudi Afriadi saat dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui keluhan warga tersebut. Pihaknya akan kembali koordinasi dengan pihak kontraktor untuk kembali membereskan proyek tersebut. “Rumah warga yang rusak akan diperbaiki kembali. Kami akan panggil kembali kontraktornya,” ujarnya, kemarin.

Proyek tersebut diakui Eryudi sudah rampung 100 persen namun adanya keluhan warga itu termasuk aliran air yang tersendat pihaknya akan tinjau kembali.

“Yang bermasalah tentu harus dibenahi lagi. Nanti kami cek kembali,” ujarnya. (eja)

Polda Kepri Amankan Jukir di Jembatan Barelang

0
Juru parkir (kenakan masker) yang diamankan polisi.

batampos.co.id – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum mengamankan dua orang juru parkir di Kawasan Jembatan Barelang, Minggu (6/1/2019) sore.

Tindakan ini merupakan respon dari Polisi atas laporan masyarakat yang mengunjungi kawasan tersebut. Dari penelusuran dilakukan polisi, jukir-jukir tersebut menarik pungli sebesar Rp 10 ribu setiap kali parkir.

Terkait penangkapan ini dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Hernowo.

“Iya, nanti akan kami serahkan ke Dishub ” katanya, Senin.

Ia mengatakan kasus ini merupakan atensi Kapolda Kepri. Karena adanya informasi masyarakat, adanya pungutan liar parkir melebihi batas kewajaran. “Kasusnya ditangani subdit jatanras,” ungkapnya.

Dari pantauan Batam Pos dua orang jukir Kawasan Jembatan Barelang diperiksa polisi di ruangan jatanras. Sekitar pukul 11.00 polisi membawanya kedua orang jukir tersebut untuk diserahkan ke Dishub Kota Batam. (ska)

Minta Dukungan Penuh BP Batam dan Pemko Batam

0

batampos.co.id – Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam semakin mantap untuk terlibat dalam penataan Batam. Di tahun ini perusahaan dan BUMN yang tergabung dalam TSP Kota Batam akan tetap berbuat untuk Batam lewat program CSRnya.

“Program TSP di tahun ini sudah ada. Dan beberapa perusahaan yang sudah gabung TSP akan tetap menyalurkan CSRnya. Karena memang mereka selama ini juga aktif kok,” kata ketua TSP Kota Batam, Johanes Kennedy, Senin (7/1).

Kennedy mengatakan, program TSP tahun ini akan tetap menggandeng pemerintah baik Bp Batam dan Pemko Batam. Di mana program TSP ini memang tak bisa lepas dari urusan kepemerintahan.

“Misalnya untuk pembangunan rest area atau penataan objek wisata, maka tetap pemerintah harus dilibatkan. Karena merekalah yang punya tanah dan wilayah,”katanya.

Menurutnya, penataan objek wisata dan pembangunan taman di Kota Batam memang menjadi fokus TSP. Selain meningkatkan kunjungan wisata, ini juga untuk memperindah estetika perkotaan di Batam.

“Misalnya pertamanan. Masih banyak titik atau pinggir jalan yang layak untuk ditata. Dan seperti PGN sudah ada taman yang dibangun di Batam Center,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan PGN Batam Amin Hidayat mengatakan, taman yang berada di sekitar simpang Rosedale itu sudah selesai dibangun. Bahkan saat ini menunggu taman tersebut diresmikan.

“Taman yang kita bangun di sana memang sudah selesai. Dan kemungkinan dalam waktu dekat akan diresmikan,” katanya beberapa waktu lalu.

Amin juga mengatakan, bahwa memang pembangunan taman itu dibuat untuk memperindah Batam. Dan ia berharap taman hijau di pinggir jalan semakin banyak di Batam. Ini untuk memperindah Batam sebagai daerah perbatasan. Untuk menambah kesan Batam yang hijau nan asri dan ramah lingkungan.

“Kita juga ingin Batam ini lebih indah dan lebih hijau. Tertata rapi dan akan terlihat lebih indah di mata masyarakat lokal terutama internasional,” katanya. (ian)

Pasokan Menipis, Harga Ikan Melambung

0
Stok ikan menipis di lapak penjual ikan di pasar Botania 1, Batam Centre, Batam. (Bobi/JawaPos.com)

batampos.co.id – Ikan laut segar di pasaran Batam mulai langka akibat tingginya gelombang laut di wilayah Kepri, beberapa hari terakhir. Tak hanya langka, harga ikan juga turut melambung. Seperti di Pasar Tos 3000 Jodoh, tak banyak terlihat jenis ikan segar.

Adapun di lapak-lapak yang masih memiliki persedian ikan segar, harganya melambung. Seperti ikan tongkol putih yang biasanya dibandrol sekitar Rp 28 ribu per kilogram (kg) kini naik menjadi Rp 34 ribu per kg. Ikan kembung dari Rp 37 ribu naik menjadi Rp 42 ribu per kg, ikan selar dari Rp 43 ribu naik jadi Rp 46 ribu per kg.

”Ini sudah murah, tanya yang lain mana ada segini. Lagi pula yang segar sekarang susah,” ujar Amin, pedagang ikan di Pasar Tos 3000 Jodoh, Minggu (6/1/2019).

Menurut dia, langka dan mahalnya harga ikan segar disebabkan musim angin utara. Dimana gelombang tinggi sehingga menyebabkan nelayan jarang melaut.

”Risiko melaut di cuaca seperti ini cukup tinggi. Makanya banyak nelayan yang tak melaut,” sebut Amin lagi.

Di Pasar Pujahabari Nagoya, harga ikan-ikan tersebut lebih tinggi. Misalnya, ikan tongkol putih dijual di kisaran Rp 36 ribu-Rp 38 ribu per kg, ikan selar Rp 50 ribu per kg, ikan kembung Rp 45 ribu per kg. ”Ikan segarnya langka dan harganya mahal,” ujar Koko, pedagang ikan di Pasar Pujabahari.

Sementara itu, di sejumlah pasar di wilayah Batuaji dan Sagulung, terpantau ikan laut segar juga alami kelangkaan. Senada, sejumlah pedagang disini juga menyebutkan kelangkaan stok ikan laut karena cuaca ekstrem dan gelombang laut yang terjadi beberapa minggu belakangan ini.

Menurut Wildan, penjual ikan di Pasar Fanindo Batuaji, kelangkaan ikan laut membuat harganya naik. Seperti ikan gembung dari Rp 38 ribu per kg, kini dijual Rp 40 ribu- Rp43 ribu per kg, ikan kakap besar dijual Rp 35 ribu dari semula Rp 30 ribu per kg, ikan mata besar Rp 31 ribu dari sebelumnya Rp 27 ribu per kg, ikan patin Rp 35 ribu dari semula Rp 30 ribu per kg.

”Kenaikan sejak semalam. Angin kencang, banyak nelayan tak melaut,” tutur Wildan.

Dia mengatakan dua hari belakangan ini para pedagang hanya menyetok ikan air tawar. Itupun juga tidak sebanyak pada hari-hari biasa.

Palingan nyetok lele saja,” ucapnya.

Kondisi serupa juga dialami beberapa pedagang ikan di Pasar Sagulung. Ismail, penjual ikan di Pasar SP Plaza menyebutkan sudah dua hari ini stok ikan laut menipis. ”Ikan laut langka, harganya juga naik” jelasnya.

Cuaca buruk memicu nelayan untuk tidak melaut sementara waktu ini. ”Kalau cuaca sudah bagus, pasokan ikan kembali stabil, harganya juga normal lagi,” ucapnya.

Kondisi sama juga terjadi di Pasar Tiban Center, Sekupang. Pasokan ikan laut segar menipis sejak dua minggu lalu, atau sebelum tahun baru hingga sekarang. Akibatnya berimbas pada harga jual yang melambung.

Seperti dijelaskan Irwan, 35, pedagang ikan di Pasar Tiban Center mengaku ikan mulai langka sejak pertengahan Desember 2018 lalu hingga hari ini stok ikan masih belum stabil.

”Sejak 15 Desember lah hingga hari ini, pasok ikan laut segar tak pernah stabil, Dampaknya harga ikan naik,” jelasnya.

Dia menyebutkan, misal harga ikan gembung dijual Rp 40 ribu-Rp 45 ribu per kg dari sebelumnya Rp 38 ribu per kg, ikan selikur sekarang dijual Rp 33 ribu per kg dari Rp 28 ribu per kg, serta ikan kakap besar sekarang Rp 35 ribu-Rp 38 ribu per kg dari semula Rp 30 ribu per kg. ”Hampir semua jenis ikan naik, tapi yang paling mahal ikan gembung,” ujarnya.

Diakuinya banyak konsumen yang mengeluhkan kenaikan harga ikan laut segar beberapa pekan terakhir ini. Namun ia terpaksa menjual dengan harga tinggi, karena dari pemasok juga sudah mahal. (she)

Antisipasi Kejahatan Jalanan, Polisi Gelar Patroli Setiap Malam

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Mengatisipasi tindak premanisme dan kejahatan jalanan lainnya maupun aksi balapan liar, petugas Satuan Sabhara Polresta Barelang menggelar razia di sejumlah titik rawan setiap malam. Di antaranya di Kecamatan Sekupang, Lubukbaja dan Batuampar, Batuaji, Sagulung, Bengkong, serta di Kecamatan Batam Kota.

Kasat Sabhara Polresta Barelang Kompol Firdaus mengatakan, razia ini dilakukan untuk mengantisipasi banyaknya tindak kejahatan dan mengamankan aktivitas masyarakat pada malam hari. Sehingga, situasi Kamtibmas di Kota Batam tetap terjaganya dan kondusif.

”Tempat-tempat umum yang diindikasikan ada kejahatan akan kita lakukan razia. Khusus di kawasan Jodoh Batuampar dan Lubukbaja akan kami pantau secara khusus,” ujarnya, Minggu (6/1/2019).

Dari razia itu, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang tengah melintas dan dicurigai. Pemeriksaan itu meliputi pemeriksaan badan pengendara serta pemeriksaan ke dalam jok motor. Hal ini, untuk mengantisipasi adanya senjata tajam maupun obat-obatan terlarang yang dibawa oleh pengendara tersebut.

”Jika kita temukan senjata tajam maupun barang terlarang, maka yang bersangkutan akan kita bawa ke Polresta Barelang untuk diproses lebih lanjut ke Satreskrim Polresta Barelang maupun Sat Narkoba Polresta Barelang,” katanya.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintas, pihaknya juga membubarkan masyarakat yang masih berkumpul hingga larut malam dengan meminum minuman keras. Terhadap sekelompok orang yang ngumpul itu, pihaknya melakukan pembinaan dan pendataan terhadap sekelompok orang itu dan meminta untuk langsung membubarkan diri.

Pihaknya mengimbau masyarakat Kota Batam juga berperan aktif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban, serta segera melapor bila menemukan tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan.

”Selanjutnya kami masih akan terus melakukan razia ke lokasi lain. Dengan demikian, semoga dapat menghilangkan perilaku negatif dan tetap terjaganya situasi Kamtibmas di Kota Batam,” ujarnya.

Sementara itu, jajaran Polsek Batuaji juga rutin menggelar giat cipta kondisi (cipkon) di sejumlah lokasi di Batuaji. Kegiatan tersebut juga untuk mengantisipasi tindakan kriminal, terutama warga yang membawa senjata tajam (sajam), balap liar, narkoba, dan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan roda dua untuk antisipasi 3C (curat, curas, curanmor).

”Tingkat kriminal di Batuaji cukup tinggi. Untuk meminimalisir kejahatan kita gelar patroli setiap malam,” ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, kemarin (6/1/2019).

Dia mengatakan, pihaknya sudah menyebar anggota puntuk berpatroli menyisir lokasi-lokasi yang rawan tindak kejahatan. Di wilayah Batuaji sendiri, lokasi rawan terdapat di Taman Makam Pahlawan, Jalan Marina City dan Seitemiang.(egi/une)

Rumah Sakit Diberi Waktu 6 Bulan untuk Selesaikan Akreditasi untuk Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

0

batampos.co.id – Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat HK.03.01/MENKES/18/2019 mengenai perpanjangan kerja sama rumah sakit (RS) dengan BPJS Kesehatan. Rumah sakit yang belum memiliki sertifikat akreditasi diberi waktu enam bulan untuk memastikan dapat sertifikat tersebut.

Menurut data yang dimiliki Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), ada 1.969 rumah sakit di seluruh Indonesia yang telah memiliki akreditasi. Sedangkan untuk RS yang belum terakreditasi jumlahnya mencapai 856 RS, empat di antaranya ada di Batam.

Sementara 64 rumah sakit sudah habis masa berlaku akreditasinya. Akreditasi dari KARS memang harus diperpanjang pertiga tahun sekali.

Humas Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Anjari Umarjianto menjelaskan, tanggungjawab RS untuk akreditasi tidak ha­nya dibebankan kepada rumah sa­kit atau PERSI saja. Namun duku­ngan dari seluruh sektor dibutuhkan.

Dia mencontohkan RS tipe D yang kerap mengalami kendala untuk akreditasi. ”Bagi RS yang kelas D yang terbatas sumber daya (financial, red) bisa disubsisdi. Kalau RSUD disubsidi pemerintah, sedangkan RS swasta tidak ada yang bantu,” tutur Anjari, Minggu (6/1/2019).

Tantangan lainnya menurut Anjari, rumah sakit harus memenuhi syarat dan standar sebelum melakukan akreditasi. Setiap rumah sakit yang beroprasi setidaknya harus melengkapi syarat perizinan analisis dampak lingkungan (Amdal), sumber daya manusia, kelengkapan dokumen tanah dan bangunan syarat lain.

Sedangkan standar yang harus dimiliki rumah sakit antara lain pelayanan gawat darurat hingga pelayanan jenazah.

”Akreditasi menilai itu semua. Kalau dari awal sudah memenuhi itu, sebenarnya lebih ringan,” ungkapnya.

Yang menghambat lainnya mengenai antrean. Di Indonesia sendiri ada 2.700-an rumah sakit. Setiap tiga tahun, mereka memperbarui akreditasi. ”Tenaga akreditasi tidak banyak,” ujarnya.

Sehingga, ada rumah sakit yang sudah terakreditasi tapi belum menerima sertifikat atau sedang disurvei. Padahal per 31 Desember lalu, syarat bermitra dengan BPJS Kesehatan adalah adanya sertifikat itu. Akibatnya RS yang tidak bisa menunjukkan sertifikat akreditasinya tidak bisa melayani pasien jaminan kesehatan nasional (JKN).

Meski demikian, menurutnya PERSI mendorong agar setiap rumah sakit untuk melakukan akreditasi. ”Akreditasi ini sebenarnya kebutuhan karena untuk melindungi pasien, tenaga medis, maupun rumah sakit sendiri,” tutur Anjari.

Sementara itu Ketua Eksekutif KARS dr Sutoto menuturkan, penilaian akreditasi hingga penerimaan sertifikat bisa cepat. Syaratnya RS harus siap.

”Misalnya RS tidak punya pengolah limbah (IPAL ). Padahal dalam akreditasi RS harus punya punya IPAL,” ungkapnya.

Dia menjelaskan menurut UU lingkungan hidup, membuang limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) kalau tidak sesuai aturan bisa dituntut pidana 1 hingga 3 tahun dan denda Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar. ”Pemilik RS menganggap IPAL terlalu mahal dan tak perlu,” imbuhnya.

Lalu berapa lama proses akreditasi jika seluruh persyaratan lengkap? Sutoto menegaskan proses tersebut sebenarnya tidak lama. Hanya seminggu saja. Hanya pada Desember lalu, pengajuan akreditasi membeludak. Sehingga waktu yang dibutuhkan lama.

”Tak kurang dari 200 RS selama sebulan,” ungkapnya.

Salah satu rumah sakit yang mendapatkan rekomendasi dari Kemenkes adalah RS Husada Utama di Surabaya. Menurut Direktur RSHU Prof dr R Hariadi SpOG (K), akreditasi rumah sakitnya telah habis pada 26 Oktober 2018. Pihaknya telah meminta perpanjangan akreditasi dari 11 Oktober.

Melihat kesiapan perpanjangan akreditasi RSHU, Hariadi optimistis akan lolos akreditasi.

”Karena memang tidak ada banyak perubahan. Semua rekomendasi dari KARS sudah kami lakukan semua,” katanya.

Sementara di Batam ada empat RS yang tidak bisa melanjutkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan karena belum terakreditasi. Keempat RS tersebut masing-masing RS Graha Hermine di Batuaji, RSIA Griya Medika, RSIA Frishdy Angel, dan RS St Elisabeth di Seilekop, Sagulung. (ika/lyn)

6.160 Orang Kembali ke Batam

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2019 menggunakan KM Kelud membeludak di Pelabuhan Batuampar, Minggu (6/1) siang. Kemarin, tercatat 3.160 penumpang turun di Batam dari Medan sekitar pukul 12.00 WIB. Sedangkan penumpang yang berangkat dari Batam menuju Medan tercatat 1.590.

Sementara itu, di Pelabuhan Domestik Sekupang, tercatat 3.000 orang turun di Batam kemarin. Ribuan penumpang tersebut berasal dari berbagai pulau di wilayah Kepri, seperti Tanjungbalai Karimun dan Tanjungbatu, serta dari daerah-daerah di Provinsi Riau, seperti Dumai dan Tembilahan.

”Untuk penumpang yang berangkat menuju ke Belawan, Medan sudah mulai menurun sampai 50 persen jika dibandingkan dengan keberangkatan sebelum Natal dan Tahun Baru 2019 lalu. Tapi hari ini (kemarin, red) jumlah penumpang yang turun di Batam mencapai 3.160 penumpang,” sebut Manager Operasional PT Pelni Cabang Batam Dicky Dermawandi kemarin.

Kemarin merupakan puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2019 dengan menggunakan KM Kelud. Namun, Selasa (8/1) besok masih diperkirakan jumlah penumpang yang turun di Batam masih tinggi. Diperkirakan, masih ribuan penumpang dari Medan tujuan Batam kembali akan memadati Pelabuhan Batuampar.

”Untuk kedatangan (kapal Pelni, red) masih ada juga tanggal 10 Januari sampai 12 Januari.

Tapi hari ini (kemarin, red) merupakan puncaknya (arus balik, red),” jelasnya.

Ia menambahkan, sehari sebelumnya atau Jumat (4/1) lalu KM Kelud berangkat dari Tanjungpriok ke Batam dan melanjutkan lagi ke Belawan. Akan tetapi, pada keberangkatan kali ini (kemarin, red), kapal dari Batam ke Belawan dan balik lagi ke Batam tanpa melalui Jakarta lagi. Menurut dia, penambahan jadwal pelayaran dilakukan untuk mengantisipasi membeludaknya penumpang dari Belawan menuju Batam.

”Kita dilakukan pemadatan jadwal dari Belawan menuju ke Batam. Nanti, setelah sampai Belawan, kapal ini kemudian balik lagi ke Batam dan berangkat ke Belawan pada Selasa besok sampai Sabtu (12/1). Setelah itu (Sabtu 12/1, red), kapal baru berangkat menuju Tanjungpriok,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) AKP Syaiful Badawi mengatakan untuk mencegah terjadinya tindak kriminal maupun kejahatan terhadap para penumpang kapal, pihaknya selalu menempatkan personel di pelabuhan untuk melaksanakan pengamanan dan pengawasan.

”Jika ada kapal yang mau berangkat maupun kapal yang datang, kita lakukan pengecekan dan pemeriksaan seluruh barang bawaan penumpang,” kata Badawi di Pelabuhan Batuampar, kemarin.

Pengecekan itu bertujuan untuk mencegah terjadinya sesuatu hal yang tidak diinginkan. Pihaknya selalu memberikan imbauan kepada para penumpang kapal, baik yang akan berangkat maupun yang datang agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap barang bawaannya maupun barang berharga lainnya.

”Saya meminta kepada semua pihak yang ada di pelabuhan untuk sama-sama menjaga suasana kondusif di pelabuhan. Informasikan pada kita jika melihat sesuatu yang mencurigakan,” katanya.

Selain pengawasan dan pemeriksaan, petugas juga mencari informasi dari masyarakat maupun dari tenaga bongkar muat di pelabuhan. Hal ini dilakukan, untuk mengetahui apakah ada barang terlarang yang dibawa para penumpang yang akan masuk ke Batam.

”Sejauh ini, sejak mudik lbiur Natal dan tahun baru hingga arus balik, kami belum menemukan barang-barang terlarang. Tapi kami akan terus perketat pengamanan sampai arus balik ini,” imbuhnya.

Penumpang Berangkat Masih Ramai

foto: batampos.co.id / peri irawan

Sementara itu, sebanyak 3.000 penumpang masuk ke Batam melalui Pelabuhan Domestik Sekupang, kemarin. Pantauan Batam Pos arus balik di Pelabuhan Domestik Sekupang, baik itu yang datang ke Batam maupun yang bertolak dari Batam masih cukup ramai.

Kepala Operasional Loket Penjualan Tiket Batam Jet, Jefri memperkirakan jumlah penumpang yang tiba di Batam pada arus balik kemarin sekitar 3.000 orang.

”Masih ramai karena besok (hari ini, red) mereka sudah kembali kerja setelah cuti libur Natal dan tahun baru,” ujarnya.

Arus balik kemarin didominasi penumpang dari Dumai. Tercatat sebanyak tujuh kapal, dua kapal Batam Jet dan lima kapal Dumai Line mengangkut penumpang dari Dumai dan pulau-pulau yang disinggahinya.

Tidak hanya itu, selain warga yang datang ke Batam, penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Domestik Sekupang juga terlihat masih ramai.

Adapun untuk harga tiket tidak ada kenaikan selama libur Natal dan tahun baru. Hanya saja ada, jika hari biasanya perusahaan pelayaran memberikan diskon, maka selama mudik hingga arus balik Natal dan tahun baru program diskon dicabut.

”Kalau hari biasanya ada diskon. Penumpang hanya dikenakan biaya tiket Rp 350 ribu. Tapi sekarang (selama mudik hingga arus bali, red) kembali normal, harga tiket Rp 420 ribu. Namun itu juga masih diberi potongan Rp 20 ribu. Jadi penumpang cukup membayar Rp 400 ribu,” bebernya. (gie/cr2)

KPK Telusuri 12 Proyek SPAM

0
ilustrasi

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mempelajari sejumlah barang bukti terkait dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bukti-bukti itu diperoleh penyidik dari serangkaian penggeledahan di beberapa lokasi yang dilakukan selama sepekan terakhir.

KPK menurunkan tiga satuan tugas (satgas) untuk melakukan penggeledahan secara paralel di Jakarta. Mulai dari kantor satuan kerja (satker) SPAM Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, kantor PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) hingga rumah para tersangka. Selain telah mengamankan uang total Rp 1 miliar, KPK juga menyita bukti deposito senilai Rp 1 miliar, memori CCTV serta dokumen terkait proyek SPAM.

Dari bukti-bukti yang diamankan itu, KPK meyakini indikasi adanya sebaran korupsi yang cukup luas yang dilakukan para pelaku. Sejauh ini, KPK baru mengidentifikasi dugaan suap terkait 12 proyek SPAM yang dikerjakan PT WKE dan PT TSP. Nah, sampai detik ini KPK baru menelusuri dugaan suap berkaitan dengan enam proyek SPAM dan perpipaan di beberapa daerah.

Proyek itu antara lain SPAM di Katulampa, Bandar Lampung, Umbulan (Pasuruan), Toba, serta perpipaan di Bekasi dan Pasigala (Palu, Sigi, Donggala). Proyek-proyek itu dikerjakan dalam tahun anggaran 2017-2018. Namun, khusus untuk proyek perpipaan Pasigala sejatinya mulai dilaksanakan sejak September 2016. Namun, proyek itu urung tuntas seiring bencana gempa bumi dan tsunami di Palu pada September 2018.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya terus berupaya maksimal menelusuri lebih jauh sebaran korupsi yang diduga dilakukan para tersangka. Para penyidik pun beberapa kali melakukan penggeledahan dari siang hingga dini hari guna menemukan barang bukti untuk memperkuat penyidikan.

“Sebarannya memang cukup banyak ya untuk kasus suap ini,” ujarnya, kemarin (6/1/2019).

Febri menerangkan, sejauh ini baru level pejabat pembuat komitmen (PPK) Satker Ditjen Cipta Karya yang diduga melakukan korupsi. Total ada empat PPK yang merangkap kepala satker SPAM yang mejadi tersangka penerima suap dalam kasus itu. Sementara dari pihak pemberi suap, KPK juga menetapkan empat orang tersangka.

“Ini standar saja ya, untuk proses penyidikan saat ini pasti kami fokus pada pokok perkaranya dulu,” jelasnya.

Namun, dengan sejumlah barang bukti uang tunai, CCTV dan dokumen-dokumen yang diamankan, KPK meyakini kasus tersebut bakal berkembang. Dan menyeret pihak-pihak lain, termasuk pejabat di atas PPK, yang diduga terlibat.

“Kemungkinan itu bisa saja terjadi tapi kami tetap harus berpatokan pada bukti-bukti,” imbuhnya.

Keyakinan KPK itu didasari pada informasi yang menyebut bahwa PT WKE dan PT TSP beberapa kali memenangkan lelang di Kementerian PUPR. Indikasi bahwa ada fee yang diberikan kepada PPK proyek-proyek itu pun menguat seiring terbongkarnya dugaan suap tersebut.

“Apakah ada PPK lain yang juga menerima suap tentu nanti akan kami dalami terlebih dahulu pokok perkara ini, kalau ada bukti tentu akan dikembangkan.” (tyo/agm)

Konsumsi Solar-Premium di Bawah Kuota

0

batampos.co.id – Upaya pemerintah menekan penyelewengan konsumsi solar, premium, dan minyak tanah bersubsidi agar lebih tepat sasaran menunjukkan hasil. Pada 2018, konsumsi solar, minyak tanah bersubsidi, dan premium berada di bawah kuota yang ditetapkan.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat, prognosis realisasi konsumsi solar pada 2018 mencapai 15.545.725 kiloliter. Angka tersebut hanya 99,52 persen dari kuota yang ditetapkan pemerintah sebesar 15,620 juta kl.

Kemudian, prognosis realisasi konsumsi minyak tanah mencapai 539.972 kl atau hanya 88,52 persen dari kuota yang ditetapkan 610 ribu kl.

Prognosis realisasi konsumsi premium bahkan hanya mencapai 78,23 persen dari kuota yang ditetapkan atau 9.231.061 kl. Tahun lalu pemerintah menetapkan kuota premium 11,8 juta kl.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan, meski tidak melebihi target, konsumsi solar naik lebih dari 1 juta kl jika dibandingkan dengan konsumsi tahun sebelumnya sebanyak 14,49 juta kl. ”Jadi, berdampak ke subsidi,” ujarnya, kemarin (6/1/2019).

Apalagi, pemerintah memberikan tambahan subsidi solar dari Rp 500 per liter menjadi Rp 2 ribu per liter. Subsidi BBM (bahan bakar minyak) pun membengkak 417 persen dari pagu anggaran dalam APBN 2018. Yakni, dari Rp 9,3 triliun menjadi Rp 38,87 triliun.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Sementara itu, kuota penyaluran solar yang ditetapkan pada 2019 turun menjadi 14,5 juta kl. Penurunan tersebut diasumsikan jika implementasi program pencampuran biodiesel sebesar 20 persen dengan solar atau B20 berhasil. Dengan begitu, pemerintah berusaha memperketat pengawasan penyaluran solar agar lebih tepat sasaran.

”Ini tugas semua pihak supaya BBM 14,5 juta kl tepat sasaran,” tegasnya.Rendahnya realisasi konsumsi premium jika dibandingkan dengan kuota, menurut dia, disebabkan adanya transisi penambahan wilayah Jamali (Jawa, Madura, Bali) sebagai wilayah penugasan. Awalnya, Jamali memang bukan wilayah penugasan penyaluran premium sehingga Pertamina tidak wajib memasok ke wilayah tersebut. Tetapi, pada pertengahan tahun, pemerintah memberikan tambahan Jamali sebagai wilayah penugasan penyaluran premium.

Di bagian lain, pemerintah terus berupaya menggenjot produksi siap jual atau lifting minyak dan gas bumi untuk memenuhi target yang ditetapkan dalam APBN. Realisasi lifting migas pada 2018 hanya mencapai 1,917 juta barel ekuivalen per hari (boepd) atau terendah sejak 2014.

Perinciannya, lifting minyak bumi 778 ribu barel minyak per hari (bopd) atau di bawah target APBN 2018 sebesar 800 ribu bopd. Lifting gas bumi 1,139 juta boepd atau di bawah target dalam APBN 2018 sebesar 1,2 juta boepd.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pengelola Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, tidak tercapainya lifting migas disebabkan penurunan produksi dari sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) besar di Indonesia.

”Strategi dasar untuk mendorong lifting migas adalah dengan menggencarkan investasi, khususnya di proyek-proyek pengembangan migas, agar bisa berjalan,” ujarnya akhir pekan lalu. (vir/c6/fal)

Sisi Jembatan di Pulau Nipah Juga Dipoles Ornamen Melayu

0
Sejumlah pengunjung berswafoto dengan latar belakang jembatan Barelang saat menikmati liburan. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.co.id – Penyertaan ornamen melayu pada Jembatan 1 barelang akan berlanjut pada bagian Jembatan di Pulau Nipah. Hal ini tentu akan menambah keindahan ikon Kota Batam.

“Akan berlanjut sisi satunya (Pulau Nipah). Mudah-mudahan anggarannya akan turun lagi,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam Yumasnur, kemarin.

Ia mengatakan, ornamen melayu ini akan disinari lampu waktu malam hari, sehingga menambah daya tarik ikon Batam ini.

Pihaknya berterimakasih pada Kementrian PUPR karena turut menata lokasi tersebut. Menurut dia, menambah estetika destinasi wisata merupakan salah satu sikap serius pemerintah membangun pariwisata.

“Agar wisatawan banyak yang datang,” kata dia.

Ia berharap, masyarakat juga turut menjaga. Keberadaan destinasi dan pengembangan kepariwisataan tak lepas dari upaya pemerintah berbat untuk masyarakat.

“Misal, jangan buang sampah sembarangan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan 1 Barelang terus dipercantik. Salah satu ikon Kota Batam ini kini dipasang lampu hias pada pilarnya. Uniknya, warnanya dapat berubah-ubah.

“lampu hias dan ornamen melayu, pengerjaannya satu paket,” pungkas Yumasnur. (iza)