Minggu, 10 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11617

Anggota DPRD Batam Soroti Proyek 2018 yang Tak Selesai

0

batampos.co.id – Wakil rakyat di DPRD Kota Batam angkat bicara soal tidak selesainya sejumlah proyek fisik di tahun 2018. Kalangan Legislatif meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam merencanakan lebih awal agar pelaksanaan pembangunan di tahun 2019 ini tidak terhambat.

Anggota Komisi III DPRD Batam Rohaizat mengungkapkan, tidak selesainya sejumlah proyek tahun 2018 disebabkan proses tahapan yang tidak mencukupi waktu. Untuk itu, DPRD Batam mendesak Pemko Batam untuk melelang proyek lebih awal. Sehingga pengerjaan tidak menumpuk di akhir tahun.

”Kita harus berkaca dari 2018. Banyak hal-hal yang perlu dievaluasi, terurama perencanaan,” ujar Rohaizat, Minggu (6/1/2019).

Menurutnya, jika pelelangan dan pengumuman pemenang lelang bisa dilakukan awal tahun maka akan bisa lebih cepat dikerjakan proyeknya. Sedangkan untuk pengawasan, legislatif juga memiliki waktu yang longgar untuk mengecek satu persatu setiap proyek yang sedang berjalan.

”Ini supaya proyek yang dihasilkan benar-benar berkualitas,” katanya.

Di sisi lain, Rohaizat juga mengungkapkan, tahun 2018 kemarin ada beberapa titik yang sangat fatal dari sisi kualitas dan ketepatan waktunya. Baik yang dilaksanakan dari Percepatan Infrastuktur Kelurahan (PIK) maupun Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan, Dinas Cipta Karya, dan Dinas Pendidikan.

”Di SMPN 57 salah satu contohnya. Pembangunan sekolah molor sehingga menyebabkan siswa belum bisa menempati sekolah sesuai waktu yang telah direncanakan,” sesalnya.

Sebelumnya, pembangunan infrastruktur juga mendapat sorotan masyarakat Batam. Warga meminta pemerintah lebih memperhatikan mutu, kualitas, kerapian dan ketepatan waktu dalam pengerjaan proyek. Hal tersebut dirangkum dalam laporan reses yang dilaporkan DPRD Batam.

Juru Bicara Fraksi PDI-P, Sugito mengatakan bahkan ada pembangunan yang dibangun pada akhir wwaktu jelang tutup tahun. Selain itu, Sekretaris Fraksi PKS, Rohaizat kembali menambahkan, masyarakat mengeluhkan beberapa titik pem­bangunan infrastruktur karena kualitasnya jelek dan tidak rapi sehingga terkesan proyek asal jadi.(*)

Pemko Batam akan Evaluasi Kinerja Dinas Penghasil

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan mengevaluasi sumber pendapatan daerah di tahun 2019. Hal ini dilakukan karena pada 2018 lalu, sejumlah item pendapatan daerah tidak memenuhi target yang diharapkan.

”Termasuk juga evaluasi atas kinerja dinas penghasil,” kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, kemarin.

Sejatinya, evaluasi rutin dilakukan baik tiap tiga bulan maupun setiap satu semester dalam rapat koordinasi Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) bersama dinas penghasil.

”Juga yang dipimpin langsung Sekda (Jefridin yang sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemko Batam, red),” imbuh dia.

Ia mengklaim, walau pendapatan tahun 2018 tak memenuhi target, sejatinya melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya. Namun ia mengaku, hal ini tak akan membuat Pemko Batam cepat puas dan akan terus melakukan perbaikan.

Amsakar Ahmad
foto: batampos.co.id / dalil harahap

”Yang perlu dilakukan adalah optimalisasi, intensifikasi, ekstensifikasi terhadap pendapatan,” imbuh Amsakar.

Untuk diketahui, capaian pajak daerah 2018 hanya Rp 846,139 miliar dari target Rp 937,572 miliar. Angka ini jika dipersentase yakni hanya tercapai 90,25 persen alias minus 9,75 persen (data per 31 Desember 2018).

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan akan melakukan evaluasi. Yang kini getol dilakukan Pemko Batam guna mencegah kebocoran adalah pemasangan alat pencatat transaksi atau tapping box yang juga didukung penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ’Terbantu oleh KPK, jadi (sumber pendapatan) yang dipasang tapping box naik,” imbuhnya. (iza)

Pemerintah Kurangi Pembangunan Rumah Susun

0
Bida Rusun milik BP Batam di Sekupang.| Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian PUPR mengubah prioritas program pengadaan perumahan di tahun 2019 nanti. Kalau pada tahun 2018 pemerintah giat membangun rumah susun, kini anggaran akan dialihkan untuk perbaikan rumah rakyat miskin.

Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR mencatat sudah membangun 315 tower rumah susun (rusun) dengan kapasitas 15.000 unit lebih. Diantaranya diperuntukkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Mahasiswa, dan Santri Pondok Pesantren.

Dirjen Penyediaan Perumahan PUPR Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan bahwa hingga saat ini ada sekitar 3,4 juta masyrakat indonesia yang hidup di rumah yang tidak layak huni.

“Kami punya target untuk menekan menjadi 1,5 juta dalam jangka 5 tahun kedepan,” katanya.

Tahun ini, PUPR menganggarkan kurang lebih Rp 4,3 Triliun untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Dengan anggaran sebesar itu, Khalawi menargetkan bisa merenovasi sekitar 206.506 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Dari jumlah 200 ribu unit, sekitar 95 persennya digunakan untuk Peningkatan Kaulitas (PK) alias perbaikan atau rehab. Sementara  5 persen digunakan untuk pembangunan rumah baru. Warga yang akan menerima bantuan BSPS akan diusulkan oleh Pemerintah desa menuju ke Kab/Kota kemudian dilanjutkan ke Provinsi.

Kementerian PUPR akan menerjunkan tim untuk menverifikasi apakah yang bersangkutan termasuk layak menerima bantuan. Seleksi kata Khalawi akan dilakukan dengan ketat karena penerima dana sangat terbatas.

Dari beberapa program BSPS yang telah dilaksanakan tahun 2018 lalu, Khalawi mengatakan sangat terasa bahwa masyarakat sangat terbantu. Meskipun  nilai bantuan terhitung kecil, yakni Rp. 15 juta per rumah, namun BSPS mampu memicu perbaikan rumah dengan kualitas yang 300 hingga 400 persen jauh melebihi anggaran.

“Setelah kami lihat ternyata ada tetangganya yang bantu batu, semen, dan materaial lain. Anak-anak mereka yang di rantau juga mengirim bantuan agar rumah ibunya jadi bagus,” kata Khalawi.

Program stimulan yang tidak besar ini kata Khalawi terbukti telah memicu keswadayaan masyrakat. Jika tidak diberi stimulus, maka warga ragu-ragu untuk merenovasi rumahnya karena takut tidak cukup uang.

“Dengan stimulus ini, nilai properti warga yang rumahnya di rehab juga bisa meningkat. Dari nilai bantuan Rp. 15 juta, jadi bernilai RP. 50 juta,” jelas Khalawi.(tau)

Kementerian Agraria dan Tata Ruang BPN Terapkan Sistem e-Office

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) bakal mengembangkan sistem administrasi digital e-Office untuk mendukung admi­n­is­trasi pelayanan pertanahan.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil mengungkapkan bahwa penerapan e-Office pada kementerian ATR/BPN akan dilakukan pada tahun ini.

”Semua arsip pertanahan akan kami scan dan dimasukkan kedalam sebuah aplikasi e-Office, sehingga lebih mudah dalam penyimpanan dan pencariannya,” katanya sabtu (5/1/2019).

Sofyan mengatakan bahwa saat ini adalah era digital. Pengelolaan dokumen terlebih lagi arsip pertanahan akan menggunakan e-Office. Kementerian ATR/BPN nantinya tidak ak­an lagi menyimpan arsip per­tanahan dalam bentuk fisik kertas.

”Semuanya sudah digi­tal, arsip fisik kita serahkan sa­ja kepada pemilik tanah untu­k merawatnya, seperti kepolisian­ yang sudah tidak lagi menyim­pan faktur kendaraan,” ujar­nya­.

Sofyan menambahkan, selain e-Office, tahun ini pihaknya juga akan menggunakan aplikasi digital dalam program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yaitu Smart PTSL.

”Saya berharap dengan teknologi dan aplikasi yang modern, kerja kita semakin efektif dan efisien sehingga capaian tahun ini dapat melampaui target yang telah ditetapkan seperti tahun 2018 bahkan lebih,” pungkasnya.

Sekjend Kementerian ATR BPN  Himawan Arief Sugoto mengungkapkan bahwa program ini merupakan salah satu penerapan e-Government. Aplikasi e-Office adalah produk dari e-Government yang bertujuan untuk mendukung kegiatan administrasi perkantoran.

”Di Indonesia e-Office saat ini lebih banyak digunakan oleh kalangan swasta. Sementara di kalangan pemerintahan e-Office baru saja dikembangkan,” katanya.

Sistem manual yang selama ini dijalankan oleh Pemerintah di­anggap tidak efektif dan efisie­n karena membutuhkan wak­t­u­ dan tenaga dalam proses pen­­distribusian dokumen.

Masala­h lainnya dalam sistem manual adalah penyimpanan dokumen yang membutuhkan ba­nyak ruangan di kantor yang me­njadikan ruangan kantor me­njadi semakin sempit dan be­rantakan. Sementara itu da­lam­ hal pencarian dokumen ju­ga sulit apabila dokumen tersebut tidak disimpan dengan teratur.

Hal tersebut kata Himawan juga dialami oleh Kementerian ATR/BPN yang dengan target pendaftaran tanah sedemikian besar juga akan menghasilkan dokumen arsip pertanahan yang banyak pula sehingga diperlukan pengelolaan arsip pertanahan yang modern. (tau)

 

Manifest Generasi III segera Dimulai

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Direktorat Jenderal dan Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan segera melakukan implementasi manifest generasi III.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, langkah ini dilakukan guna percepatan arus barang. Di sisi lain, upaya ini juga merupakan modernisasi dalam perkembangan perekonomian global.

“Manifest generasi III merupakan versi paling mutakhir yang mengedepankan prinsip otomasi dan simplifikasi sejalan dengan agenda program reformasi kepabeanan dan cukai dalam rangka membangun smart customs and excise system untuk menciptakan proses bisnis yang mudah, murah, cepat, transparan, efektif dan efisien,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Adapun perubahan dari manifest III ini mengedepankan advance manifest system 24 jam sebelum kedatangan untuk sarana pengangkut laut sehingga customs clearence bisa dilakukan lebih cepat. Kemudian, penambahan non-vessel operating common carrier (NVOCC)dan penyelenggaraan pos agar pengajuan manifest dapat lebih cepat oleh masing-masing penerbit dokumen.

“Bea cukai juga menerapkan prinsip manajemen risiko perubahan manifest, di mana perubahan dapat dilakukan secara online dan tidak semua perubahan wajib mendapat persetujuan dari kepala kantor, pencantuman NPWP, serta otomasi penurutpan pos manifest,” jelasnya.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan jika penerapan manifest generasi III telah dilakukan secara bertahap yang dimulai pada 28 Desember 2017. Sampai dengan Agustus 2018, sistem ini telah diterapkan secara bertahap pada 12 kantor pabean utama di seluruh Indonesia yang meliputi 6 pelabuhan dan 7 bandara utama di mana secara statistik mewakili lebih dari 80 persen volume impor dan ekspor nasional.

“Pada 26 September 2018, sistem manifest generasi III diberlakukan di seluruh pelabuhan nasional dan bandara internasional yang diawasi oleh 104 kantor Pabean di seluruh Indonesia,” tandasnya. (JPG)

Harga Ayam Es Naik Rp 2 Ribu

0

batampos.co.id – Awal tahun 2019, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan, seperti harga ayam potong es atau beku mengalami kenaikan. Kenaikan harga ayam potong es bervariasi, tapi umumnya terjadi kenaikan sekitar Rp 2 ribu.

Misalnya di Pasar Botania I dan II, ayam potong es yang semula dijual Rp 33 ribu per kilogram (kg), saat ini dijual Rp 35 ribu per kg atau terjadi kenaikan sebesar Rp 2 ribu.

Kenaikan harga ayam potong es sendiri juga terjadi di tingkatan distributor, salah satunya distributor ayam potong es, PT Kartika Inti.

Acin, pemilik PT Kartika Inti selaku distributor ayam potong es menyebutkan, kenaikan harga ayam potong es sendiri sudah berlangsung pada awal tahun baru.

”Harga dari distributor di Jawa dan Medan sudah naik. Sebelumnya dari kami selaku distributor menjual Rp 27 ribu sampai Rp 28 ribu per kg, sekarang Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu per kg,” jelasnya, Minggu (6/1) sore.

Kendati demikian, kata Acin, soal stok ayam potong es di gudangnya aman hingga beberapa minggu ke depan.

Rika, 28, membeli ayam potong segar di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji. | Dalil Harahap/Batam Pos

Sementara itu, untuk harga daging sapi es di pasar masih tetap seperti semula atau sebelum tahun baru, yakni Rp 85 ribu hingga Rp 87 ribu per kg. Begitu juga di tingkatan distributor, harga daging sapi es juga tak mengalami kenaikan ataupun penurunan.

”Harga daging sapi beku tetap stabil, tak ada perubahan harga. Perkilogram harganya bervariasi. Seperti misalnya harga daging sapi beku yang kualitas bagus kami jual Rp 80 ribu perkilogram,” kata William, pemilik PT Batam Frozen Food selaku distributor daging sapi beku

Begitu juga harga daging sapi beku kualitas sedang, dilepas di pasaran sebesar Rp 75 ribu per kg. ”Kalau di pasar dijual Rp 85 ribu per kg, itu masih wajar dan normal,” ujarnya.

Soal stok daging sapi beku, kata William juga aman hingga dua bulan ke depan.

”Dua bulan setelah akhir tahun ini pun stok kami jamin tetap aman. Sebab, sebulan sebelumnya, beberapa distributor daging mendapatkan pasokan dalam jumlah banyak. Jadi untuk di Batam soal daging sapi, kami jamin aman,” ujarnya mengakhiri.

Sedangkan untuk harga ayam potong segar di Pasar Tos 3000 Jodoh dan Pujabahari berkisar Rp 34 ribu hingga Rp 36 ribu per kg. Harga ayam es Rp 33 ribu per kg. Begitu juga di Pasar Bengkong, ayam potong segar dijual Rp 37 ribu per kg. Sementara di sejumlah pasar tradisional di Batuaji dan Sagulung, harga ayam es juga naik Rp 2 ribu per kg, dari semula dijual Rp 33 ribu kini naik menjadi Rp 35 ribu per kg.(gas/she)

ACT: Bantuan Modal Usaha Untuk Keluarga Saeroji Penderita Gagal Ginjal

0

Apapun bentuknya, kebaikan harus selalu diupayakan. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kepri melalui program Mobile Social Rescue menengok kondisi Saeroji (48), seorang bapak yang menderita gagal ginjal. Kedatangan tim sekaligus menyerahkan bantuan usaha ternak ayam kampung rumahan untuk istrinya, Wasih (47).

Menurut laporan Tim MSR-ACT Kepri Intan Komalasari, tim sudah mendampingi Saeroji dan keluarga sejak awal November 2018 lalu. Tim melakukan pendampingan mulai dari pemeriksaan, pelaksanaan operasi, hingga sekarang pemulihan. Memberikan modal usaha adalah satu upaya tim untuk memulihkan ekonomi keluarga Saeroji.

“Pasalnya sejak sakit, Bapak Saeroji tidak lagi bekerja, sehingga mereka minim pendapatan. Istrinya, Ibu Wasih hanya bekerja sebagai tukang urut. Sebab itu, kami memberikan mereka modal usaha, jadi Ibu Wasih bisa berjualan sambil terus menjalani profesinya. Hasilnya diharapkan bisa untuk bantu pengobatan, juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Intan.

Merunut cerita dari awal pertemuan, tim mendapat informasi bahwa Saeroji menderita gagal ginjal sejak Meri 2018. Saeroji sempat melakukan cuci darah, juga mencoba pengobatan alternatif dengan harapan biayanya yang lebih murah. Namun, upayanya tidak membuahkan perubahan yang berarti, rasa sakit semakin membuat kondisi tubuhnya melemah.

“Suami malah jadi sering mengalami muntah darah, sesak napas, dan gatal-gatal. Suami juga sering pingsan,” jelas Wasih.

Besar rasa cintanya terhadap Saeroji, Wasih yang buta huruf memberanikan diri untuk mencari berbagai informasi. Kata Wasih, dirinya diberi rujukan untuk membuat Kartu Jaminan Kesehatan yang dikelola pemerintah agar memperoleh keringanan biaya ketika melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

Wasih pun membuat jaminan kesehatan itu. Setelah rampung, Wasih membawa sang Suami ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Otorita Batam. Di sana, Saeroji mendapat layanan pemeriksaan, lalu menjalani operasi sebanyak tiga kali. Operasi itu untuk memasang alat getar, berawal di leher, lalu terakhir di tangan.

“Sekarang suami harus menjalani cuci darah, dua kali seminggu di RSUD Embung Fatimah. Sayangnya biaya cuci darah tidak ditanggung jaminan kesehatan, saya sering minta ke pihak rumah sakit agar bisa membeli setengah atau seperempat dosis obat, saya tidak punya uang,” papar Wasih sedih.

Tercatat sejak mendampingi Saeroji pada pertengahan November 2018, kondisinya sempat menurun dan disarankan untuk diopname di rumah sakit karena darah tinggi. Menurut Wasih, Saeroji juga sempat sakit secara psikologis. Saeroji merasa gagal karena tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai kepala keluarga, apalagi ia memiliki satu anak yang masih sekolah.

“Pemikiran seperti itu cukup mempengaruhi kondisi fisiknya, terutama pada tensi darah yang secara drastis naik-turun. Alhasil, suami harus dirawat selama sembilan hari, dari Selasa (22/12) hingga Kamis (31/12),” kata Wasih.

Setelah segala upaya dilakukan untuk kesembuhan Saeroji, Tim MSR-ACT Kepri memilih untuk sekaligus membantu pemulihan ekonomi keluarganya. Tim memberikan bantuan berupa modal usaha ternak ayam kampung rumahan dengan harapan, hasil usahanya dapat menopang kehidupan mereka sekeluarga dalam jangka waktu yang panjang.

Saeroji dan Wasih pun menuturkan syukurnya. “Terima kasih ACT dan semua sudah membantu kami sampai saat ini. Sedikit banyak Alhamdulillah ini bisa meringankan beban kami, keluarga ini. Semoga kebaikan kalian semua dibalas setimpal bahkan lebih oleh Allah,” tutur Wasih mewakili. [*]

Pemkab Natuna Terapkan Aplikasi Tambahan Penghasilan Pegawai

0
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menunjukkan sertifikat geopark nasional.

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, tahun ini pemerintah daerah mulai menerapkan aplikasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Aplikasi tersebut merupakan upaya meningkatkan produktivitas pegawai dan bertujuan agar pendapatan pegawai berbasis kinerja.

”Aturan ini untuk mendorong pegawai lebih kreatif dan fokus dalam pelaksanaan tugas harian, mendukung tugas Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” katanya Minggu (6/1/2019).

Aplikasi tersebut katanya, menetapkan waktu produktif jam kerja pegawai yang harus dipenuhi. Akan terdapat pemotongan jika target jam produktif tidak dapat dipenuhi dengan persentase tertentu.

Ngesti juga menerangkan, bahwa dalam pelaksanaan tugas, para pejabat Eselon IV sebagai pimpinan langsung berhubungan dengan staf teknis dibawahnya, harus terus memperhatikan pergerakan pelaksanaan tugas staf, pembagian tugas dan aktivitas serta melakukan evaluasi secara berkala.

Kepada para staf teknis sambungnya, diharapkan agar tidak menunggu arahan pimpinan, karena selama ini terdapat berbagai tugas rutin dapat dilakukan secara inisiatif tanpa menunggu arahan pimpinan.

”Kreatif ini penting untuk menambah data aktivitas yang akan berhubungan dengan nilai pendapatan dan penghasilan pegawai,” jelasnya.

Kepada seluruh aparatur pemerintah daerah katanya, agar berupaya meningkatkan profesionalisme kerja dan menjaga netralitas menyongsong pelaksanaan Pemilu 2019.

Tentu sikap netralitas dari seluruh aparatur akan memberikan dampak positif bagi menjamin terciptanya hak demokrasi rakyat. Hal ini juga akan sangat berpengaruh pada mutu pelayanan.

”Peringatan keras bagi seluruh aparatur, dalam berbagai praktek politik, berdasarkan regulasi Aparatur Sipil Negara, terdapat sanksi tegas mengikat, baik berupa peringatan bahkan sampai pemberhentian,” tegas Ngesti. (arn)

KPU Bocorkan Pertanyaan, Pemaparan Visi Misi Dibatalkan

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatalkan acara pradebat yang direncanakan digelar 9 Januari. Keputusan itu diambil KPU lantaran kedua pasangan calon (paslon) tidak mencapai kesepakatan soal acara pradebat sosialisasi visi dan misi tersebut.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ingin acara itu dihadiri paslon, sedangkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf tidak sepakat. TKN tetap menginginkan kegiatan tersebut dihadiri tim kampanye saja.

Karena tidak ada kesepakatan, KPU menyerahkan keputusan kepada tim paslon masing-masing untuk mengadakan sosialisasi sendiri-sendiri tanpa difasilitasi KPU. ”Mereka bisa mengadakan sekali atau dua kali,” kata Ketua KPU Arief Budiman.

Batalnya acara pradebat membuat kecewa kubu Prabowo-Sandi. Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyatakan, seharusnya KPU tetap pada rencana awal untuk menyediakan forum penyampaian visi dan misi.

”Saya sayangkan. Sebab, ini banyak ditunggu oleh masyarakat,” ujar Sandi.

Menurut dia, masyarakat ingin mendengar langsung visi dan misi yang disampaikan paslon.

”Sebagai penyelenggara pemilu, KPU mestinya memfasilitasi,” imbuhnya.

Sandi yakin, jika kegiatan tersebut difasilitasi KPU, masyarakat akan lebih menaruh perhatian. Sebab, dua pasangan calon hadir bersamaan untuk menyampaikan visi-misi dan program masing-masing. Jika penyampaian visi dan misi dilakukan sendiri-sendiri, justru hasilnya berbeda.

”Kalau kami tidak mendapat jangkauan yang sejauh dan seefektif itu. Jangankan visi-misi kami sebagai penantang, visi-misi petahana saja mereka (masyarakat, red) enggak mengerti,” ujarnya.

Meski begitu, Sandi memastikan pihaknya tetap memaksimalkan kesempatan yang masih ada. Berikutnya, dia bersama Prabowo akan melakukan persiapan untuk menghadapi debat pada 17 Januari. ”Kami akan dapat brief full dari BPN, juga dari Bapak SBY,” ucapnya.

Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Imelda Sari, menyayangkan keputusan KPU membatalkan pemaparan visi misi itu. Menurut Imelda, KPU seharusnya mengabulkan permintaan BPN. Sebab, superstar dalam sebuah pilpres adalah calon presiden.

“Kita ini milih presiden bukan timses. Superstar itu capres dan cawapres,” terangnya, kemarin.

Tugas KPU, kata dia, adalah menjadi fasilitator agar rakyat tahu apa yang akan dilakukan para capres jika menang.

“Agar visi misi paslon diketahui rakyat. Bukan malah dibatalkan acara visi misi tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, TKN Koalisi Indonesia Kerja Jokowi-Ma’ruf tidak mempersoalkan pembatalan pradebat oleh KPU. Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya tetap melakukan sosialisasi.

Pria kelahiran Yogyakarta itu menyebutkan, yang dibatalkan hanya acara formal yang difasilitasi KPU. Sedangkan penyampaian visi dan misi kepada masyarakat tetap bisa dilakukan. ”Setiap saat akan kami sampaikan,” katanya.

Selain TKN, tim kampanye daerah (TKD) juga akan ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan, para caleg diharapkan menyampaikan visi dan misi Jokowi-Ma’ruf kepada publik.

Hasto menambahkan, saat ini pihaknya menyiapkan debat publik. Dia menegaskan, Jokowi-Ma’ruf sudah siap mengikuti agenda tersebut.

”Debat tidak menjadi persoalan karena problematika bangsa bisa dijawab Pak Jokowi,” paparnya.

Begitu juga Ma’ruf. Dia merupakan sosok ulama yang lahir dari bawah. Selalu bersentuhan dengan masyarakat dan mengetahui apa yang diinginkan rakyat. Jadi, Ma’ruf juga sangat berpengalaman dan paham betul tentang persoalan bangsa.

Setelah KPU membatalkan acara pemaparan visi-misi, muncul tagar #JKWTakutPaparkanVisiMisi di media sosial. Timses Joko Widodo-Ma’ruf Amin membantah capres dan cawapresnya itu tidak memaparkan visi misi karena takut.

“Tidak benar Pak Jokowi takut pemaparan visi dan misi,” kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily, Minggu (6/1).

Menurut Ace, dalam proses pemaparan visi dan misi, sifatnya tidak ada interaksi dan dialog dengan panelis. Sehingga pihaknya ingin proses pemaparan visi dan misi itu dilakukan dengan debat sehingga semua pihak bisa mendalami secara lebih substansial program apa yang akan dilaksanakan para kandidat Capres tersebut.

Justru dengan debat, kata Ace, timses Jokowi menilai kualitas dan penguasaan visi-misi bisa terlihat dengan baik. Pemaparan visi dan misi tidak akan hanya jadi sekadar retorika dan jargon.

Ace balas menyerang kubu Prabowo-Sandiaga dengan menyebut dokumen visi misi yang diserahkan ke KPU sangat berantakan. Prabowo-Sandiaga dianggap tidak siap dengan visi misi mereka.

“Penjabaran bersifat sangat umum dan tidak tajam baik di bagian pilar maupun program aksi. Tidak ada tawaran dan langkah konkret yang akan dilakukan,” ungkap politikus Golkar ini.

Sementara itu, cawapres Ma’ruf Amin juga menepis batalnya pemaparan visi misi ini karena pihaknya takut. Menurut dia, jumlah debat yang disiapkan KPU sudah cukup.
“Itu kan katanya terlalu apa ya, terlalu banyak” ucap Ma’ruf di Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin.

Daftar Pertanyaan Dibocorkan

Selain membatalkan penyampaian visi dan misi capres, KPU juga akan memberikan daftar pertanyaan debat pertama kepada pasangan capres-cawapres. Rencananya, daftar materi pertanyaan debat capres akan diserahkan pada 10 Januari. “Sebetulnya lebih cepat dari tanggal 10 Januari perkiraan saya. Tanggal 10 Januari itu (daftar pertanyaan) sudah diberikan paling lambat,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta, Sabtu lalu.

Daftar pertanyaan ini akan diserahkan setelah panelis menyusun pertanyaan. KPU mengupayakan daftar pertanyaan selesai lebih cepat dari jadwal.

“Para panelis ada semangat untuk bisa menyelesaikan lebih awal, kami memberikan waktu yang penting tanggal 10 Januari sudah terformula,” kata Arief.

Keputusan KPU membocorkan pertanyaan debat menuai kritik banyak kalangan. Gagasan otentik pasangan capres-cawapres akan hilang karena sudah mengetahui daftar pertanyaan. Debat hanya seperti hafalan belaka.

Hal itu diungkapkan Direktur Indonesian Legal Rountable (ILR), Erwin Natosmal Oemar, Minggu (6/1).

“Ya artinya dengan kisi-kisi itu, kita ini tidak memiliki gagasan otentik dari masing-masing paslon,” tambah Erwin.

Padahal, sambung Erwin, jika mengacu pada debat-debat capres di negara lain, gagasan otentik banyak keluar dari para kandidat.

Sehingga para panelis, kandidat lain maupun masyarakat bisa men-challenge gagasan tersebut. Hal ini seharusnya bisa menjadi catatan KPU

“Ruang orisinalitas sudah tidak ada, ini berarti KPU telah mengamputasi orisinalitas dari debat ini,” ujar Erwin.

Debat pasangan capres da cawapres bakal menjadi ilusif yang tak berguna nantinya.

“Menurut saya tidak usah ada debat, karena kalau para kandidat diberikan kisi-kisi itu jadi debat ilusif dan menurut saya itu diskusi palsu,” ungkap Erwin.

Erwin menambahkan, selain penyampaian visi-misi yang dibatalkan oleh KPU, adanya kisi-kisi itu juga semakin mengurangi makna debat dan perhelatan Pilpres saat ini.

“Ini membuat makna debat tak ada gunanya lagi. Ini kan debat akhirnya menjadi formalitas belaka,” kata Erwin. (bay/lum/c11/fim)

Imigrasi Tolak 392 WNA dan Cegah 193 WNI

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Sepanjang 2018, sebanyak 392 Warga Negara Asing (WNA) ditolak masuk Indonesia melalui daerah wilayah kerja Imigrasi Klas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Batam.

Tidak hanya itu, Imigrasi Batam juga menolak keberangkatan 193 orang WNI ke luar negeri dalam kurun waktu yang sama.

“Semua orang yang melintas (keluar masuk) ada yang boleh dan tidak boleh masuk, begitupun ada yang boleh dan tidak boleh keluar,” kata Kepala Kantor Imigrasi Klas I TPI Batam Lucky Agung, Kamis (3/1/2019).

Untuk penolakan WNA, Lucky tidak memberi alasan, termasuk dari negara mana saja mereka berasal.

Untuk WNI yang akan keluar negeri, ia mengaku karena diduga akan menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) nonprosedural.

Menurut dia, hal ini dilakukan guna keamanan yang bersangkutan, seperti terhindar dari Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO).

“Waktu saya tugas di Singapura, pernah bawa pulang jenazah, sesampai di rumah duka ternyata keluarga bilang bukan anaknya, ternyata identitas yang dipakai bukan punya yang bersangkutan (korban),” kata dia.

Ia menegaskan, yang akan keluar tidak ada yang berkaitan dengan dugaan terorisme. Berbeda dengan penangkalan yang dilakukan Imigrasi tahun lalu.

Imigrasi, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk melakukan pencegahan terjadinya TKI nonprosedural. Karenanya keberangkatan mereka sudah ditangkal sejak hendak berangkat ke luar negeri.

Bahkan, dalam pembuatan paspor baru, Imigrasi sudah bisa melakukan pencegahan, dengan menolak pembuatan buku negara itu bagi WNI yang diduga akan menjadi TNI nonprosedural.

“Ini kewajiban moral, untuk melakukan pencegahan agar orang tidak menjadi korban TPPO,” kata dia.

Sementara data pelintas melalui Batam, imigrasi Batam mencatat keberangkatan mencapai 3.317.509 orang sedangkan kedatangan mencapai.

“Bayangkan, penduduk Batam sekitar 1 juta lebih. Angka ini (pelintasan) tiga kali lipat warga Batam,” pungkasnya. (iza)