batampos.co.id – Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar mengatakan, sejauh ini pihaknya menunggu pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sebab, guna menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) diperlukan Perda RTRW.
“Kita mulainya dari RTRW. Kalau Perda RTRW sudah ada tahun ini. Maka di tahun depan kita targetkan RDTR,” ujar Suhar, Minggu (27/1/2019).
Pihaknya menargetkan, RDTR bisa diselesaikan dalam satu tahun. “Kami akan coba tidak sampai dua tahun. Tahun 2019 kami siapkan bahannya. Akhir 2019 kami masukkan ke DPRD Kota Batam, dan di 2020 kita sahkan jadi perda, dalam RPJMD 2021,” ujar Suhar.
Ketua DPRD Batam Nuryanto mengakui, ranperda RTRW tak kunjung selesai. Pembahasan pun juga belum berjalan antara Pemko dan DPRD Kota Batam.
Namun begitu, DPRD telah menjadwalkan untuk pembahasan antara Pemko dan DPRD.
“Dalam pembahasan awal nanti, DPRD akan meminta agar pembahasan dilakukan melalui Pansus,” ujar Nuryanto
Padahal kata dia, Pemko Batam sudah menyampaikan akan selesai pada 2018 lalu. Setelah itu, pihaknya bisa melakukan pembahasan rencana detail tata ruang (RDTR).
“Diperkirakan RDTR baru dibahas tahun 2019. Sebelumnya dalam Bapperda, sudah koordinasi dengan Wan Darussalam. Diundang tapi tidak datang,” sesal Nuryanto.
Untuk ranperda RTRW sendiri ia menyarankan agar tetap dibahas di pansus. Tujuannya agar lebih cepat dan transparan.
“Karena menunggu sinkronisasi dengan RTRW Kepri. Jadi agar kiranya, mengkaji di Baperda dulu. Apakah dibuat Pansus, tapi harapan kita agar lebih transparan dan konprehensif, lewat Bapemperda?,” tegasnya.
Sementara itu Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Batam Sukaryo menyebutkan, sampai sekarang Batam belum memiliki Perda RTRW. Pihaknya juga sudah beberapa kali meminta untuk dibahas. Hal ini mengingat Perda RTRW provinsi sudah lama diselesaikan. “Belum punya. Tentu gak sesimple itu prosesnya,” katanya.
Diakuinya, butuh komitmen yang kuat antara Pemko Batam dan DPRD Batam untuk menyelesaikan. Pasalnya, beberapa kali Bapemperda menjadwalkan pembahasan, namun yang hadir bukan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Batam Wan Darussalam. Melainkan perwakilan yang tidak bisa mengambil keputusan.
“Terakhir ada pak wan baru pemaparan tentang fungsi ruang
. Itu pun baru awal. Yang kami tahu, Bapemperda sudah melakukan kegiatan sebagaimana amanah pimpinan untuk membahas ranperda ini,” tegasnya.
Ia menambahkan dalam pembahasan tentu diperlukan kerjasama dari pihak Pemko seperti kehadiran penanggung jawab atas ranperda RTRW. “Ini menjadi kendala teknis jika tidak terpenuhi. Kalau kita tetap komit,” beber Sukaryo.
Disinggung apakah Ranperda RTRW diajukan kembali di 2019, Sukaryo membenarkan. Karena sesuai mekanisme ranperda yang tidak selesai di tahun berjalan dilanjutkan di tahun berikutnya.
“Komitmen dan keseriusan ini yang kita minta. Karena kalau ini dilakukan, tentu tak harus nunggu bertahun-tahun menyelesaikannya,” jelas Sukaryo. (rng)
batampos.co.id – Antisipasi kejahatan jalanan, Polsek Batuaji rutin gelar giat cipta kondisi (cipkon) di sejumlah lokasi di Batuaji. Kegiatan tersebut digelar untuk mengantisipasi tindakan kriminal, terutama warga yang membawa senjata tajam (sajam), balap liar, narkoba, dan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan roda dua untuk antisipasi 3c (curat, curas, curanmor).
“Awal tahun 2019, tingkat kriminal di Batuaji masih tinggi, untuk meminimalisir kejahatan kita gelar patroli setiap malam,” ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, Minggu (27/1/2019).
Dia mengatakan mengantisipasi hal tersebut, pihaknya menyebar anggota polisi untuk berpatroli menyisir lokasi-lokasi yang rawan tindak kejahatan. Di wilayah Batuaji sendiri, lokasi rawan terdapat di Taman Makam Pahlawan, jalan Marina City dan Seitemiang. Lokasi ini menjadi titik rawan tindak kriminal seperti penjambretan, pemerasan, pemalakan, begal maupun tindak kriminal lainnya.
“Upaya yang dilakukan dengan patroli dan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada,” katanya.
Selain patroli keliling, anggota polsek juga mengecek remaja-remaja yang sedang bermain warnet dan menggeledah sepeda motor guna mengecek apakah mereka membawa sajam atau benda-benda lain yang mencurigakan.
“Warnet yang buka hingga larut malam diimbau mengikuti aturan yang ada tentang waktu buka tutup warnet,” jelasnya
Selain itu pihaknya juga hendak mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di setiap kelurahan yang ada di Batuaji. Hal tersebut untuk meminimalisir aksi pencurian yang kerap terjadi di perumahan. (une)
batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam akan mengajukan proses hibah ke Kementrian Perdagangan (Kemendag) terkait Pasar Melayu Serumpun Seibeduk, Februari depan.
Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam Zulkarnain mengatakan pengajuan hibah diperlukan karena agar dapat dikelola PemKo Batam. Kini, pasar yang dibangun dengan dana sekitar Rp 6 miliar masih aset Kemendag.
“Prosedurnya memang harus kami usulkan dulu, usul (cepat) supaya cepat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucapnya kemarin.
Ia berharap pasca pengajuan proses peralihan atau hibah akan berjalan tanpa ada kendala.
“Mudah-mudahan tak terlalu sibuk pusat, mereka turun lalu dihibahkan, barulah kami resmikan,” papar dia.
Ia mengungkapkan, kini pihaknya tengah mempersiapkan tim seleksi pedagang. Nanti, draft ini akan dilaporkan dahulu ke Wali Kota Batam Muhammad Rudi untuk disetujui.
“Dari kami kan hanya usulan, mungkin beliau (walikota) nanti ada kebijakan lain,” imbuhnya.
Sebelumnya, Zulkarnain menjamin, seleksi pedagang akan dilakukan secara transparan dengan melibatkan kelurahan dan kecamatan setempat. Untuk diketahui, terdapat 198 lapak di pasar ini. Satu pedagang yang telah diseleksi hanya boleh menempati satu lapak dan yang akan menempati lapak benar-benar pedagang.
“Kami ingin clean and clear. Tidak ada titip menitip,” tegas dia.
Seleksi akan diperketat dengan perjanjian, jika pedagang tak kunjung menempati lapaknya paling tidak tiga hari setelha diperbolehkan berjualan, akan ditarik dan diberikan ke pedagang lain.
Ia memastikan, pihaknya akan terus mengawasi jika ada kegiatan jual beli lapak. ia mengaku, pihaknya akan melakukan tindakan. “Segera akan ditindak, pak wali ingin benar-benar pedagang yang masuk,” tambah dia.
Ia mengungkapkan, pedagang kelak hanya akan dikenakan biaya retribusi harian, untuk meja Rp 5 ribu per hari sementara kios Rp 7.500 per hari. Selain itu, tidak ada biaya lain, seperti biaya awal untuk menempati lapak tertentu.
“Enggak ada bayar-bayar yang lain, kewajiban pedagang hanya retribusi. bahkan, sebelum resmi dihibahkan Kemendag ke Pemko Batam, pedagang kami kasih free,” pungkasnya. (iza)
batampos.co.id – Kasat Sabhara Polresta Barelang Kompol Firdaus mengakui jika kejahatan jalanan selalu terjadi saat pihaknya lengah dan lebih pintar dari polisi. Untuk itu, pihaknya akan selalu mempelajari modus yang digunakan pelaku kejahatan dalam melancarkan aksinya.
“Dari kejadian yang terjadi selama ini, baik pencurian dengan kekerasan atau pencurian dengan pemberatan yang terangkum di Polresta maupun Polsek tetap akan kita pelajari,” kata Firdaus.
Dijelaskan Firdaus, dari laporan yang diterima di Polresta maupun di Polsek, dirinya bisa mengarahkan tim patroli siang maupun tim patroli malamnya agar lebih efektif dalam menangkal aksi kejahatan jalanan. Untuk upaya pencegahan, Firdaus juga akan siap menambah intensitas patroli anggotanya.
“Kita melihat dari tren kejahatan yang terjadi, memang para pelaku kejahatan ini kadang-kadang lebih pintar dari Polisi. Ketika saat kita lengah mereka beraksi, pada saat kita patroli merek sengaja diam,” tuturnya.
Menurut Firdaus, kawasan yang saat ini rawan menjadi kejahatan jalanan di daerah Temiang dan juga di jalan Hang Tuah dari depan perumahan Odessa sampai ke Simpang Bandara. Selain itu, jalan dari Simpang Base Camp sampai Muka Kuning juga dikatakan sebagai lokasi yang rawan dengan kejahatan jalanan.
“Kami Sat Sabhara Polresta Barelang sudah gencar melakukan patroli di dua tempat tersebut, cuma tidak mungkin kami standby 24 jam disana. Jadi, sebelum kejadian, kita pelajari dulu laporan-laporan yang ada,” bebernya.
Ia menambahkan, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk segera membuat laporan kepada pihak kepolisian jika menjadi korban kejahatan jalanan. Sebab, dengan cepatnya diterima laporan dari masyarakat bisa memudahkan anggota Sabhara melakukan pengejaran terhadap pelaku kejahatan jalanan tersebut.
“Terkadang korban lambat memberikan laporan, kejadian hari ini satu sampai dua hari baru melapor. Dalam setiap kejadian, jika cepat dilaporkan, maka pencarian juga akan cepat kita lakukan. Kalau satu sampai dua hari baru dilaporkan, kita pun sulit untuk mencari dan melacak keberadaan pelaku,” imbuhnya. (egi)
batampos.co.id – Dua pekan belakangan ini polsek Batuaji tangani dua kasus pencabulan dengan total enam korban anak gadis di bawa umur. Pelaku adalah orang terdekat yakni tetangga dan juga ayah tiri.
Menanggapi kejadian itu, Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe kembali mengingatkan para orangtua untuk lebih ketat lagi mengawasi dan melindungi anak masing-masing.
“Selalu ketat mengawasi aktifitas anak. Jangan mudah percaya sama orang lain termasuk orang terdekat sekalipun,” ujar Dalimunthe.
Selain itu orangtuanya juga harus bisa membatasi waktu bermain anak-anak termasuk penggunaan gedge atau internet lainnya.
“Kemajuan teknologi ini tidak semuanya bagus. Banyak juga hal negatif makanya orangtua harus bisa membatasi dan mengawasi itu,” tambahnya.
Senada disampaikan komisioner KPPAD Kepri Erry Syahrial. Kebebasan berlebihan yang diberikan bukan sebuah bentuk kasih sayang atau perhatian. Itu justru menjerumuskan anak ke hal-hal yang negatif.
“Anak bisa jadi korban atau pelaku kejahatan. Peran aktif orangtua sangat dibutuhkan. Anak jangan dibiarkan keliaran sampai larut malam atau diberi kebebasan berkendaraan sendiri. Itu sangat berbahaya,” ujar Erry.
Imbauan dan peringatan ini sudah sering kali disampaikan namun anak sebagai korban atau pelaku kejahatan tetap berjatuhan. Dua pekan belakangan ini warga Batuaji dihebohkan dengan dua kasus pencabulan yang melibatkan enam anak gadia dibawa umur sebagai korban. Tiga gadis berusia 6,7 dan 9 tahun di Tanjunguncang dicabuli Efran tetangganya. Selang beberap hari kemudian terkuak kejadian serupa. Tiga kakak beradik di kelurahan Bukit Tempayang dicabuli oleh ayah tiri mereka.
Dua kasus ini jadi fokus perhatian kepolisian Batuaji. Polisi bertekad akan proses sampai tuntas atas perbuatan bejad kedua pelaku itu. Mereka masing-masing dijerat pasal 82 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Efran dan ayah tiri tiga korban lain kini sama-sama mendekam di sel tahanan mapolsek Batuaji. (eja)
batampos.co.id – Saat ini kondisi perairan Kepri berada di puncak musim Utara. Kecepatan angin dan gelombang laut mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Saat ini kecepatan angin mencapai angka 40 km/jam. Angka itu sudah berada di atas rata-rata kondisi normal. Sehingga cukup mempengaruhi aktivitas masyarakat. Baik di darat maupu di perairan.
Normalnya, kecepatan angin di Kepri di bawah 36 km/jam.
Meski demikian, kondisi ini belum berada di tingkat ekstrem. Kota Batam sebelumnya pernah terjadi angin kencang dengan kecepatan 50-60 km/jam.
“Ini belum termasuk yang terkencang. Tapi tetap waspada karena juga membahayakan,” kata Prakirawan Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Klas I Hang Nadim Batam Nizam Mawardi, Senin (28/1/2019).
Angin yang bertiup kencang cukup mengganggu aktivitas pengendara sepeda motor. Khususnya yang melintas di kawasan Utara Batam seperti di Kecamatan Bulang dan Galang. Pengendara motor terpaksa harus memperlambat laju kendaraannya karena tiupan angin bisa mempengaruhi stabilitas kendaraan.
Sementara untuk kawasan perairan, hampir semua daerah di Kepri terkena imbas musim Utara. Yakni terjadinya peningkatan tinggi gelombang. Rata-rata tinggi gelombang yang terjadi dua kali lipat dari kondisi normal.
Untuk kawasan perairan Kabupaten Natuna, kini tinggi gelombang mencapai 4 meter. Padahal dalam kondisi normal hanya berada diangka 2 meter. Demikian pula dengan kawasan Kabupaten Anambas dengan ketinggian gelombang mencapai 3,5 meter. Lalu di perairan Kabupaten Lingga mencapai 2 meter, dan Kabupaten Bintan serta Kota Tanjungpinang mencapai angka 2,5 meter.
Untuk Kota Batam dan Kabupaten Karimun, kondisi perairan masih kondusif. Ketinggian gelombang laut di bawah satu meter. Namul hal tersebut bukan berarti aman. Sebab kecepatan angin bisa mempengaruhi kondisi perairan.
“Untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan diimbau agar waspada terhadap angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah perairan Bintan,
Lingga, Natuna dan Anambas,” imbau Nizam.
Kemudian kondisi cuaca, secara umum diperkirakan cerah berawan hingga berawan. Namun masih ada potensi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang. Ini karena kelembapan udara yang cukup tinggi mendukung pertumbuhan awan-awan di wilayah Kepri. Tapi angin yang bertiup kencang di atmosfer lapisan atas menyebabkan awan yang terbentuk menjadi lebih sedikit. (bbi/jpc)
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Erizal Abdullah mengatakan pasangan yang hendak menikah wajib melapor dan mendaftar minimal 10 hari sebelum hari pernikahan ke Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.
Pendaftaran juga bisa dilakukan melalui sistem online di website KUA setempat bagi pasangan yang beda kota.
Setelah mendaftar, pasangan tersebut wajib melengkapi administrasi yang ada, seperti
Surat keterangan untuk nikah
Surat keterangan asal-asul
Surat persetujuan mempelai
Surat keterangan tentang orang tua
Mengajukan surat pemberitahuan kehendak nikah di PPN setempat
Bukti imunisasi TT (Tetanus Toxoid) I bagi calon pengantin wanita, kartu imunisasi, dan imunisasi TT II dari puskesmas setempat
Membayar Rp. 30.000 untuk biaya pencatatan nikah
Surat izin pengadilan kalau kamu tidak diizinkan oleh orangtua/wali
Pas foto ukuran 3 x 2 sebanyak 3 lembar
Dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum berumur 19 tahun dan bagi calon istri yang belum berumur 16 tahun
Surat izin atasan bagi kamu yang termasuk anggota TNI/POLRI
Untuk yang mau berpoligami, perlu izin terlebih dahulu ke pengadilan
Akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak/buku pendaftaran cerai bagi kamu yang sempat cerai dengan pasangan sebelumnya saat undang-undang nomor 7 tahun 1989 belum berlaku
Untuk janda/duda, perlu untuk menyiapkan surat keterangan kematian suami/istri
Ketika tahap lapor telah selesai, maka tiga hari sebelum tanggal pernikahan, pasangam ke KUA serta membawa dokumen asli untuk diberikan kepada petugas. Setelah semua administasi lengkap, pasangan tersebut akan dibimbing bagaimana cara dan tahapan ijab kabul.
Untuk biaya nikah berdasarkan Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang berlaku di Departemen Agama, menikah di KUA tidak dipungut biaya alias gratis. Ketentuan ini sudah berlaku sejak tahun 2016 lalu.
“Kecuali diluar kantor dan jam kerja mereka bayar PNBP Rp 600 ribu,” tuturnya.
batampos.co.id – Kota Batam sejak lima tahun terakhir, dilihat dari segi infrastruktur yang perkembangannya cukup signifikan, telah mempunyai modal untuk mengembangkan sektor pariwisatanya. Sebut saja, infrastruktur jalan yang semakin baik, dan sudah dilengkapi dengan plang penunjuk arah dan nama-nama jalan. Bagi wisman ini sangat penting. Tapi apakah itu cukup?
Pemilik Tur Wisata online Batam Jalan Rame-Rame, Chotijah, mengatakan pariwisata Batam perlu dikembangkan dan diperbanyak lagi.
“Tak perlu membangun objek wisata baru, cukup poles dan kembangkan potensi wisata yang sudah ada saja dulu. Itu dulu diselesaikan,” ujarnya, Rabu ( 23/1/2019) lalu.
Menurut gadis kelahiran Batam, 28 tahun lalu ini, Batam memiliki begitu banyak potensi wisata yang dapat digali dan dikembangkan menjadi tempat wisata yang menarik.
“Batam itu sebenarnya sangat menjual untuk dunia pariwisata selain wisata belanja. Wisata alamnya, wisata budayanya, bahkan kulinernya pun sangat menjanjikan,” ujarnya.
Ada beberapa destinasi wisata di Batam. Sebut saja, Jembatan Barelang, Patung Dewi Kwan Im di KTM Resort Sekupang, wisata belanja Nagoya, Pulau Abang sebagai tempat wisata bahari, Welcome to Batam di Bukit Clara, hingga wisata kuliner di Tanjungpiayu dan kawasan Tiban dan Barelang. Terbaru, hadirnya Pasar Mangrove di Desa Wisata Kampung Terih di Nongsa yang pada 2018 lalu dinobatkan sebagai destinasi wisata digital terbaik di Indonesia.
Dinas Pariwisata Batam mencatat, ada 19 objek wisata pantai, lima kawasan wisata, enam objek wisata jembatan, 14 sarana wisata pelabuhan dan bandara, 35 sarana wisata olahraga, 15 objek wisata religius, 21 objek wisata belanja, dan 118 objek wisata kuliner.
“Nah, banyak sebenarnya potensi yang bisa dimanfaatkan. Tapi dengan data itu, apakah itu semua dijual lewat paket wisata yang sinkron? Nggak kan? Kebanyakan dijalankan perseorangan, swasta. Pemerintah kurang serius menggarap,” terangnya.
Taman rusa
Menurutnya, selama ini pemerintah terlalu fokus pada angka jumlah kunjungan wisata yang masuk dan kurang fokus pada perbaikan lokasi-lokasi wisata yang sudah ada, minimnya pengelolaan kalender event tahunan, serta kurangnya pemberdayaan masyarakat sekitar sebagai bagian dari kelompok sadar wisata, dan tidak maksimal dalam hal relasi terhadap kelompok pelaku industri pariwisata.
Akibatnya, proses mendatangkan turis-turis ke objek wisata Batam ini, banyak warga, jadinya fokus perseorangan menjual paket-paket wisatanya. Umumnya dilakukan oleh orang-orang muda, atau kelompok milenial yang hobi jalan-jalan dan pintar membaca peluang.
Menurutnya, berangkat dari hobi jalan-jalan ke berbagai kawasan di Indonesia dan juga puluhan negara, Chotijah mendirikan Jalan Rame-Rame, biro perjalanan yang bergerak secara online dengan virtual office di kawasan Batam Kota. Dalam menjual paket wisata Batam, kerap kali ia bingung ketika kliennya menanyakan seputar paket wisata program pemerintah yang bisa dikunjungi di Batam.
“Sebenarnya paket-paket yang dijual untuk wisata Batam itu sangat minim. Padahal harusnya bisa banyak. Kita bisa buat sendiri, tapi kan itu program pribadi, bukan program bersama dengan agen tur yang lain dengan sepengetahuan pemerintah,” ujarnya.
Liburan empat hari di Batam, kerap membuatnya bingung dalam mengenalkan wisata Batam kepada para tamunya.
Fisherism, Tanjungriau. Lokasi ini dilengkapi tempat wisata foto, tanaman hydroponik. Lokasi ini terbuka untuk umum dan pelajar untuk belajar tanaman hydroponik dan lain sebagianya F Dalil Harahap/Batam Pos
“Dalam dua hari, kita sudah puas banget mengeksplorasi objek-objek wisata di Batam itu. Satu hari ke Pulau Abang, satu hari keliling kota termasuk kawasan Camp Vietnam, dan Barelang, wisata Pantai Ocarina. Sudah selesai. Hari selanjutnya? Terpaksa kami setting ke Malaysia atau Singapura jadinya,” ungkapnya.
Padahal, menurutnya, banyak destinasi-destinasi yang menarik di kota ini yang bisa dieksplor lagi. Kawasan mangrove yang tumbuh secara alami di beberapa kecamatan misalnya, masih tidak dimanfaatkan pemerintah. Sebab, wisatawan Jepang dan wisman lainnya sangat menyukai eksplorasi mangrove di pulau ini. Demikian halnya dengan island hopping ke pulau-pulau kecil di sekelilingnya.
“Sebenarnya tak hanya itu. Banyak yang masih potensial banget untuk dijadikan objek wisata, cuma masih belum diseriusin pemerintah,” jelasnya.
***
Berdasarkan pengalaman Batam Pos mengunjungi beberapa negara di Asia Tenggara, sebenarnya, untuk kondisi infrastruktur di beberapa objek wisatanya tidak jauh berbeda dengan Batam. Misalnya, saat mengunjungi Siem Reap, Kamboja, Oktober 2018 lalu.
Provinsi ini memiliki objek wisata terkenal, Angkor Wat atau Kota Candi. Terkenal menjadi objek wisata yang mendunia setelah dijadikan sebagai lokasi pembuatan film Tomb Rider yang dibintangi Angelina Jolie, dan kini menjadi salah satu satu UNESCO Heritage oleh PBB.
Dari pusat Kota Siemreap, jarak tempuh ke Angkor Wat ini sekitar 60 menit menggunakan tuktuk (becak khas Kamboja, red). Untuk memasuki kawasan Small Circle Angkor Wat, setiap pengunjung wajib membayar tiket 37 dolar AS untuk satu hari, atau 67 dolar AS untuk paket dua dan tiga hari, serta 72 dolar AS untuk paket tujuh hari. Khusus penjualan tiket ini tidak dijual secara online. Dipusatkan di satu tempat saja, yakni di kantor Angkor Conservation Ticket Area di Kota Siemreap.
Harga itu untuk tiket masuk saja, belum lagi untuk rental mobil atau tuktuk. Untuk tuktuk, dikenakan biaya 15 dolar AS per hari, belum termasuk biaya makan pengemudi. Masing-masing pengemudi tuktuk ini adalah warga lokal yang diberdayakan pemerintah.
Umumnya, mereka sudah paham percakapan Bahasa Inggris dasar, atau Bahasa Melayu karena sering membawa wisatawan dari Malaysia dan Indonesia.
Tak cukup di situ saja. Selama memasuki kawasan candi, misalkan kawasan Angkor Wat atau di kawasan Bayon Temple yang jaraknya lumayan jauh, Departemen Pariwisata Siemreap menempatkan para pegawainya menjadi tur guide. Tak tanggung-tanggung, mereka adalah tur guide berlisensi dari Kerajaan Kamboja.
Mereka dibagi dalam beberapa kelompok. Ada tur guide khusus berbahasa Prancis untuk melayani turis dari Prancis, tur guide berbahasa Madnarin untuk melayani turis dari Tiongkok, dan tur guide berbahasa Inggris untuk turis umum. Bagi para turis yang ingin didampingi tur guide, bisa membayarnya mulai dari 15 sampai 100 dolar AS. Tergantung lama waktu yang dipilih.
Pemerintah Kerajaan Kamboja cukup serius dalam bidang pariwisata ini. Namun bagaimana dengan akses di sana? Akses di lokasi wisata sangat bagus. Namun untuk masuk ke kawasan candi-candinya di tengah hutan, akses dibiarkan natural. Jalan tanah tapi bersih.
Di antara jalan-jalan itu, warga lokal menjajakan jualannya, seperti sutra, lukisan, tempelan kulkas, dan hasil kerajinan warga lokal. Kios mereka tidak modern. Hanya bedeng dengan terpal atau seng terbuka.
Sementara di pusat kota, tersedia Siemreap Night Market di Pub Street. Setiap malam, satu titik kawasan jalan itu ditutup untuk transportasi. Kawasan pub-pub terkelompok di sana, demikian juga para warga lokal yang menjajakan aneka menu makanan dan minuman di gerobak-gerobak berkumpul di sana. Tiap malam, kawasan itu menjadi pusat kuliner yang dipadati para turis.
Mengenai akses jalan, Siemrap masih menggunakan aspal mentah, dan kondisinya berdebu. Namun, tetap saja disukai turis. Promosi wisata dengan menjual keunikan 3A yakni Akses, Amenitas, dan Atraksi menjadi alasannya.
Demikian halnya Vietnam. Negara yang bisa diakses lewat jalur darat selama lima jam dari pusat Kota Pnom Penh di Kamboja ini, perkembangan pelayanan pariwisatanya sangat pesat sejak lima tahun terakhir.
Awal November 2018 lalu, Kota Ho Chi Minh sudah sangat berubah dibanding saat wartawan koran ini berkunjung ke sana pada Oktober 2013 lalu. Hampir 80 persen pusat atraksi turis dan fasilitas umum di Distrik 1,2, dan 3 kini dilengkapi jaringan nirkabel Wi-Fi tanpa Password. Siapa pun bebas mengaksesnya.
Tak hanya itu, sejumlah toilet umum dengan fasilitas baik tersedia di beberapa titik. Seperti di kawasan Pham Ngu Lao Ward, City Hall Palace, dan beberapa tempat lainnya. Disediakan gratis bagi siapa saja, dan sangat dirawat bersih. Masuk ke dalamnya saja, setiap pengunjung wajib membuka sepatu dan staf penjaga toilet menyediakan sandal khusus yang tertata rapi di rak sebelah kanan pintu masuk.
Infrastruktur jalan sedang proses pembangunan besar-besaran. Demikian halnya akses LRT dan MRT yang tengah dibangun di sana untuk menghubungkan tempat-tempat wisata seperti misalnya dari Saigon Centre menuju pasar tradisional yang kini menjadi pasar wisata terkenal di Ho Chi Minh, Benh Thanh Market. Meski proses pembangunan berlangsung, tapi tidak mengganggu aksesibilitas. Di antara lokasi pembangunan jalan itu, disediakan pedestrian untuk turis dan warga lokal.
Perlahan tapi pasti, mengenai kesemrawutan lalu lintas di sana, kini para pejalan kaki lebih dihargai. Disediakan tombol khusus untuk menghentikan kendaraan di tiap persimpangan lampu merah, layaknya di Singapura. Itu baru satu kawasan saja, Ho Chi Minh.
Di kota itu, para mahasiswa atau pelajar diberdayakan pemerintah. Sebagai bagian dari memajukan pariwisata Vietnam, dalam memanfaatkan waktu luangnya dari sekolah, mereka akan bergerombol di berbagai objek-objek wisata dan menawarkan diri menemani para turis untuk mengunjungi objek wisata lainnya dan menjelaskan apa makna atau sejarah di balik objek wisata tersebut. Tanpa dibayar .
“Sebagai wujud sosial kami kepada negara, dan rasa terimakasih kami kepada para turis yang berkunjung, membuat negara kami semakin dikenal di luar sana,” ujar Pham, perempuan yang masih kuliah tingkat satu di Jurusan Ekonomi, saat ditemui di kawasan wisata Kantor Pos Ho Chi Minh.
Mengenai paket wisata, Vietnam sangat cekatan dalam menjual paket wisata pedesaannya di masing-masing provinsinya. Mereka menjual kehidupan warga lokal sehari-sehari kepada turis dengan harga terjangkau. Misalnya, paket wisata Telusur Sungai Mekong di Desa Cai Be, Provinsi Tien Giang.
Sementara itu, dunia pariwisata Thailand sangat jauh lebih berkembang dibanding Indonesia karena pengelolaan pemerintahannya melalui Tourism Authority of Thailand (TAT) kepada masyarakatnya sangat baik. Bersamaan dengan pengembangan objek wisata, pemerintahannya juga turut membangun kelompok sadar wisata di tiap-tiap objek wisatanya, serta mengajak warga lokal membuka bisnis penginapan, kerajinan dan kuliner dengan perizinan yang sangat mudah.
Mengeksplorasi potensi pariwisata kawasan menjadi ladang pendapatan untuk negeri pun dilakukan. Hampir semua kalender event Thailand selalu menjadi pusat perhatian dunia.
Sebut saja, Festival Songkran. Merupakan tahun baru penanggalan Thailand yang tahun ini jatuh pada 13-15 April mendatang. Perayaan ini merupakan pesta air yang melibatkan seluruh warga dan wisman yang berkunjung. Diadakan setiap tahun di seluruh penjuru Negeri Thailand. Ini menjadi kalender event tahunan Thailand, selain festival Bunga Teratai atau Lay Khratong setiap akhir Oktober-Awal November setiap tahunannya. Thailand berhasil mengelola event ini dan mendatangkan jutaan turis dalam setiap perayaannya.
“Ini yang tidak kita punyai. Sinergi antara pemerintah dan pengelola wisata, juga terhadap pelaku bisnis pariwisata seperti yang sudah berjalan di Vietnam, Kamboja, dan Thailand. Di sini masih cenderung bekerja sendiri-sendiri. Pun kalau ada pembahasan, diadakan di hotel, tapi tak menjangkau seluruh kalangan. Tidak maksimal,” ujar Pengelola Kawasan Wisata Bahari Pulau Abang, Ledi Seman di Batuaji, Selasa (22/1) lalu.
Ledi menyebutkan, untuk mengembangkan pariwisata suatu kawasan, tak bisa kalau hanya berdiri sendiri. Melainkan harus dikerjakan bersama-sama.
Dalam hal pengelolaan kawasan wisata Pulau Abang, misalnya. Ia menyebutkan, dukungan Pemerintah Kota Batam dalam pengembangannya hanya membangun empat homestay di sana. Untuk fasilitas, ia isi sendiri dengan hasil penjualan paket wisata kepada para pengunjung.
“Hanya itu saja. Tapi memang pun kalau ada yang menginap di sana, hasil dari homestay itu tidak pernah disetor ke Dinas Pariwisata,” ungkapnya.
Ledi merupakan pelopor pembuka paket wisata bawah laut di Pulau Abang sejak 2005 lalu. Lahir dan tumbuh di sana, ia pun punya kerinduan mengembangkan tanah kelahirannya tersebut supaya lebih dikenal dunia luar. Aksesnya pun kini semakin mudah lewat paket perjalanan yang ia tawarkan.
***
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardi Winata mengungkapkan, penyusunan paket wisata Batam dan homestay menjadi program utamanya di 2019 ini. Pihaknya akan menggelar pelatihan homestay. Sementara diadakan di tiga kawasan, yakni Nongsa, Belakangpadang, dan Tanjunguma.
“Akan kami survei dulu, warga di sana kami latih menyediakan satu kamar untuk turis di rumahnya. Nah, ketika dia menginap di sana, dia bisa menikmati kehidupan sehari-hari warga lokal,” ujar Ardi ketika ditemui di kantornya di Batam Kota, Rabu (23/1) lalu.
Mengenai penyusunan paket wisata Batam, pemerintah masih dalam upaya penataan dan akan bekerja sama dengan seluruh agen perjalanan yang terdaftar. Usai penataan akan dibuat paket wajib.
“Sebenarnya, selama ini banyak agen travel yang buat paket wisata Batam, tapi tak terkoordinasi dengan baik. Nah makanya mulai tahun ini, wajib semua harus bawa satu, dikenalkan ke kita (Disbudpar, red),” jelasnya.
Ia mengakui, dalam hal pengelolaan pariwisata di Batam, masih banyak kekurangan dan butuh banyak pembenahan.
“Pengembangan objek wisata selama ini terkendala di lahan. Tapi ini akan kami perbaiki dan urus secara perlahan-lahan,” ungkapnya. Disbudpar Batam menganggarkan Rp 7,3 miliar khusus untuk dana pembangunan dan pengembangan potensi pariwisata.
foto: batampos.co.id / dalil harahap
Pada 2018, Batam berhasil mencapai target 1,8 juta kunjungan turis mancanegara. Pada 2019 ini, target meningkat menjadi 2,4 juta kunjungan wisman.
“Kami optimistis tercapai. Mengapa? Karena dilihat dari tren kunjungan lima tahun terakhir, selalu terjadi peningkatan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Disbudpar Kota Batam juga akan membenahi Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi (3A). Untuk atraksi ada 114 kalender event yang sudah disiapkan.
Sementara itu, selain Pemko Batam, BP Batam juga kini mengembangkan distinasi kawasan wisata. Salah satunya Agromarina di Sekupang. Berikutnya adalah pengembangan Kawasan Tanjungriau Fisherism dengan luas mencapai 3,93 hektare terdiri dari 2,23 hektare lahan di laut dan 1,7 hektare lahan di darat. Dan terakhir mengembangkan Camp Vietnam di Galang. Luas Camp Vietnam mencapai 80 hektare. (cha/leo))
batampos.co.id – Meski telah mendeklarasikan diri mendukung Jokowi-Ma’ruf, Partai Bulan Bintang (PBB) rupanya masih terlilit sejumlah masalah terkait sejumlah calon legislatifnya yang justru mendukung paslon rivalnya. Terakhir, 80 caleg PBB ‘Poros Makkah’ mendeklarasikan diri mendukung Prabowo-Sandi
Menanggapi polemik ini, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra (YIM) mengaku, pihaknya tidak ada masalah dengan aksi sejumlah calegnya yang mendukung Prabowo-Sandi. Akan tetapi, partainya telah sepakat untuk mendukung pencalonan paslon petahana.
“Kewenangan memutuskan dukungan paslon capres itu adalah kewenangan DPP PBB, bukan kewenangan para caleg. Siapa yang menjadi caleg itu juga diputuskan oleh PBB sebagai organisasi sesuai tingkatannya. DPR RI diputuskan oleh DPP, DPRD Provinsi diputuskan DPW dan DPRD Kabupaten dan Kota diputuskan oleh DPC PBB,” kata Yusril dalam keterangannya, Minggu (27/1/2019).
Yusril juga memastikan, selama ini tidak ada istilah poros Makkah sebagaimana yang telah dideklarasikan oleh 80 caleg yang dipimpin oleh Ketua Majelis Syuro PBB MS Ka’ban tersebut. Begitu pula dengan nama relawan lainnya yang telah mendukung Prabowo-Sandi.
“Jadi tidak ada caleg PBB Poros Makkah atau Poros Madinah, Bahkan, tidak ada juga caleg Pass Lantang, karena bukan mereka yang memutuskan seseorang itu menjadi caleg,” katanya.
Berdasarkan data yang dipaparkan Yusril, caleg yang mendeklarasikan diri kepada pasangan calon 02 hanya berjumlah 80 dari 15.000 caleg yang didaftarkan oleh PBB. Mereka tersebar di seluruh Indonesia dan berasal berbagai tingkatan, baik provinsi maupun kabupaten/kota.
Rinciannya, caleg dari Sumatera Utara, dari 668 caleg, ada sekitar 23 orang deklarasi dukung Prabowo-Sandi. Di Sumatera Barat dari 30 dari 536 caleg yang membelot. Terakhir DKI Jakarta, dari 140 caleg, ada sekitar 26 orang yang mendukung paslon rivalnya.
“DPP PBB mengetahui persis jumlah para caleg itu dan mempunyai data lengkap tentang mereka,” tuturnya.
Atas dasar itu semua, Yusril menegaskan, keputusan dukungan politik yang dijatuhkan kepada Jokowi-Ma’ruf bukanlah merupakan keputusan pribadi. Melainkan telah melalui keputusan mayoritas dalam rapat pleno DPP PBB tanggal 19 Januari 2019 lalu.
Dalam rapat pleno, PBB menugaskan kepada Ketua Majelis Syuro MS Kaban, Ketua Umum DPP Yusril Ihza Mahendra dan Ketua Mahkamah Partai Yasin Ardi untuk merumuskan kalimat dukungan politis ke Jokowi-Ma’ruf. Hasilnya, ditandatangani sebagai keputusan rapat pleno yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PBB Eddy Wahyudin selaku Pimpinan Rapat Pleno.
Selanjutnya, hasil rumusan yang dituangkan dalam Keputusan Rapat Pleno itu kemudian dituangkan lagi dalam Surat Keputusan DPP PBB yang ditandatangani oleh Ketum Yusril Ihza Mahendra dan Sekjen PBB Afriansyah Noor. Atas dasar itu, keputusan ini telah melalui diskusi bersama.
“Jadi proses pengambilan keputusan telah dilakukan secara demokratis dan sesuai dengan mekanisme partai sebagaimana diatur dalam AD dan ART PBB,” ucapnya.
Meskipun telah memutuskan memberikan dukungan resmi kepada Jokowi-Ma’ruf, Yusril bilang, PBB tetap menghargai dan menghormati apabila ada fungsionaris dan anggota partai yang berbeda pilihan dan dukungan. Namun, ekspresi dari pilihan dan dukungan itu harus dilakukan secara pribadi-pribadi dan tidak melibatkan institusi partai.
“DPP PBB juga mengajak segenap fungsionaris, anggota dan simpatisannya untuk saling hormat-menghormati kalau ada perbedaan pendapat di dalam partai. Dalam partai demokratis, perbedaan akan selalu ada. Namun perbedaan itu tidak boleh dilakukan dengan saling menyerang dan menjatuhkan. Semangat ukhuwwah Islamiyyah tetap harus dijunjung tinggi,” pungkasnya. (jpc/jpg)
batampos.co.id – Hari ini, Senin (28/1) Batam Pos-HSBL IV 2019 untuk sektor putri sudah memasuki babak perempat final. Hanya saja, masih menyisahkan satu pertandingan lagi untuk babak penyisihan, yakni antara SMA Yos Sudarso melawan SMAN 1.
Baik SMAN 1 maupun SMA Yos Sudarso masih memiliki peluang untuk melaju ke babak selanjutnya. Peluang terbesar tentu saja dimiliki SMA Yos Sudarso yang mengalahkan SMAN 14 di laga hari ketiga Batam Pos-HSBL IV 2019, Minggu (27/1).
Menang di laga perdana belum tentu bisa meraih kemenangan di laga selanjutnya. Ini dialami tim SMAN 14 yang di laga sebelumnya berhasil menang atas SMAN 1.
Saat menghadapi SMA Yos Sudarso di laga kedua, SMAN 14 seperti kehilangan taji. Tak satu pun poin bisa mereka dapatkan dalam laga itu. Di kuarter pertama SMA Yos Sudarso menang dengan skor 0-15. Sementara di kuarter kedua SMA Yos Sudarso menang dengan skor 0-32.
Kebingungan dengan pola permainan SMA Yos Sudarso, makin membuat defend SMAN 14 berantakan. Kuarter ketiga ditutup dengan skor 0-57. Dan kuarter keempat ditutup dengan skor 0-71.
Pelatih SMAN 14 Septi Mora berharap anak asuhnya bisa meraih tiket lolos ke babak selanjutnya. Tetapi dengan hanya mencatatkan satu kali kemenangan dirinya belum yakin anak asuhnya bisa lolos dari fase grup. ”Belum tahu apakah bisa lolos dari fase grup. Apalagi kami hanya mencatatkan satu kali kemenangan,” keluhnya.
Sedangkan asisten pelatih SMA Yos Sudarso Santi mengatakan kunci keberhasilan timnya memenangkan pertandingan ini adalah pada defend yang bagus. ”Jangan sampai kebobolan. Lebih baik cetak poin sedikit tapi tak kebobolan dibanding menang besar tapi juga kebobolan banyak,” tegasnya.
Sementara itu, tim putri SMA Maha Bodhi berhasil mengalahkan SMA Maitreya B dengan skor 5-41, sekaligus mengantarkannya juara pool J. Sedangkan runner-up grup J diduduki SMAN 17, sedangkan SMA Maitreyawira B menduduki posisi juru kunci. Di pool K, juara grup diraih SMA Ananda, serta posisi runner-up direbut SMA Maitreyawira A.(yan)