Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11622

Gas Elpiji 3 Kg Langka, Premium Kosong di SPBU

0

batampos.co.id – Warga Batam masih sulit mendapatkan gas elpiji 3 kilogram (kg). Bahkan kelangkaan gas yang menggunakan tabung mirip melon tersebut, hampir terjadi di seluruh wilayah Kota Batam. Tidak hanya gas elpiji 3 kg, masyarakat juga sulit mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Di sejumlah Stasium Pengisihan Bahan Bakar Umum (SPBU) stok premium kosong.

Dalam sepekan ini, ketersediaan gas bersubsidi ini di sejumlah pangkalan hanya mampu bertahan beberapa jam. Begitu pengantaran dari agen atau distributor di pang-kalan, langsung diserbu warga. Seperti yang terlihat di pangkalan resmi di kawasan Bengkong, Rabu (23/1/2019).

Gas yang diantar Selasa (22/1) sore, malamnya sudah ludes.

Pemilik pangkalan yang enggan namanya disebutkan mengatakan, begitu pengantaran dari agen di-drop langsung diserbu warga. Jumlahnya berkisar 50 tabung gas sekali pengantaran.

”Baru datang langsung banyak yang beli. Nanti pengiriman lagi hari Kamis atau Jumat,” ujarnya.

Kondisi yang yang sama juga terlihat di pangkalan resmi di Bengkong Swadeby, Bengkong Indah, dan Bengkong Harapan. Gas yang diantar agen sehari sebelumnya juga langsung diserbu warga. Sehingga hanya bertahan beberapa jam, stok gas elpiji 3 kg langsung habis.

Mulia, warga Bengkong Indah mengatakan, ketersediaan gas di Bengkong sejak beberapa bulan belakangan agak susah. Ia menduga karena tingginya permintaan, apalagi banyak pedagang makanan di kawasan Bengkong.

Lorensius membeli gas 3 kilogram di sebuah pangkalan di Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (23/1/2019).
foto: batampos.co.id / dalil harahap

”Saya sudah antisipasi dengan punya tiga tabung. Jadi ada stok saat gas langka,” tuturnya.

Menurut dia, banyak dari tetangganya yang harus rela menggeluarkan uang lebih untuk membeli gas bersubsidi tersebut. Harga lebih itu didapat dari pedagang eceran.

”Kata-nya ada yang sampai Rp 23 ribu, ada yang Rp 22 ribu dan paling murah Rp 20 ribu. Kalau di pangkalan resmi kan cuma Rp 18 ribu per tabung,” ungkapnya.

Pengawasan Pemerintah Lemah

Sementara itu, warga di wilayah Sagulung juga sulit mendapatkan gas 3 kg. Tengku Iskandar, pemilik pangkalan di Kelurahan Sagulung Kota Perumahan Buana Indah, mengaku kewalahan melayani permintaan masyarakat. Itu karena kuota yang diterima dari agen tidak seimbang dengan jumlah permintaan masyarakat yang ada di sekitar lokasi pangkalannya.

Iskandar menyebutkan mendapatkan kuota 60 tabung sekali pengiriman, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Sehingga tidak mencukupi kebutuhan semua warga di sekitar pangkalannya yang mencapai 200 kepala keluarga (KK).

”Saya sudah ajukan penambahan kuota ke agen tapi tak dilayani. Masyarakat di sekitar pangkalan saya ini diatas 220 KK, jadi memang agak kewalahan karena yang beli juga dari pelaku UKM,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, pedagang eceran di pinggir jalan utama Seibinti umumnya membeli gas 3 kg dalam jumlah ba-nyak dari pangkalan. Mereka membeli dengan harga normal Rp 18 ribu per tabung, lalu dijual lagi Rp 20 ribu sampai Rp 23 ribu pertabung.

Deretan kios yang berjejer di sepanjang pinggir jalan Sei-binti dan Sagulung Baru memajang 3 sampai 5 tabung gas melon di depan kios mereka. Padahal kios-kios tersebut bukan pangkalan resmi. Sejumlah pemilik warung dan kios mengaku menjual gas melon Rp 20 ribu sampai Rp 23 ribu per tabung.

”Ambilnya dari pangkalan juga. Warga kalau tidak kebagian di pangkalan larinya ke sini (kios, red),” ujar Rini, pedagang gas eceran di pinggir jalan Sagulung Baru, kemarin.

Sejatinya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Pertami-na sudah memberikan larangan menjual gas 3 kg selain di pangkalan resmi. Namun karena lemahnya pengawasan oleh pemerintah sendiri, kios-kios di pinggir jalan bebas gas bersubsidi ini dengan harga lebih mahal. Anehnya di pang-kalan resmi justru sulit mendapatkan gas 3 kg ini.

Kuota Premium Dikurangi

Awal tahun ini, warga tidak hanya dihadapkan dengan masalah kelangkaan gas elpiji 3 kg, tapi juga sulit mendapatkan BBM jenis premium. Pantauan di sejumlah SPBU yanga ada di Batam, bensin hanya ada di jam-jam tertentu karena langsung habis begitu pasokan datang.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

”Saya sudah keliling beberapa SPBU tak ada bensin. Mau bagaimana lagi, terpaksalah saya beli pertalite di sini (SPBU Simpang Tobing, red),” ujar Viky, karyawan sebuah perusahaan di Mukakuning, Rabu (23/1/2019).

Ia mengaku dalam beberapa hari terakhir selalu pergi ke SPBU untuk mengisi bensin. Tetapi sangat jarang dapat. ”Saya minggu ini masuk malam, pulang pagi. Jadi, pulang kerja selalu mampir ingin isi bensin. Eh.. kalau pagi SPBU selalu kosong premium. Saya sudah cari mulai dari SPBU Tembesi, SPBU Genta II sampai ke sini (SPBU Simpang Tobing, red),” ungkapnya.

Senada diungkapkan, Lina, warga Perumahan Aster Raya, Batuaji. Ia mengaku dalam beberapa hari terakhir selalu kesulitan mendapatkan premium. Terutama pada pagi hari.

”Pulang antar anak sekolah selalu saya ke sini, tetapi memang kalau pagi tidak pernah dapat bensin. Saya pernah datang ke sini (SPBU Simpang Tobing, red) di siang hari, baru ada, tetapi antrean sangat panjang,” katanya.

Sementara itu, petugas SPBU Simpang Tobing Batuaji, Romlah mengakui memang bensin ke SPBU itu di pagi hari dipastikan kosong. Ini karena pengantaran yang dilakukan Pertamina biasanya menjelang siang hari.

”Biasanya datang paling cepat pukul 10.00 WIB. Dan itu pun langsung habis. Jadi kalau mau dapat bensin, harus siang datangnya,” imbuhnya.

Romlah mengatakan, saat ini kuota ke SPBU tersebut memang berkurang. Dimana setiap pengantaran saat ini hanya sekitar 10 kiloliter.

”Kalau biasanya lebih dari itu (10 kiloliter sekali pengantaran, red). Sekarang berkurang, makanya sekarang langsung cepat habis,” sebutnya.

Pertamina Membantah

Pihak PT Pertamina (Persero) langsung membantah. Officer Communication and Relation Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Wien Rachusodo menyatakan tidak pernah mengurangi penyaluran elpiji subsidi ukuran 3 kilogram (kg) ke masyarakat. Penegasan ini menjawab isu kelangkaan gas melon itu di sejumlah daerah di Batam yang mulai menimbulkan keresahan masyarakat.

”Kalau memang langka tentu ada laporan dari teman-teman (Pertamina) di Batam. Tetapi sejauh ini kami di Medan belum menerima laporan kelangkaan,” ujar Wien, Rabu (23/1/2019).

Diakuinya, sejauh ini Pertamina wilayah I selalu berkordinasi dengan perwakilannya yang ada di daerah seperti Batam.

”Dalam hal ini ketika ada kelangkaan, pasti mereka (Pertamina di Batam) cepat informasi ke kami. Misalnya ada keterlambatan pe-ngiriman, suplai atau kendala distribusi pasti cepat di laporkan ke kami. Sejauh ini belum ada,” tutur Wien.

Ia menambahkan, kelangkaan yang dimaksud mungkin terjadi di tingkat pangkalan yang kosong. Sementara pangkalan lain yang juga di daerah tersebut masih ada yang mendistribusikan.

”Kalau ini belum bisa dikatakan langka, karena masih ada yang distribusikan,” sebut Wien. (she, cr2, rng, ian)

Bebas, Ahok Salam 3 Jari

0
sumber foto: @basukibtp

batampos.co.id – Pagi ini, Kamis (24/1/2019) Ahok bebas setelah di penjara dua tahun di Rumah Tahanan (Rutan) cabang Salemba di Mako Brimob. Hal itu terlihat dari unggahan instagram dan twitter milik akun resmi Ahok, @basukibtp, Kamis (24/1/2019).

Dalam unggahannya, Ahok terlihat sedang memproses berkas administrasi sebelum bebas.

“Proses administrasi sebelum bebas di Mako Brimob pagi tadi. Merdeka!” demikian kalimat pengantar dalam unggahan tersebut.

Dalam salah satu foto juga terlihat BTP alias Ahok melakukan cap 6 jari.

Pada foto lain ia selfie dengan anak laki-lakinya, Nicholas Sean. Nicholas lah yang menemukan pesan pendek ibunya, Veronica Tan, dengan selingkuhan sang Ibu. Ini yang membuat Ahok dan Veronica akhirnya bercerai.

Sesudah bebas dari penjara, mantan Gubernur DKI, Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dipastikan tidak akan tinggal dirumahnya yang berada di Perumahan Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kapolsek Penjaringan, Jakarta Utara, AKBP Rachmat Sumekar. Racmat mengatakan sudah mengetahui terkait dengan informasi pembebasan Ahok.

“Sudah dapat informasi, cuma kita sudah tanya sama orang di rumahnya Ahok, beliau tidak akan tinggal di situ,” ujar Rachmat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (24/1).

Lebih lanjut, Rachmat menambahkan keluarga Ahok jarang menempati rumah di Pantai Mutiara pasca Ahok menjalani masa tahanan.

sumber foto: @basukibtp

“Jarang tinggal di rumah yang lama itu, tapi karena beliau punya beberapa rumah. Nah, nggak tahu rumah mana yang dipakai. Tapi yang pasti tidak di sini (Pantai Mutiara) di Blok J 39,” tutupnya.

Rumah di Perumahan Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara adalah tempat tinggal Ahok selama menjabat Gubernur dan Wagub DKI.

Sejauh ini, situasi di sekitar komplek Perumahan Pantai Mutiara masih terlihat normal. Beberapa warga hilir mudik menggunakan motor dan mobil. [rus/rmol]

 

Ponpes Ngruki pun Kecewa

0

PEMBATALAN pembebasan Abu Bakar Ba’asyir mendapat reaksi dari keluarga dan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah. Mereka kecewa berat atas sikap pemerintah yang membatalkan pembebasan terpidana kasus terorisme itu dari Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. “Jika ditakdirkan kembali ke pangkuan keluarga, itu yang kami harapkan. Namun, kalau takdir sebaliknya, kami menerima. Harapan besar kami, Allah membukakan hati para pejabat pemerintahan untuk mempermudah kepulangan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir,’’ kata salah seorang putra Ba’asyir, Abdul Rosyid, didampingi para pengurus ponpes dalam jumpa pers di kompleks Ponpes Al Mukmin Ngruki, Rabu (23/1/2019).

Rosyid beserta pengurus ponpes memang bersiap menyambut kedatangan Ba’asyir dari Lapas Gunung Sindur. Rosyid berangkat bersama keluarga dari rumahnya di kawasan Magetan, Jawa Timur. Dia bahkan harus meninggalkan aktivitas di sana demi menyambut ayahnya. Namun, pada saat hari yang ditentukan, ternyata kepulangannya malah tak menjadi kenyataan.

Ketika mendapat kabar bahwa ayahnya akan bebas, dia bahagia. Namun, saat jadwal kepulangan kemarin, ternya-ta semua itu belum terwujud. Sebagaimana diungkapkan Presiden Jokowi pada Selasa (22/1), pembebasan Ba’asyir dikaji lagi karena belum tanda tangan kesetiaan kepada Pancasila dan NKRI.

’’Kami hanya bisa mendoakan pihak yang mempersulit dan meng-hambat pembebasan ayah kami mendapatkan petunjuk atau hidayah,’’ ujarnya kalem.

Sampai kemarin, pihak keluarga yang diwakili anak Ba’asyir lainnya, Abdurrahim Ba’asyir, bersama kuasa hukum dari Tim­ Pengacara Muslim (TPM) ter­u­s mengupayakan pembeba­­s­an Ba’asyir dari Lapas Gu­nung Sin­dur. Mereka terus meng­-up­date informasi kepa­da ke­luarga dan pengurus pon­pes.

Sikap yang sama diungkapkan Direktur Ponpes Al Mukmin Ngruki Ibnu Chanifah. Dia bersama jajaran pengurus ponpes kecewa atas pembatalan pembebasan Ba’asyir. Mereka meminta pemerintah tidak asal memberikan statemen bila hal tersebut belum jelas. Sebab, kasus seperti itu sudah beberapa kali terjadi.

“Saya sudah kabarkan kepada 1.500 santri terkait kepulangan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir. Semuanya bahagia dengan kabar tersebut. Namun, dengan penundaan ini, mereka pasti kecewa,’’ ujar Ibnu.

Segala persiapan penyambutan mereka lakukan dengan memesan makanan, spanduk, dan sebagainya. Namun, yang terjadi saat ini jelas membuat banyak pihak kecewa.

’’Sebaiknya pemerintah tidak usah mengeluarkan statemen menggembirakan sebelum ada kepastian, bila akhirnya malah tidak menyenangkan,’’ tegasnya.

Dia mengatakan, sikap pemerintah atas rencana pembebasan Ba’asyir hanya pemberian harapan palsu (PHP). Selama ini, pemerintah beberapa kali memberikan PHP terkait dengan hal itu. Kekecewaan tidak hanya dirasakan santri yang masih belajar. Tetapi juga kalangan alumni ponpes yang tersebar di seluruh Indonesia. Ibnu hanya bisa memberikan pengertian agar warga ponpes tetap tenang meski ada rasa tidak nyaman.

’’Yang dikhawatirkan ada kekecewaan yang terus dibawa dalam hati para santri,’’ katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin Wahyudin menyatakan didatangi jenderal polisi bintang satu pada Selasa malam (22/1). Pejabat tersebut datang untuk mengabarkan rencana pembebasan Ba’asyir. Jenderal itu mengatakan, bila dibebaskan secara murni, Ba’asyir akan melanggar undang-undang. Bila nekat dilakukan, itu akan menjadi sorotan. Saat ini dicarikan formula untuk upaya pembebasan tersebut.

’’Pada jenderal bintang satu itu, saya katakan seharusnya satu dua hari bisa selesai. Kami sampaikan jangan lama-lama. Kami tidak tahu prosedur secara pasti bagaimana karena kami bukan orang hukum,’’ ujar Wahyudin tanpa menyebut nama jenderal tersebut.

Wahyudin menuturkan, permohonan keluarga terkait dengan pembebasan Ba’asyir cukup lama. Diawali kunjungan perwakilan keluarga menemui Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan disampaikan lima alasan pembebasan Ba’asyir. Pertama, Ba’asyir adalah pendakwah, ustad, dan guru. Menurut dia, dalam menyampaikan hadis Ba’asyir selalu apa adanya.

’’Saya kenal beliau itu ikhlas dan lurus,’’ papar dia kemarin.

Kedua, umur Ba’asyir sudah tua dan bila dia meninggal di tahanan akan menjadi aib dan nilai negatif bagi pemerintah. Ketiga, dalam menentukan sikap terhadap suatu permasalahan pemimpin dan muslim lebih baik memaafkan daripada menzalimi.
Keempat, menurut dia, ada satu hadis yang menjelaskan bahwa Allah tidak suka bila ada yang menyakiti orang yang dekat dengan-Nya. Poin kelima atau terakhir yang ingin disampaikan adalah kondisi Ba’asyir sudah tua sehingga lebih baik beribadah di rumah.

’’Sebenarnya keluarga tidak mempersoalkan mau status tahanan kota, rumah, atau lainnya. Yang penting dia (Ba’asyir) bisa bersama keluarga,’’ tegasnya. (yan/bun/c19/agm)

Batal Dibebaskan, Keluarga Ba’asyir Mengadu ke DPR

0

batampos.co.id – Rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir yang tidak kunjung jelas sampai kemarin sore (23/1/2019) mendorong Tim Pengacara Muslim melapor kepada Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Dipimpin lang-sung oleh Mahendradatta, mereka mengadu kepada wakil ketua DPR bidang politik, hukum, dan keamanan itu. Aduan disampaikan setelah mereka memastikan bahwa tidak ada pembebasan tanpa syarat sebagaimana dijanjikan Presiden Jokowi sebelumnya.

Perubahan sikap Jokowi itu muncul pasca ada perbedaan pandangan di internal pemerin­ta­h terkait rencana pembebasan­ terpidana kasus terorisme terse­but.

”Menurut kami ada praktik­ ketatanegaraan yang janggal. Setelah Pak presiden ngo­mong (pembebasan Ba’asyir), muncul pernyataan Menko Polhukam Wiranto. Presiden jangan grusa grusu, ini kok menteri negur presiden,” kata Mahendradatta didampingi putra Ba’asyir, Abdul Rahim Ba’asyir.

Mahendradatta menyebut, Ba’asyir selama ini tidak pernah meminta dibebaskan. Namun, karena kliennya sejak 13 Desember 2018 telah melampaui dua per tiga masa tahanan, Tim Pengacara Muslim telah melakukan sejumlah kajian. Yang tujuannya untuk mengajukan pembebasan bersyarat terhadap Ba’asyir.

“Kami masih mengkaji apakah ustaz harus dikenakan pasal di Peraturan Menkumham nomor 99 tahun 2012,” kata Mahendradatta.

Kajian itu, lanjutnya, disebabkan Ba’asyir tela­h berstatus narapidana sejak Februari 2012. Se­dang­­kan permen itu baru mun­cul setelahnya. Yakni pada November 2012. Dia menilai, seharusnya kliennya tidak dikenakan peraturan yang muncul setelah ada putusan inkracht.

“Karena aturan di Indonesia mengenal azas nonretroaktif,” ungkap Mahendradatta menjelaskan. Dia menyebut, kajian itu belum pernah mereka buka. Namun, tiba-tiba pada 12 Januari lalu, Yusril Ihza Ma­hen­dra datang menemui Ba’asyir. Pada pertemuan terse­bu­t Ba’asyir itu mendapat tawaran untuk bebas tanpa syarat. Pernyataan tersebut ditegaskan Yusril pada 18 Januari, saat itu Ba’asyir didampingi oleh Michdan dan Abdul Rahim.

“Yusril datang sebagai penase­hat hukum calon presiden. Ka­rena yang bisa menemui ust­az selama ini sangat dibata­si. Hanya keluarga dan kami selaku pengacara.”

Dalam pernyataannya, Yusril disebut telah meyakinkan presiden terkait status pembebasan tanpa syarat. Mahendradatta pun menyampaikan bahwa Ba’asyir sempat bertanya beberapa kali kepada Yusril.

“Ustaz bilang, kalau pakai syarat-syarat nggak usahlah, tahanan rumah, ada polisi repo­t. Tetapi, disampaikan kalau nggak ada tahanan rumah,” terang Mahendradatta. Pertanyaan Ba’asyir ternyata tidak cukup di situ. Menurut Mahendradatta, kliennya sempat bertanya lagi kepada Yusril. Apa tidak sebaiknya diberi remisi besar? Ba’asyir punya pandangan remisi besar bisa diberikan saat momen Idul Fitri nanti.

”Ustaz bilang, kalau mau tolong saya, kasih remisi yang besar. Kan ada itu bos Century yang dapat remisi 77 bulan (Robert Tantular). Itu pemikiran yang sangat simpel dari ustaz,” kata Mahendradatta.

Namun demikian, tidak lama setelah pertemuan itu muncul pernyataan yang sama disampaikan Presiden Jokowi saat berada di Garut, Jawa Barat. Hanya saja, beberapa hari berselang tiba-tiba muncul pernyataan dari Wiranto selaku menko polhukam. Wiranto menyatakan bahwa pembebasan Ba’asyir tidak perlu dilakukan terburu-buru.

Mahendradatta semakin tidak habis pikir saat muncul tambahan isu. Bahwa kliennya tidak mau menandatangani pernyataan kesetiaan pada NKRI dan Pancasila.

”Ini ustaz disodorkan berkas saja belum. Kenapa di-raise up masalah menolak tanda tangan,” ujarnya dengan nada penuh tanda tanya.

Mendengar aduan tersebut, Fadli menilai masalah itu menjadi hangat karena munculnya sosok Yusril selaku penasihat hukum capres Jokowi. Tanpa ada permintaan, Yusril memberikan tawaran pembebasan tanpa syarat kepada Ba’asyir pada 12 Januari.

”Ini akan kami kaji. Yang jelas sudah terjadi kegaduhan akibat inkonsistensi pernyataan. Saya juga yang termasuk mengkritik, kok bisa Presiden diralat sama menterinya sendiri,” kata dia.

Dari sana, Fadli menilai bahwa bisa ditarik kesimpulan, proses pembebasan itu berawal dari manuver politik. Fadli menyatakan akan meneruskan aduan yang disampaikan Tim Pengacara Muslin bersama keluarga Ba’asyir kepada Komisi III DPR. Menurut dia, harus ada yang bertanggung jawab.

“Siapa yang harus bertanggung jawab, saya kira harus ada yang bertanggung jawab,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Yusril Jalankan Arahan Presiden Jokowi

Sebagai penasihat hukum Jokowi–Ma’ruf Amin yang diutus menemui Ba’asyir di Lapas Gunung Sindur, Yusril menyatakan dirinya sudah menjalankan arahan dari Presiden Jokowi.

Penasehat Hukum Jokowi Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra bersama Abu Bakar Baasyir di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jumat (18/1/2019). Kedatangan Ketua Umum PBB itu untuk membebaskan Basyir dengan alasan kemanusiaan.

”Sebenarnya saya merasa apa yang sudah ditugaskan oleh presiden kepada saya, sudah saya laksanakan seluruhnya,” ungkap dia ketika diwawancarai oleh awak media di Grand Sahid Jaya, Jakarta, kemarin.

Yusril menyampaikan bahwa dirinya juga sudah berdialog langsung dengan presiden. Pun demikian beberapa pimpinan kementerian dan lembaga yang membidangi persoalan terkait Ba’asyir.

Dia juga sudah berkoordinasi. Namun demikian, dia menghormati perubahan yang terjadi belakangan. Sebab, itu menjadi kewenangan pemerintah.

”Saya tidak menyalahkan pak presiden karena beliau memang sudah memerintahkan sesuatu kepada saya,” ujarnya.

Dan perintah itu, sambung Yusril, sudah dia laksanakan. ”Saya lapor beliau, beliau setuju (bebaskan Ba’asyir tanpa syarat, red). Dan kemudian ada perubahan di internal pemerintah, saya memahami hal itu dan kita kembalikan lagi kepada pemerintah,” bebernya.

Lantas apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Yusril menyampaikan, saat ini dirinya belum bertemu lagi dengan Presiden Jokowi. Dalam acara HUT Megawati Soekarnoputri kemarin pun dia tidak bertemu dengan presiden.

Karena itu, Yusril menyampaikan bahwa dirinya belum bisa banyak komentar soal langkah-langkah berikutnya. Yang pasti, apabila muncul arahan lagi dari Presiden Jokowi, dia akan melaksanakannya.

”Jadi, sementara ini saya pasif saja dulu,” imbuhnya. ”Kalau misalnya ada hal baru yang minta saya analisis atau saya kerjakan, ya saya kerjakan. Jadi, saya tunggu saja dulu. Sementara ini saya belum bertemu dengan pak presiden,” tambah dia. (bay/jun/syn/wan)

Tim BP Batam Turun, Cek Jembatan 2 Barelang, Ada Kerusakan

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – MT Eastern Glory  Rabu (23/1/2019) menubruk jembatan 2 barelantg, Batam, Kepualauan Riau. Anda pasti sudah tahu, bukan?!

Nah, ini kabar selanjutnya, tentang kondisi jembatan tersebut, meski masih bisa dilalui ternyata jembatan itu mengalami kerusakan.

Kasubdit Pembangunan Jalan Jembatan BP Batam Boya Zasmita menyebutkan, pile cap dan box gilder jembatan sudah dipastikan rusak.

“Sejauh ini ada kerugian berupa pile cap yang terdapat di lima titik jembatan, dan juga box girder-nya” ujar Boya, malam tadi.

Untuk kerusakan lain pihaknya masih mengkaji sebab malam tadi petugas gabungan masih fokus mengevakuasi tenker yang tersangkut di bawa jembatan.

Kerusakan ini tentunya akan ditindak lanjuti dengan melibatkan pihak yang bertanggung jawab atas kapal tersebut.

“Nanti akan kami lakukan dulu pengecekan secara keseluruhan di mana BP Batam dan kementrian PU akan bekerja sama, Intinya kami minta ganti rugi ke pihak pemilik kapal akan kejadian ini,” tuturnya. (eja)

Kala MT Eastern Glory Menubruk Jembatan 2 Barelang, Angin Berhembus 30 Kilometer per Jam

0

batampos.co.id – Insiden kapal menubruk Jembatan Barelang, Batam, kembali terulang. Rabu (23/1/2019) sekitar pukul 14.25 WIB kemarin kapal tanker Eastern Glory menghantam Jembatan II Barelang setelah sebelumnya hanyut terbawa arus.

Tanker itu awalnya sandar di dermaga depo penampungan BBM di Kampung Pulau Nipah yang terletak di ujung Jembatan II Barelang. Sesaat sebelum kejadian, kapal tersebut ditarik sebuah tugboat keluar dari dermaga. Sebab ada kapal lain yang akan masuk dan sandar di sana.

Seorang saksi mata, Muhammad, mengatakan saat itu arus laut memang cukup deras. Selain itu, angin juga bertiup kencang.

Kata Muhammad, saat bergerak sekitar 20 meter dari dermaga, tiba-tiba poisisi kapal mulai miring dan terseret arus ke arah Jembatan II Barelang yang memiliki nama Jembatan Nara Singa itu.

Melihat kondisi tersebut, satu tugboat lainnya datang untuk memberi bantuan.

“Tugboat yang satu dorong tanker ke arah tengah,” kata Muhammad yang mengaku sempat merekam peristiwa tersebut dengan ponselnya.

Penambang pancung itu menambahkan, upaya kedua tugboat untuk menarik dan mendorong kapal tanker Eastern Glory tidak membuahkan hasil. Posisi kapal semakin miring dan terseret ke arah Jembatan II Barelang. Pasrah, kedua tugboat itu kemudian melepaskan tanker tersebut dan membiarkannya hanyut hingga akhirnya menabrak jembatan.

“Tugboat-nya tak sanggup lagi (menahan). Makanya ditinggalin sampai tabrak jembatan,” sebut Syafaruddin, warga lainnya.

Saat tabrakan terjadi terde-ngar suara benturan yang cukup keras dan dilanjutkan dengan suara gesekan antara badan kapal dengan badan jembatan. Separuh badan kapal, khususnya di bagian kemudi dan kamar awak kapal, masuk ke kolong jembatan.

Sementara tiang utama kapal tersangkut di badan jembatan. Posisi jembatan yang ditabrak tanker ini di sebelah kanan dari arah Pulau Batam.

Secara kasat mata, tabrakan itu tidak menimbulkan kerusakan maupun retakan pada. Khususnya di bagian atas jembatan. Namun sejumlah petugas masih mengecek bagian bawah jembatan, apakah terjadi kerusakan atau tidak.

Sementara arus lalu lintas di jembatan tersebut juga tidak terganggu. Hanya saja, polisi melarang kendaraan apapun parkir di atas jembatan tersebut.

Kasat Pol Air Polresta Barelang AKP Syamsurizal dan Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe di lokasi kejadian hanya membenarkan adanya kejadian itu. Terkait penyebab pasti dan kerusakan jembatan belum bisa dipastikan sebab kapal belum bisa dievakuasi.

“Nanti sama KPLP dan pihak terkait lain. Saat ini fokus pengamanan di lokasi kejadian agar secepat dievakuasi,” kata Dalimunthe.

Informasi di lapangan, kapal tanker Eastern Glory merupakan kapal bermasalah. Tanker ini sebelumnya ditangkap TNI AL di lokasi yang sama, Selasa (4/9/2018). Kapal berbendara Mongolia ini dititipkan di lokasi kejadian untuk menguras isi BBM yang diselundupkan secara ilegal.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Sementara Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim mencatat dalam dua hari ini Batam memang mengalami angin kencang.

“Siang sekitar pukul 13.00, kami melihat kecepatan angin mencapai 30 kilometer per jam,” kata Forechaster Stamet Hang Nadim, Fitri Annisa, Rabu (23/1/2019).

Ia mengatakan angin yang berhembus dari utara hingga ke timur laut ini, termasuk dalam kategori sedang. Angin ini dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut.

“Ketinggian gelombang akibat angin ini 0,2 hingga 1 meter,” tuturnya.

Terkait angin kencang ini, Fitri meminta masyarakat berhati-hati. Karena juga berpotensi menimbulkan tumpukan awan cumulonimbus.

“Akan semakin meningkatkan tinggi gelombang,” ungkapnya.

Untuk wilayah Kepri, kondisi angin kencang ini paling tinggi terjadi di Natuna dan Anambas. Dari pantauan Stamet Hang Nadim, ketinggian gelombang laut di dua wilayah itu bisa mencapai hingga 3,5 meter. (eja/ska)

Informasi Rekrutmen P3K Harus Utuh

0

batampos.co.id – Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin meminta informasi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dapat secara utuh disampaikan ke masyarakat.

Ini disampaikan Syafruddin di depan seluruh perwakilan daerah saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sosi-alisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK dan Rencana Pengadaan PPPK Tahap 1 Tahun 2019 di Swiss Belhotel, Harbour Bay, Batuampar, Rabu (23/1/2019).

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Aria, Gubernur Kepri Nurdin Basirun,

Menteri Pendayagunaan Aparatur Birokrasi (PANRB) Syafruddin (tengah); Walikota Batam, Rudi; (kiri); Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, saat sosialisasi manajemen PPPK di Hotel Swiss Bell Harbourbay, Rabu (23/1/2019). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Wali Kota Batam Muhammad Rudi Wali Kota Batam Amsakar Achmad, dan sejumlah kepala daerah lain dan perwakilan daerah se-Indonesia.

”Esensi utama rapat ini, bertujuan agar informasi tentang rekrutmen P3K dapat tersampaikan secara bulat dan utuh kepada masyakarat. Jangan setengah-setengah, diseminasi informasi harus terang,” tegas Syafruddin.

Tahun ini, pemerintah akan merekrut 150 ribu P3K. Proses rekrutmen akan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama akan digelar Februari mendatang sebanyak 75 ribu orang.

Sementara tahap ke-dua akan direncanakan Mei mendatang dengan jumlah yang sama.

”Tahap satu difokuskan pada guru honorer, penyuluh pertanian, tenaga kesehatan seperti bidan maupun dokter. Tahap kedua untuk umum, namun untuk jabatan teknis dan spesialis profesional. Peserta (P3K) tanpa dibatasi umur,” terang dia.

Syafruddin mengatakan, rekrutmen P3K merupakan salah satu jalan yang disiapkan oleh pemerintah agar para honorer maupun umum yang terkendala umur agar dapat jadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

”Banyak yang telah mencurahkan tenaga bagi bangsa dan bercita-cita tinggi jadi ASN. Mereka tak bisa dilupakan begitu saja,” imbuhnya.

MenPAN-RB menilai, mempersiapkan ASN yang mumpuni adalah keharusan guna menyongsong visi Indonesia 2045, yang diprediksi akan menjadi lima besar negara dunia dari semua aspek. Rekrutmen ASN merupakan momentum penting membangun ASN yang berkualitas yang tangguh penyangga birokrasi pemerintahan.

”Dalam birokrasi, aset utama adalah ASN. Mereka yang akan memutar roda birokrasi, yang berpikir dan melahirkan ide. Organ vital pemerintahan dan bahkan kemajuan bangsa,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Batam, M Sahir menyebutkan sekarang terdapat sekitar lima ribuan tenaga honorer, dimana dua ribuan di antaranya merupakan guru honorer.

”Harapan kita (tenaga honorer, red) bisa diterima pada tahap pertama ini. Termasud untuk pertanian, karena kita butuh untuk membantu mendorong ketahanan pangan,” harap Sahir. (iza)

Waspadalah, Buang Sampah Sembarangan Langsung Dipidana

0
foto: thesun

batampos.co.id – Bagi warga Bengkong, hati-hati saat membuang sampah di sembarang tempat. Sebab, Camat Bengkong M Tahir sudah menyebar satuan tugas (satgas) kebersihan.

Bila ada warga kedapatan membuang sampah di sembarang tempat atau di tempat pembuangan sementara (TPS) sampah liar, maka akan langsung ditindak melalui tindak pidana ringan (tipiring).

”Nah, saat ini ada beberapa Satgas Kebersihan yang mengintai. Kalau tertangkap langsung di Tipiring, biar ada efek jera,” tegas Tahir, Rabu (23/1/2019).

Dikatakannya, sekarang banyak muncul TPS-TPS liar di pingir-pinggir jalan besar, sehingga sangat menganggu. Khusus di Bengkong terdapat beberapa lokasi yang kerap menjadi sasaran TPS liar.

”Sudah kami bersihkan, muncul lagi di tempat lain. Ini yang membuat sampah di Bengkong selalu ada,” terang Tahir.

Tahir mengaku sedang mencari solusi untuk mengatasi permasalahaan sampah di Bengkong. Terutama terkait tidak adanya TPS resmi di kawasan Bengkong. Sebab TPS yang ada di masing-masing kelurahan sifatnya sementara. Seperti di Kelurahan Bengkong Sadai terletak di Pasir Putih, Kelurahan Bengkong Indah di Bengkong Harapan 2, Kelurahan Tanjungbuntung di Tanjungbuntung, Kelurahan Bengkong Laut di Perumahan Union.

”TPS dikembalikan ke masing-masing kelurahan. Jadi hanya ada empat TPS di Bengkong dan semua sifatnya sementara, bukan resmi,” tegasnya.

Karena itu, sambungnya, baru-baru ini ia telah menyurati Wali Kota Batam agar menyurati Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait ketiadaan TPS sampah di wilayah Bengkong.

Dalam isi surat itu, meminta agar BP Batam mau menghibahkan lima kavling atau lokasi lahan di Bengkong untuk dijadikan TPS. Masing-masing lokasi berukuran 8×10. Kelima lokasi itu nantinya digunakan untuk 4 TPS Induk Kelurahan dan 1 TPS Induk Kecamatan.

”Harusnya itu 30 (TPS sampah, red), mengingat jumlah masyarakat Bengkong yang sangat padat. Standar 1 TPS itu untuk 1.500 kepala keluarga. Nah ini malah lebih. Tak dapat 30, lima pun jadilah,” tuturnya.

Sampah Diangkut Sekali Seminggu

Sementara itu, persoalan sampah tidak hanya dialami Kecamatan Bengkong, tapi juga di wilayah Batuaji. Rendahnya kesadaran warga akan kebersihan, sehingga banyak ditemukan TPS liar di pinggir jalan. Seperti di jalan dekat permukiman Perumahan Putra Jaya Residence, Tanjung-uncang. Tumpukan sampah rumah tangga berserakan di pinggir jalan. Aroma tak sedap cukup menganggu saat melintas di jalan tersebut.

Nursalimah, warga setempat mengatakan jika sampah itu memang dibuang warga. Warga tak punya pilihan lantaran jadwal pengangkutan sampah di perumahan itu hanya satu kali dalam seminggu.

”Warga sini juga tak disediakan bak sampah. Jadinya kami dan warga ruli buangnya di pinggir jalan,” kata Nursalimah, Rabu (23/1)

Dia mengatakan di area tersebut terdapat tiga titik lokasi pembuangan sampah dan sudah ditutup petugas kebersihan. Namun belakangan dua titik lainnya kembali muncul dan digunakan warga untuk membuang sampah. ”TPS yang ada baknya cuman di Fanindo saja. Jauh kali harus ke sana,” sebutnya.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Faisal Novrieco tak menampik jika masih banyak TPS liar yang tersebar di Batam.

Ia sendiri mengakui kesulitan untuk menertibkannya. Meskipun sudah dipasang tulisan dilarang buang sampah, masyarakat tetap saja melakukannya. ”Ini selalu terjadi, ketika kami tutup tiga muncul TPS liar yang baru,” kata Faisal.

Dia mengatakan untuk sampah yang ada di pinggir jalan utama tetap diangkut setiap hari. Namun ia tak menampik jika lokasi yang tak terpantau memang banyak yang terlewat. ”Tapi kalau di jalan utama atau umum kami usahakan untuk membersihkannya. Contoh di jalan Baloi Kolam, di daerah Sagulung dan Tembesi, setiap hari kami bersihkan” klaimnya. (she)

Pak Menteri @kemenpar_ri , Pariwisata Batam Terpukul sebab Tiket Mahal dan Bagasi Berbayar

0

batampos.co.id – Dunia pariwisata terancam dengan harga tiket yang tinggi serta penerapan bagasi berbayar. Bila kondisi ini dipertahankan, diperkirakan menyebabkan penurunan tingkat hunian hotel, restoran, penjulan suvenir dan mengurangi daya beli terhadap oleh-oleh.

Dari beberapa sektor penunjang pariwisata ini digerakan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Apabila roda-roda penggerak pariwisata ini terganggu, tentunya jalannya pariwisata bisa tersendat.

“Kami melihat ini dari dua sisi. Sisi bisnis (Maskapai), mungkin ini cara mereka bertahan ditengah besarnya biaya operasional. Namun disisi pariwisata, ini memberikan dampak (cukup besar). Multiplier efek,” kata Sekjen ASITA Kepri, Febriansyah, Rabu (23/1).

Ia mengatakan efek yang sudah terlihat saat ini yakni ada beberapa grup travel yang dibatalkan. Penyebabnya adalah, tidak relevannya biaya yang dikeluarkan agen travel.

“Tak hanya tiket mahal, agen harus menanggung biaya bagasi. Kalau grup tarvel itu tidak sama dengan backpacker. Grup travel pasti membawa banyak barang, kena bagasi. Beberapa teman saya di Batam, terpaksa membatalkan grup travelnya,” ucap Febriansyah.

Batalnya grup-grup travel wisatawan nusantara ini, dapat menyebabkan turunnya tingkat hunian hotel. Dari data yang didapatnya, saat ini tingkat hunian hotel di Batam kurang dari 50 persen.

“Rata-rata 35 persen,” ujarnya.

Check in di Hang Nadim.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Bila kondisi ini terus berlangsung, tidak dipungkiri okupansi hotel akan terus menurun.

Salah satu pendukung sektor pariwisata lainnya yakni penjualan suvenir dan oleh-oleh. Dua sektor yang digerakan oleh UMKM ini, menempati bagian paling depan yang dihantam kebijakan bagasi berbayar.

“Keduanya ini efeknya pasti sangat terasa. Orang tidak lagi mau membeli barang banyak berupa suvenir maupun oleh-oleh,” ungkapnya.

Febriansyah mengatakan apabila pemerintah tidak turun tangan, dan kondisi ini terus bertahan dalam jangka waktu lama. Tentunya mempengaruhi tingkat kedatangan wisatawan nusantara ke Batam atau Kepri.

“Untuk Kepri saja target Wisnusnya, kalau gak salah diatas 7 juta orang. Kondisi seperti ini, gimana mau tercapai,” tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata Batam, Ardiwinata mengamini kondisi tiket mahal dan bagasi berbayar, memberikan dampak besar terhadap perkembangan pariwisata. “Memang adanya kebijakan maskapai penerbangan ini, berpotensi dan berefek kunjungan (wisnus) ke Batam,” ucapnya.

Apa langkah yang telah dilakukan Dinas Pariwisata Batam? Ardi mengatakan bahwa kebijakan ini datangnya dari pusat. “Kami hanya bisa menghimbau mereka, meminta agar kebijakan ini dipertimbangkan kembali,” ujarnya.

Kondisi ini, kata Ardi sudah dibahasnya dalam Focus Grup Diskusi beberapa waktu lalu dengan Bank Indonesia. “Solusinya, yah kami sedang menjalin korespodensi pihak-pihak terkait,” ungkapnya.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Suwarso menuturkan Maskapai Lion Air yang telah memberlakukan bagasi berbayar, memiliki rute dan penerbangan terbanyak di Batam.

“Mereka menguasai,” ucap Suwarso.

Walaupun maskapai berbiaya murah lainnya, seperti Citilink belum menerapkan bagasi berbayar. Tapi, efek yang penerapan bagasi berbayar Lion Air Grup ini cukup besar.

Suwarso mengatakan kondisi ini juga berdampak besar di Bandara Hang Nadim.

“Ada 50 porter di sini, menurunkan pendapatan mereka. Karena tidak banyak lagi yang membawa barang. Lalu petugas wrapping (pembungkus barang), tentunya akan sepi peminat. Pusat oleh-oleh di lantai dua, pasti ada penurunan nantinya,” ungkap Suwarso.

Saat ditanyakan, berapa persen penurunan tersebut. Suwarso mengungkapkan masih belum bisa menghitungnya. “Ini baru berjalan sehari. Kami akan memantau terus dalam seminggu ini. Nanti akan disampaikan,” ungkapnya.

Adanya protes di konter-konter Lion Air, dibenarkan oleh Suwarso. “Sejak kemarin, saya sudah meminta jajaran untuk memantau. Sejauh ini (protes) masih di konter cek in saja,” pungkasnya. (ska)

Raih Empat Penghargaan Bergengsi

0
Potong tumpeng oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun didampingi Owner BWP Panbil Johanes Kennedy
Aritonang, Senin (21/1) malam. (Lenni Julia/Batam Pos)

batampos.co.id – Best Western Premier (BWP) Panbil Hotel Batam, merayakan hari jadi keduanya di Ground Floor Hang Tuah BWP Hotel Panbil, Senin (21/1).
Turut hadir dalam perayaan ulang tahun yang kedua ini yaitu Chairman Panbil Group Johanes Kennedy Aritonang, Mahdian selaku Director Panbil Group, Monang Aritonang selaku Komisaris PT Harapan Jaya Sentosa, dan Lamasi Marbun selaku Direktur Hotel Panbil Sejahtera.

Kemudian, hadir pula Laura selaku Master Plan Director Panbil Group, Rudi DP selaku Residence Manager Panbil Apartment, Cahyanto Iman Murtiono General Manager Best Western Premier (BWP) Panbil, seluruh staf BWP Panbil serta rombongan awak media dan blogger Kepri yang turut serta menikmati kemeriahan pesta ulang tahun bertajuk “2nd Anniversary Rockers – Together We Can”.

Kemeriahan HUT BWP bertambah ketika Gubernur Kepri, Nurdin Basirun ikut hadir memberikan sambutan dan menyumbangkan dua tembang lagu malam itu.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik profesional yang ada di sini karena telah memberikan pelayanan terbaik untuk turis dan tamu yang datang. Di umur yang ke-2 ini, mendapatkan empat penghargaan bukanlah main-main dan semoga ke depan dapat mempertahankan kualitas pelayanan dan dapat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Batam,” ujar Nurdin Basirun.

Tak hanya itu, Nurdin menjelaskan Pemprov Kepri juga mendukung investasi sektor pariwisata terutama perhotelan yang banyak menarik tamu dari luar negeri maupun dalam negeri yang bisa mendongkrak pendapatan daerah Kepri khususnya Batam.

Dia juga mengimbau untuk memajukan Kepri ini secara bersama agar pertumbuhan ekonomi semakin meningkat di 2019 ini.

“Pengusaha hotel didukung oleh Pemerintah Pusat, karena investasi di sektor pariwisata berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi yang dinilai menjanjikan,” terangnya.

Sementara itu, BWP Panbil yang telah beroperasi selama kurang lebih dua tahun di Batam juga mendapatkan empat penghargaan bergengsi beberapa waktu lalu, yaitu The Best Growth Occupancy 2018 se-Best Western Indonesia, The Best Growth Revpar & Revenue 2018 se-Best Western Indonesia, Top Ten Best of Best Western Property in Asia Based on Guest Satisfactory Survey (Medallia) & Social Media Treshold Program yang merupakan penghargaan yang diberikan karena Best Western Premier Panbil masuk menjadi salah satu property terbaik se-Asia (10 besar), serta Guest Review Award dari Booking.com dengan point 8,8 di 2018 lalu.

“Seluruh keberhasilan yang kita raih selama dua tahun ini merupakan hasil kerja keras dan kerja tim bersama. Mulai dari housekeeping, reception, dan lain sebagainya. Tidak dimungkiri bahwa tantangan pasti ada dan salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan eksistensi hotel ini adalah dengan memperkuat bonding atau ikatan antara satu staf dengan staf yang lain supaya kita bisa semakin timbang rasa dan bekerja lebih baik lagi,” ujar Johanes.

Tak hanya itu untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pihaknya juga akan menambah destinasi baru. Nantinya, destinasi baru ini bisa dinikmati semua warga Batam. Rencananya, destinasi yang dihadirkan ini berupa track yang bisa dijelajahi dengan bersepeda, dan naik motor ATV.

“Tempatnya persis di belakang hotel BWP ini dan lagi progres. Ke depannya destinasi ini bukan hanya untuk tamu hotel, tetapi bisa juga dinikmati wisman yang tidak menginap di BWP Panbil. Jadi, kami berusaha, supaya turis lebih panjang long stay di sini. Biasanya hanya dua hari saja dengan adanya destinasi ini jadi lebih lama,” sebutnya.

Adapun tema “Rockers” ini diangkat oleh pihak panitia dengan tujuan supaya di 2019 ini, semangat Tim BWP Panbil dalam pelayanan dan kualitas produk hotel semakin meningkat seperti seorang rocker yang selalu antusias dan semangat dalam melantunkan tembang.
Keseruan acara bertambah ketika lucky draw bagi seluruh staf dibagikan, serta bermacam-macam games hingga di akhir acara.

Di umur yang baru ini, BWP Panbil telah siap dengan berbagai strategi untuk meningkatkan awareness di kalangan masyarakat, salah satunya dengan mengadakan kegiatan “Annual Photographer Gathering 2019” pada 30 Januari 2019 mendatang. Kegiatan ini bekerja sama dengan Momento.

Acara tahunan ini akan menghadirkan pakar photography khusus dalam bidang wedding yaitu Hendra Lesmana yang merupakan Nikon Ambassador Indonesia dan Ray Kho dari Axioo Bali.

Pendaftaran dan informasi lengkap dapat dilihat di social media Best Western Premier Panbil yaitu Facebook dan Instagram @bwpremierpanbil. (ocu)