Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11679

Kado Istimewa Tiga Tahun Awe Nizar, Lingga Raih Piala Adipura

0
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyerahkan piala Adipura kepada Bupati Lingga Alias Wello.

batampos.co.id – Kabupaten Lingga membuktikan dirinya sebagai Kabupaten yang layak dan setara dengan Kabupaten kota lainnya di Kepri maupun Indonesia. Ini setelah Lingga menerima penghargaan bergengsi pula Adipura 2018 bersama Kabupaten Bintan, Kabupaten Tanjungbalai Karimun dan Kota Tanjungpinang.

Piala Adipura yang telah ditunggu selama 15 tahun tersebut langsung diserahkan Wakil Presiden Republik Indonesia M. Jusuf Kalla di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Senin (14/1/2019).

Bupati Lingga Alias Wello yang menerima piala Adipura tersebut mengaku sangat bersyukur atas prestasi membanggakan ini sekaligus ditujukan sebagai kado istimewa menyambut perayaan tahun ke tiga pasangan Awe Nizar dalam mengemban amanah memimpin Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.

”Ini anugerah yang luar biasa. Tahun 2017 kemarin, kita baru dapat sertifikat Adipura. Tahun 2018 ini, kita sudah berhasil meraih Piala Adipura,” ungkap Awe, sapaan akrab Bupati Lingga ini usai menerima piala Adipura tersebut.

Penyerahan penghargaan Piala Adipura ini, sejatinya dijadwalkan pada Desember 2018 lalu. Namun, karena sesuatu dan lain hal penyerahannya diundur oleh Kementerian LHK menjadi 14 Januari 2019. Sebanyak 115 Kabupaten/Kota dalam kategori Kota Kecil menerima Piala Adipura bersama dengan Kabupaten Lingga.

Hadir mendampingi Bupati Lingga dalam penyerahan Piala Adipura tersebut, antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Siswadi dan Kepala Dinas Pendidikan, Junaidi Adjam.
Sebelumnya, Kabupaten Lingga juga berhasil menyabet 2 penghargaan nasional di bidang lingkungan hidup, yakni penghargaan Adiwiyata Nasional 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

”Kedua penghargaan Adiwiyata Nasional itu diraih oleh SMA Negeri 2 Dabo dan SMK Negeri 1 Dabo. Penghargaan ini baru diraih setelah 15 tahun usia Kabupaten Lingga,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga, Siswadi. (wsa)

SMA Mondial Usung Misi Pertahankan Gelar Juara

0

batampos.co.id – Berhasil menjuarai Batam Pos-Honda Student Basketball League (HSBL) ketiga di kategori tim putri, Sekolah Menengah Atas (SMA) Mondial Batam tetap optimis mempertahankan gelar juara pertama yang diraih tahun lalu. Meski berbeda hasil dengan tim put-ranya, sekolah berbasis international ini tetap menurunkan tim putra dan putri di perhelatan HSBL keempat.

Pelatih tim basket SMA Mondial Swandy Pardomuan yang akrab disapa Pardo mengatakan, Batam Pos-HSBL sudah menjadi agenda turnamen rutin yang harus diikuti.

”Dari awal pelaksanaan Batam Pos-HSBL, SMA Mondial tidak pernah alpa jadi peserta,” ujar Pardo, Senin (14/1/2019).

Ia mengaku, pencapaian terbaik anak didiknya yakni saat digelarnya Batam Pos-HSBL pertama untuk tim putri. Bahkan, predikat Most Valuable Player (MVP) dalam partai final kategori putri HSBL tahun lalu diraih pemain SMA Mondial, Karen.

”HSBL untuk tim putri baru tahun kemarin digelar dan kami bisa meraih juara 1 juga pemain terbaik. Itu sangat membanggakan,” terangnya.

Atas pencapaian itu, lanjut Pardo, para pemain harus dapat menunjukkan progres yang maksimal di pertandingan-pertandingan berikutnya.

”Tidak hanya untuk tim putri, tapi tim putra juga bisa termotivasi untuk menaklukkan lawan,” jelas guru olahraga SMA Mondial ini.

Bagi tim putri ditargetkan untuk bisa mempertahankan gelar juara 1, sedangkan tim putra bisa bermain maksimal mengejar juara.

”Setidaknya (tim putra, red) bisa masuk tiga besar,” harap Pardo.

Mendekati hari pelaksanaan yang rencananya akan digelar mulai 25 Januari nanti, pelatih basket SMA Mondial inipun sudah menerapkan latihan rutin dari hari-hari biasanya. Jika sebelumnya rutin sekali seminggu, sekarang sudah diterapkan latihan tiga kali seminggu.

”Minggu depan mulai latihan lima kali seminggu agar maksimal,” ungkapnya.

Menurutnya, mempertahankan juara akan lebih sulit dibandingkan mengejar juara.

”Bisa dibilang, penekanannya juga cukup ekstra melalui latihan supaya olah fisik dan skill ma-sing-masing pemain semakin tertempa,” tegas Pardo. (nji)

Kisah Ethiopian Cargo Dipaksa Mendarat oleh TNI AU ke Batam

0
foto: puspen tni

batampos.co.id – Dua pesawat tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU yang bermarkas di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru menurunkan paksa (forced down) pesawat Ethiopian Cargo ke Bandara Hang Nadim Batam, Senin (14/1/2019). Pesawat kargo milik Ethiopia itu terbang di luar rute yang telah ditentukan.

Pesawat dengan nomor registrasi ET-AVN Boeing B777 F60 itu terbang dari Ethiopia menuju Hongkong. Sa­at melintas di udara Indonesia, se­harusnya pesawat itu melewati ru­te ke arah uta­ra wilayah Aceh, lalu ma­suk ke wilayah udara Aceh, hing­ga akhirnya sampai di Hong Kong.

Namun, pesawat yang membawa enam pilot dan kru ini masuk Indonesia melalui wilayah udara Nias. Saat berada di langit Nias, Ethiopian Cargo terbang dengan ketinggian 41 ribu kaki.

Dari Nias, pesawat kargo tersebut berbelok ke wilayah udara Riau dan menurunkan ketinggian pada 32 ribu kaki. Setelah melakukan beberapa kali manuver, pesawat tersebut kemudian terbang menuju wilayah udara Kepri.

Saat memasuki wilayah udara Kepri, pesawat berada di ketinggian 10 ribu kaki. Pesawat ini kembali bermanuver aneh dengan berputar di atas Jembatan VI Barelang di Galang, Batam.

Melihat kejanggalan itu, petugas Airnav Indonesia sempat berkomunikasi dengan pilot pesawat asing tersebut. Namun, pilot tidak bisa menyebutkan izin atau flight clearance untuk memasuki wilayah Indonesia. Sehingga, TNI AU mengirimkan dua pesawat tempur jenis F-16 dari Skuadron Udara 16 untuk meng-intercept dan memaksa pesawat tersebut turun di Bandara Internasional Hang Nadim.

“Saat ini masih proses hukum dan penyelidikan oleh pihak TNI AU di Lanud Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang,” kata Kasubdis Penum Dispen TNI AU, Letkol Sus M Yuris, Senin (14/1).

Ia mengatakan, pilot pesawat kargo asing itu berhasil diminta turun melalui komunikasi darurat oleh Kapten Pnb Barika dan Kapten Pnb Anang.

“Pesawat B777 ET-AVN mendarat pukul 09.33, disusul dua pesawat F16 TNI AU pukul 09.42,” ujarnya.

Terkait keberadaan pesawat asing ini, Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, mengatakan pesawat tersebut saat ini parkir di depan terminal VIP Bandara Internasional Hang Nadim.

“Pesawat ini sepenuhnya di bawah wewenang TNI AU,” tuturnya.

Di dalam pesawat yang membawa muatan dua ton itu terdapat enam awak. Terdiri dari dua pilot, dua kopilot, dan dua teknisi.

Kedua pilot tersebut masing-masing John Ricard warga asal Kanada dan Abebe Bizuneh asal Ethiopia. Lalu dua kopilot Belacew dan Dabi asal Ethiopia. Sementara dua orang teknisi masing-masing Tegegne dan Zurgie asal Ethiopia.

Ke enam kru pesawat tersebut langsung menjalani pemeriksaan X-ray saat sampai di Bandara Hang Nadim, kemarin. Barang bawaan mereka juga diperiksa. Sementara dua pilot dan dua kopilot diperiksa secara khusus di ruang Airnav oleh TNI AU, Imigrasi, dan Bea Cukai di Bandara Hang Nadim, Batam.

Berdasarkan data dari situs pelacak aktivitas penerbangan flightradar24, pesawat Ethiopian Cargo telah melakukan beberapa kali penerbangan rute internasional sejak 7 Januari lalu. Di antaranya rute Kota Addis Ababa di Ethiopia ke Liege, Belgia, lalu Belgia-Tiongkok, kemudian Tiongkok-India.

Dari India pesawat ini kembali ke Ethiopia dan kemudian terbang ke Hongkong. Namun di tengah perjalanan, pesawat ini keluar dari rute penerbangan sehingga terpaksa diturunkan paksa TNI AU dan digiring ke Bandara Hang Nadim Batam, kemarin. (ska)

Tiga Ruas Jalan Dilebarkan

0

batampos.co.id – Pemko Batam konsisten untuk memperbaiki infrastruktur jalan di Batam. Di tahun 2019 ini sedikitnya ada 3 ruas jalan yang akan dilebarkan. Ditambah titik jalan yang dikerjakan di 2018 lalu.

“Info dari dinas bina marga memang seperti itu (ada tiga ruas), tapi ini yang baru. Yang tahun lalu yang belum selesai akan tetap dilanjutkan,” kata Kabaghumas Pemko Batam, Yudi Admaji, Jumat (11/2).

Tiga ruas jalan yang akan dibangun tersebut yakni Jalan Ahmad Yani yang menghubungkan Simpang Kabil, Batamcenter-Simpang Panbil, Simpang Tiban Princes -ke Cipta Land dan juga simpang Global – Simpang Seruni.

“Kalau anggarannya saya tidak tahu persis berapa. Tapi ini akan menambah ruas jalan yang diperlebar Pemko Batam. Dan memang Pemko sangat ingin dan akan berupaya untuk memperbaiki infrastruktur di Batam lebih bagus,” katanya.

Di mana sebelumnya sudah ada belasan ruas jalan yang dilebarkan BP Batam. Dimana memang pelebaran jalan ini sudah dirasakan manfaatnya oleh warga sebagai pengguna jalan. Misalnya jalan mulai dari Simpang Jam sampai Bundaran Tuah Madani sudah sangat lebar. Termasuk sejumlah ruas jalan di Nagoya.

“Kita berterima kasih ke Pemko Batam yang sudah melebarkan jalan. Jujur saja, saat ini sudah sangat jarang terjadi macet di beberapa titik jalan. Jadi kita mau kerja tak takut macet,” kata Lina, warga Batuaji yang selalu pergi ke Batamcenter lewat jalur Tiban ini.

Sementara itu anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean mengapresiasi langkah Pemko Batam yang sudah banyak berbuat untuk pelebaran jalan. Ia berharap pelebaran jalan ini tidak hanya dipusat kota tetapi juga ke arah Batuaji.

“Jadi kita berharap semua jalanan yang sering macet untuk diperlebar. Kalau memang tahun ini tidak bisa, maka bisa dilakukan tahun depan,” katanya. (ian)

Hanya Dua Lampu Merah yang Dipasang

0

batampos.co.id – Untuk mengurangi kemacetan dan kesembrawutan lalu lintas di jalan raya, Dishub Kota Batam akan memasang dua lampu merah. Di Jalan Raden Patah, simpang Pizza Hut dan juga di pertigaan Pelita.

“Memang itu sudah langganan macet. Selain itu, di sana sangat ramai. Dan kalau memang tak ada lampu merah, maka akan sering kecelakaan di sana,”kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Batam, Edward Purba, Senin (14/1).

Edward mengatakan, lampu merah yang akan dipasang di Jalan Raden patah sebelumnya sudah terpasang. Tetapi karena perbaikan jalan, maka dicopot. “Jadi kita pasang lagi. Dan titik pemasangan juga akan digeser,”tambahnya.

Edward mengakui, saat ini masih banyak persimpangan yang rawan kecelakaan yang belum dipasang lampu lalu lintas. Misalnya di simpang jalan nato Dapur 12, Sagulung. Di sana, sudah beberapa kali terjadi kecelakaan karena lampu merah tak ada di sana.

“Kalau yang di Simpang Nato, Sagulung juga akan kita upayakan untuk segera dipasang. Mudah-mudahan tahun depan juga bisa dipasang di sana,” Tambahnya.

Sementara itu, wakil ketua DPRD Kota Batam, Helmy Hemilton mengatakan, saat ini masih ada beberapa tempat atau persimpangan yang memang sudah padat dan rawan. Perlu dipasang lampu lalu lintas.

“Banyak persimpangan yang sudah padat tapi belum ada lampu merah. Dan kita berharap semua simpang-simpang ini harus ada lampu merah,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap agar Petugas Dishub Pemko Batam bisa mengawasi persimpangan yang terpasang lampu merah. Banyak pengguna jalan yang sembarangan dan menerobos lampu merah dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Bisa digandeng pihak Kepolisian untuk melakukan pengawasan. Kita berharap juga kepada semua warga untuk tidak melanggar lalu lintas,” katanya. (ian)

Mahathir Rombak Kurikulum Sekolah Malaysia

0

batampos.co.id – Pemerintah Malaysia berencana mengubah sistem pendidikan di dalam negeri. Rezim Mahathir Mohamad itu ingin memperkaya jenis pelajaran yang diterima siswa. Dengan demikian, para siswa tidak terjebak dalam radikalisasi dan pertikaian paham Islam dewasa ini.

Menurut Free Malaysia Today, Kementerian Pendidikan Malaysia sudah bergerak untuk merancang kurikulum baru. Saat ini, mereka sedang meluncurkan survei online untuk mengetahui keinginan rakyat. Seluruh warga Malaysia dipersilakan mengirimkan saran tentang kurikulum baru.

”Kami juga menggelar berbagai pertemuan dan diskusi dengan seluruh pemangku kepentingan,” bunyi pernyataan dari pihak kementerian. Rencananya, semua masukan tersebut dievaluasi pada 6 Juni nanti.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sudah menyatakan niatnya untuk merombak sistem pendidikan di lembaga pendidikan negara sejak akhir tahun. Menurut dia, pelajaran yang didapatkan mayoritas generasi muda terlalu berfokus pada pelajaran Islam.

”Mereka hanya belajar Islam tanpa pelajaran yang lain. Hasilnya, mereka menjadi ulama yang baik, tapi tak bisa bekerja,” ungkapnya menurut The Straits Times.

Frekuensi pelajaran Islam, lanjut Mahathir, seharusnya dikurangi dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Siswa juga harus diberi bekal soal pendidikan ilmiah dan bahasa Inggris.

”Satu-satunya jalan agar Malaysia tumbuh adalah pendidikan baik. Bukan hanya baik dalam menghafalkan Alquran, tapi juga mengerti apa maksud dari kitab tersebut,” tuturnya.

Mahathir menegaskan bahwa rencana itu tak akan menghilangkan identitas Malaysia sebagai negara muslim. Kurikulum baru tersebut justru akan mengembangkan Malaysia sebagai negara global.

”Jangan biarkan ini menjadi isu politik dan membuang kesempatan untuk belajar ilmu,” ujarnya. (bil/c9/dos)

Sebulan, 800 Pasangan Kantongi Kartu Nikah

0

batampos.co.id – Sebanyak 800 kartu nikah telah dikeluarkan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Batam untuk pasangan yang menikah mulai tanggal 1-31 Desember 2018 lalu. Dengan kartu nikah, selain memberikan keuntungan karena mudah dibawa dan dicek, data diri dan pasangan pemegang kartu juga otomatis menyesuaikan dengan dokumen kependudukan.

Kepala Kankemenag Kota Batam Erizal Abdullah mengatakan, saat ini penerapan kartu nikah tersebut baru berlaku di beberapa provinsi di Indonesia. Untuk Kepulauan Riau (Kepri), baru Kota Batam yang pertama kali menerapkannya. ”Batam kota pertama di Kepri yang memiliki peralatan untuk mencetak kartu nikah tersebut,” kata Erizal, Minggu (13/1/2019).

Selain itu, sambungnya, Batam merupakan salah satu pilot project yang ditunjuk pemerintah pusat untuk menerapkan program kartu nikah ini untuk diterapkan di Kepri.

”Sehingga ini alasan kenapa Batam yang Perdana mendapatkan kesempatan untuk menjalan program tersebut,” jelasnya.

Erizal melanjutkan, kartu nikah memiliki kelebihan yang sangat berguna bagi pemegangnya. Seperti, dilengkapi QR code yang bisa dicek menggunakan aplikasi dan memberikan informasi akurat apakah pengguna kartu tersebut bersama pasangan aslinya atau tidak. Misalnya, saat yang bersangkutan menginap di suatu tempat.

”Dan juga mudah dibawa ke mana-mana saat bepergian,” katanya.

Tidak hanya itu, data pasangan pada kartu nikah tersebut juga tersimpan pada Sistem Informasi Nikah (Simkah) Kemenag. Apabila statusnya sudah menikah, maka data yang ada pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) juga berubah, yang sebelumnya belum menikah menjadi menikah.

”Jadi semua sistem terhubung dengan dinas-dinas terkait sehingga datanya akan sama,” katanya.

Pada tahun 2019, Erizal akan menerapkan pencetakan kartu keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang statusnya telah berubah, pada pasangan yang baru menikah.

”Mudah-mudahan ini bisa terlaksana nantinya,” harapnya.

Ia menjelaskan, tahun ini Kankemenag Batam akan mencoba mengaplikasikan rencana tersebut. Sehingga, pasangan yang telah menikah bisa langsung mendapatkan kartu dan buku nikah, KTP baru, serta KK baru.

”Jadi memudahkan, karena semua ini dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” sebutnya. (cr2)

Sigit Beber Beda Format Debat Capres 2014 dengan 2019

0

batampos.co.id – Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sigit Pamungkas menyoroti perbedaan format debat capres dan cawapres pada Pilpres 2014 dengan 2019.
Sigit menuturkan tema debat sekarang disusun berdasar konsensus di antara pasangan calon (paslon), yakni Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, dan Jokowi – KH Ma’ruf Amin.

“Kalau dulu tema debat disusun oleh pakar yang ditentukan KPU tanpa koordinasi dengan paslon,” kata Sigit dalam diskusi Jelang Debat Siapa Hebat di Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Sigit mengatakan, dulu tema debat berasal dari panelis ahli yang ditentukan langsung oleh KPU. Sedangkan debat 2019, panelis disusun berdasar konsensus paslon. Dia mengatakan, dulu untuk pertanyaan debat disusun oleh moderator, yang terdiri dari para akademisi.

Moderator turut merumuskan pertanyaan bersama panelis ahli. Namun, ujar dia, sekarang pertanyaan disusun oleh panelis ahli, dan moderator sekadar membacakan.

“Dulu tim panelis menggarap isu-isu strategis, bahkan kami penyelenggara pemilu saja sampai tidak tahu. Kalau sekarang, moderator sekadar membacakan,” jelasnya.

Lebih lanjut Sigit menuturkan, dulu dari sisi formulasi debat, kontrol kendali ada di KPU. Namun, pada debat 2019 ini berdasar konsensus kedua paslon. Jadi, sekarang ini posisinya agak terbalik. Kalau dulu, kata dia, KPU menentukan aturan main. Sedangkan kontestan menuruti penyelenggara pemilu.

“Kalau sekarang berdasar konsensus, dan penyelenggara pemilu menyerahkan kepada kontestan,” ungkap Sigit lagi

Seperti diketahui, debat perdana capres dan cawapres 2019 akan digelar Kamis 17 Januari  2019. Debat perdana akan mengangkat tema hukum, hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme. (boy/jpnn)

Februari, Maung Bandung Bertandang ke Batam

0

batampos.co.id – Tim sepak bola papan nasional Persib Bandung akan bertandang ke Batam, Februari mendatang. Kedatangan tim berjuluk Maung Bandung ini dalam rangka memperingati HUT ke-9 Viking Persib Club Distrik Batam.

Ketua Viking Batam Vicky mengatakan ini adalah kali ketujuh Persib Bandung datang ke Batam.

”Ini adalah agenda tahunan dari Viking Batam untuk mendatangkan Persib Bandung. Event kali ini bertemakan Begins In To The Champion yang diselenggarakan mulai Jumat (8/2/2019) hingga Minggu (10/2/2019),” beber Vicky.

Nantinya, kata Vicky, tak hanya sekadar menemui para pendukung Persib Bandung di Batam yang jumlahnya mencapai ribuan orang, tetapi beberapa agenda telah juga disiapkan. Selama di Batam, Persib Bandung akan menjalani serangkaian kegiatan. Dari konvoi, meet and greet, training center, dan pertandingan uji coba.

”Sekaligus akan dilaksanakan launching tim Persib Bandung untuk musim kompetisi 2019-2020,” ungkapnya.

Sementara untuk training center akan dilaksanakan di Stadion Temenggung Abdul Jamal selama dua hari, Sabtu (9/2) hingga Minggu (10/2).

”Latihan dilaksanakan pagi dan sore, dan di hari kedua langsung dilaksanakan pertandingan uji coba. Sedang untuk launching pemain Persib Bandung akan dilaksanakan saat meet and greet yang digelar di KBC Batam Center,” paparnya.

Vicky menjelaskan kedatangan Persib Bandung ini diharapkan bisa meningkatkan dan menggairahkan persepakbolaan di Batam. ”Melalui sepak bola, kami berharap Batam akan bangkit dan perekonomian semakin bergairah,” ucapnya.

”Apalagi kini Kepri punya 757 Kepri Jaya, tim sepak bola yang berlaga di Liga 3 dan mampu melaju ke babak 32 besar. Tentunya dengan semakin bergairahnya persepakbolaan di Batam, ini akan menjadi poin positif bagi peningkatan PAD daerah,” sambungnya.

Selain itu, dengan adanya dukungan dari Viking Persib Club Distrik Batam, diharapkan Persib Bandung bisa kembali meraih hasil maksimal di kancah persepakbolaan nasional. Sekaligus hal ini akan meningkatkan motivasi Persib Bandung untuk menjalani laga di musim mendatang.

”Kami berharap tidak ada lagi politisasi di sepak bola. Sepak bola harus menjadi contoh untuk mengajarkan fair play pada generasi muda. Kemenangan dihasilkan muri dari skill, strategi, dan keringat pemain di lapangan,” tegas Vicky.

Karenanya, di peringatan HUT ke-9 ini, Viking Batam berharap bisa menjadi contoh bagi suporter lain untuk mengedepankan sportivitas.

”Ini harus menjadi cerminan bagi suporter di daerah lain pentingnya fair play dan sportivitas dalam mendukung tim kesayangannya. Hal ini sesuai dengan slogan yang digunakan dalam peringatan HUT kali ini, yakni Totalitas Bukan untuk Popularitas,” serunya.

Selain itu, vicky juga berharap jangan ada lagi korban jiwa yang muncul di persepakbolaan tanah air.

”Jangan memandang perbedaaan, kita adalah satu kesatuan. Utamakan kreativitas, bukan rivalitas,” tutupnya. (yan)

Beri Pemahaman Baru dalam Pembinaan Atlet Renang

0

batampos.co.id – Puluhan pelatih renang Batam dan Kepri mengikuti sertifikasi pelatih renang level D yang diselenggarakan Central Aquatic Club (CAC) bekerja sama Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Batam dan Provinsi Kepri, di Politeknik Negeri Batam, Sabtu (12/1) hingga Minggu (13/1). Dalam pelatihan ini diberikan pemahaman teknik dan tahapan pembinaan prestasi atlet renang. Selain sertifikasi pelatih renang level D, juga digelar pelatihan wasit juri.

Sekretaris PRSI Kota Batam Helmy Destra mengatakan kegiatan yang digelar untuk pertama kalinya ini memberikan manfaat besar dalam pembinaan renang.

”Kegiatan ini diselenggarakan oleh klub yang baru terbentuk akhir Desember lalu,” tuturnya, Minggu (13/1/2019).

”Tentunya ini menjadi perkembangan renang di Batam. Sertifikasi pelatih adalah bagian dari program PRSI Kota Batam yang sebetulnya rencananya akan diselenggarakan tahun lalu,”sambungnya.

Helmy mengatakan pihaknya menyarankan dan mengajak seluruh klub untuk aktif dalam seluruh program kerja PRSI Kota Batam.

”Kami meminta klub dan perkumpulan renang aktif tak hanya menyelenggarakan pelatihan tatapi juga kejuaraan. Ini adalah langkah maju untuk meningkatkan prestasi renang. Level D adalah awal dari sertifikasi pelatih untuk meningkatkan kemampuan dalam meningkatkan sumber daya manusia terutama pelatih renang,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Batam Syawaludin mengatakan KONI mendukung kegiatan positif yang dilaksanakan demi meningkatkan pembinaan keolahragaan.

”Pelatih harus mengikuti sertifikasi untuk menambah dan meningkatkan kemampuan,” tegasnya.

”Selamat pada para peserta. Jadilah pelatih yang memberikan sumbangsih dan motivasi bagi atlet untuk meraih prestasi. Keberhasilan atlet dalam meraih prestasi tergantung pada pembinaan yang dilakukan oleh pelatih,” ujarnya.

Ia berharap dengan dilaksanakannya pelatihan ini akan meningkatkan prestasi atlet renang Batam.

”Pelatihan ini memang sangat diperlukan agar para pelatih renang bisa menelurkan prestasi maksimal di masa yang akan datang,” jelasnya.

Pembinaan preatasi atlet renang diungkapkan rule and regulation PB PRSI Suroyo berawal dari pembinaan usia dini.

foto: batampos.co.id / ryan agung

”Diperlukan pembinaan jangka panjang dan berjenjang untuk bisa meningkatkan prestasi atlet renang. Selain itu juga diperhatikan tahapan-tahapan usia dalam pembinaan atlet. Jangan sampai karena kepuasan sesaat malah akan merusak masa depan atlet,” tegas Suroyo.

Menurutnya pembinaan atlet renang harus mengedepankan pada proses, bukan pada hasil sementara.

”Ini sesuai dengan konsep yang dicanangkan Kemenpora pada pembinaan berjangka panjang. ”Jangan sampai saat atlet memasuki jenjang senior malah tak bisa meraih prestasi karena sudah burning out waktu di kelompok umur,” kata Suroyo.

Pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari ini, terbagi menjadi dua tahap. Yakni teori dan praktik. Praktik dilaksanakan di kolam renang The Central Sukajadi. Di akhir pelatihan juga dilaksanakan ujian untuk melihat sejauh mana peserta menyerap materi yang diberikan.

”Harapannya para peserta mampu menyerap dan menerapkan materi yang diberikan dalam pelatihan ini. Memang masih banyak pelatih renang yang belum mengerti mengenai pembinaan atlet yang benar. Belum lagi tahapan dalam pelatihan dan pembentukan atlet,” terangnya.

Beberapa faktor yang menjadi pokok perhatian Suroyo dalam pelatihan adalah tahapan, metode, dan teknik melatih.

”Dalam renang yang harus disadari adalah memahami teknik melatih,” katanya.

”Karena dalam renang tidak bisa membina dengan menggunakan metode class room, tetapi harus secara individual. Karena harus memperhatikan seluruh aspek satu persatu atlet binaannya,” tambahnya Suroyo.

Dalam pemberian materi bagi wasit dan juri gaya, Suroyo mengingatkan agar semua peraturan kejuaraan merujuk pada regulasi yang ditetapkan oleh FINA (Federasi Renang Internasional).

”Dari Sabang sampai Merauke harus menggunakan regulasi yang sama,” tegasnya.

Selain itu, sambungnya, untuk peralatan memang harus distandarkan.

”Artinya harus sama yang digunakan. Jangan sampai perbedaan justru menjadi celah dalam melakukan penilaian. Bahkan perbedaan dalam hal merk stopwatch bisa menjadi celah saat bertugas,” tutupnya. (yan)