Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11683

BPHTB dan PBB Tak Capai Target

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam tahun 2018 tidak mencapai target. Dari target Rp 937,572 miliar, hanya terealisasi sebesar Rp 846,139 miliar atau hanya 90,25 persen alias masih minus sekitar 9,75 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah mengaku memang sejak awal prediksi pencapaian pajak daerah hanya 90 persen, sedangkan sektor retribusi daerah sebesar 80 persen.

Namun demikian, kata dia, sekarang pihaknya masih menunggu sinkronisasi antara data BP2RD dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

”Sedang didata. Data di Siependa (Sistem Informasi Penerimaan Daerah Kota Batam, red) juga belum bisa diakses, (web) Siependa sedang di-setting,” kata Raja, Kamis (3/1/2019).

Dikatakannya, salah satu sumber pendapatan andalan PAD Batam yang terseok adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang hingga tutup tahun hanya tercapai Rp 298,118 miliar dari target Rp 380,800 miliar atau minus 21,71 persen.

Tidak hanya itu, sambung Raja, pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) juga hanya tercapai Rp 154,951 dari target Rp 158,583 miliar atau minus 2,29 persen.

”Paling enggak, bantuan dari pusat Rp 100 miliar menutupi pendapatan BPHTB ini,” ungkapnya.

Adapun pencapaian lain seperti pajak hiburan, restoran, juga pajak hotel melebihi target. Hal ini sempat disampaikan Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

”Pajak tercapai, melewati tapi tidak by item. Secara umum tercapai, berlebih malah,” imbuh Rudi, belum lama ini.

Soal sumber pendapatan yang tersendat pendapatannya, ke depan ia akan melakukan evaluasi. Menurutnya, peningkatan pendapatan, salah satunya berkat bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mendukung penerapan pajak online melalu pemasangan alata pencatat transaksi (tapping box) pada pelaku usaha sektor hotel, parkir, hiburan, dan restoran. ”Jadi pendapatannya naik,” kata Rudi.

Perencanaan OPD Lemah

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging menyayangkan tidak tercapainya pendapatan daerah. Menurutnya sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal dengan melakukan evaluasi dan monitoring di setiap sektor pajak dan retribusi daerah. Bahkan DPRD telah mengingatkan dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengejar target mereka sebelum APBD Perubahan.

”Beberapa dinas sudah kita ingatkan. Ketika ini terjadi lagi, itu karena perencanaan OPD yang lemah,” tuturnya.

Semisal Dinas Perhubungan, dimana realisasi retribusi pajak parkir tepi jalan umum di pertengahan tahun yang hanya sebesar Rp 4 miliar dari target Rp 10 miliar. Akibatnya hingga akhir tahun 2018, capaian dari retribusi parkir ini hanya mampu di angka Rp 6,5 miliar atau 65 persen dari target. Ini tentu harus menjadi perhatian serius.

Menurut Uba, Pemko Batam seharusnya belajar dari situasi tahun lalu. Ketika PAD mandek segera dilakukan evaluasi kinerja. Begitu juga dengan monitoring bulan ke bulan, penting dilakukan untuk mengevalusi capaian target realiasi PAD.

”Jangan lagi di akhir tahun semuanya dikejar. Namun nyatanya tak sesuai proyeksi,” ucapnya.

Selain monitoring dan evaluasi kinerja, penting bagi dinas penghasil untuk melakukan kajian atas target yang akan mereka tetapkan. Target pendapatan yang diajukan haruslah sesuai kajian yang matang dan kondisi yang sebenarnya.

”Jangan karena terlihat hebat dibuat target besar. Ketika akhir tahun kelimpungan karena tak tercapai,” sesalnya.

Disinggung mengenai realiasi BPHTB dan retribusi persampahan yang juga tidak tercapai, ia menjawab lebih ke hal teknis. Seperti BPHTB karena tak dipungkiri masih banyak Izin Peralihan Hak (IPH) yang mandek di BP Batam. Begitu pun dengan retribusi sampah, dikarenakan keterbatasan armada pengakutan sampah saat ini, berimbas pada retribusi.

”Hal-hal seperti ini seharusnya juga bisa kita antisipasi dari awal,” jelas Uba.(iza/rng)

Kembangkan Pariwisata, Semua Pihak Harus Terlibat

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus menggenjot sektor pariwisata. Sejumlah event pariwisata di tahun 2019 pun telah disiapkan guna menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara agar tertarik berkunjung.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam Hendra Asman mengatakan, pengembangan pariwisata di Kota Batam tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah daerah. Butuh sinergi semua pihak, agar target Batam sebagai kota wisata bisa tercapai.

“Tidak cukup pemerintah sendiri. Apalagi dengan keterbatasan anggaran daerah. Untuk itulah Pelaku usaha, masyarakat dan stakeholder lainnya harus turut andil gerak bersama, berkolaborasi kembangkan pariwisata,” kata Hendra, Rabu (2/1).

Di Kota Batam, lanjutnya, banyak sekali kegiatan masyarakat yang dapat didorong menjadi sebuah komoditi wisata. Hendra optimis, jika 114 event wisata Batam tahun 2019 ini dilaksanakan dengan baik, target 2,4 juta wisman akan tercapai.

“Saya melihat dengan keterbatasan anggaran ini pemerintah masih bisa menghadirkan even sebanyak itu. Ini adalah satu kemajuan investasi dan harus didukung bersama. Makanya sangat dibutuhkan peran serta semua pihak,” tuturnya.

Hendra juga melihat event pariwisata di Kota Batam beberapa tahun terakhir sudah mulai membaik. Hal ini tidak terlepas dari peran serta pelaku usaha, swasta dan pemerintah sendiri, terutama dalam memperbaiki infrastruktur kota.

“Kita bisa bandingkan target wisman 2018. Dengan target yang cukup besar diberikan pusat, kita hampir mencapainya,” sebut hendra.

Selain hal ini, ia juga mengharapkan dinas terkait lebih aktif berkomunikasi dengan pusat. Khususnya dalam menyediakan slot iklan Kota Batam yang dipasang Menteri Pariwisata. Hal ini juga akan membantu promosi pariwisata kota Batam.

“Komunikasi ini penting. Supaya even-even yang kita jual berskala internasional kita bisa dipublish di media kementerian pariwisata,” jelas Hendra.

Sebelumnya Walikota Batam, Muhammad Rudi meresmikan agenda pariwisata (calender of event) Kota Batam tahun 2019. Peresmian dilakukan sebagai acara puncak perayaan malam tahun baru, Kenduri Akhir 2018, di Engku Putri, Senin (31/12).

“Ada 114 event pariwisata yang akan digelar di Kota Batam pada tahun 2019 nanti,” kata Walikota Batam. (rng)

Akan Muncul Perpres tentang Mal Pelayanan Publik, Belajar dari Batam

0
Seorang warga sedang melakukan pengurusan perizinan di dinas Penanaman Modal Kota Batam di Mall Pelayanan Pubik. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Peraturan Presiden (Perpres) tentang Mal Pelayanan Publik (MPP) bakal segera dikeluarkan. Hal ini dipandang perlu guna mendorong percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan dalam membuat Perpres melibatkan MPP Batam. Hadirnya MPP Batam karena merupakan pilot project pelayanan satu pintu.

“Dalam Prepres ini diatur bagaimana kewajiban, hak dan tanggungjawab MPP. Ini sudah dibahas beberapa kali, dalam Perpres ini kita sebagai narasumber. Kita diajak berdiskusi,” ujar Gustian, Rabu (2/1/).

MPP merupakan pelayanan terpadu dan terintegrasi antara pelayanan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam satu gedung pelayanan. Penyelenggaraan MPP diatur dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Publik (MENPAN-RB) tentang Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik.

Berdasarkan Peraturan Menteri PANRB 23 tahun 2017, tujuan pembentukan MPP untuk memberikan kemudahan, serta kenyamanan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan daya saing global dalam memberikan kemudahan berusaha di Indonesia, di mana MPP dilaksanakan dengan prinsip keterpaduan, berdaya guna, akuntabilitas, aksesibilitas, dan kenyamanan.

Gustian mengakui, sudah ada 14 MPP yang akan diresmikan kedepannya. Berbagai pendapat dan masukkan juga telah diberikan untuk pembuatan Prepres ini. Apalagi sistem perizinan sudah sistem One Stop Services (OSS), sehingga perizinan bisa lebih cepat.

“Pada Perpres ini juga nanti diatur tatib dan tata kelola MPP. Kita yang memberikan masukkannya untuk MPP seluruh Indonesia,” kata Gustian.

Gustian menambahkan, dalam pembentukan Perpres MPP ini sudah dua kali dilakukan pembahasan. Sesuai schedulenya 2 kali akan final, dan Februari mendatang di teken oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo.

“Dengan adanya kebijakan Perpres maka semua MPP seluruh Republik Indonesia bisa sama semua,” ucapnya. (rng)

Optimis Agenda Wisata Batam Sukses Tarik Turis

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata mengaku optimis dengan agenda event pariwisata 2019. Menurutnya, event pariwisata Kota Batam 2019 tak hanya untuk wisatawan asing, namun juga wisatawan domestik.

“Even yang ada cukup banyak dan insyallah bakal ada yang baru. Even ini tak hanya untuk wisman asing, namun juga domestik,” ujar Ardi kepada Batam Pos, Selasa (2/1).

Diantara even yang bisa dilirik wisatawan domestik seperti STQ tingkat Kelurahan dan Kecamatan, safari ramadan serta halal bihalal. Sebab menurut Ardi, setiap even punya pangsa pasar sendiri, seperti religi, kuliner, seni

“Semua even-even punya market sendiri-sendiri. Kalau STQ itu kategori wisata religi, saat itu juga ada UKM-UKM yang berjualan,” imbuh mantan Kabag Humas Pemko Batam ini.

Masih kata Ardi, saat ini Kota Batam semakin memiliki daya tarik tersendiri oleh wisatawan asing maupun lokal. Apalagi Batam menjadi salah satu penyumbang nomor satu wisman asing ke Indonesia melalui Pelabuhan.

“Even-even yang digelar akan dikemas semenarik mungkin sehingga dapat menarik wisatawan datang ke Batam,” tutur Ardi.

Disinggung mengenai anggaran di Disbudpar Kota Batam 2019, menurut Ardi Rp 7 miliar. Anggaran itu termasuk dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 2,5 miliar dan digunakan untuk seluruh kegiatan di Disbudpar.

“Optimis bisa mengembangkan kepariwisataan Kota Batam kedepannya,” pungkas Ardi. (she)

Warga Mulai Jera Parkir Sembarangan

0

batampos.co.id – Sejumlah pengendara roda empat dan dua mulai jera parkir kendaraan di pinggir jalan Batam. Hal itu dikarenakan adanya petugas Dinas Pehubungan (Dishub) yang standby mengawasi kendaraan yang parkir sembarangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Rustam Efendy mengatakan jumlah pengendara yang parkir sembarangan mulai menurun. Terutama untuk wilayah jalan besar Batamcenter dan Nagoya.

“Angkanya jauh berkurang setiap bulannya. Apalagi di kawasan depan Megamal Batamcenter, itu tak ada lagi yang parkir di pinggir jalan,” ujarnya.

Menurut dia, setiap saat petugas Dishub berjaga-jaga di kawasan rawan yang jadi tempat parkir. Kalau ada kendaraan yang parkir, maka pihaknya akan segera meminta pemilik untuk memindahkan kendaraan. Namun, jika pemiliknya tak ada, pihaknya akan menderek kendaraan tersebut.

“Jumlah kendaraan roda dua lebih banyak daripada mobil. Kalau dulu hampir setiap hari ada yang kita angkut. Sekarang jauh berkurang,” terang Rustam.

Dikatakan dia, untuk saat ini pihaknya masih fokus di daerah Nagoya dan Batamcenter. Namun kedepannya hal itu akan dilakukan di seluruh jalan besar di Batam.

“Semua dilakukan bertahap,”pungkasnya. (she)

6 Lakalantas, 14 Kasus Kriminal Selama Operasi Lilin

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri mencatat selama pelaksanaan operasi lilin dari 23 Desember hingga 1 Januari, tercatat sebanyak 6 kasus kecelakaan lalu lintas serta 14 kasus kriminal. Selain itu, pihak kepolisian mencatat moda transportasi laut paling banyak digunakan masyarakat, dibandingkan moda transportasi udara.

Melalui transportasi laut, masyarakat keluar Batam tercatat sebanyak 158.495 orang dan datang 122.773 orang. Sedangkan masyarakat keluar Batam menggunakan moda transportasi udara sebanyak 56.114 dan datang sebanyak 58.658.

“Selama operasi lilin ini, melibatkan sebanyak 2.517 personel terdiri dari polisi, TNI, pemerintah daerah serta stakeholder lainnya,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga, Rabu (2/1).

Erlangga mengatakan selama penyelanggaran operasi lilin, personel gabungan berhasil meminimalisir terjadinya tindak kejahatan, maupun kecelakaan lalu lintas. Hal ini disebabkan, sebelum pelaksanaan operasi jajaran Polda Kepri telah memetakan beberapa potensi kerawanan seperti kejahatan konvensional.

“Selama operasi lilin ini, kami tidak meminimalisir tindak kejahatan konvensional saja. Tapi juga menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di seluruh Provinsi Kepri,” tuturnya.

Selama Operasi Lilin, Erlangga mengatakan jajaranya mendirikan sebanyak 24 pos pelayanan, 7 pos terpadu dan 6 pos bergerak. “Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto, memantau langsung mulai dari kesiapan anggota, hingga pelaksanaan operasi dilapangan,” tuturnya.

Keberhasilan operasi lilin ini, kata Erlangga tidak terlepas dari komitmen seluruh personel gabungan dan peran serta masyarakat menciptakan kondisi Kepri yang aman.

“Tim Operasi lilin sudah dibubarkan, ditandai dengan dilaksanakannya apel konsolidasi, Rabu (2/1) dinihari,” pungkasnya. (ska)

Minggu, Puncak Arus Balik

0
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Arus balik tahun baru dan natal, puncaknya diprediksi Minggu (6/1/2019) depan. Diprediksi sebanyak sebanyak 8 ribuan orang akan memadati Bandara Internasional Hang Nadim.

Sejak Selasa (1/1) lalu, arus balik sudah mulai terlihat.

“(Arus balik) sudah mulai terlihat, sedari kemarin (1/1). Dan akan berlangsung hingga Minggu (6/1). Karena masa liburan sudah usai,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Rabu (2/1).

Ia mengatakan sudah memprediksi jadwal arus balik ini. Dan jajaranya siap menyambut penumpang yang kembali ke Batam. “Tak ada persiapan khusus, kami siap melayani penumpang yang datang,” ungkap Suwarso.

Sementara itu di Pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Telagapunggur, belum terlihat arus balik dari Mengkapan, Riau. Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam Adolf DC Enoch mengatakan, hingga kini penumpang yang datang dari Mengkapan masih sedikit.

“Sepii,” ucapnya.

Ia memprediksi arus balik akan terjadi Kamis (3/1), Minggu (6/1) dan Selasa (8/1). “Biasanya begitu, besok itu (3/1) kapal yang datang pukul 09.00. Cukup padat,” tuturnya.

Terkait rute Tanjunguban ke Batam, Adolf mengatakan arus baliknya sudah terjadi, Selasa (1/1). Ribuan orang sehabis merayakan tahunbaru, kembali ke Batam.

“Kemarin (1/1), padat padatnya. Kalau sekarang rute tersebut sudah kembali normal,” pungkasnya. (ska)

Waspada Gelombang Tinggi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam meminta masyarakat waspada terhadap gelombang tinggi. Penyebab gelombang tinggi di Kepri, karena akan memasuki musin utara. Namun selain itu, penyebab gelombang tinggi akibat aktivitas dari Siklon Tropis PABUK.

“Daerah terdampak itu Natuna dan Anambas,” kata Kasi Datin Stamet Hang Nadim Batam, Suratman, Rabu (2/1/2019).

Ia mengatakan akan terjadi gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di laut Natuna. Sedangkan di Anambas, diprediksi gelombang setinggi 0,5 hingga 3,5 meter terjadi. “Kondisi ini bukan karena siklon saja, tapi juga dipengaruhi mulai memasuki Februari,” ucapnya.

Selain dua daerah itu, Suratman mengatakan gelombang masih dalam relatif aman di Batam, Karimun dan Lingga. Dari pantauan Stamet Hang Nadim tinggi gelombang di tiga daerah itu mulai dari 0,1 hingga 0,6 meter.
Sedangkan di perairan Bintan dari 0,2 hingga 1 meter. “Semakin ke Februari, gelombang semakin tinggi. Karena akan memasuki musim angin utara. Kini saja, kecepatan angin tertinggi mencapai 40 kilometer perjam,” tutur Suratman.

Suratman berharap pengguna maupun pengelola moda transportasi laut, selalu memperhatikan informasi resmi dari BMKG, baik melalui media whatsapp maupun laman resmi BMKG.
“Selalu ikuti arahan dari otoritas pelabuhan setempat. Kami hanya bisa mengeluarkan peringatan, tapi boleh atau tidaknya kapal berangkat itu wewenang dari Syahbandar,” ucapnya. (ska)

ATB Batam Persiapkan Diri Jadi Operator Kelas Dunia

0

ATB Mobile Apps, Bentuk Inovasi dibidang Informasi Digital

Perkembangan dunia bisnis demikian pesat. Kemajuan teknologi yang merambah hingga ke aspek sosial dan ekonomi, mengakibatkan persaingan usaha semakin ketat. Semua perusahaan saling adu cepat menjadi yang terbaik untuk mengimbangi era globalisasi ini.

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang utilitas mengelola air bersih, PT Adhya Tirta Batam (ATB) sangat menyadari bahwa peran sektor ini begitu penting sebagai simpul pengembangan ekonomi industri di Pulau Batam. Bagi ATB, tidak pilihan lain selain berkontribusi maksimal dengan cara mempersembahkan layanan dan kinerja terbaik yang dimiliki.

Transformasi digital yang dilakukan ATB berusaha memetakan potensi yang ada dan mensinergikan seluruh sumber daya agar dapat berjalan sesuai arah visi misi perusahaan yang ingin dicapai. Keunggulan dan kompetensi menjadi syarat dalam menciptakan budaya kerja yang produktif, kreatif dan dapat mengambil keputusan dengan tepat.

Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB menyatakan, di masa datang ATB harus mampu menjadi operator air kelas dunia. Setidaknya untuk kawasan Asia Pasifik. Maria menjelaskan bahwa ATB telah mempersiapkan diri untuk go public ke kancah internasional. Sejak dekade 2000an, ATB telah menerapkan konsep Smart Water Management System dalam setiap aspek kinerja.

Potensi ATB untuk menembus pasar dunia, tidak terlepas dari peran aktif mulai dari level manajemen hingga karyawan disemua lini dalam menjaga standarisasi kinerja dan konsistensi memberikan performa terbaik.

Keunggulan ATB lainnya adalah memiliki pemimpin yang visioner seperti Ir Benny Andrianto Antonius, MM. Kepemimpinan Presiden Direktur ATB ini tak perlu diragukan lagi. Sederet penghargaan seperti Best of The Best Marketeer of The Year 2018 dan dua tahun berturut-turut menyabet Top CEO dalam ajang nasional bergengsi TOP BUMD, sudah cukup menggambarkan kehandalan sosok pemimpin yang satu ini.

“Kredibilitas, reputasi dan prestasi yang dibangun ATB bisa dilihat dari banyaknya ATB menerima kunjungan baik dari dalam maupun luar negeri yang belajar ke ATB. Mulai dari mempelajari pengolahan air hingga pelayanan pelanggan. ATB dinilai mampu menjadi percontohan untuk industri layanan penyediaan air bersih. Terlebih dengan adanya ATB SCADA 4.0 Terintegrasi yang sangat populer di kalangan penggiat industri pengelolaan air. Semua tidak terlepas dari dukungan segenap direksi dan manajemen ATB yang selalu memberi ruang untuk karyawan berinovasi”, jelas Maria.

Inovasi teknologi dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi strategi yang berhasil menempatkan ATB sebagai benchmark bagi perusahaan dalam dan luar negeri. Mendekati 2020, ATB lebih fokus pada kualitas layanan dan pengembangan teknologi terkini sebagai upaya menjadi satu-satunya perusahaan air terpercaya dan tak tergantikan oleh operator air bersih manapun. (*)

 

Lowongan Kerja di Batam, Sepi

0
Para pencari kerja di Batamindo Community Center.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Jumlah tenaga kerja yang terserap di kawasan Industri Batamindo tahun 2018 lebih sedikit dibandingkan tahun 2017. Jika tahun 2017 mencapai 12.376 tenaga kerja, tahun 2018 hanya menerima 4.552 tenaga kerja, yang terhitung sejak Januari sampai November 2018.

Sepinya lowongan kerja itu diakui pihak Batamindo. Selama bulan November 2018, hanya tiga perusahaan yang merekrut tenaga kerja yakni PT Dynacast, Schneider dan Patlite Indonesia. Tenaga kerja yang diambil paling banyak hanya 65 orang selama November.

Manager Admin and General Affair PT Batamindo Investment Cakrawala, Tjaw Hioeng mengaku jika jumlah tenaga kerja yang diambil sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

“Tergantung kebutuhan perusahaan,” ujar Tjaw Hioeng belum lama ini.

Sementara dari data yang diperoleh Batam Pos, tahun 2018, penerimaan terbanyak terjadi pada bulan Mei, yakni 962 orang, kemudian disusul bulan Juli sekitar 758 orang, sementara bulan November hanya menyerap 102 orang. Sedangkan penerimaan yang paling sedikit adalah dibulan October yakni hanya 92 orang.

Sementara, pantauan dilapangan, sejak Libur Tahun Baru 2019, sejumlah pencaker yang kerap memadati Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo, tampak sepi. “Sepi karena masih pada liburan semua,” kata Farida, seorang pencaker saat ditemui di MPH, Rabu (2/1).

Demikian juga untuk lowongan kerja. Sejak pagi kemarin, belum ada satupun perusahaan yang menempelkan pengumuman lowongan kerja di papan informasi yang tersedia di MPH. (une)