Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 11747

Pemko Batam akan Bantu Lombok

0

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menyikapi surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Sikap Pemko Batam dimungkinkan dengan menggerakan potensi dari aparatur atau dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) akan dibicarakan terlebih dahulu, pihaknya akan mempelajari surat edaran tersebut, pasca liburan idul adha atau hari ini.

“Tentu kami akan ambil langkah untuk memfollow up surat edaran itu. Memang, perlu ada kebersamaan membantu saudara kita yang terkena bencana,” kata Amsakar.

Hal serupa yang telah dilakukan oleh Pemko Batam untuk korban Tsunami Aceh 2004 silam.

Menurut dia, pihaknya akan menggerakna potensi yang ada dari masyarakat hingga aparatur yang bertugas di Pemko Batam. Bahkan ketika ditanya apakah dimungkinkan bantaun dapat diambild ari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kota Batam, Amsakar mengatakan langkah ini bisa saja dilakukan dan ini tidak masalah karena berkenaan dengan solidaritas antar daerah.

“Sekarang pun masih ada dana tidak terduga fokusnya memang kalau ada bencana, sampai sekarang dana itu belum digunakan. Kalau nanti memang harus diambil anggaran itu kita akan ambil dari sana, tapi bisa hal lain yakni dengan memobilisasi di PNS kita juga masyarakat,” papar Amsakar.

Namun ia mengaku, tidak hafal terkait besaran dana terduga tersebut. Dan, ketika ditanya soal kemampuan Pemko Batam jika seandainya bantuan diambil dari APBD Kota Batam ia belum bisa berkomentar. “Jumlah kalau pakai APBD berapa, saya belum sejauh itu. Tetapi tentu kami akan gerakkan potensi yang ada,” ujarnya.

Menurut informasi yang ia peroleh, gempa lombok belum dikategorikan sebagai Bencana Nasional. Karena gempa tersebut masih dapat diselesaikan di tingkat pemerintah daerah dan dianggap sebagai gempa yang belum memiliki eskalasi yang luas.

“Tetapi kalau edaran Mendagri sudah ada, kita mesti meyikapinya. Suratnya belum sampai ke kami, hingga selasa sore sembari menonton bola belum saya dapatkan. Besok (hari ini) setelah libur kami akan baca itu (surat edaran),” kata Amsakar.

Sebelumnya, Mendagri mengeluarkan surat edaran Nomor 977/6131/Sj dan 977/6132/Sj tanggal 20 Agustus 2018, yang ditujukan kepada seluruh Gubernur, Bupati, Walikota di seluruh Indonesia. Isinya memfasilitasi provinsi-provinsi di Indonesia memberikan bantuan untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam surat tersebut pemerintah daerah yang akan membantu dapat menggunakan APBD masing-masing dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran.

Menanggapi hal ini, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam menilai, terkait aturan keuangan daerah hal ini sangat memungkinkan dilakukan di setiap daerah. Salah satunya dengan memberikan bantuan dari pos anggaran yang tidak terduga. “Kita tiap tahun anggarkan untuk bencana alam ini,” kata Udin P Sihaloho, anggota Banggar DPRD Kota Batam, Selasa, (21/8).

Hanya saja kata Udin, dengan melihat kondisi anggaran Pemko Batam yang defisit saat ini, sangat tak memungkinkan mengeluarkan anggaran tersebut. “Mungkin cara yang lebih efektif tanpa menggangu keuangan kita dengan cara mengumpulkan langsung uang dari pejabat eselon hingga anggota DPRD. Apalagi sesuai surat edaran tersebut tak menentukan besaran sumbangan yang harus diberikan oleh daerah.

“Artinya sebagai bentuk empati kita atas kejadian yang menimpa saudara kita disana,” tutur Udin.

Gubernur Kepri atau Wali Kota Batam bisa mengeluarkan surat edaran ini terkait bantuan ini. Apakah itu dikumpulkan di tingkat provinsi atau cukup dari kota Batam, dan tentunya harus kesepakatan bersama.

“Kalau diambil dari APBD saya tidak yakin, karena untuk 2018 saja kita defisit Rp 268 miliar. Belum lagi tahun 2019 kita diwajibkan membayar tunda bayar kemarin (2017-red). Artinya tidak mungkin dipaksakan bila melihat APBD saat ini,” sebut Udin. (iza)

Warga Ruli Beverly kembali Bangun Rumah di Lokasi Kebakaran

0

batampos.co.id – Warga kembali membangun rumah liar (ruli) di lokasi eks kebakaran Ruli Beverly Batamkota. Pembangunan kembali ini merupakan reaksi dari tidak jelasnya persiapan kaveling untuk para korban, lagipula warga-warga ini menilai tempat relokasi sementara kurang memadai.

“Audiensi dengan BP Batam di DPRD Batam, mereka (BP Batam) belum ketemu lahan, dengar itu, dengan bacaan bismillah, nawaitu niat, kami dirikan lagi,” kata perwakilan warga, Suhartono, Jumat (17/8) siang.

Ia mengaku, sebagian warga ada yang masih bertaha di pengungsian di Ruko Alladin, sebagiannya memilih kos atau kontrak hingga menumpang di rumah keluarganya masing-masing. “Satu bulan lagi udah penuh lagi ini. Gimana, orang pada kerja di sekitar ini. Di pengungsian tak layak, air berebut. Mau tinggal di rusun kejauhan, ” keluh dia.

Ia mengaku, kepastian lahan merupakan hal yang ingin warga dapatkan informasinya dari pemerintah, baik BP Batam maupun Pemko Batam.

“Kalau ada lokasi baru yang disiapkan, kami akan pindah. Jika tidak kami akan bertahan di sini, bayar UWTO pun kami mau,” imbuh dia.

Hal lain, kata dia, warga masih gamang soal kebenaran kejadian kebakaran, apalagi hasil forensik warga sebut belum keluar.

Sisi lain, lanjut dia, warga melihat banyak kejanggalan dari kejadian ini, seperti rumah pertama yang terbakar memiliki dua tabung 12 kilogram yang cukup kontras dengan gas tabung subsisdi 3 kilogram yang biasa dimiliki warga ruli.

Solihin, pemilik rumah asal muasal api juga kini warga tidak tahu keberadaanya. Menurutnya, pemilik rumah tersebut baru sekitar dua bulan kembali setelah sempat tinggal di Seibeduk, sebelumnya memang tinggal di ruli tersebut di bagian tengah pemukiman dan setelah kembali memilih tinggal di pinggir.

“Ini sengaja dibakar atau musibah, ini yang belum jelas. Secepatnya pemko dan polisi kami minta terangkan hal ini,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengaku belum mendengar kabar soal pembangunan kembali ruli beverly. Ia mengaku, jajarannya akan mengecek hal ini.

Soal lahan relokasi, ia mengaku memang belum ada informasi dari BP Batam. Padahal, ia mengatakan kesiapan lahan sudah dijanjikan oleh Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.

“Pak Lukita sudah janji, tapi sekarang belum ada kabar. Saya bilang, kalau bapak (lukita) dari ganti, saya akan larang bangun lagi (ruli), pak Lukita janji, oke,” ucapd ia.

Ia mengaku akan menghubungi kembali Lukita, agar kepastian lahan warga dapat terjawab. “Kalau mau ganti, kita akan selesaikan. Kalau tidak, kita akan pikir lagi,” pungkasnya. (iza)

Singapura Terpikat Pengembangan Industri Digital dan Kreatif di Batam

0
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi bersama Menlu Singapura, Gubenur Kepri, Kepala BP Batam, Walikota Batam, Komisaris Utama Citra Mas Group Kris Wiluan dan undangan berswafoto usai peresmian Nongsa Digital Park di Nongsa , Selasa (20/3/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Singapura dipastikan akan terus meningkatkan investasi di Indonesia, khususnya di Batam. Pemerintah Negeri Singa itu menilai konsep pengembangan sektor bisnis di Batam cukup menjanjikan. Selain itu, Singapura menganggap hubungan bilateral dengan Indonesia juga semakin erat.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, kawasan Nongsa Digital Park (NDP) menjadi salah satu daya tarik baru bagi investor Singapura. Pusat industri kreatif yang diresmikan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bersama dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan pada Maret lalu itu dinilai cukup menjanjikan.

“Minat Singapura untuk menjadikan kawasan nongsa sebagai kawasan ekonomi digital dan pusat ekonomi kreatif sudah mulai kelihatan,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Selasa (21/8) malam.

Menangkap potensi ini, akhir Agustus nanti pada acara Investment Day di Singapura, BP Batam akan ikut serta dalam mempromosikan apa saja perubahan yang terjadi di Batam serta rencana strategis pembangunan ke depan.

Sedangkan Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya mengatakan pertumbuhan Indonesia di kuartal kedua mencapai 5,27 persen sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN di atas 5 persen.

Hal ini menurutnya dipengaruhi sejumlah faktor antara lain kepastian politik dan hukum, kemudahan berusaha, dan dukungan infrastruktur.

“Pertumbuhan Indonesia kuartal dua tahun 2018 mencapai 5,27 persen melebihi ekspektasi 5,1 persen dengan pertumbuhan investasi domestik meningkat 17,2 persen. Ini menunjukkan Indonesia memiliki daya tarik sebagai tujuan investasi bagi investor asing,” ujar Swajaya saat perayaan HUT ke-72 Singapura di Batam, Selasa (21/8) malam lalu.

Ia juga menyampaikan upaya Indonesia dalam mewujudkan peluang investasi dalam sektor industri kreatif. Singapura, kata dia, saat ini sedang memanfaatkan peluang pasar dan implementasi sektor industri ekonomi digital.

“Sebagai contoh konkret yakni berada di kawasan Nongsa Digital Park Batam yang diresmikan pada Maret lalu,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Kedubes Indonesia di Singapura, Singapura masih menjadi investor terbesar di Indonesia. Realisasi investasi di Singapura pada triwulan pertama 2018 mencapai 2.648 juta dolar Amerika. Sedangkan total investasi dari 2011 hingga kuartal pertama 2018 mencapai 44.005 juta dolar Amerika.

Investasi terbesar Singapura di Indonesia adalah di bidang properti. Terutama di bidang perumahan, kawasan industri, dan bangunan perkantoran.

Terbagi dalam 126 proyek dengan total investasi 1.139,81 juta dolar Amerika.

Investasi properti ini dilakukan oleh pengusaha-pengusaha lawas dari Singapura. Peluang ini bisa diambil oleh Batam melihat besarnya investasi sektor properti Singapura di Indonesia.

Potensi tersebut bisa dimanfaatkan untuk dikembangan secara kerja sama dengan kawasan-kawasan industri maupun real estate di Batam.

Pada kuartal pertama 2018, investasi Singapura lebih banyak diarahkan ke Jakarta, dengan total investasi 748,61 juta dolar AS. Riau dengan potensi investasi di sektor kelapa sawit menduduki peringkat kedua, dengan total investasi 443,9 juta dolar AS.

Sementara investasi Singapura di Batam pada kuartal pertama 2018 hanya 9,336 juta dolar AS.

Nilainya masih sangat kecil dan ini harus menjadi konsentrasi dari BP Batam untuk semakin meningkatkannya.

Karena berdasarkan data, investasi Singapura di Batam juga mengalami penurunan di tahun 2017 silam. Dari sekitar 256.955.800 dolar AS di tahun 2016, menjadi 175.557.300 dolar AS di tahun 2017. Sekitar 82 persen investasi Singapura di Batam ditanam di sektor manufaktur.

Saat ini sektor industri di Singapura telah bertransformasi menjadi industri manufaktur berteknologi tinggi. Dan tentu saja transformasi tersebut mengandalkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dibandingkan dengan kuantitas tenaga kerja. (leo)

Lombok Menanti Anak Pengungsi

0

Hanya bisa pasrah. Itulah yang terjadi di Lombok. Saat ini. Yang diguncang gempa beruntun. Susul menyusul. Tanpa tahu kapan datang. Berapa lama. Berapa besar.

Pasrah. Tidur di tenda. Seadanya. Tendanya maupun logistiknya.

Pasrah. Hanya itu yang bisa diperbuat. Yang ternyata ada hasilnya. Tidak banyak lagi korban jiwa. Di gempa dahsyat tengah malam. Minggu malam kemarin. Yang skalanya 7 SR.

Begitu sering gempa datang. Sejak tanggal 7 Agustus saja sudah 17 gempa. Yang di atas 5 SR. Atau 4 SR. Yang di atas 6 SR. Sampai-sampai saya tidak bisa menjawab. Saat ada pertanyaan dari luar negeri: apakah pernah di masa lalu sesering dan sebesar itu.

Mereka sangat memerlukan data itu. Untuk masa depan Lombok yang ekonominya harus maju. Yang bangunan-bangunannya tidak cukup harus tahan gempa. Tapi harus tahan diguncang gempa beruntun.

Saya tidak pernah mendalami kondisi Lombok di masa lalu. Keterlibatan saya baru intensif belakangan. Saat menjabat Dirut PLN. Lombok adalah daerah yang paling parah krisis listriknya.

Terutama Lombok Timur. Di situ ada ‘PLN swasta’: Koperasi Rinjani. Yang sudah lama tidak berdaya. PLN tidak bisa begitu saja. Masuk ke wilayah koperasi itu. Bukan main sulitnya memecahkan persoalan ini. Alhamdulillah bisa selesai.

Saya juga tidak banyak tahu tentang Gunung Rinjani. Yang menyimpan misteri itu. Tahu saya hanya tiga: Gunung Toba, Gunung Krakatau dan Gunung Tambora. Yang ketika meledak menggegerkan dunia.

Saat Gunung Toba meletus abunya sampai Jerman. Begitu dahsyatnya. Sampai terbentuk danau Toba. Yang luasnya 1.130 km2. Yang dalamnya lebih 500 meter.

Begitu juga aaat Krakatau meletus. Dunia gelap gulita. Gunungnya sampai hilang sama sekali. Hanya terlihat sedikit puncaknya. Itu pun kalau laut lagi surut.

Ketika Gunung Tambora meletus abunya sampai New York. Terbang dari tempat asalnya: di Sumbawa. Tinggi Gunung Tambora pun sampai berkurang 1.500 meter. Dari 4.300 meter sebelum meletus pada tahun 1815, menjadi tinggal 2.850 meter saat ini.

Hanya itu yang sering saya pelajari.

Saya tidak tahu. Bahwa letusan Rinjani dua kali lebih hebat dari Tambora. Pada tahun 1257, atau 44 tahun sebelum Majapahit berdiri. Waktu itu nama Rinjani belum disebut. Di Lombok hanya ada gunung Samalas.

Gunung Samalas itulah yang meledak. Menimbulkan gumpalan hitam di udara. Yang besarnya melebihi pulau Lombok. Musim dingin di Eropa sampai tidak dingin. Begitu juga di Amerika. Bahkan musim panas berikutnya menjadi tidak panas.

Samalas mengguncang dunia. Gunung itu tidak hanya meledak. Tapi lenyap. Hilang. Jadi debu. Menyebar sampai ke seluruh dunia. Para petani di Mongolia gagal panen. Demikian juga di belahan dunia lainnya.

Gunung Samalas hilang. Tinggal anaknya: Rinjani. Yang terus menerus bergolak. Meski tidak sedahsyat bapaknya. Tahun 1257 itulah Lombok kehilangan dua: Gunung Samalas dan kerajaan Pamatan. Yang pusat kekuasaannya di kaki Samalas.

Seluruh Lombok tertutup abu. Sang Raja tewas. Rakyatnya nyaris punah. Bahkan sampai Bali. Yang penduduknya berkurang sangat banyak. Sampai-sampai dengan mudah ditaklukkan oleh raja-raja dari Jawa Timur. Beberapa puluh tahun berikutnya.

Kini sudah tidak ada yang ingat Samalas. Atau Gunung Samalas. Tapi gempa yang diwariskannya masih terus menghantui kita. Di selatan Lombok memang ada patahan bumi. Kira-kira 300 km jaraknya. Yang membujur dari barat ke timur.

Dan di bawah Lombok sana ada zona seismic. Disebut zona Benioff. Sesuai dengan nama penemunya. Letaknya sekitar 170 km di bawah Lombok. Zona itu aktif. Membuat gerakan-gerakan.

Saya tidak ahli bidang ini. Hanya banyak belajar. Saya tidak tahu hubungan antara patahan bumi itu dengan pergerakan di zona seismic itu. Saya juga tidak tahu hubungan antara keduanya dengan meletusnya Gunung Samalas. Lebih 600 tahun yang lalu. Atau meletusnya Tambora 200 tahun lalu. Atau rentetan gempa saat ini.

Saya tidak tahu. Saya hanya pasrah. Seperti para pengungsi.

Tapi saya percaya. Ilmu pengetahuan akan bisa banyak berbuat. Ketika kita sudah menjadi masyarakat ilmiah. Kalau sudah banyak ahli geologi. Salah satunya, mungkin, si anak pengungsi saat ini. (dis)

Indonesia Bayar Utang dari Pinjaman

0

batampos.co.id – Utang yang harus dibayar pemerintah terus menanjak tiap tahun. Pada 2018 tercatat Rp 396 triliun dan 2019 sebesar Rp 409 triliun. Dalam nota keuangan dan RAPBN 2019 disebutkan, bunga utang yang dibayarkan tahun depan senilai Rp 275 trilun atau 17,1 persen dari total belanja negara.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan, membayar utang jatuh tempo tahun depan bakal menggunakan anggaran dari penerbitan surat berharga negara (SBN) dan pinjaman. ”Kepercayaan investor kuat, jadi kami nggak punya masalah,” terangnya.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Reza Hafiz mengatakan, pembayaran pokok utang pada 2018–2019 terhitung yang paling tinggi.

”Pada 2020 agak turun karena setelah 2019 sudah banyak yang habis,” ungkapnya kepada Jawa Pos, Rabu (22/8).

Menurut dia, pemerintah tidak begitu agresif dalam menambah utang dalam dua tahun terakhir sehingga jumlah yang dibayar pada 3–5 tahun ke depan menurun. Pembayaran utang oleh pemerintah terbantu pemasukan dari pajak komoditas yang harganya sedang naik. ”Tapi, semoga ini bukan karena mau Pilpres saja,” tegasnya.

Reza menambahkan, defisit harus diperkecil agar tidak gali lubang tutup lubang menciptakan utang untuk bayar utang lama. ”Yang pasti berpengaruh pada APBN karena ada beberapa yang harus dihemat,” sahutnya.

Deputi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Misbah Hasan menambahkan, pada 2019 biaya negara yang bersumber dari utang sebesar 15 persen. Pemerintah perlu meninjau ulang pembangunan infrastruktur melalui utang luar negeri.

”Dialihkan program pemberdayaan serta perlindungan sosial yang dikover rupiah murni,” paparnya. (nis/c25/oki/JPG)

Ketika Keluarga Dua Korea Reunian

0
Ilustrasi sedihnya suasana reuni keluarga Korea yang terpisah 70 tahun (CNN)

batampos.co.id – Kapan orangtuanya meninggal dan di mana mereka dimakamkan?

Itulah yang ditanyakan oleh warga Korea Selatan (korsel) Park Ki Dong, saat reuni dengan saudaranya dari Korea Utara (Korut).

Dilansir Channel News Asia pada Rabu, (22/8), akhirnya Park Ki Dong menemukan jawabannya minggu ini setelah beberapa dekade tak tahu apa-apa. Ia kecewa dengan apa yang dia dengar ketika dia bertemu saudara laki-laki dan perempuannya untuk pertama kalinya dalam hampir 70 tahun di sebuah reuni minggu ini.

Ketika Semenanjung Korea dibagi dua oleh AS dan Uni Soviet (Rusia) setelah Perang Dunia II, keluarga itu tinggal di Provinsi Hwanghae, yang kemudian menjadi bagian dari Korsel.

Park menuju ke acara reuni di Resor Gunung Kumgang.

“Hati saya dipenuhi seribu emosi. Saya sudah menunggu begitu lama. Tapi acara sebenarnya mengecewakan.”

Saudara laki-lakinya dari Korut, Pak Sam Dong, 14 tahun lebih muda darinya, menunjukkan kepadanya lusinan foto keluarga, menunjuk dan memberitahunya, “Ini kamu.”

Park Ki Dong menatap foto-foto itu dalam-dalam. Hatinya tenggelam dalam pikirannya. Ia menangis.

“Mereka berusia dua dan enam tahun ketika kami terpisah tetapi sekarang mereka sudah tua,” kata Park kepada AFP setelah kembali ke Korsel.

“Saya pikir mereka akan baik-baik saja tetapi ketika saya bertemu mereka, mereka seperti salah satu tentara Tentara Rakyat (Korut) yang gelap dan kurus,” ujar Park.

Keluarganya di Korut bergantung pada sistem ransum publik Korut. Lembaga bantuan sering tidak dapat diandalkan.

“Palang Merah mengatakan kepada kami bahwa kami tidak dapat memberi mereka lebih dari USD 300, jadi saya memberi mereka masing-masing USD 300 karena kami tidak dapat melanggar peraturan itu,” kata Park sedih.

“Saya juga memberi mereka cincin emas yang saya pakai dan jam tangan yang saya beli bersama dengan empat koper pakaian,” terang Park.

Mereka memiliki banyak waktu untuk berbicara, dan semua pertanyaan saya telah dijawab. “Karena kami menghabiskan beberapa dekade terpisah, ideologi dan cara berpikir mereka terlalu berbeda,” ujar Park.

Misalnya, lanjut Park, mereka mengatakan pertemuan kami adalah karena kebajikan dari pemimpin Korut tersayang. Tapi di sisi lain, semua lahan pertanian kami disita dan mereka diusir dan hidup miskin di bagian lain negara itu.

(ina/JPC)

Wakil Walikota Batam Kunjungi Tiban Koperasi

0
Wakil Walikota Batam, Amsakar, melihat drainase di Tiban Koperasi.
foto: batampos / yulitavia

batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meninjau lokasi banjir di Perumahan Tiban Koperasi, Kamis (23/8).

Amsakar mengatakan pihaknya akan mencabut izin operasional di lahan milik koperasi BP Batam.

“Kemarin sudah SP2 dan mereka masih kerja. Kami akan hentikan,” kata dia.

Pasca dibekukan beberapa waktu lalu, pengerjaan kembali berlanjut. Tidak ada pengembalian kolam yang dilakukan, pekerja terlihat tengah membangun di atas lahan yang akan diminta warga. (yui)

Gadis Tanjungpinang Divonis 12 Tahun Penjara sebab Bawa Sabu dari Thailand

0
Terdakwa AP (DOK. BALI EXPRESS)

batampos.co.id – AP, 27, dijatuhi hukuman 12 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan (PN) Denpasar. Vonis itu dibacakan dalam sidang terakhir yang berlangsung pada Selasa (21/8/2018).

Ia merupakan satu dari tiga terdakwa penyelundupan sabu-sabu dari Thailand dengan cara menyimpan di dalam organ vitalnya.

Selain dihukum 12 tahun penjara, pimpinan sidang yakni Hakim I GN Putra Atmaja juga mengganjar perempuan asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, itu dengan denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara.

AP dinilai terbukti bersalah melakukan permufakatan jahat bersama pacarnya, Suhardi, dan rekannya dari Malaysia, Amirul Afiq bin Yazzed, menyelundupkan sabu-sabu.

AP sendiri membawa empat paket sabu-sabu yang berat seluruhnya mencapai 140,41 gram.

Perbuatan Airinda itu dianggap memenuhi unsur pidana yang diatur dalam Pasal 113 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika sesuai dakwaan primer.

Vonis bersalah itu pada prinsipnya sejalan dengan penerapan pasal seperti yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dua sidang sebelumnya.

“Sesuai hasil musyawarah, majelis hakim menyatakan sependapat dengan pasal yang dituntut Jaksa Penuntut Umum,” ujar hakim.

Meski sependapat dalam penerapan pasal, putusan hakim itu lebih ringan dari segi lamanya hukuman yang dijatuhkan. Sebab, JPU sebelumnya menuntut agar AP dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan penjara.

Dengan pertimbangan itu, Jaksa Ni Made Karmiyanti selaku penuntut umum menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut. Sementara dari pihak terdakwa melalui kuasa hukumnya Ketut Dodik Arta Kariawan menyatakan menerima.

AP ditangkap pada 11 Maret 2018 lalu di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai usai menempuh penerbangan dari Thailand.

Gelagatnya yang mencurigakan membuat AP harus menjalani pemeriksaan mendetil. Meskipun pada barang bawaannya tidak ditemukan barang bukti. Dari pemeriksaan detil itulah baru terungkap kalau AP rupanya menyimpan empat paket sabu-sabu. Dua paket di anusnya dan dua paket lagi di vaginanya.

(bx/hai/aim/yes/JPR)

 

Baca:

Di Bali, Gadis Tanjungpinang Dituntut 15 Tahun Penjara, Denda Rp 1 Miliar Subsider 6 Bulan Penjara

Atlet Indonesia Dulang Medali pada Ajang IWF Masters World Championship of Olympic Weightlifting 2018

0

Atlet angkat besi putri Indonesia yang berdomisili di Afsel, Sahari Dumaini Sinamo, berhasil meraih medali perak di ajang IWF Masters World Championship of Olympic Weightlifting 2018 di Barcelona (Kemenpora)

batampos.co.id – Kabar gembira dari Kejuaraan Dunia angkat besi bertajuk IWF Masters World Championship of Olympic Weightlifting 2018, di Barcelona.

Atlet Indonesia meraih medali perak.

Pencapaian gemilang itu diraih oleh Sahari Dumaini Sinamo. Atlet yang berdomisili di Afrika Selatan namun membela Indonesia itu meraih peringkat kedua setelah tertinggal dari atlet angkat besi Hungaria di kelas 48 kilogram.

Keberhasilan ini disambut hangat oleh pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kemenpora mengapresiasi pencapaiannya di tengah geliat atlet Indonesia lainnya di pentas Asian Games 2018.

“Di tengah prestasi atlet di Asian Games 2018, ada Sahari Dumaini Sinamo, atlet angkat besi Indonesia yang berdomisili di Afsel dan berhasil mempersembahkan perak untuk kelas 48 kilogram pada Kejuaraan Dunia IWF Masters World Championship of Olympic Weightlifting 2018 di Barcelona,” kata Sekretaris Menpora, Gatot S Dewa Broto, Rabu (22/8).

Menurutnya, pencapaian itu merupakan hasil yang membanggakan. Pasalnya, Sari – sapaan akrabnya, yang berangkat dengan memaksakan diri karena terbatasan dana tak menargetkan medali dalam kejuaraan tersebut.

Sari yang sempat tidak memiliki kostum dengan logo Indonesia dan kesulitan mendapatkan bendera Merah Putih sebelum bertanding menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh rakyat Indonesia karena belum berhasil mempersembahkan medali emas.

“Sari berhasil membawa pulang medali perak untuk Indonesia. Sari tidak menargetkan medali dalam kejuaraan dunia ini. Tapi, dia sampaikan permintaan maafnya kepada seluruh rakyat Indonesia karena belum berhasil mempersembahkan medali emas,” pungkas Gatot.

(isa/JPC)