Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11750

Tiga Even Besar Menghiasi November Ini

0

batampos.co.id – Memasuki Bulan November ini, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menggelar tiga even besar. Dan dua acara diantaranya akan memecahkan rekor MURI.

Acara pertama adalah Nyanyian untuk Negeri yang akan digelar pada 10 November mendatang. Acara ini digelar untuk menyambut Hari Pahlawan sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme bagi generasi muda Batam.

“Acara ini digelar berbarengan dengan Car Free Night (CFN). Dan akan dipimpin oleh komposer terkenal Addie MS,” kata Kasubdit Humas BP Batam Muhammad Taofan, Jumat (2/11).

Acara ini menargetkan 1000 peserta. Adapun nyanyian yang akan ditampilkan nanti ada lima antara lain Indonesia Raya, Berkibarlah Benderaku, Rayuan Pulau Kelapa, Mars Pancasila dan Syukur. Acara dimulai pada pukul 19.30 WIB.

“Acara ini juga akan dimeriahkan oleh bintang tamu yakni Andra The Backbone,” tutur Taofan.

Acara kedua adalah Batam Golf Adventure yang digelar pada 23 hingga 24 November nanti. Turnamen golf ini bertujuan untuk memecahkan rekor golfer terbanyak yang mengikuti suatu turnamen golf.

“Target kita 2000 peserta dan ini akan memecahkan rekor sebelumnya di Bogor pada tahun 2016 yang mencapai 1647 peserta,” ungkap Taofan.

Even ini merupakan kerjasama antara PGI Batam, BP Batam dan Kadin Batam. Lokasinya ada di enam lapangan golf di Batam yakni di Tering Bay Golf and Country Club, Palm Springs Gold and Country Club, Indah Puri Golf Resort, Padang Golf Sukajadi dan Batam Hills Golf Resort.

Dan terakhir ada even Fun Bike Night dan Fun Walk yang digelar oleh BP Batam bekerjasama dengan Batam Pos pada 24 hingga 25 November nanti.

Acara ini juga akan memecahkan rekor MURI untuk kategori jalan santai memakai tanjak koran dengan peserta terbanyak.

Acara fun walk sendiri akan digelar pada 25 November mendatang di Batam Center. Dengan biaya pendaftaran Rp 25 ribu, peserta sudah mendapatkan kaus, snack, dan kupon undian berhadiah. Adapun hadiah utama yang disiapkan panitia dalam acara ini adalah satu unit mobil.

Jalan santai ini merupakan rangkaian kegiatan peraya-an HUT ke-20 Batam Pos dan Hari Bhakti Badan Pengusahaan (BP) Batam yang ke-47. Selain funwalk, juga akan digelar funbike night pada 24 November.(leo)

Bocah Usia 6 Tahun Kecemplung Sumur 1,5 Meter

0

batampos.co.id – Dion, bocah laki-laki 6 tahun, warga kampung Pom Bensin Rt 04/7, Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batuaji, tercebur ke sumur kebun warga, Sabtu (3/11) sekitar pukul 11.30.

Sumur itu sedalam 1,5 meter.

Informasi yang didapat di lapangan, korban terjatuh saat bermain bersama abangnya, Aldo, 10.

“Kejadian pasti kami tidak tahu, abangnya langsung lari dari arah sumur dan bilang Dion masuk sumur,” ujar warga setempat, Suci.

Mendengar pernyataan Aldo, warga setempat yang tengah duduk santai lantas menuju sumur tersebut. Menurutnya, korban sudah berada di tepi sumur dengan kondisi wajah pucat dan bibir yang sudah biru.

“Mungkin sudah lama dia di dalam sumur,” katanya.

Saat itu, warga langsung mengevakuasi korban ke lapangan volly. Sementara ibu korban yang melihat anaknya tak sadarkan diri menangis histeris. Kemudian korban pun langsung dilarikan ke RSUD Embung Fatimah, Batuaji. Namun sayang nyawa korban tidak tertolong.

“Korban sudah meninggal,” kata anggota Polsek Batuaji Bripka Peri Nainggolan. (une).

Polisi Minta Setiap Laka Lantas Dilaporkan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polisi meminta kepada keluarga korban laka lantas maupun masyarakat untuk melaporkan setiap kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalan raya. Meski pun, itu hanya kecelakaan yang mengalami luka ringan. Pasalnya, selama ini banyak kasus kecelakaan lalu lintas tidak dilaporkan kepada polisi.

Kanit Laka Lantas Polresta Barelang Iptu Efendi Marpaung mengatakan, bila tidak ada laporan polisi (LP), maka korban kecelakaan harus mengeluarkan biaya sendiri untuk berobat di rumah sakit. Oleh sebab itu, laporan ke polisi itu diperlukan oleh korban.

“Laporan polisi itu, selain mereka bisa menyelesaikan kasus laka lantas secara cepat, korban juga bisa mendapatkan santunan dari Jasa Raharja,” ujanya.

Ia mengatakan, selama ini korban laka lantas enggan melapor ke Polisi. Korban baru merasa kesulitan setelah muncul tagihan dari rumah sakit. Sebab, korban harus mengeluarkan biaya besar. Karena tidak adanya laporan polisi, keluarga korban pun terkesan mamaksa polisi mengeluarkan LP atas kasus kecelakaan.

“Nanti kejadiannya sudah beberapa bulan yang lalu, baru melapor kepada kita. Kalau laporannya sudah lama, bagaimana kita mau mencari lagi saksi-saksi di lokasi kejadian. Ini yang menjadi persoalan bagi kami selama ini,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya selalu siaga selama 24 jam untuk menerima laporan dan pengaduan dari masyarakat. Jika kejadian itu segera dilaporkan, anggotanya bisa dengan cepat mengambil langkah penanganan, termasuk mengeluarkan LP yang menjadi salah satu syarat pasien ditangani dan klaim ansuransi Jasa Raharja.

“Selama ini, rata-rata kasus kecelakaan itu baru dilapor setelah pihak keluarga mau mengurus santunan dari Jasa Raharja. Bukan atas dasar kesadaran hukum,” ungkapnya.

Dalam proses pelayanan penanganan kasus kecelakaan lalu lintas, petugas terlebih dulu menerima pengaduan, kemudian memeriksa saksi-saksi dan olah TKP serta mengamankan barang bukti (BB). Untuk itu, ia berharap kepada keluarga korban maupun masyarakat untuk langsung melapor apabila ada kejadian laka lantas.

“Bila laka lantas itu memang ada maka baru dikeluarkan. Hal itu untuk mencegah laporan kecelakaan fiktif. Maka itu, kami harapkan bila ada laka segera lapor secepatnya,” bebernya. (gie)

Kesempatan Magang ke Jepang

0

batampos.co.id – Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) berencana membuka kesempatan magang bagi pencari kerja tahun 2019 mendatang.

“Iya memang ada rencana mereka ingin mengadakan di sini. Mereka pencari kerja yang memenuhi syarat bisa mencoba pemangan tersebut,” kata Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakykirti,” Jumat (2/11/2018).

Ia menyebutkan proses pemangan rencananya akan dilakulan untuk bekerja di perusahaan yang berada di Jepang. Sementara ini, pihaknya telah melakukan beberapa persiapan seperti sosialisasi ke sekolah khususnya SMK yang memiliki jurusan yang dibutuhkan industri kerja di Jepang.

Mantan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Batam ini mengungkapkan pihaknua sudah mengusulkan anggaran untuk sosialisasi pemagangan tersebut.

“Tahun depan sudah kami anggarkan khusud yang pemagangan ini, namun masih nunggu ketok palu dulu,” ujarnya.

Ia menyebutkan kesempatan bekerja di luar negeri bisa menjadi salah satu alternatif bagi mereka yang ingin menambah wawasan dan kesulitan mencari pekerjaan di dalam negeri

“Untuk itu kami mulai dengan sosialisasi dulu. Soal waktu pengiriman tenaga kerja ke Jepang tersebut kami masih menunggu dari pusat lah,” terangnya.

Ia menambahkan sebelum diberangkatkan, biasanya calon pekerja yang akan diberangkatkan dibekali beberapa persiapan seperti bahasa hingga pengetahuan dasar mengenai pekerjaan mereka saat berada di Jepang.

“Nanti ada persiapan dari kementerian. Yah, kita tunggu saja waktunya. Yang jelas kami sosialisasi kan dulu program ini kepada pihak sekolah,” tutupnya.(yui)

Penyelam Basarnas Gugur saat Evakuasi Korban Lion Air JT 610

0
Syachrul Anto

batampos.co.id – Kabar duka dari proses evakuasi korban Lion Air JT 610.

Syachrul Anto, penyelam yang tergabung dalam tim Basarnas pencarian korban Lion Air PK-LQP di laut Karawang, Jawa Barat, meninggal dunia, Jumat sore (2/11/2018).

Anggota Indonesia Diver Rescue Team itu gugur saat melaksanakan tugas penyelaman evakuasi korban Lion Air PK-LQP JT 610 di perairan Karawang.

Kini, jenazah almarhum sudah diterbangkan ke Surabaya, Sabtu pagi (3/11) pukul 05.00 WIB.

Komandan Satgas SAR, Kolonel Laut (P) Isswarto membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut korban meninggal akibat dekompresi.

“Diduga dekompresi karena tekanan, bekerja tidak tahu waktu, harusnya naiknya pelan-pelan, lima meter berhenti dulu, sampai muncul (ke permukaan), dia mungkin langsung,” kata Isswarto.

Dikatakan Isswarto, pencarian korban Lion Air seharusnya berakhir pada pukul 16.00 WIB karena kondisi gelap dan cuaca yang kurang bersahabat. Namun korban masih berada di bawah laut hingga pukul 16.30 WIB.

“Laporan ke saya hanya terjadi dekompresi. Terus dibawa ke chamber di KN Victory. Tindakan lanjut saya tidak monitor,” pungkas Isswarto. (one/pojoksatu)

Perpanjangan IMTA Harus Satu Tahun

0
Sejumlah warga Batam saat melakukan pengurusan dokumen perizinan di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemko Batam di Mall Pelayanan Publik. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Batam mulai memberlakulan perpanjangan IMTA minimal satu tahun mulai awal November ini.

“Betul. Jadi tak ada lagi perpanjangan tiga atau enam bulan, langsung satu tahun,” kata Kepala DPMPTSP Batam, Gustian Riau, Jumat (2/11/2018).

Ia menyebutkan peraturan ini secara tidak langsung bisa mendongkrak pendapatan dari pekerja asing yang bekerja di Batam. Saat ini ada 2.800 pekerja asing dari seluruh dunia yang tercatat di DPMPTSP.

“Meskipun mereka kerja tiga bulan mereka tetap bayar satu tahun. Ini bearti ada peningkatan biaya yang diterima,” ujarnya.

Tahun 2019 pihaknya menargetkan pendapatan dari IMTA sebesar Rp 45 miliar. Dengan jumlah tenaga asing yang menurutnya mengalami peningkatan dan didukung peraturan terbaru ini sangat optimis pendapatan IMTA tercapai.

“Kami optimis. Karena sudah hitung-hitungan makanya target kami naikkan,” sebutnya.

Karena sistem online yang diberlakukan dalam proses perpanjangan. Nantinya pihak dari imigrasi juga bisa memantau tenaga kerja mana yang tidak melakukan perpanjanga . “Jadi semuanya terkoneksi. Kami juga memberikan pelatihan bagi petugas untuk pelayanan perpanjangan IMTA ini,” lanjutnya

Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Rudi Sakyakirti mengakui memang ada perubahan regulasi perpanjangan IMTA mulai November 2018. Peraturan tersebut mewajibkan tenaga kerja asing memperpanjang IMTA mereka minimal satu tahun.

“Ini mungkin menjadi salah satu pertimbangan mereka menyusun target tahun depan,” kata dia.

Pengurusan perpanjangan IMTA sepenuhnya berada di DPMPTSP Batam, pihaknya hanya mengurus pemanfaatan dari IMTA berbentuk menggelar pelatihan bagi pencari kerja dan tenaga kerja.

“Dana yang kami gunakan untuk pelatihan itu yang dari IMTA,” sebutnya.(yui)

Tiket & Jersey Fun Bike dan Fun Walk Bisa Dipesan secara Online

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Agendakan di kalender Anda, 24-25 November 2018 mendatang ikut Fun Bike dan Fun Walk dalam rangka HUT ke-20 Batam Pos.

“Bagi yang ingin berpartisipasi untuk punya kesempatan membawa pulang mobil, motor, sepeda, dan hadiah menarik lainnya, dapat memesan tiket dan jersey melalui online,” kata Direktur Harian Pagi Batam Pos, Guntur Marchista Sunan, Jumat (2/11).

Caranya cukup mudah. Ia menjelaskan, masyarakat dapat mengunduh aplikasi Batam Pos Store di Google Play Store atau membuka melalui browser dengan alamat store.batampos.co.id di ponsel pintar masing-masing. Kemudian, ikuti petunjuk pemesanan yang tersedia.

“Ada dua sistem penyerahan yang digunakan, mengantarkan tiket dan jersey atau mengambil sendiri ke kantor Batam Pos atau batampos.co.id di Gedung Graha Pena lantai 2 Batam Center,” terangnya.

Guntur berpendapat, hal ini dapat mengantisipasi masyarakat yang memiliki aktivitas cukup padat. Mengingat saat ini, keberadaan ponsel pintar yang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat pada umumnya, maka sistem pemesanan secara online dinilai efektif.

“Dikarenakan kesibukannya, masyarakat yang ingin berpartisipasi bisa lupa. Tapi karena sering lihat ponsel, sistem pemesanan melalui online seharusnya bisa difungsikan,” papar Guntur.

Kendati demikian, lanjutnya, panitia juga tetap membuka konter penjualan tiket dan jersey di kantor Batam Pos.

“Kami juga mempersilahkan masyarakat untuk membeli langsung ke kantor Batam Pos atau ke tempat umum yang sudah bekerjasama di kegiatan ini,” ucapnya yang juga Direktur Utama batampos.co.id itu. (nji)

Anggaran Pariwisata Batam masih Minim

0

batampos.co.id – Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah selesai menyerahkan Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) ke DPRD Batam.

KUA ini selanjutnya dibahas di Badan Anggaran (Banggar) untuk kemudian menjadi Kebijakan Umum Anggaran Plafon Perencanaan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2019.

Di Komisi IV DPRD Kota Batam misalnya. Lembaga legislatif menyorot anggaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam. Sebab, anggaran yang diajukan tergolong minim, sehingga dikhawatirkan mempengaruhi kunjungan wisatawan ke daerah ini.

“Memang terlalu kecil. Pariwisata kita tidak didukung anggaran yang cukup,” kata Aman, anggota Komisi IV DPRD Batam, Jumat (2/11).

Disebutnya, besaran yang diajukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata adalah Rp 895,5 juta. Ada kenaikan sekitar Rp 325 juta dibanding tahun ini. Namun tidak sebanding dengan target wisatawan macanegara yang diproyeksikan Pemko Batam.

“Kita sebut tak sebanding karena target kita cukup besar. Bahkan untuk provinsi kita ditargetkan menjadi daerah ketiga penyumbang wisman,” tutur Aman.

Dia menambahkan, terobosan pengembangan pariwisata dan menarik wisatawan masuk membutuhkan biaya besar sehingga perlu penambahan alokasi anggaran dalam rangka promosi yang lebih intensif. Aman memandang perlu pemerintah daerah memiliki program dan kegiatan yang berujung pada promosi destinasi wisata yang ada.

Wisatawan lokal dan wistawan mancanegara menikmati menu seafood di Rumah Makan Jawa-Melayu di Piayu Laut.
F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

“Tentu akan menjadi pekerjaan yang tidak mudah bagi kepala dinasnya jika dengan target yang besar, promosi pariwisata juga tidak mendukung,” tambah Aman.

Sementara itu anggota DPRD Batam Uba Ingan Sigalingging menyebutkan, berbicara pariwisata, hubungannya adalah seni budaya dan ekonomi kreatif. Disinilah pemerintah daerah dituntut untuk menghadirkan berbagai even dan kegiatan yang tujuannya untuk peningkatan wisatawan di Batam.

“Pemko Batam harus melihat ini sebagai suatu potensi dalam meningkatkan PAD Kota Batam. Artinya jika daerah belum mampung mendukung dengan anggaran, tentu ini jadi kewajiban dinas menarik anggaran yang bersumber dari pusat,” katanya. (rng)

Anggota DPRD Batam Sesalkan Pemko Batam

0

batampos.co.id – DPRD Kota Batam menyesalkan sikap Pemko Batam yang belum memasang tapping box di sejumlah objek pajak yang potensial. Ini menyebabkan target PAD dari pajak rumah makan dan kedai kopi sangat rendah di 2019 yaitu hanya Rp 5,5 miliar.

“Jadi banyak yang potensial malah tak dipasang misalnya morning bakery dan sejenisnya. Padahal kedai kopi tersebut sangat besar potensi pajaknya,” kata anggota Badan Anggaran DPRD Batam, Udin P Sihaloho, Jumat (2/11/2018).

Udin mengatakan, saat ini Pemko sudah memasang tapping box di 300 titik. Padahal, morning bakery yang totalnya hanya belasan outlet di Batam harusnya dipasang untuk mendapatkan PAD yang maksimal.

“Kalau memang itu dipasang, saya jamin setahun hanya dari Morning Bakery saja sudah hampir Rp 500 juta. Itu baru hanya dari morning Bakery saja,” katanya memberi contoh.

Menurut Udin, target PAD dari pajak kedai kopi dan rumah makan harusnya bisa signifikan bertambah dengan penambahan tapping box. Di mana tahun ini target PAD dari pajak tersebut adalah Rp 5 miliiar.

“Artinya dengan pemasangan tapping box atau istiliah umumnya online ini kalau hanya tambah Rp 500 juta untuk apa. Jadi sangat tidak tepat menurut saya,” katanya.

ilustrasi

Politikus PDI Perjuangan tersebut juga mengaku bahwa nilai atau besaran pajak ini juga tidak pernah dibuka ke DPRD. Atau terkesan ditutupi Pemko Batam.

“Sejauh ini saya tidak tahu berapa nilainya. Sudah sering kami minta tapi kok tak kunjug dikasih tahu ke kita,” katanya.

Selain Morning Bakery, kata Udin, masih ada objek pajak yang potensial yang belum dipasang tapping box seperti holland bakery, dan kedai kopi lainnya.

Beberapa hari lalu kepala BP2RD Kota Batam Raja Azmansyah juga tidak mau membeberkan jumlah pajak yang diterima dari morning bakery. Termasuk dari warung kopi lainnya.

“Oh itu tidak bisa kami beberkan. Itu tidak boleh,” kilahnya. (ian)

Sampah Menumpuk di Batuaji dan Sagulung

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Sampah rumah tangga jadi persoalan serius bagi masyarakat di Batuaji dan Sagulung. Sampah yang menumpuk baik di depan rumah ataupun di lokasi tempat penampungan sementara (TPS) mulai mengancam kesehatan warga.

Selama musim penghujan ini, tumpukan sampah yang berhari-hari tak diangkut tersebut menebarkan aroma tak sedap dan dikerumuni lalat, nyamuk, bahkan belatung. Warga jadi tak nyaman, apalagi bisa menyebabkan wabah penyakit seperti diare, demam berdarah, dan malaria.

Seperti dikeluhkan banyak warga di wilayah Marina, Tanjunguncang dan Dapur 12, Sagulung. Tumpukan sampah terjadi karena selama musim hujan ini armada pengangkut sampah tidak lagi rutin mengangkut sampah baik dari dalam perumahan ataupun dari TPS ke tempat pembungan akhir (TPA) di Punggur.

”Biasanya dua hari sekali (sampah diangkut, red), tapi sekarang bisa sekali saja dalam seminggu. Makanya jadi menumpuk seperti ini,” kata Handayani, warga Perumahan Rici, Marina.

Akibat tumpukan sampah terjadi mulai dari tempat penampung sampah sementara dalam perumahan hingga ke TPS di pinggir jalan utama. TPS pinggir jalan Marina City persisnya simpang Perumahan Jupiter misalkan sepekan ini penuh dengan tumpukan sampah. Tumpukan sampah itu merupakan sampah rumah tangga yang sengaja dibuang warga karena memang sampah di dalam perumahan tidak diangkut.

Kerusakan puluhan armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, diduga sebagai pemicu terjadinya penumpukan sampah di perumahan maupun di sejumlah TPS tersebut, seperti di kawasan Batuaji dan Sagulung.

”Kalau yang dari perumahan sebenarnya lancar, cuman karena yang di TPS tak diangkut jadi menumpuk juga hingga ke perumahan,” ujar Umar, petugas pengangkut sampah yang ditemui di wilayah Marina, Kamis (1/11/2018).

Pantauan Batam Pos, hujan deras yang turun sepanjang pagi hari mengakibatkan genangan air di bahu jalan di depan Pasar Melayu di Jalan R Suprapto, Batuaji. Akibatnya sampah-sampah ikut terbawa air. Bahkan saluran air atau drainase tersumbat akibat sampah-sampah tersebut.

Camat Sagulung, Reza Khadafi mengakui banyak sampah yang menumpuk hingga menyebabkan saluran drainase tersumbat. Dikatakannya, petugas kebersihan sudah berupaya mengatasi permasalahan sampah yang menumpuk.

”Laporan ini akan ditindak-lanjuti oleh Dinas Kebersihan, untuk pembersihan sampah plastik yang menumpuk,” ujarnya. (cr1/eja)