Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11751

Pembahasan UMK Batam masih Alot

0
ilustrasi pekerja di Batam.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Dewan Pengupahan Kota (DPK) Batam berencana mengirim hasil rapat Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2019 pada pekan depan kepada Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

”Paling lambat Selasa depan sudah selesai pembahasan dan langsung dikirim ke Pak wali untuk diteruskan ke gubernur,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti usai menghadiri rapat di Kantor Disnaker Batam, Selasa (30/10).

Rudi menyebutkan, pembahasan di pertemuan yang keempat ini masih membahas target penyelesaian dan penentuan besaran UMK yang akan ditetapkan. Padahal, mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, besaran kenaikan UMK tahun depan ditentukan sebesar 8,03 persen dari UMK tahun ini.

”Hitung-hitungan memang belum ada, meskipun sudah diketahui berapa besaran UMK tahun depan (berdasar PP 78),” ujarnya.

Berdasarkan data inflasi dan pertumbuhan ekonomi, maka UMK tahun depan menjadi Rp 3,8 juta berdasarkan perhitungan PP 78/2015.

”Buruh tetap menolak. Ini yang tengah kami carikan jalan tengahnya agar penentuan upah tidak lambat sehingga mengganggu waktu penetapan,” ungkapnya.

Rudi menyebutkan, angka UMK harus sudah ditetapkan minimal 40 hari sebelum diberlakukan di awal tahun depan. ”Paling lambat tanggal 20 November sudah di gubernur karena keesokan harinya sudah ditetapkan,” ujarnya.

Mengenai kendala yang ditemui saat penentuan angka UMK, ia menyebutkan beda pendapat masih menjadi tembok penghalang. ”Pemerintah dan pengusaha tetap pada PP Nomor 78, sedangkan buruh tidak mau,” bebernya.

Ia berharap pembahasan Kamis (1/11) besok sudah ada keputusan mengenai angka UMK. DPK mengagendakan dua pertemuan sebelum tanggal 10 November.

”Kita maunya cepat dan yang paling penting semua setuju soal angka yang akan ditetapkan,” tambahnya.(yui)

Kejari Natuna Tenggelamkan 26 Kapal Asing

0

x.batampos.co.id – Kejaksaan Negeri Natuna mengeksekusi 26 kapal ikan asing (KIA) dengan dengan cara ditenggelamkan di perairan Pulau Tiga, Selasa (30/10). Ke-26 kapal ikan nelayan asing berbendera Vietnam tersebut merupakan hasil tangkapan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

Kapal tersebut ditenggelamkan dengan cara diberi pemberat pada kapal, kemudian kapal dibocorkan dan diisi air. Penenggelaman disaksikan Kajati Kepri Asri Agung Putra dan Bupati Natuna berserta jajaran PSDKP.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Negeri Kepri, Asri Agung Putra mengatakan, penenggelaman kapal ikan asing untuk menjalankan perintah Pengadilan Negeri Ranai kepada Kejaksaan Negeri Ranai, selaku eksekutor berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Ranai. Kapal Ditenggelamkan sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) sebagian barang bukti yang disita negara untuk dimusnahkan.

Dalam penenggelaman kapal Asri Agung Putra didampingi Kejari Ranai dan Kejari Bintan, Lingga, Tanjung Pinang, Bupati Natuna, Sekda Natuna, Jampidum Kejaksaan Agung, Ladis perikanan dan Kelautan Natuna, Kadishub, DSKP.

”Penenggelaman kapal ini tanpa gunakan bahan peledak, tapi memasukan beban berat, lalu diisi air, cara ini jauh lebih efisien dan efektif juga ramah lingkup,” ujarnya.

Dikatakannya, sejauh ini sudah sekitar 56 unit kapal asing yang sudah ditenggelamkan dalam kurun waktu tahun 2017-2018 .

Kapal-kapal yang sudah ditenggelamkan akan dilakukan pembersihan agar tidak mengganggu alur pelayaran.

”Jika kita melihat data kasus pencurian ikan di laut Natuna, terus mengalami peningkatan dan harus dilakukan penegakan hukum dengan tegas,” ujarnya.

Selain penegakkan hukum secara tegas, penangganakan tingginya angka illegal fishing di Natuna harus didukung alokasi anggaran yang cukup di Kejaksaan Natuna. Salah satunya untuk kegiatan mengeksekusi tersebut, juga butuh biaya.

”Tadi sudah disampaikan dan dilihat langsung oleh Jampidum Kejagung, gimana kondisinya di Natuna. Selain rawan illegal fishing, perlu penambahan anggaran dalam proses pene-gakan hukum di Kejaksaan Negeri Natuna,” ujarnya di atas kapal feri Indra Perkasa.(arn)

Pengelola Angkutan Laut Dibekali Ilmu Pelayaran

0

x.batampos.co.id – Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas melaksanakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) terhadap pemilik atau pengelola angkutan laut di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Diklat dilaksanakan selama 15 hari, yang dimulai Rabu (31/10) hingga (14/11) mendatang. Pemateri didatangkan dari Sekolah Tinggi Ilmu pelayaran Medan.

”Sasarannya yakni melatih masyarakat yang membawa angkutan laut,” ungkap Sekretaris Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas, Zulkarnain, Selasa (30/10).

Pelatihan ini dilaksanakan secara gratis yang merupakan program dari pemerintah pusat. Peme-rintah daerah sifatnya memfasilitasi. Kuotanya 200 orang lebih. Tapi yang mendaftarkan diri sekitar 185 orang. Kemudian yang ikut cek kesehatan 157 orang, gugur 6.

”Jadi yang lulus cek kesehatan ada 151,” jelasnya.

Ada beberapa kategori sertifikasi dalam pelatihan tersebut. Seperti pelatihan basic training dengan masa pelatihan selama sembilan hari. Kemudian Pemadam Kebakaran di laut latihannya selama lima hari, security training, P3K, dan lain sebagainya.

”Ada yang hanya tiga hari, ada yang sembilan hari tergantung sertifikasi yang diambil,” ungkapnya lagi.

Untuk melatih peserta tersebut dibutuhkan pemateri sebanyak 9 orang dari STIP Medan dan dari Dirjen Perhubungan laut. ”Instruktur enam orang. Dua tim medis satu operator,” ungkapnya.

Sertifikasi ini kata Zulkarnain, hanya berlaku selama satu tahun.

”Jadi harus diperpanjang setiap tahun,” tutupnya.(sya)

Berkunjung ke Batam Pos, Kapolda Kepri Ajak Media Jaga Keamanan

0

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto berkunjung ke redaksi Batam Pos, Rabu (31/10/2018).

Ia ditemani Dirnarkoba, Kombes pol Kayani Sudarto; Kabid Humas, Kombes Pol Saptono Erlangga; dan Kabid Propam Kombes Pol Naek P Simanjuntak.

Hadir dari Batam Pos grup ialah Komisaris Marganas Nainggolan; Dirut Candra Ibrahim; Direktur, Guntus M Sunan; Pimred M Iqbal.

Ada pula GM Pos Metro Batam, Hariyanto pun dari RRI Batam.

Tak Ketingglan Pimred batam TV, Bintoro Suryo

Kesemuanya ialah media yang berkantor di Graha Pena Batam.

foto: batampos.co.id / juanda

Pada kesempatan ini Kapolda mengajak media untuk bersama menjaga keamanan.

“Sebab Polisi tidak bisa berdiri sendiri,” ujar Kapolda. (ska)

Demo, Dari Mukakuning ke Batam Center, Jalan Kaki

0
foto: batampos.co.id / adil

batampos.co.id – Sementara sebagian pekerja berjalan dari tanjung Uncang ke Simpang Dam, sebagian pekerja lain telah bergerak dari Simpang Dam ke Batam Center, Rabu (31/10/2018).

Rombongan ini berjalan kaki.

Mereka tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Mereka demo terkait pembahasan UMK 2019. (adl)

Pekerja telah Bergerak dari Uncang ke Simpang Dam

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pembaca, hari ini kawan-kawan pekerja melakukan long march dari Tanjung Uncang menuju ke kantor Walikota di Engku Putri, Batam Center. Aksi mereka terkait UMK 2019.

Saat ini rombongan sedang bergerak dari Tanjung Uncang. mengendarai motor mereka bergerak pelan menuju Simpang Dam atau yang dikenal juga dengan sebutan Simpang Panbil. Selanjutnya mereka akan menuju ke Batam Center.

Diperkirakan akan tiba di Batam center pukul 11.00 Wib. (ali)

Sukhoi TNI AU Halau Pesawat Asing Keluar Wilayah NKRI

0

batampos.co.id – Tentara Na­sional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) menghalau satu unit pesawat asing tak memiliki izin memasuki wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Selasa (30/10).

Dua sukhoi Su-30 diterjunkan untuk menghalau pesawat asing tersebut. “Iya benar, di halau ke arah barat (keluar dari wilayah kedaulatan NKRI),” kata Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah, Kolonel Pnb M Dadan Gunawan, Selasa (30/10).

Penghalauan ini bermula dari informasi didapat Skuad-ron 11 Makassar yang ditempatkan di Bandara Internasional Hang Nadim. Dari informasi Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) terdeteksi ada pesawat asing tak berizin memasuki wilayah Indonesia. Dua pesawat Sukhoi Su-30 diminta melakukan pengejaran.

“Kami mengejarnya hingga ke timur perairan Tanjungpinang. Saat kami mendekat, pesawat asing ini hilang (kembali keluar wilayah Indonesia),” ungkap Dadan.

Tiga Sukhoi dari Skuadron 11 Makassar saat parkir di Bandara Internasional Hang Nadim, Selasa (301/10). Pesawat Sukhoi yang berada di Bandara Internasional Hang Nadim ini dalam rangka Operasi Tangkis Petir. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Karena adanya pesawat asing yang coba-coba masuki wilayah Indonesia, Kohanudnas meminta dua pesawat Sukhoi itu melakukan patroli. Patroli yang dilakukan menyisir di perbatasan wilayah Indonesia yang ada di Kepulauan Riau.

“Ada sekitar satu jam kami melaksanakan patroli,” ungkapnya.

Terkait atas pelanggaran udara, ada beberapa tingkatan penindakan yang dilakukan oleh TNI AU. Apabila pelanggaran dianggap serius, maka pesawat asing diminta turun (forcedown) menuju bandara terdekat di kawasan Indonesia. Namun bila pelanggaran masih dianggap ringan, pesawat asing ini hanya dihalau keluar wilayah Indonesia.

“Dua pesawat Sukhoi yang mengejar pesawat asing tadi, sudah return to base (kembali menuju Bandara Internasional Hang Nadim,red),” ungkap Dadan.

Terkait keberadaan pesawat Sukhoi di Bandara Internasional Hang Nadim, disebut Dadan dalam rangka Operasi Tangkis Petir. “Pesawat yang dikerahkan dalam operasi ini ada tiga unit terdiri dari dua unit Su-30 dan satu unit Su-27,” ujarnya.

Asisten Operasi Kohanudnas, Kolonel Pnb Yosta Riza menambahkan, operasi ini kegiatan rutin yang diadakan TNI AL setiap tahunnya.

“Operasi ini mulai dari 2 Januari hingga 31 Desember. Namun, setiap periodenya lokasi operasi dilaksanakan di daerah yang berbeda-beda. Untuk di Kepri sendiri, operasi ini dilaksanakan dari 29 Oktober hingga 2 November,” ucapnya.

Sasaran operasi ini mengamankan wilayah Indonesia dari objek-objek asing yang tidak memiliki izin dan melanggar prosedur.

“Ini bentuk TNI AU menjaga kedaulatan wilayah NKRI,” ungkapnya.

Yosta mengatakan selama oper­asi ini dilaksanakan, se­luruh personel selalu siaga, ba­ik teknisi maupun pilot pe­sawat tempur.

“Apabila ada pe­rintah pengejaran, selang 4 m­enit pesawat tempur itu su­dah harus berada di udara. Ke­tika sudah berada di udara­, pilot akan menunggu arahan dari Kohanudnas,” ujarnya.

Operasi Tangkis Petir ini juga mengerahkan satu unit heli Super Puma dan satu unit Her­cules. Selama operasi ini ber­langsung, tiga unit Sukhoi dari Skuadron 11 Makassar itu akan berada di Bandara Internasional Hang Nadim. (ska)

PLN Rugi Rp 18,4 Triliun

0

x.batampos.co.id – Tekanan kurs mata uang asing berimbas pada kondisi keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pada kuartal III 2018, perseroan mencatat kerugian Rp 18,4 triliun. Angka itu merosot tajam jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan raihan laba bersih Rp 3,06 triliun.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov mengakui, penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) memang menjadi salah satu penyebab kerugian PLN tahun ini.

’’Kalau kita lihat, depresiasi rupiah sejak awal tahun hingga saat ini mencapai 12,5 persen,’’ ujarnya, Selasa (30/10).

Asumsi awal, nilai tukar Rp 13.800. Saat ini kurs rupiah terhadap USD sudah menjadi Rp 15.200. ’’Ada selisih Rp 1.400 yang menjadi beban bagi keuangan PLN,’’ jelasnya.

Selain itu, kenaikan ICP (Indonesian crude price) atau harga minyak mentah menambah beban keuangan perusahaan setrum nasional tersebut. Sebab, masih ada porsi pembangkit PLN yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Hingga triwulan ketiga 2018, porsi pembangkit yang masih memakai BBM mencapai 6,18 persen.

’’Pemerintah gencar alihkan penggunaan energ­i fosil ke EBT (energi baru terbarukan). Strategi jangka panjangnya, 1.800 mw pembangkit akan menggunakan CPO (crude price oil),’’ terangnya.

Pendapatan usaha PLN selama periode Januari–September 2018 mencapai Rp 200,91 triliun. Meningkat 9 persen (YoY) sejumlah Rp 187,88 triliun. Sayangnya, beban usaha PLN lebih tinggi daripada pendapatan perseroan, yakni Rp 224 triliun. Meningkat 11,2 persen dari beban usaha perseroan pada periode yang sama tahun lalu Rp 200,3 triliun. PLN harus mengalami kerugian usaha Rp 23,08 triliun.

Untuk menutup rugi, pemerintah sudah memberikan subsidi Rp 39,77 triliun. Karena itulah, PLN mencetak laba usaha setelah subsidi Rp 16,69 triliun. Ditambah dengan penghasilan keuangan Rp 585,9 miliar dan penghasilan lain-lain Rp 8,52 triliun, lalu dikurangi beban keuangan Rp 16,18 triliun, PLN memperoleh laba sebelum kurs dan pajak Rp 9,61 triliun. Namun, laba tersebut harus tergerus oleh kerugian kurs mata uang asing karena pelemahan rupiah Rp 17,32 triliun.

Selain itu, PLN mengalami kerugian sebelum pajak Rp 7,7 triliun ditambah beban pajak Rp 10,7 triliun. Total kerugian mencapai Rp 18,4 triliun.

’’Kebijakan populis pemerintah untuk tidak menaikkan tarif listrik hingga akhir 2019 membuat PLN tidak bisa menyesuaikan TDL di tengah tekanan kurs,’’ ungkapnya.

ilustrasi

Meski begitu, PLN masih bisa melakukan sejumlah strategi guna menekan kerugian. Misalnya, mengoptimalkan hedging nilai tukar serta refinancing. Di sisi lain, pemerintah bakal memberikan PMN (penyertaan modal negara) Rp 6,5 triliun pada 2019 untuk mengompensasi kerugian PLN. Selain itu, PLN harus bisa mengoptimalkan aset produktif untuk menambah pendapatan.

Direktur Keuangan PLN Sarwono optimistis, hingga akhir tahun, perseroan masih bisa membukukan laba. ’’Doakan saja (laba). Insya Allah,’’ tuturnya.

Dia memastikan kondisi keuangan PLN masih cukup bagus dengan DSCR (debt service coverage ratio) lebih dari 1 dan DER (debt to equity ratio) masih di angka 50 persen. Masih jauh di bawah limit DER di angka 300 persen.

Total kebutuhan belanja modal PLN bisa mencapai Rp 80 triliun per tahun yang mayoritas dialokasikan untuk pembangunan pembangkit. Hingga triwulan ketiga 2018, dana investasi yang digelontorkan PLN telah mencapai Rp 60 triliun. ’’Rugi kurs lebih tinggi sekarang,’’ kata Sarwono. (vir/car/c14/fal/jpg)

James Riady Menjawab 59 Pertanyaan Penyidik KPK

0
James Riady

x.batampos.co.id – Konglomerat James Tjahaja Riady diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (30/10). Bos Lippo Group itu dipanggil sebagai saksi dugaan suap perizinan proyek Meikarta yang tengah dikerjakan PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), anak perusahaan Lippo.

James tiba di gedung KPK pukul 09.28. Anak pendiri Lippo Group Mochtar Riady itu langsung menuju ruang pemeriksaan di lantai 3 gedung tersebut. Sekitar delapan jam diperiksa, James keluar dari ruang pemeriksaan pukul 18.45. Dia sempat memberikan keterangan sebelum akhirnya masuk ke kendaraan Land Cruiser Cygnus hitam bernomor polisi B 2982 BP.

”Saya dalam kapasitas pribadi. Saya baru saja selesai proses pemberian pernyataan di KPK,” ujarnya sebelum masuk ke mobil pribadinya itu.

James mengaku menjawab 59 pertanyaan penyidik terkait dengan kapasitasnya sebagai CEO Lippo Group.

”Mencakup segala hal dan saya memberikan semuanya itu dengan penuh kooperatif,” ujarnya.

James mengakui pernah bertemu dengan Bupati Bekasi (nonaktif) Neneng Hassa-nah Yasin akhir 2017. Namun, pertemuan itu tidak terkait dengan perizinan Meikarta yang dibangun di wilayah tersebut. Menurut James, pertemuan itu bersamaan dengan kelahiran anak ­Neneng.

”Saya mampir ke rumah beliau (Neneng, red), mengucapkan selamat. Tidak ada pembicaraan lain,” akunya.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menerangkan, pertemuan antara James dan Neneng merupakan hal wajar. Hal itu juga kerap terjadi di daerah lain.

”Tapi, yang dibicarakan haruslah hal-hal yang benar, bukan policy-policy (kebijakan, red),” paparnya. Menurut dia, pemeriksaan kemarin diperlukan untuk menguatkan tuduhan KPK terhadap para tersangka.

”Kebetulan Pak James merupakan CEO Lippo Group yang membawahi Meikarta tersebut,” imbuh dia.

Penyidik kemarin menggali kapasitas dan kewenangan James terkait dengan perizinan Meikarta. Termasuk apakah ada perintah penyerahan uang suap untuk melancarkan proses perizinan tersebut. (tyo/c6/agm/jpg)

Bocah yang Hanyut di Parit Pagi Tadi Ditemukan

0

x.batampos.co.id – Jasad bocah ditemukan oleh warga. Saat itu ada warga yang sedang bersih-bersih, ia melihat ada kaki terapung.