Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 11761

Berbeda Boleh, Persatuan Harga Mati

0
Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam berbaur bersama masyarakat Toapaya Asri saat jalan santai, Minggu (26/8). F. Kominfo untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam berbaur bersama masyarakat Toapaya Asri saat mengikuti kegiatan jalan santai di halaman Kantor Kelurahan Toapaya Asri, Minggu (26/8).

Lurah Toapaya Asri Nepy Purwanto menjelaskan kegiatan jalan santai ini untuk mempererat semangat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Selain itu, dijelaskannya bahwa jalan santai yang digelar tersebut sangat besar manfaatnya. Dengan jalan santai ini, semua masyarakat bisa berkumpul, berjalan bersama dan saling bertegur sapa.

”Tidak kita pandang siapa kita dan asal muasal kita. Jika kita mengaku berjiwa Indonesia, maka persatuan di antara kita itu harga mati,” terangnya.

Dalmasri Syam mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ini. Dikatakannya, upaya memupuk kembali semangat persatuan itu menjadi hal sangat pentng saat ini. Dia menilai, bangsa Indonesia mulai kehilangan semangat kebersamaan sebagaimana yang tersirat dalam simbol Bhineka Tunggal Ika. ”Bangsa kita sudah mulai renggang,” katanya.

Kegiatan yang mungkin sifatnya biasa seperti jalan santai ini, menurutnya, sejatinya dapat memberi sumbangsih bagi kebersamaan di masyarakat.
”Ingat kita majemuk, itu tidak bisa dinafikkan. Tapi bagaimana kita berbaur dan menyatu dalam keberagaman, itu yang mahal,” ujarnya. (met)

Perlu Sinergi Masyarakat Memberantas Narkoba

0
Ketua BNNK Karimun M Soleh memberikan materi pada kegiatan Asistensi Pembangunan Berwawasan Antinarkoba di Aston Hotel, Sabtu (25/8). F.Ichawanul Fahmi/batampos.co.id

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Karimun mengimbau seluruh masyarakat memberi dukungan dalam proses pemberantasan narkoba. Khususnya dalam mensukseskan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

”Melalui penyebaran informasi mengenai P4GN, tentunya sangat mudah memberikan edukasi ataupun pemahaman tentang bahaya narkoba,” ungkap Kepala BNNK Karimun, Ahmad Soleh SH MSi, Sabtu (25/8) di Aston Hotel.

Soleh pun mengajak semua peserta Asistensi Pembangunan Berwawasan anti narkoba melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pencegahan dan pemberantasan bahaya narkoba di lingkungan masyarakat.

“Sinergitas masyarakat sangatlah penting dalam melakukan berbagai langkah nyata dalam P4GN. Bagaimana ke depannya diharapkan supaya dapat memahami akan bahaya narkoba,” ungkap Soleh.

Plt Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK, Tsaniya Azmi mengatakan peran pemuda turut memiliki potensi untuk menjauhi narkoba. Mengingat, kalangan pemuda lebih banyak terkontanimasi peredaran narkoba.

Mirisnya, bahaya narkoba sudah merambah seluruh lapisan masyarakat. ”Kami berpesan agar pemuda di Karimun menjauhi narkoba. Selain itu, bisa menjadi teladan dan panutan pada keluarga dalam menjauhi bahaya narkoba,” paparnya. (enl)

Kapasitas Jalan dan Jumlah Kendaraan di Pulau Batam Tak Seimbang

0

Meski pertumbuhan kendaraan bermotor tidak begitu signifikan dibanding tiga tahun lalu, kepadatan volume kendaraan di Batam terjadi di titik tertentu. Kepadatan lalu lintas didominasi kendaraan roda dua yang jumlahnya tiga kali lipat dari kendaraan roda empat atau lebih.

Magdalena Amelia Septa Warouw, 23, berangkat dari rumahnya di Tanjungpiayu, Seibeduk, Jumat (24/8). Ia mengendarai motor Honda Vario menuju tempat kerjanya di Kawasan Industrial Global Batam Centre. Jaraknya lebih dari 12 kilometer. Menurut perhitungannya dengan berangkat pukul 07.30, ia akan tiba di tempat kerja sebelum pukul 08.00 WIB.

Namun perhitungan karyawan PFF Paint itu meleset. Ketika mencapai Simpang Kabil, kendaraan sudah memadati jalan dan mengular hingga satu kilometer. Namun tidak biasanya, lampu merah tidak segera berganti warna hijau ketika waktunya harus berubah. Antrean kendaraan pun semakin mengular. Ternyata, lampu pengatur lalulintas tidak bekerja dengan baik.

“Biasanya lampu merah akan berganti tiap 5-6 menit. Yang tadi, hampir 15 menit tapi tetap merah, mungkin error sistemnya,” ujar wanita yang biasa disapa Amel ini.

Melihat kondisi itu, Amel mulai resah. Ia khawatir bakal telat sampai di tempat kerja. Untung saja polisi menyadari masalah tersebut dan segera turun tangan mengatur lalu lintas. Begitu banyaknya kendaraan, butuh beberapa menit bagi Amel dan pengendara lainnya untuk melintas, kemudian menggeber motornya menuju Kawasan Industri Global.”Saya telat sedikit,” ungkap dia.

Jalan Letjen Suprapto, Simpang Dam, Mukakuning, Seibeduk tampak macet, Jalan ini selalu langganan macet dari arah Batuaji menuju Batamcentre. Macetnya jalan ini akibat padatnya volume kendraan dan sempitnya jalan yang tidak bisa menampung kendaraan. F Dalil Harahap/Batam Pos

Amel menceritakan, kondisi jalan yang padat kendaraan pada pagi hari sudah jadi ‘santapannya’ sehari-hari ketika berangkat kerja. Pada mulanya, Amel membiasakan berangkat dari rumahnya setiap pukul 07.00. Namun ia tidak tahan dengan kepadatan kendaraan dan kemacetan yang terjadi. Terutama di simpang Kabil yang ia harus lalui tiap hari kerja.

“Nah puncaknya itu ya di simpang Kabil. Gak kuat lihat macetnya. Makanya sekarang selalu berangkat setengah delapan lewat (pukul 07.31),” ujar wanita yang gemar mendaki gunung ini.

Menurut Amel, berangkat pukul 07.00 ataupun setelah pukul 07.30 sama saja. Ia akan tiba di tempat kerja sebelum pukul 08.00. Jika berangkat pukul 07.00 ia akan berhadapan dengan kepadatan lalulintas dan macet. Sehingga, perjalanannya tersendat dan butuh waktu yang lebih lama. Sementara jika berangkat setelah pukul 07.30, lalulintas lebih lancar.

“Jam-jam crowded itu jam 6-7.30, padatnya ampun deh. Padat. Jalanan juga sempit (di Tanjungpiayu), apalagi di lampu merah Panbil itu. Belum lagi pengendara yang gak sabaran kadang buat pagi itu lelah,” jelas dia.

Direktur Lalulintas Polda Kepri Kombes Yuli Kurniawan menyebut kepadatan kendaraan bermotor di Batam belum separah di Jakarta. Sehingga kemacetan hanya terjadi di jam-jam sibuk. Saat sebagian besar kendaraan keluar dalam waktu yang bersamaan.

Untuk mengantisipasi kemacetan ini, Yuli menuturkan telah menyiagakan jajaran Ditlantas Polda Kepri maupun Polresta Barelang di beberapa titik yang dianggap rawan kemacetan.

“Simpang Kabil dan Simpang Mukakuning salah satu titik kemacetan yang kami pantau tiap waktunya. Karena di sana akan macet di beberapa waktu tertentu saja. Selebihnya lancar-lancar saja,” katanya saat ditemui Batam Pos, Jumat (25/8).

Berbagai cara telah ditempuh jajaran Ditlantas Polda Kepri untuk mengurai kemacetan tersebut. Yuli mengatakan personelnya di lapangan menerapkan rekayasa lalul lintas.

“Gampangnya gini, kami tidak berpatokan pada lampu merah. Petugas akan melihat dari arah mana kendaraan yang menumpuk. Kendaraan inilah yang akan diminta jalan terlebih dahulu,” tuturnya.

Oleh sebab itu, kata Yuli, setiap jam-jam sibuk Ditlantas selalu menempatkan personelnya di lapangan. Agar mengatur arus lalu lintas yang ada di titik-titik rawan kemacetan. “Kami sudah memantau titiknya, tapi berapanya saya tidak ingat,” ujarnya.

Ia mengatakan jam-jam sibuk itu mulai dari pukul 07.00 hingga 08.00, lalu pukul 17.00 hingga 18.00. “Saat orang mau masuk dan keluar kerja. Kalau Jakarta itu tidak hanya jam sibuk saja, hampir tiap jamnya,” ucapnya.

Menurutnya, langkah Pemerintah Kota Batam yang melebarkan jalan, cukup dapat mengurangi kemacetan di beberapa ruas jalan. Selain itu, sudah ada beberapa lengan-lengan jalan yang mengurai kemacetan di persimpangan-persimpangan yang ada. Simpang Jam yang dulunya menjadi titik kemacetan, saat ini tidak terlihat lagi kendaraan yang antre panjang di kawasan tersebut.

Warga Kota Batam. F Dalil Harahap/Batam Pos

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol I Putu Bayu Pati mengatakan pertumbuhan kendaraan di Batam tiga tahun terakhir ini agak siginifikan menurun di banding tahun-tahun sebelumnya. Adapun jumlah kendaraan bermotor, didominasi kendaraan roda dua. Dengan pertumbuhan kendaraan ini otomatis akan berpengaruh kepada kondisi jalan sebelum ada pelebaran dan setelah pelebaran jalan.

Ketika sebelum ada pelebaran jalan, lanjut dia, dengan kondisi jalan yang hanya dua jalur atau empat jalur, cenderung kepadatan lalu lintas terjadi di titik-titik tertentu seperti di Simpang Jam, Simpang Kabil, dan beberapa simpang jalan di Batuaji. Tetapi dengan adanya pelebaran jalan yang dilakukan pemerintah membuat lajur jalan semakin bertambah dan arus lalu lintas pun mengalir.

“Tidak tersendat. Adapun kepadatan volume kendaraan atau traffic jam di titik tertentu dan pada waktu-waktu tertentu seperti pagi hari saat berangkat kerja atau anak-anak berangkat sekolah,” jelas I Putu Bayu.

Ia menyebutkan, waktu-waktu tertentu tersebut mulai pukul 07.00 sampai pukul 08.30 dan waktu pulang kantor pada pukul 15.30 hingga pukul 17.30. Hal ini, menurut Kasat Lantas, sesuatu yang normal karena kepadatan volume kendaraan hanya di perempatan jalan saja. Kemudian yang paling penting arus lalu lintas mengalir di sepanjang jalan.

“Kalau ada yang tersendat, polisi akan turun tangan untuk mengatur kelancaran lalu lintas. Selama ini, setelah adanya pelebaran jalan, dampaknya sangat positif. Waktu tempuh semakin dekat karena jalan semakin lebar,” ujarnya.

Kasat Lantas juga menyebutkan, rasio pertumbuhan kendaraan dibanding tiga tahun lalu tidak secepat sekarang sebab daya beli masyarakat lebih melemah. Oleh sebab itu, pertumbuhan kendaraan di Batam tidak begitu signifikan. Dilihat dari ruas jalan dan simpul-simpul jalan, jarang terjadi kemacetan, kecuali pada waktu tertentu.

Untuk mengatasi kemacetan, kata I Putu Bayu, ia menempatkan personel setiap pagi, saat terjadi kepadatan lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Polantas turun tangan membantu masyarakat yang hendak berangkat kerja atau sekolah agar lebih aman dan nyaman. Solusi lainnya, saran I Putu Bayu agar terhindar dari macet, masyarakat tidak berangkat pada jam-jam sibuk jika tidak terlalu mendesak.

“Ketiga, untuk menghindari kemacetan yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas kita himbau agar tertib dan disiplin berlalu lintas di jalan raya. Sehingga pada saat terjadi kecelakaan lalulintas tidak menimbulkan kemacetan.

Dominasi kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi lainnya di Batam tidak lepas dari ketersediaan transportasi massal. Bila dibanding dua negara tetangga sebagai kawasan yang paling dekat, akses transportasi publik Batam termasuk ketinggalan. Transportasi publik belum memadai. Dimana updated per Desember 2017, hanya terdiri dari 108 unit angkutan kota di luar taksi, mini bis, dan bis.

Fernando, warga Baloi menyebutkan, angkutan publik di Batam masih jauh dari memadai. Meski sudah ada trayek Trans- Batam, namun waktu trayeknya tidak bisa mewakili seluruh lapisan masyarakat Batam. “Halte terbatas. Saya sendiri pilih naik motor ke mana-mana. Mulai kerja, jalan bareng teman, atau mengurus segala sesuatu. Lebih simpel. Hemat biaya transportasi juga,” ungkapnya.

Akibatnya, seperti Fernando, sebagian besar warga memilih motor atau kendaraan roda dua sebagai transportasi pribadi. “Karena belum semua angkutan umum menjangkau seluruh sudut Kota Batam, tentu motor atau mobil pribadi menjadi pilihan terbaik,” ujar Fernando ketika ditemui di Nagoya, Rabu (22/8) lalu.

Apalagi masyarakat semakin mendapatkan kemudahan membeli motor. Fernando menyebutkan, motor Honda Scoopy miliknya ia beli di salah satu dealer resmi di kawasan Baloi dengan prosedur yang sangat mudah. “Beli tahun 2016. DP (down payment) waktu itu Rp 3 juta dengan tenor cicilan 18 bulan. Sudah lunas,” ungkapnya.

Masing-masing dealer sepeda motor resmi di Batam memang memberikan prosedur dan persyaratan yang mudah bagi para konsumen yang ingin membeli sepeda motor. Cukup melampirkan persyaratan umum seperti KTP, KK, Surat Penghasilan atau slip gaji, surat keterangan domisili, serta rekening air, listrik, dan kalau diperlukan rekening tabungan. Dengan persyaratan itu, ditambah dengan biaya uang muka (down payment/DP), serta survey cepat, hanya dalam hitungan jam, motor baru sudah bisa diantar ke konsumen.

“Proses cepat. Cek keabsahan data, tak sampai dua jam, motor sudah bisa dibawa pulang. Atau lebih mudah lagi yang RO platinum (repeat order). Cukup lampirkan KTP, cocokkan data dengan data sebelumnya, ya sudah motor langsung kami antar kepada konsumen,” ujar Regional Head Main Dealer Honda PT Capella Dinamik Nusantara Wilayah Kepri, Harry Sutiono ketika ditemui di kawasan Batam Centre, Jumat (24/8).

Mudahnya prosedur pembelian tersebut membuat minat membeli motor di Batam tinggi. Hasilnya pun bisa dilihat dari kondisi jalan raya di Batam dengan jumlah kendaraan motor yang semakin menjamur.

Volume kendaraan di Jalan R Suprapto Simpang Dam, Mukakuning macet total di jam-jam kerja. Macetnya jalan ini akibat padatnya kendaran di Kota Batam ini yang ditambah lagi jalan terlalu kecil. F. Dalil Harahap/Batam Pos

“70 persen konsumen memilih kredit, dan 30 persen beli cash. Untuk konsumen dengan pembiayaan kredit, kami memberlakukan uang muka yang sangat ringan. Minimal DP 10 persen dari harga motor. Jadi memang cukup bayar Rp 1 jutaan, sudah bisa bawa pulang motor, menggunakannya sambil mencicil dengan tenor rata-rata 18-24 bulan,” jelas Harry.

Untuk merk Honda sendiri, kontribusi motor terbanyak di Batam 70 persennya didominasi motor matik. Honda menjual motor dengan harga bervariasi sesuai tipe, mulai Rp 13-an juta. Saat ini, khusus Batam, Honda telah mengeluarkan sekitar 10 ribu unit sepeda motor ke jalanan. Namun dari semester satu, penjualan di Batam cenderung turun dibanding jumlah penjualan unit pada 2017 lalu. Rata-rata 400 unit per bulan.

“Tapi setelah Lebaran, Juni hingga Agustus berjalan ini, sudah ada sekitar 1.400 – 1.700-an unit yang sudah keluar,” ungkap Harry.

Tak hanya Honda saja yang mengaspapl di Batam, tapi ada juga beberapa merk besar seperti Suzuki, maupun Yamaha, serta merek lainnya. Branch Manager Yamaha Alfa Scorpii, Hengky Sugiono di Botania menyebutkan, trend pembelian sepeda motor di Batam ini didominasi para pekerja kalangan menengah ke bawah.

Untuk persyaratan pembeliannya, sama dengan persyaratan umum dealer lainnya. Hanya saja, untuk warga yang bukan pekerja tetap atau profesional, seperti pedagang di pasar, tukang ojek, khusus konsumen seperti itu, pihaknya wajib survey rumah calon pembeli. “Kalau lengkap semua, langsung hari itu juga ambil motor,” ujar Hengky.

Di Batam, Yamaha banyak mengelurakan tipe Mio S hingga Mio Lexy, sebagai motor keluaran terbaru dari merk ini. Harga motornya mulai dari Rp 16 juta hingga Rp 20 juta-an per unit.

“Rata-rata, konsumen kami di Batam berusia 17 sampai 36 tahun. Sebanyak 90 persen diantaranya melalui proses kredit dengan DP mulai Rp 1 juta hingga 50 persen dari harga motor yang mereka ambil,” jelas Hengky.

Setiap bulan, motor perusahaan pabrikan Jepang ini mengeluarkan rata-rata 500 unit ke jalanan. Jika dihitung secara keseluruhan ada 4.000 unit penjualan. Jumlah ini berasal dari penjualan di dealer resmi seperti Alfa Scorpii di Botania, Bengkong, dan Batam Centre.” Juga dealer independen seperti Yamaha Leo di Seipanas dan Batuaji,” ungkap Hengky.

Yamaha saat ini, menyasar pemukiman padat penduduk di Batam sebagai calon konsumen mereka. “Kami memberi kemudahan. Membantu para pekerja dengan ekonomi kelas menengah ke bawah untuk memiliki kendaraan sendiri dengan syarat dan cicilan yang mudah dan terjangkau,” ungkapnya.

Sementara itu, merk Suzuki, selama delapan bulan berjalan ini, mereka telah melepaskan 1.000 unit motor kepada para konsumennya. Konsumennya rata-rata pekerja dengan rentang usia 20-40 tahun. “Dilihat dari kondisi ekonomi, 70 persen melalui proses kredit,” ungkap Sales Manajer Roda Dua Suzuki Indomobil Batam, William Santrawan ketika dihubungi Jumat (24/8) siang lalu.

William menyebutkan, sesuai kondisi ekonomi, trend penjualan sedikit menurun di Kepri. Namun untuk Batam, peminat masih bagus. Namun penjualan sendiri secara umum fluktuatif. Khusus Batam, cicilan untuk tipe terendah, kebanyakan konsumen memilih tenor dua tahun. “Dengan DP Rp1 juta, cicilan mulai angka Rp 800-an ribu per bulan,” ungkapnya.

Dealer resmi penjualan motor di Batam bebas menentukan target setiap tahunnya. Artinya, tidak ada kebijakan pemerintah terkait pembatasan penjualan unit motor di wilayah Kepri, termasuk Batam dalam perbandingannya dengan kapasitas jalan yang terbatas, serta jumlah penduduk yang semakin bertambah.

“Sepanjang ada permintaan, akan selalu melayani konsumen yang membutuhkan, karena memang tidak ada aturan pembatasan resmi dari pemerintah. Pernah diwacanakan di Jakarta, tapi di Batam nggak ada,” ujar Honda Customer Care Manager, Toni Hadi Wibowo.

Kota Batam memang pulau terdepan yang paling maju di Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai 1.236.399 jiwa. Memiliki luas 1.595 km2 atau secara keseluruhan sekitar 41.500 hektare. Dari luas ini, beberapa difungsikan sebagai jalan raya sebagai bagian dari akses transportasi. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat, per 2017, panjang jalan menurut jenis permukaan di Batam, jalan beraspal 616,02 km, jalan berkerikil 0,74 km, sedangkan jalan tanah sekitar 29,40 km, dengan total 646,16 km.

Sedangkan panjang jalan menurut kondisi jalan, per 2017, kondisi jalan baik sepanjang 117,50 km, jalan sedang 425,91 km. Untuk kondisi jalan rusak dan rusak berat sepanjang 102,76 km. Sedangkan menurut klasifikasi atau lenght of road by class belum ada perbaruan data sejak 2014. Dimana,162,41 km untuk panjang jalan kelas 1, 241,19 km panjang jalan kelas II, dan 694,78 km panjang jalan kelas III. Total 1.098,38 km.

“Data panjang jalan di Batam ini sumbernya dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam. Untuk update jumlah panjang jalan per 2018 belum ada laporan,” ujar Kepala BPS Kota Batam, Rahyudin di Batam Kota, Kamis (23/8) lalu.

Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepri mencatat, sepanjang 2015 lalu terdapat 53.637 kendaraan baru di Batam. Terdiri dari mobil penumpang 8.586 unit, bus 96 unit, mobil barang 1.718, sepeda motor 43.231 unit, dan kendaraan khusus 6 unit.

Kemudian tahun 2016, tercatat sebanyak 43.878 unit kendaraan bermotor. Terdiri dari mobil penumpang 8.260 unit, bus 104 unit, mobil barang 1.229 unit, sepeda motor 34.270 unit, dan kendaraan khusus 15 unit. Adapun tahun 2017 (Januari-Agustus) kendaraan bermotor sebanyak 25.578 unit. Masing-masing, mobil penumpang 5.360 unit, bus 54, mobil barang 626 unit, sepeda motor 19.535 unit, dan kendaraan khusus 3 unit.

Adapun jumlah total sepeda motor di Batam yang tercatat di Ditlantas Polda Kepri hingga Agustus 2017, sebanyak 586.830 unit. Sedangkan untuk roda empat 128.829 unit. Jumlah ini terus bertambah seiring penambahan kendaraan bermotor. Hingga Agustus 2018 ini, jumlah kendaraan roda dua sebanyak 600 ribu unit dan 260 ribu unit.

Melihat jumlah kendaraan bermotor saat ini, proyeksi Badan Pengusahaan (BP) Batam pada tahun 2012 lalu meleset. Seperti yang pernah dilansir Antara, BP Batam memproyeksikan jumlah kendaraan akan bertumbuh mencapai total sebanyak 275.303 unit pada 2015 dan 345.015 unit pada 2020. Jumlah tersebut belum ditambah dengan prediksi pertumbuhan kendaraan dari kuota impor setiap tahunnya.

Dinas Perhubungan juga mengungkapkan kan Kapasitas Jaringan Jalan atau Volume Capacity Ratio (VCR) di Batam sudah tidak ideal. Pada 2012 VCR Batam mencapai 0,9, sementara batas ideal atau toleransi berkisar 0,45-0,74.

“Berdasarkan kajian, jumlah kendaraan yang idealnya di Batam 217.586 unit, tapi kondisi sekarang jumlah kendaraan yang ada sudah mencapai 265.394 unit. padahal panjang jalan hanya 690.750 meter,” kata Zulhendri, kepala Dishub Batam kala itu.

Untuk menekan angka pertumbuhan kendaraan bermotor, Walikota Batam Rudi sudah pernah menyampaikan harapan ke Dewan Kawasan (DK) agar pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kendaraan di Batam sama dengan daerah lain. Hal ini dilakukan guna mengatasi kemacetan di Batam.

“Kendaraan yang tidak diambil PPN, yang tidak ada korelasinya dengan pertumbuhan ekonomi Kota Batam, kalau boleh disamakan saja dengan daerah lain. Mobil dan motor boleh masuk tapi tidak boleh dihilangkan PPN-nya,” kata Rudi.

Menurutnya, jika harapannya tersebut terkabul, tentu akan mengurangi petumbuhan kendaraan di Batam yang menjadi penyebab kemacetan. Pasalnya jika tidak segera ditangani masalah kemacetan akan terus meningkat.

“Kalau tidak dihentikan, terus jalan kita diperlebar, sepuluh tahun diperkirakan Batam ini macet total,” ujarnya.

Wacana ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Dilansir Antara, pada Rabu, 24 Oktober 2012, Ahmad Dahlan, Wali Kota Batam saat itu mengatakan akan melakukan upaya pengendalian terhadap jumlah kendaraan bermotor karena rasio kendaraan dengan panjang jalan sudah tidak sesuai lagi.

“Berdasarkan laporan kajian dinas perhubungan (Dishub), jumlah kendaraan dengan panjang jalan sudah tidak sesuai dengan rasio lagi. Sudah sangat mengkhawatirkan,” kata wali kota di Batam.

Ia mengatakan harus segera mengambil langkah untuk mengatasi kendaraan bermotor, agar di Batam tidak terjadi kemacetan yang semakin parah terutama pada pagi dan sore hari.

“Ada beberapa opsi yang disampaikan oleh Dishub, kami akan segera pelajari untuk menentukan cara yang tepat untuk mengatasi jumlah kendaraan di Batam,” kata Dahlan.

Ia mengatakan, opsi tersebut diantarannya adalah mengeluarkan mobil ex-Singapura dari Batam ke kawasan bebas lain seperti Bintan dan Karimun. Namun mekanisme tersebut akan membutuhkan peraturan dari menteri keuangan.

Opsi lain, kata dia, rekomendasi pemasukan mobil ke Kota Batam agar terlebih dahulu disampaikan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam.

Selain itu, kata dia, Dishub juga mengusulkan pemberlakuan pajak progresif terhadap kepemilikan kendaraan bermotor, menerapkan aturan bahwa PPN dikenakan untuk kendaraan pribadi dan pembebasan PPN terhadap kendaraan yang terkait dengan kepentingan investor, pengembangan sarana dan prasarana transportasi.

Selanjutnya, memberlakukan kebijakan “scrap dan one in one out” terhadap kendaraan wajib uji seperti peremajaan angkutan taksi yang menjadi kewenangan Dishub, pengembangan dan peningkatan pelayanan sarana transportasi massal, membangun jalan fly over di persimpangan yang menjadi prioritas. (uma/cha/gie/ska)

Wali Band Hibur Masyarakat Kundur

0

batampos.co.id – Penampilan Wali Band dalam acara puncak acara perayaan HUT ke-42 PT Timah Tbk memukau ribuan penonton yang memadati lapangan tenis PT Timah Tbk wilayah Kepri Riau di Perayun, Sabtu (25/8) lalu. Saat membawakan lagu berjudul
“Bocah Ngapa Ya” ribuan penononton seperti tersihir untuk ikut berjoget. Selain Wali Band hadir dalam acara pesta rakyat artis ibu kota Jakarta Feryry Maryadi, Rani Sutanto dan Sherly Mey.

Hadir dalam pesta rakyat HUT ke-42 PT Timah Tbk Dirut PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, Kejati Kepri, Bupati Karimun serta keluarga besar PT Timah, Danlantamal IV Tanjungpinang, FKPD, DPRD dan Kepala OPD Karimun.

Acara pesta rakyat diawali dengan senam pagi, bazar dengan hadiah utama dua unit sepeda motor serta ratusan door prize menarik. Ribuan penonton dan karyawan PT Timah Tbk tampak membaur dalam rangka pesta rakyat tersebut.

Direktur Utama PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani mengharapkan dukungan serta doa seluruh lapisan masyarakat agar PT Timah lebih baik lagi ke depannya. Menurut Dirut, jika PT Timah semakin baik, tahun depan pihaknya berjanji akan menggelar pesta rakyat yang lebih meriah di Pulau Kundur.

”Mohon doa dan dukunganya agar PT Timah semakin baik, produksinya semakin meningkat. Jika PT Timah semakin baik tahun depan akan kita adakan pesta rakyat di pulau Kundur lebih semarak lagi,” ujar Riza Pahlevi.

Sementara Bupati Karimun Aunur Rafiq mengapresiasi acara pesta rakyat dalam rangka merayakan HUT ke 42 PT Timah Tbk. Ia berharap diusianya yang ke 42 PT Timah Tbk semakin eksis, maju, berkembang, serta dicintai seluruh karyawan serta masyarakat. “Perhatian PT Timah Wilayah Operasi Kepri dan Riau terhadap masyarakat di Kabupaten Karimun luar biasa dan sudah dirasakan,” katanya. (ims)

Firmansyah Pimpin IDI Karimun

0
Ketua IDI Kepri dr Rusdani melantik Ketua IDI Karimun dr Firmansyah beserta pengurus IDI periode 2018-2021, Minggu (26/8). F. Tri Haryono/batampos.co.id

batampos.co.id – Dokter Firmansyah kembali memimpin Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Karimun periode 2018-2021. Firmansyah beserta pengurus IDI Karimun dilantik langsung Ketua IDI Kepri Rusdani di gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Minggu (26/8).

Ketua IDI Kepri Rusdani berpesan kepada Ketua dan pengurus yang baru dilantik supaya terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karimun dalam memberikan pelayanan kesehatan. ’’Paling penting adalah tingkatkan kualitas keahlian dokter. Sebab, tahun 2025 paling lambat dokter asing sudah masuk ke Indonesia,’’ pesannya.

Sehingga, melalui organisasi IDI katanya, para dokter harus bisa mempersiapkan diri untuk terus meningkatkan profesionalisme mereka sesuai dengan spesialisnya. Sehingga dokter dalam negeri terutama yang ada di hinterland bisa bersaing dengan dokter dari luar.

”Yang jelas kita pasti bisa bersaing dengan dokter asing. Semuanya bisa disiasati dengan bekerjasama Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas dokter,’’ ujarnya.

Dokter Firmansyah sendiri berkomitmen untuk mempererat rasa persaudaraan antar dokter yang bertugas di Kabupaten Karimun melalui IDI. Menurutnya organisasi yang ia pimpin bisa sebagai sarana untuk memperjuangkan hak-hak dan martabat organisasi profesi.

’’Insya Allah, dokter-dokter kita tidak kalah dengan dokter dari malaysia dan singapura. Dengan dibekali ilmu yang mumpuni dan terus akan dilaksanakan seminar-seminar kesehatan nantinya,’’ ungkapnya.

Masih menurut Firmansyah, organisasi IDI juga bisa memperjuangkan kesejahteraan dokter-dokter terutama dokter yang bertugas di hinterland. Maupun sebagai sarana untuk melakukan koordinasi dengan organisasi profesi lainnya.  ’’Intinya, kita ingin meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat di Kabupaten Karimun,’’ ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi mengucapkan selamat kepada Ketua dan pengurus IDI Cabang Kabupaten Karimun yang baru. Dirinya, berharap IDI bisa mempersiapkan dokter-dokter untuk ditempatkan di hinterland. Sebab, saat ini Kabupaten Karimun kekurangan dokter yang bertugas di hinterland.

”Tolong IDI dapat membantu dalam pengurusan Surat Tanda Resgistrasi (STR) bagi dokter yang melaksanakan fungsionalnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,’’ harapnya.(tri)

Pererat Silaturahmi Melalui Agustusan

0
Peserta Persatuan Perempuan Bangkit Cerdas dan Keluarga Timah adakan kegiatan agustusan di komplek PN Timah. F. Panitia Lomba untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Persatuan Perempuan Bangkit Cerdas dan Bersatu, Minggu (26/8) melaksanakan agustusan dengan berbagai kegiatan di komplek PN Timah Kecamatan Tebing. Mulai dengan gerak jalan santai, hingga berbagai permainan rakyat bersama keluarga besar PT Timah.

’’ Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi dengan pensiunan karyawan PT Timah. Kegiatan ini, murni swadaya ibu-ibu karyawan PT Timah yang berdomisili di Balai untuk berbagi dengan keluarga besar PT Timah di sini,’’ jelas Ketua Persatuan Perempuan Bangkit Cerdas dan Bersatu, Siska Iriano.

Diharapkan antara keluarga pensiunan PT Timah maupun karyawan yang masih aktif tetap terjalin persaudaraan. Mulai dari orangtua hingga anak-anak. ’’Dihadiri sekitar 450 keluarga besar PT Timah, kita gerak jalan santai sambil menikmati pemandangan alam yang masih asri di komplek PN Timah ini. Yang penting kebersamaan, antara keluarga yang sudah pensiun dengan yang aktif,’’ ujarnya.

Sedangkan, permainan rakyat dimulai dari lomba makan kerupuk untuk anak-anak, memasukan paku ke dalam botol, lempar tepung dan sebagainya. Sementara hadiah hiburan yang telah disediakan oleh panitia mencapai 135 hadiah. Tanpa sponsor dari manapun dan murni dari sumbangan persatuan perempuan bangkit cerdas dan bersatu.

’’Alhamdulillah, animo peserta cukup antusias mulai dari acara pagi hari hingga siang hari bersama keluarga dan anak-anak,’’ ungkapnya.

Pantauan dilapangan, para peserta mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu menikmati permainan yang telah disiapkan oleh panitia. Yang dihadiri oleh Made dari PT Timah dan tamu undangan lainnya.(tri)

Kasus Pelat Baja Harus Jadi Atensi Kapolda

0

batampos.co.id – Ketua Komisi I DPRD Kepri yang membidani masalah hukum, Abdurahman meminta kasus raibnya pelat baja yang merupakan aset Pemprov Kepri menjadi atensi kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kepri yang baru. Apalagi kasus ini menjadi perhatian publik.

”Apalagi aset yang hilang nilainya miliaran rupiah,” ujar Abdurahman menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (26/8).

Ditanya apakah sudah mendapatkan laporan dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR) Kepri, terkait proses hukum yang sedang dilaporkan? Mengenai hal itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kepri mengaku belum mendapatkan pemberitahuan dari PUPR Kepri. Ditegaskanya, Senin (27/8) besok (hari ini,red) pihaknya akan melakukan tindaklanjut ke Dinas PUPR Kepri.

”Kami (Komisi I) sudah komitmen mengawal dan memantau perkembangan kasus raibnya pelat baja itu. Besok (hari ini, red) akan kami follow up ke Dinas PUPR Kepri,” tegas Abdurahman.

Kepala Inspektorat Pemprov Kepri, Mirza Bakhtiar mengaku pihaknya sudah melaporkan ke pihak kepolisian, bahkan pelaporannya sebelum dilakukan Dinas PUPR Kepri. Ditegaskan Mirza, pelat baja tersebut merupakan aset Pemprov Kepri.

”Kami lebih dulu melaporkan ke Polda Kepri atas raibnya material besi baja itu. Pelaporan itu dilakukan setelah digelarnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kepri,” ujar, Mirza.

Laporan ini tegasnya, dilengkapi dokumen dan berkas pendukung lainnya yang berkaitan dengan aset tersebut. Selain itu juga dilengkapi dengan kronologis kejadian pada saat itu.
”Karena ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib, sehingga saat ini tinggal menunggu perkembangannya saja. Dan apabila dimintai keterangan dan lainnya, saya siap memberikannya,” tegas Mirza Bakhtiar.

Hilangnya pelat baja sisa pembangunan Jembatan Dompak I ini membuat semua pihak di Tanjungpinang heboh. Mulai dari Gubernur hingga kepala dinas berkomentar terkait kasus ini. Gubernur Kepri menegaskan dirinya tidak pernah menyuruh Andi Cori memindahkan apalagi menjual pelat baja yang merupakan aset Pemprov itu.

Terkait aset itu disebut-sebut Andi Cori Cs bukan milik Pemprov Kepri, karena belum ada penyerahan dari pusat. Namun Kepala Inspektorat Provinsi Kepri, Mirza Bakhtiar menegaskan seluruh pelat baja itu aset Pemprov Kepri.

Ia menyebutkan pelat baja yang tidak terpakai itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tahapan-tahapan kelanjutan pembangunan Jembatan I Dompak. ”Meskipun tidak terpakai, tetapi tetap masuk dalam hitungan kebutuhan Jembatan I Dompak, Tanjungpinang,” ucapnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga menuturkan Inspektorat Pemerintahan Provinsi Kepri sudah melaporkannya ke Mapolda Kepri kasus tersebut. ”Tentunya yang akan diminta keterangan orang-orang yang terkait atas hilangnya plat baja ini,” ucapnya.

Penasehat Hukum Gubernur, Andi Muhammad Asrun menilai, meskipun Andi Cori dan kawan-kawan sudah mengantongi izin prinsip untuk mengelola kawasan berkaitan, tetapi tidak memiliki hak menjual atau memanfaatkan aset sisa dari pembangunan Jembatan I Dompak, Tanjungpinang tersebut.

”Apapun ceritanya tetap salah. Boleh mendapatkan izin mengelola lokasi, tetapi aset bukan milik pribadi tetap tidak boleh diganggu. Etisnya adalah memindahkan saja kewenangannya,” ujarnya. (jpg)

Tiga Perusahaan Nasional Bersaing Dapatkan Tender Proyek Gurindam

0

batampos.co.id – Tiga perusahaan nasional bersaing untuk mendapatkan tender proyek Pembangunan Infrastruktur Penataan Kawasan Pesisir Pantai Gurindam 12 Kota Tanjungpinang. Mega proyek tersebut memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp 514,6 miliar. Saat ini sudah masuk tahap evaluasi penawaran.

”Dari 62 peminat, hanya ada tiga perusahaan yang secara resmi mengajukan penawaran untuk proyek Gurindam 12 Kota Tanjungpinang,” ujar Kepala Badan Pelayanan Pengadaan (BLP) Provinsi Kepri, Misbardi, Minggu (26/8) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Biro Umum Pemprov Kepri itu mengatakan, ketiga perusahaan nasional tersebut adalah PT. Conbloc Infratecno yang mengajukan penawaran sebesar Rp 427,66 miliar. Perusahaan kedua adalah PT Gunakarya Nusantara dengan penawaran Rp 487,99 miliar. Sedangkan perusahaan ketiga adalah PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk dengan tawaran Rp 499,69 miliar.

”Ketiga perusahaan ini yang sedang dievaluasi penawaran. Tentunya proses evaluasi ini juga diperkuat dengan cek dan ricek terkait track record ketiga perusahaan tersebut,” papar Misbardi.

Ditambahkan Misbardi, setelah proses evaluasi ini adalah penentuan pemenang lelang. Kemudian dilanjutkan masa sanggah. Ia berharap semua tahapan berjalan dengan baik. Sehingga pelaksanaan lelang proyek tahun jamak tersebut terlaksana sesuai dengan jadwal yang diharapkan. Apalagi pembangunan infrastruktur itu merupakan salah satu kegiatan strategis yang diusung Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

”Kita berharap pada Agustus ini semua tahapan tuntas, sehingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bisa segera melakukan penandatangan kontrak kerja,” tutup Misbardi.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertahanan (PUPR) Kepri, Abu Bakar meyakini proyek strategis penataan kawasan Gurindam 12 yang merupakan kegiatan tahun jamak tidak diganggu oleh defisit anggaran. Pihaknya menargetkan pembangunan infrastruktur strategis tersebut akan bermula pada September mendatang.

”Iya, kita yakin, proyek Gurindam 12 tidak akan diganggu gugat pelaksanaanya,” ujar Abu Bakar di Tanjungpinang.

Masih kata Abu, pihaknya berharap pada Agustus ini pemenang sudah ditetapkan. Sehingga pekerjaan tahap awal sebesar Rp 98 miliar bisa dimulai pada akhir Agustus nanti. Menurut Abu Bakar, dalam setiap rapat evaluasi, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun terus mempertanyakan progres kegiatan tersebut.

”Karena lelang itu ada mekanisme dan waktu. Jadi kita harus berjalan sesuai dengan aturan main yang sudah ada. Artinya tidak bisa kita gesa prosesnya,” papar Abu Bakar. (jpg)

Gubernur Minta Anak Muda Jauhi Narkoba

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Kaesang Pangarep, saat acara Deklarasi Pelajar dan Pemuda Hidup Sehat Tanpa Narkoba pada Car Free Day dan Senam Sehat di Dataran Engku Putri, Batam, Minggu (26/8) pagi. F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Gubernur Nurdin Basirun mengatakan hidup sehat dan jauh dari narkoba membuat generasi muda dapat menghasilkan prestasi yang gemilang saat ini dan di masa depan. Kemajuan daerah akan meningkat jika semua elemen bersama-sama ikut andil dalam pembangunan terutama para generasi muda.

”Dalam tubuh yang sehat terdapat otak yang sempurna yang dapat digunakan untuk memajukan daerah,” ujar Nurdin saat acara Deklarasi Pelajar dan Pemuda Hidup Sehat Tanpa Narkoba pada Car Free Day dan Senam Sehat di Dataran Engku Putri, Batam, Minggu (26/8) pagi.

Nurdin menekankan agar deklarasi ini jangan hanya ucapan namun harus terus diimplementasikam dalam kehidupan. Pada kesempatan tersebut, Nurdin juga meminta seluruh masyarakat Kepri untuk bersama-sama mendoakan saudara setanah yang tertimpa musibah bencana alam gempa bumi di Lombok.

”Luka mereka luka kita juga, semoga saudara-saudara kita disana di beri kekuatan untuk bangkit dan ketabahan oleh Allah SWT,” ucap Nurdin.

Terakhir, Nurdin mengajak para pemuda dan pelajar yang hadir untuk ikut menyerukan semangat anti narkoba. Hal ini agar menjadi lecutan diri untuk menjauhi benda haram tersebut. ”Narkoba No, Prestasi Yes, Kepri Jaya,” teriak Nurdin diikuti oleh para pemuda dan pelajar.

Pembacaan naskah deklarasi dipimpin langsung oleh Kaesang Pangarep yang merupakan pengusaha muda sekaligus putra bungsu Presiden RI Joko Widodo yang hadir dalam acara itu.

Pembacaan deklarasi didampingi Gubernur Nurdin Basirun, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Kepala BNN Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan, Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto. Kemudian diikuti para pemuda dan pelajar serta tamu undangan lainnya.

Adapun lima butir isi naskah deklarasi yang dibacakan antara lain menolak secara tegas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kepri, bertekad untuk turut mendukung program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kepri, mendukung dan mendorong lembaga atau instansi penegak hukum terkait guna menindak dan memberantas seluruh peredaran gelap narkoba di Kepri.

Selanjutnya siap menjadi relawan anti narkoba bagi sekolah, keluarga dan masyarakat demi terwujudnya lingkungan yang bebas dari narkoba, pelajar, pemuda dan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau akan meraih masa depan gemilang tanpa narkoba.(bni)

Tersangka Penyekapan Balita Bertambah

0
Tersangka Penelantar Anak.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuaji terus mendalami kasus penyekapan dua balita, Rhm dan Ak, di Batuaji, Batam. Selain paman kedua korban, Suryanto, polisi memastikan bakal ada tersangka baru dalam kasus ini.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, selain dari keterangan tersangka Suryanto dan sejumlah saksi, pihaknya juga mendapatkan beberapa bukti baru. Sehingga ia memastikan akan ada tersangka lain selain Suryanto.

“Pastinya tambah. Besok (hari ini, red) akan dirilis Kapolres Barelang,” ujar Dalimunthe, Minggu (26/8).

Sayangnya Dalimunthe masih enggan menyebut siapa calon tersangka baru tersebut. Termasuk saat disinggung soal keterlibatan anak pertama Suryanto, Ads, Dalimunthe juga enggan berkomentar.

Sementara kondisi kesehatan Rhm dan Ak yang dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam mulai membaik, Minggu (26/8). Kepada Batam Pos Rhm mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari pamannya, Suryanto. Juga dari anak pertama Suryanto, Ads.

“Kakak (Ads, red) jahat sama kami. Kakak sering pukul saya dan adik,” kata Rhm saat ditemui di ruang Anyelir Nomor 302 lantai III RSUD Embung Fatimah, Minggu (26/8).

Rhm kemudian menunjukkan beberapa bekas luka akibat dianiaya Suryanto dan Ads. Yang paling parah adalah bekas luka yang masih membiru di bagian punggungnya. Memar di punggung Rhm itu cukup parah. Saat disentuh, Rhm meringis kesakitan.

“Kakak pukul pakai pipa,” terang bocah berusia 4,5 tahun itu.

Rhm sendiri sudah dinyatakan sehat setelah sebelumnya sempat mengalami infeksi pada saluran pembuangan. Saat ditanya keinginannya, Rhm mengaku sangat ingin bertemu kedua orangtuanya yang saat ini dalam perjalanan dari Timor Leste ke Batam.

“Abang ingin bertemu Bapak dan Ibu,” ujarnya.

Sementara adiknya, Ak, terlihat sibuk dengan beberapa mainan sumbangan warga. Meski kondisi kesehatannya juga berangsur membaik, bocah berusia 3 tahun itu masih harus dirawat. Jarum infus masih terpasang di lengan kanannya.

Seperti halnya Rhm, Ak juga memiliki sejumlah bekas luka di tubuhnya. Yang cukup parah adalah bekas luka bakar di atas pinggulnya.

Selain itu, beberapa gigi Ak juga patah. Menurut perawat RSUD, Rosmauli, gigi Ak patah akibat jatuh atau dipukul dengan benda keras. Bukan terlepas atau tanggal sendiri.

“Kalau terlepas sendiri tentu ada pembusukan di gusi. Ini patah bukan copot. Jadi seperti orang jatuh gitu,” ujar Rosmauli.

Bantuan Mainan dan Pakaian

Kedua bocah di kantor Polsek Batu Aji.
foto: Polsek Batu Aji untuk batampos.co.id

Kisah pilu penyekapan Rhm dan Ak menuai simpati dari banyak pihak. Selain mengutuk aksi penyekapan itu, mereka juga berbondong-bondong menyumbangkan mainan dan pakaian untuk Rhm dan Ak.

“Banyak yang bawain pakain dan mainan. Alhamdulilah dua bocah ini diperhatikan banyak pihak,” turur Rosmauli, petugas medis RSUD Embung Fatimah yang merawat Rhm dan Ak.

Saat dirawat di ruangan Anyelir RSUD, dua bocah itu juga ditemani, Siti Aminah. Siti merupakan kakak pertama dari M Tahir, ayah kedua bocah itu.

Kepada Batam Pos Siti yang tinggal di Nongsa mengaku baru tahu kejadian itu, Sabtu (24/8) lalu. Dia tahu saat hendak menjenguk Fatimah istri Suryanto yang juga sedang rawat di RSUD karena kecelakaan. “Saya tak tahu sama sekali. Selama ini pikirnya baik-baik saja mereka,” ujarnya.

Siti mengatakan selama ini dua bocah itu dititipkan di keluarga Suryanto karena M Tahir dan istrinya kerja di Timor Leste. “Sudah dua tahun mereka dititipkan sama Suryanto. Tak nyangka akan jadi begini,” ujar Siti.

Selama dua tahun bersama keluarga Suryanto, Siti mengaku tak tahu persis keseharian dua bocah itu sebab tempat tinggalnya cukup jauh di Nongsa. Bahkan dia mengaku belum pernah bertemu semenjak M Tahir dan istrinya pergi ke Timor Leste. “Inilah baru jumpa lagi. Saya jarang ke tempat mereka makanya tak tahu. Pikirnya baik-baik saja,” ujat Siti.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rhm dan adiknya, Ak, ditemukan warga tengah disekap di ruangan kosong tanpa atap di samping rumah pamannya, Suryanto, di Perumahan Central Park Batuaji, Kamis (23/8) malam lalu. Saat ditemukan keduanya tengah kelaparan.

Warga langsung mengevakuasi keduanya dan membawa mereka ke RSUD Embung Fatimah, Batam. Selain didiagnosa mengalami gejala busung lapar, keduanya juga mengalami infeksi pada saluran pembuangan. Sejauh ini polisi sudah menetapkan satu tersangka, yakni Suryanto yang tak lain adalah paman kedua korban. (eja)