Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 11770

Di Natuna, Pendaftar Sulit Masuk Server BKN

0

x.batampos.co.id – Ribuan calon pendaftar penerimaan CPNS di Natuna mengeluhkan sulitnya proses pendaftaran secara online di situs BKN.

Menurut sejumlah calon pelamar di Ranai mengaku, proses pendaftaran tahun ini yang dibuka secara online sangat menyita waktu. Bahkan ada yang hampir menyerah dengan proses pendaftaran yang sulit.

Rendi, salah seorang calon pelamar CPNS mengaku, pendaftaran CPNS yang mulai dibuka pada 26 September hingga 10 Oktober bulan ini sangat sulit melakukan mengakses situs BKN. Diakuinya, pelamar sulit meregistrasi pembuatan akun.

“Meregitrasi akun saja butuh berhari-hari. Belum lagi masukkan lamarannya. Prosesnya sangat menyita waktu, harus berhari-hari kami duduk didepan komputer, bolak-balik ke warnet, sampai sekarang belum bisa memasukkan lamaran,” ujar Rendi, Minggu (30/9).

Tidak hanya Rendi, Arma, calon pelamar CPNS mengaku, hampir menyerah dengan kondisi sulitnya proses melamar secara online yang dilakukan serentak.

“Sudah seminggu ini, registrasi akun ke situs BKN saja belum selesai, sulit masuk ke server BKN,” tuturnya.

Penerimaan CPNS di Natuna dibuka sebanyak tenaga pendidikan sebanyak 160 orang, tenaga kesehatan sebanyak 100 orang dan tenga teknis sebanyak 30 orang.

Sementara Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna Kartubi mengatakan, dibukanya penerimaan CPNS tahun ini, memiliki peluang bagi lulusan STAI, yakni 27 dari guru dan 3 orang dari jurusan ekonomi.

“Kita sudah bersyukur, jurusan di STAI sudah mendapat peluang CPNS. Meski jumlah yang diterima tidak sebanding dengan lulusan yang sudah siap bekerja,” ungkap Kartubi kemarin.

Saat ini kata Kartubi, khusus lulusan ekonomi dan pendidikan agama Islam di STAI Natuna sekitar 1.000 lulusan mahasiswa. Namun jumlah tersebut tidak semuanya sudah bekerja. Dan ada yang sudah status pegawai pemerintah.(arn)

Caleg Pemula Mencari Peruntungan

0

Pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019 nanti akan diramaikan caleg-caleg pemula di Kepri. Meski baru pertama kali terjun ke gelanggang pemilu, mereka mengaku tak canggung harus bersaing melawan politikus senior. Termasuk para petahana.

Jadi Rajagukguk baru saja tiba di kantornya di Batam Center, Rabu (26/9) siang lalu. Belum sempat duduk, ia langsung menemui beberapa tamu yang sudah menunggu. Tak hanya itu, 50 menit kemudian ia juga harus menggelar pertemuan dengan salah satu deputi di Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, aktivitas pria kelahiran Air Batu, Asahan, 45 tahun lalu, ini memang selalu sibuk setiap harinya. Kesibukannya kian bertambah karena ia juga menjadi direktur dan komisaris di sejumlah perusahaan investasi, properti, dan perusahaan lainnya.

Di tengah kesibukannya yang menggunung, Jadi masih berani mencoba peruntungan menjadi anggota DPRD. Melalui PDI Perjuangan, ia bakal ikut berebut kursi DPRD Kepri dari daerah pemilihan (Dapil) 4 Batam (A) yaitu Lubukbaja, Batam Center, Bengkong, dan Batuampar.

“Saya suka berorganisasi. Semua kegiatan-kegiatan kemasyarakatan selalu saya ikuti. Karena apa? Senang saja bisa mengenal, belajar, dan mengaplikasikan ilmu bagi perkembangan dunia usaha dari banyak orang,” ujar Jadi.

Menurutnya, atas dasar kesukaan berorganisasi tersebut, selama ini ia hanya sebagai kelompok yang menjalankan produk kebijakan. Mencalonkan diri sebagai anggota dewan untuk kedua kalinya, ia ingin masuk menjadi bagian yang memperbaiki sistem dari dalam, khususnya dalam kebijakan probisnis di Kepri, terutama di Batam.

Menurut Jadi, masih banyak kalangan masyarakat dan pengusaha yang alergi politik. Padahal dengan masuk ke politik, bisa dijadikan ruang bernegosiasi.

Dengan segala komitmen dan dukungan modal tentunya, Jadi mengaku optimistis menghadapi Pileg 2019. Sebab menurut dia, saat ini pemilih sudah cerdas. Mereka akan melabuhkan pilihan kepada caleg yang mumpuni secara kualitas.

Sama halnya dengan Jadi, Lindasari Novianti juga mencalonkan diri dari daerah pemilihan yang sama. Bedanya, ia maju dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Wanita yang akrab disapa Linda Lou ini mengaku baru mengenal dunia politik sejak aktif di pengurusan partai pada 2017 lalu.

Meski pengalaman pertama, perempuan kelahiran Pontianak, 42 tahun, lalu ini mengaku tidak canggung soal politik. Sebab, sejak kecil ia sudah suka membaca berita-berita politik dari koran dan menyaksikan berita politik di televisi. Kegemaran itu berlangsung hingga kini.

Linda aktif dalam berbagai organisasi. Seperti bendahara Peradi, anggota divisi hukum BMTI, paguyuban Perwakab, serta sebagai direktur PT Kundur Prima Karya, perusahaan yang bergerak di bidang ekspedisi ekspor dan impor.

Baginya, menjadi caleg adalah panggilan untuk berbuat yang lebih baik, bukan sekadar untuk memenuhi 30 persen caleg perempuan.

Menurut dia, perempuan itu pilar. Tiang penyangga keluarga. “Perempuan itu jangan dianggap sebelah mata. Ia juga bisa bekerja. Perempuan juga punya hak, punya suara mengubah daerahnya menjadi lebih maju,” paparnya.

***

Sementara itu dari kontestasi calon legislatif DPRD Kota Batam, muncul juga beberapa nama yang baru pertama kali ikut pileg. Sony Christanto salah satunya. Ia maju melalui Partai Nasdem dari Dapil 1, Batam Kota dan Lubukbaja.

“Saya berada di nomor urut 11,” ujar Sony.

Karena ini pertarungan pertamanya, Sony mengaku belum punya pengalaman menarik hati para konstituen. Namun Sony yakin, panggilan hatinya untuk duduk menjadi salah satu anggota legislatif di DPRD Kota Batam sudah bulat dan mendapat dukungan penuh dari keluarga dan sahabat.

“Tapi sebenarnya, dari 2004 saya sudah aktif ikut partai politik. Kala itu di organisasi sayap kanan Gerindra. Organisasi sayap Kristen Indonesia Raya. Saya aktif ikut berbagai kegiatan dan kampanye. Jadi untuk persiapan kampanye ini, saya sudah punya gambaran,” ujar Sony ketika ditemui di ruangan kantornya di Yayasan Pendidikan Tabqha, Kamis (27/9) lalu.

Sebagai pengurus Dewan Pendidikan, Sony sudah berkeliling berbagai kawasan termasuk pulau kecil di Batam. Ia melihat kondisi masyarakat khususnya di pulau terpencil, demikian juga akses pendidikannya sangat miris. Sangat berbanding terbalik dengan akses pendidikan yang ada di pusat kota Batam. Ada juga permasalahan tahunan mengenai RKB yang tak kunjung selesai.

“Saya ingin menyumbangkan ide, mengusahakan pembentukan karakter, dan memajukan dunia pendidikan. Bukan hanya untuk siswa, tapi penambahan jumlah kuota guru di Batam juga sangat penting,” katanya.

Selama masa kampanye ini, pria kelahiran Biak, 16 Desember 1974 ini mengungkapkan untuk caleg pemula seperti dia, peraturan kampanye yang ditetapkan KPU cukup berat. Seperti tidak bisa kampanye melalui sosial media pribadi yang tidak terdaftar di KPU. “Pasang baliho perorangan pun tak boleh. Harus partai. Bahkan letak dan desain harus dengan sepengetahuan KPU,” ujarnya.

***

Para Caleg muda

Calon legislatif lainnya yang baru pertama kali bersaing memperebutkan kursi dewan Kota Batam adalah Arifuddin Jalil. Selama ini Arifuddin Jalil memang dikenal steril dari partai politik. Mengingat pekerjaannya selama lebih dari 18 tahun terakhir tidak ada hubungannya dengan partai politik.

Sepuluh tahun awal ia bekerja sebagai wartawan di Batam. Ketika itu pria kelahiran Jeneponto 16 Desember 1974 ini bertugas di desk politik dan pemerintahan. Sementara delapan tahun terakhir ia bekerja sebagai Komisioner Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Riau.

Kini ia bergabung dengan Partai Gerindra. Bahkan dalam waktu singkat ia sudah mencalonkan diri sebagai salah satu anggota DPRD Kota Batam dalam Pileg 2019. Pria yang akrab disapa Arjal ini salah satu caleg dari 12 caleg Gerindra untuk daerah pemilihan (Dapil) I Batam Kota dan Lubukbaja.

Lalu bagaimana ia sampai terjun ke dunia politik? Arjal mengungkapkan, setelah masa jabatannya berakhir di Komisi Informasi Provinsi Kepri pada Agustus 2018, sebenarnya ia ingin mengabdikan diri di kampus. Ia ingin fokus menjadi dosen dan menghabiskan waktunya di kampus. Apalagi ada tugas dari Pengurus Pusat Muhammadiyah untuk merintis pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah di Batam.

Menjelang masa-masa akhir jabatannya sebagai Ketua KIP Provinsi Kepri ia ikut mencermati kondisi kebangsaan dan kenegaraan, mulailah ia mulai berdiskusi dengan keluarga. Apalagi ada beberapa partai yang mendekat dan meminta ia masuk ranah politik praktis. Bagian terpenting dari sistem politik. Intinya bergabung dengan partai tersebut.

“Ada yang menawarkan untuk DPRD Provinsi, ada yang menawrkan untuk di Batam saja. Tetapi saat itu memang belum ada rencana jangka pendek ini untuk bergabung dengan partai politik,” ungkap Arifuddin Jalil, Kamis (27/9).

Diskusi panjang dengan keluarga pun berlangsung. Sampai akhirnya ia mengutarakan niatnya untuk terjun ke dunia politik. Istrinya sempat menolak. Namun menjelang pendaftaran caleg, tepatnya 3 Juli 2018, ia yakin masuk dunia politik dan memutuskan bergabung dengan Gerindra. Alasannya memilih Gerindra adalah kepemimpinan nasional. Menurut Arjal, hal terpenting bagi dia dalam pilihan politik adalah kepemimpinan nasional.

“Itu penting. Karena saya ingin linier. Saya tidak hanya ingin jadi wakil rakyat tetapi saya ingin kepemimpinan nasional itu memastikan figurnya dulu,” kata alumni IAIN Alauddin Makassar ini.

Dalam arti, lanjutnya, ia tidak ingin masuk partai A tetapi kemudian tidak linier dengan pilihan politik sebagai pemimpin nasional. Sebab ada partai-partai lainnya yang menawarkan ia bergabung namun nyata-nyata mendukung kepemimpinan yang lain. “Tentu tidak sreg saya nanti dalam langkah-langkah politis saya ketika dari awal itu sudah berbeda,” ujarnya.

Alasan lainnya memilih Gerindra adalah partai nasionalis sekaligus religius. Sebelum memutuskan bergabung Gerindra, ungkapnya, dia telah membaca dan mempelajari karakter AD/ADRT partai. Dalam AD/ART tercermin karakter nasionalis dan religius Gerindra. “Ketika itu kita anggap klop, kita memahami pandangan-pandangan politik partai Gerindra ini klop, baru bangun komunikasi dengan teman-teman di Gerindra,” paparnya menceritakan perjalanannya bergabung Gerindra.

Karena ia bergabung pada menit-menit terakhir menjelang pendaftaran caleg, ia pun mendapatkan nomor urut terakhir pada susunan caleg Gerindra Dapil Batam Kota-Lubukbaja. Meski bergabung paling akhir, Arjal menegaskan ia bukan sekadar pelengkap daftar caleg.

“Insya Allah tidak (sebagai pelengkap daftar caleg) karena saya sungguh-sungguh. Kalau (hanya) pelengkap tidak usah nyaleg,” tegasnya.

Namun bagi Arjal, ketika masuk ke gelanggang politik praktis maka harus harus menampilkan akhlak politik yang baik. Kesantunan berpolitik. Membawa nuansa politik yang menggembirakan. Bukan mencemaskan, bukan menakutkan. Bukan yang saling menuding dan menyalahkan. Sebaliknya, politisi harusnya fokus berbicara soal program. Berbicara soal pandangan-pandangan bagaimana masa depan negara ini.

“Tidak menceritakan kelemahan, kekurangan orang lain. Menurut saya itulah politik-yang harus dihadirkan di tengah-tengah masyarakat,” paparnya.

Untuk menghadapi persaingan politik dengan caleg lainnya yang bisa dikatakan sengit, ia harus bersikap agresif. Arjal mengibaratkan sebagai pemain futsal, ia harus agresif bermain. Tidak dalam posisi bermain pun bola datang. Makanya perlu mengatur napas yang panjang. Irama permainan harus diatur supaya tidak kehabisan napas di ujung pertandingan.

Caleg pemula lainnya adalah Fanderson yang maju lewat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dapil I Batam Kota dan Lubukbaja.

Fanderson yang lahir di Urung Kundur pada 7 Februari 1994, caleg termuda dari seluruh caleg PDIP. Latar belakangnya, ia seorang atlet bola basket sejak masih sekolah di SMA Ananda Batam. Bahkan hingga lulus SMA dan kuliah ia masih aktif di dunia olah raga. Pada tahun 2012 ia mewakili Kepri pada pekan olah raga nasional (PON).

“Setelah PON, masih latihan sama klub sambil kuliah,” ujar Fanderson saat ditemui di Batam Center, Kamis (27/9).

Sehari-hari ia melihat ayahnya yang juga kader PDIP. Dari situlah awal mula ketertarikannya pada dunia politik.

Karena dorongan dari ayahnya pula, ia mantap terjun ke dunia politik. “Pada kesempatan ini ya maju (sebagai caleg),” kata anggota Organisasi Komunitas Banteng Muda (KBM) ini.

Untuk mewujudkan cita-citanya, ia pun masuk PDIP Ranting Batuselicin, Batam Kota, sebagai bendahara, pada tahun 2016. Mulai dari situ, ia belajar lebih banyak lagi tentang partai, tentang politik, kemudian diusulkan oleh partai sebagai wakil kaum milenial. Apalagi ia punya koneksi yang luas di kalangan milenial. “Sebelumnya kan pernah kerja sebagai salesman, jadi lebih mengenal banyak oranglah,” ungkapnya.

***

Komisioner KPU Batam, Muhamad Shidiq mengatakan, untuk kontestasi Pileg 2019 di Batam, ada 691 caleg yang akan berkompetisi. Sebanyak 254 di antaranya adalah caleg perempuan dari 14 partai.

“Untuk kuota caleg perempuan di Batam ada 254 orang dari 691 caleg. Itu artinya melebihi kuota. Sekitar 36 persen,” ujar Shidiq.

Untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat di berbagai daerah pemilihannya, para caleg ini sudah mulai masa kampanye sejak 23 September lalu, dan akan berakhir pada 13 April 2019 mendatang. Semua caleg wajib mengikuti tata peraturan kampanye yang ditetapkan dalam menghadapi pesta demokrasi ini.

Adapun peraturan kampanye di Kota Batam, caleg dari seluruh partai harus menjalankannya sesuai dengan pelaporan yang diberikan ke KPU. Untuk kampanye di media sosial, harus difasilitasi oleh parpol. Maksimal 10 akun yang didaftarkan.

Terkait penggunaan akun pribadi, KPU tidak memverifikasinya sebagai bagian dari tempat atau media kampanye caleg. “Kami khusus akun parpol saja yang akan mengakomodir para calegnya. Baik itu Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan lainnya. Semua itu ada kok diatur di PKPU Nomor 23/2018,” jelasnya.

Menurutnya, kalau ada temuan para caleg menggunakan akun pribadi untuk kampanye di luar akun parpol, itu sudah bukan ranah KPU lagi. “Ada Bawaslu yang menanganinya. Apakah itu diperbolehkan atau tidak. Masing-masing kita mempunya ranah tugas,” jelas Shidiq.

Bagaimana dengan alat peraga kampanye? Shidiq menjelaskan, KPU memfasilitasi 10 baliho dan 15 spanduk. Selain itu, parpol juga diperbolehkan untuk menambah 10 spanduk dan 5 baliho. “Itu masing- masing per kelurahan. Batam ini kan ada 64 kelurahan, berarti jumlah itu bisa mengcover semua parpol. Kami sudah serahkan semua pembagian itu ke seluruh pengurus partai politik,” ujar Shidiq.

Ada pun tata cara kampanye para caleg di Kota Batam telah diatur dalam Keputusan KPU Kota Batam Nomor 77/PL.01.5/Kpl/217/Kota/IX/2018 tentang lokasi alat peraga kampanye pemilu tahun 2019 ditentukan ada 46 titik untuk baliho, dan 156 titik spanduk. (Bisa dilihat di tabel)

“Di luar dari titik itu, tidak diperbolehkan ada sedikit pun atribut partai dan caleg. Ada temuan, masyarakat bisa melaporkan langsung ke kita, atau ke Bawaslu. Ada sanksi untuk para parpol yang melanggar,” ungkapnya.

Komisioner Divisi Teknis KPU Batam, Zaki Setiawan, menambahkan KPU Kota Batam menetapkan 691 daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD Kota Batam pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 pada Kamis (20/9). Penetapan DCT ini merupakan hasil final dari rangkaian pencalonan yang prosesnya sudah berlangsung yakni sejak 4 Juli 2018 lalu.

Hasilnya, jumlah caleg kali ini meningkat 16 persen dari pemilu sebelumnya. Sebanyak 691 DCT ini akan memperebutkan 50 kursi DPRD Batam. “Meningkat 94 calon atau 16 persen dibanding Pemilu 2014 dengan jumlah caleg sebanyak 597,” katanya.

Dari 691 DCT ini, sebagian adalah caleg yang baru pertama kali diusung partainya untuk maju dalam Pileg 2019. Bahkan ada yang baru bergabung partai politik beberapa bulan sebelum pendaftaran caleg. Hanya saja, KPU Batam tidak memiliki data berapa banyak caleg yang baru pertama kali masuk DCT.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam memantau aktivitas caleg maupun partai sejak dimulainya tahapan kampanye bakal calon legislatif (bacaleg) pada 23 September lalu. Dua metode kampanye yang menjadi fokus Bawaslu adalah rapat umum (kampanye terbuka) dan iklan di media cetak, elektronik sampai dengan online (media sosial). Ini diatur di UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan PKPU Nomor 23 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu.

Anggota Bawaslu Batam Nopialdi mengatakan, media sosial merupakan salah satu sarana yang cukup efektif untuk berkampanye. Bacaleg bisa meraih suara dari kampanye melalui medsos ini. Namun demikian pihaknya mengingatkan kepada bacaleg yang akan maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) April 2019 mendatang tidak melanggar aturan kampanye yang telah ditentukan.

Masyarakat juga harus berhati-hati terhadap praktik politik uang yang biasanya terjadi, termasuk memberikan barang-barang pendukung kegiatan di lingkungan RT/RW. “Itu termasuk money politic. Jangan sampai warga menerima itu nanti bisa kena dan ada sanksinya,” kata Aldi. (cha/uma)

Yamaha Lexi Jadi Idola Baru

0

Suasana pameran Yamaha Lexi di BCS Mall, Minggu (30/9/2018).
F. Yamaha untuk Batam Pos

x.batampos.co.id – Sukses menyelenggarakan event Lexi Exhibition di Nagoya Hill di pertengahan September lalu selama satu minggu. Yamaha kembali memanjakan konsumen Yamaha dengan menghadirkan program produk unggulan yang dikemas dalam event “Lexi Activation”. Kegiatan ini di selenggarakan di Atrium BCS Mall selama dua hari Sabtu (29-9) – Minggu (30/9).

“Kegiatan ini merupakan puncak dari event-event yang sudah diselenggarakan oleh Yamaha di Kota Batam selama September 2018 ini,” ujar Area Marketing Development Yamaha Kepri, Suhartono, Minggu (30/9).

Suharto menjelaskan banyak pergelaran dan perlombaan yang dilaksanakan pada event ini. Dimulai dari Sabtu (29/9) ada lomba make up artist, adu panco, akustik perform, dance perform, dan magician perform. Sedangkan Minggu (30/9) diadakan lomba mewarnai, fashion show remaja, singing, dan drummer cilik perform. Tak kalah menariknya kegiatan ini juga dimeriahkan oleh penampilan DJ Aghie Melodivo, yang mampu menghibur pengunjung BCS Mall yang lagi berakhir pekan.

“Kegiatan ini juga semakin lengkap dengan di perkenalkannya produk unggulan terbaru dari keluarga Maxi Yamaha, yaitu Yamaha Lexi VVA,” terang Suhartono.

Lebih lanjut Suhartono menjelaskan event yang diselenggarakan ini begitu banyak promo menarik dari seluruh produk Yamaha, mulai dari diskon hingga Rp 3,2 juta plus potongan angsuran Rp 21 ribu per bulan, hingga pengunjung dapat memiliki produk Yamaha tanpa uang muka (DP).

“Seluruh program spesial memang sengaja kami persembahkan lagi buat warga Batam di kesempatan ini, karena melihat antusias dari event kita sebelumnya di Nagoya Hill, dimana produk kita khusus Yamaha Lexi, mampu terjual sampai dengan lebih dari 100 unit dalam satu minggu. Makanya kali ini kita persembahkan lagi program yang lebih spesial dengan potongan angsuran khusus buat warga Batam yang sebelumnya di Nagoya belum kebagian programnya dan dihari Sabtu saja sudah terjual 30 unit khusus Yamaha Lexi saja,” kata Suhartono.

Mengenai keunggulan Yamaha Lexi diantaranya menggunakan mesin baru teknologi bluecore 125 CC dan variabel valve actution membuat tarikan dan tenaga tetap maksimal di tiap putaran. Ditambah lagi fitur -fitur yang menarik seperti port charger, ponsel akan on terus. Serta fitur SKS tanpa anak kunci cukup menggunakan remote lebih praktis dan aman. Tak hanya itu Yamaha Lexi yang merupakan baby Nmax menawarkan kenyamanan pada saat dikendarai, memiliki dek yang rata bisa memuat barang bawaan yang lebih banyak.

“Jadi motor unggulan dari Yamaha ini benar-benar mempunyai mesin baru, teknologi mesin 125 CC VVA ini belum ada di motor dengan CC yang sama sebelumnya di produk manapun. Jadi bagi yang beli motor ini maka bukan hanya beli motor model baru bodynya saja, tapi mesinnya juga keluaran teknologi terbaru dan pertama di Indonesia, makanya kita punya tagline #naikkelas,” tambah Suhartono.

Bagi masyarakat Batam yang ingin merasakan keunggulan Yamaha Lexi silahkan kunjungi dealer resmi Yamaha seperti PT Alfa Scorpii Bengkong, PT Alfa Scorpii Botania, PT Alfa Scorpii Batam center, PT Leo Utama Motor dan Graha Yamaha yang tersebar di Kota Batam.

“Konsumen langsung melakukan test ride produk tersebut untuk dapat merasakan langsung akselerasi yang ringan, nyaman dan gesitnya dari Yamaha Lexi tersebut,” tutupnya. (ocu/ser)

Pemko Tambah 200 Tapping Box di Hotel dan Restoran

0

batampos.co.id – Pemrintah Kota (Pemko) Batam akan menambah alat perekam transaksi (Tapping Box) di hotel dan restoran. Tidak tanggung-tanggung, pemko menargetkan tambahan 200 tapping box untuk mencegah kebocoran pajak di dua sektor tersebut.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah mengungkapkan target pemasangan tapping box sampai di Oktober berjumlah 200 unit. Pihaknya menyiapkan lima tim, terdiri dari tiga tim pemasangan dan dua tim servey.

“Sekarang lagi berlangsung di lapangan. Kita targetkan sebelum akhir tahun sudah selesai,” katanya, kemarin.

Diakui Raja, sebelum pemasangan tapping box ini pihaknya memanggil 89 Wajib Pajak (WP). WP tersebut disurvey kelayakan pemasangan Tapping Box, 31 wajib pajak sudah bisa langsung dipasang. Sementara sisanya masih menunggu jadwal pemasangan.

“Kita juga berterimakasih atas support dari Bank Riau Kepri memberikan 200 tipping box,” sebut Raja.

Ia menambahkan kedepan Bank Riau Kepri memiliki target pemasangan tipping box sebanyak 400 unit.

“Tahun ini juga ada penambahan 10 dari Bank BJB. Jadi totalnya 210 unit,” tuturnya.

Ia menambahkan, target WP memasang tapping box ini merupakan target minimal di tahun ini. Hal ini tidak terlepas dari masih banyaknya WP di Batam yang belum memasang peralatan berbasis online ini. Pemilihan WP didasarkan dari omset penjualan.

“Kita maksimalkan di wajib pajak potensinya masih bisa ditingkatkan. Sehingga pelaporan juga lebih akurat,” tuturnya.

Penerapan sistem pajak online juga bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk menjadikan Batam sebagai smart city. Pemasangan juga bukan hanya pada WP hotel dan restoran, melainkan juga pada pengelola parkir, hiburan dan sumber pajak lainnya. Pemasangan bersifat wajib, artinya WP tidak bisa menolak jika sudah ditetapkan pemerintah.

BP2RD mengingatkan WP untuk tidak menghalangi proses survey dan pemasangan tapping box. Mengingat hal ini sudah diatur dalam perwako 25 Tahun 2016 tentang tata cara pembayaran Dan pelaporan pajak secara online. Selain itu wajib pajak juga wajib memberikan akses ke BP2RD, menyediakan mesin cash yang sesuai dengan alat perekam elektronik.

Pelanggaran atas ketentuan pasal 11 perwako dimaksud akan dikenakan sanksi administrasi, dan sanksi lain sesuai ketentuan perundang undangan,” tegas Raja. (rng)

IDAI Kepri Catat 50 Anak Menderita Thalassemia

0

x.batampos.co.id – Penyakit Thalassemia kemungkinan tak terlalu familiar di teliga masyarakat, khususnya Batam. Namun yang pasti, setiap orang tua wajib mewaspadai penyakit penyakit ini karena berbahaya.

Thalassemia adalah kelainan darah akibat faktor genetika (turunan) yang menyebabkan protein dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi normal. Penderita thalassemia tidak cukup mampu memproduksi protein dan membuat sel darah merahnya tidak terbentuk dengan sempurna. Efek yangb ditimbulkan Thalassemia seperti anemia, pembengkakan limpa dan hati, dan pembentukan tulang wajah yang tidak normal.

Mirisnya, penderita penyakit ini sebagian besar dialami anak-anak dari lahir, gejalanya rata-rata mulai dirasakan sejak usia dua tahun. Belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit ini secara total. Artinya sang anak akan menderita penyakit ini seumur hidup.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kepri, dr Erman SpA mengatakan di Kepri penderita Thalassemia cukup banyak. Jumlah yang terdata menderita Thalassemia sekitar 41-50 anak. Jumlah ini kemungkinan bisa lebih banyak lagi karena banyak orang tua yang tidak paham atau mengetahui anaknya menderita Thalassemia.

Sebagai contoh, jika ayah dan ibu memiliki gen pembawa sifat thalassemia, maka kemungkinan anak menjadi pembawa sifat thalassemia sebesar 50 persen, kemungkinan menjadi penderita thalassemia mayor 25 persen, dan menjadi anak normal yang bebas thalassemia hanya 25 persen. Karena penyebab thalassemia adalah faktor keturunan, maka sebenarnya perlu dilakukan skrining penyakit ini untuk mereka yang berusia produktif.

“Kalau di Indoensia penderitanya cukup banyak sekitar 10-20 persen dari jenis penyakit anak. Di Kepri saja, terdata 41-50 anak menderita penyakit ini. Penyakit ini harus diwaspadai sejak dini,” ujar Erman usai Talkshow dan Gathering IDAI Kepri bersama keluarga Thalessemia di Atrium Kepri Mal, Minggu (30/9).

Dikatakan dr Erman, hidup penderita Thalessemia sangat bergantung pada donor darah. Mereka harus rutin mendapat transfusi darah mulai dua minggu hingga tiga bulan sekali. Jika tidak, kondisi anak penderita Thalessemia ini akan terus lemah dan bisa berakibat pada kematian.

“Karena itu hari ini (kemarin red) kami mencoba memberi edukasi dan hiburan kepada keluarga dan penderita Thalessemia. Untuk hiburannya ada lomba mengambar, melukis hingga baca puisi. Ini kegiatan pertama, tujuannya agar anak penderita Thalessemia dapat terus bergembira,” imbuhnya.

ilustrasi

Ketua Perhimpunan Orangtua Penderita Thalessemia Indonesia (POPTI) Kepri, Nini Syahruni membenarkan tingginya angka penderita Thalessemia di Kepri. POPTI ssaat ini telah memiliki 36 anggota.

“Rata-rata usia penderita dibawah 14 tahun. Namun ada juga yang usia 14 tahun dan 19 tahun,” ujar Nini di tempat yang sama.

Menurut dia, POPTI yang terbentuk sudah cukup lama ini bertujuan sebagai wadah bertukar pikiran para orang tua yang anaknya menderita Thalessemia. Sebab, banyak dari orang tua yang cukup panik mengetahui anaknya menderita Thalessemia.

“Jadi disini kami bisa bertukar pikiran dan berbagi pengalaman. Apalagi efek yang dirasakan anak terhadao Thalessemia berbeda-beda,” ungkap Nini.

Disisi lain, Nini menceritakan sedikit pengalamannya saat mengetahui anaknya menderita Thalessemia. Dimana ia sudah merasakan gejala anaknya menderita Thalessemia sejak usia 2,5 tahun. Namun hal itu tak terlalu dipahami Nini. Namun diusia 8 tahun, anak Nini menderita demam darah, saat skrining barulah ia mengetahui anaknya menderita Thalessemia.

“Sekarang usia anak saya sudah 19 tahun dan sekali tiga minggu harus transfusi darah. Jika tidak, kondisi anak akan lemah,” pungkas Nini. (she)

Banggar DPRD Batam Sorot Minimnya Anggaran UKM

0

batampos.co.id – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam menilai alokasi program kegiatan pengembangan bidang usaha kecil dan menengah masih sangat minim. Sementara jumlah usaha kecil dan menengah bertumbuh kembang sudah mencapai ribuan usaha di Kota Batam.

Di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, anggaran peningkatan, pembinaan, dan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) dan koperasi dianggarkan sebesar Rp 982,04 juta pada APBD murni 2018. Angka ini turun menjadi Rp 513,76 juta pada APBD Perubahan 2018.

“Ada rasionaliasi sekitar Rp 468 juta,” kata anggota Banggar, Bobi Aleksander Siregar, kemarin.

Wakil Ketua III DPRD Batam, Helmy Hemilton pada saat finalisasi Rancangan Peraturan Daerah APBD Perubahan 2018 menyebutkan, sektor usaha kecil dan menengah menjadi penopang Ekonomi Kepri khususnya Kota Batam saat ini. Sangat miris alokasinya masih sangat minim.

Helmy berharap, ke depan perlu didukung dengan alokasi dana yang besar dan sinergi beberapa Organisasi perangkat Daerah (OPD) dan lembaga yang peduli dengan peningkatan kesejahteraan UKM. “Sekaligus kita berharap ada payung hukum dalam bentuk Peraturan Daerah (perda) yang memberikan jaminan, ruang usaha, perlidungan dan keberlangsungan UKM di Kota Batam,” ujar Helmy.

Banggar DPRD Batam juga menyoroti bansos dan hibah. Menurutnya, mekanisme dan prosedur telah diikuti sudah sesuai peraturan perundangan yang berlaku namun dalam kenyataannya dan realisasinya masih ditemukan usulan kegiatan atau profosal tidak terlaksana.

Meningkatnya alokasi belanja hibah anggaran sampai 14,50 persen diharapkan dapat tersalurkan secara efektif dengan pertimbangan sisa waktu yang ada. Hal ini perlu menjadi bahan evaluasi Pemko Batam terhadap beberapa pengajuan kegiatan masyarakat yang tertunda. (rng)

Kemenpar Dorong Batam Jadi Daerah Playground Sport Even Singapura

0
Peserta Tour de Kepri
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti mengatakan, berdekatan dengan Singapura, Batam sangat potensial untuk jadi daerah pilihan playground even negara tersebut.

Apalagi, kata Guntur, dengan dukungan infrastruktur yang kini mumpuni, Batam seharusnya dengan mudah memanfaatkan kesempatan tersebut. Daerah lain Kepri yang terlebih dahulu memanfaatkan potensi ini adalah Kabupaten Bintan.

“Batam sepertinya harus sudah siap pasang kuda-kuda,” kata Guntur usai melepas peserta Tour De Kepri di Dataran Engkuputri, Minggu (30/9).

Menurutnya di Singapura, tidak semua daerah bebas untuk penyelanggaraan sporevent. Mau tidak mau mereka akan melirik daerah lain, Batam merupakan daerah yang memiliki segudang potensi dan dapat jadi daerah tujuan. Ia menerangkan, dengan memanfaatkan hal ini, Batam akan mendapatkan berbagai macam keuntungan.

“Kita setidaknya akan dapat dua hal. Wisatawan Mancanegara (Wisman) dapat, ekonomi value juga kita dapat. Banyak hal -lah,” terangnya.

Secara umum. ia menerangkan daerah lain Kepri juga punya kesempatan yang sama. Maka salah satu even yang cukup familiar yakni Tour De Kepri, yang awal pembentukannya dengan pemikiran ada even sepeda dengan memanfaatkan kedekatan secara geografis dengan negara tetangga.

“Grand desainnya lintas negara juga lintas Sumatera, ini yang bedakan Tour de Kepri dengan penyelenggaraan cycling even di daerah lain,” paparnya.

Namun kini, Tour de Kepri baru melewati tiga daerah yakni Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan dan Kota Batam. Ia bersyukur tahun ini even yang menghadirkan pesepeda dari berbagai negara ini dapat kembali terselenggara.

“Mudah-mudahan jadi annual event setiap tahun. Niat besar kita dulu, bagaimana Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun, Empat daerah ini bisa menjadi venue penyelanggaraan berbagai sport even di singapura,” terang mantan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri ini.

Melewati tiga daerah di Kepri, etape pertama Tour de Kepri sendiri telah di gelar sejak Jumat (28/9) lalu yang dimulai dari Tanjungpinang. Etape kedua tanggal 29 September 2018 adalah Bintan Classic (Pulau Bintan). Dan kini, etape ketiga yakni di Batam.

“Hari ini (kemarin) kami lepas sekitar 180 peserta, lalu tambahan lagi 80 orang yang datang langsung dari Singapura. Total peserta adalah 260 pesepeda dari 24 negara,” jelas Buralimar.

Untuk etape Bata, para peserta akan melewati rute sejauh 135 kilometer terbentang dari Batamcenter hingga Jembatan Barelang 6.

Ia mengatakan, selama mengikuti lomba, para peserta dapat menikmati keindahan alam Kepri. Dengan harapan suatu saat mereka akan kembali sebagai wisman.

“Kalau mereka senang, akan datang sendiri nanti. Ishaa allah tahun depan, (tour de Kepri) akan sampai Karimun, kalau perlu mereka (peserta) tujuh hari di Kepri,” harap dia. (iza)

Tak Ada Masalah dengan Kopi Saset yang Terbakar saat Disulut Api

0

Ada video beredar, bubuk kopi saset yang bisa terbakar. Beragam versi video itu beredar di channel YouTube. Banyak yang penasaran, resah, dan khawatir. Takut kalau kopi saset mengandung bahan kimia berbahaya sehingga mudah dibakar.

Dalam salah satu versi video, tampak pria berseragam PNS Pemprov DKI Jakarta membuat demo bakar serbuk kopi instan. Saset dibuka, kemudian serbuk kopi dijatuhkan ke bawah. Serbuk kopi yang meluncur ke lantai itu lantas disulut dengan korek api. Buz…… serbuk kopi itu langsung menyala besar. Seperti api menyentuh benda yang sebelumnya diberi bahan bakar.

Ada juga video pria pemilik warung yang membuat demo serupa. Bahkan, dia melakukan percobaan terhadap tiga merek kopi instan dalam saset. Hasilnya sama. Ketiga serbuk kopi saset berbeda merek itu mudah tersulut api.

“Biar jelas, kita tidak fitnah,” ujar pria pemilik warung itu dengan polosnya. Dia mengaku tak takut rugi. “Tidak masalah uang bisa dicari, sakit gak iso,” ujarnya.

Jawa Pos mengonfirmasi BPOM untuk mendapatkan fakta dari video-video itu. Dalam rilis yang dikirimkan BPOM, disebutkan bahwa produk-produk yang diujicobakan dalam video tersebut telah melalui evaluasi keamanan dan mutu BPOM RI. Juga telah mendapatkan nomor izin edar.

Kenapa bisa terbakar? Ini alasannya: minuman itu berbentuk serbuk, ringan, berpartikel halus, serta mengandung minyak dan memiliki kadar air yang rendah. BPOM sebenarnya sudah berkali-kali memberikan klarifikasi terkait temuan-temuan seperti itu.

Menurut BPOM, produk pangan yang memiliki rantai karbon (ikatan antar-atom karbon) dan kadar air rendah, terutama yang berbentuk tipis dan berpori, memang mudah terbakar jika disulut api.

Bukan hanya kopi saset. Hal yang sama bisa terjadi pada terigu, merica bubuk, cabai bubuk, putih telur, susu bubuk, pati jagung, biji-bijian, dan serbuk kentang. Karena itu, demonstrasi seperti dua video di atas tidak bisa dikatakan bahwa makanan tersebut berbahaya. Atau tidak aman dikonsumsi.

Jadi, jangan mudah terkecoh ya. Memang sejumlah minuman serbuk kopi lebih baik dihindari. Sebab, kandungan kopinya sebenarnya rendah. Lebih banyak bahan-bahan lainnya (lihat bagian kemasan). Tapi, bukan berarti serbuk kopi yang terbakar itu berbahaya.

Serbuk kopi yang terbakar itu tidak berarti menunjukkan bahan berbahaya. Itu terjadi karena sifat serbuk kopi yang ringan, berpartikel halus, mengandung minyak, dan memiliki kadar air rendah.

(gun/c17/fat)

Jika Program Bagus, Pemko Batam akan Tambah Modal BUP

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memungkinkan akan menambah modal PT Pelabuhan Batam Indonesia (PBI) – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Batam. Hal ini dilakukan jika BUP kedepan memiliki rencana usaha yang potensial untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau memang usahanya menjanjikan untuk nambah PAD, kenapa tidak,” kata Ketua Tim Anggaran Pemko Batam yang juga Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, kemarin.

Selain mempertimbangkan program direksi, rencana tersebut sangat tergantung kemampuan keuangan daerah dan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam.

“Soal anggaran ya harus ke DPRD dulu,” imbuhnya.

Sekadar diketahui jabatan direksi BUP Batam tengah dilelang. Bahkan seleksi sudah dua kali dilakukan namun tidak ada peminat satupun. Tidak adanya peminat inilah yang rencananya Pemko Batam akan ke Kementrian dalam Negeri guna meminta arahan apakah bisa ditunjuk langsung.

“Karena belum ada yang terpilih, sekarang kami buka lagi, ini lelang ketiga,” ungkap dia.

Soal penunjukan langsung, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengaku tidak paham. Ketika ditanya apakah dirinya telah mempersiapan calon khusus, Rudi hanya menggeleng. Tetapi ia mengaku ingin betul-betul mencari sumber daya manusia yang mumpuni untuk memimpin BUP. “Kasih saran ke saya kira-kira siapa yang bagus . Bantu saya,” ucap Rudi.

Sementara terkait modal, BUP awal dibentuk 2014 Rp 2 miliar. Sayang bukannya menambah deviden bagi daerah, modal berkurang hingga 50 persen.

“Saya lupa angka persisnya, sekarang tersisa 1 komaan (Rp 1 miliar lebih),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Komisaris Utama (Komut) PT PBI-BUP, Abdul Malik, kemarin.

Soal besaran ini, informasi yang didapatkan Batam Pos, modal BUP hanya tersisa Rp 1,1 miliar karena terkuras biaya operasionalisasi.

“Iya, kayaknya sekitar itu,” tambah dia.

Malik menyebutkan, BUP memang tidak memiliki kegiatan. Maka tidak heran sumbangsih badan usaha tersebut ke pendapatan daerah tidak ada.

“Kegiatannya tak ada, yang jelas tidak ada deviden dari BUP, setahu saya yang ada deviden hanya PT Pembangunan (BUMD Batam),” pungkasnya. (iza)

Polisi Pelajari Modus Kejahatan Jalanan

0
Anggota Polisi melakukan patroli. Patroli dilakukan demi keamanan masyarakat Kota Batam. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kasat Sabhara Polresta Barelang, Kompol Ramses Marpaung mengakui kejahatan jalanan selalu terjadi saat pihaknya lengah dan lebih pintar dari polisi. Untuk itu, pihaknya akan selalu mempelajari modus yang digunakan pelaku kejahatan dalam melancarkan aksinya.

“Dari kejadian yang terjadi selama ini, baik pencurian dengan kekerasan atau pencurian dengan pemberatan yang terangkum di Polresta maupun Polsek tetap akan kami pelajari,” kata Ramses.

Dijelaskan Ramses, dari laporan yang diterima di Polresta maupun di Polsek, dirinya bisa mengarahkan tim patroli siang maupun tim patroli malamnya agar lebih efektif dalam menangkal aksi kejahatan jalanan. Untuk upaya pencegahan, Ramses juga akan siap menambah intensitas patroli anggotanya.

“Kami melihat dari tren kejahatan yang terjadi, memang para pelaku kejahatan ini kadang-kadang lebih pintar dari Polisi. Ketika saat kita lengah mereka beraksi, pada saat kami patroli mereka sengaja diam,” tuturnya.

Dilanjutkannya, kawasan yang rawan menjadi kejahatan jalanan di daerah Temiang dan juga di jalan Hang Tuah dari depan perumahan Odessa sampai ke Simpang Bandara. Selain itu, jalan dari Simpang Base Camp sampai Muka Kuning juga dikatakan sebagai lokasi yang rawan dengan kejahatan jalanan.

“Kami dari Sat Sabhara sudah gencar melakukan patroli di dua tempat tersebut, cuma tidak mungkin kita standby 24 jam disana. Jadi, sebelum kejadian, kami pelajari dulu laporan-laporan yang ada,” bebernya.

Ramses menambahkan, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk segera membuat laporan kepada pihak kepolisian jika menjadi korban kejahatan jalanan. Sebab, dengan cepatnya diterima laporan dari masyarakat bisa memudahkan anggota Sabhara melakukan pengejaran terhadap pelaku kejahatan jalanan tersebut.

“Kadang-kadang juga korban lambat memberikan laporan, kejadian hari ini satu sampai dua hari baru melapor. Dalam setiap kejadian ketika kita cepat melapor maka pencarian juga akan cepat kami lakukan. Kalau satu sampai dua hari baru di laporkan kami pun sudah untuk mencari dan melacak keberadaan pelaku,” imbuhnya. (gie)