Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11775

Kantor Camat Sagulung Cetak 150 e- KTP per Hari

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Petugas kecamatan Sagulung gesa pencetakan e-KTP warga. Ini bertujuan untuk mendukung pesta demokrasi di tahun 2019 mendatang.

Camat Sagulung Reza Khadafi mengatakan, sisa berkas e KTP yang belum dicetak di kecamatan Sagulung tidak sampai seribu, sehingga pihaknya bertekad akan merampungkan semuanya dalam waktu dekat ini.

“Sehari kami layani hingga 150 berkas jadi untuk berkas yang sudah masuk secepatnya diselesaikan. Tim digesah untuk segera bereskan masalah e KTP ini,” ujar Reza, Kamis (4/10).

Pernyataan Reza ini juga menepis keluhan masyarakat akan lambatnya proses pengurusan e KTP di kecamatan. “Bukan lambat, tapi memang agak antre. Alat terbatas jadi ada batasan (cetakan) perharinya,” ujarnya.

Kepada masyarakat Sagulung yang belum mengurus e KTP, Reza berharap agar segera datang ke kantor camat dengan membawa berkas persyaratan yang susah ditentukan. “Harus segera dibereskan agar bisa ikut pemilu nanti,” imbaunya. (eja)

Dua Gorong-Gorong Rampung, Risiko Banjir Berkurang di Sagulung

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Wilayah kecamatan Sagulung mendapat perhatian yang serius dalam hal penanganan masalah banjir. Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga telah merampungkan sejumlah proyek besar diantaranya normalisasi drainase dan pembangunan gorong-gorong.

Proyek terakhir yang baru saja rampung adalah proyek pelintas air atau gorong-gorong depan sekolah MAN I. Meskipun sempat terhambat pembangunannya, pelintas air tersebut kini sudah bisa mengurangi risiko banjir bagi pemukiman sekitarnya.

“Kami apresiasi itu. Perhatian pemerintah sudah cukup maksimal,” ujar Reza, Kamis (4/10).

Sebelumnya proyek serupa juga telah mengatasi persoalan banjir di wilayah Batuaji dan Sagulung yakni pembangunan gorong-gorong di simpang Kaveling Baru. Gorong-gorong tersebut dibangun dibawa jembatan sehingga cukup lebar dan dalam. Air dari wilayah Batuaji khususnya dari kelurahan Buliang tak lagi tersumbat di lokasi penyebrangan air itu.

“Untuk gorong sudah dua ini. Kalau drainase sudah banyak juga. Seperti normalisasi sungai seilekop, drainase induk seipelenggut, tembesi dan di Seibinti” sebut Reza.

Namun demikian Reza tetap berharap agar titik-titik lokasi rawan banjir lain juga segera diatasi dengan proyek-proyek serupa seperti pembangunan gorong-gorong di Seilangkai dan juga normalisasi drainasenya. “Belum semua. Masih ada beberapa yang belum seperti Seilangkai. Ini akan kami koordinasikan lagi dengan Dinas Bina Marga,” ujar Reza.

Penanganan masalah banjir di Sagulung diakui Reza sangat diperlukan. Itu karena wilayah kerjanya itu merupakan masuk jalur pembuangan air dari separuh wilayah kecamatan Batuaji. Jika saja drainase tak beres maka bukan saja warganya yang terkena imbas tapi juga warga Batuaji.

“Contohnya di kawasan SP itu. Kalau tersumbat disitu tentu MKGR (Batuaji) kesana juga kena imbasnya,” ujarnya.

Dengan adanya perhatian pemerintah itu, Reza menghimbau agar segenap masyarakat di Batuaji dan Sagulung sama-sama menjaga saluran drainase yang ada dengan tidak membuang sampah kedalamnya.

“Tradisi buang sampah ke drainase itu harus dihilangkan. Sekarang sudah lancar armada pengangkut sampah. Percuma kalau dibuat drainase lebar-lebar tapi sampah dibuang ke dalam drainase,” imbau Reza. (eja)

DPRD Batam Kecewa pada Dinas Koperasi dan UKM

0

batampos.co.id – DPRD Kota Batam meminta Pemko Batam membuat rancangan atau usulan anggaran yang signifikan untuk Koperasi, Usaha Kecil dan Mikro yang ada di Batam. Jangan seperti tahun ini dimana kegiatan Dinas Koperasi dan UKM hanya dua kegiatan dalam setahun. Penambahan anggaran ini penting penting untuk mendorong semakin banyaknya wiraswasta dan industri mikro yang ada di Batam.

“Janganlah seperti tahun ini. Hanya sekitar Rp 1 miliar untuk anggaran dinas Koperasi dan UKM. Itu sama saja, dinas tersebut makan gaji buta karena tidak ada kegatan,” kata anggota komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur Sihaloho, Kamis (4/10).

Tumbur mengatakan, koperasi dan usaha mikro harusnya didorong agar terus berkembang. Di mana saat banyak industri rumahan dan koperasi yang masih butuh pendampingan dan suntikan dana.

“Kalau industri mikro ini tumbuh, perekonomian kita juga tumbuh. Tahun ini hanya sekitar Rp 1 miliar. Bisa apa kalau anggaran hanya segitu,’ tambahnya.

Menurut, Tumbur, di tahun ini kegiatan dari dinas koperasi dan UKM sangat minim. Hanya satu atau dua kegiatan yang dilakukan langsung bersentuhan dengan pelaku usaha kecil dan mikro.

“Kalau saya tak salah hanya sertifikasi saja. Jadi sangat minim kegiatannya. Kita berharap anggaran di tahun 2019 mendatang harus lebih signifikan,” katanya.

Sementara itu, kepala dinas koperasi dan UKM Kota Batam Suleman Nababan mengatakan, tahun ini pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena memang anggaran yang terbatas. Ia mencatat hanya dua kegiatan yang dilakukan dalam setahun ini

“Mau bagaimana lagi. Anggaran kita hanya Rp 1 miliar. Jadi hanya sertifikasi halal saja yang kita lakukan dan ikut pameran di Tanjungpinang,” katanya.

Menurutnya, pendampingan dan pelatihan kepada pelaku usaha mikro tidak bisa dilakukan. Ia berharap tahun depan bisa merealisasikannya agar pelaku koperasi dan UKM di Batam bisa terbantu.

“Masih banyak pengusaha mikro yang belum mengetahui mengenai akses pembiayaan ke bank. Di sini masih banyak yang perlu didampingi,” katanya. (ian)

Akhir Oktober, Lampu WTB Nyala

0
Foto. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Pemasangan kembali perangkat listrik untuk penerangan Welcome To Batam sudah mulai dilakukan. Targetnya lampu ikon Kota Batam tersebut bakal kembali menyala akhir Oktober ini.

“Sudah mulai kami kerjakan. Satu dua hari ini, kita mulai dengan memasang tiang agar lampunya agak tinggi,” ungkap Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, Suhar, kemarin.

Penempatan tiang lebih tinggi karean ampu selama ini rendah. Dengan harapan tidak bisa dijangkau jika ada kemungkinan percobaan pencurian. Suhar mengatakan, pengerjaan perangkat listrik tersebut memerlukan waktu paling lama tiga minggu.

“Maka Oktober ini sudah selesai itu,” ucap dia.

Tentang penempatan Satpol PP di Bukit Clara (lokasi WTB berdiri), ia mengatakan telah mendapat arahan dari Wali Kota Batam Muhammad Rudi untuk dilakukan.

“Tinggal kami yang dibawah. Soal ini kami (CKTR) akan berkoordinasi dengan Satpol PP Batam,” imbuhnya.

Sementara itu, tidak adanya penerangan di WTB disayangkan masyarakat. Padahal ikon tersebut berada di daerah yang notabenennya berada di dekat pemerintahan dan terlihat langsung ketika ada kedatangan internasional di pelabuhan Internasional Batamcenter.

“Sampai hilang begitu, heran juga selama ini tak ada pengamanan,” ucap seorang warga, Jaidun.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin mengatakan tidak adanya pengamanan sebelumnya di lokasi tersebut, dengan asumsi masyarakat juga turut serta ikut menjaga. Namun nyatanya, kata dia, tidak hanya lampu, panel PLN pun turut digondol maling.

“Kami berharaplah supaya masyarakat ikut juga menjaga. Dengan kejadian ini (kehilangan), mau tidak mau kita harus tempatkan pengamanan di sana,” kata dia.

(iza)

Batam Jadi Pilot Project Optimalisasi Pajak Daerah Lewat Sistem Online

0

batampos.co.id – Acara pengarahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia tentang optimalisasi pajak daerah melalui sistem online digelar di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (4/10).

Didepan ratusan pelaku usaha dan pejabat Pemko Batam, hadir Koordinator Wilayah II Sumatera Korsup Pencegahan KPK Adliansyah Malik Nasution ditemani Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad juga Ketua DPRD Batam Nuryanto, Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin serta Dirut Bank Riau Kepri Irvandi Gustari.

“Dengan ini, tentu harapannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam meningkat tajam,” kata Adliansyah kepada pewarta.

Adapun sistem yang dipakai dalam upaya optimalisasi pendapatan ini yakni dengan pemasangan tapping box (perekam transaksi) pada empat sektor pendapatan yakni pajak restoran, hotel, hiburan dan parkir. Targetnya akhir tahun terpasang minimal 500 tapping box. Ia mengatakan, kota Batam kini sudah ramai, hal ini seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan.

“Ada sekitar 1.500 pelaku usaha (dari empat sektor tersebut), pasang saja awalnya 1000. Sudah banyak ini,” kata dia.

Ditanya apakah pelaku usaha wajib memasang alat tersebut, ia menekankan posisi para pelaku usaha dalam hal ini juga wajib pungut, dalam artian membantu pemerintah menghimpun pajak tersebut dari pengguna jasa untuk diteruskan ke kas daerah. Akhirnya pendapatan ini digunakan untuk pembangunan daerah.

“Mereka jualan di kota ini, makanya harus juga bantu pemerintah daerah untuk melakukan pelayanan tersebut,” imbuhnya.

Ia mengaku Batam merupakan daerah percontohan penerapan penarikan pajak dengan sistem online ini. Bahkan ia tidak sungkan menyebut, ia pibadi belajar dari Batam. “Ini saya sampaikan kalau ke daerah-daerah lain,” tambahnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan dengan pemasangan ini, Pemko Batam menargetkan pendapatan semaksimal mungkin. Namun yang penting menurutnya adalah sistem tersebut dapat menekan potensi lost (kehilangan).

“Dengan ini, satu rupiahpun tidak hilang, (pajak) ini juga hak daerah, dengan inilah kita bisa bangun daerah ini,” terangnya.

Rudi menambahkan, pihaknya juga akan membentuk tim yang terdiri dari BP2RD dan Inspektorat. Mereka bertugas untuk mengawasi dan memonitor WP yang belum menggunakan tapping box.

“Tidak semua dari BP2RD. Saya sisipkan juga dari inspektorat. Kesadaran membayar pajak sangat penting bagi kita semua,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengaku berbangga KPK menjadikan Batam sebagai percontohan optimalisasi pajak dengan menggunakan Tapping Box. “Jadi sekarang ada dua percontohan di Batam ini, ini yang kedua, sebelumnya Mal Pelayanan Publik (MPP), ini akan memberi dampak positif bagi Batam,” katanya.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan target WP di Kota Batam sebanyak 1.578. Terdiri dari jenis pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir. Dari 219 potensi objek pajak hotel menurutnya yang sudah terpasang Tapping Box sebanyak 38 hotel. Objek pajak restoran dari 924 terpasang 59, objek pajak hiburan dari 409 terpasang 12 dan objek pajak parkir dari 26 terpasang 11. Total Tapping Box yang sudah terpasang saat ini menurutnya berjumlah 120.

“Target kita terpasang sampai akhir Oktober ini 200 Tapping Box. Sampai akhir tahun kita targetkan 500 Tapping Box terpasang,” sebutnya.

Bank Kas Daerah, Bank Riau Kepri mendukung penuh aksi pemasangan Tapping Box ini. Direktur Utama Bank Riau Kepri Irvandi Gustari mengatakan kesanggupannya akan target tersebut, bahak sesuai dengan jumlah pelaku usaha.

“1.500an itu kami sanggup,” ucap Irvandi. (iza)

Service Level Agreement Jaga Kualitas Jasa Di Pelabuhan

0
Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Macobar Batuampar.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Soal pengembangan pelabuhan, Badan Pengusahaan (BP) akan memulainya lewat pembahasan Service Level Agreement (SLA). Tujuannya adalah memberikan kejelasan antara tarif dan kualitas yang diberikan.

“Beberapa pelaku usaha di pelabuhan ingin ada kejelasan antara tarif dan kualitas yang bisa diberikan penyedia jasa pelabuhan,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo baru-baru ini di Gedung BP Batam.

SLA kata Lukita akan disusun untuk menjaga hal tersebut.”Ketika mereka teken kontrak, ada syarat-syarat harus harus dipenuhi baru dapat pelayanan yang baik. Kalau tak dipenuhi, maka akan kami beri peringatan atau sanksi. Jika tak diindahkan juga, akan sampai ke pencabutan,” paparnya.

Secara lebih teknis, SLA merupakan bagian dari tindak lanjut revisi Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 17/2016 tentang jenis tarif dan jasa kantor pelabuhan.

“Yang minta SLA ini dari pengusaha kepada operator kapal dan ada dalam kontrak. Jadi ketika tak dipenuhi bisa dikomplain,” ucap Kepala Kantor Pelabuhan BP Batam Nasrul Amri Latif.

Sebagai contoh untuk jasa pandu dan jasa tunda, maka tidak boleh lagi ada tagihan di atas kapal dari operator. “Selain tarif yang tertera di dalam kontrak.

Semacam uang rokok dan uang lelahlah tak ada lagi. Karena nanti sudah ada patokan tarifnya,” ujarnya.

Selama ini sebelum revisi Perka, sulit juga untuk menerapkannya. Makanya

BP Batam akan mencoba menerapkan single tarif seperti pelabuhan lainnya. Dalam hal ini pihaknya ingin pelabuhan Batam menjadi pelabuhan yang modern.(leo)

Rudy Wowor Meninggal

0
Rudi Wowor
foto: youtube

x.batampos.co.id – Aktor senior Rudy Wowor meninggal dunia pada usia 74 tahun pada jumat (5/10/2018) pagi.

Sebelum sang ayah meninggal, sang anak Michael Wowor, sempat berencana membawa sang ayah untuk menjalani pengobatan alternatif atas sakit kanker prostat yang diketahuinya sejak dua tahun lalu.

“Aku sebenarnya janjian sama papa minggu lalu, mau berobat alternatif. Cuma aku telat bangun. Biasanya papa suka protes kalau diajak berobat, ini nggak cuma bilang ‘ya udahlah nggak apa-apa’. Aku ngerasa itu bukan papa,” lanjut Michael.

Penanganan kanker prostat yang baru diketahui dua tahun belakangan diakui Michael termasuk telat. Sehingga membuat tubuh sang ayah melemah dengan cepat.

“Papa juga udah nggak bisa jalan kurang lebih satu tahun yang lalu. Tapi benar-benar yang nggak bisa jalan 6 bulan belakangan. Saya kira stadium 4 udah paling parah, dokter sampai bingung ini sakitnya udah berapa lama, penanganan papa memang telat sih,” pungkas Michael.

Saat ini, Rudy Wowor disemayamkan di rumah anaknya, Michael Wowor, di Perumahan Pesona Khayangan Blok DC No 3, Depok, Jawa Barat. Rencananya jenazah dimakamkan di Tempat pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

(yln/JPC)

F-16 TNI AU Usir Pesawat Tempur Asing saat Berada di Udara Natuna

0

x.batampos.co.id – Dua jet tempur F-16 TNI AU berhasil mengusir dua pesawat tempur tak dikenal saat mereka masuk teritorial kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kamis (4/10). Beruntung

Kabar itu disampaikan oleh Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsekal Pertama Ronny Irinanto Moningka setelah peringatan HUT TNI ke-73, Jumat (5/10). Ronny mengatakan, pergerakan dua pesawat tempur itu diketahui setelah pihaknya menerima informasi dari Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) III.

Oleh Panglima Pangkosekhanudnas III, informasi itu diteruskan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Kemudian pasukan Lanud Roesmin Nurjadin langsung terbang ke Natuna.

“Jadi kami diperintahkan untuk menyergap. Kami meng-airborne dua F-16, ada sasaran di Natuna,” jelas Ronny kepada wartawan, Jumat (5/10).

Begitu sampai dua jet pejaga kedaulatan Indonesia itu terbang di langit Natuna, dua pesawat tempur asing itu langsung kabur. “Setelah sampai di sana mereka (dua pesawat asing) keluar wilayah NKRI,” tambahnya.

Setelah dua pesawat tak dikenal itu pergi, pasukan Lanud Roesmin Nurjadin tetap berpatroli di wilayah paling utara dari Selat Karimata tersebut. “Ketika kami mendekat, mereka mungkin juga tahu dari radarnya. Kami tetap patroli sampai sore, memastikan mereka tidak masuk lagi,” lanjut Ronny.

Masih belum diketahui dari mana asal dua pesawat tempur tersebut. “Pesawat tidak terdeteksi dari mana. Kami cuma diperintahkan untuk menyergap,” katanya.

Ronny menegaskan, dalam waktu dekat akan diresmikan pangkalan udara terpadu di Natuna. Fungsinya adalah untuk semakin memperkokoh pertahanan NKRI.

“Akan diresmikan pangkalan terpadu. Terdiri dari darat, laut dan udara. Tujuannya untuk menjaga keamanan pulau terluar Indonesia,” sebutnya.

(ica/JPC)

Ada 1.578 Wajib Pajak, Terpasang 120 Unit Tapping Box

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pendapatan dan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah mengungkapkan jumlah wajib pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir berjumlah 1.578 wajib pajak.

“Dari 1.578 wajib pajak, Tapping Box yang terpasang 120 unit. Kami juga sudah melakukan sosialisasi terhadap Wajib Pajak,” kata Raja, Kamis (4/10).

Ia mengungkapkan, sejauh ini masih ada wajib pajak yang belum bersedia memasang tapping box. Selanjutnya ada perangkat milik wajib pajak yang tidak support dengan alat milik BP2RD juga terdapat objek pajak yang sudah tutup.

Raja mengungkapkan sesuai arahan Walikota Batam, Muhammad Rudi hingga akhir Oktober Tapping Box yang harus terpasang sebanyak 200.

“Awalnya hingga akhir tahun terpasang 300 Tapping Box, Selanjutnya ada arahan untuk memasang 400 Tapping Box dan kami siap. Karena pemasangan ini meningkatkan PAD,” ucapnya.

Penerapan sistem pajak online sendiri merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Batam menjadi smart city. Pemasangan difokuskan kepada seluruh wajib pajak serta sumber pajak lainnya.

Raja menegaskan, pemasangan bersifat wajib, artinya wajib pajak tidak bisa menolak jika sudah ditetapkan pemerintah.

BP2RD mengingatkan WP untuk tidak menghalangi proses survey dan pemasangan tapping box. Mengingat hal ini sudah diatur dalam perwako 25 Tahun 2016 tentang tata cara pembayaran Dan pelaporan pajak secara online. Selain itu wajib pajak juga wajib memberikan akses ke BP2RD, menyediakan mesin cash yang sesuai dengan alat perekam elektronik. (rng)

Ibu Muda Buang Bayi ke Tempat Sampah

0
ilustrasi

x.batampos.co.id – Seorang bayi perempuan cantik ditemukan didalam kotak sampah pada Senin, (1/10/2018). Bayi yang ditemukan oleh penduduk itu dilaporkan dibungkus dengan selimut berwarna merah muda, yang disengaja dimasukan kedalam sebuah tas.

Seorang ibu muda yang baru saja melahirkan buah hatinya dilaporkan baru saja membuang anak bayinya ditempat sampah. Sesaat setelah berhasil membuang bayinya tanpa ketahuan itu, ia melakukan aktivitas pekerjaannya seperti biasa.

Nampaknya, karirnya sebagai pekerja lebih penting daripada bayi yang ia kandung selama 9 bulan.

Menurut kepolisian Brazil, anak itu sengaja dibuang karena sang ibu takut kehilangan pekerjaan apabila sudah memiliki anak.

Mendengar kasus pembuangan anak yang terjadi di tempat kejadian perkara (TKP), pengurus properti di sana dengan cepat langsung menghubungan panggilan darurat dan melaporkan kejadian tersebut. Kepolisian segera mengurusi kasus pembuangan bayi dilansir dari Mirror pada Jumat (5/10/2018).

Sang ibu dari bayi yang sengaja ia buang ke tempat sampah ditangkap di tempat kerjanya, setelah salah satu kolega dari perempuan itu mendengar kasus pembuangan bayi tersebut. Sang kolega curiga terhadap ibu muda 25 tahun yang kehilangan perut besarnya dalam jangka waktu semalam saja.

Perempuan yang tidak disebutkan namanya tersebut diketahui telah bekerja sebagai tukang bersih-bersih selama dua bulan. Ia mengatakan, ia menutupi kehamilan dari khalayak umum karena takut segera diberhentikan dari pekerjaannya.

Ternyata, setelah mendengar kesaksian dari pihak tempat perempuan itu bekerja, sang manager perusahaan tersebut sebenarnya telah lama mengetahui bahwa perempuan itu tengah mengandung sejak pertama ia masuk kerja. Namun baginya saat itu perempuan itu hamil atau tidak bukanlah urusannya.

Pada hari ia membuang bayi perempuannya, ia dilaporkan bertingkah sangat aneh saat bekerja. Ia juga dilaporkan meminta izin untuk pulang lebih awal karena ia mengeluhkan perutnya yang sakit. Diyakini bahwa ia melahirkan sendirian kamar mandi rumahnya.

Perlindungan anak Brasil mengatakan bahwa mereka akan menjamin anak itu berada di tangan yang benar. Pertama-tama Perlindungan Anak akan mencari tahu kerabat perempuan 25 tahun itu, namun apabila tidak membuahkan hasil, mereka akan menaruh anak itu di rumah anak-anak dan akan membuka adopsi bagi bayi malang itu.

(am1/JPC)