Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11774

Segera Pindahkan Limbah Beracun

0

PT Haikki Green diminta segera memindahkan 15 ribu ton limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang sudah 10 tahun ditimbun di perusahaan tersebut. Sebab, limbah karbit tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan warga yang ada di sekitar lokasi timbunan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan, limbah B3 karbit tersebut mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan. Jika terlalu lama ditimbun, maka kandungan logam itu bisa bercampur dengan air tanah di sekitarnya. Air rembesan tersebut sangat berbahaya jika dikonsumsi makhluk hidup, termasuk manusia.

“Dampaknya akan menyerang ke pencernaan, hati, limpa, dan terjadi penumpukan atau penggumpalan di dalam organ tubuh,” kata Tjetjep, Jumat (5/10).

Namun Tjetjep menegaskan, tidak semua limbah karbit berbahaya bagi kesehatan. Tergantung ambang batasnya.

“Kalau nilai ambang batasnya rendah, pastinya tak akan membahayakan,” terangnya.

Mantan CEO PT Haikki Green Kurniawan menjelaskan, saat ia menjadi CEO pada 2008-2014, biaya penampungan limbah karbit tersebut sebesar 60 dolar AS per ton. Biaya tersebut dibayarkan oleh perusahaan atau pabrik yang dalam kegiatan produksinya menghasilkan limbah karbit dan mengirim limbah tersebuk ke PT Haikki Green.

“Tapi setelah saya keluar saya tak tahu lagi dan tak ada urusan lagi secara hukum dengan PT Haikki Green,” ujarnya melalui sambungan telepon, kemarin.

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kepri Yerri Suparna mengatakan belasan ribu ton limbah karbit di PT Haikki Green sudah ditangani Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Karena izin pemanfaatan dikeluarkan atau menajdi kewenangan Kementerian LHK.

Sementara Kabid Pengolahan Limbah Badan Pengusahaan (BP) Batam Iyus Rusmana mengoreksi, sebenarnya PT Haikki Green telah mendapatkan izin pemanfaatan limbah karbit tersebut sejak 2016. Sebelumnya PT Haikki Green hanya memiliki izin pengumpulan limbah B3.

Menurut Iyus, setelah mendapat izin tersebut, PT Haikki Green memanfaatkan limbah B3 itu untuk campuran bahan pembuatan paving blok dan batako.

“Sehingga limbah yang tadinya sebanyak 30 ribu ton, sekarang berkurang dan tersisa jadi 15 ribu ton saja,” kata Iyus.

Terpisah, anggota Komisi I DPRD Batam, Jurado, meminta pihak kepolisian menindak kasus penimbunan limbah B3 di PT Haikki Green. Menurut Jurado, kegiatan tersebut melanggar peraturan pemerintah (PP) Ini Nomor 101 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Setahu saya ini adalah pidana,” kata Jurado, Jumat (5/10).

Dalam undang-undang tersebut dijelaskan, penimbunan limbah B3 boleh dilakukan maksimal hanya 90 hari atau tiga bulan. Sementara di PT Haikki Green penimbunan sudah berlangsung sejak 2008 atau 10 tahun.

Selain polisi, Jurado berharap BP Batam sebagai pemilik Kawasan Pengelolaan Limbah Industri (KPLI) juga menindak tegas perusahaan jika terbukti ada pelanggaran.

“Yang paling berperan di sini adalah BP Batam sebagai pemilik lahan. Harus tegas. Jangan dibiarkan perusahaan yang seperti ini di Batam,” katanya.

Sedangkan anggota Komisi I DPRD Kepri Ruslan Kasbulatov menyayangkan sikap DLH Kota Batam dan Provinsi Kepri yang terkesan tidak tahu mengenai timbunan limbah tersebut. “Jadi kemana selama ini mereka. Masa sudah sepuluh tahun mereka tidak tahu,” katanya.

Senada dengan Jurado, ia berharap pihak kepolisian segera menindak perusahan nakal tersebut. Ia juga berharap BP Batam untuk lebih tegas terhadap perusahaan.

“Yang ini jelas sudah melanggar. Ngapain ini dipertahankan. Banyak kok perusahaan yang hendak masuk ke sana. Intinya kami minta itu harus segera dikirim ke Cilengsi. Atau bagaimana limbah itu tidak di Kepri ini,” terangnya.  (gas/ian)

Wajah Rosmah yang Lebih Dibahas

0

Rosmah Mansor akhirnya ditangkap. Tapi tetap saja, perhatian orang pada dokter siapa yang begitu gagalnya melakukan operasi plastik pada wajahnya.

Kemarin Rosmah langsung disidangkan untuk diputuskan oleh pengadilan: apakah dakwaan tersebut kuat. Juga: apakah perlu ditahan. Atau cukup seperti suaminya, mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak itu: cukup membayar jaminan Rp 15 miliar untuk bisa ditahan luar.

Waktu ditangkap Rabu lalu Rosmah lagi memberikan keterangan pers. Dia baru saja diperiksa KPK-nya Malaysia. Ternyata langsung ditahan sore itu juga.

Di Malaysia ada hukum: seseorang bisa jadi tersangka kalau bukti-buktinya kuat. Yang berhak mengatakan bukti itu kuat atau tidak adalah pengadilan. Bukan polisi atau jaksa. Kalau pun diputuskan buktinya kuat hak pengadilan untuk memutuskan: perlu ditahan atau tidak. Bukan hak polisi atau jaksa.

Ternyata pengadilan memutuskan: bukti kuat. Rosmah harus diadili. Hanya saja tidak ditahan. Cukup memberikan uang jaminan: sekitar Rp 7,3 miliar.

Saat Rosmah ke pengadilan kemarin kembali wajahnya yang jadi sorotan. Dia kelihatan tampil lebih sederhana. Wajahnya tanpa make up yang berat. Kerudungnya yang tetap mencolok: oranye. Wajah itu begitu dikenalnya. Saking seringnya dibahas.

Memang setiap kali Rosmah jadi berita setiap itu pula muncul pertanyaan: siapa sih dokter bedah plastiknya. Kok wajah cantik Rosmah menjadi begitu hancurnya?

Rosmah selalu berkilah. Dia selalu mengaku tidak melakukan apa pun dengan wajahnya. Tapi putrinya belakangan keprucut kata: beberapa dokter kecantikan datang ke rumahnya mengerjakan wajah ibunya.

Tanpa keterangan anaknya pun para ahli bisa menyimpulkannya. Mereka bisa mengumpulan foto-foto Rosmah waktu masih muda. Banyak sekali. Lihatlah foto-foto mudanya.

‘Kasus seremnya wajah baru Rosmah’ ini tidak hanya sebatas bisik-bisik tetangga.

Wajah baru Rosmah itu juga jadi poster di ruang kuliah untuk para mahasiswa spesialis bedah plastik. Di mana-mana. Dijadikan kasus ‘wajah gagal’. Agar jangan ada lagi ahli bedah plastik yang melalukan pekerjaan seperti itu.

Seorang dokter ahli kecantikan Singapura bahkan membeberkannya secara terbuka. Di website resminya: Dr Siew Tuck Wah.

Di media sosial ‘wajah gagal’ Rosmah juga dibahas seru. Jelaslah bahwa Dr Siew memberikan koreksi total. Pipinya terlalu banyak dimasuki dermal. Pengganjal di balik kulitnya terlalu banyak.

Mungkin, semula, diinginkan agar pipinya berisi. Agar tidak kempong. Pipi yang ‘kempong peyot’ adalah ejekan yang menyakitkan bagi wanita berumur.

Bagian dahi terlalu banyak dimasuki bottox. Semula mungkin dimaksudkan agar bisa menarik alis. Agar bisa agak ke atas untuk mengurangi keriput di mata bagian atas.

Tapi, akibatnya justru terlihat mengerikan.

Hidungnya adalah kasus kegagalan estitika. Kegagalan seni. Hidung itu terlalu banyak ganjal. Mancungnya berlebihan. Tidak alami. Akibatnya seperti hidung habis kena tinju.

Dagunya juga gagal total. Terlalu panjang. Di Jawa memang ada omongan ini: dia cantik… dagunya nyathis…

Tapi dagu baru Rosma bukan kategori nyathis lagi. Di media sosial disebutkan dagu baru itu membuat Rosmah seperti nenek sihir.

Keterlaluan.

Padahal untuk itu biayanya mahal. Sampai mencelakakan suami. Kalau suaminya merasa.

Begitu dianggap gagalnya wajah baru Rosmah, sampai-sampai ada yang bilang: menenteng tas Hermes-Birkin berapa pun tidak akan bisa menutupi kegagalan wajahnya.

Juga seandainya hidung itu ditempeli berlian sekali pun.

Saya tidak sampai hati meneruskan tulisan ini. Apalagi saya sudah membaca habis buku “Billion Dollar Whale’’ itu. Yang saya beli di Houston itu. Yang menceritakan bagaimana Rosmah mendapatkan Birkin-Birkinnya. Berlian-berliannya. Yang semuanya sungguh keterlaluan.

Kini suami istri Najib-Rosmah senasib. Rodanya lagi di bawah. Mereka sudah terlalu tua untuk memutarnya ke atas. Juga terlalu sulit. Bagian bawah roda itu terlalu dalam. Tenggelam di lumpurnya. (dahlan iskan)

Kantor Camat Sagulung Cetak 150 e- KTP per Hari

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Petugas kecamatan Sagulung gesa pencetakan e-KTP warga. Ini bertujuan untuk mendukung pesta demokrasi di tahun 2019 mendatang.

Camat Sagulung Reza Khadafi mengatakan, sisa berkas e KTP yang belum dicetak di kecamatan Sagulung tidak sampai seribu, sehingga pihaknya bertekad akan merampungkan semuanya dalam waktu dekat ini.

“Sehari kami layani hingga 150 berkas jadi untuk berkas yang sudah masuk secepatnya diselesaikan. Tim digesah untuk segera bereskan masalah e KTP ini,” ujar Reza, Kamis (4/10).

Pernyataan Reza ini juga menepis keluhan masyarakat akan lambatnya proses pengurusan e KTP di kecamatan. “Bukan lambat, tapi memang agak antre. Alat terbatas jadi ada batasan (cetakan) perharinya,” ujarnya.

Kepada masyarakat Sagulung yang belum mengurus e KTP, Reza berharap agar segera datang ke kantor camat dengan membawa berkas persyaratan yang susah ditentukan. “Harus segera dibereskan agar bisa ikut pemilu nanti,” imbaunya. (eja)

Dua Gorong-Gorong Rampung, Risiko Banjir Berkurang di Sagulung

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Wilayah kecamatan Sagulung mendapat perhatian yang serius dalam hal penanganan masalah banjir. Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga telah merampungkan sejumlah proyek besar diantaranya normalisasi drainase dan pembangunan gorong-gorong.

Proyek terakhir yang baru saja rampung adalah proyek pelintas air atau gorong-gorong depan sekolah MAN I. Meskipun sempat terhambat pembangunannya, pelintas air tersebut kini sudah bisa mengurangi risiko banjir bagi pemukiman sekitarnya.

“Kami apresiasi itu. Perhatian pemerintah sudah cukup maksimal,” ujar Reza, Kamis (4/10).

Sebelumnya proyek serupa juga telah mengatasi persoalan banjir di wilayah Batuaji dan Sagulung yakni pembangunan gorong-gorong di simpang Kaveling Baru. Gorong-gorong tersebut dibangun dibawa jembatan sehingga cukup lebar dan dalam. Air dari wilayah Batuaji khususnya dari kelurahan Buliang tak lagi tersumbat di lokasi penyebrangan air itu.

“Untuk gorong sudah dua ini. Kalau drainase sudah banyak juga. Seperti normalisasi sungai seilekop, drainase induk seipelenggut, tembesi dan di Seibinti” sebut Reza.

Namun demikian Reza tetap berharap agar titik-titik lokasi rawan banjir lain juga segera diatasi dengan proyek-proyek serupa seperti pembangunan gorong-gorong di Seilangkai dan juga normalisasi drainasenya. “Belum semua. Masih ada beberapa yang belum seperti Seilangkai. Ini akan kami koordinasikan lagi dengan Dinas Bina Marga,” ujar Reza.

Penanganan masalah banjir di Sagulung diakui Reza sangat diperlukan. Itu karena wilayah kerjanya itu merupakan masuk jalur pembuangan air dari separuh wilayah kecamatan Batuaji. Jika saja drainase tak beres maka bukan saja warganya yang terkena imbas tapi juga warga Batuaji.

“Contohnya di kawasan SP itu. Kalau tersumbat disitu tentu MKGR (Batuaji) kesana juga kena imbasnya,” ujarnya.

Dengan adanya perhatian pemerintah itu, Reza menghimbau agar segenap masyarakat di Batuaji dan Sagulung sama-sama menjaga saluran drainase yang ada dengan tidak membuang sampah kedalamnya.

“Tradisi buang sampah ke drainase itu harus dihilangkan. Sekarang sudah lancar armada pengangkut sampah. Percuma kalau dibuat drainase lebar-lebar tapi sampah dibuang ke dalam drainase,” imbau Reza. (eja)

DPRD Batam Kecewa pada Dinas Koperasi dan UKM

0

batampos.co.id – DPRD Kota Batam meminta Pemko Batam membuat rancangan atau usulan anggaran yang signifikan untuk Koperasi, Usaha Kecil dan Mikro yang ada di Batam. Jangan seperti tahun ini dimana kegiatan Dinas Koperasi dan UKM hanya dua kegiatan dalam setahun. Penambahan anggaran ini penting penting untuk mendorong semakin banyaknya wiraswasta dan industri mikro yang ada di Batam.

“Janganlah seperti tahun ini. Hanya sekitar Rp 1 miliar untuk anggaran dinas Koperasi dan UKM. Itu sama saja, dinas tersebut makan gaji buta karena tidak ada kegatan,” kata anggota komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur Sihaloho, Kamis (4/10).

Tumbur mengatakan, koperasi dan usaha mikro harusnya didorong agar terus berkembang. Di mana saat banyak industri rumahan dan koperasi yang masih butuh pendampingan dan suntikan dana.

“Kalau industri mikro ini tumbuh, perekonomian kita juga tumbuh. Tahun ini hanya sekitar Rp 1 miliar. Bisa apa kalau anggaran hanya segitu,’ tambahnya.

Menurut, Tumbur, di tahun ini kegiatan dari dinas koperasi dan UKM sangat minim. Hanya satu atau dua kegiatan yang dilakukan langsung bersentuhan dengan pelaku usaha kecil dan mikro.

“Kalau saya tak salah hanya sertifikasi saja. Jadi sangat minim kegiatannya. Kita berharap anggaran di tahun 2019 mendatang harus lebih signifikan,” katanya.

Sementara itu, kepala dinas koperasi dan UKM Kota Batam Suleman Nababan mengatakan, tahun ini pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena memang anggaran yang terbatas. Ia mencatat hanya dua kegiatan yang dilakukan dalam setahun ini

“Mau bagaimana lagi. Anggaran kita hanya Rp 1 miliar. Jadi hanya sertifikasi halal saja yang kita lakukan dan ikut pameran di Tanjungpinang,” katanya.

Menurutnya, pendampingan dan pelatihan kepada pelaku usaha mikro tidak bisa dilakukan. Ia berharap tahun depan bisa merealisasikannya agar pelaku koperasi dan UKM di Batam bisa terbantu.

“Masih banyak pengusaha mikro yang belum mengetahui mengenai akses pembiayaan ke bank. Di sini masih banyak yang perlu didampingi,” katanya. (ian)

Akhir Oktober, Lampu WTB Nyala

0
Foto. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Pemasangan kembali perangkat listrik untuk penerangan Welcome To Batam sudah mulai dilakukan. Targetnya lampu ikon Kota Batam tersebut bakal kembali menyala akhir Oktober ini.

“Sudah mulai kami kerjakan. Satu dua hari ini, kita mulai dengan memasang tiang agar lampunya agak tinggi,” ungkap Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam, Suhar, kemarin.

Penempatan tiang lebih tinggi karean ampu selama ini rendah. Dengan harapan tidak bisa dijangkau jika ada kemungkinan percobaan pencurian. Suhar mengatakan, pengerjaan perangkat listrik tersebut memerlukan waktu paling lama tiga minggu.

“Maka Oktober ini sudah selesai itu,” ucap dia.

Tentang penempatan Satpol PP di Bukit Clara (lokasi WTB berdiri), ia mengatakan telah mendapat arahan dari Wali Kota Batam Muhammad Rudi untuk dilakukan.

“Tinggal kami yang dibawah. Soal ini kami (CKTR) akan berkoordinasi dengan Satpol PP Batam,” imbuhnya.

Sementara itu, tidak adanya penerangan di WTB disayangkan masyarakat. Padahal ikon tersebut berada di daerah yang notabenennya berada di dekat pemerintahan dan terlihat langsung ketika ada kedatangan internasional di pelabuhan Internasional Batamcenter.

“Sampai hilang begitu, heran juga selama ini tak ada pengamanan,” ucap seorang warga, Jaidun.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin mengatakan tidak adanya pengamanan sebelumnya di lokasi tersebut, dengan asumsi masyarakat juga turut serta ikut menjaga. Namun nyatanya, kata dia, tidak hanya lampu, panel PLN pun turut digondol maling.

“Kami berharaplah supaya masyarakat ikut juga menjaga. Dengan kejadian ini (kehilangan), mau tidak mau kita harus tempatkan pengamanan di sana,” kata dia.

(iza)

Batam Jadi Pilot Project Optimalisasi Pajak Daerah Lewat Sistem Online

0

batampos.co.id – Acara pengarahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia tentang optimalisasi pajak daerah melalui sistem online digelar di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (4/10).

Didepan ratusan pelaku usaha dan pejabat Pemko Batam, hadir Koordinator Wilayah II Sumatera Korsup Pencegahan KPK Adliansyah Malik Nasution ditemani Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad juga Ketua DPRD Batam Nuryanto, Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin serta Dirut Bank Riau Kepri Irvandi Gustari.

“Dengan ini, tentu harapannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam meningkat tajam,” kata Adliansyah kepada pewarta.

Adapun sistem yang dipakai dalam upaya optimalisasi pendapatan ini yakni dengan pemasangan tapping box (perekam transaksi) pada empat sektor pendapatan yakni pajak restoran, hotel, hiburan dan parkir. Targetnya akhir tahun terpasang minimal 500 tapping box. Ia mengatakan, kota Batam kini sudah ramai, hal ini seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan.

“Ada sekitar 1.500 pelaku usaha (dari empat sektor tersebut), pasang saja awalnya 1000. Sudah banyak ini,” kata dia.

Ditanya apakah pelaku usaha wajib memasang alat tersebut, ia menekankan posisi para pelaku usaha dalam hal ini juga wajib pungut, dalam artian membantu pemerintah menghimpun pajak tersebut dari pengguna jasa untuk diteruskan ke kas daerah. Akhirnya pendapatan ini digunakan untuk pembangunan daerah.

“Mereka jualan di kota ini, makanya harus juga bantu pemerintah daerah untuk melakukan pelayanan tersebut,” imbuhnya.

Ia mengaku Batam merupakan daerah percontohan penerapan penarikan pajak dengan sistem online ini. Bahkan ia tidak sungkan menyebut, ia pibadi belajar dari Batam. “Ini saya sampaikan kalau ke daerah-daerah lain,” tambahnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan dengan pemasangan ini, Pemko Batam menargetkan pendapatan semaksimal mungkin. Namun yang penting menurutnya adalah sistem tersebut dapat menekan potensi lost (kehilangan).

“Dengan ini, satu rupiahpun tidak hilang, (pajak) ini juga hak daerah, dengan inilah kita bisa bangun daerah ini,” terangnya.

Rudi menambahkan, pihaknya juga akan membentuk tim yang terdiri dari BP2RD dan Inspektorat. Mereka bertugas untuk mengawasi dan memonitor WP yang belum menggunakan tapping box.

“Tidak semua dari BP2RD. Saya sisipkan juga dari inspektorat. Kesadaran membayar pajak sangat penting bagi kita semua,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengaku berbangga KPK menjadikan Batam sebagai percontohan optimalisasi pajak dengan menggunakan Tapping Box. “Jadi sekarang ada dua percontohan di Batam ini, ini yang kedua, sebelumnya Mal Pelayanan Publik (MPP), ini akan memberi dampak positif bagi Batam,” katanya.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan target WP di Kota Batam sebanyak 1.578. Terdiri dari jenis pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir. Dari 219 potensi objek pajak hotel menurutnya yang sudah terpasang Tapping Box sebanyak 38 hotel. Objek pajak restoran dari 924 terpasang 59, objek pajak hiburan dari 409 terpasang 12 dan objek pajak parkir dari 26 terpasang 11. Total Tapping Box yang sudah terpasang saat ini menurutnya berjumlah 120.

“Target kita terpasang sampai akhir Oktober ini 200 Tapping Box. Sampai akhir tahun kita targetkan 500 Tapping Box terpasang,” sebutnya.

Bank Kas Daerah, Bank Riau Kepri mendukung penuh aksi pemasangan Tapping Box ini. Direktur Utama Bank Riau Kepri Irvandi Gustari mengatakan kesanggupannya akan target tersebut, bahak sesuai dengan jumlah pelaku usaha.

“1.500an itu kami sanggup,” ucap Irvandi. (iza)

Service Level Agreement Jaga Kualitas Jasa Di Pelabuhan

0
Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Macobar Batuampar.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Soal pengembangan pelabuhan, Badan Pengusahaan (BP) akan memulainya lewat pembahasan Service Level Agreement (SLA). Tujuannya adalah memberikan kejelasan antara tarif dan kualitas yang diberikan.

“Beberapa pelaku usaha di pelabuhan ingin ada kejelasan antara tarif dan kualitas yang bisa diberikan penyedia jasa pelabuhan,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo baru-baru ini di Gedung BP Batam.

SLA kata Lukita akan disusun untuk menjaga hal tersebut.”Ketika mereka teken kontrak, ada syarat-syarat harus harus dipenuhi baru dapat pelayanan yang baik. Kalau tak dipenuhi, maka akan kami beri peringatan atau sanksi. Jika tak diindahkan juga, akan sampai ke pencabutan,” paparnya.

Secara lebih teknis, SLA merupakan bagian dari tindak lanjut revisi Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 17/2016 tentang jenis tarif dan jasa kantor pelabuhan.

“Yang minta SLA ini dari pengusaha kepada operator kapal dan ada dalam kontrak. Jadi ketika tak dipenuhi bisa dikomplain,” ucap Kepala Kantor Pelabuhan BP Batam Nasrul Amri Latif.

Sebagai contoh untuk jasa pandu dan jasa tunda, maka tidak boleh lagi ada tagihan di atas kapal dari operator. “Selain tarif yang tertera di dalam kontrak.

Semacam uang rokok dan uang lelahlah tak ada lagi. Karena nanti sudah ada patokan tarifnya,” ujarnya.

Selama ini sebelum revisi Perka, sulit juga untuk menerapkannya. Makanya

BP Batam akan mencoba menerapkan single tarif seperti pelabuhan lainnya. Dalam hal ini pihaknya ingin pelabuhan Batam menjadi pelabuhan yang modern.(leo)

Rudy Wowor Meninggal

0
Rudi Wowor
foto: youtube

x.batampos.co.id – Aktor senior Rudy Wowor meninggal dunia pada usia 74 tahun pada jumat (5/10/2018) pagi.

Sebelum sang ayah meninggal, sang anak Michael Wowor, sempat berencana membawa sang ayah untuk menjalani pengobatan alternatif atas sakit kanker prostat yang diketahuinya sejak dua tahun lalu.

“Aku sebenarnya janjian sama papa minggu lalu, mau berobat alternatif. Cuma aku telat bangun. Biasanya papa suka protes kalau diajak berobat, ini nggak cuma bilang ‘ya udahlah nggak apa-apa’. Aku ngerasa itu bukan papa,” lanjut Michael.

Penanganan kanker prostat yang baru diketahui dua tahun belakangan diakui Michael termasuk telat. Sehingga membuat tubuh sang ayah melemah dengan cepat.

“Papa juga udah nggak bisa jalan kurang lebih satu tahun yang lalu. Tapi benar-benar yang nggak bisa jalan 6 bulan belakangan. Saya kira stadium 4 udah paling parah, dokter sampai bingung ini sakitnya udah berapa lama, penanganan papa memang telat sih,” pungkas Michael.

Saat ini, Rudy Wowor disemayamkan di rumah anaknya, Michael Wowor, di Perumahan Pesona Khayangan Blok DC No 3, Depok, Jawa Barat. Rencananya jenazah dimakamkan di Tempat pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

(yln/JPC)

F-16 TNI AU Usir Pesawat Tempur Asing saat Berada di Udara Natuna

0

x.batampos.co.id – Dua jet tempur F-16 TNI AU berhasil mengusir dua pesawat tempur tak dikenal saat mereka masuk teritorial kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kamis (4/10). Beruntung

Kabar itu disampaikan oleh Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsekal Pertama Ronny Irinanto Moningka setelah peringatan HUT TNI ke-73, Jumat (5/10). Ronny mengatakan, pergerakan dua pesawat tempur itu diketahui setelah pihaknya menerima informasi dari Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) III.

Oleh Panglima Pangkosekhanudnas III, informasi itu diteruskan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Kemudian pasukan Lanud Roesmin Nurjadin langsung terbang ke Natuna.

“Jadi kami diperintahkan untuk menyergap. Kami meng-airborne dua F-16, ada sasaran di Natuna,” jelas Ronny kepada wartawan, Jumat (5/10).

Begitu sampai dua jet pejaga kedaulatan Indonesia itu terbang di langit Natuna, dua pesawat tempur asing itu langsung kabur. “Setelah sampai di sana mereka (dua pesawat asing) keluar wilayah NKRI,” tambahnya.

Setelah dua pesawat tak dikenal itu pergi, pasukan Lanud Roesmin Nurjadin tetap berpatroli di wilayah paling utara dari Selat Karimata tersebut. “Ketika kami mendekat, mereka mungkin juga tahu dari radarnya. Kami tetap patroli sampai sore, memastikan mereka tidak masuk lagi,” lanjut Ronny.

Masih belum diketahui dari mana asal dua pesawat tempur tersebut. “Pesawat tidak terdeteksi dari mana. Kami cuma diperintahkan untuk menyergap,” katanya.

Ronny menegaskan, dalam waktu dekat akan diresmikan pangkalan udara terpadu di Natuna. Fungsinya adalah untuk semakin memperkokoh pertahanan NKRI.

“Akan diresmikan pangkalan terpadu. Terdiri dari darat, laut dan udara. Tujuannya untuk menjaga keamanan pulau terluar Indonesia,” sebutnya.

(ica/JPC)