Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11782

Tangkap Teman Sendiri Petugas Lapas Barelang Dapat Penghargaan

0
Komandan Satgas P2U Regu 3 Lapas Kelas II Barelang Oki Biansyah (Kiri) menerima piagam penghargaan dari Kemenkumham Kepri. Penghargaan diberikan Kepala Lapas Kelas II Barelang. (Istimewa)

batampos.co.id – Kepala Lapas Kelas II Barelang Surianto memberikan penghargaan sekaligus apresiasi pimpinan atas komitmen dan kecakapan petugas dalam menjaga tanggung jawab yang diberikan.

Seperti diberitakan Satuan Tugas (Satgas) P2U Lapas Kelas II Barelang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba. Pelakunya adalah salah satu sipir lapas.

Atas keberhasilan tersebut, Komandan Satgas P2U Regu 3 Lapas Kelas II Barelang Oki Biansyah menerima piagam penghargaan dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Kepri.

“Terima kasih pada Oki (Oki Biansyah). Butuh keberanian ekstra karena yang ditangkap adalah temannya sendiri. Kalau tidak kuat mentalnya, bisa jadi barang itu lepas,” kata Surianto di Batam, Selasa (30/10).

Setelah kejadian, kondisi Lapas Kelas II Barelang kembali normal dan kondusif. Petugas lapas tetap bertugas seperti biasa meski lebih meningkatkan perhatian terhadap ancaman kejahatan narkoba. Demikian juga dengan razia rutin yang terus dilakukan di lapas.

Sementara terkait dengan perkembangan kasusnya, sekarang telah diserahkan ke Polda Kepri. Dari laporan yang ia terima, sudah ada perkembangan yang memberikan petunjuk baru atas kasus ini. “Sudah ada perkembangan baru. Tapi nanti pihak polda yang lebih bisa menjelaskan,” ucap Surianto.

Sebelumnya diberitakan, Okkie Fernando, 19, harus mengubur asanya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sipir di Lapas Kelas II Barelang Batam itu kedapatan membawa sabu-sabu seberat 10 gram. Padahal sebelumnya, Okkie sudah lolos seleksi CPNS dan tinggal pengangkatan saja.

Okkie tercatat sebagai warga Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri). Dia diamankan bersama seorang warga binaan Lapas Barelang bernama Anwar bin Nurdin, 44. Anwar tinggal di blok C kamar 16 Lapas Barelang.

Saat ini, kedua tersangka telah diamankan dan diperiksa petugas Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri. Petugas tengah melakukan pengembangan untuk mengetahui siapa yang berada di balik kedua tersangka tersebut.

(bbi/JPC)

Hari Listrik Nasional Ke-73

0
foto: humas pln batam

batampos.co.id – Bright PLN Batam merayakan Hari Listrik Nasional (HLN) Ke-73, Senin (29/10). Tema dari HLN kali ini adalah prestasi nyata terangi Kepri yang menggambarkan apa yang telah PLN capai dalam beberapa waktu terakhir.

“Tahun ini, Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games ke-18, Asian Para Games ke-3 dan pertemuan IMF. Semuanya berjalan sukses karena peran serta PLN dalam penyediaan dan keandalan tenaga listrik,” kata Direktur Utama Bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura dalam kata sambutannya.

Dadan juga bangga terhadap relawan dari PLN Batam yang dikirim untuk pemulihan jaringan listrik di Lombok, Palu dan Donggala.

“Kebutuhan listrik disana menjadi asa agar roda kehidupan berjalan semestinya. Berkat reaksi cepat PLN, saat ini kelistrikan di Lombok sudah normal. Sedangkan di Palu dan Donggala masih berangsur-angsur pulih,” ungkapnya.

Dadan juga mengungkapkan bahwa di tengah kondisi ekonomi global tidak bersahabat, PLN tetap mempertahankan tarifnya. “Hal ini tentu saja meringankan beban masyarakat. Bahkan PLN masih terus berupaya meningkatkan aksesibilitas untuk mendapatkan listrik dan bangun infrastruktur,” paparnya.

PLN juga melakukan re-organisasi dalam rangka penguatan fungsi pelayanan pelanggan, pengelolaan aset property, pengembangan fungsi audit dan penguatan pengelolaan Sumber Daya Manusia.

“Hal ini untuk menjawab tantangan bahwa PLN ke depan adalah korporasi yang semakin efisien dan dituntut untuk dapat memenuhi tingkat 12 kualitas dan pelayanan,” jelasnya.

Selain merayakan HLN, Bright PLN Batam juga memberikan beasiswa bagi anak pegawai yang berprestasi di sekolah. Lalu memberikan penghargaan kepada karyawan yang telah mengabdi hingga 24 tahun lamanya. Selanjutnya adalah memberikan hadiah umrah kepada satpam dan office boy berprestasi. Dan terakhir memberikan anugrah kepada pemenang kompetisi jurnalistik yang digelar dari 16 Oktober hingga 24 Oktober.(leo)

Delegasikan Wewenang ke BP Batam

0

batampos.co.id – Faktor utama penghambat perkembangan Free Trade Zone (FTZ) di Batam terjadi karena terkendala dalam arus pemasukan barang dan pergerakan orang atau tenaga kerja asing (TKA).

“Sudah saatnya di kementerian dan lembaga terkait untuk mendelegasikan kewenangannya ke BP Batam dalam hal pengeluaran dan pengawasan perizinnya. Ini akan sangat membantu industri di Batam dalam mendapatkan izin-izin tersebut,” kata Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Kawasan Berikat dan Kawasan Perdagangan Bebas Kadin Indonesia, OK Simatupang, Senin (29/10).

Sebagai contoh masih banyak peraturan menteri terkait impor bahan baku yang masih memerlukan rekomendasi dan persetujuan impor.

“Tiap tahun mereka harus mengurus perpanjangan persetujuan impor di Kementerian Perdagangan (Kemendag),” ucapnya.

Lalu untuk sejumlah barang yang termasuk pengadaan, distribusi dan pengawasan bahan-bahan berbahaya (B2) hanya dapat dilakukan melalui pelabuhan tujuan yang ditunjuk sesuai peraturan menteri. Tapi sayang, pelabuhan di Batam tidak termasuk di dalam peraturan menteri tersebut.

“Padahal bahan baku tersebut diimpor untuk keperluan produksi, bukan untuk diperjualbelikan. Kemudian impornya dari Singapura, masak mau dikirimkan ke Jakarta baru diteruskan ke Batam. Sangat tidak logis sekali,” katanya lagi.

Saat ini, Batam menjadi target dari perusahaan-perusahaan Tiongkok yang ingin memasukkan barangnya ke pasar Amerika.

“Momen perang dagang antara Tiongkok dan Amerika ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena beberapa perusahaan di Batam punya pabrik manufaktur di China dan mempertanyakan kemudahan dan insentif apa yang mereka dapatkan untuk hasil produksi dari pabrik Batam masuk ke pasar Amerika,” ungkapnya.

Indonesia memiliki kerjasama perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) dengan Amerika, dimana salah satu persyaratan untuk mendapatkan tarif preferensi nol persen yakni menggunakan surat keterangan asal (SKA) Form A yang lokal kontennya minimal 35 persen.

Menurut Ok, ini peluang yangg sangat bagus buat Batam. “Tinggal kita daftar perusahaan PMA di Batam yg punya pabrik di china itu siapa saja, lalu dismpaikan Indonesia punya FTA dengan Amerika. Buatkan simulasinya dan yakinkan mereka supaya pindahkan pabriknya ke Batam saja,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo akan terus berupaya agar sejumlah perizinan menyangkut industri bisa dialihkan ke BP Batam.

Ia mengatakan sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat. Dukungan tersebut dalam bentuk pemberian kewenangan kepada BP terkait perizinan khusus seperti perizinan impor barang larangan terbatas (lartas).

“Kami harapkan bahwa kewenangan BP terkait perizinan khusus sebaiknya diintegrasikan atau berada dibawah satu komando BP Batam sebagaimana di masa lalu. Itu akan jadi hadiah luar biasa dan akan mudah mencapai tujuh persen,” ucapnya.(leo)

Retribusi Imta Naik Rp 11 Miliar pada 2019

0
ilustrasi foto: bank indonesia

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan Retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (Imta) Kota Batam naik di tahun 2019. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah daerah memproyksikan kenaikan hingga Rp 11 miliar.

“Di KUA (Kebijakan Umum Anggaran) ada kenaikan. Dan itu cukup signifikan,” kata Aman, anggota Komisi IV DPRD Batam, Senin (29/10).

Seperti diketahui, tahun 2018 ini Pemko Batam menargetkan Rp 34 miliar untuk retribusi Imta. Retribusi itu naik 32,35 persen di tahun 2019 atau menjadi Rp 45 miliar. Kenaikan ini juga dipertanyakan bila melihat pencapaian Imta saat ini.

“Memang kita pertanyakan apakah target ini bisa tercapai. Asumsi yang diberikan Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) sudah sesuai dengan potensi di lapangan,” tuturnya.

Aman menambahkan, asumsi yang diberikan disnaker juga harus didorong dengan data valid terkait jumlah tenaga kerja asing yang berada di Batam saat ini. Sehingga ketika dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPRD bisa mengetahui potensi rillnya.

“Artinya kita dukung, tapi harus punya data yang valid. Jangan setelah ditergetkan besar, tetapi penghujung tahun malah tidak tercapai,” sesalnya.

Imta sendiri segaris dengan banyak pekerja asing di Batam. Dimana setiap pekerja dikenakan biaya perpajangan Imta sebesar 1000 dolar Amerika. Semakin banyak pekerja asing bekerja di Batam, maka kita akan mendapatkan retribusi dari Imta.

“Artinya jangan lagi asumsi yang diberikan meleset dari target,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan, hingga akhir Oktober 2018 pencapaian realisasi retribusi Imta mencapai Rp 25,3 miliar dari target 34 miliar atau 74,6 persen.

“Data yang masuk kami (BP2RD) diangka Rp 25,3 miliar,” kata Raja. (rng)

16 Putra Lingga Magang ke Malang

0

x.batampos.co.id – Pemkab Lingga juga mengrim 16 putra tempatan menimba ilmu ke Politeknik Pembangunan Pertanian Malang selama enam bulan.

“Program ini dengan tujuan, pada tahun ajaran baru anak daerah kita dapat mengikuti perkuliahan dengan program Pemerintah,” kata Alias Wello ketika melepas keseluruhan anak yang diutus mengikuti program magang ini di Gedung Daerah, Dabo Singkep, Senin (29/10) pagi.

Bupati yang akrab disapa Awe ini juga mengatakan, Pemkab Lingga telah berhasil menempuh dan menembus sejumlah keterbatasan setelah Pemerintah Pusat memberikan perhatian kepada Pemkab Lingga yang memang memiliki potensi alam.

Bahkan, sambung Awe, berkat kerja keras Pemkab Lingga, saat ini Pemerintah Kabupaten Lingga satu dari delapan Kabupaten yang ada di Indonesia mendapat predikat daerah ketahanan pangan bagi kawasan perbatasan.

“Dari ratusan Kabupaten yang ada hanya delapan yang terpilih dan salah satunya Kabupaten Lingga sebagai daerah ketahanan pangan kawasan perbatasan,” kata Alias Wello.

Dengan demikian, diharapkan bantuan terus mengucur dari pusat, baik kebijakan sarana pertanian dan sebagainya. Bahkan saat ini, Lingga kewalahan dengan ketersedian SDM anak tempatan yang memang layak dalam meningkatkan mutu pertanian dan bidang lainnya yang sesuai dengan program andalan Pemkab Lingga.

Untuk itu, Alias Wello meminta kepada peserta didik yang akan mengikuti program pendidikan magang pertanian di Malang agar lebih giat dari anak daerah lain dalam hal menuntut ilmu, solid bersama teman se-daerah dan berlomba untuk membanggakan Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.

“Tidak mudah untuk mendapatkan semua program yang ada, ini menjadi peluang baik bagi anak tempatan untuk menambah ilmu dan meningkatkan mutu,” ujarnya.

Keseluruhan peserta yakni 7 pria dan 9 wanita ini untuk mengikuti program pendidikan magang mendapat bantuan dana dari Kabupaten Lingga, bantuan dana dari APBD Lingga termasuk biaya ongkos keberangkatan siswa hingga uang saku sebesar Rp 1,5 juta setiap bulan. (wsa)

Ke Lingga, Gubernur Kepri Tegaskan Pentingnya Bangun Karakter Pemuda

0

x.batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau H Nurdin Basirun menekankan pentingnya pembangunan karakter pemuda. Terutama pemahaman tentang keagamaan yang jika sejak dini terus dipupuk dengan baik dan benar maka bekal untuk berjalan menghadapi tantangan masa depan akan terasa mudah.

“Indonesia akan tangguh jika para pemudanya memiliki dasar dan pondasi yang tangguh yakni dasar iman dan takwa,” kata Nurdin saat menghadiri penutupan kirab santri dan lomba keterampilan agama (Lokerta) dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional di Pesantren Baitul Mukhlasin Lingga dan MDA Al-Furqan, Desa Musai, Kabupaten Lingga, Ahad (28/10) petang.

Nurdin menambahkan bahwa, bukan tidak mungkin untuk menjadikan Kepri sebagai peradaban islami dan qurani, apalagi menurutnya jika terus dibina dan dikembangkan terutama membimbing anak-anak di jalan keagamaan.

“Jadi kita orang bicara agama jawabannya Kepri, jika bicara Al-Quran jawabannya Kepri, kita ingin Kepri punya keberkahan yang membanggakan itu,” tambah Nurdin.

Dengan terus tumbuhnya santri-santri muda tersebut, menurut Nurdin akan menjadi bekal berharga bagi daerah, keberkahan tadi akan terus mengalir ibarat air.

“Jika bangsa itu beriman dan bertaqwa, insyaAllah ibarat perumpamaan “sagu bisa menjadi emas” maka Allah akan berikan keberkahan yang tak terhingga yang tak terduga,” lanjut Nurdin lagi.

Nurdin juga meminta kepada para orang tua untuk tidak ragu memasukan anak-anak mereka belajar ke pesantren. Karena hal ini senada dengan tema “satukan hati, satu gerakan membangun generasi yang qurani, tangguh dan mandiri.”

“Jangan sedih melihat anak-anak kita susah di awal, biarlah mereka dari sekarang berjuang karna dimasa depan akan terasa manfaatnya, lebih sedih lagi jika mereka tidak dididik sejak dini, malah kita yang susah jika harus melihat mereka dimasa depan menjadi generasi yang buruk,” ujar Nurdin.

Pada kesempatan tersebut juga Nurdin melakukan peninjauan terhadap pesantren. Bersama Kadis Pendidikan M Dali yang hadir Nurdin memerintahkan untuk dapst membantu pengadaan tambahan kelas/ruangan bagi kegiatan belajar dan mengajar para santri.

“Diusahakan tamabahan tiga lokal baru untuk menambah ruangan bagi para santi,” pesan Nurdin.

Sebelumnya, Nurdin terlebih dulu berkunjung ke Pulau Panuba, Lingga. Di sana Nurdin bersilaturahmi bersama masyarakat dan juga untuk ikut menghadiri acara nikah masal yang diselenggarakan. Terdapat 4 pasangan yang hari itu resmi dinikahkan dan menjadi raja sehari.

“Kedatangan kita tentu menjadikan ladang pahala yang mana ikut mendoakan saudara kita yang sedang berbahagia hari ini, doa inilah yang menjadikan kita erat dalam lingkup bersosialisasi,” kata Nurdin.

Secara khsusus, Nurdin mengajak semua masyarakat untuk senantiasa menjaga keberadaan alam di Kepri. Dengan ciri Kepulauan bukan hal yang baru bagi Kepri yang kaya akan kewisataan laut dan pantai yang harus terus dijaga serta dikembangkan.

“Buat mata masyarakat luar tertuju ke kita yang memiliki potensi melimpah dibidang kelautan, karna ini adalah sumber kehidupan,” pesan Nurdin.

Sumber kehidupan tersebut dilanjutkan Nurdin tidak hanya memanfaatkan hasil tangkap laut yang mana peran nelayan sangat besar dalam mencukupi kebutuhan pangan. Namun jika laut dikelola dengan baik dan bener tentu manfaat lain juga dapat dirasakan.

“Wisatawan semakin banyak, biota laut terjaga dan menjadi daya tarik, serta muncul ide-ide kreatif yang dapat meningkatan pendapatan daerah,” lanjut Nurdin.

Kemanan juga menjadi hal yang penting dilakukan, menurut Nurdin bahwa dengan aman dan nyamanya daerah tentu akan semakin menegaskan keunggulan daerah tersebut.

“Kita punya cap daerah maritim, di laut justru kita jaya dan didarat kita tetap kuat, mari bersama jaga keberkahan yang telah Allah berikan bagi kita untuk Kepri semakin maju,” tambah Nurdin lagi.

Apalagi saat itu bertepatan dengan peringatan hari sumpah pemuda ke-90, Nurdin mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama saling bahu membahu mewujudkan suksesnya pembangunan dengan semangat dan jiwa sumpah pemuda.

“Dengan semangat sumpah pemuda mari kita bersama-sama satukan hati dan tekad untuk menjaga aset bangsa kita ini,” tutup Nurdin.

Sebelum meninggalkan lokasi acara Gubernur ikut berbaur dengan masyarakat dan ikut berjoget Dangkonh, Nurdin juga menyumbangkan suaranya dengan menyanyikan tembang lagu P Ramle untuk para pengantin.

Dalam kunjungan Nurdin ke Lingga turut hadir Anggota DPRD Provinsi Kepri Syarifah Elvizana, Wakil Bupati Lingga M Nizar, Kepala Dinas Pendidikan M Dali dan Kepala Biro Humprohub Nilwan.

Kajati Kepri Tinjau Proyek Gedung Daerah

0

x.batampos.co.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Asri Agung Putra meninjau pekerjaan pembangunan rumah dinas Bupati Natuna yang dalam tahap pembangunan sejak 2017 lalu. Kunjungan Kajati didampingi Kajari Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga, Senin (29/10).

Menurutnya, pembangunan gedung daerah ini harus dikawal, hingga pelaksanaan proyek bisa selesai pada Desember 2018. Peninjauan proyek ini merupakan, bagian dari program Pengawalan dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Yakni program yang berfungsi mendampingi proyek pembangunan pemerintah daerah.

“Kejaksaan ada program TP4D, kita akan mengawal pembangunan proyek gedung daerah ini. Nah, kita ingin tahu kendalanya, apa bisa selesai diakhir tahun ini. Kalau hasil penjelasan dinas terkait, belum ada kendala yang berarti,” ujarnya.

Pembangunan gedung daerah dilakukan secara bertahap, tahap pertama pada 2017 lalu pematangan lahan yang menghabiskan Rp 9,7 miliar dan pembangunan rumah dinas Bupati Rp 13,9 miliar untuk tahun 2018. Pembangunan akan berlanjut tahun 2019 mendatang.

“Pengawasan dan pengawalan dilapangan langsung ini bagian dari pengawasan TP4D. Termasuk jangan sampai anggaran tersendat. Kita akan kawal agar kontraktor juga kerja keras, bisa selesai tepat waktu,” ujar Asri.

Dikatakan, Asri hasil peninjauan pelaksanaan bangunan sudah 80 persen sesuai laporan dari pihak terkait.

Kadis Perkim Natuna, Hendra Kusuma mengapresiasi kedatangan Kepala Kejati Kepri yang turun langsung untuk melihat proyek pembangunan rumah dinas Bupati Natuna.

“Kami sangat bersyukur kedatangan Kajati Kepri ini, bisa melihat langsung pembangunan gedung daerah ini. Tadi juga sudah dijelaskan, pak Kajati agar bisa selesai tepat waktu. Terus terang kami terus mengenjot pekerjaan ini siang dan malam,” ujarnya.(arn)

Proyek Museum Bahari Dilaporkan Ke Polda Kepri

0

x.batampos.co.id – Proyek Museum Bahari yang dibangun 2017 lalu, kembali dipermasalahkan DPRD Natuna.

Bahkan Komisi II DPRD akan melaporkan dugaan proyek bermasalah tersebut ke Polda Kepri.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Natuna Marzuki mengatakan, hingga saat ini pihak Dinas Pariwisata Natuna dinilai masih menutup-nutupi proses pengerjaan proyek tiang pancang bangunan museum bahari senilai Rp 4 miliar lebih tersebut.

“Sampai hari ini DPRD belum menerima berkas kontrak proyek pemasangan tiang pancang itu. Dengan berkas dokumen pengadaan dan lelang yang kami miliki akan dilaporkan ke Polda,” kata Marzuki, Senin (29/10).

Menurut Komisi II katanya, terjadi perbedaan ketentuan dalam dokumen pengadaan antara pelaksanaan dilapangan. Sehingga timbul pertanyaan, apalagi diketahui nilai proyek yang dibayar pemerintah dari APBN tahun 2017 tidak terjadi perubahan atau revisi anggaran.

“Kami juga pertanyakan, pihak siapa yang merubah antara dokumen pengadaan dan pelaksaan dilapangan,” ujar Marzuki.

Dikatakan Marzuki, adanya laporan bahwa penggunaan perlengkapan dan kualitas konstruksi bangunan tiang pancang tidak standar dalam dokumen pengadaan menjadi dasar Komisi II akan melaporkan temuan tersebut ke Polda Kepri.

“Dalam dokumen pengadaan, palu pemancangan tiang, semestinya menggunakan kapasitas bobot 120 ton. Tapi dilapangannya hanya palu pemancangan digunakan dengan bobot 2 ton. Ditambah kualitas tiang tidak standar, karena buatan sendiri,” ujar Marzuki.(arn)

Pak Wagub Kepri Apresiasi Cerdas Cermat ATB Batam

0
Wagub menyerahkan hadiah untuk pemenang.

Wakil Gubernur Kepri takjub saat menyaksikan kegiatan cerdas cermat dan kreasi jingle ATB 2018.

Gelaran cerdas cermat dan kreasi jingle ATB sukes digelar, animo kompetisi antar sekolah SD dan SMP se Kota Batam terlihat saat babak final digelar. Sepanjang perlombaan, dukungan semangat berupa yel-yel dari setiap sekolah terus menggema memadati atrium Timur Mega Mall.

“Cukup luar biasa hari ini anak-anak di Batam dan Kepri yang mengikuti cerdas cermat ATB, hal ini jadi bukti anak-anak kita cerdas dan pintar-pintar. Antusias dan semangat mereka untuk berkompetisi juga luar biasa. Pemprov Kepri akan terus mendorong untuk kegiatan di dunia pendidikan,” ujar Wakil Gubernur Kepri, Isdianto saat hadir menyaksikan final cerdas cermat dan lomba kreasi jingle ATB, Minggu (28/10)

Isdianto menambahkan, pendidikan untuk anak-anak bukan sebatas di lingkungan sekolah, namun peran orang tua dan lingkungan jadi sangat penting. Anak-anak generasi sekarang akan menjadi penerus bangsa dan penerus pembangunan Provinsi Kepri.

“Tentunya anak-anak didik saat ini yang akan melanjutkan cita-cita pembangunan. Selamat kepada anak-anak kami yang berhasil meraih kemenangan dan yang berlum berhasil jadikan sebagai evaluasi untuk memberikan yang lebih baik. Pemporv Kepri juga menyampaikan terimakasih kepada ATB semoga di tahun mendatang lebih maksimal lagi,” tambah Isdianto

Presiden Direktur ATB Ir. Benny Andrianto Antonius MM yang merasakan langsung aura kompetisi di babak final lomba cerdas cermat, cukup surprise melihat antusias kompetisi yang semakin ketat.

“Saya sangat terkesan karena acara cerdas cermat yang ke delapan tahun ini jadi ajang yang sangat diminati dan selalu dinanti, tidak hanya dari para anak-anak namun juga antusias sekolah yang ikut. Dari waktu ke waktu persaingan semakin ketat sehingga hampir sulit menjadi juara bertahan,” ujar Benny Andrianto

Selain itu, kegiatan cerdas cermat sebagai bentuk tanggung jawab sosial ATB di bidang pendidikan, melahirkan juara-juara baru baik dari SD maupun SMP.

“Tingkat kompetisi menjadi semakin ketat inilah yang membanggakan kita semua, karena
sekolah di Batam dan Kepri semakin memiliki kualitas yang tidak kalah dengan di Pulau Jawa. Semoga kedepan bisa menyemengati sekolah lain di Kepri” tutur Benny.

Cerdas cermat dan kreasi jingle ATB sekaligus memperingati hari sumpah pemuda setiap tahunnya selalu diikuti antisias oleh sejumlah sekolah SD dan SMP di Batam. Histeria pendukung di masing sekolah selalu tampil sangat luar biasa hadir memberikan dukungan.

“Kalah menang merupakan suatu hal yang biasa yang penting adalah kita masing-masing bisa mengedepankan sportifitas dan fairplay sehingga persaingan jadi semakin sehat tingkat kompetisi jadi semakin baik. Diharapkan tahun depan bisa menikmati lagi persaingan yang lebih baik dan tingkat kompetisi yang lebih sehat,” harap pimpinan tertinggi di ATB tersebut.

ATB yang telah menggelontorkan ratusan juta rupiah untuk cerdas cermat dan bantuan beasiswa pendidikan untuk memfasilitasi dunia pendidikan di Batam dengan lebih baik.

“Kemajuan dari suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan, melalui cerdas cermat ATB ini kita membuktikan bahwa anak-anak kita siap jadi penerus membuat bangsa Indonesia menjadi besar dan dikenal di tingkat dunia,” tutur Benny.

Kesempatan cerdas cermat ATB tahun ini juga diumumkan “duta air” yang sebelumnya telah melewati proses seleksi bersama ATB. Serta pemberian beasiswa pendidikan untuk siswa SMA/SMK dan perguruan tinggi, tak lupa ATB juga beri penghargaan bagi siswa yang memiliki prestasi dibidang olahraga. (*)

 

Berikut Ini daftar lengkap juara lomba cerdas cermat ATB:

Pemenang lomba cerdas cermat SD:
Juara 1, SD IT Darussalam
Juara 2, SD 001 Batuaji
Juara 3, SD 001 Sagulung
Juara 4, SD Harapan Utama

Pemenang lomba cerdas cermat SMP:
Juara 1, SMPN 3 Batam
Juara 2, SMP Tunas Baru
Juara 3, SMPN 29 Batam
Juara 4, SMPN 12 Batam

Pemenang Jingle ATB tingkat SD:
Juara 1, SD Edukit Center Mas
Juara 2, SD Mondial
Juara 3, SD 001 Batuaji
Juara 4, Sd 001 Batam Kota

Pemenang Jingle ATB tingkat SMP:
Juara 1, SMPN 06
Juara 2, SMPN 12
Juara 3, SMPN 42
Juara 4, SMP Tunas Baru

Diramaikan Kepri Plus Band

0

batampos.co.id – Meski sudah menjadi band legendaris, lagu-lagu Koes Plus seolah tak usang ditelan waktu. Hingga kini lagunya tetap dapat dinikmati, khususnya melalui para band pelestari lagu-lagu grup Koes bersaudara itu. Salah satunya Kepri Plus, yang nantinya akan memeriahkan acara funbike night Batam Pos, Sabtu (24/11) malam mendatang.

Bambang Suwastiyo yang merupakan pendiri sekaligus vokalis Kepri Plus mengatakan, band asal Batam ini sudah terbentuk sejak 12 tahun silam. “Sejatinya sejak 1988, kami sudah mulai tampil membawakan lagu-lagu orisinil Koes Plus, sewaktu masih bekerja di Otorita Batam (sekarang BP Batam),” ujar Bambang.

Di bawah pembinaan tokoh masyarakat Kepri, Soerya Respationo, Kepri Plus digawangi empat personel yakni, Hendra pada bas, Agus sebagai drumer, Robert Pasaribu sebagai pianis dan keyboardis, serta Bambang pada vokal merangkap gitaris.

Bambang menyebutkan, di event Batam Pos nanti Kepri Plus akan menjadi band pembuka dengan membawakan lagu pertama berjudul Keroncong Pertemuan.

“Karena acaranya bertepatan dengan malam mingguan, maka lagu ini cocok jadi pembuka yang mengisahkan tentang pertemuan seorang pria dan gadis remaja,” terang pria 56 tahun itu.

Ia juga mengaku, Kepri Plus sudah menyiapkan 20 tembang Koes Plus untuk penampilannya di funbike night Batam Pos yang dirangkai dengan car free night Badan Pengusahaan (BP) Batam yang akan digelar di Bundaran BP Batam itu. Sebagai persiapan, pihaknya rutin melakukan latihan dua minggu sekali di Legenda Malaka, yang mereka sebut sebagai Markas Kepri Plus.

“Meskipun lagu yang dibawakan merupakan orisinil lagu-lagunya Koes plus, namun kami meyakini lagu-lagu ini tetap dapat dinikmati semua kalangan masyarakat di Batam. Bagi yang hafal, jangan lupa untuk ikut bernyanyi bersama,” kata.

Sementara pendaftaran funbike night Batam Pos-BP Batam masih dibuka dengan biaya pendaftaran Rp 75 ribu. Panitia menyediakan aneka hadiah, antara lain sepeda motor, frame sepeda gunung, dan hadiah menarik lainnya. (nji)