Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11783

Pengelola Angkutan Laut Dibekali Ilmu Pelayaran

0

x.batampos.co.id – Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas melaksanakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) terhadap pemilik atau pengelola angkutan laut di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Diklat dilaksanakan selama 15 hari, yang dimulai Rabu (31/10) hingga (14/11) mendatang. Pemateri didatangkan dari Sekolah Tinggi Ilmu pelayaran Medan.

”Sasarannya yakni melatih masyarakat yang membawa angkutan laut,” ungkap Sekretaris Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas, Zulkarnain, Selasa (30/10).

Pelatihan ini dilaksanakan secara gratis yang merupakan program dari pemerintah pusat. Peme-rintah daerah sifatnya memfasilitasi. Kuotanya 200 orang lebih. Tapi yang mendaftarkan diri sekitar 185 orang. Kemudian yang ikut cek kesehatan 157 orang, gugur 6.

”Jadi yang lulus cek kesehatan ada 151,” jelasnya.

Ada beberapa kategori sertifikasi dalam pelatihan tersebut. Seperti pelatihan basic training dengan masa pelatihan selama sembilan hari. Kemudian Pemadam Kebakaran di laut latihannya selama lima hari, security training, P3K, dan lain sebagainya.

”Ada yang hanya tiga hari, ada yang sembilan hari tergantung sertifikasi yang diambil,” ungkapnya lagi.

Untuk melatih peserta tersebut dibutuhkan pemateri sebanyak 9 orang dari STIP Medan dan dari Dirjen Perhubungan laut. ”Instruktur enam orang. Dua tim medis satu operator,” ungkapnya.

Sertifikasi ini kata Zulkarnain, hanya berlaku selama satu tahun.

”Jadi harus diperpanjang setiap tahun,” tutupnya.(sya)

Berkunjung ke Batam Pos, Kapolda Kepri Ajak Media Jaga Keamanan

0

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto berkunjung ke redaksi Batam Pos, Rabu (31/10/2018).

Ia ditemani Dirnarkoba, Kombes pol Kayani Sudarto; Kabid Humas, Kombes Pol Saptono Erlangga; dan Kabid Propam Kombes Pol Naek P Simanjuntak.

Hadir dari Batam Pos grup ialah Komisaris Marganas Nainggolan; Dirut Candra Ibrahim; Direktur, Guntus M Sunan; Pimred M Iqbal.

Ada pula GM Pos Metro Batam, Hariyanto pun dari RRI Batam.

Tak Ketingglan Pimred batam TV, Bintoro Suryo

Kesemuanya ialah media yang berkantor di Graha Pena Batam.

foto: batampos.co.id / juanda

Pada kesempatan ini Kapolda mengajak media untuk bersama menjaga keamanan.

“Sebab Polisi tidak bisa berdiri sendiri,” ujar Kapolda. (ska)

Demo, Dari Mukakuning ke Batam Center, Jalan Kaki

0
foto: batampos.co.id / adil

batampos.co.id – Sementara sebagian pekerja berjalan dari tanjung Uncang ke Simpang Dam, sebagian pekerja lain telah bergerak dari Simpang Dam ke Batam Center, Rabu (31/10/2018).

Rombongan ini berjalan kaki.

Mereka tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Mereka demo terkait pembahasan UMK 2019. (adl)

Pekerja telah Bergerak dari Uncang ke Simpang Dam

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pembaca, hari ini kawan-kawan pekerja melakukan long march dari Tanjung Uncang menuju ke kantor Walikota di Engku Putri, Batam Center. Aksi mereka terkait UMK 2019.

Saat ini rombongan sedang bergerak dari Tanjung Uncang. mengendarai motor mereka bergerak pelan menuju Simpang Dam atau yang dikenal juga dengan sebutan Simpang Panbil. Selanjutnya mereka akan menuju ke Batam Center.

Diperkirakan akan tiba di Batam center pukul 11.00 Wib. (ali)

Sukhoi TNI AU Halau Pesawat Asing Keluar Wilayah NKRI

0

batampos.co.id – Tentara Na­sional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) menghalau satu unit pesawat asing tak memiliki izin memasuki wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Selasa (30/10).

Dua sukhoi Su-30 diterjunkan untuk menghalau pesawat asing tersebut. “Iya benar, di halau ke arah barat (keluar dari wilayah kedaulatan NKRI),” kata Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah, Kolonel Pnb M Dadan Gunawan, Selasa (30/10).

Penghalauan ini bermula dari informasi didapat Skuad-ron 11 Makassar yang ditempatkan di Bandara Internasional Hang Nadim. Dari informasi Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) terdeteksi ada pesawat asing tak berizin memasuki wilayah Indonesia. Dua pesawat Sukhoi Su-30 diminta melakukan pengejaran.

“Kami mengejarnya hingga ke timur perairan Tanjungpinang. Saat kami mendekat, pesawat asing ini hilang (kembali keluar wilayah Indonesia),” ungkap Dadan.

Tiga Sukhoi dari Skuadron 11 Makassar saat parkir di Bandara Internasional Hang Nadim, Selasa (301/10). Pesawat Sukhoi yang berada di Bandara Internasional Hang Nadim ini dalam rangka Operasi Tangkis Petir. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Karena adanya pesawat asing yang coba-coba masuki wilayah Indonesia, Kohanudnas meminta dua pesawat Sukhoi itu melakukan patroli. Patroli yang dilakukan menyisir di perbatasan wilayah Indonesia yang ada di Kepulauan Riau.

“Ada sekitar satu jam kami melaksanakan patroli,” ungkapnya.

Terkait atas pelanggaran udara, ada beberapa tingkatan penindakan yang dilakukan oleh TNI AU. Apabila pelanggaran dianggap serius, maka pesawat asing diminta turun (forcedown) menuju bandara terdekat di kawasan Indonesia. Namun bila pelanggaran masih dianggap ringan, pesawat asing ini hanya dihalau keluar wilayah Indonesia.

“Dua pesawat Sukhoi yang mengejar pesawat asing tadi, sudah return to base (kembali menuju Bandara Internasional Hang Nadim,red),” ungkap Dadan.

Terkait keberadaan pesawat Sukhoi di Bandara Internasional Hang Nadim, disebut Dadan dalam rangka Operasi Tangkis Petir. “Pesawat yang dikerahkan dalam operasi ini ada tiga unit terdiri dari dua unit Su-30 dan satu unit Su-27,” ujarnya.

Asisten Operasi Kohanudnas, Kolonel Pnb Yosta Riza menambahkan, operasi ini kegiatan rutin yang diadakan TNI AL setiap tahunnya.

“Operasi ini mulai dari 2 Januari hingga 31 Desember. Namun, setiap periodenya lokasi operasi dilaksanakan di daerah yang berbeda-beda. Untuk di Kepri sendiri, operasi ini dilaksanakan dari 29 Oktober hingga 2 November,” ucapnya.

Sasaran operasi ini mengamankan wilayah Indonesia dari objek-objek asing yang tidak memiliki izin dan melanggar prosedur.

“Ini bentuk TNI AU menjaga kedaulatan wilayah NKRI,” ungkapnya.

Yosta mengatakan selama oper­asi ini dilaksanakan, se­luruh personel selalu siaga, ba­ik teknisi maupun pilot pe­sawat tempur.

“Apabila ada pe­rintah pengejaran, selang 4 m­enit pesawat tempur itu su­dah harus berada di udara. Ke­tika sudah berada di udara­, pilot akan menunggu arahan dari Kohanudnas,” ujarnya.

Operasi Tangkis Petir ini juga mengerahkan satu unit heli Super Puma dan satu unit Her­cules. Selama operasi ini ber­langsung, tiga unit Sukhoi dari Skuadron 11 Makassar itu akan berada di Bandara Internasional Hang Nadim. (ska)

PLN Rugi Rp 18,4 Triliun

0

x.batampos.co.id – Tekanan kurs mata uang asing berimbas pada kondisi keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pada kuartal III 2018, perseroan mencatat kerugian Rp 18,4 triliun. Angka itu merosot tajam jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan raihan laba bersih Rp 3,06 triliun.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov mengakui, penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) memang menjadi salah satu penyebab kerugian PLN tahun ini.

’’Kalau kita lihat, depresiasi rupiah sejak awal tahun hingga saat ini mencapai 12,5 persen,’’ ujarnya, Selasa (30/10).

Asumsi awal, nilai tukar Rp 13.800. Saat ini kurs rupiah terhadap USD sudah menjadi Rp 15.200. ’’Ada selisih Rp 1.400 yang menjadi beban bagi keuangan PLN,’’ jelasnya.

Selain itu, kenaikan ICP (Indonesian crude price) atau harga minyak mentah menambah beban keuangan perusahaan setrum nasional tersebut. Sebab, masih ada porsi pembangkit PLN yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Hingga triwulan ketiga 2018, porsi pembangkit yang masih memakai BBM mencapai 6,18 persen.

’’Pemerintah gencar alihkan penggunaan energ­i fosil ke EBT (energi baru terbarukan). Strategi jangka panjangnya, 1.800 mw pembangkit akan menggunakan CPO (crude price oil),’’ terangnya.

Pendapatan usaha PLN selama periode Januari–September 2018 mencapai Rp 200,91 triliun. Meningkat 9 persen (YoY) sejumlah Rp 187,88 triliun. Sayangnya, beban usaha PLN lebih tinggi daripada pendapatan perseroan, yakni Rp 224 triliun. Meningkat 11,2 persen dari beban usaha perseroan pada periode yang sama tahun lalu Rp 200,3 triliun. PLN harus mengalami kerugian usaha Rp 23,08 triliun.

Untuk menutup rugi, pemerintah sudah memberikan subsidi Rp 39,77 triliun. Karena itulah, PLN mencetak laba usaha setelah subsidi Rp 16,69 triliun. Ditambah dengan penghasilan keuangan Rp 585,9 miliar dan penghasilan lain-lain Rp 8,52 triliun, lalu dikurangi beban keuangan Rp 16,18 triliun, PLN memperoleh laba sebelum kurs dan pajak Rp 9,61 triliun. Namun, laba tersebut harus tergerus oleh kerugian kurs mata uang asing karena pelemahan rupiah Rp 17,32 triliun.

Selain itu, PLN mengalami kerugian sebelum pajak Rp 7,7 triliun ditambah beban pajak Rp 10,7 triliun. Total kerugian mencapai Rp 18,4 triliun.

’’Kebijakan populis pemerintah untuk tidak menaikkan tarif listrik hingga akhir 2019 membuat PLN tidak bisa menyesuaikan TDL di tengah tekanan kurs,’’ ungkapnya.

ilustrasi

Meski begitu, PLN masih bisa melakukan sejumlah strategi guna menekan kerugian. Misalnya, mengoptimalkan hedging nilai tukar serta refinancing. Di sisi lain, pemerintah bakal memberikan PMN (penyertaan modal negara) Rp 6,5 triliun pada 2019 untuk mengompensasi kerugian PLN. Selain itu, PLN harus bisa mengoptimalkan aset produktif untuk menambah pendapatan.

Direktur Keuangan PLN Sarwono optimistis, hingga akhir tahun, perseroan masih bisa membukukan laba. ’’Doakan saja (laba). Insya Allah,’’ tuturnya.

Dia memastikan kondisi keuangan PLN masih cukup bagus dengan DSCR (debt service coverage ratio) lebih dari 1 dan DER (debt to equity ratio) masih di angka 50 persen. Masih jauh di bawah limit DER di angka 300 persen.

Total kebutuhan belanja modal PLN bisa mencapai Rp 80 triliun per tahun yang mayoritas dialokasikan untuk pembangunan pembangkit. Hingga triwulan ketiga 2018, dana investasi yang digelontorkan PLN telah mencapai Rp 60 triliun. ’’Rugi kurs lebih tinggi sekarang,’’ kata Sarwono. (vir/car/c14/fal/jpg)

James Riady Menjawab 59 Pertanyaan Penyidik KPK

0
James Riady

x.batampos.co.id – Konglomerat James Tjahaja Riady diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (30/10). Bos Lippo Group itu dipanggil sebagai saksi dugaan suap perizinan proyek Meikarta yang tengah dikerjakan PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), anak perusahaan Lippo.

James tiba di gedung KPK pukul 09.28. Anak pendiri Lippo Group Mochtar Riady itu langsung menuju ruang pemeriksaan di lantai 3 gedung tersebut. Sekitar delapan jam diperiksa, James keluar dari ruang pemeriksaan pukul 18.45. Dia sempat memberikan keterangan sebelum akhirnya masuk ke kendaraan Land Cruiser Cygnus hitam bernomor polisi B 2982 BP.

”Saya dalam kapasitas pribadi. Saya baru saja selesai proses pemberian pernyataan di KPK,” ujarnya sebelum masuk ke mobil pribadinya itu.

James mengaku menjawab 59 pertanyaan penyidik terkait dengan kapasitasnya sebagai CEO Lippo Group.

”Mencakup segala hal dan saya memberikan semuanya itu dengan penuh kooperatif,” ujarnya.

James mengakui pernah bertemu dengan Bupati Bekasi (nonaktif) Neneng Hassa-nah Yasin akhir 2017. Namun, pertemuan itu tidak terkait dengan perizinan Meikarta yang dibangun di wilayah tersebut. Menurut James, pertemuan itu bersamaan dengan kelahiran anak ­Neneng.

”Saya mampir ke rumah beliau (Neneng, red), mengucapkan selamat. Tidak ada pembicaraan lain,” akunya.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menerangkan, pertemuan antara James dan Neneng merupakan hal wajar. Hal itu juga kerap terjadi di daerah lain.

”Tapi, yang dibicarakan haruslah hal-hal yang benar, bukan policy-policy (kebijakan, red),” paparnya. Menurut dia, pemeriksaan kemarin diperlukan untuk menguatkan tuduhan KPK terhadap para tersangka.

”Kebetulan Pak James merupakan CEO Lippo Group yang membawahi Meikarta tersebut,” imbuh dia.

Penyidik kemarin menggali kapasitas dan kewenangan James terkait dengan perizinan Meikarta. Termasuk apakah ada perintah penyerahan uang suap untuk melancarkan proses perizinan tersebut. (tyo/c6/agm/jpg)

Bocah yang Hanyut di Parit Pagi Tadi Ditemukan

0

x.batampos.co.id – Jasad bocah ditemukan oleh warga. Saat itu ada warga yang sedang bersih-bersih, ia melihat ada kaki terapung.

Iyeth Bustami Ramaikan Kenduri Seni Melayu 2018

0

batampos.co.id – Acara Kenduri Seni Melayu (KSM) Batam tahun 2018 sempena HUT Kota Batam ke-190 ini digadang akan berlangsung meriah dan spektakuler. Berbagai acara seni dan budaya akan ditam-pilkan untuk menghibur masyarakat Batam maupun wisawatan mancanegara (wisman) yang datang selama gelaran itu berlangsung mulai 1-3 November di Dataran Engku Putri, Batam Center tersebut.

”Iyeth itu salah satu penyanyi Melayu yang bisa go international, dikenal luas dari Si-ngapura hingga Malaysia,” kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, Senin (29/10).

Karena itu, pelantun lagu hits, Laksamana Raja di Laut itu diharapkan bisa menarik makin banyak wisman ke Batam. Imbasnya, selain acara itu berlangsung meriah, diharapkan dapat berimbas terhadap ekonomi masyarakat.

”Kalau banyak wisman yang datang, mereka berbelanja di Batam, tentu limpahan manfaat ekonomi juga dirasakan,” jelasnya.

Selain hiburan dari Iyeth Bustami, acara KSM ini juga akan dimeriahkan pertunjukan seribu gasing yang akan berputar-putar di sepanjang Jalan Engku Putri Batam atau di depan Kantor Wali Kota Batam, Jumat (2/11) mendatang. Permainan tradisio-nal Melayu ini diagendakan dimulai pasca salat Jumat dan akan berlangsung selama dua jam.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, tidak hanya gasing, banyak kegiatan yang digelar. Seperti puisi, seni lukis, tari dan lainnya. KSM sendiri diakui, saat ini sudah menjadi bagian dari 100 kalender parawisata nasional.

Tidak hanya itu, pelaku usaha juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. ”Sudah 150 peserta yang mendaftar dari target 200 orang,” imbuhnya.

Negara tetangga yang akan ikut hadir dalam KSM, ada Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Thailand dan untuk tahun ini, ada Tiongkok. Diharapkan, peserta KSM dari mancanegara, akan memberikan perkembangan pemba-ngunan di Batam, khususnya dalam mendukung parawisata.

”Akses perkotaan, seper-ti jalan sudah lebar. Mudah-mudahan bisa 2 juta lebih wisatawan tercapai. Sekarang triwulan III, sudah 1,45 juta orang,” kata Rudi.

Rudi mengajak seluruh paguyuban yang ada di Batam untuk ikut serta. Sehingga, KSM bisa dinikmati seluruh masyarakat Batam.

”Jadi, bukan hanya Melayu. Tapi seluruh elemen masyarakat, untuk menikmati KSM,” ungkap Rudi. (iza)

Boeing Max 8 Lion Air Tetap Terbang

0

Pencarian korban kecelakaan pesawat Boing 737 MAX 8 milik Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 mulai bergeser ke dasar laut. Badan SAR Nasional (Basarnas) menduga masih banyak korban yang terperangkap di dalam badan utama pesawat.

Kabasarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi menjelaskan, hingga pukul 17.00 WIB Selasa (30/10), baru ada 34 kantong jenazah yang berhasil dievakuasi tim gabungan. Sehingga dia memprediksi sebagian besar korban lainnya masih berada di dalam badan pesawat yang diduga tenggelam ke dasar laut.

”Kekurangannya mestinya di dalam pesawat,” ujar Syauqi, Selasa (30/10).

Syauqi menyebutkan, secara kasat mata permukaan perairan laut Karawang telah bersih. Baik oleh serpihan badan pesawat Lion Air, potongan tubuh korban, maupun barang-barang milik penumpang. Apakah Basarnas telah memetakan lokasi badan utama pesawat? Dia menuturkan, arus laut mengarah ke Selatan dan Barat Daya.

Hal itulah yang menjadi alasan mengapa Basarnas membuka posko di Tanjung Karawang.

”Harapannya selain petugas, nelayan-nelayan bisa melapor kalau menemukan sesuatu. Kalau lapornya di Tanjungpriok terlalu jauh,” ujarnya.

Sesuai undang-undang, pencarian korban kecelakaan pesawat bisa dilakukan selama tujuh hari. Namun, bila ada indikasi bisa ditemukan akan ditambah tiga hari. ”Setelah sepuluh hari kami analisa kembali, yang pasti kami berupaya keras 24 jam,” tegasnya.

Syaugi menjelaskan, saat ini evakuasi dan pencarian korban akan fokus ke dasar laut. Ada dua cara pencarian yang dilakukan. Pertama scanning menggunakan alat Multi Beam EchoSounder dan penyelam.

“Kami tetap butuh orang di bawah,” tuturnya.

Hingga saat ini proses scanning masih dilakukan, target utamanya untuk menemukan badan utama pesawat. Titik koordinat jatuhnya pesawat telah diketahui, namun bodi utama pesawat masih dideteksi. ”Nanti kalau sudah ditemukan, pasti kami update,” paparnya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, kemarin.

Sementara informasi dari Disaster Victim Indonesia (DVI) Polri diketahui setidaknya ada 34 kantong jenazah yang telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati hingga pukul 17.00, kemarin. Namun, bukan berarti jumlah tersebut sama dengan jumlah jenazah yang ditemukan.

Kepala RS Polri Kombes Musyafak menuturkan dalam proses identifikasi ini kemung-kinan jenazah tidak utuh. Ada bagian-bagian tubuh yang cukup banyak, sehingga memerlukan tes DNA.

”Dari semua itu perlu dicek satu per satu,” jelasnya.

Proses identifikasi terhadap jenazah korban memerlukan waktu sekitar 4 hari hingga 5 hari. Namun, tetap memerlukan keluarga korban untuk bisa segera mendatangi RS Polri.

”Untuk tes DNA dibutuhkan sampel, dari keluarga inti. Seperti, orangtua, anak, kakak atau adik kandung,” ujarnya.

Hingga pukul 15.00 diketahui dari 182 penumpang yang terdiri dari 179 penumpang dewasa, satu penumpang anak, dan dua penumpang bayi, masih ada 11 keluarga keluarga korban yang belum melaporkan atau menyerahkan data antemortem.

Tetap Terbang

Jatuhnya Pesawat Boeing 737 Max 8 milik maskapai Lion Air (JT-610) membuat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuat langkah pencegahan. Seluruh pesawat berjenis serupa wajib melakukan inspeksi. Meski begitu, pesawat jenis ini tetap boleh terbang dan melayani penumpang.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini total ada sembilan unit pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia. Rinciannya, delapan unit milik Lion Air dan satu lagi milik maskapai pelat merah Garuda Indonesia.

’’Kemenhub sudah kirim surat untuk Lion Air dan Garuda untuk inspeksi pesawat Boeing 737 Max 8,’’ kata Budi di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Selasa (30/10).

Budi menegaskan pengiriman surat untuk kedua maskapai itu tidak didasari dengan praduga apapun. Murni dilakukan untuk pengecekan. Pengecekan atau inspeksi itu dilakukan oleh Direktorat Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub. Kemudian hasilnya diserahkan ke Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT).

’’Nanti KNKT yang menentukan apa yang menjadi penyebab (kecelakaan pesawat JT-610, red),’’ jelas Budi.

Menurut dia, proses inspeksi seluruh pesawat itu bukan lantas seluruhnya tidak boleh terbang. Pengoperasian tetap berjalan normal seperti biasa. Proses inspeksi hanya dilakukan untuk pemetaan atau mapping kondisi pesawat.

Apalagi, menurut Budi, ada informasi bahwa pilot pesawat nahas JT-610 sempat meminta persetujuan untuk kembali mendarat (return to base/RTB) di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang. Permintaan tersebut bisa mengindikasikan ada hal-hal yang perlu diklarifikasi. Budi menegaskan perlu dilakukan analisis berkaitan dengan kondisi pesawat.

Budi juga menjelaskan melalui upaya inspeksi tersebut, juga bakal diketahui catatan perawatan pesawat selama 30 hari terakhir. ’’Biasanya catatan itu ditulis dalam look book,” tuturnya.

Terkait dengan penjatuhan sanksi kepada maskapai, Budi mengatakan ada prosedurnya. Sanksi diberikan ketika sudah ada keputusan dari KNKT terkait penyebab kecelakaan. Sanksi diberikan setelah tahu apa kesalahannya.

’’Apakah yang salah manajemen, pesawatnya, kru, atau SOP. Kami menunggu dari KNKT,’’ kata dia.

Budi juga mengatakan, saat ini tidak hanya pemerintah yang melakukan investigasi. Pihak Boeing juga melakukan investigasi atas kecelakaan yang merenggut korban 189 orang itu. Nantinya hasil investigasi dari pemerintah maupun Boeing sama-sama diserahkan ke KNKT.
Sebelum memberikan keterangan kepada media, Budi sempat mendampingi Presiden Joko Widodo melihat puing-puing yang ditemukan selama proses pencairan korban.

Puing-puing itu dijejer sangat banyak. Mulai dari aneka tabung komponen pesawat, potongan busa bangku penumpang, sepatu dan sandal penumpang, serta baju milik penumpang.

Sebelum Jokowi tiba, beberapa petugas sempat berhasil menemukan potongan tubuh korban. Potongan tubuh tersebut dimasukkan dalam kantong mayat. Hampir bisa dipastikan dari sekian banyak kantong jenazah itu, tidak ada yang utuh. Terlihat saat diangkat petugas, potongan tubuh korban tidak terlalu besar. Setiap satu kantong mayat, dibawa satu ambulans ke RS Polri.

Bos Lion Air sekaligus Dubes RI di Kuala Lumpur Rusdi Kirana juga turut hadir di dermaga JICT 2. Dia datang lebih dahulu ketimbang Presiden Joko Widodo. Rusdi juga sempat melihat puing-puing pesawat miliknya. Awalnya dia sempat berada di kerumunan Jokowi. Tetapi Rusdi tidak ikut Jokowi saat melihat serpihan puing.

’’Kami bersedia diaudit. Kami bersedia diinspeksi,’’ katanya.

Dia menegaskan, Lion Air tidak keberatan jika pemerintah menjatuhkan penalti akibat kecelakaan tersebut. Dia menegaskan penjatuhan hukuman tentu tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan. Bukan atas dasar emosi. Dia mengatakan, saat ini terlalu dini jika menyimpulkan siapa yang salah. Sebaiknya menunggu sampai blackbox ditemukan.(wan/ori)