batampos.co.id – Hampir empat bulan lampu Welcome To Batam (WTB) tidak menyala karena digondol maling. Kini, ikon kota Batam tersebut telah hadir dengan wajah baru, dengan tampilan berbagai warna seperti merah, kuning maupun hijau.
“Sekarang sudah warna-warni. Walau demikian, tampilan lama bisa juga, tinggal di-stel atau disetting saja,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Suhar, kemarin.
Seperti diketahui, lampu, kabel hingga panel WTB di Bukit Clara digondol maling awal Juli lalu. Kerugian mencapai Rp 103 juta, pengerjaan penggantian kembali dianggarkan sebesar Rp 172 juta.
Suhar menambahkan, sistem keamanan di WTB akan ditingkatkan, dari penempatan Satpol PP hingga pemasangan kamera pengintai lokal, kedepan jika tidak ada aral melintang bisa diawasi langsung di Kominfo.
“Untuk sementara kita lokal dulu, guna merecord kalau ada kejadian serupa,” ucapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memasang alat sensor baik pada lampu hingga semua aset berharga terkait WTB, yang dihubungkan ke alarm. Jika ada aktivitas mencurigakan akan terdeteksi dan alarm akan berbunyi. “Ini semua demi keamanan di sana,” imbuhnya.
Rampungnya pemasangan lampu ini, kata Suhar, sesuai dengan target akan dinyalakan seiring gelaran Kenduri Seni Melayu yang akan digelar 1 November hingga 3 November 2018.
“Target kami memang begitu, settingan sudah final pas pembukaan KSM,” imbuhnya.
Soal kehilangan fasilitas publik bukanlah hal baru. Kabel optik lampu lalulintas Simpang Jam (Simpang Laluan Madani) sudah tiga kali hilang. Ironisnya, kehilangan terjadi di lokasi yang sama persis.
Akan hal ini, Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin meminta masyarakat turut sadar menjaga fasilitas publik.
“Kami berharap masyrakat turut andil Medai juga, mungkin lewat tulisan yang baik dapat menyentuh hati mereka yang ingin melakukan tindakan merugikan tersebut,” harapnya.
Ikut menjaga Batam, kini tengah digaungkan Pemko Batam. Wali Kota Batam Muhammad Rudi sudah meluncurkan hastag #BataMiliKita, ini ditujukan agar semua turt menyadari bahwa Batam merupakan milik bersama yang mesti dijaga bersama. (iza)

Lokasinya tepat berada di Komplek Peternakan Sei Temiang. Sehingga tidak heran kalau gerbang masuknya mirip dengan gerbang masuk desa-desa.
x.batampos.co.id – ATB dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp 1,3 miliar untuk disumbangkan ke korban gempa di Palu, Donggala dan Sigi.
Cara yang dilakukan panitia acara untuk menggalang dana sangat efektif. Di masing-masing meja tamu undangan, disediakan formulir yang digunakan untuk mengisi nama, nomor telepon dan jumlah sumbangan. Masing-masing peserta acara harus menyumbang paling kecil sebanyak Rp 2 juta rupiah.


x.batampos.co.id – Warga kembali mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Di Kecamatan Seibeduk misalnya, keberadaan gas melon bersubsidi itu kosong di beberapa pangkalan, kalaupun ada, warga mendapatkannya di pangkalan tak resmi dan harganya cukup mahal yakni Rp 23 ribu dari harga resmi Rp 18 ribu. Mirna, warga Puriagung II, Mangsang mengaku kelangkaan gas bersubsidi itu sudah berlangsung dua minggu belakangan ini.

