Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11804

Ada Usul 3 Oktober Sebagai Hari Anti Hoax

0
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok Humas)

x.batampos.co.id – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil merekomendasikan 3 Oktober sebagai hari anti hoax nasional.

“Saya hanya mengusulkan saja 3 Oktober sebagai hari anti hoax. Karena pengakuan pembuatan hoax terbaik pada 3 Oktober kemarin,” kata Ridwan Kamil di Bandung, Kamis (4/10).

Menurut pemimpin yang akrab disapa Kang Emil, berita pemukulan Ratna Sarumpaet di Bandung merupakan peristiwa luar biasa, kemarin. Karena yang menjadi korbannya itu level-level elit nasional.

“Yang jadi korban level elit-elit nasional dan ini hikmah bahwa kondisi bangsa Indonesia seperti ini mudah dibohongi,” ujarnya.

Berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran. Agar bisa terus diingat maka diusulkan 3 Oktober sebagai hari Anti Hoax nasional.

Selain itu, Kota Bandung sangat dirugikan maka sebagai Gubernur Jawa Barat, dirinya meminta Ratna Sarumpaet meminta maaf kepada warga Bandung. Karena perihal hukum akan ada pihak analisanya.

“Karena warga Jabar khususnya Bandung banyak dirugikan, komplen merasa Bandung jadi tidak aman karena berita bohong itu. Angkasa Pura II Bandara juga rusak dianggap tidak ada pengaman, (militer) AU juga merasa tercoreng seolah-olah kecolongan, itu kan berita bohong. Jadi mengimbau cukup untuk minta maaf,” pungkasnya.

Sebelumnya Ratna Sarumpaet dikabarkan dipukuli oleh orang tidak dikenal di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 21 September 2018 lalu. Namun akhirnya berita tersebut merupakan hoax karena fakta-fakta di lapangan tidak ada dugaan penganiayaan di Bandung. Dilanjut dengan pengakuan Ratna Sarumpaet bahwa berita itu hoax. (ona/jpg)

Imunisasi MR di Kepri Diperpanjang hingga 31 Oktober

0
ilustrasi

x.batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjejep Yudiana menegaskan pemberian imunisasi MR di Kepri diperpanjang hingga 31 Oktober mendatang. Hal tersebut terkait belum targetnya pencapaian imunisasi MR di Kepri.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Kepri agar mau mengimunisasi MR anaknya, pihaknya terus gencar menggelar pertemuan dengan tokoh masyarkat, kepsek, MUI, tokoh agama di beberapa kabupaten/kota di Kepri, termasuk di Batam yang penduduknya paling padat di Kepri.

“Kendala terbesar dan paling sulit itu adalah sudah terlanjurnya masyarakat terbentuk opini bahwa pemberian imunisasi atau vaksin MR ke anak itu haram hukumnya. Tanpa dukungan yang kuat dari seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, MUI dan pimpinan daerah, mustahil target imunisasi di Kepri bisa dicapai,” ujar Tjejep, Rabu (3/10) sore.

Anak yang terkena rubella yang sudah tercatat Dinkes Kepri, lanjut Tjejep, jumlahnya mencapai 114 anak yang tersebar di kabupaten/kota se-Kepri.

“Itu untuk jumlah yang dilaporkan loh ya. Kalau yang tak terlaporkan, saya yakin jumlahnya lebih banyak. Bahkan saat rapat kami dengan Kabid penanggulangan penyakit di Tanjungpinang, tiap satu RW itu, rata-rata dua sampai tiga anak terkena rubella. Tapi orangtuanya enggan melapor ke dinkes karena mereka tak mau anaknya sampai terpublikasi terkena rubella,” terangnya.

Jumlah terbanyak anak ditemukan terkena rubella sendiri, lanjut Tjejep, didominasi dari Batam.

“Tapi saya jumlah pastinya tak hafal. penderita ini ketahuan terkena rubella setelah memeriksakan ke rumah sakit. Sementara yang sudah terlanjur kandunganya keguguran, terlanjur cacat, itu tak diperiksakan oleh orangtuanya. Contoh faktanya adalah siswa di SLB,” katanya.

Di Kepri sendiri saat ini jumlah SLB ada enam, termasuk di Batam dengan jumlah murid sekitar dua ribuan lebih. Tjejep menegaskan dari jumlah SLB tersebut tiap sekolah itu sebagian dipastikan cacat karena terkena rubella.

“Kalau kurang yakin dengan ganasnya virus rubella yang menjangkiti anak-anak di Kepri, saya sarankan masyarakat datanglah ke SLB. Virus rubella sendiri bagi yang terjangkit dampaknya menimbulkan kebutaan, bisu, tuli, perkembangan tubuhnya tak normal atau cebol hingga ke kematian,” terang Tjejep.

Untuk jadwal pemberian imunisasi MR sendiri di tiap posyandu dilakukan sebulan sekali. Sementara untuk di puskesmas se-Kepri dilakukan tiap seminggu sekali dan itu semua gratis. Sedangkan di rumah sakit bisa dilakukan tiap hari, namun dikenakan biaya jasa penanganan dokter.

“Kenapa di puskesmas dilakukan seminggu sekali? Sebab yang datang ke puskesman untuk imunisasi jumlahnya sedikit sekali. Kalau tiap hari hanya ada tiga atau empat orang saja yang mau imunisasi MR, itu sangat mubazir sekali. Karena satu ampul vaksin MR itu harus dipakai untuk delapan anak dan sekali dibuka, apabila masih tersisa, harus segera dibuang, tak boleh lagi disimpan atau digunakan lagi ke anak lainnya,” ujar Tjejep mengakhiri. (gas)

Batam Menunggu 10 Bus Bantuan Kemenhub

0

batampos.co.id – Dishub Batam akan terus melobi kementerian perhubungan untuk segera merealisasikan 10 unit armada. Di mana saat ini, armada tersebut sangat dibutuhkan di Batam untuk menambah armada yang ada di Batam.

“Kita dapat 10 tetapi hanya baru tertulis. Hingga kini fisiknya belum ada sekali. Kita berharap realisasinya segera,” kata kepala dinas perhubungan Kota Batam, Rustam Efendi, beberapa waktu lalu.

Rustam mengatakan saat ini masih ada sekitar 57 trans Batam yang beroperasi. Tetapi jumlah tersebut sangat jauh dari jumlah layak untuk melayani seluruh Batam. Apalagi sudah ada beberapa unit di antaranya yang memang sudah harus diremajakan.

“Kalau misalnya di hinterland, sudah ada beberapa yang harusnya diganti.Dan kalau ini sudah ada kita rencana mau buat satu atau dua di sana,” katanya.

Sementara itu, anggota komisi III DPRD Kota Batam meminta Dishub untuk terus melobi pusat. Menurutnya, semakin banyak bus trans Batam maka akan semakin bagus untuk Batam.

“Kalau bus jumlahnya bertambah, maka akan semakin banyakk warga yang naik trans Batam. Kalau sekrang banyak warga yang malas naik Trans Batam karena tidak ada kepastian waktu berangkatnya. Terkadang lama ditunggu, terkadang cepat,’ katanya.

Meski demikian, ia mengaku bahwa saat ini peminat trans Batam sudah mulai ramai.Ini tidak lepas dari pelayanan yang sudah pelan-pelan berangsur baik.

“Tetapi tetap pelayanan harus terus ditingkatkan. Harus terus semakin baik. Kalau pelayanan baik, maka akan menjadi pilihan utama warga,’ katanya. (ian)

Ajak Partisipasi Masyarakat, Walikota Serukan Tagar #BataMiliKita

0

batampos.co.id – Walikota Batam, Muhammad Rudi mengajak masyarakat untuk menjaga Batam. Ajakan disampaikan melalui gerakan moral bertagar #BataMiliKita (Batam Milik Kita).

“Batam ini terdiri dari multi etnis, multi agama, multi suku, multi profesi, dan multi lainnya. Maka harus ada satu tekad yang menyatakan kita harus bersatu. Sering saat berpidato saya bertanya, Batam ini milik siapa, jawabannya Batam milik kita. Semua kita harus bersatu,” kata Rudi di Batam Centre, Rabu (3/10/2018).

Tagar #BataMiliKita bisa diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Pada bidang kebersihan misalnya melalui kegiatan gotong royong, gerakan tidak membuang sampah di jalan, tiap kendaraan memiliki tempat sampah agar tak buang ke jalan.

Dalam hal tata kota, #BataMiliKita juga bisa diaplikasikan melalui kesadaran untuk tidak membuat bangunan di atas drainase, tidak merusak taman yang telah dibuat, tak menempel atau memaku iklan di batang pohon, menjaga fasilitas umum, dan tidak melakukan aksi vandalisme. Parkir pada tempatnya, tidak memakai pedesterian untuk kegiatan selain pejalan kaki, juga bisa masuk dalam gerakan moral #BataMiliKita ini.

Inti dari gerakan moral ini adalah mengajak masyarakat Batam untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota Batam. Baik dilakukan sendiri maupun saling mengingatkan satu sama lain.

“Batam ini masyarakatnya majemuk, berasal dari berbagai daerah dengan beragam budaya. Adat budaya tempatan harus kita junjung, tapi bukan berarti budaya lain dibiarkan saja. Semua bergandengan teratur,” tuturnya.

Ia berharap gerakan moral ini bisa menyentuh seluruh masyarakat. Bila perlu akan dicanangkan secara khusus oleh Walikota. Sehingga pada akhirnya seluruh masyarakat tumbuh rasa memiliki dan mau menjaga Batam dari segala hal negatif. Batam menjadi kota yang lebih nyaman untuk ditempati warganya dan dikunjungi wisatawan.

“Akan kita canangkan, #BataMiliKita. Mari sebarluaskan semangat ini. Saya yakin suatu waktu nanti Batam ini hebat,” ujarnya. (iza)

Tak Pasang Tapping Box, izin Usaha Bisa Dibekukan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus menggali potensi pendapatan daerah. Terkhusus pajak, kini sedang intens dilakukan pemasangan tapping box (perekam transaksi).

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, kehadiran sistem tersebut selain mencegah kebocoran. Juga bermanfaat bagi pengusaha sendiri, karena transaksi keuangannya terarah.

“Kalau tak dilaksanakan dengan sistem yang kita siapkan. Kita perlu tanyakan ada apa,” ucap Rudi.

Bahkan, ia mengatakan jika kecurigaan tersebut terbukti akan ditindak. “Jika tak mau, ada kecurigaan ini, bisa saja nanti izinnya bekukan,” tambah Rudi.

Ia mengatakan, Kamis (4/10) ini bertempat di Kantor Wali Kota Batam akan ada sosialisasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Turut diundang pengusaha, pejabat keuangan, hingga camat dan pimpinan OPD.

“KPK pun komit akan lakukan tindakan (jika ada pelanggaran,” ucapnya.

ia mengatakan, hal ini selain dengan tujuan mewujudkan pemerintahan yang pengelolaan keuanggnya baik juga menambah Pendapatan Batam.

“Sebenarnya ini sudah kami lakukan dari dulu. PAD itu salah satu sumber membiayai pembangunan Batam ini,” kata dia.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah mengungkapkan target pemasangan tapping box sampai di Oktober berjumlah 200 unit. Pihaknya menyiapkan lima tim, terdiri dari tiga tim pemasangan dan dua tim servey.

“Sekarang lagi berlangsung di lapangan. Kita targetkan sebelum akhir tahun sudah selesai,” katanya, kemarin.

Diakui Raja, sebelum pemasangan tapping box ini pihaknya memanggil 89 Wajib Pajak (WP). WP tersebut disurvey kelayakan pemasangan Tapping Box, 31 wajib pajak sudah bisa langsung dipasang. Sementara sisanya masih menunggu jadwal pemasangan.

Ia menambahkan kedepan Bank Riau Kepri memiliki target pemasangan tipping box sebanyak 400 unit.

“Tahun ini juga ada penambahan 10 dari Bank BJB. Jadi totalnya 210 unit,” tuturnya.

Ia menambahkan, target WP memasang tapping box ini merupakan target minimal di tahun ini. Hal ini tidak terlepas dari masih banyaknya WP di Batam yang belum memasang peralatan berbasis online ini.

“Kita maksimalkan di wajib pajak potensinya masih bisa ditingkatkan. Sehingga pelaporan juga lebih akurat,” tuturnya.

Penerapan sistem pajak online juga bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk menjadikan Batam sebagai smart city. Pemasangan juga bukan hanya pada WP hotel dan restoran, melainkan juga pada pengelola parkir, hiburan dan sumber pajak lainnya. Pemasangan bersifat wajib, artinya WP tidak bisa menolak jika sudah ditetapkan pemerintah.

BP2RD mengingatkan WP untuk tidak menghalangi proses survey dan pemasangan tapping box. Mengingat hal ini sudah diatur dalam perwako 25 Tahun 2016 tentang tata cara pembayaran Dan pelaporan pajak secara online. Selain itu wajib pajak juga wajib memberikan akses ke BP2RD, menyediakan mesin cash yang sesuai dengan alat perekam elektronik. (iza)

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam mendeportasi 48 Warga Negara Asing

0

batampos.co.id – Hingga Juni tahun ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam mendeportasi 48 Warga Negara Asing (WNA) karena melanggar izin tinggal dan melakukan pelanggaran hukum.

“WNA paling banyak dipulangkan berasal dari Vietnam. Rata-rata kena deportasi karena melakukan ilegal fishing,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Kota Batam Lucky Agung Bintarto, Rabu (3/10).

Ada 16 WNA Vietnam yang kena deportasi. Dan banyak dari mereka datang dari Kantor Imigrasi Natuna. WNA Vietnam tersebut ditangkap karena masuk Indonesia tanpa ada identitas resmi.”Banyak melayan Vietnam yang masuk ke perairan kita di Laut Natuna,” ungkapnya.

Dari data yang dihimpun Imigrasi Batam, mereka juga memulangkan 11 WNA Bangladesh, sembilan WNA Malaysia, tujuh WNA India, tiga WNA Singapura, dua WNA Myanmar, dan satu WNA masing-masing dari Amerika, Tiongkok, Pakistan dan Tanzania.

Untuk tahun lalu, Imigrasi Batam mendeportasi 142 WNA yang didominasi WN Vietnam yaitu sebanyak 83 orang.

Kemudian WN Singapura 16 orang, WN Malaysia 13 orang, Thailand lima orang, tiga dari Filipina dan sisanya dari negara lainnya 22 orang.

Di 2016 WNA yang dideportasi sebanyak 104 orang yang didominasi WN India dengan jumlah 26 orang.

Kemudian Singpaura 20 orang, Tiongkok 15 orang, Malaysia 10 orang, Vietnam tujuh orang dan dari beberapa negara lainnya 26 orang. (leo)

Cuaca Panas, Perbanyak Minum Air Putih

0
ilustrasi

x.batampos.co.id – Cuaca panas yang terjadi beberapa hari belakangan ini membuat masyarakat rentan diserang penyakit. Kepala Puskesmas Seilekop, Erizal karena cuaca dan suhu naik, disarankan warga untuk menjaga kesehatan dengan banyak mengonsumsi air putih dan buah-buahan.

“Iya cuaca memang panas. Baiknya jangan minum air es berlebihan juga jangan berlama-lama berada di luar ruangan,” ujar Erizal kepada Batam Pos, Rabu (3/10/2018).

Dia mengatakan kondisi cuaca dan suhu yang tinggi menyebabkan tubuh rawan terserang penyakit, salah satu yang paling umum adalah radang tenggorokan, flu hingga ISPA. “Disarankan untuk banyak minum air putih, jangan air es,” katanya.

Selain itu, meningkatnya polusi dan debu juga mengakibatkan pernapasan terganggu. Jika aktivitas banyak dilakukan di luar ruangan, disarankan untuk menggunakan masker. “Saat ini ISPA masih tinggi. Dalam sebulan rata-rata 250 penderita yang berobat di Puskesmas Seilekop,” jelasnya.

Kepala Dinas kesehatan Kota Batam Didi Kusmajardi menyebutkan ada 31.419 ribu penderita ISPA sepanjang Januari-Agustus. Puskesmas yang tertinggi penderita ISPA adalah Sekupang yakni 6.806 penderita. Kemudian Puskesmas Botania menempati urutan kedua yakni 4.325 dan Seilekop yakni 2.993.

“ISPA ini penyebabnya daya tahan tubuh yang melemah, polusi udara yang tidak sehat dan lainnya,” katanya.

Didi menyebutkan, penyakit yang menyerang hidung, trakea (pipa pernapasan), atau paru-paru ini banyak menyerang bayi dan balita. Gejala penyakit ini bervariasi, mulai dari demam, nyeri tenggorokan, pilek dan hidung mampet, batuk kering dan gatal, batuk berdahak dan lainnya. (une)

Penyelenggara Parkir Wajib Ganti Kendaraan Hilang

0

batampos.co.id – Pengelola dan penyelenggara parkir dituntut ekstra waspada. Pasalnya, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018 tentang pajak dan retribusi parkir mengamanatkan kehilangan kendaraan bermotor menjadi tanggungjawab pengelola atau penyelenggara parkir.

“Kewajiban mengganti rugi kendaraan atau barang yang hilang di tempat parkir merupakan amanat Perda. Ini yang belum banyak disampaikan kepada masyarakat,” kata Sukaryo, anggota Panitia Khusus (Pansus) Perda Nomor 3 Tahun 2018 tentang pajak dan retribusi parkir, Selasa (2/10).

Menurutnya, pajak dan retribusi yang dibayarkan masyarakat pada penyelenggara parkir, sudah mencakupi asuransi kehilangan kendaraan tersebut. Kewajiban mengganti kerugian kehilangan dan kerusakan kendaraan yang diparkir ini diatur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Detailnya kita atur di pasal 12 Perda 3 Tahun 2018,” tutur dia.

Sukaryo menambahkan, kewajiban mengganti kerugian kehilangan dan kerusakan kendaraan ini wajib diberlakukan sejak perda parkir disahkan. Perda diatur dan berlaku di setiap pengelola parkir baik di bandara, pelabuhan, mal, rumah sakit ataupun parkir di ruang milik jalan.

“Karena sudah ada sosialisasi, artinya sudah harus berlaku,” tegas Sukaryo.

Seorang juru parkir sedsng mengatur kendaraan | Cecep Mulyana/Batam Pos

Terkait klaim kendaraan rusak atau hilang, politikus PKS itu mengaku diatur di Peraturan Wali Kota (Perwako).

“Hal-hal teknis ini harus disampaikan dishub ke pengelola parkir dan masyarakat. Untuk klaim kita pertegas di perwako retribusi dan pajak parkir,” jelas dia.

Perda No 3 Tahun 2018 menegaskan kewajiban pemerintah daerah untuk beralih ke e-parkir. Jadi ke depan parkir ruang milik jalan yang berada di pinggir-pinggir jalan diubah ke e-parkir. Menurut Sukaryo, dalam rapat kemarin dishub berjanji tahun depan mulai menerapkan sistem ini.

“Modelnya seperti di Jakarta dipasang portal di titik parkir ruang milik jalan,” sebut dia .

Sukaryo menambahkan, dari kajian dishub penerapan sistem e-parking berpotensi meningkatkan retribusi parkir kota Batam yakni menjadi Rp 26 miliar. Sistem ini dinilai juga lebih transparan mengingat uang yang masuk ke kas daerah berdasarkan potensi rill retribusi parkir.

“Karena itu (e-parkir) amanat perda, maka ke depan wajib diterapkan. Kita tanya dishub mereka berjanji akan memulai di tahun 2019,” jelas Sukaryo. (rng)

Bawaslu Kota Batam Pantau Caleg Berhadiah

0

batampos.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam mulai melakukan pengawasan berbagai macam pelanggaran selama masa kampanye terbuka terbatas dimulai.

Ketua Bawaslu Batam, Syailendra Reza mengatakan ada beberapa hal yang menjadi prioritas selama masa kampanye selain baliho dan spanduk yakni besaran hadiah yang diberikan calon legislatif setiap berkampanye.

“Acara caleg berhadiah ini sangat rawan ya. Kemarin kami hentikan satu acara caleg karena total hadiah melebihi ketentuan,” kata dia usai membuka Sosialisasi Pelanggaran Pemilu DPR, DPRD, DPD serta Prediden dan Wakil Presiden tahun 2019 di Nagoya Mansion, Selasa (2/10).

Ia menyebutkan sesuai dengan ketentuan harga barang atau hadiah yang diberikan bernilai maksimal Rp 1 juta untuk perorangan. Maka dari itu Bawaslu menggelar sosialisasi kepada peserta partai politik agar bisa memantuhi ketentuan tersebut.

Reza menambahkan hal lain yang dipantau adalah keberadaan media sosial yang digunakan untuk berkampanye. Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam ada dua partai politik yang tidak mendaftarkan media sosial untuk kampanye.

“Kami sudah berkoordinasi juga dengan kepolisian untuk menertibkan medsos yang melanggar ketentuan,” ujarnya.

Mengenai tindakan yang diberikan terkait pelanggaran di dunia maya ini, pria yang dulu pernah berprofesi sebagai dosen mengatakan penindakan biasa berupa pemblokir akun yang melanggar tersebut.

“Ini salah satu upaya kami,” tutupnya. (yui)

ACT Gandeng Vivo Indonesia Bantu Korban Gempa Palu dan Donggala

0

Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 dan tsunami yang melanda kawasan Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB, telah menyisakan duka mendalam bagi para korban dan juga seluruh bangsa Indonesia, tak terkecuali bagi Vivo Indonesia.

Untuk meringankan beban masyarakat terdampak gempa dan tsunami, Vivo Indonesia memberikan donasi sebesar Rp 4 miliar yang disalurkan melalui Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia menyatakan “Donasi yang vivo berikan ini tentu saja tidak bisa menggantikan kerusakan dan kehilangan yang terjadi, namun vivo merasa sangat perlu untuk mendukung program penanganan bencana, terutama untuk membantu kelangsungan hidup korban yang selamat.  Ini menjadi duka kita bersama, kami berharap upaya yang dilakukan berbagai pihak dapat membantu meringankan beban ribuan saudara kita di Palu, Donggala, dan area terdampak lain.”

Menurut Edy, bantuan dari vivo ini akan dikonversikan dalam bentuk logistik yang dibutuhkan para korban bencana. Ia menambahkan, Vivo Mobile Indonesia mengapresiasi penuh penanganan bencana Palu dan Donggala yang dilakukan secara tanggap, cepat, dan terkoordinasi dari berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah, swasta, maupun negara lain. Dalam bencana ini pun, beberapa rekan kerja, tim Sales, dan rekan bisnis dari Vivo Mobile Indonesia yang berada di Sulawesi Tengah pun turut menjadi korban; sekaligus beberapa saudara dari karyawan yang bekerja di Vivo Mobile Indonesia.

Donasi secara simbolis diserahkan langsung oleh Fachryansyah Farandy, General Manager for Digital and Partnership PT Vivo Mobile Indonesia kepada Rini Maryani, Vice President Aksi Cepat Tanggap yang bertempat di Kantor Pusat ACT.

“Vivo bekerjasama dengan ACT yang telah sangat sigap dan profesional menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana, termasuk untuk bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sejak awal. Kami pun berharap bantuan yang diberikan ini dapat sesegera mungkin menjangkau para korban.”

Menerima langsung amanah donasi kemanusiaan dari vivo untuk Palu – Donggala, Rini mengapresiasi penuh kepercayaan yang telah dititipkan.

“Kepedulian dari Bangsa ini, termasuk dari vivo akan menjadi energi penggerak untuk segera memulihkan Palu dan Donggala. Seperti tagar yang diinisiasi oleh ACT bertajuk #IndonesiaBersamaPaluDonggala,” ujarnya.

Pasca gempa besar dan tsunami di wilayah Palu dan Donggala, Tim Disaster Emergency Response (DERM) ACT langsung merencanakan pemberangkatan personil menuju Donggala dan Palu, berkoordinasi dengan Tim ACT Sulawesi Selatan dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Selatan. Pada Sabtu dini hari (29/9), Tim Disaster Emergency Response (DERM) ACT berangkat menuju Donggala dan Palu melalui jalur udara ke Gorontalo, lalu disambung dengan perjalanan darat.

Pada Minggu (30/9), sebanyak 24 relawan ACT Sulawesi Selatan, MRI Sulawesi Selatan, dan tim ACT berangkat dari Makassar menuju Bandara Mutiara SIS Al Jufri di Palu. Evakuasi korban yang terjebak di reruntuhan bangunan dan yang terkena terjangan tsunami di pantai Palu terus dilakukan, sembari mencari titik-titik untuk membuka posko kemanusiaan. Tambahan tim ACT berikutnya yang tiba, dialihkan ke bandara Mamuju karena kepadatan bandara Palu. Bersamaan dengan itu, MRI Kalimantan Timur sebanyak 13 orang relawan berangkat menuju Palu dan Donggala dari Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

Pada hari kedua pascabencana, ACT telah menurunkan tim yang terbagi di beberapa titik, tim Emergency Response-ACT yang menuju Donggala dari Gorontalo, tim MRI-ACT dari Mamuju yang berada di Donggala sebelah barat teluk, tim MRI-ACT dari Sulawesi Selatan di Kota Palu, dan tim MRI-Kalimantan Timur yang menuju Palu dari Balikpapan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah terbaru korban yang meninggal dunia pascagempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, hingga Selasa (2/10) petang, telah mencapai sebanyak 1.374 jiwa. Tim ACT telah menyiapkan Posko Kemanusiaan ACT di Jalan H Hayun, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu. Posko ini terletak tak jauh dari Gerai Vivo yang telah ditutup untuk sementara waktu untuk menghindari adanya gempa susulan.

“Vivo Indonesia turut prihatin dengan bencana yang terjadi di Palu dan Donggala, semoga upaya pencarian dan penyelamatan korban dapat berjalan lancar dan tuntas. Bersama rakyat Indonesia lainnya, kami selalu berdoa bagi keluarga korban selamat agar diberi kekuatan menghadapi hal ini, ” tutup Fachry. (*)