Pertamina berkomitmen melayani masyarakat demi kemajuan bangsa Indonesia.
Azas pemerataan pun dilakukan dengan memberikan bagian gas elpiji bersubsidi untuk warga yang tidak mampu.
Yang sering kita jumpai ialah elpiji 3 Kg yang berwarna hijau muda. Itu lah elpiji bersubsidi. Pertamian berharap niat baik ini tepat sasaran. Sehingga semua anak negeri bisa menikmati energi bersih, elpiji.
Sebuah tanki dengan volume 15.000 Kg melintas di jalan Letjen Suprapto, Simpang Dam, Mukakuning, Seibeduk, Batam, Provinsi Kepri, Minggu (28/10/2018).
Petugas Pertamina saat mengatur gas alam cair atau Liquied Natural Gas (LNG), beberapa waktu lalu. PLN memperkirakan kebutuhan LNG pembangkit listrik akan defisit 101 kargo hingga 2027. f. dokumentasi jawapos.com/jpg
batampos.co.id – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperkirakan kebutuhan gas alam cair (LNG) untuk pembangkit listrik akan defisit 101 kargo hingga 2027. Pihaknya kini terus mencari pasokan LNG dari beberapa produsen guna menutup kekurangan itu.
Kepala Divisi Pengadaan BBM dan Gas Bumi PLN, Chairani Rachmatullah menyatakan, baru 60 di antara 161 kargo gas kebutuhan hingga 10 tahun yang sudah memiliki kontrak dalam kurun waktu tersebut. Pasokan gas itu berasal dari Proyek Tangguh yang digarap BP di Papua Barat, sedangkan sisa kebutuhan masih dicari. Salah satunya berasal dari kontrak jangka panjang dengan PT Pertamina. Saat ini kontrak antara PLN dan Pertamina berakhir 2022.
’’Kami belum ada kontrak panjang sama Pertamina, cuma lima tahun. Nanti kami perpanjang,’’ ujarnya, kemarin.
Targetnya, 101 kargo tersebut bisa diperoleh Pertamina dari PT Badak NGL di Bontang, Kalimantan Timur. Di sisi lain, SKK Migas memberikan alokasi LNG untuk PLN tahun ini 51 kargo.
Sebanyak 31 kargo berasal dari Bontang dan 20 kargo dari Tangguh. PLN pun mendapatkan tambahan 4,7 kargo LNG lagi tahun ini. Perinciannya, 2,7 kargo dari PT Badak NGL di Bontang, 1 kargo dari Proyek Tangguh di Papua Barat, dan 1 kargo lagi dari PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) di Sulteng.
Tambahan itu diperlukan lantaran pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PLN berbahan bakar batu bara banyak yang rusak.
Salah satunya adalah PLTU Paiton unit 6 di Probolinggo, Jawa Timur. Akibatnya, PLN harus menggunakan pembangkit berbahan bakar gas agar suplai listrik kepada masyarakat tidak terganggu. (vir/c22/oki/jpg)
Agen LPG menyalurkan gas elpiji 3 kilogram menggunakan motor melintasi jalan berlumpur dan licin di jalan menuju Rusun Mukakuning, Seibeduk, Batam, Kepri, Jumat (12/10/2018).
Biarpun hujan, jalan licin serta berlumpur gas harus sampai ke pelanggan. Sebab pelanggan membutuhkan gas elpiji dalam tabung 3 Kiligram.
Jalan raya dijadikan kios kaki lima, di Jodoh. foto: batampos.co.id / cecep mulyana
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum mendapat solusi terbaru terkait rencana relokasi pedagang dari Pasar Induk Jodoh. Bahkan, permintaan lapak dagangan yang lebih luas dari para pedagang tak bisa dipenuhi karena ke-terbatasan lahan.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdaga-ngan (Disperindag) Kota Batam Zulkarnain mengungkapkan, pihaknya bersama tim koordinasi revitalisi Pasar Induk yang melibatkan Muspida Batam kerap melakukan rapat.
”Sudah beberapa kali rapat, tapi belum ada keputusan,” kata Zulkarnain, belum lama ini.
Ia mengaku, pihaknya bersama tim terus melakukan cara terbaik terkait relokasi pedagang tersebut. ”Rapat-rapat itu ditujukan untuk mencari solusi terbaik,” imbuhnya.
Namun, ia menegaskan jika pedagang tetap ngotot minta lokasi pindah yang lebih luas, hal tidak sesuai dengan kemampuan Pemko Batam. Apalagi, Pemko Batam tidak memiliki kewenangan terkait lahan di Batam.
”Di situpun (lokasi yang disiapkan bersama swasta) lahannya terbatas, mau bagaimana lagi,” ucapnya.
Zulkarnain mengaku, ketidakpastian relokasi berimbas pada target selesainya program pembangunan pasar. Hanya saja, ia menekankan pengaruhnya tidak signifikan.
Karena sembari menunggu relokasi, segala kebutuhan lain, seperti melobi pusat tentang anggaran terus dilakukan.
”Bergeser jauh sih tidak. Cuma, kapan target relokasi kapan kami belum bisa tentukan, nanti ada tim terpadu juga,” terangnya.
Untuk diketahui, Pemko Batam telah mengajukan dana Rp 200 miliar ke peme-rintah pusat guna pemba-ngunan kembali pasar yang telah lapuk ini. Kelak, pasar lima lantai itu akan menampung ribuan pedagang, termasuk pedagang kaki lima di seputar Jodoh dan Nagoya.
Sebelumnya, para pedagang menganggap kios yang disiapkan pemerintah dan swasta terlalu kecil dan belum layak jadi tempat berdagang, maka perlu renovasi kembali.
”Luasnya tiga meter, belum ada lantai dan pintu. Ini yang kami tidak terima,” kata Ketua DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Batam, Israel Ginting.
Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Kota Batam Fridkalter mengungkapkan, pedagang meminta waktu hingga Januari, hingga kemudian pindah sendiri.
”Ini sesuai surat yang masuk ke kami. Kami terus lakukan pendekatan persuasif dengan para pedagang,” pungkasnya. (iza)
Mansar, 55, nelayan Tanjungriau, Sekupang, Batam, Kepri melaut mencari ikan menggunakan mesin honda 6,5 HP/PK berbahan bakar gas elpiji 3 kilogram dari bantuan Pertamina.
Pertamina memberikan bantuan konverter Kit kepada nelayan di Kepulauan Riau dan Sumatera Utara sebanyak 1.471 konverter kit.
Di Batam sebanyak 429 paket dibagikan ke beberapa pelabuhan rakyat yang ada di Batam, tepatnya di Tanjung Riau, Pandan Bahari, Tanjung Piayu, dan Gundap.
Di Sumatera Utara sebanyak 1.042 paket, yang tersebar di Kabupaten Labuhan Batu 197 paket, Kabupaten Tapanuli Tengah 420 paket, Kabupaten Labuhan Batu Utara 59 paket, Kabupaten Mandailing Natal 315 paket, dan Kabupaten Samosir 51 paket.
Jenis bantuan yang diperuntukan bagi nelayan kecil di Kepulauan Riau dan Sumatera Utara terdiri dari regulator untuk tekanan tinggi pada tabung LPG, regulator untuk tekanan rendah untuk tabung LPG, selang karet untuk mesin, tabung LPG 3 KG, serta konverter kit BBM ke BBG dan mesin kapal.
Dengan bantuan ini nelayan kecil sangat berterima kasih. Nelayan kecil sangat terbantu sekali biaya operasional mencari ikan menjadi hemat. Perbandingannya delapan liter bensin satu tabung gas tiga kiligram elpiji. Jadi dengan bantuan pertamina ini bisa hemat 50 persen.
batampos.co.id – Kondisi badan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang pada Senin (29/10) lalu dipastikan hancur berkeping-keping. Itu bisa dilihat dari puing-puing sisa badan pesawat yang sudah tidak utuh lagi. Termasuk mesin pesawat yang sudah hilang semua turbin plit atau kipas pada mesin.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkapkan mesin pesawat dipastikan juga tidak meledak. Tapi hancur saat masuk ke dalam air lantaran berkecepatan sangat tinggi. Mesin pun masih dalam kondisi menyala normal.
”Dan masih menyala high RPM. Istilahnya tadi (mesin yang tersisa, red) itukan seperti bonggolnya jagung. Jagungnya sudah dipipil istilahnya, sudah hilang semua,” ujar Soerjanto di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Minggu (4/11).
Dia bersama dua orang petugas lain melihat kondisi mesin Lion. Dalam penelitian kecelakaan pesawat itu, KNKT memang dibantu oleh Boeing dan KNKT Amerika Serikat. Mereka memeriksa kondisi engine yang sudah tidak utuh itu sebelum dimasukan ke dalam truk untuk dibawa ke kantor KNKT.
Selain dari mesin, hancurnya bodi pesawat itu juga terlihat dari bagian yang diangkat dan dibawa ke dermaga tersebut. Menurut Soerjanto bagian pesawat yang sudah seperti terkoyak itu adalah tempat bahan bakar pesawat.
”Itu yang ada yang hijau itu paling tebal, paling kuat saja sudah pecah. Itu bagian tangki tengah sayap. Itu bagian paling kuat. Yang kuat saja seperti itu,” ungkap dia.
Puing Lion Air JT 610
Memang hingga kemarin, tim SAR gabungan hanya menemukan puing-puing. Meskipun sudah dijelajah dengan ROV sampai radius 250 meter, tapi tidak juga ditemukan badan pesawat yang lebih besar.
”Radius kalau 250 meter itu sudah cukup. Karena kita keluarkan sedikit sudah tidak ada barang. Lebih kecil-kecil lagi. Jadi wasting time lah. Jadi kita memanfaatkan waktu dan personil yang ada,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya M. Syaugi.
Sementara pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat Lion Air register PK-LQP diperpanjang tiga hari mulai hari ini, Senin (5/11). Fokus utama adalah mencari jenazah korban yang berada tak jauh dari lokasi utama puing-puing pesawat yang kecelakaan pada Senin (29/10) itu. Jenazah korban juga dicari di pantai dari Tanjung Pakis sampai Pantai Sedari, Karawang sepanjang 20,24 kilo meter.
Kepala Basarnas Marsekal Madya M. Syaugi menuturkan perpanjangan masa pencarian dan evakuasi tiga hari itu karena diduga masih banyak jenazah yang belum ditemukan. Sepanjang Sabtu (3/11) pagi hingga malam total ada 31 kantong jenazah yang dibawa ke dermaga Pelabuhan Tanjung Priok. Sementara pada Minggu (4/11) hingga pukul 18.00 ada tambahan 32 kantong jenazah lagi. Selain itu juga dari hasil evaluasi dan peninjauan langsung di lapangan.
”Target utama adalah evakuasi korban. Itu yang utama. Setelah itu baru CVR (cocpit voice recorder) untuk menambah kelengkapan, untuk menguak peyebab (kecelakaan) itu,” ujar Syaugi.
Saat disinggung soal anggaran yang telah dihabiskan untuk sepekan terakhir, dia enggan menjelaskan dengan detail. ”Saya tidak berbicara anggaran kita dukung operasi ini sampai tuntas. Negara bertanggung jawab untuk pelaksanaan ini,” tambah dia.
Syaugi mengungkapkan hari ini pihaknya akan menemui keluarga korban yang menginap di Kotel Ibis Cawang. Pertemuan itu juga akan melibatkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono serta manajemen Lion Air.
”Besok (hari ini, red) saya akan sampaikan lagi apa yang sudah dilakukan tim SAR gabungan supaya memahami apa yang sudah dilakukan,” kata dia.
Hingga Minggu (4/11) pukul 18.00 total ada 136 kantong jenazah yang telah diserahkan ke tim disaster victim investigation (DVI) Mabes Polri sejak Senin (28/10). Jumlah tersebut dipastikan masih akan bertambah terus hingga tiga hari kedepan. Selain itu ada juga tim di Pantai Tanjung Pakis, Karawang yang mencari sepanjang pantai dan perairan.
Tim SAR gabungan mengangkat ban pesawat Lion Air JT610 ke atas Kapal Baruna Jaya I di Perairan Karawang, Jawa Barat, Minggu (4/11/2018). Ban pesawat tersebut ditemukan di kedalaman 32 meter. FOTO : TAUFIK/JAWA POS
Pencarian di Tanjung Pakis dibagi dalam tiga sektor. Yakni pencarian darat ke timur sepanjang 20,24 kilometer dari posko Tanjung Pakis, Pantai Sarakan, dan Pantai Sedari dengan jumlah pencari 110 orang. pencarian juga dilakukan di barat Pantai Tanjung Pakis yakni di sekitar Cagar Batavia sampai pantai Muara Bungin sepanjang 1,5 kilometer.
Di wilayah perairan luas pencarian 13,62 nautical mile. Lokasinya di Muara Gembong, Muara Bungin di Bekasi sampai posko di pantai Tanjung Pakis, Karawang. Jumlah anggota yang menyapu wilayah laut sebanyak 31 orang.
“Korban itu bisa di atas air bisa di bawah air. Mengingat kejadian sudah tujuh hari lalu. yang di dasar saja bisa bergeser apalagi di atas,” kata Syaugi.
Fokus pencarian korban di dasar laut bertempat di lokasi utama temuan puing-puing yang banyak berserakan, termasuk ban dan engine pesawat.
Hingga kemarin, salah satu rekaman penting pesawat Lion Air, yakni cocpit voice recorder (CVR) belum ditemukan. Meskipun sinyal salah satu dar black box itu sudah sempat terdeteksi. Sedangkan flight data recorder (FDR) sudah bisa diunduh dan sedang dalam proses penelitian di KNKT.
Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT M. Ilyas menuturkan hingga petang kemarin sebenarnya masih terdeteksi ping dari CVR itu. Penyelam yang membawa ping locator masih mendengarkan suara tersebut. Namun, mereka kesulitan untuk memastikan lokasinya. (jun/tau/idr/jpg)
batampos.co.id – Acara funbike night dan funwalk Batam Pos-Badan Pengusahaan (BP) Batam yang akan digelar pada Sabtu-Minggu (24/25) mendatang menjanjikan banyak keuntungan. Selain dapat menikmati keseruannya, peserta juga berkesempatan mendapatkan hadiah-hadiah yang fantastis.
“Ramaikan, nikmati keseruannya dan raih hadiahnya,” kata penanggung jawab acara fuibike night, Herianton, Minggu (4/11/2018).
Heri menyebut, untuk acara funbike night tersedia hadiah utama berupa sepeda motor. Ada juga hadia frame sepeda dan belasan hadiah menarik lainnya. Untuk ikut event ini, peserta cukup mendaftar dengan biaya Rp 75 ribu. Funbike night akan digelar pada Sabtu (24/11) malam.
Sedangkan acara funwalk akan digelar pada Minggu (25/11) pagi. Panitia menyiapkan hadiah utama berupa satu unit mobil. Juga ada puluhan hadiah menarik lainnya. Biaya pendaftaran hanya Rp 25 ribu per orang.
“Ayo segera mendaftar, masih ada waktu beberapa hari lagi,” tambahnya.
Selain mendatangi kantor Batam Pos, calon peserta bisa mendaftar melalui online. Selain itu, peserta juga bisa mendaftar di sejumlah outlet pendaftaran yang sudah disebar di sejumlah titik di Batam.
Kabar baiknya, bagi yang mendaftar secara berkelompok di atas 10 orang, baik dari komunitas, corporate ataupun perusahaan, tiketnya akan diantarkan langsung oleh panitia. Termasuk jersey, baik untuk funbike maupun funwalk.
“Dengan peserta lebih dari 10 orang berkesempatan untuk ditampilkan di koran foto kelompoknya. Semakin banyak anggotanya semakin besar kesempatan tampilnya,” kata Heri. (iza)
Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi di Indonesia dengan wilayahnya sekitar 95% merupakan lautan dan hanya 5% merupakan wilayah daratan. Hal ini mempengaruhi ekosistem yang ada di provinsi ini. Beberapa jenis tanaman yang ada di Provinsi Kepulauan Riau memiliki performa yang berbeda dengan wilayah lain, sehingga diduga merupakan sumberdaya genetik setempat salah satunya Durian.
Di Indonesia ditumbuhi sekitar 20 spesies durian dari jumlah total 28–30 yang ada di dunia.
Tercatat ada sembilan jenis Durio di Indonesia yang dapat dimakan, masing-masing adalah
Durio dulcis (lahong),
D. excelsus (apun),
D. grandiflorus (sukang),
D. graveolens (tuwala),
D. kutejensis (lai),
D. lowianus (teruntung),
D. oxleyanus (kerantungan),
D. testudinarum (durian sekura) dan
D. zibethinus (durian).
Enam jenis diantaranya telah dibudidayakan oleh penduduk, seperti:
D. dulcis,
D. grandiflorus,
D. graveolens,
D. kutejensis,
D. oxleyanus, dan
D. zibethinus (Siregar,2006; Uji,2005; Wiryanta, 2008).
BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau mempunyai tugas dan fungsi salah satunya mengetahui keberadaan dan mengamankan sumberdaya genetik tanaman pertanian di Provinsi Kepulauan Riau, Sehingga perlu dilakukan suatu kegiatan penelitian/kajian inventarisasi dan karaktarisasi sumber daya genetik. inventarisasi merupakan kegiatan mendata dan mencari jenis varietas maupun spesies lokal tertentu guna mengamankan dari kepunahan.
Langkah ini diperlukan guna menyelamatkan varietas maupun spesies lokal dan kerabat liar yang semakin terdesak keberadaannya, akibat semakin intensifnya penggunaan varietas dan spesies unggul baru. Karakterisasi merupakan kegiatan dalam rangka mengidentifikasi sifat-sifat penting yang bernilai ekonomis, atau yang merupakan penciri dari varietas maupun spesies yang bersangkutan.
Karakter yang diamati dapat berupa karakter kualitatif maupun kuantitatif dari varietas maupun spesies tersebut. Sala satu hasil pada inventarisasi sumberdaya genetic adalah ditemukan Durian daun.
Masa pembungaan tanaman durian Daun terjadi pada bulan April. Warna bunga durian Daun adalah putih kekuningan. Bentuk bunga durian Daun berbeda dengan kerabatnya Durio zibethinus, yaitu lebih membulat dengan posisi putik terhadap benang sari sejajar.
Daun durian Daun berbentuk elip, dengan pangkal daun mendatar. Menurut Hardiantono (1992) dalam Yuniarti (2011), daun durian berbentuk elips hingga bulat telur dengan tangkai dan pangkal daunnya berbentuk bulat. Warna permukaan daun bagian atas hijau muda, sementara bagian bawah berwarna putih hijau kecoklatan. Warna daun suatu jenis tumbuhan dapat berubah menurut keadaan tempat tumbuhnya dan erat sekali hubungannya dengan persediaan air dan makanan serta penyinaran (Tjitrosoepomo, 2005).
Gambar 1. Daun, buah dan bunga durian Daun di Kabuapten Bintan
Buah durian Daun berbentuk bulat seperti bola dengan bobot kurang dari 1 kg. Warna buah hijau dari muda sampai buah masak dan jatuh dari pohon. Duri pada durian Daun lebih panjang dibandingkan durian biasa (D. zibethinus), kondisi ini menguntungkan karena hewan seperti tupai kurang menyenanginya. Berdasarkan wawancara dengan pemilik pohon durian Daun, produksi buah per pohon rata-rata 400 buah. Jika rata-rata bobot perbuah durian Daun 0,5 kg, berarti produksinya 200 kg/pohon/tahun. Buah durian Daun yang baru jatuh dari pohon, agak sulit dibuka sesuai garis juring, sehingga untuk memudahkan membukanya ditunggu 1 hari setelah buah jatuh.
Daya simpan buah durian daun relatif lebih lama dibandingkan kerabatnya D. zibethinus, tanpa mengurangi kualitas dari daging buah. Hal ini merupakan potensi dalam penyimpanan untuk pendistribusian durian Daun ke wilayah yang jauh dari wilayah produksi. Saat ini buah durian Daun baru dipasarkan di sekitar wilayah produksinya, dengan harga Rp. 15.000-25.000,-./buah.
Durian Daun berpotensi untuk dijadikan sebagai buah komersial dengan jangkauan pemasaran yang lebih luas, akan tetapi saat ini sebagian masyarakat di luar Kabupaten Bintan kurang mengenal durian ini. Performans durian ini yang mungil memungkinkan untuk menjadikannya sebagai buah meja cukup untuk 1 orang per buah.
Hasil analisis kandungan nutrisi daging buah durian Daun yang terdapat di Kabupaten Bintan disajikan pada Tabel 4. Komponen analisis nutrisi diantaranya adalah kandungan vitamin C, β karoten dan total padatan terlarut (total soluble Solid/TSS). Kandungan vitamin C dan β karoten pada buah durian Daun berturut-turut adalah 111.09 mg/100 gr dan 41.57 µg/100 gr .
Sementara TSS durian Daun adalah 33.800Brix. Kandungan vitamin C daging buah durian Daun tergolong tinggi yaitu 111.09 mg/100 gr. Vitamin C memiliki peranan penting dalam tubuh manusia, diantaranya sebagai antioksidan zat yang berfungsi melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Konsumsi vitamin C yang dibutuhkan oleh manusia rata – rata 60 mg per hari (Hernani dan Rahardjo, 2006).
Tabel 1. Kandungan Nutrisi Daging Buah Durian Daun di Kabupaten Bintan BPTP Balitbangtan Kepulauan Riau membangun sistem informasi sumberdaya genetik tanaman dan ternak lokal Kepulauan Riau yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pemuliaan.
Kerjasama dengan pemerintah daerah, petani, kelompok tani, masyarakat akan memberikan kepastian dalam informasi sumberdaya genetik.
Manfaat langsung yang akan diperoleh dari kegiatan ini adalah terkarakterisasinya kekayaan SDG lokal baik jumlah, jenis, sifat morfologi, lokasi dan pemanfaatannya, sehingga dapat tersusun suatu sistem informasi SDG lokal tersebut yang memudahkan dalam pelestariannya.
Manfaat lainnya terhadap bidang pemulian tanaman adalah sebagai sumber genetik untuk perakitan varietas dan spesies dengan berbagai keunggulan yang dimiliki SDG tanaman di Kepulauan Riau. Serta berdampak dalam membantu petani menjaga keberadaan tanaman lokal secara in-situ serta mengkonservasinya secara ex-situ. (Robinson Putra/BPTP Balitbangtan Kepri)
BAGAIMANA jika tiba-tiba ada suara tuuut saat acara penting? Pasti canggung bagi orang sekitar. Namun, teknologi terbaru dari Inggris bisa mengurangi rasa malu bagi si pelaku kentut.
Shreddies, perusahaan pakaian asal Inggris, baru saja meluncurkan jins flatulence alias perut kembung. Celana ini dilengkapi lapisan karbon yang menjamin zat bau tidak akan keluar dari pantat.
’’Ini akan memberi perlindungan dan kebebasan bagi seseorang di tempat umum.” Begitu pernyataan perusahaan menurut Daily Mirror.
Sayang, harga celana ini cukup mahal. Untuk sepasang celana, konsumen harus membayar 100 pound sterling (Rp 1,9 juta). Itu pun tak menyelesaikan seluruh masalah. Suara kentut masih bisa terdengar jelas.
Jadi, si pemakai harus tetap punya jurus ngeles. Begitu suara kentut terdengar, langsung saja berteriak, ’’bukan saya, bukan saya.” (bil/c17/ttg)
Warga memadati kantor Catatan Sipil, Kota Batam. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Pengurusan akta lahir di kecamatan Batuaji masih tergolong minim. Dari enam kelurahan yang tergabung dalam satu kecamatan tersebut.
Pelayanan pengurusan akta lahir di kecamatan Batuaji hanya sebagai penghubung dari kepengurusan masyarakat kemudian diserahkan ke Disdukcapil.
Pantauan Batam Pos di kecamatan Batuaji, layanan pengurusan akta lahir masih sepi. Operator layanan akta lahir Joni Simamora mengatakan sudah hampir sepekan terakhir pelayanan pengurusan akta lahir di kecamatan Batuaji hanya 10 sampai 25 Kartu keluarga perhari. Jumat (2/11).
“Sehari bisa mencapai 25 orang yang datang, empat atau limanya pasti ada yang tidak mempunyai e-KTP,” ujarnya
Situasi hampir serupa ada di Polsek Batuaji yang membuka layanan pengurusan akta lahir. Layanan tersebut masih sepi belum ada masyarakat yang hendak mengurus akta lahir. Dalam pelayanan ini Polsek Batuaji hanya sebagai jembatan yang menampung berkas pengurusan dari masyarakat kemudian diserahkan ke Disdukcapil. Yang berwenang mengeluarkan akta lahir tetap dari Disdukcapil Batam.
Kasi umum polsek Batuaji Bripka Roni Arzon mengaku dalam sehari tidak banyak masyarakat yang mengurus akta lahir hanya lima orang saja bahkan tidak ada dalam sehari. layanan sudah berjalan maksimal, namun, tetap saja ada yang tidak bisa kami layani karena tidak memiliki berkas yang lengkap salah satunya e-KTP sesuai dengan persyaratan dari Disdukcapil. Sabtu (3/11).
“Ada saja berkas yang kurang lengkap, layanan sudah berjalan maksimal,” ujarnya .
Tingkat pelayan di polsek Batuaji selalu ditingkatkan dengan berkoordinasi dengan warga yang ingin mengurus akta lahir dengan cara, warga meninggalkan nomer telepon atau handphone apabila pengurusan akta lahir sudah selesai. namun, ada saja yang warga yang tidak mengikuti aturan yang ada.