Minggu, 31 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11877

Petani Minta Fasilitas Pelatihan ke BP Batam

0
Petani bunga hias mengunjungi kantor BP Batam di Batam Center, Kamis (1/11).

batampos.co.id – Ada yang tak biasa pada Rabu (31/10) di Gedung Marketing BP Batam. Jika biasanya BP mendapat kunjungan dari investor dan pengusaha, kali ini BP kedata-ngan tamu yakni para petani bunga hias yang tergabung dalam Forum Komunikasi Petani Seitemiang.

”Kami ingin menyampaikan terkait permasalahan yang dihadapi juga harapan-harapan ke depan,” kata salah seorang petani, Sukarjo, Kamis (1/11).

Sukarjo mengatakan pihaknya meminta BP Batam agar dapat memfasilitasi pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pertanian di Seitemiang.

”Kami sebenarnya mendukung jika BP Batam ingin mengembangkan kawasan Agromarina di Temiang menjadi sentra pertanian terpadu,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pemanfaatan Aset BP Batam Dendi Gustinandar mengatakan pihaknya akan mengakomodir keinginan petani sesegera mungkin. Apalagi peran petani sangat penting dalam mengembangkan Agromarina Temiang.

”Dulunya kawasan tersebut memang pengembangan kawasan industri pertanian terpadu dan sudah ada master plan-nya sejak 2004 yang disusun bersama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB),” ungkapnya.

Namun, karena keterbatasan daya dukung lahan, kurangnya unsur hara, kondisi tanah yang cenderung asam, dan keterbatasan air di musim kemarau menjadi sejumlah kendala dalam mengembangkannya.

”Tapi ini menjadi tantangan untuk mengembangkan pertanian di sana. Meskipun begitu, perlu ditambah kegia-tan yang punya nilai tambah tinggi,” ujarnya.

Makanya master plan terbaru telah disempurnakan pada tahun 2014 bekerja sama dengan Universitas Indonesia. Tujuannya adalah mengembangkan Agromarina Seitemiang jadi kawasan destinasi wisata.

”Dari pertemuan ini juga, telah disepakati pertemuan rutin tiga kali dalam sebulan untuk mencari jalan keluar dari permasalahan dan kesulitan para petani,” katanya.(leo)

Lion Air Sewa Pesawat Milik Tiongkok

0

batampos.co.id – Pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di laut Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10) lalu dikabarkan milik perusahaan asal Tiongkok, China Minsheng Investment Group Leasing Holding Ltd (CMIG). Pesawat tersebut merupakan satu dari bebera-pa pesawat Boeing 737 Max 8 yang disewa Lion Air Group dari CMIG.

Seperti dikutip Washington Post pada Kamis (1/11), penyewaan pesawat dalam bisnis penerbangan adalah hal yang lumrah. Sayangnya, hingga kemarin belum ada tanggapan resmi dari pihak CMIG.

Namun dalam sebuah pernyataan yang dirilis tanggal 14 Agustus lalu, CMIG mengumumkan pengiriman satu pesawat Boeing 737 MAX 8 MSN 43000 di Seattle untuk dioperasikan oleh Lion Air.

“Pesawat ini merupakan salah satu dari beberapa transaksi pesawat yang ada,” tulis pihak CMIG dalam rilisnya.

Chief Executive Officer CMIG Aviation Capital Peter Sixiang Gao mengatakan, Boeing MAX8 ideal untuk mendukung pertumbuhan masa depan Lion Air Group. Sebagai peserta sektor swasta, CMIG menanggapi secara aktif sebagai tugasnya untuk mendukung Belt and Road Initiative China dengan melakukan transaksi di wilayah tersebut.

CMIG Aviation Capital adalah bisnis penyewaan pesawat terbang yang berkantor pusat di Tianjin, Tiongkok, dengan lini bisnis di Hong Kong, Irlandia, dan Singapura. Portofolionya terdiri dari 21 pesawat trunk-liner modern baru yang disewakan dalam jangka panjang untuk 15 maskapai penerbangan di delapan negara dan wilayah.

Dalam rilis yang sama, pihak Lion Air Group membenarkan jika Lion Air Group menyewa beberapa pesawat milik CMIG. Di antara pesawat yang disewa itu berjenis Boeing 737 MAX 8.

“Kami senang memiliki CMIG sebagai pemberi sewa kepada Lion Group dan kami berharap dapat memperluas dan memperkuat kemitraan bisnis ini. Sebagai operator domestik terbesar di Indonesia, keselamatan dan keandalan adalah prioritas keunggulan kami,” kata Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait, sebagaimana dikutip dalam rilis tersebut.

Seperti diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di Karawang Senin (29/10 lalu merupakan tipe Boeing 737 MAX 8. Pesawat ini dioperasikan Lion Air sejak 15 Agustus 2018 atau sehari setelah pers rilis itu diterbitkan.

Namun saat hal ini dikonfirmasi ulang, Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait menolak berkomentar.

“Saya pikir nggak perlu lah,” kata Edward lewat pesan singkat, Kamis (1/11).

Dalam acara Paris Air Show 2017 lalu, Lion Air mencatatkan kontrak pembelian pesawat besar-besaran. Pada April 2018, Lion Air Group resmi meneken konntrak pembelian 50 pesawat Boeing 737 Max 10. Total nilai transaksi mencapai 6,24 miliar dolar AS. Pembelian pesawat itu melengkapi Boeing MAX 8 dan MAX 9 yang sudah dioperasikan oleh Lion Air Group.

Black Box Ditemukan

Sementara upaya pencarian kotak hitam (black box) Lion Air JT 610 sudah membuahkan hasil. Satu dari dua black box pesawat Lion Air PK LQP itu sudah ditemukan, Kamis (1/11) pagi.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto menduga kuat kotak hitam yang sebenarnya berwarna orange itu adalah Flight Data Recorder (FDR). Isinya data-data penerbangan seperti ketinggian, arah, dan kecepatan pesawat. FDR punya kapasitas merekam selama 25 jam dari penerbangan. Sehingga data penerbangan sebelumnya pun bisa terbaca dari FDR.

Selain FDR, ada pula Cocpit Voice Recorder (CVR) yang berisi rekaman percakapan pilot dengan co-pilot dan kru kabin, suara di kokpit, serta percakapan dengan petugas menara pengawas. Balai Pengkajian dan Penerapan Teknlogi (BPPT) yang menemukan titik FDR dengan peralatan canggih di Kapal Baruna Jaya I itu yakin bisa mendeteksi pula lokasi CVR, Jumat (2/11) hari ini.

Sekitar pukul 18.20, FDR yang dimasukan ke dalam kotak khusus berisi air itu tiba di dermaga JICT oleh Kapal RIB Taifib. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Ketua KNKT Soerjanto dan Kepala Balai Teknlogi Survei Kelautan BPPT M Ilyas. Budi menjelaskan temuan yang bisa menjadi petunjuk penyebab Lion Air penerbangangan Jakarta-Pangkal Pinang itu celaka.

”Semoga dengan diperolehnya FDR ini kami harapkan, kita bisa meneliti lebih jauh,” kata Menteri Budi.

Kepala KNKT Soerjanto menuturkan FDR yang ditemukan itu sudah lepas dari cangkang. Hanya menyisakan crash protection box yang berisi kartu memori. Nah di kartu itulah data-data penerbangan tersimpan. Sehingga bisa dianalisis untuk menemukan petunjuk utama penyebab kecelakaan pesawat Lion Air. Butuh waktu dua hingga tiga pekan untuk menganalisis data. Dia memastikan penyelidikan yang sepenuhnya di Indonesia itu akan independen.

”Tidak ada kaitannya Airbus dengan ini ya. Kami menyelidikinya masalah kenapa kecelakaan ini ya independen,” tegas dia.

Dia yakin bahwa benda yang dari kejauhan terlihat seperti tabung itu adalah FDR. Tapi, untuk memastikan perlu ada penelitian lebih lanjut di laboratorium.

Sedangkan Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT M. Ilyas mengungkapkan, sejak hari kedua pencarian atau Selasa (30/10) sebenarnya sinyal dari black box itu sudah diketahui. Tapi, para peneliti masih belum sepenuhnya yakin.

Hingga berulangkali dipastikan petugas di Kapal Baruna Jaya I yang membawa alat Multibeam Echosounder Hydrosweeps DS, Side Scan Sonar Edgetech 4125, G-882 Marine Magnetometer, dan Remote Operated Vehicle (ROV)-Seaeye 12196 Falcon.

”Sinyal itu dipastikan dengan ping locator milik KNKT Indonesia dan Singapura. Ada sumber frekuensi dari black box. Kami pastikan lagi dengan transponder,” kata Ilyas.

Caranya, menurut Ilyas, dengan mengirimkan sinyal berkekuatan 37,5 kilohertz sesuai dengan sinyal yang dimliki black box. Dengan alat penerima sinyal itu bisa dideteksi lokasinya dengan metode triangulasi data. Jadi, pengecekan dengan cara menembakan sinyal itu dari tiga lokasi berbeda. Titik lokasi itu lantas diberikan kepada penyelam dari TNI dan Basarnas.

Penyelam yang membawa ping locator milik KNKT mendeteksi ke area yang lebih kecil. Cara kerjanya semakin dekat dengan lokasi semakin terdengar suara ping. Hingga akhirnya Anggota Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir Sertu Hendra Syahputra menemukan FDR di kedalaman 35 meter. Lokasi koordinat temuan itu di S 05 48 48.051 – E 107 07 37.622 dan koordinat S 05 48 46.545-E 107 07 38. Temuan itu sekitar pukul 10.30.

Hari ini, Jumat (2/11), tim dari BPPT masih punya pekerjaan besar untuk mencari VCR. Lokasinya sebenarnya sudah diketahui kemarin. Tapi, lokasi perkiraan itu berada sekitar 250 meter dari pipa Pertamina. Sehingga kapal Baruna Jaya pun harus bergeser hingga 600 meter dari lokasi yang diduga VCR yang ditandai dengan inisial C 31 itu. Sesuai standar, kapal hanya boleh lego jangkar dengan jarak lebih dari 550 meter dari pipa.

”Sudah tidak terdengar lagi pingnya. Dan tadi juga turun dengan rubber boat, dengan ping loacator dan KNKT Singapura dan Indonesia tidak ada bunyi,” ujarnya.

Sore kemarin ada penyelaman oleh anggota TNI dan Basarnas dengan membawa ping locator untuk mencari lokasi VCR. ”Mudah-mudahan mengetahui oh sudah ada bunyi. Berarti masih di situ,” kata Ilyas.

Strategi yang akan dilakukan tim di kapal BPPT itu hari ini dengan tetap menurunkan jangkar 600 meter dari pipa Pertamina. Tapi, dengan ROV yang punya kabel sepanjang 1.200 meter itu bisa menjelajah ke lokasi tersebut.

”Bunyi ping tidak terdengar itu bisa jadi karena lumpur. Informasi dari penyelam lumpur bisa selutut,” katanya.(jun)

Hadirkan Pelopor Zumba Indonesia

0

batampos.co.id – Acara funwalk dan funbike night Batam Pos dan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang akan digelar pada Sabtu-Minggu (24-25/11/2018) nanti akan dimeriahkan senam zumba. Tak tanggung-tanggung senam zumba ini akan dipandu langsung oleh pelopor zumba di Indonesia, Jun Ko Agus.

Senam zumba merupakan gerakan yang menggabungkan beragam unsur tarian. Selain bisa dinikmati semua umur, pria maupun wanita, penerapannya juga tidak membutuhkan tempat dan peralatan khusus. Maka tak heran, zumba begitu diminati.

Di Indonesia, zumba dikenal melalui Jun Ko Agus yang menjadi instruktur zumba pertama Tanah Air. Pendiri Dance School ini memperkenalkan dan mempromosikan program zumba dan menjadikannya besar di Indonesia hingga kini.

Dan, pada Sabtu dan Minggu (24-25/11) nanti, Jun Ko Agus akan berzumba ria dengan warga Batam. “Saya pastikan akan hadir dalam event funbike night dan funwalk ini,” ujar Jun Ko Agus melalui pesan WhatsApp, Kamis (1/11).

Ia mengaku, akan ada gera-kan-gerakan baru yang merupakan ciptaannya. “Namanya Zumba Junko,” sebutnya.

Kata Agus, gerakan zumba ini lebih variatif namun didominasi dengan gerakan dansa atau gerakan yang lebih fun. Zumba Junko membuat seluruh tubuh bergoyang dari kepala hingga kaki, namun berfokus pada pundak, perut, dan pinggul.

“Jadi, selain membakar kalori dengan iringan musik yang bertempo upbeat, pikiran juga bisa lebih refresh karena ada unsur fun-nya,” jelas pendiri JK Broadway Theater & Dance School ini.

Untuk zumba ini sendiri juga memiliki ribuan gerakan khususnya dansa. seperti, salsa, cha-cha, tango, hingga gerakan flamengo yang terbilang seksi itu.

Melengkapi penampilannya tersebut, Jun Ko Agus akan didampingi para Zin Zumba lokal sebagai penampilan pembuka yang spektakuler.

“Dijamin Anda akan merasakan sensasi zumba yang mengesankan bersama saya. So, jangan lewatkan kesempatan ini,” ajaknya.

Seperti diberitakan sebelumnya, acara funbike night agan digelar pada Sabtu (24/11) malam. Dengan pendaftaran Rp 75 ribu, peserta bisa mendapatkan hadiah utama berupa sepeda motor dan sejumlah hadiah menarik lainnya.

Sementara funwalk akan digelar Minggu (25/11) pagi di Batam Center. Panitia menyediakan hadiah utama satu unit mobil dan sejumlah hadiah menarik lainnya. Pendaftaran masih dibuka dengan biaya Rp 25 ribu per peserta. (nji)

Gaji Pilot Asing Lion Air Rp 135-165 Juta

0

batampos.co.id – Lion Air membantah jika gaji pilot asing di maskapai mereka disebut hanya Rp 3,7 juta per bulan. ”Untuk pilot asing sekitar Rp 135 juta hingga Rp 165 juta,” terang Corporate Communication Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro kepada Jawa Pos (grup batampos.co.id) kemarin.

Dia menjelaskan, angka sebesar itu sudah termasuk segala macam tunjangan. Gaji yang diterima pilot tidak hanya gaji pokok. Ada juga tambahan yang berasal dari jumlah penerbangan pada bulan tersebut. Selain itu, pilot juga mendapatkan asuransi dari maskapai sesuai dengan perjanjian kerja yang ditandatangani di awal.

Danang menjelaskan, gaji pilot asing lebih besar dari pilot dalam negeri. Untuk gaji pilot ”lokal,” gaji pokoknya sekitar Rp 30 juta perbulan. Jika dtambah dengan tunjangan jam terbang bisa mencapai Rp 80 juta.

Gaji pilot asing di Lion Air sempat memicu kontroversi. Sebab, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyebut bahwa gaji pilot asing yang dilaporkan Lion Air ke pihaknya hanya Rp 3,7 juta perbulan. Jumlah itu jauh lebih kecil daripada gaji kopilot yang tercatat mencapai Rp 20 juta. ’’Jumlah gaji itu berdasar laporan perusahaan,’’ katanya.

Mengapa Lion Air melaporkan gaji pilot asing hanya Rp 3,7 juta sebulan? Sayang, Danang tak bisa menjelaskan secara detil. Dia hanya menyebutkan bahwa masalah tersebut kini sedang ditelusuri.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Rama Noya menjelaskan, besaran pendapatan pilot tergantung masing-masing maskapai.

”Pendapatan pilot itu ada dua. Dari gaji dan jam terbang,” ungkapnya. Di Indonesia, menurut Rama, pilot terpacu untuk memperbanyak jam terbang. ”Itu yang membuat waktu istirahat pilot kurang,” katanya.

Di luar negeri, kata Rama, gaji pokok pilot lebih besar dari pada tunjangan terbang. Dia berharap ada regulasi untuk mengatur hal tersebut. Jika gaji pokok lebih besar, maka pilot tidak lagi mengejar jam terbang. ”Pengaturan jam terbang akan lebih mudah,” katanya.

Rama juga mengatakan, Indonesia kekurangan posisi kapten pilot. Di sisi lain, jabatan first officer atau copilot cukup banyak. Ini mempengaruhi bisnis pelaku usaha penerbangan. Bagi mereka yang mengejar pertumbuhan armada, akan mencari pilot dari luar negeri.

”Mereka mengejar pilot yang siap jadi. Untuk posisi kapten, banyak dari luar negeri,” ucapnya. Pilot asing sebenarnya dibatasi oleh Direktorat Perhubungan Udara. Untuk pilot asing, maksimal mendapat izin kerja hanya dua tahun. (lyn/oni/jpg)

Cerita Sertu Hendra dan Kopda Ali Menemukan Kotak Hitam

0
Para penyelam yang berhasil menemukan dan mengangkat black box pesawat Lion Air JT 610 dari kiri ke kanan adalah Instruktur Selam Batalyon Intai Amfibi Pelda Marinir Boflen Sirait, Sertu Marinir Angkatan Laut Hendra dan Kopda Marinir Angkatan Laut Nur Ali. (FEDRIK TARIGAN/JAWAPOS)

Tak ada masalah jarak pandang. Tapi, Sertu Marinir Hendra Syahputra dan Kopda Marinir Noor Ali harus berhadapan dengan arus dalam yang deras dan kontur berlumpur. Masih ada satu kotak hitam dan bodi pesawat yang harus mereka bantu untuk ditemukan.

SAHRUL YUNIZAR, Karawang

DI kedalaman sekitar 30 meter di bawah permukaan laut, dua penyelam itu ragu-ragu: benarkah barang di hadapan mereka itu yang tengah mereka cari?

Sebab, barang tersebut sudah berselimut lumpur perairan Karawang, Jawa Barat. Wujudnya tak sepenuhnya tampak dari luar. Padahal, keputusan harus segera diambil: menggali lumpur untuk mengangkat benda itu atau kembali bergerak ke tempat lain.

Di titik itu, alat penangkap sinyal black box alias kotak hitam milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sangat membantu Sertu Marinir Hendra Syahputra dan Kopda Marinir Noor Ali, dua penyelam tersebut.

”Saya tempelkan lagi alat yang dipinjamkan BPPT. Bunyinya semakin besar,” tutur Hendra kepada Jawa Pos (grup batampos.co.id) yang menemuinya di kapal Baruna Jaya.

Lantaran sudah yakin betul, Hendra dan Ali lantas mengangkat black box itu. Tanpa alat bantu apa pun, dua prajurit Batalyon Intai Amfibi 1 Korps Marinir tersebut membawa alat rekam penerbangan itu ke permukaan air. ”Diangkat manual dengan tangan,” imbuh Hendra.

Yang mereka temukan itu satu di antara dua kotak hitam Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610. Yang jatuh ke perairan Karawang pada Senin lalu (29/10). Penemuan tersebut bakal sangat membantu upaya untuk menjawab teka-teki apa yang terjadi dengan pesawat yang mengangkut 189 penumpang dan kru tersebut.

”Kami lega dan bangga bisa menyelesaikan tugas,” kata Hendra.

Tantangan yang mereka hadapi tidak ringan. Ketika memulai penyelaman, gelombang permukaan laut memang cukup tenang. Langit di atas perairan Karawang juga cerah. Hanya, arus dalam laut terasa deras. ”Arusnya lumayan kencang saat kami turun,” ungkap Hendra.

Cepatnya arus bawah permukaan laut itu menyulitkan Hendra dan Ali. Mereka pun sampai harus dituntun tali untuk mencari objek dalam air. Meski demikian, keduanya terus lincah bergerak.

Penemuan dan pengangkatan kotak hitam itu diawali tertangkapnya sinyal kotak hitam tersebut oleh KRI Rigel 933 dan Baruna Jaya pada Kamis lalu (1/11). Temuan itu lantas ditindaklanjuti dengan menurunkan penyelam yang sudah disiapkan TNI-AL. Termasuk prajurit Batalyon Intai Amfibi 1 Korps Marinir yang bermarkas di Marunda, Jakarta Utara.

Dengan menggunakan dua boat dari Marunda, mereka membelah gelombang perairan Jakarta sampai area pencarian di peraiaran Karawang, Jawa Barat. Lengkap dengan alat selam, juga penyelam andalan yang sudah punya pengalaman dalam pencarian bangkai pesawat di dalam air.

Tiba sekitar pukul 09.00 WIB, 15 penyelam batalyon tersebut langsung meluncur ke dalam laut 45 menit kemudian. Termasuk Hendra dan Ali.

Hendra, prajurit kelahiran Dumai, Riau, menyampaikan bahwa anggota TNI memang harus siap menjalankan operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP). Contoh untuk yang terakhir adalah pencarian Lion Air PK-LQP.

Menurut Hendra, dirinya dan rekan-rekan setim sebenarnya sudah menyelam di sekitar titik ditemukannya kotak hitam itu sejak Rabu (31/10). Titik yang dia maksud berada pada sekitar koordinat S 05 48 48.051 – E 107 07 37.622 dan koordinat S 05 48 46.545 – E 107 07 38. Karena penyelaman dua hari lalu belum tuntas, mereka melanjutkan kemarin.

Ketika sudah berada di dalam laut kemarin, Hendra maupun Ali memang tak mengalami persoalan jarak pandang. Tapi, kontur dasar laut yang mereka selami terasa tidak biasa.

”Kontur dasar lautnya lumpur,” ujar Hendra.

Fokus mereka memang mencari kotak hitam. Namun, mereka juga tidak abai saat melihat banyak serpihan pesawat di dasar laut. Memang tidak mereka angkut. Tapi, tetap dilaporkan sehingga penyelam lain segera menindaklanjuti temuan tersebut.

Dari temuannya selama berada di dalam laut, Hendra melihat serpihan pesawat di sekitar koordinat yang dia selami bersama Ali tidak berdekatan. Semuanya berjauh-jauhan.

”Dan itu jarang,” ungkap dia.

Akhirnya, setelah sekitar setengah jam menyelam, yang mereka cari bisa ditemukan. Dan berhasil diangkat ke Baruna Jaya yang telah menunggu.

”Saya sangat bahagia bisa berkontribusi dalam misi pencarian ini,” kata Ali.

Keberhasilan itu pun berbuah apresiasi dari Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono. Hendra dan Ali mendapat penghargaan yang diserahkan langsung oleh jenderal bintang dua TNI-AL itu. ”Ini wujud reward kepada prajurit kami yang telah berhasil tadi, menemukan black box,” ungkap dia.

Penghargaan dari Yudo diserahkan di atas Baruna Jaya. Masing-masing dapat satu bingkisan. Namun, Yudo enggan menjelaskan berupa apa isi bingkisan tersebut.

”Ini rahasia kalau disampaikan. Nanti biar mereka buka sendiri,” ujarnya.

Dia berharap temuan kemarin kian memotivasi seluruh petugas yang berjuang di lapangan. Bukan hanya dari TNI. Tapi, juga petugas Basarnas, Polri, dan instansi lain yang terlibat dalam pencarian Lion Air PK-LQP. ”Kami tetap melaksanakan pencarian. Bekerja 24 jam,” terang dia.

Tugas memang belum selesai. Masih ada satu kotak hitam lainnya, yakni cockpit voice recorder, yang belum ditemukan. Juga, tentunya, badan pesawat nahas tersebut. (*/c10/ttg/jpg)

Saudi Bikin Turki Kecewa

0

batampos.co.id – Harapan Turki kandas. Arab Saudi tidak mau bekerja sama dengan mereka untuk mengungkap kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Saudi terkesan berbelit-belit dan menutup diri. Padahal, investigasi Turki mengarah pada kesimpulan bahwa Saudi tahu di mana jenazah tunangan Hatice Cengiz itu berada.

Kemarin (1/11) Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul menyampaikan kekecewaan Turki di hadapan media. ’’Kami ingin mereka menjawab teka-teki tentang jenazahnya (Khashoggi),’’ ujarnya sebagaimana dilansir Reuters.

Kolumnis Washington Post itu dipastikan meninggal pada 2 Oktober. Tepat pada jadwal kedatangannya ke Konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen perceraiannya. Berdasar paparan jaksa penuntut umum Turki pada Rabu (31/10), Khashoggi dicekik sesaat setelah masuk gedung. Tubuhnya dimutilasi, lantas dibuang.

Nah, lokasi pembuangan itulah yang ingin diketahui Turki. Saudi mungkin tak akan pernah mengungkapkan di mana lokasinya. Sebab, itu berarti mereka harus mengakui pembunuhan sadis oleh Tiger Squad pada hari itu. Hal tersebut jelas akan memicu amarah dunia. Saat ini pun, posisi Saudi sudah tidak menguntungkan.

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt menyebutkan, jika fakta-fakta tentang pembunuhan Khashoggi yang dipaparkan media benar, Saudi telah melakukan kejahatan yang sangat serius. ’’Itu akan berdampak pada hubungan diplomatik Inggris dan Saudi,’’ ujarnya.

Secara terpisah, Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev mengundang Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) untuk berkunjung. Nazarbayev selama ini diketahui dekat dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dia ingin menjembatani dua negara dalam kasus Khashoggi. Pada 2015 Kazakhstan jualah yang menengahi perseteruan Turki dan Rusia.

Sementara itu, Pangeran Turki Al Faisal, mantan Dubes Saudi untuk AS, mengatakan bahwa mengambil nyawa orang yang tidak bersalah sama saja dengan membunuh seluruh umat manusia. ’’Arab Saudi berkomitmen untuk mengadili mereka yang bertanggung jawab atas kasus ini dan siapa saja yang gagal menegakkan hukum,’’ paparnya saat berpidato dalam Konferensi Tahunan Ke-27 Para Pembuat Kebijakan AS-Arab kemarin. (sha/c7/hep/jpg)

KNKT Teliti FDR di Indonesia

0

batampos.co.id – Penyebab jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 diyakini akan terungkap sebentar lagi, pasca ditemukannya kotak hitam atau black box pesawat, Kamis (1/11). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga yang ditemukan itu adalah flight data recorder (FDR).

Isinya data-data penerbangan seperti ketinggian, arah, dan kecepatan pesawat. FDR punya kapasitas merekam selama 25 jam dari penerbangan. Dengan begitu, data penerbangan sebelumnya pun bisa terbaca dari FDR.

Selain FDR, ada pula cockpit voice recorder (CVR) yang berisi rekaman percakapan pilot dengan kopilot dan kru kabin, suara di kokpit, serta percakapan dengan petugas menara pemandu lalu lintas udara (air traffic controller/ATC). CVR juga sedang dicari.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang menemukan titik FDR dengan sejumlah peralatan di Kapal Baruna Jaya I itu yakin juga bisa mendeteksi lokasi CVR hari ini (2/11).

Seperti diketahui, begitu sinyal kotak hitam terdeteksi, sejumlah anggota TNI-AL menyelam untuk menelusuri sekaligus menemukan lokasi FDR. Anggota Batalyon Intai Amfibi (Taifib) I Marinir Sertu Hendra Syahputra akhirnya menemukan FDR di kedalaman 35 meter perairan Karawang.

Pada pukul 18.20 FDR yang dimasukkan ke kotak khusus yang berisi air itu tiba di dermaga JICT oleh Kapal RIB Taifib. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Ketua KNKT Soerjanto dan Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT M. Ilyas lantas menjelaskan perihal penemuan FDR tersebut.

Budi menuturkan, FDR itu bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui penyebab celakanya pesawat Lion Air dengan rute penerbangan Jakarta–Pangkalpinang itu.
”Semoga dengan diperolehnya FDR ini, kami harapkan, kita bisa meneliti lebih jauh,” kata Budi.

Soerjanto menjelaskan, FDR yang ditemukan itu sudah lepas dari cangkang. Hanya menyisakan crash protection box yang berisi kartu memori. Nah, di kartu itulah data-data penerbangan tersimpan. Data tersebut bisa dijadikan bahan analisis untuk menemukan penyebab kecelakaan pesawat itu. Dibutuhkan waktu dua hingga tiga pekan untuk menganalisis data.

Dia memastikan bahwa penyelidikan yang sepenuhnya dilakukan di Indonesia itu akan independen. Tak perlu meminta bantuan produsen pesawat Boeing. ”Tidak ada kaitannya (Boeing, Red) dengan ini, ya. Kami menyelidikinya, masalah kenapa kecelakaan ini, ya independen,” tegas dia.

Dia juga yakin bahwa benda yang dari kejauhan terlihat seperti tabung itu adalah FDR. Namun, untuk memastikan, diperlukan penelitian lebih lanjut di laboratorium milik KNKT. (jpg)

Sudah Lansia Jadi Bandar Dadu

0

batampos.co.id – Usia Gimin sudah kepala tujuh. Namun, dia malah mendekam di penjara. Warga Kampung Clolo, RT 01 RW 29, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari itu tepergok menjadi bandar judi dadu. Sudah dua bulan pria yang tidak pernah bersekolah ini menjadi bandar judi karena mengaku tidak punya kegiatan.

“Iseng daripada bingung mau ngapain. Biasanya mulai main (judi dadu, Red) sore sekitar pukul 17.00. Kalau ramai bisa sampai pukul 21.00,” ujarnya di Mapolsek Banjarsari, Kamis (1/11).

Judi dadu biasa digelar di Kampung Tunggil Sari RT 07 RW 09 Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Gimin bisa mengantongi Rp 300 ribu per hari. Peralatan judi disewa dari S (dalam penyelidikan) dengan menyetor sekitar 10 persen dari pendapatan jadi bandar.

Kapolsek Banjarsari AKP Damianus Palulungan menuturkan, praktik judi tersebut membuat resah warga sekitar.

“Kalau dibiarkan, warga sekitar bisa ikut-ikutan, apalagi banyak anak kecil,” jelasnya.

Selain Gimin, polisi menangkap Sidik Riyanto,43, warga Kampung Guwosari RT 04 RW 27 Kelurahan/Kecamatan Jebres, dan Slamet Prasojo, 33, warga Kampung Minapadi, RT 02 RW 09 Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari. Keduanya merupakan pemasang judi dadu.

Dua pemasang judi dadu lainnya kabur saat terjadi penggerebekan. Sebagai barang bukti disita mata dadu, batok kelapa, tatakan dan patio, dan uang tunai Rp 2,2 juta. Para tersangka dijerat pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun pejara.

“Kami meminta warga di wilayah hukum Banjarsari apabila mengetahui praktik perjudian untuk segera melapor pihak yang berwajib,” tandas Damianus. (atn/wa/jpg)

ATB Batam Kecewa Kinerja KemenPU-PR yang Tidak Profesional

0

Pipa Distribusi ATB Batam (perusahaan pengolah air bersih di Batam, red) jenis DCIP DN 400 mm di Simp Kabil (Simp Kepri Mall) kembali mengalami kebocoran Kamis (1/11/2018) siang. Bocornya pipa distribusi utama ATB Batam akibat penggalian di lokasi tanah labil pekerjaan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) – PR.

Pekerjaan penggalian drainase yang mengakibatkan bocornya pipa, membuat ATB Batam menyesalkan pihak KemenPU-PR bekerja tidak profesional. Pipa ATB Batam yang mengalami kebocoran berukuran besar, dampak yang dirasakan pelangganpun cukup luas.

“ATB Batam tentunya menyesalkan pekerjaan infrastruktur KemenPU PR yang tidak profesional, kondisi ini menyebabkan puluhan ribu pelanggan ATB Batam di daerah Batam Centre mengalami gangguan suplai air, pelanggan jadi dirugikan,” jelas Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB di ruang kerjanya.

Meminimalisir kebocoran pipa yang terjadi, ATB langsung melakukan upaya perbaikan.

Bahkan Direksi ATB Batam bersama jajaran Manajer terkait meninjau langsung kondisi pipa bocor dilapangan.

“Saat ini kami akan fokus ke perbaikan pipa, agar pelanggan bisa dapat segera menikmati suplai air kembali. ATB Batam menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi” jelas Maria.

Sejumlah tim teknis ATB Batam bersama tim Dinas PU Nasional terlihat berkoordinasi lebih lanjut untuk menangani kebocoran pipa.

“Tim teknis ATB Batam membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk proses perbaikan kebocoran pipa. Kebocoran terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, sekitar pukul 19.00 WIB pekerjaan selesai dilakukan. Usai pekerjaan dilakukan, pemulihan suplai air secara bertahap ke pelanggan, karena harus mengisi pipa-pipa yang kosong terlebih dahulu,” tutur Maria

Maria menambahkan, akibat dampak dari kebocoran pipa tersebut, banyak pelanggan yang terkena dampak. Mulai dari jalur area Sukajadi, Polresta menuju Palm Spring dan Rosdale Batam Centre dan sekitarnya.

“Daerah terdampak mulai dari Central Sukajadi, Perum Sukajadi, Kembang Sari, Orchid Park, Orchid Bisnis Center, Polresta Barelang, Baloi Ditpam, Baloi Polisi, Center View, Palm Spring, Rosedale, Marchelia dan sekitarnya, suplai air mati total sementara waktu selama pekerjaan berlangsung,” tutur Maria.

Sementara itu, akibat seringnya pipa ATB Batam mengalami kebocoran oleh pihak ketiga. Secara tegas ATB Batam akan menyampaikan keberatan atas pekerjaan Kementerian PU.

“Kejadian ini tentu kita tanggapi dengan serius, karena dampaknya besar ke pelanggan. Kami (ATB Batam) akan segera mengirim surat keberatan terkait masalah ini ke Kementerian PUPR, Protes resmi akan kita layangkan ASAP (as soon as possible, red), Senin depan sudah dijadwalkan dengan Dinas PU,” jelas Maria menegaskan.

Maria pun berharap dikemudian hari, Kementerian PU bisa lebih profresional lagi dalam melakukan aktifitasnya, sehingga tidak membuat pelanggan ATB kecewa. Informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Call Center ATB 0778-467111, inbox Fanpage Facebook ATB Batam dan webchat di www.atbbatam.com. (*)

Kapolda Kepri Berkunjung Ke Batam Pos

0

Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto berkunjung ke redaksi Batam Pos, Rabu (31/10/2018), bersama sejumlah Perwira Polda Kepri diantaranya Kabid Humas Kombes Erlangga, Dirnarkoba Kombes Pol Kayani Sudarto dan Kabid Propam Kombes Pol Naek P Simanjuntak.