Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12066

Defisit Akibat Perencanaan Pemko Tidak Matang

0
ilustrasi
foto: putut ariyotejo / batampos.co.id

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

batampos.co.id – DPRD Kota Batam menilai Pemko Batam gagal di dalam perencanaan. Target pendapatan asli daerah tak sesuai target yang diharapkan. Akibatnya, hingga pertengahan tahun 2018 ini, pemko defisit 268 miliar.

“Di perencanaan pemko sudah gagal. Saya tidak paham perencanaan seperti ini,” tegas Udin P. Sihaloho, anggota Badan Anggaran DPRD Kota Batam, Kamis (9/8).

Ia mengakui defisit ratusan miliaran Rupiah tersebut sudah sangat tidak wajar, mengingat pada saat penetapan APBD 2018 lalu, anggaran APBD Batam berimbang. “Yang jadi pertanyaan kami, bagaimana mereka membuat perencanaan,” sesal Udin.

Defisit anggaran melebihi 10 persen APBD, lanjut Udin, akan berdampak pada APBD 2019 nanti. Pasalnya, sejumlah kegiatan yang tertunda dilaksanakan tahun ini akan dibebankan tahun berikutnya. Termasuk kegiatan yang belum dibayar.

“Kalau defisitnya hanya Rp 40 miliar-Rp 50 miliar, masih wajar. Artinya, jangan lagi menambah lubang besar menutupi tunda bayar 2017 lalu, sebut Udin.

Besarnya defisit tahun ini, kata Udin, harus segera diatasi. Pemko harus mengambil langkah strategis, salah satunya dengan mengurangi pelebaran jalan, hentikan bansos dan hibah, sembako murah dan segera beralih ke sistem online.

“Program pencitraan kita minta di stop. Karena yang dibutuhkan masyarakat saat ini pekerjaan bukan bagi-bagi sembako murah. Saya menyarankan juga agar semua sektor penghasil seperti hotel, restoran dan lainnya dionlinekan,” sebut Udin.

Selain itu, pemko juga harus bisa memaksimalkan retribusi reklamasi.

“Inikan uang besar. Jangan kita sibuk bikin derek mobil, sementara potensi yang besar tidak kita maksimalkan,” jelas Udin. (rng)

Jaminan Keamanan, Insentif Menarik Untuk Investor

0

batampos.co.id – Pengusaha mendapatkan jaminan keamanan untuk berinvestasi di Batam. Jaminan tersebut datang dari Polisi Republik Indonesia (Polri) lewat acara Sosialisasi Pedoman Kerja Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Polri.

Temanya adalah mengenai koordinasi perlindungan dan keamanan bagi dunia usaha untuk mendukung kegiatan investasi di Indonesia.

“Tugas polisi adalah menjaga keamanan. Dengan MoU sebelumnya, maka akan menambah percepatan dan kecepatan kami dalam menjaga keamanan kawasan industri,” kata Kepala Biro Operasional/Badan Pemelihara Keamanan Polri Brigjen Pol. Drs. Eddy S Tambunan, M,SI di Swissbell Hotel Harbourbay Batuampar, Kamis (9/8).

Ia menjelaskan selama ini polisi tidak bisa bersentuhan langsung dengan investor. Jika ada masalah, maka pengusaha di kawasan industri akan menyurati BKPM. Dan BKPM kemudian meneruskannya kepada polisi.

“Dulu jika ada masalah, surati ke BKPM baru diteruskan ke polisi. Sekarang berbeda,” katanya.

Dengan kata lain jika terjadi masalah, maka investor tinggal menghubungi kepolisian terdekat. Namun fasilitas ini hanya bisa dinikmati oleh kawasan industri yang menjadi objek vital nasional (OVN).

Di Kepri, ada empat OVN yakni Kawasan Industri Batamindo, Kawasan Industri Panbil, Kawasan Industri Kabil. Tiga nama pertama ada di Batam. Sedangkan satu lagi yakni Kawasan Industri Bintan Inti di Bintan.

“Dengan adanya MoU kemarin, maka polisi juga akan menyelidiki siapa yang membuat embrio demo. Siapa yang menjadi supplier pendemo. Dan kita akan petakan segala persoalan yang menghambat investasi,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksaan Penanaman Modal dari BKPM M Azhar Lubis mengatakan sektor investasi merupakan kontributor kedua sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan ini, kita dapat meyakinkan dunia usaha bahwa polisi itu siap. Selama ini ada jarak, tapi Polri sudah berubah. Mereka siap mengayomi,” ungkapnya.

Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Ok Simatupang menyatakan bahwa manfaat dari kerjasama ini sangat terasa sekali. Karena polisi tempatkan perwiranya selama 24 jam mengawasi empat OVN di Kepri.”Ini bisa jadi dagangan kami ke investor karena merupakan salah satu kelebihan yang menarik,” ungkapnya lagi.

Sedangkan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan kerjasama ini merupakan bentuk perhatian khusus dari kepolisian.

“Kami dari BP sangat mendukung. Makanya kami betul-betul meyakinkan lagi pengusaha. Dan saya berharap kedepannya agar kawasan industri di Batam bisa secara bertahap menjadi OVN,” paparnya.(leo)

Jamaah Haji Mulai Bayar Dam

0

batampos.co.id – Jemaah Calon Haji Embarkasi Batam secara bergelombang terus memadati kota Mekkah Arab Saudi. Selain melaksanakan ibadah umroh dan ziarah, JCH mulai membayar dam atau denda dengan memotong seekor Kambing.

Agus Saputra Amir, Ketua Kloter 6 Embarkasi Batam mengatakan, memasuki hari ketiga di kota suci Makkah, sebagian JCH kloter 6 telah membayar Dam dengan menyaksikan langsung pemotongan kambing yang dikelola mukimin di Arab Saudi. Setidaknya tak kurang 200 orang atau sebanyak 5 rombongan membayar Dam dengan cara tersebut.

“Sedangkan sisanya atau sebanyak 5 rombongan membayar Dam dengan membayar ke Bank Ar-Rajhi. Dam ini harus dibayar (dam nusuk) karena begitu ketentuan manasik bagi haji tamattuk,” ucap Agus, kemamrin.

Di tempat terpisah, Ketua Kloter 1 Embarkasi Batam, Mustafa, mengatakan, ada dua JCH Kloter 1 yang akan melaksanakan Tarwiyah. “Mereka adalah Syahrial Nurkalis Sutan Batuah dan Nurul Tri Wahyuni, keduanya adalah suami istri jamaah asal Kota Tanjungpinang,” ucap Mustafa melalui MCH Embarkasi Batam siang tadi.

Diketahui, Tarwiyah adalah melakukan napak tilas perjalanan yang pernah dilakukan Nabi Muhammad SAW. Jamaah Tarwiyah akan melakukan perjalanan dari Makkah ke Mina sejauh 14 kilometer. Lalu, setelah itu perjalanan berlanjut keesokan harinya dari Mina ke Arafah untuk bergabung dengan jamaah lainnya yang berangkat dari Makkah, langsung ke Arafah untuk menjalani wukuf. Seluruh perjalanan itu ditempuh dengan berjalan kaki.

Sementara itu, Kabid Penyelenggaraan Ibadah Haji (PIH) Kementrian Agama Kepri, Subadi yang tengah bertugas di Makkah saat dihubungi MCH Embarkasi Batam mengatakan, saat ini Mekkah sudah mulai padat dikunjungi oleh jamaah.

“Kami terus mengingatkan jamaah untuk waspada terhadap barang bawaan dan barang-barang berharga agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kami juga mengimbau agar jamaah untuk tidak mudah mempercayai orang yang tidak dikenal dan menawarkan jasa atau sesuatu agar terhindar dari tindakan kejahatan,” ucap Subadi.

Dijelaskannya, saat ini suhu di Makkah mencapai 45 derajat Celcius. “Karena itu jamaah sangat dianjurkan banyak minum air putih dan mengkonsumsi buah-buahan,” tambahnya lagi.

“Apabila jamaah membutuhkan bantuan dan hal-hal lain, kami minta untuk disampaikan kepada petugas yang senantiasa standby selama 24 jam dengan ciri-ciri pakaian seragam yang telah ditentukan,” lanjut Subadi.(rng)

BP Batam Luncurkan Layanan Keliling BLINK

0
Foto: batampos / cecep mulyana

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam meluncurkan pelayanan baru yakni BP Batam Layanan Keliling (BLINK) di Swiss-Bell Hotel Harbourbay Batuampar, Kamis (9/8). Layanan Blink melayani pengurusan dokumen Izin Peralihan Hak (IPH) dan perpanjangan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) langsung di tengah-tengah masyarakat Batam.

“BP berikan layanan pada masyarakat agar bisa lebih cepat lagi. Dan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai tata cara pengurusan IPH dan perpanjangan UWTO. Serta mengedukasi soal pengurusan perizinan lewat layanan online milik BP Batam,” kata Deputi v Bidang Pelayanan Umum, Bambang Purwanto.

BP menyediakan dua unit mobil minibus untuk melayani pengurusan IPH dan perpanjangan UWTO. Setelah diluncurkan, maka Blink akan beroperasi mulai Senin, 13 Agustus nanti. Dalam seminggu, Blink akan beroperasi pada hari Senin, Rabu dan Kamis. Dan dalam sebulan, Blink akan singgah di empat lokasi.

“Untuk Senin 13 Agustus nanti, Blink akan beroperasi di RW 06 Kelurahan Baloi Kecamatan Lubuk Baja.Pada 20 Agustus, Blink akan pindah ke RW 04 Kelurahan Taman Baloi Kecamatan Batam Kota. Dan pada 27 Agustus, Blink akan singgah di RW 05 Kelurahan Sei Jodoh Kecamatan Batuampar,” Kata Bambang.

Ada 14 petugas yang akan melayani masyarakat, terbagi atas tujuh petugas yang melayani pengurusan IPH dan tujuh petugas untuk melayani perpanjangan UWTO. Mengenai standar operasional prosedur, Bambang mengatakan jika membawa syarat dokumen yang lengkap, maka IPH akan siap dalam dua hari kerja. “Sedangkan perpanjangan UWTO akan siap dalam dua minggu,” imbuhnya.

Dokumen yang sudah siap dapat diambil langsung ke lokasi Blink atau di Mall Pelayanan Publik (MPP). “Sebenarnya untuk Blink ini saya siapkan delapan unit mobil, tapi saat ini baru dua karena ingin melihat respon masyarakat,” ungkapnya.

Untuk warga Batam yang ingin mengurus IPH harus membawa dokumen persyaratan yang lengkap. Syarat-syarat yang dibutuhkan antara lain formulir permohonan, foto copy identitas pemohon, foto copy dokumen lahan seperti Gambar Penetapan Lokasi (PL), Perjanjian Pengalokasian Lahan (PPL), Surat Keputusan (Skep) dan sertifikat. Dan Pecah PL jika lahan yang ditempati masih PL induk.

sedangkan untuk persyaratan perpanjangan UWTO, pesyaratan yang diperlukan antara lain formulir permohonan, foto copy identitas pemohon, foto copy dokumen lahan seperti Gambar Penetapan Lokasi (PL), Perjanjian Pengalokasian Lahan (PPL), Surat Keputusan (Skep), sertifikat, Faktur UWTO.

Kemudian foto copy bukti peralihan Hak Atas Tanah (HAT) seperti IPH, Akta Jual Beli (AJB) dan Faktur Peralihan apabila sudah dialihkan. Lalu surat pernyataan apabila Skep dan Surat Perjanjian (Spj) belum diterbitkan BP Batam dan foto lokasi berwarna.

Khusus untuk perpanjangan UWTO, sekarang masyarakat bisa mengurusnya paling cepat 10 tahun sebelum jatuh tempo. Sedangkan tarifnya disesuaikan dengan besaran kenaikan empat persen tiap tahun hingga tahun 2022 seperti yang tertuang dalam Peraturan Kepala (Perka) Nomor 9 Tahun 2017 tentang jenis dan tarif layanan lahan.

Blink ini diakui Bambang berperan sebagai modul edukasi bagi warga Batam yang belum paham mengenai layanan online. Bagi yang berminat mengurus perizinan lahan lewat layanan online, maka disarankan untuk mengakses website www.bsw.go.id.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam Achyar Arfan mengatakan wacana tersebut bagus bagi masyarakat Batam.

“Ini bagus untuk layanan orang per orang. Karena berada di dekat pemukiman, maka jadi lebih gampang mengurusnya. Apalagi banyak yang belum tahu mengurus IPH secara online,” katanya.

Sedangkan bagi pengembang, keberadaan loket di tengah pemukiman bukan suatu hal yang menentukan lagi.”Kami sudah terbantu dengan keberadaan sistem online ini. Buat kami yang penting, sistemnya terus dibenahi lagi,” harapnya.(leo)

Pria Bertato Tewas Bersimbah Darah di Pingggir Jalan

0

batampos.co.id – Seorang pria bertato ditemukan tewas bersimbah darah di pinggir jalan brigjen Katamso, persisnya depan komplek pasar Fanindo, Tanjunguncang, Jumat (10/8) dini hari. Pria tanpa identitas itu diduga korban kecelakaan lalu lintas dan hingga siang kemarin masih disemayamkan di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batuaji.

Keterangan dari petugas medis di RSUD, jenazah pria yang berusia sekitar 25 tahun ini diantar oleh mobil patroli kepolisian sekitar pukul 05.00 WIB, pagi kemarin. Keterangan dari pihak kepolisian pria tersebut korban kecelakaan lalulintas yang belum diketahui secara pasti kronologisnya. “Cuman itu saja yang disampaikan polisi. Katanya korban kecelakaan lalu lintas tapi tak dijelaskan tabrak lari atau gimana. Jenazah ini juga tak ada identitas sama sekali sehingga tak tahu dimana keluarganya,” ujar Charles, petugas medis di kamar jenazah, kemarin.

Saat diperiksa petugas medis di kamar jenazah, kondisi korban cukup memprihatinkan. Sebuah luka menganga akibat hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala. Luka tersebut cukup besar sehingga sekujur tubuhnya bermandikan darah. Telinga dan hidung korban juga mengeluarkan darah hitam.

Pria dengan tato disekujur tubuhnya itu mengenakan baju kaos dan celana jeans pendek. Tidak ada kartu identitas apapun yang di dalam kantong celananya.

Menurut informasi dari petugas medis, bersama jenazah pria naas itu polisi yang mengantarnya ke RSUD juga mengamankan sepeda motor yang diduga dikendarai korban. Sampai berita ini diketik pihak rumah sakit belum bisa menghubungi keluarga korban. Begitu juga kepolisian belum memberikan keterangan yang pasti terkait penyebab kematian pria tersebut. (eja)

616 Pelamar Berebut 261 Kursi THL

0

batampos.co.id – Sebanyak 616 orang memperebutkan 261 kursi Tenaga Harian Lepas (THL) yang tersebar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lingga. Kamis, (9/8) Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan menggelar seleksi tertulis di Gedung Nasional, Dabo Singkep.

“Seleksi ini bagi pendaftar yang ada di Pulau Singkep,” kata Kabid Mutasi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Bahtiar ketika ditemui Gedung Nasional, Kamis (9/8) pagi.

Seleksi tertulis kali ini memuat sejumlah materi terkait pengetahuan umum, Pancasila, UU Dasar 1945 dan tes kepribadian secara tertulis. Hal ini menurut Bahtiar sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Setelah melalui seleksi tertulis, setiap peserta atau bakal calon harus mengikuti tes wawancara. Tes selanjutnya ini, dilakukan di setiap OPD yang membutuhkan sesuai dengan formasi yang diajukan kepada Pemkab Lingga.

“Seluruh THL yang nantinya kami terima yakni sebanyak 261 orang akan di sebar ke 32 OPD yang melakukan pengajuan penerimaan THL sesuai dengan formasi yang mereka minta,” kata Bahtiar.

Menurut Bahtiar, dari 616 THL yang mengikuti tes kali ini, terdapat didalamnya THL yang sebelumnya telah aktif bekerja di sejumlah OPD di lingkungan Pemkab Lingga. Namun THL yang mengikuti tes ini tentunya bagi mereka yang telah selesai masa kerjanya.

“Selain THL yang telah bekerja di Pemkab Lingga selebihnya adalah pelamar baru yang ingin mencoba kesempatan bekerja sebagai THL di Pemkab Lingga,” ujar Bahtiar. (wsa)

Pemkab Anambas Belum Bisa Pindah

0

batampos.co.id – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengatakan, belum bisa pindah ke pusat perkantoran pasir Peti desa Pesisir Timur kecamatan Siantan. Pasalnya sampai saat ini masih terkendala masalah listrik. Padahal Kantor megah yang dibangun tiga lantai tersebut telah rampung pengerjaannya.

“Sebenarnya kita ingin sama-sama pindah dengan Polres namun karena terkendala listrik jadi belum dapat pindah, malahan Polres yang pindah dulu,” jelas Haris, saat menyampaikan sambutan acara tepung tawar Mapolres Anambas Kamis (9/8).

Menurut Haris, untuk syukuran dan tepung tawar Kantor Bupati Anambas yang baru telah dilaksanakan bersamaan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Anambas 24 Juni silam. “Tunggu sampai masalah listriknya selesai maka akan pindah,” jelasnya.

Selain Kantor Bupati lanjut Haris, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga direncanakan akan pindah ke Pasir Peti. Terutama kantor OPD yang masih menyewa akan dibawa pindah ke kantor yang baru.

Hal ini mesti dilakukan karena sewa kantor OPD sangat tinggi pertahunnya. “Biaya sewa kantor OPD saat ini mencapai Rp 6 Milliar pertahun, dengan pindah ke kantor baru otomatis dana tersebut dapat dipergunakan untuk kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Sebelumnya, manajer PLN Rayon Anambas Jaswir, menjelaskan, saat ini pihaknya sudah selesai melakukan pemasangan jaringan hingga ke pusat perkantoran pasir Peti. Pihaknya juga siap untuk menyalurkan aliran listrik namun pemerintah daerah harus membayar biaya penyaluran.

Jika sudah dibayar, maka listrik akan disambung. Selain itu juga masih harus mengurus Surat Layak Operasi (SLO). “Kami sudah koordinasi dengan pemerintah mengenai SLO dan biaya pengambungan,” ungkapnya kepada wartawan belum lama ini.

Dirinya menjelaskan, untuk tahap awal pemerintahan daerah meminta sekitar 240 kva. Namun jika nantinya ada penambahan, pihaknya siap untuk menambah daya. “Sementara, pemerintah daerah minta sekitar 240 kva,” jelasnya. (sya)

Kebakaran di Bukit Senyum

0
Puing-puing sisa terbakar. Foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Belasan rumah liar dikawasan Bukit Senyum, Batuampar dilalap si jago merah, Jumat (10/8) sekitar pukul 04.00 WIB. Belum diketahui penyebab pasti kebakaran ini.

Menurut salah seorang warga, ia mengetahui kebakaran itu tepatnya sebelum adzan subuh setelah mendengar suara teriakan dari warga. Kemudian, ia melihat keluar melalui jendela dan melihat api sudah membesar.

“Saya lihat keluar sudah merah semua dari jendela. Sudah tinggi apinya,” katanya.

Padatnya rumah dikawasan tersebut membuat api dengan cepat menyebar ke rumah lainnya. Beberapa mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, satu orang warga meninggal dunia dalam kejadian ini. Sementara, untuk kerugian materil belum bisa ditaksir. (gie)

Perusahaan Rokok Investasi di FTZ Dompak, Minta Tenaga Kerja Lokal Diprioritaskan

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik rokok PT Megatama Batu Karang Indonesia, Kamis (9/8). F.Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan pemerintah terus melakukan terobosan untuk meningkatkan perekonomian Kepri. Menurutnya keberadaan pabrik di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Dompak nantinya banyak menghadirkan keuntungan yang signifikan.

”Pembangunannya akan menyerap tenaga kerja, kese-jahteraan masyarakat akan meningkat seiring roda ekonomi yang bergerak maju,” ujar Nurdin saat peletakan batu pertama pembangunan pabrik rokok PT Megatama Batu Karang Indonesia, di Kawasan FTZ Dompak, Tanjungpinang, Kamis (9/8).

Nurdin ingin SDM di Kepri berdaya guna, keberadaan pabrik tentu menjadikan lahan pekerjaan. Untuk itu diharapkan anak daerah men­dapat prioritas untuk mengisi posisi dalam ikut berkerja dalam proses pembangunan. Dia yakin dengan tumbuhnya satu pabrik di Dompak ini akan menggiring pembangunan-pembangunan lainnya.

”Pemerintah akan terus mendorong, kerja sama semua pihak juga diperlukan untuk kelancaran proses tersebut,” tutup Nurdin.

PT Megatama Batu Karang Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang produksi rokok di kawasan bebas. Pada 27 April lalu pihak perusahaan melakukan MoU bersama Pemko Tanjungpinang dan BP Tanjungpinang untuk berinvestasi dan mendirikan pabrik rokok di kawasan Pulau Dompak.

”Pabrik rokok ini berorientasi ekspor ke Malaysia dan Singapura,” kata Dirut PT Megatama Batu Karang Indonesia, Sunadi.

Perusahaan ini akan menempati area seluas 16 hektare yang telah dibebaskan dan akan segera dibangun pabrik dengan total anggaran Rp 200 miliar dengan 4 tahap pengerjaan. Tahap pertama ini sebanyak 250-300 orang tenaga kerja lokal dikerahkan dalam pembangunan.(bni)

Rentan Imigran Gelap, Dewan Dukung Brigadir Polri di Perbatasan

0
Dari kiri; Sekretaris Komisi IV Yusrizal, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri Taba Iskandar, bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi (dua dari kanan) saat menghadiri upacara pembentukan Brigadir Polri Perbatasan dan peletakan batu pertama gedung Asrama SPN di Tanjungbatu, Kundur, Selasa (7/8). F. Humas DPRD Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kepri yang membidangi pemerintahan, Taba Iskandar menyambut baik pembentukan dan penempatan Brigadir Polri Perbatasan di Kepri. Ini dikarenakan Provinsi Kepri bersinggungan langsung dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia, sehingga jalur keluar masuk warga sa-ngat tinggi. Potensi pelanggaran hukum juga tinggi.

Taba yang didampingi Sekretaris Komisi IV yang membidangi kesejahteraan masyarakat, Yusrizal sekaligus menghadiri upacara pembentukan Brigadir Polri Perbatasan dan peletakan batu pertama gedung Asrama SPN di Tanjungbatu, Kundur, Selasa (7/8).

”Provinsi Kepri sebagai daerah perbatasan juga sangat rentan masuknya para imigran gelap dari negara tetangga. Dengan adanya pendidikan ini, dapat meningkatkan keamanan wilayah di perbatasan,” kata Taba.

DPRD Kepri, lanjut Taba, bersedia membantu mempersiapkan kebutuhan Polri di daerah perbatasan. Untuk melengkapinya, tahun ini dibangun asrama bagi personel polri yang sedang dididik menjadi tenaga ahli.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Komisi IV, Yusrizal. Ia melihat personel Polri juga harus memiliki kemampuan lebih untuk menangani warga asing atau pencari suaka, karena Indonesia merupakan negara persinggahan sebelum mereka menuju negara lain.

”Dengan kesiapsiagaan para personel kepolisian di perbatasan itu, nantinya diharapkan menghasilkan solusi yang baik,” kata Yusrizal.

Tak hanya akan berhadapan dengan imigran. Wilayah perbatasan juga rentan masuknya penyelundupan, baik barang maupun narkoba. Juga rentan jadi pintu masuk jaringan terorisme, sehingga memang sangat penting ada penempatan personel kepolisian di perbatasan.

Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi mengatakan Bintara yang dilantik mencapai 160 personel. Terdiri dari 150 bintara umum dan 10 bintara yang memiliki kompetensi khusus. Sementara asrama yang dibangun, akan dijadikan sebagai sarana pendukung lahirnya bintara-bintara hebat. ”Mereka kami didik dengan para pelatih yang memiliki kualitas terbaik,” jelas Didid. (cca)