Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12074

Event Pariwisata Sepi Pengunjung

1
TNI AUFestival layang-layang yang digelar pemerintah daerah di pangkalan TNI AU Ranai, Senin (30/7) kurang mendapat respons dari masyarakat, karena digelar di kawasan militer. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Event Pariwisata yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna dinilai kurang diminati masyarakat. Sejak beberapa malam terakhir, acara yang digelar di Pantai Kencana terlihat sepi.

Bahkan stan pameran yang digelar pemerintah daerah pun terlihat tutup setelah event pariwisata dibuka. Seperti Senin (30/7) malam, hanya terlihat stan Bank Riau Kepri yang tetap buka.

”Tak tahu juga kenapa banyak stan pameran tutup. Padahal sekarang ada lomba lagu Melayu. Stan pameran ha-nya dibuka saat malam. Namun sudah sudah dua malam ini stan pemerintah kosong,” ujar seorang pegawai Bank Riau yang menjaga stan pameran.

Dalam agenda event pariwisata tersebut dijadwalkan terdapat stan pameran. Karena pemerintah daerah mendatangkan belasan warga asing untuk meramaikan lomba layang-layang.

Tidak hanya itu, malam lomba lagu Melayu di Pantai Kencana yang didesain dengan panggung raksasa, juga tidak diminati masyarakat. Di area lapangan yang dapat menampung ribuan penonton tersebut hanya terlihat puluhan penonton.

Selain kurang diminati, para pedagang ikut mengeluh merugi lantaran sepi pengunjung. Tidak sebanding dengan event pariwisata yang habiskan anggaran daerah miliaran rupiah.

”Kami juga bingung, katanya acara meriah. Tapi kami pedagang sepi pengunjung, jadi malah merugi beberapa hari ini. Lokasi pedagang juga becek begini,” tutur Iwan, seorang pedagang makanan.

Bahkan Ilyas Sabli, mantan Bupati Natuna menyayangkan sebagian kegiatan tidak dilaksanakan di Pantai Kencana, seperti festival layang-layang yang digelar di kawasan pangkalan udara TNI AU.(arn)

Imunasi Massal Targetkan 23 Ribu Anak

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna menetapkan jadwal pelaksanaan imunasi massal dalam kampanye mencegah penyakit campak dan rubella secara bertahap.

Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan, imunisasi massal ditargetkan diberikan kepada 23 ribu lebih anak-anak di Natuna.

Imunisasi tahap pertama dilaksanakan pada 1 Agustus men­datang di sekolah-sekolah. Ka­rena imunisasi sasarannya dari usia balita 9 bulan hingga anak usia 15 tahun. Tahap keduanya, 1 September dengan sasaran posyandu dan lainya.

”Masyarakat perlu ingat, imunisasi ini pen-ting. Khusus untuk sekolah-sekolah, mulai dilaksanakan tanggal 1 Agustus,” katanya, Senin (30/7).

Dikatakan Hikmat, saat ini Dinkes sudah mendata melalui masing-masing puskesmas dan pos kesehatan lainnya di desa maupun di kelurahan. Hasilnya sekitar 23 ribu lebih balita hingga anak usia 15 tahun akan diimunisasi.

Negara, sambungnya, telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/congenital rubella syndrome (CRS) pada tahun 2020.
Berdasarkan hasil survei dan cangkupan imu­nisasi, maka imunisasi rutin campak saja tidak cukup untuk mencapai target eliminasi campak. (arn)

Pemkab Sediakan 16 Lokasi Internet Gratis

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kominfo Pemkab Natuna Raja Darmika mengatakan, pemerintah sudah menyedikan layanan internet gratis di sejumlah lokasi, melalui jaringan Wifi gratis.

Lokasi layanan internet gratis ini di antaranya di Tugu Gasing, Pantai Kencana, pusat informasi pariwisata, taman bacaan Buku Perpustakaan, Kantor Bupati Natuna, kawasan Pelabuhan Penagi, kantor perizinan, kawasan Bandara Ranai, dan lainnya.

Dikatakannya, pemasangan layanan wifi gratis ini menggunakan layanan Telkom Ranai yang didukung Kementerian Lominfo melalui program CSR yang diusulkan pemerintah daerah kepada Palapa Ring Barat (PRB).

”Usulan CSR Pemda disetujui, ada 16 titik pemasangan layanan wifi gratis yang disediakan Telkom,” kata Darmika, Selasa (31/7).

Darmika menambahkan, pemerintah akan menambah usulan pemasangan wifi gratis di sekolah-sekolah sebagai dukungan kemudahan pendidikan dan layanan internet yang dapat mendukung pelaksanaan UNBK setiap sekolah.

”Mudah-mudahan usulan menjadi Natuna mendapat kemudahan dalam akses telekomunikasi terwujud. Seluruh sekolah dipelosok pun dapat menikmati layanan internet dengan mudah,” ujarnya.(arn)

Pegawai Diduga Berbuat Asusila di Ruang Pimpinan DPRD Batam

0

batampos.co.id – Dua pegawai Sekretariat DPRD Kota Batam diduga telah melakukan perbuatan asusila dengan tamu di ruang pimpinan DPRD Batam, pekan lalu.

Pegawai berstatus honorer itu berinisial Jd dan AM.

Perbuatan tak senonoh itu dilakukan dengan tamu Wakil Ketua I DPRD Batam, Zainal Abidin saat jam kerja.

Peristiwa itu terkuak saat Bd, salah satu cleaning service di kantor DPRD Batam membersihkan ruang kerja Zainal yang berada di lantai 2 gedung Dewan.

Bd kaget karena tempat tidur Zainal, salah satu fasilitas untuk istirahat pimpinan DPRD Batam itu acak-acakan. Bahkan handuk Zainal ikut kotor.

Kisah bermula kala Zainal kedatangan dua orang tamu sesama anggota DPRD. Karena Zainal ingin rapat, ia akhirnya pamit dan meminta anggota DPRD itu menunggu. Tak lama kemudian, datang Jd dan AM menemui tamunya itu dan terjadi peristiwa tak bermoral tersebut.

Peristiwa ini lalu dilaporkan staf ke Zainal. Politikus Partai Golkar itu mengaku langsung naik pitam. Kepada batampos.co.id, ia mengaku telah meminta Sekwan (Asril,red) untuk memberhentikan dua wanita tersebut serta mengganti seluruh staf di ruang kerjanya.

“Memang saya dilaporkan oleh staf seperti itu tapi kan sulit membuktikannya. Tapi saya marah besar dan meminta Sekwan untuk mengganti semua staf di ruang kerja saya,” ujar Zainal, siang tadi (1/8).

Terkait tamunya, Zainal juga membenarkan. “Iya, itu teman-teman anggota Dewan juga. Mereka lagi kunker (kunjungan kerja),” ujarnya.

Zainal mengaku tak curiga apa-apa. Ia akhirnya pamitan untuk ikut sidang paripurna dan meninggalkan tamunya menunggu di ruang kerja.

Ia mengaku saya menyesali jika benar adanya perbuatan asusila di ruang kerjanya.

“Itukan ruang kerja saya,” ujarnya.

Tidak diketahui pasti perkenalan keduanya dengan tamu Zainal Abidin tersebut.

Ketua DPRD Batam, Nuryanto mengaku belum mengetahui adanya peristiwa tersebut. ”

Saya tidak tahu kejadian ini. Tapi saya akan tanyakan ke Sekwan. Tapi jika benar adanya maka ini aib,” pungkas Nuryanto.

Kepada batampos.co.id, Sekwan DPRD Batam, Asril melalui sambungan telepon mengatakan tidak paham dengan peristiwa yang terjadi.

Ya itu, ranahnya Pak Zainal,” ujarnya.

Tentang permintaan Zainal memberhentikan dua staf DPRD, Asril mengelak dengan mengatakan itu kewenangan bagian kepegawaian DPRD.

(spt)

Sepeda Motor Terbakar di Samping Pos Polisi

0
Seorang anggota polisi berusaha memadamkan api yang membakar sepeda motor warga tidak jauh dari pos polisi di kawasan Pantai Kencana, Ranai. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Sepeda motor Mio yang sedang parkir di kawasan Pantai Kencana, tidak jauh dari pos polisi terbakar, Minggu (29/7) malam. Spontan, warga yang berada di kawasan Pantai Kencana menjadi heboh. Beruntung sepeda motor yang terbakar tidak meledak setelah seorang anggota polisi berusaha menyi­ram api dengan air.

Sepeda motor bernopol BP 2222 TS tersebut ternyata milik Fauzi. Dia mengaku kaget melihat sepeda motornya terbakar. ”Kok bisa, motor saya lagi parkir dan tidak menyala, tapi bisa terbakar,” ungkap Fauzi kebingungan.

Namun, dengan keberanian seorang anggota polisi yang berjaga di pos berhasil memadamkan api, sehingga tidak menyambar tanki bensin sepeda motor. ”Sepertinya di dalam pos polisi itu tidak ada racun api. Jadi, harus gunakan gayung menyiram air, untung bisa pa-damkan. Kami juga khawatir sepeda motornya meledak,” ujar pedagang yang tidak jauh dari pos polisi.(arn)

BBM untuk Warga Pulau

0
Indonesia ialah negara kepulauan. Pun demikian dengan Kota Batam, sebuah kota kepulauan. Pulau Batam sebagai pula utama, di luar itu ratusan pulau ada. Laut menjadi laluan utama bagi warga yang tinggal di luar Pulau Batam. Untunglah Pertamina mengerti kondisi ini. Perusahaan minyak milik pemerintah ini pun menyiapkan dan menyediakan bahan bakar minyak untuk keperluan transportasi di sini.
Teks / Foto: Dalil Harahap / batampos

Syarat Tak Lengkap Bacaleg Dicoret

0

batampos.co.id – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri Arison mengatakan apabila dalam perbaikan berkas persyaratan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) masih ada yang dinyatakan masih Belum Memenuhi Syarat (BMS), konsekuensinya Bacaleg terkait akan dicoret.

”Perbaikan ini adalah kesempatan terakhir. Artinya jika masih ada bacaleg yang belum melengkapi syaratnya, maka dinyatakan BMS,” ujar Arison menjawab pertanyaan Batam Pos, tadi malam.

Pria yang duduk sebagai Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu tersebut menegaskan, saat penyerahan hasil verifikasi beberapa waktu lalu ke 16 partai politik, pihaknya sudah memberikan catatan-catatan khusus kepada setiap bacaleg dari masing-masing parpol. Menurut Arison, dari 581 bacaleg yang diverifikasi, belum ada yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS).

”Daftar bacaleg berpotensi berkurang terbuka. Tetapi bertambah sudah pasti tidak mungkin,” paparnya.

Kata Arison, sampai pukul 18.00 WIB malam ini (tadi malam, red) pihaknya sudah menerima berkas perbaikan dari 11 parpol. Seperti Partai PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, PKPI, Partai Gerindra, Partai NasDem, Partai Perindo, Parta Berkarya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Bulan Bintang

”Adapun parpol yang sedang mengantre untuk menyerahkan berkas perbaikan adalah Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan, PSI, Partai Amanat Nasional, dan Partai Garuda,” jelas Arison.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Bintan itu juga menyebutkan, terhitung hari ini, pihaknya akan memverifikasi berkas perbaikan. Bagi bacaleg yang dinyatakan tidak lengkap akan dicoret dari daftar bacaleg. Lebih lanjut katanya, apabila tidak ada halangan pada 8 Agustus mendatang draf Daftar Caleg Sementara (DCS) sudah rampung.

”Sedangkan masa penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) yakni terhitung dari 17 Agustus 2018 sampai 20 September 2018,” tutup Arison.(jpg)

Penunggang Harley Ajak Promosi Pariwisata

0
Ketua Pengda HDCI Kepri, Taba Iskandar (kiri) menerima bendera pataka dari Ketua Umum HDCI, Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna di Hotel Best Western Premier Panbil, Batam, Jumat (27/7). F. Panitia untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Peran apa yang bisa diberikan para pecinta motor gede Harley Davidson kepada masyarakat? Ketua Umum Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna punya jawabannya.

Menurutnya, komunitas ini harus mampu memberi daya manfaat kepada masyarakat sekitar dan regional tempatnya beraktivitas. Dalam hal ini, Nanan mengajak seluruh anggota HDCI Kepulauan Riau bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan serta meningkatkan kerja sama dengan pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi pariwisata khususnya di Kepri dan Indonesia pada umumnya.

”Saya harapkan untuk seluruh anggota HDCI menjadi pelopor menjual potensi pariwisata di Indonesia, kemudian setiap Pengcap harus memberikan 1 unit mobil ambulan ke PMI,” ungkapnya, usai pelantikan pengurusan Pengda HDCI Kepri, Pengcab Batam dan Pengcab Tanjungpinang di Ballroom Hotel Best Western Premier Panbil, Batam, Jumat (27/7) ,malam.

Dalam sambutannya, Ketua Pengda HDCI Kepri periode 2018-2021, Taba Iskandar menyampaikan komitmennya telah menjalankan program secara terus menerus membantu masyarakat dan beberapa kegiatan sosial lainnya. ”Kami akan terus membantu masyarakat dalam kegiatan sosial, kemudian kami dari HDCI Kepulauan Riau, Pencab Batam, dan pencab Tanjungpinang akan memberikan bantuan ambulance kepada PMI,” ungkapnya.

Saat ini HDCI memiliki 3 ribu anggota, 46 pengcab, 8 pengda, dan ada chapter Europe, kemudian juga ada chapter Amerika yang baru dilantik dan juga Midleast.
Dengan terbentuknya kepengurusan HDCI yang baru ini diharapkan dapat memberikan suasana kekeluargaan yang baik, serta memiliki kegiatan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kemudian kontribusinya mengenalkan pariwisata Indonesia.

Pelantikan pengurus HDCI Pengda Kepri, Pengcab Batam dan Pengcab Tanjungpinang dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi S.H, Wakapolda Kepri, mantan Wakil Gubernur Kepri Surya Respationo, Ketua DPRD Kepri yang diwakili Sarafudin Aluan, dan para undangan.

HDCI Pengda Kepri periode 2018-2021 dipimpin oleh Taba Iskandar. Sedangkan HDCI Pengcab Batam dipimpin oleh Putra Respaty, dan untuk HDCI Pengcab Tanjungpinang dipimpin Taufiq.

Sebelumnya, puluhan anggota HDCI Kepri melakukan penjemputan rombongan HDCI pusat ke bandara VVIP menggunakan motor Harley Davidson, kemudian bersama Ketua Umum HDCI melakukan touring/konvoi menuju hotel lokasi acara.(aya)

Sepanjang Juli 2018, BNN Kepri Tangani 5 Kasus Narkoba

0
Para tesangka saat dihadapkan pada wartawan saat jumpa pers di kantor BNN Kepri di Batam.
foto: batampos.co.id / fiska juanda

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) sepanjang Juli mengungkap 5 kasus sabu di Kepri.

Barang bukti 8,9 kg sabu berhasil diamankan. Sabu ini diamankan dari 10 orang tersangka.

“Ini dari lima kasus yang berbeda-beda,” kata Kepala BNNP Kepri Richard Nainggolan, Rabu (1/8).

Richard menuturkan dari 8,9 kilogram sabu ini, sebagian besar merupakan hasil pengungkapan dari penyidik BNNP Kepri. Sedangkan sebagian kecil lainnya, hasil penegahan dilakukan petugas satuan pengamanan bandara (Avsec) dan Bea Cukai Batam.

“Hasil dari koordinasi dan sinergi ,” ungkapnya.

Hampir dipastikan, kata Richard sabu ini berasal dari luar negeri.

“Kini kami masih melakukan pengembangan atas semua kasus ini,” ucapnya.

Ke sepuluh orang ini terancam hukuman penjara seumur hidup dan mati. (ska)

Dukung Pengesahan UU Daerah Kepulauan, Kepri Harus Dapat Perlakuan Khusus

0
Arif Fadilla. F,Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sekretaris daerah (Sekda) Kepri TS Arif Fadillah berharap pemerintah pusat segera membahas dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang saat ini telah masuk ke Prolegnas DPR RI. Pengesahan ini akan semakin mempercepat pembangunan di daerah-daerah Kepulauan. Termasuk Kepri yang luas lautnya mencapai 96 persen dan berbatasan langsung dengan beberapa negara.

Menurutnya, posisi strate-gis Kepri seharusnya menjadi perhatian pemerintah pusat. Kepri adalah provinsi terdepan yang berbatasan langsung dengan beberapa negara akan dapat berakselarasi dan berkembang dengan pesat jika pemerintah punya keseriusan dalam membantu, terutama secepatnya mengesahkan UU Daerah Kepulauan yang telah 8 tahun diperjuangkan.

”Kami mohon agar perwakilan di DPR RI khususnya Komisi II agar dapat mendorong dan menggiring ini menjadi sebuah produk Undang-Undang,” kata Arif saat menerima Tim Komisi II DPR RI, Senin (30/7).

Menurut Arif RUU Daerah Kepulauan perlu segera disahkan karena menyangkut keadilan bagi provinsi yang mempunyai luas lautan yang melebihi daratan. Jika daratan dijadikan dasar dalam pembagian dana perimbangan maupun dana alokasi khusus maka akan sangat tidak adil bagi Provinsi Kepulauan yang memiliki rentang kendali yang cukup jauh dipisahkan dengan lautan sehingga biaya transportasi yang cukup besar dan tentunya membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit dalam pembangunan.

Sementara itu Ketua Komisi II DPR RI H. Zainuddin Amali mengatakan kedatangan mereka ke Provinsi Kepri dalam rangka mencari masukan mengenai penye-lenggaraan pelayanan publik, permasalahan tenaga honorer dan reformasi birokrasi, pertanahan dan tata ruang, pelaksanaan e-KTP, evaluasi permasalahan daerah perbatasan, pelaksanaan UU tentang desa serta evaluasi pelaksanaan pilkada serentak tahun 2018 dan persiapan pelaksanaan pemilu 2019.

“Kita datang ke Provinsi Kepri untuk mencari dan mendapatkan masalah apa saja yang ada disini dan mencoba mencarikan solusi agar daerah bisa lebih baik lagi kedepan dalam hal penyelenggaraan dan pelaya-nan kepada masyarakat,” kata Zainuddin.

Terkait pembahasan RUU Daerah Kepulauan Zainuddin Amali mengatakan Kepri yang merupakan provinsi yang memiliki luas lautan yang lebih besar dari daratan sudah seharusnya mendapatkan perlakukan khusus dari pemerintah pusat.

Apalagi posisinya yang berdekatan langsung dengan beberapa Negara Asia tenggara.
Perhitungan Pembagian Dana alokasi yang selama ini hanya berdasarkan daratan sudah seharusnya dipertimbangkan kembali karena ada beberapa provinsi yang memiliki daratan yang tidak lebih luas dari lautannya.

“Jangan dihitung sama dengan provinsi-provinsi yang sama dengan daratan, kalau daratan di sini paling hanya 4 persen, kalau hanya 4 persen diperhatikan kemudian 96 persen berupa lautan tidak menjadi perhatian maka itu sungguh tidak fair,” ucap Zainuddin.

Menurutnya RUU ini telah masuk prolegnas dari 50 yang prioritas, masuk urutan di 23. Tetapi urutan itu tidak berpengaruh apa-apa sepanjang tidak ada yang mendorong untuk membahasnya. “Kita akan lihat sudah sampai dimana RUU ini. Kita dari Komisi belum ada pemberitahuan akan dibahas di komisi II, di Badan Legislatif atau di pansus DPR RI,” jelasnya.(bni)