Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12075

Kemendagri Batalkan Empat Perda Batam

0

batampos.co.id – Empat Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam dibatalkan pemerintah pusat. Kepastian pembatalan 4 produk daerah tersebut tertuang di surat keputusan menteri dalam negeri No 188. Surat keputusan itu ditujukan pada Wali Kota Batam dengan tembusan kepada DPRD Batam.

“Minggu kemarin diberikan ke setiap fraksi. Isinya ada empat perda yang dibatalkan kemendagri,” kata Mesrawati Tambubolon, ketua Frksi Demokrat DPRD Batam, Selasa (31/7).

Adapun ke empat perda itu adalah Perda Nomor 12 Tahun 2001 tentang ketentuan pemberiaan surat izin usaha perdagangan kota Batam, Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang jasa umum, retribusi jasa usaha dan retribusi perizinan tertentu. Perda nomor 6 tahun 2014 tentang pembentukan produk hukunm daerah Kota Batam serta perda nomor 4 tahun 2010 tentang sistem penyelenggaraan pendidikan dasar dan pendidikan menengah di Kota Batam.

“Apakah disharmonisasi di Bapemperda atau langsung tidak berlaku, kita belum tahu,” sebut Mesra.

Dalam surat keputusan tersebut menyebutkan agar Wali Kota Batam segera menghentikan pelaksaan beberapa ketentuan perda, paling lambat tujuh hari sejak diterimannya keputusan menteri ini. Selanjutnya walikota bersama DPRD Kota Batam mencabut beberapa ketentuan perda yang dibatalkan.

Sementara itu, Ketua Badan Perencanaan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam, Sukaryo mengatakan, pembatalan empat perda ini karena ada beberapa ketentuan perda bertentangan dengan peraturan daerah yang lebih tinggi. Diakuinya, dalam surat keputusan ini, menteri memeinta agar ketentuan-ketentuan yang bertentangan ini dihapus untuk selanjutnya direvisi yang pembahasannya diharmonisasikan di Bapemperda.

“Jadi tidak Perda-nya. Tapi beberapa ketentuan,” sebut Sukaryo.

Namun begitu lanjut dia, sebelum dilakukan perbaikan perda. Sesuai edaran menteri dalam negeri, Wali Kota Batam diminta segera menghentikan pelaksaan keempat perda tersebut. Keputusan menteri dalam negeri ini bersifat final, sebelum adanya tahapan harmonisasi di DPRD Kota Batam.

“Makanya kita tunggu komitmen wali kota Batam agar menyelesaikan perda yang diharmonisasi ini,” jelas Sukaryo. (rng)

Kaki Mayat Bayi Itu Terputus saat Ditemukan di Tempat Sampah

0
Yuli tersangka pembuang bayi ke tempat sampah.
foto: eusebius / batampos

batampos.co.id – Penyidik Polsek Batuaji terus dalami kasus pembuangan jasad bayi ke tempat sampah di pinggir jalan depan perumahan Pemda II Batuaji, Rabu (25/7) lalu.

Selain sudah membekuk Erma Yuni Nababan, 24 ibu sekaligus pelaku pembuang jasad bayi laki-laki itu, polisi juga mulai menemukan titik terang terkait kondisi sang bayi saat dilahirkan.

Penyelidikan sementara polisi menduga bayi tersebut masih hidup saat melahirkan. Ini berdasarkan laporan lisan hasil otopsi yang diterima penyidik bahwa bayi tersebut sudah cukup umur selama di dalam kandungan yang kemungkinan besar lahir normal dan dalam kondisi sehat.

Bayi malang itu meninggal dunia diduga ulah sang ibu yang berusaha melahirkan sendiri sehingga ada dugaan upaya penarikan paksa yang menyebabkan salah satu kaki sang bayi putus. “Hasil otopsi yang kita terima secara lisan ada tungkal kaki bayi yang putus. Ini yang masih kami dalami apakah karenan ditarik paksa atau tidak,” ujar Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe, Selasa (31/7).

Selain itu leher sang bayi juga ditemui bekas luka robek yang sudah membusuk. Penyebab luka itu juga menguatkan jika sang bayi diduga sengaja dibunuh. “Tapi ini masih dugaan semua. Pastinya masih kami kami dalami dan tunggu hasil resmi otopsinya,” tutur Dalimunthe.

Sementara keterangan pelaku sendiri juga belum menyakinkan polisi. Meskipun dia mengaku bayi tersebut lahir dalam kondisi sudah meninggal dunia, polisi tidak langsung percaya sebab keterangannya masih berubah-ubah. “Keterangan tersangka tak bisa dipegang. Berubah-ubah, jadi memang belum bisa kami simpulkan pastinya,” tutur Dalimunthe.

Rhm kakak Yuni yang dijumpai di Mapolsek Batuaji, Kemarin mengaku keluarga tak tahu sama sekali jika Yuni hamil dan melakukan perbuatan keji itu.

“Yang tahu baru saya sama bapak. Ibu belum tahu masalah ini,” ujarnya.

Diceritakan Rhm, keluarga juga tak tahu jika Yuni bekerja di Malaysia. Tiga tahun yang silam Yuni datang ke Batam dan tinggal bersamanya di perumahan Sawang Permai berseberangan dengan lokasi kejadian. Namun karena sering dinasihati, Yuni akhirnya memilih tinggal sendiri tanpa memberi kabar ke keluarga. Semenjak itu keluarganya tahu Yuni ada di Batam. “Tahu dia kerja di Malaysia setelah adanya kejadian ini. Agak keras memang orangnya,” ujar Rhm.

Dengan adanya kejadian itu, pihak keluarga kata Rhm pasrah atas hukuman yang akan diterima Yuni. “Ya mau gimana lagi. Yang bisa kami lakukan hanya menasehati dan menguatkan dia,” tuturnya. (eja)

Penertiban Kios Liar Belum Merata

0
Kios liar dibangun di lahan hijau, Aviari.
| Dalil Harahap / batampos

batampos.co.id – Penertiban bangunan liar di row jalan belum merata. Masih banyak bangunan kios liar di Batuaji masih berdiri tegak hingga saat ini. Padahal keberadaan bangunan liar ini berdampak bagi lingkungan sekitar.

Pujasera samping Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam misalkan mengganggu ketenangan pasien yang berobat di RSUD. Itu karena pujasera yang berdiri diatas row jalan itu memutar musik karaoke hingga larut malam. Warga dan keluarga pasien sudah berulang kali komplain namun belum ada tindakan hingga siang saat ini.

Begitu juga dengan bangungan pujasera depan perumahan Genta I, Batuaji dikeluhkan masyarakat sekitar sebab menyuguhkan life musik hingga larut malam. Pujasera itu berdiri persis di pinggir jalan R Suprapto, Batuaji.

“Dulu pernah dibongkar oleh pihak kecamatan, tapi sekarang beroperasi lagi. Nggak tahu lagi mau komplain ke siapa,” ujar Riko, warga perumahan Genta I, Batuaji.

Tidak itu saja kios liar di sekeliling pasar seken aviari yang sempat dilarang oleh pihak kecamatan Batuaji kini malah sudah beroperasi. Kios liar tersebut juga dibangun di row jalan yang seyogyanya diperuntukan untuk lokasi penghijauan.

Pantaun di lapangan ada belasan unit kios liar yang baru dibangun dekat perumahan Pemda II Batuaji. Kios-kios tersebut dipergunakan untuk menjajahakn pakain dan barang sekan seperti di dalam pasar seken. Lokasi tersebut dulunya juga lapak kios liar pedagang barang sekan namun terbakar di tahun 2016 lalu. Setelah kebakaran pihak kecamatan melarang keras untuk bangun kembali di lokasi yang sama sebab lokasi itu akan dijadikan taman penghijauan. Namun larangan itu tak digubris sehingga dibangun kembali oleh sekolompok orang kemudian dijual atau disewakan ke masyarakat yang berminat.

Camat Batuaji Ridwan saat dikonfirmasi mengaku belum bisa mengambil tindakan sebab penertiban bangunan liar di row jalan utama itu wewenang ke Satpol PP kota Batam.

“Itu langsung ke Satpol PP saja konfirmasinya,” ujar Ridwan.(eja)

MK Tak Terima Dihina OSO

0

batampos.co.id – Pernyataan Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) saat wawancara langsung dengan sebuah stasiun televisi swasta baru-baru ini berbuntut. Mahkamah Konstitusi tidak terima atas ucapan bernada menghina itu dan langsung menyurati OSO. Pernyataan tersebut terkait dengan putusan MK yang melarang pengurus parpol maju sebagai calon anggota DPD sejak Pemilu 2019.

Dalam keterangannya Selasa (31/7), Sekjen MK M. Guntur Hamzah menyatakan, Senin (30/7) lalu para hakim konstitusi telah bermusyawarah untuk merespons pernyataan OSO. Para hakim juga sudah mendengarkan rekaman video tersebut secara utuh. ’’Perbuatan Pak Oesman Sapta Odang dapat dikategorikan perbuatan yang merendahkan harkat dan martabat hakim konstitusi,’’ ujarnya.

MK, lanjut dia, tidak memiliki tendensi apa pun dalam memutuskan sebuah perkara. Sikap MK selalu independen dan imparsial serta tidak menjadikan politik sebagai pertimbangan dalam membuat putusan. ’’Melainkan didasarkan pada hukum,’’ lanjutnya.

Guntur kemudian menjelaskan urutan penanganan perkara tersebut sejak awal pendaftaran pada 4 April hingga pembacaan putusan pada 23 Juli. Dia memastikan setiap proses, baik pendaftaran, registrasi, maupun sidang pleno, dilakukan secara terbuka. Kecuali, rapat permusyawaratan hakim dalam mengambil putusan yang memang harus tertutup.

Karena itu, pihaknya telah mengirimkan surat keberatan kepada OSO atas pernyataannya di televisi.

’’Sudah diterima Pak OSO dan kami saat ini menunggu jawaban dari beliau,’’ ucap Guntur.

Pihaknya tidak memberi tenggat. Namun, bila memang tidak ada iktikad dari OSO untuk menjawab surat keberatan itu, para hakim akan kembali berembuk untuk menentukan langkah berikutnya.

Sebelumnya, OSO mengeluarkan pernyataan keras saat diwawancarai secara live di sebuah stasiun televisi swasta.

’’MK itu goblok,’’ ucap OSO.

Alasannya, MK tidak menghargai kebijakan yang telah diputuskan KPU. Pembawa acara pun sempat memprotes pernyataan OSO tersebut dan menyampaikannya langsung. (byu/c19/fat/JPG)

Antonov Mendarat di Hang Nadim untuk Angkut Ekspor 93 Ton Pipa ke Nigeria

0
Pesawat berbadan besar bikinan Rusia, Antonov, mendarat di Hang Nadim, Batam.

batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim kedatangan pesawat kargo nomor dua terbesar di dunia, Antonov AN-124/100, Selasa (31/7) pukul 05.45. Kedatangan pesawat ini untuk mengangkut 93,5 ton pipa produksi Batam menuju Nigeria.

“Pesawatnya berangkat pukul 11.47 WIB,” kata Direktur BUBU Bandara Hang Nadim, Suwarso, Selasa (31/7).

Suwarso mengatakan, penerbangan pesawat kargo raksasa langsung dari Hang Nadim ini menunjukkan Batam semakin siap menjadi pusat logistik nasional. Hal ini sejalan dengan langkah dan program Badan Pengusahaan (BP) Batam yang akan mengembangkan Batam sebagai pusat logistik.

Menurut Suwarso, selama ini komiditi ekspor seperti pipa tersebut diekspor melalui Singapura. Produk Batam dikirim ke Singapura dengan kapal, kemudian dijemput pesawat kargo melalui Bandara Changi Singapura.

Penerbangan langsung dari Hang Nadim, kata Suwarso, lebih menarik karena lebih hemat dibandingkan Singapura. Padahal secara kapasitas, Hang Nadim tidak kalah dengan Changi. Apalagi sekerang Hang Nadim memiliki landasan sepanjang 4.025 meter.

“Kalau soal harga, kita jauh lebih murah. Mulai dari landing fee dan parkir,” tutur Suwarso.

Langkah Hang Nadim ini, kata Suwarso, didukung penuh oleh BP Batam. Dalam beberapa tahun belakangan ini langkah tersebut mulai ampuh. Beberapa kali Antonov 124 menyambangi Batam.

“2016 dua kali, 2017 dua kali, dan tahun 2018 baru kali ini,” ujarnya. (ska)

Kawin Cerai Ideologi Ekonomi

0

Nawaz Sharif masuk rumah sakit. Akhirnya. Kemarin dulu. Irama jantungnya kacau. Tekanan darahnya naik. Ia stress. Pantangan berat bagi pengidap diabetes seperti ia.

Sebenarnya dokter penjara sudah minta itu. Sehari setelah partainya kalah Pemilu 25 Juli lalu. Tapi Nawaz menolak keluar penjara. Ia curiga ada skenario pembunuhan. Yang sangat biasa di Pakistan.

Nawaz sudah berkali-kali dibunuh. Secara politik. Juga ekonomi. Keluar-masuk penjara. Jadi pelarian. Buron.

Dua minggu sebelum Pemilu baru Nawaz memutuskan pulang. Dari pelariannya di London. Untuk membantu partainya. Yang sejak Nawaz jadi terdakwa dipimpin adik bungsunya: Shahbaz Sharif.

Waktu pulang dari London Nawaz minta mendarat di Lahore. Kampung halamannya. Tapi polisi sudah siaga. Truk-truk militer berbaris sepanjang jalan. Pengikutnya dihadang. Tidak boleh masuk bandara.

Begitu mendarat Nawaz langsung ditangkap. Dimasukkan penjara yang amat terkenal: Adiala. Di penjara itu pulalah lawan-lawan politiknya juga menjalani hukuman.

Kini Nawaz masih cari jalan keluar. Agar bebas dari hukuman: penjara maupun larangan berpolitik seumur hidupnya.

Bagi Nawaz yang seperti itu sudah biasa. Ia sudah biasa kehilangan apa saja. Dan selalu berjuang untuk memperolehnya kembali.

Kehilangan pertamanya adalah: kehilangan bisnisnya. Nawaz dari keluarga kaya raya. Untuk ukuran Pakistan. Punya pabrik baja. Pabrik itulah yang tiba-tiba hilang. Akibat politik.

Tepatnya pada tahun 1971. Yakni waktu partainya Zulfikar Ali Bhutto menang Pemilu. Partai Rakyat Pakistan (PPP).

Ideologi Ali Bhutto mirip Bung Karno. Tengah-kiri. Bhutto memang bersahabat dengan Bung Karno. Zaman itu aliran kiri memang lagi ‘in’ di dunia ketiga.

Begitu Ali Bhutto berkuasa dilakukan nasionalisasi. Industri-industri utama harus milik negara. Pabrik baja milik Nawaz diambil. Bersama 31 pabrik besar lainnya: pabrik semen.

Sejak saat itulah Nawaz masuk politik. Dengan dendamnya. Umurnya: 28 tahun. Ingin mengubah ideologi negara. Dan sejak itulah dua ideologi ekonomi di Pakistan bermusuhan. Sampai sekarang.

Ketika Ali Bhutto dihukum gantung diganti putrinya: Benazir Bhutto. Dengan ideologi yang sama. Benazir dua kali jadi perdana menteri. Dua kali pula dijatuhkan. Terakhir ditembak mati.

Nawaz Sharif juga tiga kali jadi perdana menteri. Tiga kali pula dijatuhkan. Tiga kali jadi pelarian. Tiga kali masuk penjara.

Pemerintahan Pakistan memang selalu silih berganti: Bhutto-militer-Nawaz-militer-Bhutto-militer-Nawaz-militer. Atau semacam itu.

Ketika pemerintahan Ali Bhutto dikudeta jendral Zia Ul Haq, Nawaz dapat angin. Nasionalisasi dihentikan.

Ia sendiri ditunjuk menjadi menteri keuangan negara bagian penting: Punjab. Tempat kelahirannya. Posisi ini yang kelak membawanya menjadi ketua menteri. Setingkat gubernur di sini.

Tapi ketika Benazir Bhutto terpilih jadi perdana menteri di tahun 1988 dia kembali meneruskan program nasionalisi ayahnya. Ekonomi Pakistan balik kucing. Sangat buruk.

Hanya 20 bulan Benazir menjadi perdana menteri. Digusur oleh Ghulam Ishak Khan. Yang didalangi militer. Arah ekonomi pun dipindah lagi.

Tahun 1993 Benazir terpilih lagi jadi perdana menteri. Ekonomi berubah lagi. Benazir digusur lagi. Dimasukkan penjara. Dengan tuduhan korupsi. Dihukum 3 tahun. Militer terus berkuasa sampai 2007.

Diadakanlah Pemilu. Nawaz terpilih sebagai perdana menteri. Yang kedua kalinya. Pada tahun ketiga Nawaz ingin mengganti panglima militer.

Saat itu panglima lagi di luar negeri. Marah. Begitu pulang jendral itu langsung kudeta: Jendral Musharaf.

Nawaz dijadikan terdakwa. Di pengadilan militer. Yang dilangsungkan dengan cepat. Tuduhannya seabrek: pembunuhan, penculikan, korupsi.

Ancamannya hukuman mati.

Mendengar ancaman itu raja Arab Saudi turun tangan. Merayu militer Pakistan. Agar bersikap lebih lunak. Kompromi diraih: Nawaz cukup diasingkan di Arab Saudi. Dan tidak boleh terjun ke politik. Setidaknya selama 21 tahun. Saat di pengasingan inilah Nawaz membangun pabrik baja di Saudi.

Lalu Nawas mengasingkan diri ke London. Membeli rumah di sana. Rumah inilah yang kelak pada tahun 2018 membuatnya jatuh. Dan masuk penjara lagi. Pemerintahan militer jenderal Musharaf ini cukup panjang. Sampai 2008. Tapi ekonomi juga tidak maju. Rakyat sudah tidak tahan. Minta Pemilu.

Saat itulah Benazir Bhutto diizinkan pulang dari pengasingannya. Juga di London. Untuk ikut Pemilu. Ingin jadi perdana menteri yang ketiga kalinya. Nawaz terpaksa diizinkan juga untuk pulang. Dari London. Terbang langsung ke Lahore.

Tiba di Lahore Nawaz tidak boleh turun dari pesawat. Harusnya, kata penguasa, Nawaz kembalinya dari Arab. Bukan London. Maka pesawat kembali. Ini, kata Nawaz, siasat untuk menjegalnya.

Nawaz lama menunggu di Arab. Untuk bisa pulang. Izin itu akhirnya datang. Atas tekanan rakyat. Dan raja Saudi.

Begitu tiba di Pakistan pendaftaran caleg hampir tutup. Tinggal sehari. Tapi Benazir ditembak mati. Entah oleh siapa.

Pemilu ditunda beberapa minggu. Hasilnya: partainya Benazir justru yang menang. Meski Benazir sendiri tidak bisa jadi perdana menteri. Untuk ketiga kalinya.

Baru pada Pemilu berikutnya, 2013, giliran partainya Nawaz yang menang. Jadilah Nawas perdana menteri lagi. Yang ketiga kalinya. Meski juga tidak sampai selesai. Keburu dimasukkan penjara lagi. Sampai masuk rumah sakit hari-hari ini.

Kini Pakistan beda lagi. Di Pemilu 25 Juli barusan ganti partai lain yang menang. Tokoh lain yang akan menjadi perdana menteri: Imran Khan. Yang wajahnya mirip penyanyi rock Inggris Mick Jagger itu. Yang latar belakangnya atlet olahraga kriket itu. Yang dikenal sebagai playboy itu. Dan kawin-cerai itu.

Entah model ekonomi apa lagi yang akan dicoba di Pakistan. Begitu seringnya Pakistan ganti-ganti ediologi ekonomi.

Saya juga sempat khawatir saat ideologi Nawa Cita ingin diintrodusir lagi di Indonesia. Bukan khawatir ideologinya, tapi khawatir ganti-gantinya. Bisa bikin tidak stabil.

Syukurlah Nawa Cita tidak begitu disuarakan lagi. Belakangan ini. Juga tidak begitu dilaksanakan lagi. Tampaknya. (dis)

Pencaker Padati MPH Batamindo

0
Ratusan pencari kerja (Pencaker) duduk lesehan di MPH Batamindo, Mukakuning, Seibeduk, Senin (16/7). Pencari kerja ini menunggu informasi lowongan kerja dari perusahaan yang ada di Batamindo. Saat ini banyak warga yang menganggur karena perusahaan tidak membuka lowongan pekerjaan. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pencari kerja baru tamat sekolah luar daerah atau pencaker yang dikenal fresh graduate itu mudah ditemui di Multi Purphose Hall (MPH) Pujasera Batamindo, Selasa (31/7). Aryo Lesmana, 19, yang sudah dua minggu datang dari Madura, Jawa Timur misalkan, sudah wara-wiri memasuki lamaran ke beberapa perusahaan di Batam.

“Tapi belum dipanggil-panggil kak,” ujarnya disela-sela melihat pengumuman lowongan kerja di Multi Purphose Hall (MPH), kemarin.

Dia mengatakan memang sengaja ke Batam untuk mencari pekerjaan. “Saya datang bersama empat teman saya sekaligus, niat memang mau cari kerja,” katanya.

Tak hanya dia, di lokasi tersebut juga banyak ditemui pencaker baru tamat sekolah lainnya. “Banyak dapat teman baru di sini, mereka semua baru tamat sekolah,” ucapnya.

Pencaker baru tamat lainnya, Rahayu, 19. Dara Padang yang datang di pertengahan Juli lalu ini mengaku datang ke Batam karena ajakan teman juga saudaranya.

Selain itu, pencaker baru tamat sekolah asli Batam juga ada. Seperti Muhammad Khadafi yang ingin bekerja untuk mencari modal untuk kuliah.

“Mau kerja sambil kuliah,” ungkap warga Batamcenter ini.

Sementara itu, tamatan sekolah menyumbang jumlah pencari kerja dapat dilihat dari berjubelnya pembuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Di Polsek Batuaji misalnya, dalam sehari 60 pembuat SKCK yang didominasi remaja tamat sekolah memadati konter SKCK pasca lebaran beberapa waktu lalu, sementara di Polsek Seibeduk, berkisar 40 pembuat SKCK dalam sehari.

Tak hanya itu, permintaan kartu kuning di Kecamatan Sagulung juga meningkat. Staff pembuatan kartu kuning Kecamatan Sagulung Junita Silaban, mengatakan ada sekitar 60 pemohon yang mengajukan pembuatan kartu kuning dalam sehari, sebagian besar mereka yang baru tamat sekolah yang hendak melamar kerja.

“Anak-anak baru tamat, mereka buat yang baru semua,” katanya. (une)

Pedagang Bendera Musiman Mulai Ramai

0
Rizal, 46, pedagang bendera musiman menyusun benderanya yang dijual di tepi jalan R Suprapto depan SP Plaza, Sagulung, Minggu (29/7/2018). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Menjelang Perayaan HUT kemerdekaan ke-73 tahun, pedagang bendera dan pernak-pernik kemerdekaan musiman mulai ramai di sepanjang jalan R Soeprapto dan Brigjen Katamso, Batuaji.

Di lokasi tersebut, pedagang musimam terlihat menjajakan pernik-pernik kemerdekaan. Salah satunya, Faisal yang sudah tiga hari belakangan ini menjajakan atribut kemerdekaan tersebut. Meski belum sepenuhnya ramai, namun ia mengaku para pembeli sudah mulai berdatangan.

“Ini masih awal-awal, yang beli hanya dua dan tiga orang saja,” kata Faisal, yang membuka lapak sekitar Masjid Al-Gufron, Sagulung, Minggu (28/7/2018).

Atribut kemerdekaan yang dijual Faisal cukup beragam. Mulai dari bendera berukuran kecil hingga bendera gedung sepanjang 10 meter, selain itu ada umbul-umbul hingga tonggak bendera. Segala jenis atribut itu ia jual bervariasi, mulai Rp 5 ribu hingga Rp 70 ribu.

Dia mengatakan sejumlah atribut yang ia jual tersebut didatangkan dari Palembang. Senada juga yang dikatakan Roni yang memanfaatkan momen bulan Agustus untuk membuka lapak dan menjual atribut kemerdekaan.

“Baru buka hari ini,” ujar Roni.

Salah satu pembeli, Yanti mengaku setiap tahunnya membeli bendera dan umbul-umbul untuk menyemarakkan perayaan HUT Kemerdekaan RI. Selain membeli bendera untuk dikibarkan di rumah, ia mengaku tengah mencari umbul-umbul untuk kelak di pasang di lingkungan tempat tinggalnya.

“Untuk memeriahkan sekaligus menghormati peringatan kemerdekaan,” kata warga Batuaji ini. (une)

Sudah 4.478 Jemaah Embarkasi Batam Tiba di Tanah Suci

0
Petugas PPIH Embarkasi Batam sedang memberikan pelayanan kepada para Jemaah Calon Haji asal kalimantan saat tiba di Asrama Haji Batam, Senin ((30/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Embarkasi Batam telah memberangkatkan 4.478 Jemaah Calon Haji. Mereka terbagi dalam 11 kelompok terbang (kloter) dan telah tiba di Tanah Suci. Sementara hingga kini, jumlah jemaah yang sudah masuk ke Embarkasi Batam berjumlah 4.928 orang atau 12 kloter.

“Rinciannya, 11 kloter termasuk gelombang pertama mendarat di Madinah. Sementara satu kloter sisanya merupakan kloter awal gelombang kedua mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah,” kata Kordinator Bidang Pemberangkatan PPIH Embarkasi Batam, H. Sarbani, Selasa (31/7).

Pada hari ini, Embarkasi Batam memberangkatkan 450 JCH kloter 12. Para jemaah diterbangkan dari Bandara Hang Nadim Batam sekitar pukul 09.20. Keberangkatan JCH Kloter 12 sedikit terlambat karena pesawat dari Jeddah terlambat akibat slot time dan padatnya lalulintas udara.

“Semula rencana sesuai jadwal pukul 08.20 WIB di revisi menjadi pukul 09.20 WIB,” sebut Sarbani.

Pelepasan JCH kloter 12 ini dilepas oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia, Syawal Bondoreso. Ia berpesan pada jemaah agar selalu menjaga kesehatan, konsumsi makanan sehat serta mernjaga kekompakan sesama regu dan rombongan kloter.

“Pemerintah Kalimantan bersama seluruh masyarakat mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji,” kata Syawal.

Ucapan terima kasi kepada PPIH Daerah, PPIH Embarkasi Batam yang telah membantu dan melayani tamu-tamu Allah. “Kepada Petugas Kloter, Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) layanilah jamaah dengan penuh ikhlas dan rasa tanggung jawab,” sebut Syawal saat pelepasan.

Pada Kloter 12 ini terdapat dua JCH yang ditunda berangkat ke tanah suci yakni Purwatiningsih Suwarto Yadi Manifest 347 asal Kabupaten Kapuas Hulu karena sakit di Embarkasi. Sementara Sri Hazlinda Zainul Abidin Manifest 346 asal Kapuas Hulu pendamping Purwatiningsih. (rng)

Seekor Tapir Terjerembab di Kubangan Sedalam 2,5 meter selama 5 Hari Berhasil Diselamatkan

0
Tapir yang terjebak di kubangan yang dibuat warga di Kabupaten Rohul, Riau. (Istimewa)

batampos.co.id – Seekor tapir terjebak di dalam kubangan sedalam 2,5 meter selama lima hari.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Suharyono mengatakan, pihaknya baru dihubungi Kepala Desa Cipang Kanan, Kecamatan Rokan IV, Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Abadi, pada Sabtu (21/7) lalu sekitar pukul 04.00 WIB.

“Kami diberitahu kepala desa setempat bahwa ada seekor tapir yang terjebak di dalam lubang pembuangan (WC) yang baru digali. Sudah lima hari di sana,” ujar Suharyono, Selasa (31/7).

Bagi masyarakat sekitar, satwa dengan nama ilmiah Tapirus indicus tersebut dikenal dengan sebutan Cipan. Secara umum, pengetahuan warga setempat tentang Tapir sangat minim. Padahal, Tapir merupakan salah satu satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999.

“Di desa tersebut satwa ini merupakan salah satu hewan yang dihormati selain Harimau. Warga desa secara umum sangat takut terhadap satwa Cipan. Dikarenakan cerita turun temurun yg mengatakan bahwa Cipan adalah satwa berhantu,” ungkap Suharyono.

Dengan ketidaktahuan masyarakat, tim BBKSDA Riau langsung turun ke lokasi. Dusun Cipang Kanan sendiri merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Selain itu juga berbatasan langsung dengan pegunungan Bukit Barisan.

Dulunya, desa itu hanya dapat dijangkau melalui angkutan sungai dari Ujung Batu. Jarak tempuhnya memakan waktu satu hari. Namun sekarang dapat dijangkau melalui jalur darat. “Walaupun sulit untuk dilalui. Jarak tempuh dari Pekanbaru kurang lebih enam sampai tujuh jam,” ucapnya.

Setibanya di lokasi, petugas BBKSDA Riau mendapati tapir itu dalam kondisi sehat. Sebab warga secara bergantian memberinya makan dedaunan.

“Di sana, petugas kami melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat. Bersama warga, kami menggali bagian pinggir lubang dengan kemiringan tertentu agar Cipan dapat berjalan keluar,” sebut Haryono.

Beberapa jam setelah penggalian, Cipan akhirnya dapat meloloskan dirinya sendiri tanpa bantuan. Masyarakat diminta untuk mengosongkan tempat tersebut agar Cipan tidak merasa terganggu.

“Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh aparat dan masyarakat Desa Cipang Kanan. Mereka telah membantu petugas untuk menyelamatkan satwa Cipan,” ucap Suharyono.

(ica/JPC)