Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12081

KPU Batam Tetapkan 642.730 Pemilih di DPSHP

0
Ketua KPU Batam Syahrul Huda bersama Komisioner melaksanakan rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) kota Batam di Hotel Harris Batamcenter, Minggu (22/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam telah melakukan perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) pemilu 2019. KPU menetapan hasil Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) sebanyak 642.730 pemilih.

Jumlah ini terdapat penambahan 33.784 pemilih dari DPS. Rekapitulasi data pemilih ditetapkan melalui rapat pleno terbuka DPS dan penetapan DPSHP yang diselenggarakan KPU Kota Batam di Harris Hotel, Batamcentre, Minggu (22/7).

Ketua KPU Batam Syahrul Huda mengatakan mengatakan rekapitulasi daftar pemilih yang telah diumumkan pada 17 juni 2018 lalu, dan terdapat masukan dengan perbaikan yang perlu dilakukan sehingga adanya perubahan. Diakuinya, penetapan DPS jadi DPSHP yang sebelumnya telah ditetapkan melalui pleno rekapitulasi terbuka tingkat PPS dan PPK.

“Sesuai tahapan hari ini ditetapkan DPSHP, sebelumnya 20 Juli di tingkat PPS dan 21 Juli tingkat PPK,” katanya.

Ia menambahkan, DPSHP Batam ditetapkan sebanyak 642.730 pemilih yang terdiri dari 323.159 pemilih laki-laki dan 319.571 pemilih perempuan. DPSHP tersebar di 64 kelurahan se-Kota Batam dengan jumlah TPS sebanyak 2.950. “Kita yakin data ini belum sempurna sampai nanti penetapan menuju Daftar Pemilih Tetap (DPT). Kami mohon dukungan bapak ibu, agar ketika ada pengaduan dan tanggapan masyarakat, agar secepatnya disampaikan ke kami atau PPS,” tuturnya.

Syahrul mengatakan, untuk rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan dilakukan pada 22 Agustus 2018. Hasil yang diumumkan pada DPSHP tersebut, ia berharap masing-masing pemangku kepentingan, bawaslu, parpol dan masyarakat bisa mencermati kembali apabila ada yang belum terdaftar atau kekeliruan sebelum ditetapkan dalam penetapan DPT.

“Setelah kita umumkan DPSHP ini, tetapi masih ada masyarakat yang belum masuk nanti pada masa DPSHP perbaikan, bisa menyampaikan kepada kami bail melalui PPS, insallaah kita tidak akan menghilangkan hak kontitusi masyarakat, asal syarat dan ketentuan pemilu sudah terpenuhi,” papar Syahrul.

Sesuai amanah PKPU 11 pasal 9 ayat 1,2 dan 3, masyarakat yang belum memiliki KTP elektronik, jika sampai batas pleno DPSHP masih belum memiliki surat keterangan KTP elektronik atau bukti perekaman, maka untuk sementara waktu akan dikeluarkan dari daftar pemilih. Syahrul mengakui saat ini ada 1.096 yang belum memiliki KTP elektronik.

“Kita sudah sampaikan ke disdukcapil dan mereka tengah lagi bekerja memastikan bahwa nama-nama yang kita kirimkan tersebut betul yang tidak memiliki e-KTP atau yang sudah direkam tapi KTPnya belum diambil,” tutur Syahrul.

Ia berharap, sebelum habis masa DPSHP perbaikan, disdukcapil sudah memberikan jawaban atas nama-nama yang belum memiliki e-KTP tersebut. “Jadi kami percakapan pada disdukcapil untuk meneliti dan memeriksa nama-nama yang kami berikan, sehingga bisa kita pastikan hak kontitusi masyarakat untuk memilih tidak kita hilangkan,” jelas Syahrul.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Batam Said Khaidar mengaku sudah menerima 1.096 nama-nama warga yang belum memiliki e-KTP dari KPU. Said menilai, kemungkinan sebagian besar mereka sudah merekam dan mungkin saja e-KTP nya sudah selesai. Tetapi karena kesibukan atau hal lainnya, mereka lupa mengambil ke kelurahan atau ke disdukcapil.

“Kita sudah intruklsikan kepada setiap kecamatan, mana yang sudah selesai segera distribusikan. Saya menghimbau masyarakat yang belum memiliki e-KTP dan sudah merekam segera cek ke kelurahan masing-masing,” tuturnya. (rng)

Pentingnya Kondisi Ban dalam berkendara

0
ilustrasi

Hal-hal yang harus diperhatikan pada ban sehingga berkendara menjadi aman dan nyaman:

1) Tekanan Angin

Tekanan angin yang tidak sesuai bukan hanya dapat mengganggu kenyamanan saat berkendara, namun juga dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan seperti ketika tekanan angin kurang akan terjadi gaya gesekan yang tinggi dan dapat berakibat panas pada ban menyebabkan terjadinya ban robek atau meletus dikarenakan panas.

2) Ketebalan ban mobil,

Saat ban sudah tipis akan kehilangan daya traksi dan memudahkan terjadinya tergelincir ketika berkendara. Disarankan apabila ban mobil sudah tipis segera diganti dengan ban yang baru untuk menghindari resiko kecelakaan.

3) Masa pakai Ban

Ban yang baik digunakan antara 3-5 tahun, meskipun kembangan karet ban masih tebal sebaiknya harus diganti, dikarenakan menurunnya kenyamanan berkendara.

 

Daihatsu Club Auto Clinic 2018

 

Untuk Rumah Tangga Miskin, Pasang Listrik Dapat Subsidi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk memberikan subsidi penyambungan listrik bagi rumah tangga tidak mampu. Rencananya, wacana tersebut diusulkan Kementerian ESDM dalam RAPBN tahun depan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy N. Sommeng menyatakan, saat ini subsidi listrik rumah tangga tidak mampu hanya diberikan bila ada selisih penggunaan antara biaya pokok penyediaan PLN dan harga yang ditetapkan pemerintah.

’’Melistriki rumah tangga itu tidak disubsidi, jadi dibebankan kepada masyarakat,’’ terangnya akhir pekan lalu.

Total pelanggan rumah tangga yang disubsidi pemerintah adalah 28 juta yang terdiri atas pelanggan listrik 450 volt ampere (VA) dan sebagian 900 VA. Jika program itu terealisasi, anggaran subsidi listrik bakal membengkak mesti tidak signifikan.

’’Biaya penyambungan cuma Rp 400 ribu. Biaya instalasi, mulai kabel, titik-titik, sakelar, hingga meteran, total Rp 2 jutaan,’’ ujarnya.

Ilustrasinya, dalam setahun rata-rata ada penambahan sekitar 1 juta sambungan rumah tangga miskin. Jadi, diperlukan biaya Rp 400 miliar hingga Rp 2 triliun tambahan subsidi listrik per tahun. Angka tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan proyeksi realisasi subsidi listrik tahun ini yang mencapai Rp 59,99 triliun. Dalam RAPBN 2019, Kementerian ESDM menganggarkan dana subsidi listrik Rp 53,9 triliun sampai Rp 58,9 triliun.

Selain pemerintah, BUMN sebenarnya turut membantu melistriki masyarakat kurang mampu melalui program CSR (corporate social responsibility). Pada Juni lalu, PT Pertamina memberikan bantuan penyambungan listrik gratis bagi 40 KK di Tasikmalaya. ’’Ada sekian ribu rumah tangga yang belum terlistriki karena dia levering. Levering itu sudah ada listrik, cuma dia tidak pakai meteran. Menyalur saja pakai tetangga punya tuh,’’ jelasnya.

Sementara itu, ekonom BCA David Sumual menuturkan bahwa pemerintah perlu berhati-hati menata anggaran. Sebab, asumsi harga minyak dunia dari APBN 2018 sebesar USD 48 per barel ternyata telah naik dan mencapai harga USD 70. Sebelumnya, pemerintah juga cukup konservatif dalam menargetkan defisit anggaran.

’’Tren defisit anggaran saat ini sudah bagus, 2018 hanya 2,2 persen, bahkan bisa 2,1 persen,’’ katanya.

Pemerintah perlu memanfaatkan kenaikan harga komoditas dan minyak yang trennya mulai terasa tahun ini. Penerimaan dalam bentuk pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) harus terdongkrak jika pemerintah ingin menambah subsidi pada tahun depan.

’’Subsidi energi akan secara tidak langsung meningkatkan daya beli masyarakat. Tapi, kita perlu hati-hati karena cost yang dikeluarkan untuk peningkatan daya beli juga bakal membesar,’’ tuturnya. (vir/rin/c14/oki)

Boyke untuk Dampak Ma’erot

0

Saya seperti tidak sabar. Ingin segera kembali ke Samarinda. Ketemu dokter Boyke Soebhali lagi. Yang akan mencopot ‘selang’ yang masih tertinggal di saluran kemih istri saya.

Juga untuk melihat apakah di dalam ginjal istri saya sudah benar-benar bersih. Dari sisa-sisa pecahan batunya. Yang dihancurkan tiga minggu lalu.

Istri saya pernah pingsan beberapa hari. Gara-gara batu ginjal yang sudah keluar sendiri dari ginjal. Tapi nyanggrok di saluran kemih. Berhenti di situ. Bikin luka. Dan bernanah. Dan tidak ketahuan. Tiba-tiba pingsan.

Di Surabaya istri saya sudah berhasil mengatasi yang gawat itu: meski harus lewat pingsan.

Tapi untuk mengeluarkan batu ginjal yang lain tidak mudah. Alat yang cocok hanya ada di RS A.W. Syachranie Samarinda. Dokter Boyke Soebhali yang ahli menjalankannya.

Belakangan sudah ada beberapa RS lain yang punya alat itu. Tapi saya sudah memutuskan ke Samarinda. Sekalian pulang kampung.

Ternyata masih ada dua batu lagi di ginjal istri saya. Semua sudah dikeluarkan. Di Samarinda itu.

Dari mana dokter Boyke belajar mengoperasikan alat itu? Ia memang urolog alumni Unair. Tapi alat itu belum ada saat ia lulus spesialis ginjal.

”Saya ini suka magang,” ujar Boyke.

Untuk keahliannya itu ia magang di Korea.

Tapi mengapa dokter Boyke masih ambil PhD di Erasmus University Rotterdam, Belanda?

”Profesor Doddy, guru saya di Unair juga bertanya seperti itu,” ujar Boyke.

Padahal di Indonesia untuk ambil doktor urologi tidak kalah baiknya.

”Tapi disertasi saya nanti kan di bidang rekonstruksi saluran kencing. Termasuk rekonstruksi alat kelamin laki-laki,” katanya.

Di Indonesia, kata Boyke pada gurunya itu, belum ada yang bisa jadi pembimbing. Prof Doddy akhirnya setuju. Berangkatlah dokter Boyke ke Rotterdam. Membawa proposal penelitian bidang rekonstruksi. Diterima.

Maka Boyke harus mondar-mandir Samarinda-Rotterdam.
Alasan lainnya: Boyke akan menggunakan penelitian klinis. Bukan penelitian ilmu dasar.

Di Indonesia, katanya, kini sudah beda: sudah sulit. Tidak bisa lagi mengajukan proposal yang bukan penelitian ilmu dasar.

Dokter Boyke memang banyak punya bahan dari praktiknya sehari-hari.

Samarinda itu, katanya, memiliki pasien yang sangat banyak. Yang memerlukan rekonstruksi alat kelamin laki-laki. Banyak pasien yang mengalami kerusakan kelamin.

”Di Riau teman saya hanya menangani pasien jenis ini beberapa saja. Di Samarinda dalam waktu yang sama saya menangani ratusan kasus,” katanya.

Waktu yang sama itu, maksudnya, enam tahun.

Mengapa Samarinda begitu tidak membanggakan? Kampung istri saya itu? Di bidang penis?

Ternyata praktik memperbesar penis lebih banyak terjadi di Kaltim. Dampak jangka panjang pembesaran penis itu negatif. Bagian luar penis jadi mengeras. Kulit penis rusak.

Dokter Boyke sendiri kelahiran Samarinda. Sampai SMA masih di tepian Mahakam itu: tahu persis mengapa orang Samarinda begitu.

Begitu lulus dari Unair dulu ia langsung bertugas di Samarinda. Selesai spesialisasi urologi pun balik lagi ke Samarinda. Tahu persis budaya orang Kaltim. Termasuk budaya peninggalan suku pedalaman.

Awalnya memperbesar kemaluan itu untuk emosi kenikmatan. Termasuk atas keinginan pihak wanita. Tapi keburu nafsu. Kurang bijak. Dokter Boyke menemukan begitu banyak kasus kerusakan penis itu.

Ia pun memperdalam itu: bagaimana merekonstruksi fisik penis yang rusak. Kalau tidak, ini akan menyiksa. Wanitanya kesakitan. Laki-lakinya begitu juga.

Praktik memperbesar kemaluan itu umumnya dengan cara suntik. Dilakukan oleh pedagang obat. Bukan oleh tenaga medis.

Yang disuntikkan itu ternyata sejenis minyak. Banyak macamnya. Ada yang dibilang minyak kasturi. Minyak bulus. Minyak Ma’erot.

Suatu kali dokter Boyke mendapatkan pasien korban Ma’erot. Pertanyaan detilnya: benarkah Ma’erot hanya memijit-mijit penis? Hanya mengoleskan minyak? Tidak adakah Ma’erot minta pasien memejamkan mata? Lalu adakah dirasakan sakit seperti ditusuk? Saat Ma’erot memijit-mijit penis?

Si pasien ternyata mengakui semua itu. Hanya saja ia tidak tahu. Tidak menyadari. Karena lagi terpejam. Saat dipijat-pijat itu ternyata ada rasa sakit.

Seperti disuntik. Bukan hanya rasa nikmat. Nikmat campur sakit. Tapi dikira itu bagian dari keahlian Ma’erot memijit.

Rupanya jarum suntiknya disembunyikan. Dirahasiakan. Agar si empunya penis tidak takut. Kalau sejak semula diberitahu akan ada suntikan ia tidak akan percaya lagi pada Ma’erot. Yang terlanjur dipercaya punya keahlian misterius.

Tapi apa hubungannya Ma’erot dengan ilmu urologi? Ternyata kasus seperti itu masuk ranah ilmu urologi. Karena, definisi urologi, adalah: ilmu yang mempelajari saluran kemih pria dan wanita serta saluran reproduksi pria.

Itu bukan berarti Anda boleh ke Ma’erot lagi. Dengan alasan: toh sudah ada dokter Boyke. (dis)

Sandal Sederhana, Harganya Luar Biasa, sebab …

0
Sandal dimana diletakkan sabu

batampos.co.id – Ada saja cara orang untuk membawa barang terlarang, Narkoba. Cara baru yang dilakukan ialah menyembunyikan di sandal. Lha macam mana?!

Adalah petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Hang Nadim dan Bea Cukai Batam yang membuka tabir itu.

Avsec mengamankan dua kurir sabu di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Kurir itu ditangkap petugas di pemindai pintu masuk ruang tunggu dan di dalam ruang tunggu Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Minggu (22/7) pagi.

Manager Bubu Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso mengatakan, Petugas mendapati Mukhlis membawa sabu-sabu karena saat melintas di pemindai pintu masuk ruang tunggu Bandara Internasional Hang Nadim Batam, gerak gerik M mencurigakan dan ketakutan saat didekati petugas pemeriksa.

Hal itu, membuat petugas curiga atas gerak-gerik M yang langsung digeledah dan diperiksa. Petugas pun kemudian melakukan tes urine terhadap penumpang Lion Air dengan tujuan Batam menuju Denpasar dengan transit di Cengkareng itu. Namun, dari hasil pemeriksaan urine didapati hasil negatif.

“Selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih mendalam di hanggar Bea Cukai. Disana, ditemukam dua bungkus plastik yang diduga berisi sabu seberat 511 gram yang disembunyikan di dalam sandal kiri dan kanannya,” kata Suwarso.

Kemudian, Mukhlis dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Dari pengakuan Mukhlia, ia bersama dengan rekannya berinisial M Ikhsan. Dimana, pada saat itu M Ikhsan sudah masuk ke ruang tunggu A3 Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Selanjutnya, petugas pun langsung mengamankan M Ikhsan dan dilakukan pemeriksaan mendalam.

“Dari pemeriksaan di hanggar Bea Cukai, juga ditemukan dua bungkus plastik yang diduga sabu seberat 528 gram yang disembunyikannya di dalam sandal kiri dan kananya,” ujarnya.

Atas temuan tersebut, Mukhkis, M Ikhsan serta barang bukti yang diduga sabu seberat 1.039 gram dibawa petugas Bea dan Cukai Batam ke Badan Narkotika Nasional untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. (gie)

Screening Buffalo Boys di Batam

0

batampos.co.id – Pelaksanaan meet and greet dan screening Buffalo Boys berlangsung meriah di Mega Mall Batam Centre, Sabtu (21/7). Film ini mendapat tempat di hati sebagian besar penonton yang memadati Studio XXI, kemarin sore.

Pujian dan kritik membangun pun mengalir dari para penonton usai film usai .”Filmnya keren sekali. Produksi lokal dengan rasa Hollywood. Menakjubkan,” ujar salah satu penonton, Cucum Suminar kepada koran ini.

Sama halnya dengan Danan Sumirat. Warga Batam Center ini mengemukakan film ini secara visual sangat keren. Demikian juga aksi laga yang seru antar pemainnya yang terlihat natural dengan perpaduan pedesaan Jawa zaman dahulu yang indah.

“Tapi ada satu yang menggelitik. Drama personal di dalamnya kurang menggigit. Namun secara umum, untuk film action produksi Indonesia, ini sudah baguslah. Apalagi diproduksi di Batam lagi. Keren banget. Saya bangga Kinema Studios sudah mampu memproduksi film berkelas internasional seperti ini,” ungkap Danan.

Batam Pos juga berkesempatan mengikuti screening film bertema percampuran action, fiksi dan sejarah ini. Diawali dengan latar gurun di California, Amerika pada 1860, para tokoh utamanya diperkenalkan dalam sebuah kereta. Adalah Jamar (Ario Bayu) mengadakan pertarungan judi dengan pria berbadan besar (Conan Stevens). Pertarungan itu disaksikan adiknya, Suwo (Yoshi Sudarso) dan juga pamannya Arana (Tio Pakusadewo).

Jamar dan Suwo merupakan putra ningrat, Sultan Hamza (Mike Muliadro), kakak kandung dari Arana. Sultan tewas di tangan penjajah Belanda bernama Van Traach. Kematiannya disaksikan sendiri oleh Arana saat mereka melarikan diri dari tanah Jawa ke Amerika.

Enam bulan setelah judi tarung di atas kereta itu, Arana bersama dua ponakannya ini pun pulang kembali ke tanah kelahiran mereka di Jawa yang masih dijajah Belanda, membalaskan dendam atas kematian ayah dan abang yang begitu mencintai Pulau Jawa.

Selama 104 menit film ini berlangsung, ada begitu banyak aksi pertarungan fisik yang sadis di dalamnya. Pilihan percakapan antar pemain di dalam film ini menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Sudah dilengkapi substitle yang sangat bersahabat bagi penonton penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.

Sutradara Mike Wiluan menyebutkan film ini dengan bangga ia persembahkan sebagai film nasional Indonesia yang diangkat dari fantasi. “Kami mengembangkan banyak sekali unsur Indonesia di film ini. Mulai dari wardrobe batik dan kain khas Indonesia lainnya yang dikenakan pemain, scene di berbagai tempat sejarah seperti di Candi Prambanan, di Benteng Tua di Ambarawa, dan juga beberapa scene lainnya yang dikerjakan di Kinema Infinite Studios sendiri di Nongsa, Batam,” ujar Mike.

Mike juga mengatakan, film ini diproduksi oleh Infinite Frameworks bekerjasama dengan Zhao Wei Films.

“Proses pembuatan film ini memakan waktu 40 hari. Untuk latar scene di Kinema proses pembuatannya seminggu. Film ini menggabungkan action, thriller, komedi, dan juga drama. Ada banyak emosi di film ini,” ujarnya.

Selain melibatkan banyak aksi dalam penayangannya, juga mengandung nilai sejarah dimana zaman penjajahan dulu betapa Indonesia dikuasai Belanda dari segala sudut. Selain itu, ada juga nilai moral dari film ini, yakni ungkapan Seruni kepada suaminya Arana dan ponakannya Jamar saat mereka dikepung Belanda, bahwa ‘dendam adalah hak, tapi mengampuni akan membuat batin lebih tenang dan bahagia‘.

Tak hanya itu, film ini juga secara tak langsung mengkritisi kultur patriarki yang dianut sebagian besar masyarakat, yang terlalu mengekang perempuan.

Berapa biaya pembuatan film ini? Mike tidak mau menyebut angka. Hanya saja secara eksplisit ia menyebutkan mengeluarkan dana yang besar.

“Sangat banyak. Tapi tidak melebihi budget yang saya sediakan,” ungkapnya.

Film ini sendiri telah tayang di seluruh bioskop di Indonesia sejak 19 Juli lalu. Penayangannya sedikit lebih lama dibanding di Kanada dan Amerika dan langsung mendapat respon positif dengan poin 7,8 versi IDMB. (cha)

Sakit, 4 JCH Riau Ditunda ke Tanah Suci

0
Para Jemaah Calon Haji yang berasal dari Kabupaten Kampar Riau embarkasi Batam usai menunaikan melaksanakan shlat dzuhur saat tiba di Asrama Haji Batam, Minggu (22/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Bupati Bengkalis Amril Mukminin melepas kebarangkatan 450 Jemaah Calon Haji (JCH) kloter 4 Embarkasi Batam. Dari jumlah tersebut empat JCH asal Bengkalis ditunda keberangkatannya ke Tanah Suci karena sakit.

“Selamat menjalankan ibadah haji, selamat pergi dan selamat kembali lagi ke tanah air. Semoga menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” kata Amril saat pelepasan JCH kloter 4, Minggu (22/7).

Pelepasan jamaah dilakukan secara simbolis dengan menyerahkan bendera merah putih kepada Ketua kloter 4, Rajuki bin Ridwan Isa. Tampak hadir saat seremoni pelepasan Sekda Bengkalis, Kabag Kesra Bengkalis, Ketua PKK Kabupaten Inhu, Kepala Kemenag Inhu, Ketua IPHI dan Ketua MUI Kabupaten Inhu. Keberangkatan Jamaah Kloter 4 take off pukul 08.54 WIB.

Amril berpesan pada jamaah untuk senantiasa waspada terhadap segala sesuatu yang bisa membatalkan ibadah haji terutama saat menggunakan pakaian ihram. “Jaga pantang dan larangan dalam berikhram. Jaga barang-barang bawaan dengan baik, jaga kesehatan, jaga pola makan dan kebersihan serta selalu berkoordinasi dengan tim kesehatan,” tandas Amril.

Sekretaris PPIH Embarkasi Batam, Subandi mengatakan, JCH kloter 4 akan diberangkatkan menuju Madinah pada pukul 09:00 WIB dan tiba di Bandara Prince Muhammad bin Abdul Aziz International Airport pukul 13.50 WAS. Pesawat dengan nomor penerbangan SV 5721 TF-AAC mengangkut 201 orang JCH laki-laki dan 249 JCH perempuan dengan total 450 orang JCH.

Komposisi jamaah dalam kloter 4 ini terdiri dari 231 orang asal Kabupaten Bengkalis, 210 orang Indragiri Hulu, dua orang Natuna dan 2 orang Asal Lingga. “Sampai dengan saat ini jumlah JCH yang ada di tanah suci sebanyak 3 kloter dengan jumlah 1.342 orang Jamah,” papar Subandi.

Adapun JCH kloter 4 yang ditunda berangkat ke Tanah Suci atas nama Nevi Nirwana binti Syamsul asal Indragiri Hulu, Abdul Taufik bin Syamsuar, Rodiah binti Atan Uwuk dan Raja Syamsiar bin Dayud

“Berdasarkan Hasil Qur’ah Maktab Tahun 1439 H/ 2018 M, selama berada di Makkah JCH kloter 4 akan menempati rumah di wilayah Misfalah Maktab 50 Sektor 09 Nomor 909,” jelas Subandi. (rng)

Sulaiman Jual Motor Curian kepada Polisi

0
Ilustrasi ailinstock

batampos.co.id – Sulaiman alias Syamsir pelaku pencurian sepeda motor (ranmor) dibekuk oleh jajaran Polsek Sagulung, Jumat (20/7) malam.

Pemuda 23 tahun ketahuan mencuri sepeda motor Satria FU milik Rudi, warga Perumahan Graha Nusa Permai, Batamkota, Kamis (14/7) lalu.

Dia dibekuk saat hendak menjual sepeda motor curian itu kepada polisi yang menyamar di Perumahan Taman Teratai, kelurahan Sagulung Kota.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Walter Nainggolan menuturkan, pengungkapan ini merupakan pengembangan dari jajaran Satreskrim Polsek Sagulung terhadap informasi adanya jual beli sepeda motor tanpa dokumen. Informasi itu dimanfaatkan polisi dengan berpura-pura sebagai pembeli.

“Saat kami ke sana memang benar, pelaku ini membawa sepeda motor curian tadi. Kami langsung amankan dia,” turur Walter.

Saat diamankan pelaku sempat melakukan perlawanan namun bisa diatasi polisi dengan baik. Dari tangannya polisi menyita sepeda motor curian tadi, dua pasang plat nomor palsu, satu unit smartphone dan satu batang linggis kecil.

“Dia tak bisa ngelak karena sepeda motor itu ada laporan ke Polsek Batamkota,” ujar Walter.

Dalam pencurian sepeda motor itu palaku bersama salah seorang kawannya, namun kawannya kabur setelah tahu dia dibekuk polisi. Hingga kini polisi masih memburu satu pelaku yang masih DPO itu.

Dari hasil pengembangan sementara kata Walter, pelaku ini pemain baru dan kejadian yang mengantarnya ke sel tahanan polsek itu merupakan aksi yang pertama. “Alasan ekonomi katanya. Lagi nganggur dia,” kata Walter.

Pelaku menggasak sepeda motor korban saat korban dan keluarganya sedang tak berada di rumah. Sepeda motor korban yang parkir diteras rumah dicungkil pakai linggis kecil yang sudah dimodifikasinya tadi. Sepeda motor korban sempat disimpan rumahnya selama beberapa hari.

“Dia juga sudah ganti plat motor itu sebelum dijual,” turur Walter. (eja)

Feni, Dhani, dan Diba, 3 Kowad Pilot Pertama di Tubuh TNI AD

0

Pusat Pendidikan Penerbang Angkatan Darat (Pusdik Penerbad) bakal mencatat sejarah baru. Sejak didirikan pada akhir 1965, baru tahun ini mereka melatih prajurit wanita untuk menjadi penerbang atau pilot.

Meski hanya tiga prajurit, namun mereka akan menjadi pelopor penerbang dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

Mereka adalah Letda Cpn (K) Feny Avisha, Letda Cpn (K) Tri Ramadhani, dan Letda Cpn (K) Puspita Ladiba.

Ketiganya merupakan alumni Akademi Milliter (Akmil) 2017 yang terpilih menjadi bagian keluarga besar Penerbad.

Sebagai perwira yang mendapat kesempatan menjadi wanita penerbang pertama di TNI AD, Puspita mengaku sangat bangga. Untuk itu, dia tidak melewatkan kesempatan tersebut.

Sebelum bergabung dengan Penerbad, dara yang akrab dipanggil Diba itu mengaku sempat berniat memilih kecabangan lain. Namun, niat itu batal seiring kesempatan yang dia peroleh untuk menjadi perempuan penerbang pertama di matra darat.

“Saat ada (kesempatan menjadi) pilot wanita pertama (TNI AD), saya berniat untuk jadi sejarah di angkatan darat,” tuturnya.

Bersama Rani –panggilan Tri Ramadhani– dan Feny –panggilan Feny Avisha–, Diba terpilih untuk digembleng di Pusdik Penerbad. Dari 16 taruni yang lulus Akmil tahun lalu, hanya mereka bertiga yang diberi kesempatan tersebut.

Sejak kali pertama belajar di markas Pusdik Penerbang di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) sudah setengah tahun mereka berlajar terbang.

“Rata-rata jam terbang kami 40 jam,” tutur Rani.

Prajurit asal Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel) itu menyampaikan bahwa dirinya juga sempat menemui beberapa kendala. Latihan terbang yang jauh berbeda dari simulasi adalah salah satunya.

Ketika memulai latihan terbang di Pangkalan Udara Utama TNI AD (Lanumad) Ahmad Yani, Rani kesulitan menerbangkan helikopter latih.

“Saya sampai sepuluh jam (terbang) lebih belum bisa mengendalikan pesawatnya,” kenang dia.

Bahkan, sambung Rani, dia sempat sulit mengedalikan helikopter latih lantaran gugup.

“Pesawatnya jadi sulit dikendalikan, seperti ngamuk,” imbuhnya.

Namun demikian, perlahan kesulitan tersebut berhasil dia atasi. Menurut dia, tekad sebagai prajurit yang menjadi pelopor wanita penerbang di TNI AD adalah salah satu pendorongnya. Oleh karena itu, meski tidak memiliki referensi dari wanita penerbang TNI AD, dia tetap semangat.

Lebih Dekat dengan Tiga Pelopor Wanita Penerbang TNI AD. Mereka adalah Letda Cpn (K) Feny Avisha, Letda Cpn (K) Tri Ramadhani, dan Letda Cpn (K) Puspita Ladiba. Ketiganya merupakan alumni Akademi Milliter (Akmil) 2017. (Sahrul Yunizar/Jawa Pos)

Sebab, ke depan Rani bersama Diba dan Feny yang akan menjadi rujukan wanita penerbang TNI AD lainnya.

“Kalau saya sendiri angkatan pertama tidak bisa, bagaimana dengan selanjutnya. Jadi, pola pikir saya, saya harus bisa,” ucap dia.

Di Pusdik Penerbad, kemampuan tiga perwira Kowad itu bakal terus diasah. Sampai bisa bertugas, butuh satu setengah tahun latihan. Itu belum termasuk latihan terusan yang juga harus dilalui.

Menjadi penerbang helikopter tempur, serbu, atau angkut? Rani dan dua rekannya menyerahkan seluruh keputusan kepada instruktur yang melatih mereka.

“Seorang penerbang itu tidak bisa menentukan sendiri. Jadi, harus semua sesuai psikologi,” imbuhnya.

Apabila salah memilih, potensi mengalami situasi berbahaya kian besar. Atas dasar itu, dia pun mengikuti arahan instruktur.

“Itu yang terbaik,”ujarnya.

Sementara itu, Komandan Pusdik Penerbad Kolonel Cpn Catur Puji Santoso mengungkapkan, saat ini Diba, Feny, dan Rani masih pada tahap dasar latihan untuk mejadi penerbang TNI AD. “Menjalani pendidikan dasar,” ujarnya.

Dia yakin ketiganya bisa melalui seluruh rangkaian latihan. Sebab, mereka tidak sembarangan dipilih.

“Taruni lebih teliti, lebih detail, dan lebih sabar,” tambahnya.

Catur pun menegaskan kembali, mereka bertiga merupakan prajurit wanita pertama yang akan menjadi penerbang TNI AD. Mereka dipersiapkan untuk mengawaki berbagai jenis helikopter yang dimiliki oleh matra darat.

Ke depan, dia berharap besar semakin banyak prajurit wanita yang terpilih untuk dilatih menjadi penerbang. Sehingga penerbang TNI AD tidak melulu prajurit pria.

(jpk/JPC)

Harga Sejumlah Kebutuhan masih Tinggi

0
Dua orang warga sedang memilih daging ayam
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jelang hari raya Idul Adha 1439 Hijriah sejumlah komoditas kebutuhan di pasar meroket. Tidak saja telur, ayam, bahkan cabai hingga saat ini enggan turun harga.

Seperti yang terlihat di Pasar Tibancenter, Sekupang (21/7). Harga cabai dijual Rp 40-46 ribu tergantung kualitasnya, telur masih Rp 45 ribu per papan dan daging ayam segar Rp 43 ribu, tomat Rp 12 ribu, bawang merah Rp 24 per kilogram.

Erni pedagang sayur di Tibancenter menuturkan kenaikan harga ini sudah berlangsung lama. Pasca lebaran harga sempat turun, namun mendekati hari raya kurban sejumlah sayur kembali naik.

“Pada naik semua, tak ada yang murah sekarang,” kata dia.

Ia menyebutkan untuk pasokan sayuran dan lainnya berjalan seperti biasanya. Sayuran masuk sesuai dengan jadwal.

“Permintaan tak ada masalah, hanya mahal saja,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Uni Eni ini memperkirakan harga bisa jauh lebih mahal semakin mendekati Idul Adha nanti. “Masih satu bulan jelang lebaran haji semua sudah pada naik,” sebutnya.

Joni pedagang lainnya mengungkapkan harga telur masih turun Rp 2000 dari sebelumnya. Sekarang satu papan dijual Rp 43 ribu, sebelumnya Rp 45 ribu per papan.

“Naik turun masih, tapi belum kembali normal,” kata dia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam, Mardanis mengatakan setelah melakukan pengecekan stok kebutuhan komoditas cukup dan terpenuhi.

Mengenai harganya yang meroket menjelang Idul Adha ini menurutnya sudah sering terjadi jelang hari besar harga meroket naik.

“Masalahnya kami belum tahu dimana. Kami lagi koordinasi bersama Disperidag untuk turun ke lapangan,” kata dia.

Selain pengecekan nanti, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Batam juga akan melakukan intervensi pasar untuk mengendalikan harga sejumlah komoditas yang meroket ini.

“Kemarin telur dan ayam, namun kebutuhan lain juga mahal. Sebagai daerah bukan penghasil Batam hanya menunggu, namun kenaikan harga belakangan ini dirasa cukup mengkhawatirkan,” sebutnya.(yui)

Play sound