Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12080

Festival Hijau 2018, Sarana Edukasi Menjaga Hutan dan Lingkungan

0
Komunitas Sepeda Botania

batampos.co.id – Festival Hijau 2018 yang diselenggarakan PT Adhya Tirta Batam (ATB) bersama BP Batam dan Batam Pos kian diminati masyarakat Batam. Komunitas Sepeda Botania atau lebih dikenal KSB, salah satu tim yang tidak ingin melewatkan keseruan fun bike Festival Hijau 2018 tersebut.

“Kami ada 32 anggota, yang merupakan rekan-rekan sesama pencinta gowes,” ujar Hasmudin, salah satu peserta dari KSB, Senin (23/7).

KSB sendiri terbentuk karena banyaknya warga yang memiliki hobby bersepeda, sebelum akhirnya dibentuk wadah komunitas bersepeda di daerah Botania. “Kebetulan saya juga ketua RW. Jadi saya rangkul, sekalgus ajang silaturahmi antara warga,” tutur Hasmudin.

Kegiatan ini menjadi ajang untuk seru-seruan bersama sekaligus mendapat pengalaman baru dari peserta gowes lain nantinya.

“Tahun lalu kita juga ikut bepartisipasi di Festival Hijau,” kenang dia.

Salah satu alasan KSB mengikuti Festival Hijau ialah rasa kepedulian terhadap kondisi hutan saat ini. Banyak hutan dirambah dan dibakar, sementara fungsi dari hutan itu sendiri sebagai paru-paru Kota Batam. “Kami sering gowes ke Dam Duriangkang, kami prihatin lihat kondisi sekarang,” sesalnya.

Hasmudin berharap, lewat kegiatan bersepeda dan menanam pohon ini bisa mengedukasi terhadap masyarakat akan pentingnya fungsi hutan. Mengedukasi pentingnya menjaga lingkungan untuk masa depan dan generasi ke depan, serta mengajarkan kepada masyarakat tentang pentingnya fungsi penghijauan.

“Lewat menanam pohon inilah nanti kita edukasi bagaimana pentingnya menjaga hutan dan lingkungan,” tuturnya lagi.

Gelaran fun bike Festival Hijau 2018 akan dimulai di Kepri Mall. Dari Kepri Mall peserta akan bersepeda melewati Fly Over Laluan Madani, masuk ke Simpang Indomobil dan dilanjutkan ke BC Mall. Setiba di Dam Seiladi, peserta melakukan penanama pohon dan berkumpul lagi di Kepri Mall.

Pendaftaran peserta masih dibuka di seluruh toko sepeda di Batam seperti toko sepeda Odesa Botania, Toys Gareden Botania, M’One Nagoya, My Bike Shop Nagoya, Maxi Bikers Seipnas, Polygon Nagoya Hill, Pro Rider Tiban, Kurnia Bike Mega Legenda, Barokah Mega Legenda, Simano Muka Kuning, MTV Biker Batuaji dan Toys Star Batuaji. Peserta juga bisa mendaftarkan di bagian informasi Batam Pos di Gedung Graha Pena, lantai 2, Batamcenter.

Untuk biaya pendaftaran cukup membayar Rp 75 ribu. Peserta akan mendapatkan jersey, souvenir, makanan, air minum dan bibit pohon. (rng)

Pengusaha Asing Rajin Jajaki Minat Investasi

0
Sejumlah warga sedang melakukan pengurusan dokumen lahan di PTSP BP Batam di Mal Pelayanan Publik. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebagai lokasi penjajakan minat investasi, Batam masih menjadi primadona. Sekitar 35 pengusaha yang tergabung dalam Federation of Malaysian Manufactures (FMM) datang berkunjung ke Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mencari informasi mengenai kemudahan investasi di Batam, Jumat (21/7).

Rombongan tersebut disambut oleh Direktur Pengembangan Kinerja BP Batam Purnomo Andiantono.

“Kedatangan mereka untuk mencari informasi mengenai kemudahan investasi di Batam,” ungkapnya.

FMM ini merupakan kumpulan pengusaha dari Johor Bahru yang diketuai oleh CEO & FMM Entrepreneur Sub Bryan Lau. Ia didampingi FMM Johor Branch Vice Chairman Saw Seong Ho dan Konsul Jenderal Indonesia untuk Johor Bahru Malaysia Zainul Idris Yunus.

Selain pengusaha Malaysia, pengusaha asal China juga sudah melakukan survey ke seluruh kawasan industri di Batam. Rombongan pengusaha dari China tersebut tergabung dalam China Scrap and Plastic Association (CSPA) dan Chinese Business Delegation.

Rombongan yang terdiri dari 26 pengusaha ini dibawa oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri untuk meninjau seluruh kawasan industri di Batam. Sekaligus melihat peluang berinvestasi dan beragam insentif yang ditawarkan pemerintah daerah di Batam.

“26 pengusaha ini bermacam-macam. Ada yang buat filter rokok, buat baju, alas sepatu, keramik anti air dan lainnya. Mereka akan masuk secara bertahap,” kata Ketua Kadin Kepri Achmad Makruf Maulana.

Sebelum meninjau ke kawasan-kawasan industri, Kadin mengajak pengusaha-pengusaha asing ini untuk berdialog dengan BP Batam.

“Mereka cari informasi sekaligus negosiasi mengenai tarif listrik, upah buruh, sewa lokasi dan aturan-aturan lainnya,” jelasnya.

CSPA ini bukan hanya menaungi perusahaan asal China, tapi ada juga pengusaha asal Korea, India dan lainnya yang juga turut hadir di Batam.

Hingga saat ini, ia memastikan dari 26 perusahaan tersebut, ada enam yang sudah mendaftar akan buka usaha di Batam.

“Modal paling kecil dari mereka adalah 5 juta Dolar. Tinggal nunggu proses demi proses,” katanya. (leo)

Batam Kebagian 4.765 Ton Produk Hortikultura Impor

0
Sayur
Foto: istimewa

batampos.co.id – Kementerian Perdagangan memberikan kuota 4.765 ton produk hortikultura kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kuota tersebut berlaku hingga Desember 2018. Produk yang paling banyak diimpor adalah bawang bombay dari India.

Produk-produk tersebut diimpor dari 16 negara.

“Ada sembilan produk hortikultura yang diimpor Batam dari 16 negara,” kata Direktur Lalu Lintas BP Batam Tri Novianto, Sabtu (21/7).

Negara-negara tersebut antara lain dari

  • China sebanyak 258,5 ton.
  • Afrika Selatan sebanyak 277,1 ton.
  • Amerika sebanyak 262,9 ton.
  • Argentina sebanyak 65,4 ton.
  • Australia sebanyak 84,4 ton.
  • Uruguay sebanyak 17,7 ton.
  • Mesir sebanyak 72,6 ton.
  • Spanyol sebanyak 53,4 ton.
  • Turki sebanyak 47,4 ton.
  • Thailand sebanyak 311,1 ton.
  • Selandia Baru sebanyak 260,9 ton.
  • Belanda sebanyak 671,9 ton.
  • India sebanyak 2.191,5 ton.
  • Myanmar sebanyak 177,9 ton
  • Peru sebanyak 29,6 ton

“Khusus untuk India, Belanda dan Selandia Baru, kita hanya mengimpor bawang bombay saja. Begitu juga dengan Thailand hanya impor buah lengkeng. Sedangkan untuk Peru, hanya mengimpor anggur,” paparnya.

Adapun sembilan produk tersebut antara lain apel sebanyak 281,6 ton. Jeruk Mandarin sebanyak 186,6 ton. Lengkeng sebanyak 311,1 ton. Bawang Bombay sebanyak 3.357,8 ton. Jeruk orange sebanyak 266,5 ton. Anggur Pomelo sebanyak 21,4 ton. Lemon sebanyak 114,1 ton. Anggur segar sebanyak 187,2 ton. Clementine yang hanya diimpor dari Afrika Selatan sebanyak 35,6 ton. Dan lainnya sebanyak 3,1 ton.

Kuota impor produk hortikulturan ditentukan oleh Kementerian Perdagangan. Setelah mengajukan kuota impor kepada Kementerian Perdagangan, maka perusahaan tersebut harus meminta izin impor dari BP Batam.

“Untuk perusahaan yang mendapatkan kuota impor ada lima perusahaan yakni Oscar Karunia Cemerlang, Seger Inter Fruits, Segar Prima Jaya, Aneka Tata Niaga dan Interfood Sukses Jasindo,” pungkasnya. (leo)

Sampah Kembali Menumpuk di Jalan Marina City

0
Sampah berserakan.
foto: batampos / eusebius

batampos.co.id – Sampah kembali menumpuk di sepanjang jalan Marina City. Tumpukan sampah rumah tangga yang campur dengan sampah bangunan ini mulai mengganggu kenyamanan warga pengguna jalan. Aroma tak sedang cukup menyengat dari lokasi tumpukan sampah tadi.

Pantauan di lapangan, tumpukan sampah ini terlihat merata mulai dari simpang Perumahan Juputer, Marina hingga simpang perumahan Marina View. Bahkan beberapa titik lainnya juga terlihat di sepanjang jalan Ahmad Dahlan, Seitemiang.

Di sepanjang jalan Marina City, tumpukan sampah rumah tangga ini berbaur dengan sampah material bangunan. Papan, kayu hingga batangan semen pecahan bangunan memperburuk pemandangan jalan. Ada tiga titik tumpukan sampah di sepanjang jalan tersebut diantaranya; simpang perumahan Jupiter, depan perumahan Devin Premier dan simpang perumahan Marina View.

Sementara di jalan Ahmad Dahlan sampah yang menumpuk didominasi oleh sampah bekas material bangunan dan limbah salon. Potongan rambut yang diduga dari tempat pangkas rambut dan salon menumpuk di lokasi tumpukan sampah yang sudah lama ada. Seperti yang terlihat di pinggir jalan dekat simpang Marina. Tumpukan sampah di sebelah kiri jalan dari arah Tanjungriau itu juga berbaur dengan bekas-bekas peralatan medis. Aroma tak sedap cukup menyengat pengguna jalan di sana.

Sutikno, pemilik taman bunga dekat lokasi tumpukan sampah mengaku tumpukan sampah itu sudah lama ada. Sampah tersebut umumnya dibuang oleh oknum warga dengan menggunakan mobil pick up. “Ada juga yang pakai motor lewat sini tinggal lempar. Saya pernah pergok tapi malah kabur orang-orang itu,” ujar Sutikno.

Sampah yang menumpuk di sepanjang jalan Marina City juga bukan karena sengaja ditumpuk oleh armada pengangkut sampah tapi karena ulah warga yang berdiam di sekitarnya. Warga cenderung membuang sampah ke pinggir jalan sebab armada yang mengakut sampah ke dalam perumahan mulai tersendat belakangan ini.”Orang-orang dari dalam (perumahan) yang buang di sini. Katanya di dalam tak diangkut,” ujar Sanjaya, warga di simpanh perumahan Jupiter, Marina.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batam Herman Rozie saat dikonfirmasi mengaku akan segera kerahkan anggotanya ke lapangan untuk membereskan persoalan sampah itu. “Iya memang itu. Lurah dan Camat juga sudah sampaikan ke kami. Itu TPS (tempat penampungan sampah) liar. Warga luar yang buang kesana. Hari ini libur, besok (hari ini) tim kami akan bereskan itu,” ujar Herman.(eja)

Jelang Bulan Jatuh Tempo, PBB P2 Baru 25 persen

0
Sejumlah warga antri saat melakukan pembayaran Pajak Bumi dan bangunan (PBB) di pusat perbelanjaan Kepri Mall, Minggu (22/7).Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam membuka layanan pembayaran pajak di Mall pada hari Sabtu dan Minggu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tertanggal 22 Juli 2018, capaian Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) baru Rp 39,9 miliar. Capaian ini terbilang sedikit jika merujuk pada target tahun 2018 sebesar Rp 158 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah mengaku capaian tersebut masih sedikit. Tetapi, berdasarkan pengalaman masyarakat akan ramai melakukan pembayaran pada bulan Juli dan Agustus menjelang jatuh tempo pembayaran pajak tersebut.

“Biasanya naiknya pendapatan Juli dan Agustus. Masih ada waktu sekitar 50 hari lagi sebelum jatuh tempo,” kata dia, Minggu (22/7).

Ia mengatakan, target 158 miliar sejatinya target tahunan hingga Desember mendatang. Lagipula target tersebut termasuk piutang PBB sekitar Rp 35 miliar, artinya target pungutan pokok sekitar 130 miliar.

“Minggu pertama dan kedua agustus biasanya ramai,” sebut dia.

Menurutnya, kini yang bisa pihaknya lakukan adalah mengimbau masyarakat untuk tepat waktu membayar sebelum jatuh tempo 31 Agustus mendatang. Jika tidak akan menganggun denda sebesar 2 persen per bulan.

“Di Kepri Mall dan BCS kami sudah buka konter pembayaran PBB,” ucapnya.

Di dua mall ini, konter dibuka pada Sabtu dan Minggu dari tanggal 21 Juli hingga 26 Agustus 2018 mendatang, dengan waktu disesuiakan dengan jam buka tutup mal.

Selain di dua mall ini, pihaknya akan membuka layanan pembayaran PBB di empat pusat pembelanjaan dan pasar yang lain. Dengan hari pembukaan Senin hingga Kamis dari tanggal 16 Juli hingga 30 agustus 2018 mendatang. Ada empat lokasi yakni Pasar penuin, SP Plaza, Pasar Tiban Center dan PAsar Mitra Raya dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

“Kami sengaja pilih pasar dan pusat pemebalnjaan, karean kalau ke pasar dan belanja bisa sekalian bayar PBB,” kata dia. (iza)

Olah Gerak Kurir Terdeteksi, Narkoba Pesanan Orang Surabaya Gagal Dikirim sebab Kurir Tertangkap di Batam

0
ilustrasi sabu

batampos.co.id – Petugas Satuan Pengamanan (Avsec) dan Bea Cukai Bandara Internasional Hang Nadim mengamankan ibu dan anak yang membawa sabu seberat 1,158 Kilogram, Senin (23/7) pukul 08.30.

Dari Rumzeinah,42, petugas menemukan 533 gram sabu.

Dari Siti Hotijeh, 23, petugas menemukan 625 gram sabu.

Sabu itu disembunyikan di dalam kutang, celana dalam dan selangkangan.

Terkait penangkapan ini, dibenarkan oleh Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata.

“Saya belum dapat laporan komplitnya,” katanya, Senin (23/7).

Gerak gerik Rumzeinah dan Siti sudah dicurigai petugas saat akan memasuki Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Begitu keduanya memasuki Walkthourght, pintu tersebut berbunyi.

Petugas perempuan dari Avsec dan Bea Cukai melakukan pemeriksaan manual. Saat pemeriksaan di tas, kantong celana, sepatu petugas tidak ditemukan sabu. Petugas lalu melakukan pemeriksaan di pakaian dalam keduanya, ternyata sabu tersebut diselipkan di dalam kutang serta celana dalam.

Keduanya mengakui mendapatkan sabu itu dari seseorang di Batam dan akan mengantarnya ke Surabaya.

“Sabu itu permintaan dari seseorang di Surabaya,” ungkap sumber Batam Pos di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Selama sebulan ini, Petugas di Bandara Internasional Hang Nadim Batam berhasil mencegah 6 kali penyelundupan sabu. Waktu pengiriman sabu ini, setiap Sabtu, Minggu dan Senin.

Modus yang digunakanpun beragam, mulai dari menyembunyikan dalam tas, sepatu, sendal, dubur, hingga dalam bra dan celana dalam. (ska)

Calon TKI Ilegal Ditangkap Ditpolair Polda Kepri saat hendak Berlayar menuju Malaysia

0
foto: polisi

batampos.co.id – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Kepri mengamankan satu unit speed boat yang membawa 24 orang calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di perairan Teluk Mata Ikan, Nongsa, Sabtu (21/7), sekitar pukul 22.00 WIB. Rencananya, mereka akan berangkat menuju Malaysia.

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Kepri Kombes Benyamin Sapta mengatakan, penangkapan ini bermula dari informasi yang diterima pihaknya dari masyarakat bahwa akan adanya kegiatan pengangkutan TKI ilegal dari Batam tujuan Malaysia. Dari informasi itu ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan.

“Selanjutnya kami melakukan penyergapan di Pantai Teluk Mata Ikan Nongsa dengan menemukan satu unit speed boat tanpa nama dengan bermesin tempel 2 x 200 PK,” katanya.

Dijelaskannya, saat mengamankan speed boat tersebut, pihaknya juga mengamankan empat orang yang tengah mengisi bahan bakar speed boat tersebut. Empat orang itu terdiri dari dua TKI dan dua orang lainnya yang tengah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Selanjutnya, kami melakukan pengejaran ke pinggir pantai Teluk Mata Ikan dan menemukan 22 orang TKI di gubuk yang diduga sebagai tempat penampungan TKI sebelum diberangkatkan,” ujarnya.

Usai diamankan, selanjutnya 24 TKI dan dua orang yang tengah mengisi BBM itu dibawa ke Mako Ditpolairrud Polda Kepri untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sejauh ini, Benyamin belum bisa memastikan bahwa dua orang yang tengah mengisi BBM itu merupakan tekong yang akan membawa TKI itu.

“Kami masih melakukan pemeriksaan dan belum menetapkan tersangka. Belum bisa kami simpulkan bahwa dua orang itu merupakan tekongnya. Nanti akan kami sampaikan perkembangannya,” tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap beberapa orang calon TKI illegal itu. Mereka dimintai uang beragam, mulai dari Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Adapun TKI ini berasal dari berbagai daerah yang diantara dari Jambi, Tulungagung, Jawa Timur maupun dari Lombok. Mereka rata-rata akan dipekerjakan sebagai buruh perkebunan.

Benyamin menambahkan, dari hasil pemeriksaan TKI itu terindikasi adanya jaringan besar yang memfasilitasi mulai dari tahap penjemputan di bandara maupun pelabuhan, kemudian ke penampungan sampai pada pengantaran ke bibir pantai dan pengantaran ke Malaysia.

“Kami akan melakukan pendalaman dari orang-orang yang kita amankan ini dan melakukan penegakan hukum terhadap fasilitator TKI ini agar kedepannya tidak terulang kembali,” imbuhnya. (gie)

Gaji Tak Cukup, Supir Cari Tambahan dengan Mencuri

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Polsek Lubukbaja mengamankan dua pencuri yang membobol salah satu warung milik pedagang kaki lima di Komplek Nagoya Bisnis Centre. Keduanya adalah Aspani, 52 dan Basir, 55. Saat ini keduanya telah ditahan di Mapolsek Lubukbaja atas perbuatannya.

Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja Iptu Awal Sya’ban Harahap mengatakan, awalnya pemilik kios mendapat telepon dari salah seoarang karyawannya bernama Bono bahwa perlengkapan jualan seperi besi tenda hilang dan gembok kios telah dirusak oleh kedua pencuri tersebut.

“Kemudian pemilik kios mendatangi lokasi dan mengeek kebenarannya. Sampai di tempat jualannya, ternyata benar bahwa barang-barang jualannya sudah hilang,” kata Awal, Minggu (22/7).

Mengetahui peralatan jualannya telah hilang, selanjutnya pemilik kios melaporkan kejadian ini ke Polsek Lubukbaja. Dalam laporannya kepada polisi, pemilik kios mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta. Selanjutnya, Unit Reskrim Polsek Lubukbaja langsung melakukan penyelidikan di lapangan.

“Dari penyelidikan itu, kita mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada orang yang membawa peralatan dagangan seperti peralatan korban yang hilang,” katanya.

Dari informasi itu selanjutnya dilakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan kedua pencuri itu tidak jauh dari lokasi kejadian. Saat ditangkap, keduanya tidak bisa mengelak dan langsung mengakui perbuatannya. Selanjutnya, kedua pencuri itu dibawa ke Polsek Lubukbaja untuk dilakukan proses lebih lanjut.

“Dari keterangannya, kedua pelaku ini bekerja sebagai sopir. Mereka nekat mencuri karena dari hasil kerja sebagai sopir tidak mencukupi kebutuhannya sehari-hari,” tuturnya.

Awal menambahkan, sejauh ini penyidiknya masih memintai keterangan keduanya. Mereka dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan ancaman lima tahun penjara. (gie)

Membunuh Anjing untuk Dijual di Warung Tuak

0
ilustrasi

batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Lubukbaja telah mengamankan seorang pemuda Erikson Candra, 23, pelaku pembunuhan anjing peliharaan dengan menggunakan racun. Erikson yang telah ditetapkan tersangka itu sengaja membunuh anjing untuk dijual di warung tuak.

Kapolsek Lubukbaja Kompol Yunita Stevani mengatakan, Erikson diamankan setelah pihaknya menerima laporan dari salah satu pemilik anjing. Saat itu, pemilik anjing mendapat laporan dari asisten rumah tangganya bahwa anjing peliharaannya mati diracun dengan menggunakan daging ayam.

“Pemiliknya ini kemudian membuka CCTv rumah. Pemilik anjing ini melihat ada mobil Avanza yang bolak balik depan rumah dan melemparkan bungkusan sebanyak dua kali,” katanya, Minggu (22/7).

Usai melemparkan bungkusan itu, selanjutnya salah seorang pelaku dengan menggunakan topi memanjat pagar dan masuk ke perkarangan rumah untuk mengambil anjing yang sudah mati tersebut. Pelaku pun kemudian memasukkan anjing yang telah mati itu ke mobil Avanza yang mereka gunakan.

“Mobil Avanza ini parkir tepat di depan rumah pemilik anjing ini. Kemudian anjing yang dimasukkan ke dalam bagasi belakang itu langsung dibawa sama pelaku ini,” ujarnya.

Yunita menduga, aksi pencurian dan pembunuhan anjing ini sudah dilakukan pelaku beberapa kali di berbagai daerah di Kota Batam. Hasil perburuan anjing itu dijual pelaku ke warung tuak. Rata-rata, anjing hasil buruan itu dijual oleh pelaku seharga Rp 300 ribu per ekornya. Hail dari penjualan itu kemudian dibagi rata.

“Saat ini kami baru mengamankan satu orang pelaku dan masih menjalani pemeriksaan. Kami masih mengejar pelaku lainnya, karena saat berkasi itu dia dibantu sama dengan rekannya,” tuturnya.

Yunita memastikan, sejauh ini pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku lainnya. Mereka sudah merencanakan membunuh anjing itu dengan mensurvei lokasinya. Mereka juga sudah menyiapkan peralatan seperti daging ayam yang sudah dilumuri dengan racun dan beberapa barang bukti lainnya.

“Kasus ini masih kami kembangkan lagi. Sejauh ini kami baru menerima satu laporan polisi dan masih melakukan penyelidikan untuk aksi mereka di daerah lainnya,” imbuhnya. (gie)

Masjid Agung Direvitalisasi Tahun 2019

0
Masjid Raya Batam

batampos.co.id – Atas persetujuan Kementrian Keuangan (Kemenkeu) Masjid Agung Batam (dikenal dengan sebutan Masjid Raya, red) adalah salah satu aset yang hibahkan Badan Pengusahaan (BP) Batam ke Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Tetapi, aset yang jadi prioritas untuk direvitalisasi ini tak bisa langsung direvitalisasi tahun 2018 ini.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Suhar menyampaikan, revitalisasi tempat ibadah umat islam yang jadi ikon Batam itu baru bisa dianggarkan pada 2019 mendatang.

“Tahun 2018 ini belum, proses penyerahan asetnya di tengah jalan juga kan. Nanti pada APBD 2019 kami akan bahas dengan DPRD,” kata Suhar, Minggu (22/7) siang.

Namun demikian, ia menyampaikan revitalisasi sudah masuk di Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Batam. Ia memastikan, pihaknya akan melakukan revitalisasi bangunan tersebut, apalagi asetnya kini sudah dihibahkan ke Pemko Batam.

“Yang pasti revitalisasinya akan kami lakukan,” tegasnya.

Keharusan menunggu 2019 mendatang, menurut suhar, pada APBD perubahan pun penganggaran tidak akan terkejar.

“Enggak mungkin, ini proyek multiyears jadi tak mungkin dianggarkan di (APBD) Perubahan,” imbuh dia.

Soal desain, ia mengaku sudah mengantongi desai yang bersifat umum, seperti pembangunan basemen, penambahan menara hingga penambahan koridor.

“Desain baru bentuknya, finalnya kita lihat nanti, mungkin ada perubahan. Makanya saya belum detailkan,” paparnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi, menyebutkan setidaknya butuh anggaran Rp 80 miliar untuk merevitalisasi Masjid Agung Batam. Dengan rincian alokasi anggaran tahun 2019 sebanyak Rp 40 miliar sementara sebagiannya dianggarkan pada tahun 2020 mendatang.

“Bangunan dan kontruksi utama yang ada sekarang tidak diubah. Kita tambah kiri, kanan, depan dan belakang. Akan bernuansa melayu seperti di Pulau Penyengat,” ucapnya. (iza)

Play sound