Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12093

Kirim Lagi Kuponnya, Bawa Pulang Motor

0

batampos.co.id – Masyarakat Kepri memiliki kesempatan membawa pulang satu unit Honda CB150 Verza, dengan cara mengisi kupon tebak juara Piala Dunia 2018 di Koran Harian Batam Pos. Sebelumnya, tiga unit Tv 32 inchi telah diberikan ke masyarakat yang menebak dengan benar tim delapan besar Piala Dunia 2018.

“Isi lagi kupon, nonton pertandingan gratis, bawa pulang motornya,” kata Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Kepulauan Riau, Syaiful, Sabtu (7/7).

Untuk kupon tebak juara Piala Dunia 2018 ini, batas waktu pengirimannya hingga 14 Juli. Namun, bagi pengunjung pesta bola 15 Juli di Graha Pena, Batamkota, diberikan kesempatan memasukan kupon sebelum kick Off babak pertama di mulai.

“Mari kirimkan kuponnya ke dealer-dealer Honda di Kepri,” ujarnya.

Syaiful menjelaskan pengembalian kupon wilayah Batam dapat mendatangi Capella Honda di Komplek Taman Merapi Subur Blok A3 no 1-5 Batuaji, Bengkong Ratu Komplek Green Town Blok N no 1-4, Komplek Mahkota Niaga Blok C no 1-2 Batamcenter, Komplek Sulaiman Blok B no 8-9 Nagoya, Komplek Mitra Raya Blok A1 no 1-4 Batuaji, Tiban Impian Blok A2 no 12 A, Komplek Tanjung Triksakti Blok B no 2-3 Sei Panas, Komplek BSI Batamcenter, Komplek Rafllesia Business Center Blok G no 3-4 Batamcenter dan Komplek Pertokoan Fanindo Blok A 1-2 Tanjunguncang.

Untuk Area Kepri Timur, Capella Honda dapat ditemui di Jalan Brigjen Katamso no 4-5 Batu 2 Tanjungpinang, Jalan DI Panjaitan no 1 Batu 9 Tanjungpinang, Jalan Jenderal Gatot Subroto Batu 5 Tanjungpinang, Jalan Hang Jebat no 92 Kijang, Jalan Permaisuri Rt 001 Rw 001 Tanjunguban, Jalan Kartini Setajam RT 01 RW 17 Dabosingkep, Jalan Soekarno Hatta Ranai.

Sementara itu, wilayah Kepri Barat Capella Honda dapat ditemui di jalan Ampera no 6-8 Tanjungbalai Karimun, Jalan Ahmad no 8 Sungai Lakam Tanjungbalai Karimun, Jalan Ahmad Yani Baran II no 7-9 Meral Tanjungbalai Karimun dan Jalan Jenderal Sudirman no 288 Tanjungbatu Kundur.

Selain memasukan kupon tebakan. Tentunya masyarakat juga bisa melihat-lihat kendaraan terbaru keluaran Honda di dealer-dealer tersebut.

Manager Pemasaran Batam Pos Herianton mengatakan kupon tersebut dapat juga dikirimkan ke kantor Batam Pos di Graha Pena, lantai dua. Untuk masyarakat di luar Batam, menurut Heri tidak perlu risau. Karena Batam Pos memiliki kantor perwakilan di berbagai daerah di Kepri.

“Ada di Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, Anambas, dan Natuna. Bisa di antar ke sana juga,” tuturnya.

Tapi ada juga masyarakat yang sibuk, sehingga tidak sempat mengantarkan kupon tersebut. Heri menuturkan masyarakat dapat memberikan kupon tebakan ke loper yang mengantarkan koran ke rumah-rumah warga.

“Kasih ke mereka, kupon akan sampai ke kami,” ucapnya. (ska)

Lapangan Welcome to Batam Layak jadi Market Place UMKM

0
Sejumlah wisatawan mancanegara asal Korea saat menikmati suasana dikawasan Engku Putri Batamcenter.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Batam akan terus digenjot agar lebih dikenal masyarakat hingga tingkat dunia. Untuk itu, Badan Pengusaha (BP) Batam mengajak Pemerintah Kota (Pemkot) Batam membuat market place bagi produk UMKM.

Saat ini produk-produk UMKM baik itu makanan ataupun souvenir, sudah memiliki kualitas yang bisa bersaing di pasar. BP Batam dan pemkot berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM.

“Di mana lokasi paling strategis untuk UMKM parawisata, dinilai lahan depan bukit Welcome to Batam (WTB) menjadi salah satu pilihannya,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Sabtu (7/7).

Selain di WTB, Lukita juga meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam mencarikan alternatif lokasi lain untuk dijadikan lokasi memajang hasil kreasi lokal.

UMKM di Batam sudah memiliki produk yang memiliki daya saing. Namun kurang dikenal banyak masyarakat dunia. Sehingga hadirnya lokasi yang direncanakan tersebut dinilai penting.

BP Batam sekaligus mengajak untuk membuat tempat pelaku usaha dan pelatihan UMKM yang konsisten. Tujuannya agar mereka bisa dimonitor dan mandiri.

Gubernur Kepulaun Riau (Kepri) Nurdin Basirun sangat mengapresiasi dan menyambut baik rencana BP Batam. Nurdin menyampaikan, UMKM menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Jadi semua harus seimbang dan saling mendukung. Baik sektor industri maupun UMKM.

“Bagaimana mendorong peluang berkembang bersama. Sehingga perekonomian kami bergerak secara bersama,” tutur Nurdin.

(bbi/JPC)

BMKG Prakirakan Batam akan Diguyur Hujan

0
Kondisi perairan di wilayah Kepri. (Bobi Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas 1 Hang Nadim, Batam memprakirakan batam akan diguyur hujan.

Jika berlangsung dalam waktu relatif lama, kondisi ini dapat berpengaruh pada perubahan perairan. Sehingga cukup membahayakan untuk aktivitas kelautan. Masyarakat diimbau untuk waspada atas kemungkinan terjadinya kenaikan gelombang laut dan angin kencang.

Untuk transportasi laut dan aktivitas kelautan diminta berhati-hati bila terjadi hujan lebat dan angin kencang. Fenomena tersebut dapat menyebabkan penurunan jarak pandang dan kenaikan tinggi gelombang laut yang cukup signifikan.

“Kami perlu waspada juga terhadap arus laut yang kuat di seluruh wilayah perairan Kepri,” pesan Prakirawan Stasiun BMKG Klas I Hang Nadim Batam Nizam Mawardi, Sabtu (7/7).

Nizam menjelaskan, adanya daerah belokan angin (shearline) di wilayah Kepri menyebabkan penumpukan massa udara. Kondisi itu cukup mendukung untuk pertumbuhan awan-awan. Keadaan ini yang menjadi sebab cuaca berawan dan berpotensi terjadi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Sementara itu, tinggi gelombang yang berada di angka 1,2 meter masih berada di batas normal dan cenderung kondusif untuk aktivitas kelautan.

“Kondisi ini dapat segera berubah karena hujan disertai angin, bisa meningkat drastis,” tambah Nizam.

Untuk kondisi udara sendiri, fenomena Aphelion tampaknya tidak berpengaruh pada penurunan suhu di Batam dan wilayah Kepri lainnya. Suhu udara yang berada di kisaran 26-32 derajat celcius merupakan kondisi normal di Batam.

(bbi/JPC)

Waspadai Demam Berdarah di Karimun

0
Kabid Program Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Kabupaten Karimun Sugianto (pakai topi) ketika melakukan Abatesasi di permukiman warga. (Istimewa)

batampos.co.id – Demam Berdarah Dengue (DBD) menyerang Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri). Tercatat sudah ada 48 kasus hingga Juni 2018. Dua penderita di antaranya meninggal dunia.

Kedua korban meninggal merupakan orang dewasa yang berasal dari Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Katimun. Mereka meninggal pada Juni lalu.

Kabid Program Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun Sugianto mengatakan, kasus DBD perlu dilakukan antisipasi agar tidak ada lagi korban berikutnya. Untuk itu, Dinkes Karimun menginstruksikan kepada semua Puskesmas agar bergerak melakukan abatesasi. Menaburkan serbuk abate pada tempat-tempat penampungan air di rumah warga.

“Jangan sampai kasusnya tinggi dulu baru bergerak. Justru harus ada gerakan sejak dini. Apalagi curah hujan sekarang cukup tinggi. Sehingga perlu kami tingkatkan kewaspadaan,” kata Sugianto, Sabtu (7/7).

Jika mengacu data Dinkes pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah penderita DBD hingga pertengahan 2018 terbilang cukup rendah. Pada 2014 lalu tercatat ada 390 kasus. Delapan penderita di antaranya meninggal dunia. Lalu pada 2015 terdapat 368 kasus dan tujuh penderita di antaranya meninggal dunia.

Selanjutnya 2016, merupakan jumlah kasus tertinggi mencapai 424 penderita. Enam orang di antaranya meninggal dunia. Kemudian pada 2017, terdapat 76 kasus DBD dengan dua orang meninggal dunia.

Tahun ini hingga Juni, terdapat 48 kasus dan dua penderita meninggal dunia. Jumlah ini memang dimungkinkan bertambah. Namun signifikansinya tidak akan melebihi jumlah kasus pada 2016 dan tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Dinkes sudah melakukan foging untuk membunuh nyamuk-nyamuk dewasa. Namun upaya pemberantasan dengan Abate tetap diperlukan. Karena foging hanya akan membunuh nyamuk dewasa.

(bbi/JPC)

Hanura Batam Optimis Raih 6 Kursi

0
Bendera Hanura. Foto: Dok.JPNN

batampos.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kota Batam optimis menghadapi persaingan memperebutkan kursi di DPRD Kota Batam.

“Target kami setiap dapil (daerah pemilihan) punya kursi, jadi minimal enam kursi di DPRD. Sehingga, satu fraksi tetap utuh. Optimisme kita, Hanura masuk dalam unsur pimpinan di DPRD Kota Batam,” kata Iwan ketika ditemu di Batam Centre, Batam pada Kamis (5/7).

Meskipun belum ada sosok populer di Kota Batam yang mendaftar sebagai kader Hanura, seperti mantan kepala dinas atau mantan pejabat lain di instansi pemerintahan. Iwan tetap optimis elektabilitas Hanura akan memegang peranan dalam Pileg nanti.

Saat ini, jumlah Bakal Caleg (Bacaleg) yang ikut seleksi terbilang banyak. Bahkan cukup memberikan angin segar untuk menghadirkan kader-kader berkualitas. Sehingga, benar-benar memberikan dampak jika nantinya terpilih.

“Kita siapkan kader terbaik dengan seleksi itu, memang persiapan finansial perlu, tapi harus disertai dengan kemampuan individu yang juga mumpuni,” kata Iwan.

Lebih lanut ia mengatakan, apa yang dilakukan Hanura di Batam selama ini dalam bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan yang memudahkan masyarakat. Juga berdampak pada keterkenalan Hanura di Batam. Ini akan memberikan keuntungan tersendiri bagi kader-kader yang nantinya bertarung

(bbi/JPC)

16 Tahun Menikah, Cerai Gara-gara Sepakbola

0
Ilustrasi perceraian. Foto: pixabay

Pasangan Rusia berpisah gara-gara berdebat soal siapa yang paling hebat di antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Menurut koran Rusia, Argumenty i Fakty, pasangan Arsen dan Lyudmila awalnya bertemu di bar saat nonton bareng Piala Dunia 2002.

Namun fanatisme yang berlebihan terhadap sosok idola membuat mereka sering bertengkar soal Messi dan Ronaldo.

Perdebatan itu akhirnya memuncak saat Piala Dunia 2018 ketika Arsen sangat senang menyaksikan Argentina mengalahkan Nigeria.

Namun, Lyudmila yang lebih mengidolakan Ronaldo mengejek Arsen dengan mengatakan permainan Messi sangat jelek.

“Dia selalu mengatakan Ronaldo lebih bagus dari Messi. Sejak dimulainya Piala Dunia, dia selalu mengejek Messi. Dia bilang Messi bahkan tidak bisa mencetak gol penalti saat melawan Islandia,” kata Arsen.

Tidak mau idolanya dihina, Arsen balik menyerang istrinya. Dia bilang Ronaldo adalah sosok pemain yang sombong.

“Aku tidak tahan dengan ejekannya. Aku bilang Ronaldo pemain sombong, termasuk tim nasional Portugal dan klub yang disukainya,” tambah Arsen.

Setelah meluapkan emosinya, Arsen langsung angkat koper dan meninggalkan wanita yang telah dinikahinya selama 16 tahun.

Begitu keluar dari rumah, Arsen langsung menuju Pengadilan Chelyabinsk di Urals untuk melayangkan surat gugatan cerai. (IrishPost/idr/JPG)

Sorotan Anggota DPRD kepada para Pejabat Kota Batam

0

batampos.co.id – Terbatasnya daya tampung di sekolah negeri sering dikeluhkan orangtua. Tidak sedikit dari kuota yang tersedia sudah dipesan pejabat yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Sistem titipan ini sudah menjadi permasalahan PPDB setiap tahunnya. Akibatnya banyak orang yang tidak mampu bisa menikmati fasilitas pendidikan gratis ini.

“Setiap anak wajib mendapatkan pendidikan, namun banyak yang tidak sadar porsi negeri ini untuk orang yang tidak mampu. Karenanya di lapangan banyak anak pejabat yang menikmati kursi sekolah gratis,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P. Sihaloho, Jumat (6/7).

Menurut Udin, memang siapa saja memiliki hak sekolah negeri. Namun sesuai anjuran Wali Kota Batam, masyarakat yang mampu diupayakan masuk di sekolah swasta. Sehingga kursi sekolah negeri dapat dirasakan oleh masyarakat yang memiliki ekonomi pas-pasan atau tidak mampu.

“Jangan hanya sekedar anjuran saja dan anjuran ini hanya diperuntukan untuk masyarakat awam. Sementara mereka sendiri tak melanjankan apa yang dianjurkan tersebut,” sindir Udin.

Ia menambahkan, masih anak-anak pejabat yang memasukan anaknya di sekolah negeri akan menutup peluang masyarakat Batam kalangan tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya. Sebab bila dipaksakan di sekolah swasta, jelas mereka tidak akan mampu mengingat tingginya biaya sekolah saat ini. “Hasilnya apa? Ketika mereka tidak tertampung di negeri otomatis mereka berhenti sekolah. Sementara semangat kita mewajibkan belajar 12 tahun,” imbuh Udin.

Diakuinya, hal ini juga berlaku bagi masyarakat Batam yang dirasa sudah mampu. Memberikan kesempatan bagi yang tidak mampu agar bisa menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. “Termasuk juga dari kalangan dewan. Sekolah swasta juga koperatif. Jangan pangsa pasarnya siswa yang mampu menetapkan biaya sekolah suka-suka hati mereka,” jelas politikus PDIP itu.

Orangtua siswa antri menunggu saat melakukan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Batam, rabu (27/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Anggota Komisi IV DPRD Batam Aman mengatakan, tidak mungkin bisa memaksakan orang yang mampu bersekolah di swasta. Mereka sama-sama memiliki hak mengenyam sekolah negeri. Namun karena keterbatasan sekolah negeri saat ini maka dibutuhkan kesadaran dari orang tua.

“Kita tak bisa paksa. Sifatnya hanya anjuran dan himbauan,” kata Aman.

Terkait hal ini, Aman berharap ada database tentang jumlah masyarakat miskin yang mempunyai anak masuk sekolah. Sehingga dengan database tersebut, pemerintah diwajibkan memastikan siswa-siswa tersebut bersekolah di negeri. Termasuk juga bekerjasama dengan sekolah swasta mengingat saat ini swasta ikut menerima bantuan dari pemko, pemprov dan BOS dari pusat.

“Mou ini seharusnya dilakukan. Apakah mewajibkan 10 persen siswa tidak mampu wajib diterima di sekolah swasta atau sebagainya. Kita terus dorong, sebab kalau tidak seperti ini maka tidak akan mungkin setiap PPDB akan terus bermasalah karena keterbatasan negeri,” tuturnya.

Disisi lain pemerintah daerah juga harus memperhatikan sekolah swasta agar tidak kekurangan siswanya. Makanya perlu ada Mou ini. Karena kalau tak punya siswa otomatis sekolah tersebut akan mati dengan sendirtinya,” jelas Aman. (rng)

Berpenghasilan Jutaan Rupiah per Hari, Tambang Pasir Kian Marak di Tembesi

0
Penambang pasir ilegal memuat pasir kedalam lori di dekat Dam Tembesi, Sagulung. Biarpun sudah dirazia oleh Ditpam masih saja penambang liar ini beroperasi mengambil pasir. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Aktivitas tambang pasir darat di bibir dam Tembesi semakin marak. Kegiatan illegal ini bahkan kian melebar hingga ke pinggiran jalan Trans Barelang.

Maraknya aktifitas tambang pasir ini karena nilai jual pasir darat cukup menggiurkan yakni hingga Rp 800 ribu per truk. Satu hari satu lokasi tambang pasir bisa menghasilkan lebih dari 10 truk. Selain itu minimnya pengawasan dan penertiban dari instansi pemerintah terkait menjadi penyebab utama maraknya kegiatan illegal itu.

Pantauan Batam Pos di lapangan, Jumat (6/7), aktifitas tambang pasir darat yang yang merusak dam dan lingkungan sekitar itu mulai meluas hingga perbukitan dekat jalan Trans Barelang. Satu titik lokasi tambang baru berada di persis di pinggir jalan menuju Vihara, yang berjarak hanya sekitar 200 meter dari jalan Trans Barelang.

Dua mesin penyedot air dan dua alat berat siaga di lokasi tambang pasir baru tersebut. Kemarin saat Batam Pos mendatangi lokasi tambang itu tak memang tidak terlihat aktifitas, namun tumpukan pasir hasil tambang terlihat menumpuk di sekitar lokasi tambang tersebut. Bukit di lokasi tambang pasir separuhnya sudah dikeruk. Tanah dan lumpur limbah dari aktifitas tambang itu dibiarkan mengalir ke arah dam. Tidak ada pekerja yang bisa dimintai keterangan di lokasi tambang pasir yang baru itu.

Sebuah mobil minibus yang bertuliskan salah satu ormas terlihat parkir di dekat lokasi tambang namun kondisinya sama tak ada seorangpun yang dijumpai di sana.

Sementara di lokasi tambang pasir yang sudah lama ada dekat bibir dam masih beraktifitas seperti biasa. Suara mesin penyedot pasir menggema hingga ke perbukitan dekat lokasi vihara. Sejumlah pekerja terlihat sibuk memuat pasir ke dalam truk. Pekerja juga tak gubris dengan kedatangan awak media. Mereka terus melakukan aktifitas mereka seperti biasa.

Seorang pekerja yang tak mau namanya disebutkan mengaku tak gentar sedikitpun dengan kegiatan illegalnya itu. Itu karena dia hanya sebagai pekerja yang digaji oleh pemilik lokasi tambang. Lagipula menurutnya aktifitas tambang itu aman selama ini. Tidak ada instansi pemerintah atau aparat penegak hukum yang datang menghentikan kegiatan mereka itu.

“Aman-aman saja selama ini. Kalaupun bermasalah ya hanya pekerja yang digaji,” ujarnya.

Pasir-pasir hasil tambang tersebut diakui pekerja tadi dibawa ke berbagao toko material yang ada di Batam. Harga jual pertruk sekitar Rp 800 ribu. Dalam sehari bisa sampai 20 an truk jika tidak ada kendala seperti hari hujan ataupun mesin penyedot rusak.

Sementara akibat dari kegiatan illegal itu terlihat dengan jelas mulai dari pinggir jalan Trans Barelang. Lahan perbukitan sudah banyak yang dikeruk dan terlihat tandus serta curam. Saluran air berupa sungai-sungai kecil yang mengarah ke lokasi dam dipenuhi dengan lumpur dan tanah. Tanah limbah dari aktifitas tambang pasir darat tersebut sudah menutupi separuh dam yang berada dekat lokasi tambang.

Sutikno seorang petani yang berkebun dekat lokasi tambang pasir itu menuturkan, aktifitas tambang pasir itu berdampak besar bagi lingkungan sekitar. Dahulu sebelum ada aktifitas tambang pasir, lokasi bibir dam merupakan lokasi hutan yang hijau nan asri. Namun semenjak ada aktifitas tambang pasir itu, lingkungan bibir dam berubah jadi lokasi endapan lumpur yang mengalir dari lokasi tambang pasir. “Sudah lama rusak lingkungan dam ini. Tapi tak ada tindakan dari instansi pemerintah terkait,” ujarnya. (eja)

Ada Cogan Engku Putri Raja Hamidah di Museum Linggam Cahaya

0
Kepala Dinas Kebudayaan Lingga, M Ishak menunjukkan cogan yang terdapat di Museum Linggam Cahaya. F. Wijaya Satria/batampos.co.id

batampos.co.id – Museum Linggam Cahaya Kabupaten Lingga, kini memiliki koleksi cogan atau panji dan sering juga disebut kencang yang berisikan kata-kata semboyan. Cogan inilah yang sering dibawa oleh Engku Puteri Raja Hamidah.

“Engku Puteri Raja Hamidah adalah permaisuri dari Sultan Mahmud Riayatsyah yang baru-baru ini ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga M Ishak, Jumat (6/7) pagi.

Ishak menerangkan, cogan atau yang dikenal masyarakat setempat adalah daun sirih besar merupakan bagian dari simbol Kerajaan Riau Lingga Johor dan Pahang yang berkuasa hampir 40 tahun lamanya. Selain menjadi simbol legitimasi adat dan penanda bagi sultan yg memerintah, cogan juga menjadi kelengkapan penting dalam acara berarak bagi sang Sultan.

“Dahulu kala, apabilan Sultan berarak atau melintas di jalan cogan adalah benda yang lebih dulu lewat diarak di depan rombongan kesultanan,” ujar M Ishak.

Dirinya menjelaskan, cogan yang menjadi salah satu benda bersejarah koleksi museum Linggam Cahaya baru sampai dari Jakarta yakni museum nasional. Walau cogan yang ada saat ini di museum Linggam Cahaya adalah duplikat namun dapat mengobati rasa ingin tahu masyarakat tentang isi tulisan dalam cogan tersebut.

Cogan yang asli, masih kata Ishak, tetap berada di museum Nasional sebagai bukti peninggalan sejarah kebesaran Melayu. Adanya cogan di museum Linggam Cahaya hasil dari mediasi bersama.

“Dengan adanya cogan ini sebagai salah satu koleksi barang bersejarah yang ada di museum ini, hendaknya menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya yang diwariskan leluhur,” kata Ishak.

Dia juga berharap, koleksi barang bersejarah yang baru ini dapat menambah minta masyarakat untuk berkunjung ke musem Linggam Cahaya. Sehingga akan berdampak pada pengetahun masyarakat terutama generasi muda terhadap budaya Melayu. (wsa)

SMKN 1 Kelebihan Pendaftar, SMKN 8 Kurang Peminat

0
Calon peserta didik baru mendaftar di SMKN 1 Batuaji, Sabtu (30/6). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMKN 1 Batam telah rampung, Jumat (6/7) siang. Jumlah akhir calon siswa yang menyelesaikan seluruh proses PPDB sebanyak 1.096 orang. Jumlah tersebut menurun dari jumlah pengambilan dan pengisian formulir awal sebanyak 1.219.

Humas SMKN 1 Batam Junaidi menuturkan, sebanyak 123 pedaftar lainnya dinyatakan gugur karena tidak melengkapi berkas persyaratan PPDB yang ada.

“Biasalah mungkin ada yang bermasalah dengan berkas persyaratan ada juga yang mengundurkan diri. Total akhir yang sudah fix (PPDB) sebanyak 1.096 per siang ini,” ujar Junaidi, kemarin.

Untuk mereka yang sudah mendaftar kata Junaidi, juga dipastikan akan banyak yang tidak terakomodir nantinya sebab PPDB kali ini SMKN I Batam hanya bisa menampung 525 siswa saja.

“Separuh saja yang diterima. Penilaian dan sebagainya itu kewenangan Disdik Kepri dan hasilnya akan diumumkan tanggal 10 nanti di website Disdik Kepri dan juga di sekolah (SMKN I),” ujarnya.

Untuk pendaftaran ulang bagi mereka yang lolos PPDB online ini akan dilakukan mulai tanggal 11 Juli mendatang.

Secara umum diakui Junaidi proses PPDB di SMKN I Batam berjalan lancar mulai dari hari pertama pembukaan PPDB hingga hari terakhir penutupan test, Jumat kemarin. Untuk proses PPDB dibuka sejak Kamis (28/6) hingga Rabu (4/6), sementara untuk tes yang meliput tes buta warna, tertulis dan wawancara dimulai, Jumat (29/6) hingga Jumat (6/7).

“Alhamdulilah semuanya berjalan lancar. Sekarang tinggal tunggu pengumuman hasil PPDBnya. Semoga semuanya lancar nantinya,” ujar Junaidi.

PPDB SMKN 8 Belum Penuhi Kuota Daya Tampung

Berbeda dengan SMK 1 Batam, SMKN 8 Farmasi Batam di Sagulung malah kekurangan siswa. PPDB yang ditutup, Kamis (4/7) sore hanya ada 220 calon siswa yang mendaftar. Jumlah tersebut belum mencapai kuota daya tampung sekolah sebanyak 215 siswa untuk enam lokal yang disediakan.

“Memang belum tercapai (kuota daya tampung),” ujar plt Kepsek SMKN 8 Batam Rafio, kemarin.

Hasil PPDB sementara sambung Rafio, peminat yang paling banyak adalah jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas. Sementara dua jurusan lain yakni; Keperawatan dan Instrumentasi Medik sangat sedikit peminat. Padahal masing-masing jurusan sudah dibatasi kuota daya tampung yakni hanya dua lokal.

Untuk menyeimbangi jumlah siswa di masing-masing jurusan maka pihaknya akan mengalihkan sebagian pendaftar jurusan farmasi ke dua jurusan lain.

“Itu untuk teknis pembagian jumlah siswa, tapi untuk secara umum memang masih kurang, tapi tak apa kami akan tetap jalankan prosedur PPDB yang ada,” kata Rafio.

Meskipun kurang peminat namun proses PPDB diakui Rafio tetap sesuai dengan prosedur yang ada. Calon siswa yang sudah mendaftar tetap harus menjalani tes di sekolah. Tes sudah berjalan sejak, Rabu (3/7) dan sampai siang kemarin sudah rampung semuanya. (eja)