Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 12103

50.789 Orang Pemilih di Natuna

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Jumlah data pemilih di Natuna mengalami perubahan dibanding data pemilih pamilu kepala daerah tahun 2015 lalu, berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi suara pemilih sementara KPU Natuna.

Pada pemilu kepala daerah tahun 2015 lalu, jumlah pemilih Natuna mencapai 50.881 pemilih dari 12 Kecamatan.

Namun pada hasil rekapitulasi suara pemilih untuk pemilu tahun 2019 menyusut menjadi Pemilih Natuna 50.789 suara dari 15 Kecamatan.

Ketua KPU Natuna Affuandris mengatakan, data pemilih pemilu tahun 2019 mendatang masih bersifat rekapitulasi sementara. Data tersebut berdasarkan hasil coklit pemilih oleh Pantarlih dan disandingkan data penduduk dari Kemendagrii.

“DPS sudah diplenokan 50.789 pemilih, masih perlu proses menetapkan data pemilih tetap (DPT),” kata Affuandris, Senin (18/6).

Perubahan atau penyusutan jumlah suara terlihat di Kecamatan Bunguran Timur, merupakan basis kantong suara dalam pemilu. Pada pemilu kepala daerah tahun 2015 lalu, jumlah DPT mencapai 16.270 pemilih, namun hasil rekapitulasi jumlah pemilih sementara hanya 14.582.

Dikatakan Affuandris, data yang pemilih sementara merupakan penyandingan data dari Kemendagri, dan berdasarkan ketentuan data yang masuk adalah penduduk yang sudah memiliki atau tercatat dalam program e-KTP. Dan dilapangan dicoklik oleh petugas pantarlih di 15 Kecamatan.

Berdasarkan hasil rekapitulasi data pemilih sementara kata Affuandris, jumlah pemilih laki-laki berjumlah 26.009 dan jumlah perempuan 24.700 pemilih.

Secara umumnya data setiap Kecamatan adalah

  • Kecamatan Midai 2.776,
  • Kecamatan Bunguran Barat 5.489,
  • Kecamatan Serasan 3.531,
  • Kecamatan Bunguran Timur 14.582,
  • Kecamatan Bunguran Utara 3.152,
  • Kecamatan Subi 1.830,
  • Kecamatan Pulau Laut 1.543,
  • Kecamatan Pulau Tiga 2.361,
  • Kecamatan Bunguran Timur Laut 3.423,
  • Kecamatan Bunguran Tengah 2.503,
  • Kecamatan Bunguran Selatan 2.111,
  • Kecamatan Serasan Timur 2.215,
  • Kecamatan Bunguran Batubi 2.719,
  • Kecamatan Pulau Tiga Barat 1.316
  • Kecamatan Suak Midai 1.240.

(arn)

DPC Gerindra Cabut Dukungan Politik ke Hamid-Ngesti

0

batampos.co.id – Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kabupaten Natuna meradang dan mendadak mencabut dukungan politik pada Bupati dan Wakil Bupati Natuna, Hamid Rizal-Ngesti Yuni Suprapti. Namun, pencabutan dukungan ini tak berpengaruh pada posisi keduanya sebagai kepala daerah.

Seperti diketahui, Partai Gerindra merupakan partai pengusung pasangan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan Ngesti Yuni Suprapti pada pilkada 2015 lalu selain Partai Amanat Nasional (PAN). Dicabutnya dukungan politik tersebut dilontarkan Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Natuna Alfiandri.

Menurutnya, dukungan tersebut dicabut partainya karena kebijakan Hamid Rizal dinilai sudah tidak berpihak lagi kepada kemajuan dan kemaslahatan masyarakat Natuna.
”Ini dikarenakan sudah tidak lagi mengacu pada barometer sejahtera, dalam rangka meningkatkan nilai-nilai ekonomi masyarakat, serta kontribusi perputaran uang di daerah, dimana angka kemiskinan naik 0,05 persen per tahun,” ungkap Alfiandri, Senin (18/6).

Alfiandri menilai kepemimpinan dua tahun terakhir tidak mencerminkan adanya kebijakan pemerintah daerah yang mengayomi masyarakat. Malah dinilai memunculkan kebijakan yang arogan. Secara resmi, DPC Gerindra sudah dua kali menyampaikan masukan, saran, namun tak direspons.

“Masukan Gerindra secara politik sudah tidak ada respons sikap yang jelas, apalagi ditindaklanjuti. Kejadian ini menyebabkan DPC mencabut dukungan politik sebagai partai pengusung bupati,” ujar Alfiandri.

Dirinya memastikan, pencabutan dukungan sudah dibahas dalam internal Partai Gerindra. Secara administratif dukungan Gerindra pada pemerintahan 10 persen, karena Gerindra memiliki dua kursi di DPRD. Pencabutan dukungan politik akan disampaikan secara resmi kepada DPRD dalam waktu dekat.(arn)

Pemilih Natuna Berkurang

0
Ketua KPU Natuna Affuandris (peci putih) saat pleno penetapan daftar pemilih sementara Kabupaten Natuna 2019. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Jumlah data pemilih di Natuna mengalami perubahan dibanding 2015 lalu. Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi data pemilih sementara KPU Natuna. Pada pemilu 2015 lalu, jumlah pemilih Natuna mencapai 50.881 pemilih dari 12 Kecamatan, sedangkan untuk pemilu 2019 menyusut menjadi 50.789 suara dari 15 kecamatan.

Ketua KPU Natuna Affuandris mengatakan, data pemilih pemilu 2019 mendatang masih bersifat rekapitulasi sementara. Data tersebut berdasarkan hasil coklit pemilih oleh Pantarlih dan disandingkan data penduduk dari Kemendagrii.

“DPS sudah diplenokan 50.789 pemilih, masih perlu proses menetapkan data pemilih tetap (DPT),” kata Affuandris, Senin (18/6). Perubahan atau penyusutan jumlah suara terlihat di Kecamatan Bunguran Timur, merupakan basis kantong suara dalam pemilu.

Pada 2015 lalu, jumlah DPT mencapai 16.270 pemilih, namun hasil rekapitulasi jumlah pemilih sementara hanya 14.582. Dikatakan Affuandris, data yang pemilih sementara merupakan penyandingan data dari Kemendagri dan berdasarkan ketentuan data yang masuk adalah penduduk yang sudah memiliki atau tercatat dalam program e-KTP. Di lapangan dicoklik oleh petugas pantarlih di 15 Kecamatan. Berdasarkan hasil rekapitulasi data pemilih sementara, kata Affuandris, jumlah pemilih laki-laki sebanyak 26.009 dan jumlah perempuan 24.700 pemilih.

Secara umumnya data setiap Kecamatan adalah Kecamatan Midai 2.776, Kecamatan Bunguran Barat 5.489, Kecamatan Serasan 3.531, Kecamatan Bunguran Timur 14.582,Kecamatan Bunguran Utara 3.152, Kecamatan Subi 1.830, Kecamatan Pulau Laut 1.543, Kecamatan Pulau Tiga 2.361,Kecamatan Bunguran Timur Laut 3.423, Kecamatan Bunguran Tengah 2.503, Kecamatan Bunguran Selatan 2.111, Kecamatan Serasan Timur 2.215, Kecamatan Bunguran Batubi 2.719, Kecamatan Pulau Tiga Barat 1.316 dan pemilih di Kecamatan Suak Midai 1.240.(arn)

Dewan Ingatkan PLN, Kabel Bawah Tanah Harus Aman

0

batampos.co.id – Legislator DPRD Kepri Rudy Chua mengingatkan PLN Area Tanjungpinang benar-benar memperhatikan aspek keselamatan dari pembangunan kabel bawah tanah di Ibu Kota Provinsi Kepri. Menurut Rudy, ada beberapa persoalan yang menuai kritik dari sejumlah masyarakat Tanjungpinang.

“Proses pembangunan infrastruktur kabel bawah tanah PLN Tanjungpinang sudah berjalan sejak 2016 lalu. Pada perjalanannya memang ada beberapa kendala yang dihadapi,” ujar Rudy Chua menjawab pertanyaan Batam Pos, Senin (18/6) di Tanjungpinang.

Wakil rakyat utusan Kota Tanjungpinang tersebut menjelaskan, pada 2016 lalu pembangunan sempat terhenti karena sebagian masyarakat khawatir penyediaan infrastruktur tersebut membahayakan keselamatan masyarakat. Apalagi kabel yang ditanam kontraktor tidak sesuai dengan spek yang disepakati.

“Kabel yang ditanam dalamnya tidak sampai satu meter. Masalah ini yang kemudian diprotes masyarakat,” papar Rudy.

Politisi Partai Hanura itu juga mengatakan, persoalan tersebut terjadi di Jalan Kamboja, Tanjungpinang. Apalagi di tengah keterbatasan lahan, lintasan kabel bertegangan tinggi tersebut tepat berada di depan rumah-rumah penduduk. Bahkan ada yang menggunakan lahan trotoar dan ditanam berdampingan dengan pipa PDAM. “Kita juga mengikuti proses di lapangan. Makanya kita harapkan PLN sangat memperhatikan aspek keselamatan dengan adanya jaringan listrik tegangan tinggi tersebut,” tegas Rudy.

Pihaknya memberikan apresiasi atas kinerja PLN Tanjungpinang yang berupaya meningkatkan keandalan jaringan melalui sistem kabel bawah tanah. Karena jaringan yang ada saat ini sangat sensitif. Terputusnya aliran listrik di hari pertama dan kedua Lebaran ini juga disebabkan gangguan jaringan.

“Kita juga mengharapan Pemko Tanjungpinang membantu proses sosialisasi untuk pembangunan kabel bawah tanah, sehingga masyarakat bisa memahami kebutuhan tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Manajer Area PLN Tanjungpinang Fauzan mengatakan rencana kerja proyek kabel bawah tanah rampung pada 2020 mendatang. Infrastruktur strategis tersebut untuk memperkuat sistem jaringan listrik di Tanjungpinang. Penggunaan sistem kabel bawah tanah adalah satu upaya untuk memperkuat sistem kelistrikan di Ibu Kota Provinsi Kepri ini.

Lebih lanjut dikatakan, untuk saat ini ada enam titik lokasi yang tengah dilakukan penggalian dan penanaman kabel listrik bawah tanah. Keenam titik tersebut di antaranya di arah jalan baru ke Dompak dari Batu 8 atas hingga ke jembatan tiga. Pekerjaan yang sama juga dilakukan di sekitar Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, tepat di depan Gedung Daerah dan di sekitar Jalan Bakar Batu.

“Kita juga tengah memasang kabel bawah tanah di Kabupaten Bintan, yakni di sekitar kantor bupati dan juga ada dua arah di Jalan Baru arah Tanjunguban. Saat ini ada enam titik dan yang sebagian juga sudah ada yang terpasang,” jelas Fauzan.

Dengan pemasangan jaringan listrik dengan kabel bawah tanah ini akan lebih aman dan terhindar dari gangguan jaringan yang selama ini menggunakan jaringan udara atau menggunakan tiang.

Sistem kabel listrik bawah tanah ini akan lebih andal dalam jaringan listrik dan risiko ganguan sangat kecil bila dibandingkan dengan jaringan udara yang ada saat ini. “Kita berupaya untuk meminimalisir gangguan jaringan listrik. Karena selama ini masih rentan terhadap pohon tumbang dan ranting patah,” tutup Fauzan. (jpg)

ASDP Tambah Dua Kapal Roro

0
Penumpang yang akan kembali ke Pulau Batam menumpuk di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Senin (18/6).F. Slamet Nofasusanto/batampos.co.id 

batampos.co.id – Pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Batam menambah dua kapal roro untuk mengurai penumpukan kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Tanjunguban.

Dua kapal yang diperbantukan, yakni KM Satria Pratama dan KM Senangin. “Ini untuk mengurai kepadatan arus balik di Pelabuhan ASDP Tanjunguban,” kata Astuni, Supervisi ASDP Tanjunguban, kemarin.

Kedua kapal ini, harusnya melayani penyeberangan Batam ke Buton dan sebaliknya. Namun Senin (18/6) diperbantukan untuk mengangkut pemudik di Pelabuhan ASDP Tanjunguban. Menurutnya, KM Satria Pratama memiliki kapasitas 45 unit mobil dan 100-an sepeda motor. “Meskipun ada penambahan dari empat menjadi enam kapal, pelayanan penyeberangan terakhir tetap sekitar pukul 21.00 WIB.”

Karena banyaknya penumpang, hingga pukul 09.00 WIB tiket penyebrangan sudah ludes. Padahal, hingga pukul 17.30 WIB ratusan kendaraan masih mengular sepanjang 1,5 kilometer. “Tidak ada penambahan jam kecuali darurat dan pihak Syahbandar memberikan izin,” ujarnya.

Karenanya, banyak kendaraan yang hendak menyeberang ke Batam tidak terangkut. “Yang di dalam box antrean saja 160 unit mobil. Mungkin sekitar 100 unit mobil tidak terangkut dan akan menginap di pelabuhan,” katanya.

Ia memprediksi kepadatan arus balik akan berlangsung sampai Minggu mendatang. Karena jumlah kendaraan Batam yang menyeberang ke Bintan dan kembali baru sebagian kecil. “Baru sekitar 10 sampai 20 persen saja yang kembali. Saya prediksi hampir 1.000 mobil yang menyeberang ke Pulau Bintan dari Batam,” tukasnya. (met)

Semua Perusahaan Bayar THR

0

batampos.co.id – Semua perusahaan di Kabupaten Karimun telah membayar tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya. Begitu laporan yang diterima dari posko pengaduan THR yang disediakan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri Wilayah Kabupaten Karimun.

”Posko kita buka dua pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri dan ditutup sehari sebelum hari raya. Sampai saat tersebut kita belum ada menerima laporan secara resmi tentang perusahaan yang belum membayar THR kepada para pekerjanya,” ujar Mujarab, Koordinator Pengawasan Naker, Disnaker Provinsi Kepri Wilayah Kabupaten Karimun, Senin (18/6).

Meski demikian, kata Mujarab, hari ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan ada tidaknya laporan yang masuk terkait THR. Dia berharap jangan sampai ada perusahaan di Kabupaten Karimun yang dilaporkan pekerjanya karena tidak membayar THR.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun Hazmi Yuliansyah. Dinas yang dibawahinya itu tidak menerima laporan adanya perusahaan yang mangkir dalam membayar THR.

”Alhamdulillah, sampai saat ini kita tidak ada menerima laporan tentang perusahaan yang tidak menbayar THR, baik secara resmi atau yang sifatnya informasi. Kalau ada informasi, kita akan langsung melakukan klarifikasi kepada perusahaan terkait,” ujarnya.

Dengan tidak adanya laporan, kata Azmi, berarti semua perusahaan telah menjalankan kewajibannya membayar THR kepada karyawan. Karena THR merupakan hak dari karyawan yang harus dibayarkan. Dia juga mengimbau kepada para pekerja agar kembali bekerja sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh perusahaan, pasca libur Lebaran.(san)

30.962 Wisatawan Berlibur di Lagoi

0
Pengunjung yang akan masuk ke kawasan pariwisata Lagoi, kemarin.F. Slamet Nofasusanto/batampos.co.id

batampos.co.id – Kunjungan wisatawan ke Kawasan Bintan Resort Lagoi naik drastis di hari libur Lebaran. Hingga H+3 jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan itu mencapai 30.962 orang. “Data tersebut kita dapatkan dari pintu masuk Lagoi,” ujar staf PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) Lagoi, Yudi.

Tingginya angka kunjungan wisatawan ke daerah Bintan Resort Lagoi tak lepas adanya wahana baru yang dihadirkan pihak BRC. Di antaranya Rumah Imaji, Food*Gram serta Lantern Park.

Sementara Kepala Pos Pengamanan Simpang Lagoi Iptu Ngatno menyampaikan bahwa peningkatan pengunjung terlihat pada Minggu (17/6).“Sempat macet namun cepat diurai, karena sudah dua jalur juga,” katanya.

Ia menyebut jumlah kendaraan yang masuk ke daerah itu mencapai 1.400 unit roda dua dan roda empat. “Namun, untuk Senin ini sudah normal kembali,” tukasnya.(met)

Pulau Penyengat Jadi Tujuan Utama

0
Suasana kegiatan Pesona Idul Fitri di Penyengat. F. Dokumentasi OPP untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Organisasi Pemuda Penyengat (OPP) menyelenggarakan berbagai macam kegiatan yang menggambarkan keceriaan Lebaran di pulau Penyengat dalam tajuk Pesona Idul Fitri di Indra Sakti. Kegiatan yang berlangsung sejak pekan terakhir bulan Ramadan ini diharapkan mampu meningkatkan daya pikat wisatawan dalam dan luar negeri.

“Kami ingin mengajak masyarakat dari luar Penyengat untuk menikmati keseruan Idul Fitri di kampung kami,” kata Ketua OPP Capt. Awalludin.

Keramaian di Penyengat sudah ber­langsung sejak 21 Ramadan. Di malam-malam terakhir Ramadan itu, telah dilaksanakan per­lombaan menghias kampung yang diikuti lima kelompok rukun warga untuk memperebutkan piala bergilir dari wali kota.

Tidak cukup sampai di situ, a­gar suasana semakin semarak, turut dilaksanakan lomba foto, video, peragaan busana, dan bernyanyi. Masih pula diramaikan dengan parade musik dan rumah terbuka sepanjang hari raya.

“Sejak terbentuknya OPP di tahun 2004, kegiatan serupa terus dilaksanakan sampai sekarang. Namun, kami tetap menghadirkan inovasi di setiap tahunnya,” terang Awalludin.

Kegiatan dalam rangka memeriahkan hari raya Idul Fitri di Pulau Penyengat 1439 Hijriah ini diselenggarakan selama empat hari. Mulai hari ra­ya ke dua dengan kegiatan perlombaan peragaan busana kategori anak dan dewasa di siang hari. Dilanjutkan kegiatan lomba karaoke kategori anak dan dewasa di malam harinya.

“Perlombaan ini diikuti tak hanya dari masyarakat Penyengat, melainkan ada beberapa peserta yang datang dari Tanjungpinang,” lanjutnya.

Lebaran ketiga, siang harinya dimeriahkan pentas seni dari empat sanggar seni binaan Bank Indonesia (BI). Serta, Lebaran keempat yang merupakan puncak dari acara Pesona Idul Fitri, yaitu acara Rumah Terbuka dan akan dihibur oleh para seniman Penye­ngat.
“In­sya Allah kegiatan malam puncak Pesona Idul Fitri akan dihadiri Gubernur dan Pj wali kota. Mereka juga ikut menilai kampung mana yang berhak memenangkan lomba menghias kampung,” terangnya.

Awalludin mengakui bahwa kegiatan ini bertujuan menarik wisatawan datang ke Penyengat terhibur oleh kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di Pulau Penyengat. Tujuan Penyengat sebagai destinasi wisata Kepri juga diharapkan dapat terwujud melalui kegiatan ini. Seperti yang diketehui, Lebaran adalah waktu berkumpul bersama keluarga, banyak perantau pulang ke kampung halaman, dengan hal itu untuk lebih memeriahkan Lebaran di Penyengat.(aya)

Napi Kabur Berhasil Diringkus

0
Petugas meringkus napi yang kabur, Ali Mujihadi (kanan), Senin (18/6).F. yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Narapidana (napi) Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang, Ali Mujihadi berhasil kabur dari pengawasan petugas, Minggu (17/6). Namun, kurang dari 24 jam, napi yang terjerat kasus pencurian tersebut, berhasil diringkus petugas rutan di Jalan Sei Jang, Tanjungpinang, Senin (18/6) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Rutan Tanjungpinang Ronny Widiyatmoko mengatakan, napi tersebut diringkus saat bersembunyi di rumah temannya. Penangkapan tersebut, kata Ronny, berkat kerjasama petugas bersama kerabat dan temannya yang juga mantan napi di rutan. “Kami menghubungi kepolisian, memeriksa istri Ali, dan teman dekatnya, mereka kooperatif untuk membantu mencari Ali,” jelasnya.

Sebelum kabur, lanjut Ronny, Ali merupakan Tahanan Pendamping (Tamping), sempat bertugas menjaga parkir, memanfaatkan kelengahan petugas yang sibuk melayani jam besuk Lebaran. Lalu Ali langsung kabur bersama istrinya yang saat itu mem­besuknya. “Keduanya sempat menyewa hotel untuk berduaan,” ujarnya.

Setelah itu, Ali menggunakan ponsel istrinya menghubungi temannya dan meminta sejumlah uang. “Diduga ia akan kabur ke luar Tanjungpinang,” kata Ronny.
Napi tersebut, kata Ronny, termasuk salah seorang dari sepuluh napi yang sedang menjalani asimilasi. “Saya kecewa dengannya, padahal sebentar lagi dia mau bebas dan berkelakuan baik,” ujarnya.

Selanjutnya, napi yang dihukum 1 tahun 6 bulan penjara tersebut, akan menjalani hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan kehilangan hak mendapatkan remisi dan hak lainnya. “Yang bersangkutan akan dimasukkan ke sel pengasingan,” tutup Ronny.(odi)

Pemilih Tanjungpinang 144.597 Jiwa

0
Pilwako Pinang

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum Tanjungpinang telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 144.597 jiwa pada Pilkada 27 Juni mendatang. Ketetapan ini sudah disepakati melalui rapat pleno, Minggu (17/6) malam.

Dari hasil pleno itu diketahui jumlah pemilih perempuan lebih banyak ketimbang pemilih laki-laki. Pemilih perempuan mencapai 73.293 jiwa. Sedangkan pemilih laki-laki hanya 71.304 jiwa. ”Sudah kami plenokan, tinggal disebar,” ungkap Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria.

Adapun sebaran jumlah pemilih, Kecamatan Tanjungpinang Timur menjadi daerah dengan jumlah pemilih terbanyak, yakni 55.516 jiwa. Disusul Kecamatan Bukit Bestari 38.553 jiwa. “Kalau di Tanjungpinang Barat 35.078 pemilih dan Tanjungpinang Kota paling sedikit, hanya 15.450 jiwa,” sebut Robby.

Semua pemilih di empat kecamatan ini akan menyalurkan suaranya di 561 TPS yang tersebar. Kepada masyarakat Tanjungpinang, Robby mengimbau agar memantau kembali namanya di daftar pemilih tetap yang dalam waktu dekat ini akan disebarluaskan sesuai dengan 18 kelurahan yang ada. Jika namanya belum tercantum, Robby memastikan, yang bersangkutan belum pasti kehilangan hak pilihnya.(aya)