Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 12115

Harga Pertamax Naik setelah Lebaran

0

 

Operator SPBU simpang Kabil mengisi bahan bakar Pertamax ke dalam tanki mobil
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah badan usaha penyalur bahan bakar minyak (BBM) kembali menaikkan harga BBM nonsubsidi seiring melambungnya harga minyak dunia. Bahkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan lampu hijau atas perubahan harga tersebut.

Kementerian ESDM menyetujui kenaikan harga yang diajukan AKR Corporindo, Shell, dan Total Oil dengan kisaran Rp 100,00 hingga Rp 600,00 per liter. Kenaikan harga tersebut berlaku sejak 1 Juni 2018. Selain tiga badan usaha tersebut, Pertamina berencana menaikkan harga BBM nonsubsidi dengan RON 92 ke atas setelah Lebaran.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto menyatakan, Pertamina akan mengajukan kenaikan harga untuk RON 92 ke atas lantaran beban keuangan perusahaan yang cukup berat. Yakni, adanya penugasan penyaluran BBM satu harga maupun perluasan penugasan premium di Jawa, Madura, dan Bali yang harganya sudah dipatok pemerintah.

”Untuk pertalite masih dievaluasi, apakah mau sekalian dinaikkan atau tidak masih dihitung. Semoga pekan ini,” ujarnya di rest area tol Cipali Km 102, Jumat (1/6).

Djoko memerinci, kenaikan harga BBM nonsubsidi dari tiga badan usaha tersebut paling rendah untuk oktan 90 atau setara pertalite dengan kenaikan Rp 100,00 per liter. Adapun kenaikan BBM beroktan 92 bisa mencapai Rp 200,00 atau Rp 600,00 per liter bergantung lokasinya.

”Yang di Kalimantan itu yang paling tinggi kenaikannya karena transportasinya kan jauh. Setiap jarak beda, harga juga beda,” jelasnya.

Saat ini secara resmi Pertamina belum mengajukan kenaikan harga BBM nonsubsidi kepada Kementerian ESDM. Menurut Vice President Retail Fuel Marketing PT Pertamina (Persero) Jumali, kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut memang direncanakan setelah Lebaran.

’’Tetapi kan sekarang sudah mulai prosesnya,” ujarnya.

Perubahan harga tersebut didasarkan pada harga minyak dunia yang terus meroket. Apalagi, Pertamina harus kembali mendapatkan beban penugasan tambahan, yakni perluasan penyaluran premium di Jamali dengan kuota 4,3 juta kl.

Di sisi lain, harga premium telah dikunci pemerintah sebesar Rp 6.450,00 per liter. Padahal, harga premium tidak mengalami perubahan sejak 2015. Yakni, saat ICP (Indonesia crude price) berada di level USD 57,58 per barel. Saat ini ICP telah mencapai USD 67,43 per barel. (vir/c17/fal/JPG)

Dikubur Bareng Mobil Kesayangan

0

QU sayang sekali pada mobil Hyundai Sonata warna perak miliknya. Karenanya, sebelum berpulang pada Senin (28/5), pria asal Baoding, Tiongkok, itu berpesan ingin dimakamkan bersama kendaraan yang sudah dimilikinya belasan tahun tersebut.

Karena benda kesayangannya cukup berat, proses pemakaman pun heboh. Sesuai permintaan, jasad Qu dibaringkan dalam mobil kesayangan. Mobil itu lantas dipindah dengan ekskavator, diiringi musik pemakaman dan kembang api. Makam Qu kemudian ditutup dengan cor beton. Mungkin agar mobilnya aman dan tidak dicuri atau dirombeng.

Meski nyeleneh, pihak keluarga menyatakan, menggunakan mobil sebagai pengganti peti mati adalah ide yang bagus.

’’Harga mobilnya CNY 10 ribu (Rp 21,6 juta), sama dengan harga peti mati berkualitas terbaik saat ini,’’ papar mereka, sebagaimana dikutip Kankan News. (Global News/fam/c18/ttg)

Emping Jagung Raksasa

0

HINAY Lad, 22, kaget saat hendak menyantap cornflake alias emping jagungnya. Di antara cornflake yang bakal menjadi menu sarapannya, ada satu cornflake raksasa. Bila biasanya 1 cm, cornflake aneh itu berukuran 15 cm.

’’Ayahku yang pertama tahu. Dia kira, itu adalah bagian atap yang retak,’’ kata Lad, Selasa (29/5) lalu.

Mahasiswa Queen Mary University of London tersebut menjelaskan, serpihan berbobot nyaris satu ons itu tidak mirip dengan cornflake. Tidak ada rasanya dan teksturnya tidak renyah.

’’Keras banget seperti batuan luar angkasa,’’ ucapnya.

Lad pun melaporkan produk gagal tersebut ke pihak perusahaan. Ganti ruginya? ’’Dapat voucher GBP 4 (Rp 74 ribu) untuk beli sereal baru lagi,’’ ujarnya. (metro/fam/c14/ang)

Optimistis Panen 380 Ribu Ton Garam

0
Ilustrasi Petani Garam (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

batampos.co.id – Musim panen tahun ini PT Garam menargetkan bisa menghasilkan 380 ribu ton garam. Perseroan sudah melakukan persiapan praproduksi seperti penataan lahan hingga kegiatan penggudangan dan pendistribusian.

Dirut PT Garam Budi Sasongko mengatakan, saat ini sudah memasuki minggu terakhir. Curah hujan mulai berkurang. Ada empat wilayah penggaraman yang sudah memasuki proses produksi.

”Saat ini masih 1.500 per ton. Tiga di Madura, satu di NTT. Mudah-mudahan musim bisa berpihak pada kami,” ujarnya kemarin (31/5).

Sejauh ini, persiapan yang dilakukan sebelum memasuki musim panen sudah maksimal. Karena itu, garam sudah berproduksi. ”Lahan tertata, civilizing sudah tertata, tempat stockpile juga oke. Kemudian, mekanik yang diperlukan juga oke. Tinggal panen, dilanjutkan penggudangan dan pendistribusian,” paparnya.

Produksi tahun ini ditargetkan bisa lebih tinggi daripada musim panen sebelumnya. Saat panen sebelumnya, pihaknya bisa menghasilkan 350 ribu ton. Jadi, tahun ini ada kenaikan 30 persen.

”Kami juga mengembangkan lahan di Kupang seluas 300 hektare. Kami sedang meminta lagi tanah ulayat seluas 200 hektare di Kupang juga,” lanjut Budi.

Sementara itu, lahan di Madura sudah tidak memungkinkan dilakukan pengembangan. PT Garam hanya bisa mengoptimalkan lahan. Di Madura tercatat ada lahan basah seluas 4.000 hektare. Kalau kapasitas terpasang maksimal, lahan seluas itu bisa menghasilkan 400 ribu ton dengan estimasi produktivitas per hektare 100 ton tiap tahun.

”Di Kupang, karena masih trial, produksi baru 15 persen dari rencana 30 ribu ton. Setelah tahun kelima, baru komersial,” tuturnya.

Mengenai harga, pihaknya juga diajak berdiskusi dengan kementerian teknis terkait. Saat ini harga garam Rp 2.000 per kg.

”Menurut kami, range paling bagus Rp 1.500–Rp 2.000 per kg,” katanya.

Bukan hanya petani, pihaknya juga melindungi konsumen. Dengan begitu, harga garam diupayakan tidak terlalu tinggi. (res/c7/fal)

Camat Akan Libatkan Tim Gabungan Awasi Warnet

0
Warnet. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Warung internet (warnet) kembali disoroti masyarakat di Batuaji dan Sagulung. Tidak membatasi usia pengunjung dan beriberi hingga 24 jam kerap menimbulkan persoalan sosial yang cukup serius bagi masyarakat di sana. Banyak anak remaja hingga orang dewasa yang nekad melakukan berbagai aksi kriminal akibat kacanduan warnet yang tidak membatasi usia pengunjung ataupun jadwal operasional tersebut.

Dua pekan terakhir ini polisi di sana sedikitnya mengungkap tiga kasus kriminal akibat para pelaku kecanduan warnet. Kasus yang paling miris dilakukan oleh Dwi Yudha Harianto, warga Seilekop Sagulung. Pemuda 24 tahun ini nekad membobol kotak infaq masjid Babussalam, Sabtu (26/5) lalu. Aksisnya kepergok warga sehingga dia babak belur diamuk masa. Saat diperiksa polisi, Dwi mengaku sudah tiga kali mencuri uang dari kotak amal tersebut. Uang hasil kejahatannya itu hanya untuk bermain game online di salah satu warnet di ruko Limanda, kelurahan Buliang Batuaji.

“Disitu (warnet) buka 24 jam, saya bebas main sampai pagi,” ujar Dwi.

Sebelumnya Polsek Batuaji juga mengungkap dua remaja pelaku curanmor, Kamis (17/5). Ibr dan Rhn dua remaja tersebut mencuri dua sepeda motor warga di Bengkong Indah. Sepeda motor itu hendak dijual dengan murah demi menyalurkan hasrat mereka untuk bermain warnet di Kaveling Nato, Sagulung.

“Curi motor untuk main warnet mereka (dua pelaku),” kata Kapolse Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe.

Begitu juga yang dilakukan Padeli dan Falevi, kelompok curanmor yang dibekuk di oleh Polsek Sagulung, Sabtu (25/5) lalu. Kedua pemuda ini mengaku mendapat ide sebagai spesialis pencuri sepeda motor di kawasan Industri dari warnet di kaveling Nato, Sagulung. Keduanya juga kecanduan warnet sehingga nekad melakukan aksi kriminal itu agar bisa berlama-lama di warnet.

Dengan adanya kejadian-kejadian itu, pihak kepolisian juga menyoroti keberadaan warnet di dua wilayah padat penduduk tersebut. Polisi berencana akan turun razia warnet bersama pihak kecamatan.

“Kami akan koordinasi dengan pihak kecamatan. Bagaimanapun ini (warnet) sudah meresahkan masyarakat,” kata Dalimunthe.

Rencana pihak kepolisian itu didukung baik oleh masyarakat di Batuaji dan Sagulung. Masyarakat berharap agar penertiban warnet yang bandel secepatnya dilakuan.

“Memang banyak kali dampak buruknya daripada yang baik warnet-warnet itu. Anak sekolah jadi lupa belajar karena dibuat betah di warnet itu,” ujar Sanusi, warga Genta I, Batuaji.

Camat Batuaji Ridwan saat dikonfirmasi mengaku akan segera turun melakukan penertiban tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM PTSP) dan Satuan Polisi Pamong Praja serta pihak kepolisian untuk sama-sama turun menertibkan warnet-warnet bandel tersebut.

“Sudah banyak laporan dan masukan dari masyarakat termasuk pihak kepolisian. Ini akan ditindak lanjuti bersama instansi terkait lain,” ujar Ridwan.

Senada disampaikan Camat Sagulung Reza Khadafi yang mengaku akan koordinasi ulang terkait keberadaan warnet-warnet yang membandel tersebut. (eja)

Perlu Kajian Khusus Untuk Kembalikan Fungsi Sungai Seilangkai

0
Alat berat escavator mengeruk drainase yang mendangkal di Jalan Marina Citi, Tanjunguncang, batuaji, Rabu (30/5). Di lokasi ini sering banjir bila hujan datang akibat dankalnya drainase. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Camat Sagulung Reza Khadafi memastikan penutupan alur sungai di Seilekop Sagulung akan segera ditindak lanjuti sehingga dampak banjir tidak meluas hingga pemukiman warga.

“Kemarin dari Dinas Bina Marga (kota Batam) sudah monitoring. Itu akan segera ditindak lanjuti tentunya,” ujar Reza, Kamis (31/5).

Terkait teknis untuk mengatasi persoalan itu, Reza belum bisa berkomentar banyak sebab masih dikaji oleh pihak Dinas Bina Marga kota Batam.

“Kami hanya menyampaikan bahwa ada persoalan itu. Teknisnya seperti apa nanti sama pihak Dinas Bina Marga,” kata Reza.

Namun demikian secara kasat mata kata Reza, memang perlu kajian yang lebih mendalam untuk bisa mengatasi persialan banjir dan penutupan alur sungai itu. Bagaimanapun lokasi yang banjir itu merupakan lokasi pesisir pantai yang tentunya akan berhadapan dengan masalah alam yakni air laut pasang. “Rata-rata sungai yang bermasalah di dekat pesisir pantai. Persoalan air pasang juga perlu dikaji sehingga saat perbaikan nanti benar-benar efektif,” ujarnya.

Disinggung terkait tanggung jawab pihak perusahaan menutup alur sungai melalui proyek pematangan lahan, Reza juga belum bisa berkomentar banyak sebab itu wewenang penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Dinas Bina Marga Kota Batam.

“Apapun prosesnya bagi kami kembalinya alur sungai itu yang penting,” harap Reza.

Pada kesempatan yang sama Reza juga menghimbau kepada siapa saja dan instansi apa saja jika ingin membangun perusahaan, perumahan dan lain sebagainya, hendaknya memperhatikan dampak lingkungan yang ada. Jangan mempersempit alur sungai atau drainse apalagi sampai menutupnya.

“Kita bukan mengambat pembangunan apapun, tapi tolong perhatikan dampak lingkungannya. Pemerintah sudah berupaya keras mengatasi persoalan banjir ini mari kita dukung karena untuk kepentingan kita bersama ini,” ujar Reza.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, akses jalan depan kawasan galangan kapal Seilekop lumpuh total saat hujan deras mengguyur Batam, Senin (28/5) lalu. Banyak pekerja yang tak bisa masuk kerja karena dihadang banjir setinggi sepinggang orang dewasa. Banjir terjadi sepanjang hari sehingga benar-benar mengganggu aktifitas pekerja dan pihak perusahaan di sana.

Kepada Batam Pos warga mengaku banjir di sepanjang jalan menuju galangan kapal itu terjadi setiap kali hujan. Itu karena sungai Seilekop yang menjadi aliran air ke laut telah ditutup oleh aktifitas pematangan lahan di Seipelenggut. (eja)

THR 2018, Gaji Pokok Plus Tunjangan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan besaran Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2018 dihitung dari gaji pokok plus tunjangan kinerja daerah (TKD).

Penyertaan TKD dalam besaran THR ini baru diberlakukan tahun ini, seiring penandatanganan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2018 terkait pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 untuk para pegawai negeri sipil (PNS), pensiunan PNS, serta anggota TNI dan Polri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ini berbeda dengan tahun sebelumnya, THR hanya dibayar sesuai besaran gaji pokok.

“THR dihitung gaji pokok plus TKD. Pokoknya berapa yang PNS terima dalam sebulan, sebesar itulah yang dia dapat THR nya. Setiap PNS beda TKDnya,” kata Kepala Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam, Abdul Malik, Rabu (30/5).

Ia mengatakan, kehadiran PP tersebut memengaruhi pola anggaran di Pemko Batam, karena TKD dibebankan di APBD berbeda dengan gaji pokok yang dibebankan ke APBN melalui Dana Alokasi Umum. Maka dari itu, Pemko Batam tengah mempersiapkan perubahan penjabaran APBD untuk mengakomodir TKD dalam komponen THR.

“Sedang kami minta OPD usulkan perubahan. Maka total kebutuhan menunggu laporan mereka. Inshaa Allah pekan ini ada hasilnya,” kata Malik.

Ia menambahkan, skema perhitungan THR sama dengan perhitungan gaji ke 13 PNS yang akan dibayar Juli mendatang. Artinya, Pemko Batam tak hanya mencari cara mengakomodir TKD dalam komponen THR namun juga penyertaan TKD dalam komponen gaji 13.

“Kami agak berat sih sebenarnya. Tapi THR akan kami prioritaskan,” keluhnya.

Untuk diketahui kini kondisi keuangan Pemko Batam memang sedang tidak bagus. Bahkan, Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P. Sihaloho mengunkapkan, guna membayar utang tahun 2017, Pemko Batam memangkas anggaran di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tak tanggung-tanggung, anggaran yang dipangkas mencapai Rp 41 miliar. Irnonisnya, pemangkasan anggaran delapan OPD ini tidak dilaporkan ke DPRD Batam. Terbesar yakni di Dinas kesehatan yakni sebesar Rp 20,8 miliar. Dinas Kesehatan yang di APBD murni 2018 dianggarkan Rp 149 miliar berubah menjadi Rp 128,1 miliar atau terjadi selisih Rp 20,8 miliar. Selanjutnya dinas pendidikan dari sebelumnya Rp 286,7 miliar menjadi Rp 281,6 miliar atau terjadi selisih sekitar Rp 5,09 miliar.

Dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat dari Rp 26,9 miliar menjadi Rp 20,6, selisih Rp 6,3 miliar. Selanjutnya dinas pemuda dan olahraga dipotong Rp 1,1 miliar, serta RSUD Embung Fatimah dipotong Rp 3,86 miliar. Belum lagi dinas tenaga kerja sekitar Rp 1,2 miliar, dinas kebudayaan dan pariwisata sebesar Rp 700 juta, serta dinas P3P2 dan KB Rp 2 Miliar.

Malik menyebutkan, utang tunda bayar ini sudah tuntas dibayarkan. “Hanya tersisa satu kegiatan saja, nilai kecil paling ratusan juta,”ucap Malik.

Sementara itu dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tertanggal 30 Mei 2018 dengan nomor 903/3387/SJ perihal pemberian THR dan gaji ke 13 yang bersumber dari APBD, disebutkan dalam nomor 6 bagi daerah yang belum menyediakan/tidak cukup tersedia anggaran THR dan gaji ke 13 dalam APBD 2018, pemerintah Daerah segera menyediakan THR dan gaji ke 13 dimaksud dengan cara melakukan penggeseran anggaran yang dananya bersumber dari dana tidak terduga, penjadwalan ulang kegiatan dan atau menggunakan kas yang tersedia.

Selanjutnya, bagi daerah yang tersedia anggaran dalam APBD 2018 tetapi menggunakan nomenklatur anggaran “Gaji Ketiga Belas”dan “Gaji Keempat Belas” supaya melakukan penyesuaian nomenklatur anggaran menjadi “Tunjangan Hari Raya” dan “Gaji Ke tiag Belas”.

Lalu dalam poin 7 disebutkan penyediaan atau penyesuaian, dilakukan dengan cara merubah penjabaran APBD 2018 tanpa menunggu perubahan APBD 2018, yang selanjutnya diberitahukan kepada pimpinan DPRD paling lambat satu bulan setelah perubahan penjabaran APBD.

Soal THR ini, senada dengan disampaikan Abdul Malik, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan Pemko Batam tengah menghitung jumlah kebutuhan seiring penyertaan TKD dalam THR maupun gaji 13. “MAsih dihitung,” kata dia singkat. (iza)

1.002 Warga Batam Mudik Ke Medan

0
Calon penumpang memadati pintu keberangkatan Bandara hang Nadim Batam, kamis (31/5). meskipipun hari raya Idul Fitri masih lama, namun arus mudik lebaran sudah mulai terlihat di Bandara Hang Nadim Batam. f Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan penumpang memadati pelabuhan Batuampar Kamis, (31/5). Sebagian besar dari penumpang, hendak menuju ke Belawan, Medan untuk merayakan lebaran di kampung halaman.

Kapolsel KPPP AKP Reza Morandi Tarigan mengungkapkan jumlah penumpang yang akan berangkat dari batam berjumlah 1.002 orang penumpang. Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah dengan masuknya penumpang non seat.

“Jumlah penumpang yang tercatat 1.002 orang. Jumlah itu dari jumlah tiket yang terjual sejak kemarin,” katanya.

Untuk penumpang yang turun di Batam dari Tanjung Priok, Jakarta, menurut Ending berjumlah 88 orang.

Reza menambahkan, keberangkatan pada hari Kamis kemarin merupakan awal arus mudik menjelang lebaran. Untuk keberangkatan selanjutnya menuju ke Belawan, Reza memperkirakan jumlah ini akan terus semakin bertambah.

“Puncak arus mudik itu kita perkirakan pada tanggal 9 Juni besok. Biasanya jika sudah mendekati hari raya itu, jumlah penumpang melonjak tiga kali lipat atau sekitar 3 ribu orang,” tuturnya.

Kepada seluruh masyarakat yang hendak mudik, Reza mengimbau untuk menjaga barang bawaan selama berada di dalam kapal.

“Sejauh ini kondisi masih terpantau aman. Kepada penumpang diharapkan untuk Menjaga barang bawaan selama perjalanan. Semoga perjalananya lancar dan selamat sampai tujuan,” ujarnya. (gie)

Pusat Renovasi 198 Rumah di Batam

0
Pekerja menggesa pembangunan perumahan di Tanjunguncang, Batuaji | F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tahun ini KemenPUPR melalui Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam mengalokasikan Rp 2,97 miliar untuk perbaikan rumah warga kurang mampu sebanyak 198 unit di tiga kelurahan. Untuk setiap rumah dialokasikan Rp 15 juta.

Kepala bidang perumahan Disperkimtan Kota Batam, Bambang Sukirwan mengatakan bantuan ini murni dari Dana Alokasi Khusus. Program dengan nama bantuan stimulan perumahan swadaya ini diperuntukkan untuk daerah yang ada di pesisir.

“Ini semua murni dari DAK, tidak ada dari APBD. Setiap rumah akan mendapatkan Rp 15 juta,” kaatanya.

Bambang menyebutkan, tiga kelurahan yang mendapatkan program ini adalah kelurahan Batu Merah sebanyak 80 unit, kelurahan Sengkuang sebanyak 45 unit dan di Kelurahan Kabil sebanyak 73 unit.

“Jadi pendataan ini kita lakukan bersama dengan pihak kelurahan.Dan kita langsung verifikasi ke lapangan calon penerimanya,” katanya.

Ia mengakui anggaran Rp 15 juta ini masih sangat minim. Makanya yang dilakukan hanyalah untuk penambahan kualitas rumah atau renovasi penambahan kualitas.

“Jadi yang diperbaiki adalah atap, lantai dan dinding. Kalau kami menyebutnya aladin. Jadi bukan bangun baru,” katanya.

Dalam waktu dekat akan dimulai pembangunan. Di mana pembangunannya dilakukan swadaya dan tidak ada upah tukang.

“Jadi untuk anggaran dari pusat itu memang tidak ada untuk tukang. Tetapi tahun depan kita berharap akan ada upah tukang sehingga lebih maksimal,” katanya.

Sementara itu, anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean mengatakan pendataan penerima ini harus objektif. Dan penerimanya harus benar-benar yang kurang mampu.

“Jangan nanti yang menerima itu sembarang orang. Pendataan harus benar-benar objektif. Ini sangat membantu warga yang kurang mampu,”katanya.

Menurut Werton, perbaikan rumah ini menambah rumah yang diperbaiki setelah adanya prograM RTLH dari dinas sosial dan pemberdayaan masyarakat.(ian)

Dam Tembesi Makin Dangkal

0
Sejumlah pekerja sedang menambang pasir di sekitar dam Tembesi. Tambang pasir ilegal yang berada di hutan lindung ini merusak dam dan daerah tangkapan air. | Alfian/ Batam Pos

batampos.co.id – Tambang Pasir Ilegal di dam tembesi masih terus berlanjut. Tanah penggalian tambang pasir dibuang langsung ke dam Tembesi yang mengakibatkan pendangkalan.

Dari pantauan Batam Pos, Kamis (31/5) kemarin, pipa pembuangan tanah sudah terpasang dan langsung dibuang ke dam. Suara mesin dompeng pencuci pasir kedengaran hingga jalan trans Barelang.

Sementara alat berat jenis backhoe standby untuk mengisi pasir ke dalam truk-truk pasir yang sudah antre.

“Mau hujan atau tidak hujan sama saja. Mereka tetap buka. Itu suara mesinnya kedengaran sampai ke sini,” ujar Wardi, pemilik warung di dekat SPBU jalan trans Barelang.

Wardi yang juga mengusahai lahan di kawasan tangkapan air dekat tambang pasir ilegal tersebut mengaku truk pengangkut pasir sudah masuk ke lokasi tambang mulai pukul 07.00 WIB.

“Paling dulu ada penertiban sekali dari pihak BP Batam, alat berat saya lihat dikeluarkan. Tetapi setelah itu sudah langsung masuk lagi,” katanya.

Sementara itu, anggota komisi III Jefri Simanjuntak beberapa kali sudah mengingatkan BP Batam dan Pemko untuk melakukan penertiban. Ini demi kelangsungn dam dan juga sangat berbahaya untuk masyarakat, karena penambangan pasir meninggalkan galian besar yang menjadi kolam.

“BP Batam dan Pemko harus bertanggungjawab. Ini sudah berlangsung sejak dulu tetapi tidak ada penertiban serius. Sudah pasti dam itu semakin dangkal,” katanya. (ian)