Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12123

Hari Pertama Kerja, 152 Pegawai Pemko Batam Tak Hadir Tanpa Keterangan

0

Suasana halal bihalal di dataran Engku Putri, Batam Centre, Batam, Kamis (21/6). (Bobi Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Dataran Alun-alun Engku Putri, menjadi saksi kedisiplinan pegawai Pemko Batam.

Mengawali kerja setelah libur Lebaran, Kamis (21/6/2018) Walikota menggelar apel seluruh pegawai.

Dari total 4.240 pegawai, 239 orang di antaranya tak hadir. Alasannya bervariasi. Antara lain 41 pegawai berlasan sakit, 19 pegawai masih menjalani cuti, dan 17 pegawai izin. Kemudian 152 pegawai tak hadir tanpa keterangan.

Walikota Batam HM Rudi menyampaikan bahwa akan ada mekanisme sanksi yang diberikan untuk menindak pelanggaran ini. Meskipun demikian, ketidakhadiran yang hanya 5,6 persen ini dinilai sudah lebih baik dibanding sebelumnya.

“Sudah baik ini yang tidak hadir. Ini ada juga yang karena izin sedang menjalani tugas. Pelayanan tidak boleh ditinggalkan,” kata Rudi seusai kegiatan halal bihalal.

Jumlah tersebut belum termasuk guru yang memang tidak diikutkan dalam apel. Secara keseluruhan, di lingkungan Pemko Batam ada 5.160 tenaga honorer. Sementara Aparat Sipil Negara (ASN) ada 5.630 orang.

Rudi berharap ke depan akan semakin baik lagi kinerja dan kedisiplinan pegawai di lingkungan Pemkot Batam. Dengan begitu, pelayanan terhadap masyatakat bisa dimaksimalkan.

(bbi/JPC)

Seragam Sekolah Mulai Diburu

0
Sejumlah warga sedang memilih seragam sekolah buat anaknya di Toko Rosmi Tanjung Pantun Jodoh
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Usai lebaran idul fitri sejumlah orang tua mulai berburu seragam sekolah, meski jadwal masuk sekolah masih tanggal 16 Juli mendatang. Persiapan jauh-jauh hari itu lebih banyak dilakukan para orangtua yang anaknya akan masuk sekolah dasar.

Erika misalnya, warga Baloi Indah ini sengaja mendatangi kawasan Jodoh untuk membeli seragam sekolah anaknya. Hal itu dikarenakan permintaan anaknya yang tak sabar ingin mengenakan seragam sekolah.

“Ini anak pertama saya, dia sudah tak sabar pengen pakai seragam sekolah. Tiap hari merengek minta beliin baju sekolah,” ujar wanita berusia 33 tahun ini di kawasan Tanjungpantun.

Meski pendaftaran sekolah baru dimulai pada 25 Juni mendatang, namun ia optimis anaknya bisa diterima di sekolah negeri. Ia yakin karena usia anaknya sudah lewat dari tujuh tahun.

“Mei kemarin anak saya sudah tujuh tahun, jadi saya yakin anak saya bisa diterima. Makanya pede beli seragam sekarang,” ujarnya sembari tersenyum.

Hal senada dikatakan Yetno yang juga berburu baju seragam sekolah anaknya meski masih dalam suasana lebaran. Menurutnya, persiapan jauh hari lebih baik, apalagi uang untuk beli baju seragam sudah ia siapkan.

“Anak saya naik kelas 4 SD, butuh baju baru karena seragamnya sudah kekecilan. Setiap tahun emang beli baju, minimal dua,” imbuhnya.

Sementara Amir pedagang toko seragam mengaku pembeli baju seragam sekolah belum terlalu banyak, meski sudah ada yang membeli dagangannya.

“Yang beli sejak dua hari lalu memang sudah ada, tapi belum banyaklah, masih satu-satu,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan orang tua membeli baju seragam anak biasanya seminggu jelang masuk sekolah. Apalagi beberapa hari jelang masuk sekolah, akan terjadi peningkatan penjualan.

Pakaian seragam SMA dan SMP lengan panjang, ia jual dengan Rp 125 ribu dan lengan pendek Rp 110 ribu. Sedangkan seragam SD lengan panjang Rp 60 ribu dan lengan pendek Rp 55 ribu.

“Semuanya sudah satu setel. Harga baju SD memang lebih murah,” pungkas Amir. (she)

Tancap Gas Sektor Pariwisata

0
Turis dari Singapura berjalan di Pelabuhan Internasional Sekupang.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Momen usai Lebaran menjadi momentum yang tepat untuk memacu sektor pariwisata. Selain perbankan, pemerintah daerah seperti Badan Pengusahaan (BP) Batam juga sudah mengambil ancang-ancang untuk menggarap sektor potensial ini.

“Sektor parisiwata akan mendapat perhatian serius, mengingat kontribusinya yang terbukti mampu mendorong sektor konsumsi dan akomodasi,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo belum lama ini.

Sejak awal tahun, BP Batam memang serius menggarap sektor pariwista dengan menggelar sejumlah even-even besar. Contohnya adalah Batam Menari yang memecahkan rekor MURI untuk penari terbanyak.

Dari data yang dipaparkan Lukita, pertumbuhan Wisman di Kepri di kuartal pertama 2018 mencapai 20 persen. Sementara pertumbuhan kunjungan Wisatawan secara keseluruhan menyentuh 30 persen.

Lebih jauh lagi, Kegiatan pariwisata ini mampu menimbulkan pertumbuhan positif di sisi konsumsi rumah tangga. Khususnya Sektor makanan, akomodasi dan transportasi. Kontribusinya bagi ekonomi Kepri terbilang kecil, namun dari sektor makanan di Kepri mampu tumbuh 18 persen di kuartal pertama 2018.

“Kita harus terus optimis dengan momentum pertumbuhan ini,” jelasnya.

Ia percaya kontribusi dari sektor pariwisata akan semakin tinggi. Ditambah dengan dukungan dari Kementerian Pariwisata lewat program hot deals kepada Kepri.

Program ini memberikan subsidi untuk Wisman yang datang ke Batam saat tidak ada kegiatan menarik di Batam.

Kebanyakan Wisman datang ke Batam saat weekend atau hari libur.

Dengan Hot Deals ini, kementerian memberikan subsidi jika Wisman datang di hari-hari biasa, yang biasanya kurang menarik buaT Wisman,” jelasnya.

Upaya untuk meningkatkan kenyamanan dimulai dari pembenahan ruang tunggu di bandara.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Suwarso mengatakan pembenahan bertujuan untuk memenuhi standar pelayanan bandara Hang Nadim sebagai bandar udara internasional.

Konter-konter produk UMKM akan ditata lebih baik lagi, namun tidak dihilangkan. Alasannya, konter produk itu harus tetap ada untuk membantu penumpang, mendapat produk dalam dan luar negeri.

“Yang dekat Gate dibenahi, dengan desain dari LGF tadi. Jadi, nanti depanjang 160 meter dekat ruang tunggu, akan berisi konter produk dalam dan luar negeri,” sambungnya.

Gerai itu diharapkan akan membantu produk kuliner dalam negeri juga. “Nanti seperti yang ingin produk kuliner dari Padang, Djogja, Bandung dan lainnya, sudah bisa dibeli disini. Jadi, ini aan memuat bandar lebih hidup,” harap Suwarso.

Selain itu, penataan juga akan membuat pengguna jasa di Bandara Hang Nadim nyaman dan tidak komplain. (leo)

BP Batam Panggil Pemilik Lahan Telantar di Kabil

0
Deputi 3 Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Dwi Eko Winaryo..
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan segera melakukan pemanggilan terhadap pemilik lahan terlantar di wilayah Kabil usai lebaran.

“Habis lebaran di Kabil, kemudian di Tanjunguncang,” kata Deputi III BP Batam Dwianto Eko Winaryo belum lama ini.

Meskipun lahannya tersebar sehingga susah diintegrasikan seperti di Batamindo dan lainnya, tetap saja lahan-lahan terlantar di Kabil sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kluster industri.

“Lahan yang statusnya clean and clear disana akan segera dimaksimalkan untuk memberi kesempatan kepada investor yang ingin masuk,” jelasnya.

Namun tentu saja, sebelum investor datang, BP akan memanggil para pemilik lahan terlantar di Kabil. Tujuannya untuk mempertanyakan komitmennya dalam memanfaatkan lahan tersebut.”Untuk investor yang ingin masuk akan dikolaborasikan dengan sejumlah pemilik alokasi lahan.

Namun jika sang pemilik lahan terlantar berkomitmen untuk membangun lahannya sendiri, maka BP akan melaksanakan adendum dengan mereka.”Kalau yang serius, kita kan tahun mereka mau bikin apa. Jadi bisa adendum. Tapi kalau masih bandel juga akan kami surati,” ungkapnya.

Perbaikan pelayanan di sektor lahan juga akan mendapat perhatian serius. Upaya BP Batam mendorong penerima alokasi lahan untuk membangun, serta perepatan pelayanan lahan terbukti mampu mendorong tumbuhnya sektor konstruksi.

Menurut catatan Bank Indonesia, pertumbuhan sektor konstruksi di kuartal pertama 2018 mencapai 5,08 persen.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, pertumbuhan ini terjadi karena pembangunan yang dilakukan di lahan terlantar.

“Selain karena didorong oleh BP Batam untuk membangun, mereka juga melihat adanya peluang dari mulai menggeliatnya ekonomi,” jelasnya.

Kedepan evaluasi lahan akan semakin dioptimalkan. Terutama untuk mendorong pertumbuhan sektor konstruksi. Menurut Lukita, PR besar BP Batam saat ini adalah mengenai ketersediaan lahan.

BP Batam belum bisa memberikan lahan untuk industri, atau kawasan industri.

“Saya sudah mengecek ketersediaan lahan di Batam, belum bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Yang ada sekarang memang lahan tidur tadi,” jelasnya.

Sampai saat ini sudah banyak investor yang mengajukan permohonan lahan ke BP Batam, bahkan kawasan Industri yang sudah eksis juga turut mengajukan, mengingat lahan di kawasannya juga sudah menipis.

Lukita sudah menginstruksikan agar kantor Lahan segera mengidentifikasi lahan-lahan potensial untuk kawasan industri. Lahan-lahan tersebut akan jadi prioritas untuk dievaluasi. Ini menjadi langkah antisipasi jika ada investor yang membutuhkan lahan untuk industri.

“Saya minta teman-teman ke lapangan. Kami akan fokus pada potensi lahan industri yang saat ini belum dibangun. Terutama lahan-lahan yang sudha dialokasikan belasan tahun, namun belum juga dibangun sampai hari ini,” tuturnya.

Sebelumnya luas lahan terlantar di Batam mencapai 7.777,01 hektare, dan tersebar di 2.737 lokasi. BP sudah memanggil pemilik dari 212 lokasi dengan luas 1.816 hektare. Dan yang belum dipanggil tersebar di 2.525 lokasi dengan luas 5.960 hektare.(leo)

Petani Harus Pindah ke Sentra Pertanian di Subang Mas dan Kenon

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam memindahkan petani dan peternak ke sentra pertanian terpadu di Pulau Subang Mas dan Pulau Kenon, jika dua pulau tersebut diresmikan.

Kepala DKPP Batam Mardanis mengatakan, seiring persemian tersebut kelak Batam sudah harus bebas dari kegiatan pertanian maupun peternakan.

“Mereka harus pindah ke kawasan terpadu itu. Selain di yang di pulau Batam, yang di Galang juga semua harus pindah,” ucap dia.

Ia merinci, Batam sejatinya tidak diperuntukkan bagi kegiatan pertanian maupun peternakan. Ditanya apakah ada kegitan peternakan di Batam selain pertanian sepetti di wilayah Sagulung dan Seibeduk, Mardanis mengatakan di Batam tidak ada kativitas peternakan yang ada hanya industri broiler yakni industri penetasan.

“Kalau membesarkan ayam tidak boleh itu. Di Batam juga tak ada ternak sapi, kalau yang Seitemiang itu karantina sementara sebelum dijual. Kalau ternak babi di Pulau Bulan,” paparnya.

Menurutnya, setalah pulau sentra pertanian terbentuk pihaknya akan membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang akan mengelolan kawasan tersebut. Pihaknya akan melakukan verifikasi bagi petani yang akan pindah ke dua lokasi pertanian tersebut.

“Jadi tak bisa sembarang, jangan pula ada yang ngaku-ngaku petani, makanya kami akan seleksi. Ke depan apakah polanya kerjasama, sewa dan lain-lain, kita lihatlah nanti,” imbuhnya.

Selain petani yang pindah, pihaknya memastikan lahan pertanian untuk warga yang terlbih dahulu menetap di pulau tersebut. “Minimal satu lahan buat mereka,” tambahnya.

Namun kini pulau tersebut kini sedang dalam proses penyiapan, bahkan pembebasan lahan diprediksi akan dilakukan tahun 2020 mendatang. Ia mengatakan, desain kasar pemilahan lokasi peternakan dan pertanian sudah ada, tinggal menunggu desain yang lebih rinci. Kelak di loaksi ini akan dipuayakan akan dikembangkan infrastruktur kemasyarakatan seperi tempat ibadah hingga sekolah untu anak petani.

“Konsepnya sudah ada, tapi tak bisa langsung jadi. Kalau anggaran banyak, pasti infrastrukturnya cepat jadi semua,” ucap dia. (iza)

Upayakan semua Izin Masuk OSS

0
Pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemko Batam sedang melayani warga yang sedang melakukan pengurusan dokumen perizinan.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemko Batam melalui dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan. Saat ini beberapa perizinan juga sudah masuk dan terintegrasi di One Single Submission (OSS). Dan diupayakan semua izin yang diurus melalui Pemko Batam akan terintegrasi di OSS.

“Kita akan lakukan secara bertahap. Kalau saat ini sudah ada beberapa yang masuk OSS. Misalnya SIUP dan TDP sudah masuk. Kita berharap akan semuanya masuk. Kita terus berbenah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat,”kata kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu, Gustian Riau, Rabu (20/6).

Ia mengatakan pelayanan izin dengan sistem OSS ini akan memudahkan warga. Apalagi dengan adanya Mal Pelayanan Publik (MPP), warga atau investor akan semakin mudah dan nyaman untuk urusan perizinan.

Menurut Gustian, OSS ini sangat tepat untuk mendukung investor atau warga. Di mana yang mengurus izin akan terintegrasi mulai pusat ke daerah.
“Jadi tidak ada double data untuk pengajuan,” katanya.

Selain itu, pengurusan izin saat ini terus disederhanakan. Lama pengurusan juga terus diperbaiki.
“Kalau sekarang ini satu hari untuk izin yang tak perlu survey cukup satu hari. Tapi kalau butuh survey seperti IMB tidak boleh lebih dari tujuh hari. Dan ingat pmbayaran adalah sistem non tunai. Dan ini sudah lama berlangsung,” katanya.

Anggota komisi I DPRD Kota Batam Tumbur M Sihaloho mengatakan, OSS memang menjadi perhatian serius di era presiden Jokowi. Dan memang sudah sepantasnya Pemko Batam harus cepat mengintgrasikan semua perizinan di OSS.

“Kita apresiasi Pemko yang sudah memperbaiki pelayanannya dan mau masuk di OSS. Saya juga apresiasi Pemko karena MPP Batam ini yang terbaik. Kita berharap tidak ada lagi kendala yang dialami investor atau pengusaha terkait perizinan,” katanya. (ian)

28 Juni Pendaftaran Masuk SMK 1 Batam

0
Siswa SMKN 1 saat mengikuti uji kompetisi keahlian permesinan di SMKN 1 Batam di Batuaji.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK 1 Batam akan digelar Kamis (28/6) mendatang.

Tidak seperti PPDB SMK lainnya, untuk bisa masuk di sekolah ini maka calon siswanya harus bisa lulus tiga ujian sekaligus yakni wawancara, tes tertulis dan psikotes. Di mana SMK 1 akan menerima 484 siswa di tahun ini.

“Ujiannya kita lakukan online. Tetapi untuk bisa ikut ujian maka harus mengambil paswornya dulu ke SMK 1 mulai 25 Juni mendatang. Ini juga kita lakukan untuk menghindari adanya penumpukan pendaftar,” kata kepala sekolah SMK 1 Batam, Lea Lindrawijaya Suroso, Rabu (20/6).

Lea mengatakan siapa pun siswa dan dari sekolah manapun di Batam bisa mendaftar di SMK 1 Batam yang menjadi salah satu SMK Favorit di Kepri. Jauh berbeda dengan SMA yang menggunakan sistem zonasi. Di mana penerimaan di sekolah yang berada di sekitar perumahan Putri Tujuh Batuaji tersebut berdasarkan nilai.

“Jadi nilai yang tertinggi yang diambil. Kita tidak seperti SMA yang menggunakan sistem zonasi. Sistem online ini dilakukan Disdik Kepri untuk Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun” katanya.

Lea mengatakan dari total 484 siswa yang diterima, maka ada 100 siswa terbaik yang akan masuk untuk kelas industri. Di mana kelas industri ini adalah kelas khusus yang sudah bekerjasama dengan perusahaan di Batam. Pastinya lulusannya nantinya sudah siap kerja.

“Jadi sudah ada kelas beberapa perusahaan di sini. Misalnya kelas otomasi industri, 20 terbaik akan kita ambil. Total kelas industri ada lima kelas, jadi 100 siswa. Sisanya adalah kelas reguler,” katanya.

Sementara itu, penerimaan SMA di Batam akan dilakukan dengan menggunakan Zonasi sesuai dengan Permendikbud 14 tahun 2018. “Jadi tidak ada istilah sekolah unggulan atau sekolah apalah namanya. Dalam hal PPDB ini semua sekolah di Kepri ini diperlakukan sama,” kata kepala dinas pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir beberapa waktu lalu.

Arifin mengatakan PPDB ini akan dilakukan serentak mulai 2 Juli mendatang. Untuk beberapa sekolah yang masih baru melakukan PPDB pertama kali, menumpang di sekolah lain. Misalnya SMA 23 Batuaji yang akan melakukan PPDB di SMA 5 Sagulung.

“Sistemnya zonasi. Jadi kalau tidak tertampung di sekolah di dalam zonasinya, maka harus masuk sekolah swasta. Ini juga untuk menjaga eksistensi sekolah swasta di Batam,” katanya.

Menurut Arifin, tidak mungkin semua siswa dalam satu kecamatan bisa tertampung dalam satu sekolah. Ia berharap pengertian dari orang tua murid untuk bisa menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Terutama bagi orang tua yang sudah bisa dikategorikan keluarga yang mampu.

“Masih banyak swasta yang kekurangan murid. Dan banyak dari sekolah itu yang berkualitas,” katanya. (ian)

Pak Kadis, Pak Rudi Keluhkan Jalan Marina City yang Rusak

0
Warga terpaksa menambal jalan yang rusak dengan batu di Jalan Marina City, Tanjunguncang, Batuaji. Jalan ini sudah lama rusak dan berbahaya bagi pengendara, bila hujan datang banjir, bila kemarau berdebu.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kawasan wisata terpadu Marina, kelurahan Tanjungriau, Sekupang, ramai dikunjungi warga selama liburan Lebaran kali lalu. Panorama pantai dengan latar belakangan industri galangan kapal, perhotelan hingga kebun agrowisata menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal ataupun manca negara.

Pengelolah kawasan wisata di sana kewalahan menampung semua wisatawan yang datang. Sejak hari raya Idul Fitri 1439 H (Jumat, 15/6) ratusan bahkan ribuan orang silih berganti mendatangi kawsan wisata terpadu itu. Keramaian itu bahkan masih berlangsung sampai Rabu (20/6) kemarin.

Pengunjung umumnya menikmati wahana hiburan dan panorama yang disuguh kan oleh pengelolah kawasan wisata di sana. Namun ada satu hal yang cukup mengganjal dan disayangkan wisatawan yakni akses jalan menuju lokasi wisata tersebut. Jalan Marina City dalam kondisi rusak parah.

Pengendara cukup kewalahan sebab lubang merata di sepanjang jalan mulai dari simpang Basecamp sampai lokasi wisata.

“Banyak lubang yang menjebak. Diatas jembatan sebelum hotel Holiday Inn itu sangat berbahaya. Bisa tabrakan orang karena sama-sama mencari celah jalan yang tak rusak,” ujar Sudirman, warga Batamcenter yang berekreasi bersama keluarga ke kebun agrowisata Marina, kemarin.

Senada disampaikan Rudi, sopir bus pariwisata yang melintasi jalan Marina City.

Kepada Batam Pos, Rudi menyebutkan tidak sedikit wisatawan asing yang komplain dengan kerusakan jalan itu. Setiap kali dia membawa rombongan wisatawan, pasti ada yang komplain saat melintasi jalan tersebut.

“Perjalanan mereka jadi tak nyaman. Padahal sudah hati-hati kali saya nyetir tapi tetap saja oleng dan bergoncang karena masuk lubang. Itulah yang membuat mereka komplain,” ujar Rudi.

Selain jalan rusak, genangan banjir saat hujan juga menjadi keluhan serius siapa saja yang melintasi jalan tersebut. Genangan banjir di sana juga menjebak pengendara sebab menutupi jalan yang berlubang. Jika pengendara tak hati-hati tentu akan berakibat fatal. Pengendara sepeda motor tidak sedikit yang terjatuh di lokasi jalan berlubang yang terendam banjir itu. Situasi yang kurang nyaman ini terjadi di jalan depan perumahan Devin Premier hingga depan gedung Bapelkes Marina. Jalan tersebut selain rusak juga terlalu rendah sehingga jadi sasaran air saat hujan.

Warga dan pengguna jalan umumnya berharap agar pemerintah segera mengatasi persoalan itu. Pembenahan akses jalan ke sana selain untuk kelancaran arus lalulintas juga untuk mendukung upaya Pemko Batam menghidupkan sektor pariwisata di kota Batam.

“Pemko lagi gencarnya menata kota ini jadi kota Pariwisata. Harusnya akses jalan ke sini diperhatikan karena di sini banyak keunggulan untuk menarik wisatawan,” harap Rudi. (une)

Dispensasi hanya ASN Sakit

0

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga Juramadi Esram mengimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lingga agar menunjukkan kedisiplinan yang tinggi dan kembali masuk kerja tepat waktu sesuai dengan edaran Menpan RI.

“Besok (hari ini, red) akan dilakukan apel sekaligus absensi terhadap seluruh ASN. Jadi, sebelum masuk kantor sudah diabsen dulu,” kata Sekda Kabupaten Lingga Juramadi Esram saat ditemui di Dabo Singkep, Rabu (20/6) pagi.

Sesuai arahan Bupati Lingga Alias Wello, Juramadi mengatakan apel diadakan di dua lokasi berbeda, yakni di Dabo Singkep dan Daik Lingga. Untuk di Daik Lingga langsung dipimpin bupati, sedangkan apel di Dabo Singkep akan dipimpin Wakil Bupati Lingga M Mizar bersama perwakilan Ispektorat dan perwakilan BKD.

Jika ada ASN tidak disiplin atau tidak hadir setelah libur Lebaran tahun ini, Juramadi memastikan akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Menurut Juramadi, libur yang didapat ASN pada tahun ini terbilang cukup panjang dan memungkinkan ASN untuk kembali ke kampung halaman.

“Selain itu, semua kebutuhan juga sudah dipenuhi dengan baik. THR plus tunjangan sudah. Sebentar lagi gaji ke-13 dan tunjangan akan ditunaikan semua. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak disiplin,” kata Juramadi.

Namun, Juramadi memberikan dispensasi jika ada ASN yang berhalangan masuk kerja karena kondisi darurat seperti sakit, musibah, dan sebagainya yang memang dapat dibuktikan. Sehingga setelah apel dan langsung dilakukan absensi sekaligus mengumpulkan data ASN yang tidak hadir.

Juramadi memberikan contoh jika salah satu OPD menyerahkan jumlah ASN di lingkungnya maka akan dicek kehadiran mereka satu persatu. Sehingga tidak ada lagi ASN nakal yang suka menitipkan absen kepada teman sekantor mereka.
“Semua ini untuk peningkatan daya kerja serta motivasi pelayanan terhadap masyarakat,” kata Juramadi.(wsa)

Mobil Dinas Dipakai Ngebut

0

batampos.co.id – Mobil dinas milik salah satu pemerintahan di Pulau Bintan menjadi perbincangan di media sosial (medsos) karena dipacu dengan kecepatan tinggi hingga hampir menyenggol pemotor ketika melintas di kawasan Sei Pulai, Tanjungpinang, Minggu (18/6) lalu. Kejadian tersebut membuat Hesti dan keluarganya kesal.

“Buat abdi negara, merasa hampir menyenggol kami sekeluarga tadi siang (Minggu siang, red) di Sei Pulai. Mana etika baiknya, kami nyaris terjatuh,” tulis pemilik akun, Erti yang mem-posting mobil dinas warna hitam di laman grup medsos.

Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga lantas mengingatkan Aparatur Negeri Sipil (ASN) di Pemko Tanjungpinang untuk tidak sewenang-wenang dalam menggunakan mobil dinas. Apalagi masih suasana libur Lebaran seperti ini. Menurutnya, mobil dinas peruntukannya adalah pekerjaan dinas.

“Kita akan telusuri, apakah mobil tersebut mobil dinas pejabat Pemko Tanjungpinang atau tidak,” ujar Ade Angga, kemarin.

Politisi Partai Golkar tersebut menegaskan, apabila nanti mobil tersebut adalah benar mobil dinas pejabat Pemko Tanjungpinang, pihaknya akan meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang untuk melakukan klarifikasi langsung. Karena jika memang faktanya sesuai dengan apa yang dikeluhkan warga, tentu harus ada teguran.

“Harus diberikan teguran, artinya jangan sembarangan menggunakan fasilitas negara,” tegas Angga.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri TS Arif Fadillah mengatakan, soal penggunaan mobil dinas, MenPAN-RB sudah mengeluarkan Surat Edaran. Menurutnya, larangan itu dilakukan dalam rangka penegakan disiplin ASN untuk mengingatkan larangan penggunaan fasilitas dinas. Melalui aturan tersebut Pemprov Kepri melarang bagi seluruh kalangan pejabat dan ASN menggunakan kendaraan dinas untuk mudik Lebaran.

“Kita sudah komitmen akan mematuhi aturan yang ada, dimana melarang bagi semua pejabat, ASN dilingkungan Pemprov Kepri menggunakan fasilitas mobil dinas untuk mudik keluar daerah di Kepri,” ujarnya sebelum liburan Lebaran, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Arif, apabila penggunaan fasilitas dinas itu masih berada di wilayah masih diperkenankan. Namun, bila fasilitas kendaraan dinas tersebut dibawa ke wilayah luar Kepri maka akan diberikan sanksi. “Bila ditemukan mobil dinas dibawa ke luar Kepri maka PNS dan pejabat yang bersangkutan akan diberikan sanksi sesuai aturan yang ada,” paparnya.(jpg)