Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 12195

Pengusaha Batam Kompak Minta FTZ

0

batampos.co.id – Pengusaha sepakat bahwa Batam tetap harus Free Trade Zone (FTZ) tanpa kecuali. Jika ingin mengubah FTZ, maka jangan transformasi bentuknya tapi tambah fasilitasnya. Saat ini sudah ada puluhan investor yang ingin masuk ke Batam dan perubahan regulasi dianggap dapat menimbulkan ketidakpastian hukum dan menurunkan daya saing Batam di mata para investor.

“Jangan ribut lagi, FTZ sudah bagus begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi. Dosanya itu bukan di FTZ, jadi buat apa diubah menjadi KEK,” kata Dewan Kehormatan Apindo Kepri Abidin Hasibuan di acara Diskusi Bersama Kadin Batam membahas soal transformasi FTZ menuju KEK di Hotel Radison, Jumat (11/5).

Ia kemudian mencoba mengingatkan bahwa tahun 2003 lalu, sistem enclave seperti yang ada di dalam KEK pernah berlaku di Batam. Dan konsep tersebut gagal sehingga diubah lagi menjadi FTZ.

Jika saat ini pun ekonomi tumbuh dengan lambat dan sempat merosot, maka penyebab utamanya adalah demo buruh.”Demo buruh sudah terkenal. Banyak PMA yang kena sweeping ya pada kabur nanti,” jelasnya.

“Kalau pemerintah mau FTZ plus-plus boleh saja dan itu masuk akal. Namun secara undang-undang merujuk pada UU 39/2009 tentang kawasan perdagangan bebas maka secara otomatis jika ada KEK, maka fasilitas FTZ dihapus,” terangnya lagi.

Justru hal yang harus dibenahi untuk meningkatkan potensi FTZ adalah penambahan fasilitas dan memperbaiki transportasi laut agar ongkos logistik Batam menuju Singapura dan sebaliknya bisa lebih murah. Dan juga mengenai birokrasi perizinan harus disederhanakan.

“Kalau mau fasilitas ya tambah dengan Tax Holiday. Birokrasi dipermudah. Lalu mengenai transportasi Singapura-Batam sekarang terlalu mahal. Aspirasi pengusaha seperti ini yang harus ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Abidin hanya tak ingin usaha pemerintah, Apindo dan Kadin yang sudah berusaha mendatangkan investor menjadi sia-sia karena ketidakpastian ini.

“Saya sudah tarik 24 investor supply chainnya Xiaomi dari China. Belum apa-apa sudah berantam. Padahal investor-investor tersebut serius dan mereka menuntut kepastian hukum. Mereka juga punya jaringan intelijen. Jadi jangan tiap hari berantam di media soal ini,” katanya lagi.

Bahkan katanya dari 24 perusahaan tersebut, sudah ada satu perusahaan yang memberikan uang muka investasi. Perusahaan tersebut memilih Kawasan Industri Tunas dan akan menjadi penyuplai charger bagi Xiaomi yang diproduksi di Satnusa Persada.

“Susah payah melobi setahun, kalau terus begini mereka bisa cabut kan,” tegasnya.

Mantan Deputi III BP Batam, Istono juga buka suara dalam pertemuan ini. Dulu pihaknya juga selaku penggagas FTZ. Makanya ia sangat menyesalkan jika transformasi tersebut dilakukan.

“KEK tak layak diterapkan. Jadi harus FTZ plus-plus,” katanya.

Istono mengungkapkan seluruh KEK yang telah diciptakan pemerintah belum ada yang memberikan kabar baik sama sekali. Makanya ia bingung mengapa KEK harus diterapkan di Batam ketika FTZ masih jauh dari kata selesai.

“Kita juga hingga saat ini belum ada penyampaian sosialisasi dari pemerintah mengenai fasilitas-fasilitas KEK,” katanya.

Tiga wisatawan saat berswafoto dengan latar belakang Welcome To Batam, Sabtu (12/5/2018). Turis Singapura dan Malaysia banyak menikmati liburan ke Batam pada liburan akhir pekan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

KEK kata Istono jauh lebih banyak kesulitannya nanti saat diterapkan. Contohnya struktur kelembagaan nanti akan semakin berlapis. Lalu daerah diluar KEK akan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPn) sebagaimana daerah lainnya di Indonesia.

“Bagi UKM yang selama ini mensupport kawasan industri, maka ketika KEK diterapkan akan mati karena tak dapat insentif. Selama itu FTZ akan jadi status quo. Kemiskinan dan pengangguran yang tercipta akan semakin besar,” katanya.

Disamping itu, transformasi FTZ menuju KEK tidak serta merta dapat langsung dilaksanakan. Butuh waktu transisi yang lama dengan tambahan dari peraturan pendukung baru lainnya.

“Dari pengalaman saya ikut transformasi OB ke BP, tak bisa langsung diproses. Butuh aturan pendukung dari PP hingga Permen. Karena kalau tidak ada, maka bisa jadi cacat hukum,” jelasnya.

UU FTZ memang sudah bagus, namun juga banyak kelemahan. Begitu juga dengan peraturan KEK nantinya, belum tentu langsung sempurna sehingga butuh peraturan pendukung lainnya di kemudian hari.

“FTZ masih sangat ideal. Yang mestinya diajukan adalah penguatan struktur BP Batam dan penambahan insentif. FTZ plus-plus jadinya. Jadi tambahkan saja fasilitas KEK itu, tak perlu ubah FTZ,” jelasnya.

Dan pengamat hukum Batam Ampuan Situmeang menekankan bahwa sekarang pendapat masyarakat juga sudah terpecah soal KEK ini. Ada yang menganggap seolah-olah FTZ itu gagal dan ada juga yang berpendapat bahwa nanti ada KEK diatas FTZ, sehingga fasiltias FTZ dihilangkan.

“Batam kan ditetapkan FTZ selama 70 tahun dan baru jalan 12 tahun. Mengapa tak tambah saja fasilitasnya. Sekarang ada lima fasilitas FTZ, tapi belum pernah ada PP yang memberikan fasilitas baru ke FTZ. Yang ada hanya pengekangan dari pemerintah,” tuturnya.

Sehingga sebagai seorang pengamat kebijakan hukum, Ampuan memberikan lima rekomendasi kepada pemerintah yang harus dipertimbangkan. Tujuannya adalah memberikan pemahaman yang baik jika memang pemerintah bersikeras tetap menetapkan KEK di Batam

Pertama, pemerintah harus bisa memetakan KEK. Kedua, HPL milik BP Batam harus ditegaskan. Karena perubahan FTZ menjadi KEK secara otomatis akan menciptakan administrator baru pengelola KEK. Apakah HPL-nya akan berganti atau tidak.

Ketiga, pengelola KEK harus ditetapkan. Keempat, penyelesaian dualisme antara BP dan Pemko Batam yang telah lama tertunda. Dan kelima anggaran operasional KEK nanti harus dijelaskan secara rinci.

Salah satu kerumitan KEK nantinya perusahaan yang berada di dalam KEK tidak otomatis langsung mendapat fasilitas KEK.

“Mereka harus mengajukannya terlebih dahulu. Lalu dievaluasi oleh pemerintah apakah sudah pantas mendapatkan fasilitas,” jelasnya.

Dan setelah dua tahun nanti akan dievaluasi kembali. Jika dianggap gagal memenuhi standar, maka bukan tidak mungkin fasilitasnya dicabut.”Makanya itu menimbulkan keresahan dan ketidakpastian. Lebih bagus lagi FTZ karena fasilitasnya bertahan selama 70 tahun. Jauh lebih meyakinkan dari segi kepastian,” pungkasnya.(leo)

Kalapas Batam Apresiasi BP Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) kelas II A Batam Surianto apresiasi kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam bersedia memberikan lahan untuk pembangunan Lapas khusus Wanita di pulau Setokok ke Kementrian Hukum dan HAM RI.

“Luas lahan lebih dari 9 hektare. Kemarin Pak Menteri (Kemekumham RI Yosanna H Laoly) sudah ketemu dengan pihak BP Batam. Kami sangat berterima kasih,” ujar Surianto,

Penyerahan lahan tersebut bukti kerja sama yang baik antara BP Batam dengan Kemenkumham RI untuk mengatasi kekurangan kamar penjara dan gedung Lapas di Batam. Batam saat ini diakui Surianto belum memiliki Lapas Khusus Wanita. Warga binaan wanita masih numpang di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA).

Bahkan sebelum numpang di LPKA, napi wanita sempat bergabung dengan napi pria lain di Lapas Batam. Padahal situasi Lapas Batam saat itu bahkan hingga saat ini over kapasitas tiga kali lipat dari daya tampung idealnya.”Persoalan lama ini sudah mulai perlahan diatasi. Semoga secepatnya terealisasi (pembangunan LP Khusus Wanita) ,” harap Surianto.

Disinggung terkait teknis pengerjaan dan daya tampung Lapas Khusus Wanita yang akan dibangun itu, Surianto enggan berkomentar banyak sebab bukan kewenangan dia lagi.

Seperti yang diketahui BP Batam telah menyerahkan lahan seluas 9,98 hektare di pulau Setokok kepada Kemenkumam RI untuk membangun Lapas Wanita. Penyerahan lahan itu dilakukan secara simbolis oleh kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo kepada Menteri Hukum dan HAM RI Yosanna H Laoly di hotel Best Western Premiere, Senin (7/5). (eja)

Penerbangan Batam – Yogyakarta Normal Kembali

0
Sejumlah pesawat saat parkir di Bandara Hang Nadim Batam. . F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Penerbangan Batam ke Yogyakarta sudah kembali normal, Sabtu (12/5). Setelah erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta sudah mulai mereda

“Sekarang sudah normal kembali, baik dari sana maupun ke sana,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam Suwarso, Sabtu (12/5).

Ia mengatakan pesawat Lion Air dari Yogyakarta telah sampai di Hang Nadim pukul 12.00, Sabtu (12/5) siang. Dan direncanakan akan berangkat pukul 15.00.
“Dari tadi sudah ada, tinggal nunggu boarding aja,” ucapnya.

Untuk penerbangan Batam Yogyakarta, kata Suwarso Hang Nadim hanya menjalani satu penerbangan satu harinya. “Hanya itu saja,” ujarnya.

Walau hanya satu penerbangan, Suwarso mengatakan pihaknya masih tetap melakukan pemantauan, setiap pergerakan yagng terjadi. Karena sewaktu-waktu kembali terjadi erupsi kembali.

Penerbangan dari Yogyakarta ke Batam , Jumat (11/5) lalu sempat tertunda akibat muntahan abu vulkanik sertai dengan semburan uap panas. Abu vulkanik cukup berbahaya untuk pesawat, sehingga setiap ada erupsi penerbangan selalu dihentikan sementara. Karena keamanan dan keselamatan menjadi hal yang mutlak dalam penerbangan. (ska)

BP Batam Buka Alokasi Lahan Baru

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali membuka izin alokasi lahan baru untuk para investor. Namun penerbitan izin diperketat menyusul kian terbatasnya ketersediaan lahan di Pulau Batam.

Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo, mengatakan sebelum mengajukan izin alokasi lahan calon investor harus membuat master plan pembangunan. Kemudian mendiskusikannya dengan BP Batam agar pembangunan terintegrasi bisa tercapai.

“Prosesnya akan melibatkan biro-biro terkait dari BP Batam,” kata Eko, Jumat (11/5).

Biro-biro tersebut antara lain Biro Hukum BP Batam terkait masalah perjanjian. lalu Biro Keuangan untuk melihat kemampuan finansial si pemohon alokasi. Direktorat Perencanaan Teknik BP Batam juga dilibatkan terkait fatwa planologinya.

Kemudian Direktorat Prasarana dan Bangunan terkait izin cut and fill, dan Satuan Pengawas Internal (SPI) yang bertugas mengawasi dari proses pengalokasikan lahan hingga penyelesaian pembangunan lahan. “Untuk melihat apakah jalannya baik dari sisi investor dan juga BP berjalan sesuai peraturan yang ada,” ungkapnya.

Sehingga, dengan model seperti ini pemohon alokasi lahan harus rapat berkali-kali dengan BP Batam untuk mendapatkan master plan yang sesuai dengan keinginan kedua belah pihak. “Masing-masing biro akan menanyai. Master plan mereka akan dievaluasi, akan dilihat grading-nya, saluran drainase, dan gedung-gedungnya,” paparnya.

Dengan demikian, maka akan terjadi diskusi interaktif yang membuat master plan pembangunan yang bagus. Kalau belum sesuai berarti direvisi kembali. “Nanti setelah bagus, maka saya sebagai Deputi III akan ajukan di rapat pimpinan BP Batam,” katanya.

Jika disetujui dalam rapat pimpinan oleh Kepala BP Batam dan jajaran deputinya, maka alokasi lahan baru akan resmi diberikan. “Proses ini mencoba untuk menimbulkan budaya baik. Dulu kan tidak ada karena langsung urus izin tanpa evaluasi sama sekali,” katanya.

Berdasarkan data terakhir di BP Batam, saat ini hanya ada sekitar 700 hektare lahan di Batam yang belum dialokasikan ke investor.

Eko menambahkan, BP Batam sudah membuka permohonan izin lahan baru per Desember 2017 lalu. Namun, hingga saat ini, baru ada satu permohonan izin lahan baru, yakni PT Energy Unggul Persada yang berafiliasi dengan Wilmar Group.

“Lokasinya di Kabil dan sektor usahanya adalah penyulingan CPO senilai Rp 1 triliun,” kata Eko.

Pengamat hukum Batam Ampuan Situmeang mengapresiasi langkah BP Batam memperketat alokasi lahan baru. “Sebenarnya dulu (aturannya) sudah seperti itu. Tapi tak pernah dilaksanakan,” kata Ampuan, kemarin.

Selain itu, rumitnya birokrasi di BP Batam memang menyebabkan proses alokasi lahan tak berjalan sesuai yang diinginkan. “Memang sistem yang memerlukan pembenahan itu butuh waktu. Karena sudah terlalu parah. Jika hanya sekadar tambal sulit saja akan sulit karena perbaikannya tidak substansial,” ungkapnya. (leo)

Wan Azizah Dobrak Dominasi Pria

0
Wan Azizah Wan Ismail

batampos.co.id – Kamis malam (10/5), Wan Azizah Wan Ismail resmi menjadi timbalan (wakil) perdana menteri (PM) Malaysia. Dia menjadi wakil PM perempuan pertama di negara multirasial berpenduduk 30 juta jiwa tersebut. Fakta itu melahirkan euforia di dunia maya. Tidak hanya netizen Malaysia saja yang heboh, tapi seluruh dunia.

”Wan Azizah menorehkan sejarah baru di Malaysia. Yeay!,” kata Ummu Atiyah Ahmad Zakuan dalam sambungan telepon dengan Jawa Pos kemarin (11/5). Istri Anwar Ibrahim itu, menurut dia, membuat bangga seluruh perempuan di Malaysia. Dan, bahkan, seluruh perempuan di berbagai penjuru bumi. Sebab, ibunda Nurul Izzah itu telah mengangkat derajat kaum hawa ke level yang lebih tinggi.

Sebagai koordinator dosen ilmu politik Universiti Utara Malaysia (UUM) di Negara Bagian Kedah, jabatan baru Wan Azizah itu membangkitkan kepercayaan dirinya. ”Perempuan tidak harus mengubur dalam-dalam impian mereka setelah menikah. Buktinya, Wan Azizah bisa. Kita juga pasti bisa,” ungkap perempuan yang sebentar lagi akan meraih gelar profesor tersebut.

Namun, mengingat PM Mahathir Mohamad sedang mengupayakan full royal pardon untuk Anwar Ibrahim, bisa jadi jabatan Wan Azizah tidak akan lama. Begitu mendapatkan ampunan penuh, Anwar bisa langsung kembali berpolitik. Kemungkinan besar, Wan Azizah akan memberikan posisinya kepada sang suami. ”Itu baru spekulasi saja. Spekulasi yang sangat mungkin,” kata Ummu.

Pada 2015, Wan Azizah maju sebagai kandidat Parti Keadilan Rakyat (PKR) dalam pemilu sela di Permatang Pauh. Sebab, Anwar kembali masuk penjara setelah Pengadilan Banding memutuskannya bersalah dan harus menjalani sisa hukuman. Perempuan 65 tahun itu menang dengan dukungan lebih dari 8 ribu suara saat itu. Maka, dia pun lantas menjadi wakil rakyat, menggantikan posisi sang suami.

Kini, saat kondisi yang sama kembali tercipta dengan posisi berkebalikan, Wan Azizah bisa jadi merelakan kursi wakil PM untuk sang suami. “Itu tidak sedikitpun kemudian mengecilkan peran Wan Azizah. Beliau adalah medical doctor dengan prestasi gemilang. Beliau adalah ibu yang hebat untuk putra-putrinya. Beliau juga ketua PKR yang jempolan. Tidak ada yang menyangsikan itu,” papar Ummu.

Di bawah Wan Azizah, PKR menjadi satu-satunya partai politik Malaysia yang serius menggarap program pemberdayaan perempuan. ”PKR berkomitmen menambah kuota perempuan di dunia politik. PKR juga memberikan pelatihan-pelatihan kepemimpinan perempuan. Kini, dengan pelantikan Wan Azizah sebagai wakil PM, PKR memberikan teladan yang ideal,” terang perempuan 43 tahun tersebut.

Lantas, bagaimana jika teladan ideal itu ternyata hanya berlangsung sementara? Dengan semua bukti yang telah Wan Aziah berikan kepada publik bahwa dia adalah politikus andal, ibu yang berhasil dan istri yang bisa diandalkan, apakah dia harus rela meninggalkan prestasi politiknya demi Anwar? Apakah itu tidak akan menjadi blunder bagi program pemberdayaan perempuan yang dia gagas lewat PKR?

”Tidak. Saya rasa itu bukan blunder. Dunia politik kan memang penuh kesepakatan-kesepakatan. Dan, kemunculan Wan Azizah sekarang ini pun sudah ada dalam kesepakatan tersebut,” kata Ummu. Sebentar atau lama Wan Azizah menjabat, menurut dia tidak akan menjadi soal. Sebab, pelantikannya Kamis malam sudah sukses mengubah stereotip dunia politik Malaysia yang didominasi kaum lelaki.

”She broke the glass ceiling,” seru ibu empat anak itu dengan nada girang. Wan Azizah telah menyerukan kepada dunia bahwa perempuan Malaysia bisa punya jabatan tinggi di dunia politik lewat jabatan baru yang kini dipangkunya. Maka, kaum perempuan Malaysia hanya tinggal melanjutkan perjuangan mereka untuk meraih cita-cita. Baik di dunia politik, kerja maupun pendidikan.

Sama seperti Mahathir yang terpilih sebagai PM karena kehendak rakyat, Wan Azizah pun menjadi wakil PM karena mandat kaum perempuan. ”Sekitar 51 persen pemilih dalam Pilihan Raya Umum (PRU) 14 kemarin adalah perempuan. Dan hasilnya, lahirlah wakil PM perempuan pertama dari PRU 14,” cetus Ummu. Itu bukti bahwa perempuan adalah sumber daya perubahan yang sangat potensial.

Kemarin, akademisi berjilbab juga mengatakan bahwa sebenarnya pemerintah Malaysia sudah membuka lebar-lebar peluang bagi perempuan, termasuk ibu bekerja, untuk mencapai cita-cita mereka. Rezim Najib Razak memiliki Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat (KPWKM) dan cukup agresif mencanangkan program-program pemberdayaan perempuan.

Salah satunya adalah lewat program kuota. Sedikitnya 30 persen kursi board of directors di tiap perusahaan harus diisi oleh perempuan. Jika tidak, maka KPWKM akan mengumumkan perusahaan tersebut sebagai pelanggar kebijakan pemerintah. Kebijakan itu dikenal sebagai naming and shaming policy. Tujuannya adalah membuat perusahaan-perusahaan itu patuh dan memberikan hak kaum perempuan.

Kemarin siang, Mahathir mengumumkan 10 kementerian dalam pemerintahan barunya. Dalam jumpa pers di Petaling Jaya, tokoh 92 tahun tersebut mengatakan bahwa dia sengaja membentuk kabinet sederhana. Rencananya, hari ini, dia akan mengumumkan nama-nama menteri dan wakil menteri dalam kabinetnya. Dalam list tidak resmi yang beredar di kalangan jurnalis Malaysia, sedikitnya ada lima nama perempuan dalam kabinet Mahathir.

Sementara itu, kalangan pengusaha Malaysia berharap pemerintahan Mahathir benar-benar mewujudkan manifesto politiknya. Tidak perlu terburu-buru, tapi jangan sampai tak terwujud. Demikianlah yang diungkapkan Dato Mansyur Usman saat dijumpai Jawa Pos di tempat usahanya di kawasan Jalan Pahang, Kuala Lumpur. ”Penghapusan GST (goods and services tax) itu harus jadi prioritas lah,” ungkapnya.

GST yang diberlakukan pada April 2015 itu, menurut Mansyur memang sangat memberatkan. Sebab, selain GST, pengusaha pun harus membayar pajak tahunan. ”Jadi, ada dua beban kami,” kata pria kelahiran Aceh tersebut. Tapi, sebenarnya, konsumen lah yang menanggung beban paling berat. Itu karena konsumen lah yang langsung merasakan dampak GST sebesar 6 persen tersebut.

”Itulah mengapa konsumen kami banyak yang mengerem pembelanjaan dan mengurangi anggaran belanja mereka,” beber pemborong sekaligus penjual barang-barang dan aat-alat kesehatan serta kecantikan tersebut. Karena itu, janji yang Mahathir sampaikan pada Kamis dini hari setelah mengklaim kemenangan Pakatan Harapan (PH) dalam PRU 14 tersebut dipegang erat-erat oleh Mansyur.

Di bawah rezim Najib, menurut dia, pengusaha-pengusaha Melayu sepertinya tidak bisa terlalu leluasa berbisnis. Sebab, selain aturan pajak yang mencekik, mereka juga harus bersaing dengan para pengusaha dari Tiongkok. ”Bukan pebisnis keturunan Tionghoa di sini tapi benar-benar pengusaha Tiongkok yang dipersilakan berbisnis di sini dan bersaing dengan kami,” keluhnya.

Menjelang Ramadan ini, lelaki yang tiap Lebaran masih pulang ke Aceh untuk silaturahmi dan nyekar itu juga berharap agar pemerintahan yang baru bisa menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok.

”Selama ini tidak pernah ada gejolak berarti memans. Tapi, pemerintahan yang lalu kurang serius mengawal stabilitas harga. Kami harap, pemerintahan baru ini lebih tegas,” pungkasnya. (hep)      

Mahathir PM Lagi

0

Begitu efisien Pemilu di Malaysia. Pukul 08:00 mulai pemungutan suara. Pukul 17:00 ditutup. Pukul 22.30 malam Mahathir sudah mengklaim kemenangan oposisi. Pukul 03.00 Mahathir sudah resmi mengumumkan kemenangannya. Pukul 05.00 KPU umumkan hasil Pemilu: Oposisi dapat 122 kursi, Barisan Nasional 79 kursi, Partai Islam PAS dapat 18 kursi dan independen 8 kursi. Beres: 222 kursi DPR terisi.

Siang harinya pemerintahan baru terbentuk. Malam harinya PM baru dilantik oleh Yang Dipertuan Agung. Di Istana Raja. Pemerintah sudah berganti hanya satu hari setelah Pemilu. Inilah Pemilu model Inggris. Tidak ruwet dan panjang. Tidak seperti model Amerika.

Mahathir yang pernah menyelamatkan Malaysia dari krismon tahun 1998 kini menyelamatkan Malaysia lagi. Dari rusaknya sistem hukum dan demokrasi.

Bayangkan: Mahathir Mohamad. Umur 92 tahun. Dapat tugas yang begitu sulit.

Sembilan tahun lalu saya bertemu Mahathir. Di Kuala Lumpur. Sudah sangat lemah. Sakit-sakitan. Selalu dipapah. Kini memenangi Pemilu. Jadi perdana menteri lagi.

Waktu umur 78 tahun Mahathir sudah merasa tua. Ia memutuskan tidak ikut Pemilu lagi. Berhenti sebagai perdana menteri. Yang sudah ia jabat selama 22 tahun. Padahal, kalau mau, ia bisa melakukan segala cara untuk terus berkuasa. Ia orang yang amat kuat. Digelari Soekarno kecil. Membangkitkan nasionalisme. Tapi juga melakukan modernisasi. Sangat sukses. Meninggalkan jauh Indonesia.

Pun nafsunya bersaing dengan Singapura luar biasa. Ia malu kalau Malaysia kalah. Ia bangun twin tower yang iconic itu. Ia bangun jaringan jalan tol. Ia genjot sawitisasi. Semua programnya top. Tidak ada yang pepesan kosong.

Tapi, juga, ia lakukan ini: ia pecat Anwar Ibrahim. Wakilnya. Yang masih sangat muda. Yang sangat pintar. Yang jadi idola sampai Indonesia. Sudah banyak yang memastikan ia adalah the next PM. Tapi Mahathir melihat lain. Seperti kelihatan ‘kesusu’ menggatikannya. Ia masukkan Anwar ke penjara.

Anwar Ibrahim, ahli keuangan itu, tentu kecewa pada mentornya. Lantas membangun partai oposisi. Tapi tidak pernah menang. Anwar keluar masuk penjara. Akhirnya partai itu dipimpin Wan Azizah, istri Anwar. Dan putrinya: Nurul Izzah.

Anwar tidak pernah bisa menggoyahkan dominasi Barisan Nasional. Sampailah Mahathir memutuskan tidak mau lagi berkuasa.

Ternyata Mahathir sangat tidak puas dengan perdana menteri yang menggantikannya: Abdullah Badawi. Terlalu kalem, lemah, dan kurus. Begitu pula kesan saya. Saat bertemu Abdullah Badawi di Kuala Lumpur di kantor perdana menteri waktu itu.

Pemilu berikutnya Mahathir bergerak di balik layar. Badawi tidak akan bisa membuat Malaysia maju. Mahathir memang masih menjadi orang kuat. Ia dukung Najib Razak untuk menggantikan Abdullah Badawi. Sukses. Jadilah Najib perdana menteri atas dukungan Mahathir.

Tapi Mahathir melihat Najib terlalu mementingkan dirinya sendiri. Dan tidak bisa mengontrol istrinya. Yang konon juga jadi dalang atas kematian gadis cantik–cantiiiiiiik sekaliiiii– Mongolia. Yang hangus bersama mobilnya di Kuala Lumpur. Tanpa diusut tuntas penyebabnya. Sampai sekarang.

Tahun 2016 Mahathir sangat malu. Atas terbongkarnya mega korupsi di 1MDB. Perusahaan negara yang didirikan Najib. Ia keluar dari partai UMNO yang dibesarkannya. Berarti keluar juga dari koalisi Barisan Nasional.

Mahathir berhasil ‘wawuh’ dengan Anwar Ibrahim. Yang pernah ia pecat dulu. Yang ia penjarakan dulu. Untuk bersama-sama melawan Najib Razak, bekas kadernya. Melalui koalisi Pakatan Harapan. Sukses. Menciptakan tsunami politik di Malaysia: 9 Mei 2018.

Waktu mengumumkan kemenangan itu Mahathir minta istri Anwar yang tampil. Memberi muka. Dan niat baik. Mahathir juga langsung bikin statemen: akan segera mengampuni Anwar. Begitu ia jadi perdana menteri. Agar Anwar bisa segera keluar penjara.

Bahkan Mahathir juga mengatakan ini: dengan pengampunan itu Anwar bisa menjadi perdana menteri. Tapi Anwar harus menjadi anggota DPR atau DPD dulu. Di Malaysia, ikut Inggris, untuk menjadi perdana menteri harus anggota DPR/DPD.

Untuk sementara istri Anwar-lah yang akan tampil di pusat pemerintahan sebagai Wakil Perdana Menteri. Jabatan suaminya dulu. Berarti pasangan ini akan menjadi sama-sama pernah menjabat wakilnya Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Bagaimana nasib Najib Razak selanjutnya?

Semula ada rumor ia akan mendekritkan keadaan darurat. Spekulasi ini muncul pada pukul 22.00 malam itu. Kok perhitungan suara mulai seret. Bahkan berhenti. Tapi suara rakyat terlalu besar ke oposisi. Tidak bisa lagi ditukangi.

Lalu ada rumor lagi: ia akan mencari jet. Bersama dia, she, istrinya itu. Terbang entah ke mana.

Malam itu semua wartawan ngumpul di markas besar BN. Ingin tahu sikap Najib. Tapi yang ditunggu tidak kunjung muncul. Wartawan pindah memenuhi lingkungan rumah Najib. Juga tidak menampakkan diri.

Tapi Najib tidak ke mana-mana. Siang kemarin ia bikin pernyataan. Masih belum mau mengakui kekalahannya. Tapi ia berkata menghormati keinginan rakyat.

Maksudnya: rakyat sebagian besar ternyata masih memilih BN. Tidak ada satu partai pun yang suaranya lebih besar dari BN. Pakatan Harapan itu, katanya, bukan koalisi resmi. Secara hukum tidak legal.

Maka Najib menyerahkan putusan kepada Yang Dipertuan Agung: siapa yang hendak dilantik jadi PM. Begitulah hukum di Malaysia. Kalau tidak ada partai pemenang mayoritas, putusan diserahkan pada raja. Biasanya raja melantik ketua partai yang memperoleh suara terbesar. Itu…hahaha…berarti Najib.

Raja terpengaruh. Atau ingin hati-hati. Sore itu mestinya raja sudah melantik Mahathir. Apalagi Mahathir sudah ke Istana. Disertai istri Anwar Ibrahim. Sebagai Ketua Partai Keadilan. Tampak juga Tan Kok Wai beserta Lim Guan Eng. Ketua dan Sekjen Partai Aksi Demokrasi. Ada Mahyuddin Yassin. Ketua Partai Pribumi Bersatu. Empat partai dalam koalisi Pakatan Rakyat sudah di Istana.

Ternyata mereka bukan menghadiri pelantikan. Medsos mulai gegap-gempita. Menuduh raja terpengaruh Najib.

Para pimpinan partai itu lantas menyerahkan pernyataan: mendukung Mahathir jadi perdana menteri. Seorang pengacara terkemuka angkat suara. Pelantikan Mahathir tidak ada hubungannya dengan perolehan suara partai. Begitu mayoritas anggota parlemen menyetujuinya bereslah itu barang. Begitulah konstitusi Malaysia.

Pukul 19:00, Istana mengeluarkan pernyataan. Pelantikan Mahathir dilakukan pukul 21.30. Raja tidak ingin menundanya. Hanya ingin prosedurnya benar.

Saya begitu kagum dengan Mahathir: bagaimana bisa umur 92 tahun begitu energetik. Lihat betapa lelahnya minggu-minggu terakhir. Terutama dua hari belakangan. Dan lihatlah waktu pukul 03:00 dini hari masih harus mengadakan konferensi pers: betapa sehatnya ia. Betapa runtut tutur katanya. Betapa jernih pikirannya.

Dan betapa cerdiknya: langsung ia liburkan hari Kamis dan Jumat. Berarti sampai Minggu. Bank tidak bisa bergerak. Lalu-lintas uang terhenti. Yang mau eksodus kecele. Yang mau ramai-ramai transfer ke luar negeri gigit jari. Mahathir punya waktu empat hari untuk ambil langkah strategis.

Betapa lelahnya. Untuk manusia berumur 92 tahun. Saya mau. Berumur 92 tahun dalam keadaan kesehatan seperti itu.Siapa mau ikut? (dis)

TNI AL Sita 4.588 Ton Beras

0
Komandan Pangkalan Utama Armada Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang, Laksmana Pertama Ribut Eko Suyatno didampingi Danlanal Batam Kolonel Laut Iwan Setiawan menunjukan sampel barang bukti beras saat ekspos, Jumat (11/5). Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dan Lanal Batam mengamankan kapal MV Alkar Trust bermuatan beras Myanmar seberat 300 ton dan kapal MV Kar Trust berisikan 4.288,8 ton beras Myanmar yang ditidak dilengkapi dokumen di Perairan Teluk Sebong Bintan. F Cecep Mulyana/Batam pos

batampos.co.id – Jajaran Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang berhasil mengamankan 4.588 ton beras di perairan Teluk Sebong, Bintan, Selasa (8/5) lalu. Ribuan ton beras itu disita dari dua kapal, yakni MV Alkar Trust dan MV Kar Trust.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksmana Pertama Ribut Eko Suyatno, mengatakan penangkapan berawal dari informasi ada aktivitas bongkar muat ilegal di laut Bintan. Setelah dicek, ternyata informasi tersebut benar adanya.

“Pada saat dilaksanakan patroli, tim mendeteksi ada dua kapal yang mencurigakan dalam posisi berdampingan,” kata Eko, Jumat (11/5).

Setelah merapat, aparat langsung memeriksa dokumen dan muatan kedua kapal, yakni MV Alkar Trust dan MV Kar Trust. Di dalam kapal MV Alkar Trust terdapat muatan beras dari Myanmar sebanyak 300 ton. Sementara di kapal MV Kar Trust terdapat 4.288,8 ton beras, juga dari Myanmar.

“Berdasarkan surat izin berlayar, 4.588 ton beras itu akan dibawa ke Afrika,” kata Eko.

Selanjutnya, beras dan kedua kapal tersebut dibawa ke Pangkalan TNI AL di Batuampar, Batam. Selain menyita kapal dan muatannya, aparat TNI AL juga mengamankan 49 orang pekerja yang seluruhnya merupakan warga Batam. Mereka bekerja sebagai operator crane dan buruh angkut.

Sementara, dari data awal yang didapatkan petugas, kedua kapal berbendera Panama itu milik salah satu perusahaan pelayaran di Singapura. Eko mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mengusut tujuan kapal itu. Selain itu, pihaknya juga akan mengusut kemungkinan beras itu akan dibawa ke Indonesia.

“Kita akan mencari informasi dengan instansi terkait. Intansi yang berhak menangani ini. Seperti kita tau kita mau masuk bulan Ramadan, dimana kebutuhan bahan pokok kita juga jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum tertentu,” bebernya.

Komandan Pangkalan Utama Armada Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang, Laksmana Pertama Ribut Eko Suyatno menujukan barang bukti salah satu kapal pembawa beras ilegal saat ekspos, Jumat (11/5). Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV dan Lanal Batam mengamankan kapal MV Alkar Trust bermuatan beras Myanmar seberat 300 ton dan kapal MV Kar Trust berisikan 4.288,8 ton beras Myanmar yang ditidak dilengkapi dokumen di Perairan Teluk Sebong Bintan. F Cecep Mulyana/Batam pos

Tidak ingin kecologan, Eko mengatakan pihaknya akan lebih meningkatkan patroli di perairan Batam. Selain itu informasi intelijen akan lebih ditingkatkan. Terutama menjelang masuknya bulan Ramadan hingga peryaan hari raya Idul Fitri yang diduga akan semakin banyak yang melakukan aktivitas ilegal.

“Kami akan berupaya untuk menindak segala bentuk aktivitas ilegal,” katanya. (gie)

ATB Naikkan Tarif Air

0
ilustrasi

batampos.co.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) menaikkan tarif air bersih untuk pelanggan rumah tangga golongan B atau rumah mewah per 1 Mei untuk tagihan Juni 2018. Tarif baru ini 15 persen lebih mahal dibandingkan tarif untuk rumah tangga golongan A.

Tarif baru ini ditetapkan berdasarkan SK Tarif BP Batam Nomor 106/KPTS/KA/XII/2007, SK Tarif BP Batam Nomor 1 Tahun 2010, SK Tarif BP Batam Nomor 7 Tahun 2011, dan SK Tarif BP Batam Nomor 9 Tahun 2011. Kebijakan tarif baru ini sudah disosialisasikan melalui surat ke setiap pelanggan yang bersangkutan.

Kepala Bidang Pengelolaan Air Badan Pengusahaan (BP) Batam, Tutu Witular, mengatakan jenis tarif ini sebenarnya sudah direncanakan ada sejak tahun 2011. Saat itu, BP memang sudah menginstruksikan untuk membedakan tarif air berdasarkan tipe rumah.

“Cuma, saat itu, belum disepakati mengenai kriteria untuk menentukan golongan rumah tangga B. Sehingga tertunda hingga saat ini,” jelasnya.

Secara garis besar, golongan rumah tangga B menunjuk pada rumah-rumah kategori besar dan mewah. Tutu menjelaskan, saat ini kriterianya telah disepakati. Namun sayangnya, ia hanya bisa mengingat lima kriteria yang menentukan apakah sebuah rumah masuk kategori B.

“Dulu karena belum disepakati, maka semua rumah yang masuk kategori B dimasukkan kepada kategori A,” katanya.

Tiga kategori yang ia tahu antara luas lahan, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), pemakaian listrik, luas ROW jalan dan harga jual rumah.

“Untuk luas lahan, kategori B di atas 120 meter persegi. Sedangkan pemakaian listrik di atas 10 ampere. Untuk lebih jelasnya nanti kita ketemu lagi,” ucapnya.

Tarif baru ini, kata Tutu, memang sudah sesuai amanah dari SK BP Batam. Dalam SK Tarif BP Batam Nomor 106/KPTS/KA/XII/2007 tersebut memiliki pernyataan bahwa dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak dan listrik yang diikuti kenaikan-kenaikan harga komponen lainnya menyebabkan peningkatan biaya operasional dalam memproduksi untuk menyediakan dan memenuhi kebutuhan air bersih di Batam.

Dan tarif air yang berlaku saat itu dipandang sudah tidak lagi mampu untuk menutup biaya operasional produksi air bersih. Sehingga perlu penyesuaian. “Nah, penyesuaiannya baru dilakukan sekarang ini,” ujarnya lagi.

Kemudian, dalam SK Tarif BP Batam Nomor 9 Tahun 2011 menyebut adanya tenggang waktu kepada masyarakat untuk melakukan persiapan dan antisipasi berkaitan dengan rencana penyesuaian tarif air tersebut. “Instruksi tersebut karena belum adanya kesepakatan maka dilakukan penundaan hingga saat ini,” ungkapnya.

Corporate Communication Manager ATB Enrique Moreno membenarkan adanya kenaikan tarif tersebut. Namun ia enggan merinci. “Ya memang ada,” ujarnya singkat.

Ia kemudian meminta kepada jurnalis untuk menghubungi Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus. Namun setali tiga uang dengan Enriqo, Maria juga irit bicara soal tarif baru air bersih itu. “Saya lagi cari arsipnya dulu,” kata Maria.

Saat dihubungi kembali, Maria meminta wawancara langsung dengan Batam Pos, bukan melalui telepon. “Nanti ketemu saja ya. Kalau wawancara by phone nggak pas,” katanya.

Ketua Komisi III DPRD Batam Nyanyang Haris Pratamura meminta ATB menunda kenaikan tarif bersih tersebut. Meskipun tarif baru itu menyasar pelanggan dari kalangan menengah ke atas, namun tetap saja memberatkan.

“Sebaiknya ATB di saat kondisi Batam seperti saat ini, jangan dulu menaikkan tarif air ke pelanggannya,” ujar politikus Partai Gerindra ini, kemarin.

Sementara anggota Komisi III DPRD Batam, Jefri Simanjuntak juga menyayangkan langkah ATB menaikkan tarif tanpa koordinasi dengan komisinya. Sebab ATB merupakan mitra Komisi III DPRD Batam.

“Terkait dengan kenaikan tarif air ATB ini, harusnya terlebih dahulu dibicarakan ke semua pihak yang berkompeten. Bukan main langsung naikkan tarif air tanpa pemberitahuan ke mitra kerjanya,” ujar Jefri. (leo/gas/nji)

Kecelakaan Tunggal, Pengendara Motor Tewas

0
Lakalalantas

batampos.co.id – Sebuah motor Yamaha Jupiter warna hitam BP 47XX DA yang dikendarai oleh Rizal mengalami kecelakaan tunggal, (12/5/2018) sekira pukul 06.00 wib

Saat kejadian Rizal tidak mengenakan helm SNI. Ia melaju dari arah bundaran Kabil menuju arah simpang KDA.

Sesampai didekat Gardu Induk PLN KDA ia lepas kendali. Motor yang ia kendarai melaju ke bahu kiri jalan dan masuk kedalam parit yang berada di kiri bahu jalan. Rizal ikut terjatuh kedalam parit. Ia meninggal dunia di tempat kejadian.

Rizal mengalami benturan keras di kepala.

Unit I Laka Lantas Polresta Barelang segera melakukan penyelidikan kecelakaan lalulintas tersebut. (ali)

Ketika Lansia Ikuti Lomba Fashion Show

0
foto: yulita / batampos

batampos.co.id – Sebanyak 250 orang lanjut usia (lansia) mengikuti peringatan hari lansia nasional di Pantai Dangas, Tanjungpinggir, Sabtu (12/5/2018).

Kepala Puskesmas Sekupang, Desi Atry mengatakan kegiatan kali ini mengajak lansia untuk aktif dan ikut berbagai perlombaan hingga pengecekan kesehatan lansia.

“Lansia jangan hanya berdiam diri di rumah. Jadi kami mengajak mereka untuk memeriahka acara ini,” sebutnya.

Ia menyebutkan ada beberapa kegiatan yang digelar untuk lansia diantaranya senam sehat, fashion show, lansia got talent hingga permainan pesan berantai lainnya.

“Mereka sangat antusias dalam lomba, bahkan saat berlenggang lenggok di depan dewan juri,” terang Desi.

Wakil Ketua I PKK Batam, Erlita Sari mengatakan lansia merupakan salah satu yang menjadi perhatian pemerintah. Peringatan hari lansia ini semoga bisa menghibur lansia yang ada di Sekupang.

“Acara hari ini sangat menghibur, lansia terlihat sangat antusias mengikuti lomba dan kegiatan lainnya,” tutupnya. (yui)