batampos.co.id– Kerusakan pohon bakau di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong membuat pemuda sekitar geram dan hendak melaporkannya ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri.
“Kami tidak terima kampung kami diobrak abrik seperti ini,” kata pemuda Desa Berakit Wawan ketika ditemui, kemarin.
Kadis DLHK Pemprov Kepri, Yeri Suparna ketika dikonfirmasi berjanji akan turun ke lokasi kawasan bakau yang telah dirusak.
Nantinya pihak DLHK akan memastikan apakah lahan tersebut masuk kawasan hutan atau areal peruntukkan lain (APL).
Jika benar lahanya APL, maka kewenangan di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Apabila ada bakau di lahan APL, maka harus dibayar sesuai aturan yang berlaku,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Bintan Insan Amin mengatakan, pihaknya bersama anggota dewan sudah turun ke lokasi bakau yang dibabat. Bahkan pihaknya sudah menyetop aktivitas pembabatan bakau tersebut.
“Kalau ada perkembangan nanti saya infokan,” janjinya.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Bintan Hasfarizal Handra mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima informasi aktivitas usaha di kawasan bakau yang dibabat tersebut.
Dia mengaku pihaknya baru menerima informasi kegiatan penjarahan bakau. Hanya lokasi persisinya, belum tahu.
Sebelumnya Satpol PP Bintan bersama dewan menyetop kegiatan pembabatan bakau yang berada di pembangunan batu miring pemecah ombak. Pasalnya, bakau sepanjang lebih kurang 200 meter dibabat dengan dikuliti batangnya. Bakau yang mati ditimbun dengan pasir. (met)
batampos.co.id – Sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Batam kembali menemukan narkoba di dalam lingkungan penjara. Sama seperti temuan sebelumnya, petugas menemukan satu paket kecil serbuk putih yang belakangan diketahui narkoba jenis sabu.
Paket sabu tersebut diamankan dari lemari pakain blok B8 yang diketahui milik Vivekanamban Satbrumari, warga binaan asal Malaysia yang tersandung kasus narkoba. Selain narkoba, petugas juga menyita dua unit alat isap atau bong. Satu alat isap ditemukan di lemari yang sama, satu lagi di bawah tempat tidur milik Syamsuddin, terpidana yang menghuni kamar penjara di Blok B6 karena kasus kriminal umum (penganiayaan).
Kepala Keamanan Lapas Batam Ian Patmos mengatakan temuan barang terlarang itu merupakan hasil giat insidentil mereka yang digelar pada, Rabu (18/4) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. “Kami memang rutin geledah kamar mereka tiap pagi, tapi karena temuan alat isap pada operasi bersama pihak kepolisian sebelumnya, pagi tadi kami lakukan giat insidentil ini. Hasilnya, ditemukan sabu dan alat isap,” ujar Ian, kemarin.
Selain narkoba dan dua alat isap, dalam giat insidentil tersebut petugas juga mengamankan barang yang dilarang lainnya. Dari blok B8 petugas juga mengamankan satu unit modem andromax, kipas angin mini beserta baterei, empat kabel data atau USB, satu unit headseat, gunting kecil, dua botol parfum mewah, satu unit Play Station Portable (PSP) yang dilengkapi kamera yang bisa dipakai browsing.
Sementara dari Blok B6 petugas mengamankan dua unit ponsel terdiri dari Samsung S8 dan Samsung lipat, power bank, modem, baterei ponsel, carger ponsel, headset, kabel USB, dan alat musik portabel MP3.
Temuan ponsel dan PSP yang bisa browsing ini menguatkan dugaan pihak lapas bahwa peredaran narkoba dalam lapas masih marak dan sistematis. “Maka dari itu kami libatkan aparat penegak hukum terkait, polisi, BNN, dan lain sebagainya agar sama-sama menuntaskan persoalan ini. Peredaran narkoba harus dibasmi,” ujar Kalapas Batam Surianto.
Dua warga binaan yang diamankan itu langsung diserahkan ke Dires Narkoba Polda Kepri untuk ditindak lanjuti. Panit II Subdit II Diresnarkoba Polda Kepri AKP Hendrianto yang menerima serah terima BB narkoba dan dua tersangka tadi mengatakan secepatnya akan menindak lanjuti temuan tersebut.
“Sepertinya punya jaringan dan cukup sistematis mereka ini. Ini akan segara kami tindak lanjuti biar terungkap semua jaringan mereka ini,” ujar Hendrianto.
Vivekanamban Satbrumari kepada wartawan mengakui narkoba tersebut miliknya. Namun dia enggan membeberkan siapa yang memasukkan barang haram tersebut dalam lapas. “Saya jumpa di tangga. Saya tak tahu punya siapa,” ujar napi yang divonis tujuh tahun penjara dan sudah menjalani hukuman 3,5 tahun itu.
Sementara Syamsuddin mengelak jika dia sebagai pemilik alat isap dan pemakai narkoba. “Itu jumpa dekat kasut saya, cuman tak tahu siapa yang punya pak,” ujar pria yang divonis 13 tahun penjara itu.
batampos.co.id – Pembangunan Balai Latih Kerja Batam oleh Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) yang berada di Tanjung Gundap, Sagulung sepertinya belum akan terealisasi dalam waktu dekat ini.
“Semua sudah kami penuhi,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti, Selasa (17/4).
Ia menyebutkan sebelumnya, anggaran belum turun karena menunggu kelengkapan persyaratan pembangunan BLK belum terpenuhi.
Pihaknya sudah mengirimkan surat dari Badan Pertanahan Daerah, surat legalitas lahan dari BP Batam serta surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) yang menyatakan semua sudah siap.
“Itu yang mereka minta agar anggaran cair. Namun hingga kini kami belum dapat informasi lagi. Target mereka Juni mulai bangun,” sebutnya.
Rudi mengungkapkan tahap awal pihak Kemenaker akan mengucurkan dana Rp 15 miliar untuk memulai pembangunan BLK tersebut. Anggaran ini menyusut dari rencana awal yakni Rp 45 miliar.
Ia menambahkan saat ini BP Batam juga tengah dalam tahap penyelesaian ganti rugi lahan warga. Akibat pembangunan BLK ini ada beberapa lahan warga yang terdampak. “Jumlahnya saya tidak tahu. Mereka (BP Batam,red) lah yang tahu,” imbuh Rudi.
Sebelumnya, pihaknya sudah mengajukan pembangunan infrastruktur jalan, guna menunjang pembangunan BLK. “Kemarin sudah kami sampaikan ke Dinas Bina Marga untuk buka jalan untuk memudahkan pembangunan,” tutupnya.(yui)
batampos.co.id – Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam menjaring aspirasi masyarakat terkait keluhan belum adanya sarana masjid di jalur Lintas Barat.
“Perlu dibangun Masjid di Jalan Lintas Barat supaya masyarakat saat melintasi jalur tersebut bisa menunaikan salat,” ujar Dalmasri saat meninjau pembangunan di Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Selasa (17/4).
Diakuinya, banyak laporan masyarakat yang kesulitan menunaikan salat ketika melintas di jalur Lintas Barat.
“Tak ada masjid maupun surau di sepanjang jalur Lintas Barat,” bebernya.
Karenanya masyarakat yang melintasi jalur tersebut harus sampai ke Tanjungpinang baru bisa melaksanakan salat fardu.
Untuk itu kata Dalmasri, Pemkab Bintan akan membangun masjid beserta kelengkapan pendukung lainnya untuk memudahkan masyarakat melaksanakan salat fardu.
Terkait lahan untuk pembangunan masjid, Ia menjelaskan, Pemkab Bintan telah mendapatkan wakaf dari salah seorang warga.
“Jika nanti lahannya kurang, Pemkab akan membeli lahan masyarakat yang tanahnya berdekatan dengan lokasi pembangunan masjid,” pungkasnya. (met)
batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam tahun ini tetap membuka pendaftaran bagi sekolah yang belum memiliki gedung senndiri. Berdasarkan data Disdik Batam ada tiga sekolah yang masih belum memiliki gedung yakni SDN 008 Batuaji, SMPN 56 Batam dan SMPN 57 Batam.
“Yang numpang tetap terima murid,” kata Sekretaris Disdik Batam, Hendri Arulan, Selasa (17/4).
Hendri mengungkapkan meskipun mereka menumpang, sistem pendidikan tidak boleh terhenti. Karenanya saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Juni mendatang mereka tetap menerima siswa baru.
“Kalau mereka tak terima malah terjadi kekosongan,” sebutnya.
Ia menyebutkan dari tiga sekolah yang masih menumpang tersebut dua sekolah akan segera memiliki gedung sediri. Kedua sekolah tersebut yakni SMPN 56 dan SMPN 57 Batam yang berada di Tibanlama dan Patamlestari.
“Rencananya semua kami bangun tahun ini, namun yang SDN gagal karena masalah ketersediaan lahan. Jadi kami tunda pembangunannya,” jelas mantan Sekretaris BKD Batam ini.
Saat ini pihaknya masih berusaha mencarikan lahan untuk pembangunan SDN 008 Batuaji tersebut. Ia berharap tahun depan sekolah tersebut sudah memiliki gedung baru dan tidak menumpang lagi di sekolah yang lain.
“Inginnya tahun depan tak ada lagi sekolah yang menumpang,” tutupnya.(yui)
Bupati Bintan, Apri Sujadi menyerahkan alat bantu ke masyarakat disabilitas yang ada di Desa Toapaya, Selasa (17/4). | Kominfo Bintan untuk Batam Pos
batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi menyerahkan alat bantu 6 unit kursi roda, 4 unit alat bantu dengar, dan 17 unit tongkat lansia ke sejumlah warga disabilitas di kantor Desa Toapaya Utara, Kabupaten Bintan, Selasa (17/4).
Terlihat sejumlah warga disabilitas Desa Toapaya Utara tersenyum lebar menerima perlengkapan alat bantu disabilitas.
Apri Sujadi mengapresiasi upaya Pemerintah Desa Toapaya Utara dalam membantu warga penderita disabilitas.
Penyerahan alat bantu yang disejalankan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tersebut, Apri mengajak masyarakat untuk terus memelihara budaya kekeluargaan, gotong royong, dan rasa peduli antarsesama.
“Masyarakat kita adalah masyarakat yang berbudaya. Ini yang harus terus kita pertahankan sampai anak cucu kita,” katanya.
“Untuk memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, kita juga wajib menjaga kekompakan dan membangun tali silaturahmi antarsesama,” tambahnya.
Dikatakan Apri, Pemkab Bintan meminta aparatur desa supaya mampu menyusun anggaran yang dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat desa.
Beberapa pembangunan desa diharapkan selaras dengan prioritas pembangunan yang diinginkan pemerintah daerah.
Tujuannya, untuk terciptanya pembangunan yang diselaraskan dengan aspirasi dan keinginan masyarakat.(met)
batampos.co.id – Dharma wanita Kantor Pelabuhan Batam mengunjungi Redaksi Batam Pos di Gedung Graha Pena lantai 2, Batamcenter, Selasa ( 17/4). Selain untuk bersilaturahmi, rombongan ini juga ingin tahu seperti apa alur kerja redaksi Batampos hingga berita terbit.
Ketua Darma Wanita Kanpel Batam, Romauli Hutapea mengaku ingin tahu bagaimana proses edisi pemberitaan hingga dimuat di koran. Selain itu seperti apa kepengurusan redaksi Batampos, apakah sama dengan perusahaan lainnya.
“Namun tujuan utama kami untuk bersilturahmi. Agar tali kasih antara Batampos dan Darmawanita Kanpel Batam terus berkesinambungan,” terang Romauli kepada Umi Kalsum, Sekretaris Redaksi yang menyambut rombongan ini.
Menurutnya, selama ini ia hanya membaca Batampos tanpa tahu seperti apa proses yang pemberitaan yang terbit. “Sekarang kami jadi tahu seperti apa proses berita hingga terbit di koran,” imbuh Romauli.
Ditempat yang sama, Sekretris Darma Wanita Kanpel Batam, Jahyati djamah juga mempertanyakan ke akuratan berita yang terbit di Batampos. Sebab selama ini pihaknya hanya membac berita yang disajikan Batampos di koran.
“Berapa ke akuratan berita di Batampos,” tanya Jahyati.
Sekretaris Redaksi Umi Kalsum menjelaskan jika proses pemberitaan berawal dari perencanaan reporter dengan koordintor lapangan. Kemudian, reporter pun mencari kebenaran informsi di lapangan untuk kemudian di kroscek kebenarannya. Setelah memastikan kebenaran informsi, barulah berita di ketik untuk kemudian diedit oleh redaktur.
Proses pengeditan pun berlangsung beberapa tahap hingga akhirny dinyatakan layak cetak.
“Berita di Batampos dituntut 100 persen akurat. Jadi ke akuratan itu adalah wajib dan itu ditekankan ke semu wartawan,” pungkas Umi. (she)
Borodin, wartawan yang dikenal jujur dan militan (The Sun)
batampos.co.id – Maxim Borodin, seorang wartawan. Ia ditemukan jatuh dari lantai lima flatnya dan meninggal di rumah sakit. Sungguh menyedihkan.
Wartawan investigasi media Rusia ini sebelum kejadian menulis tentang kematian tentara bayaran di Syria tewas secara misterius.
Ia ditemukan dalam keadaan terluka parah oleh tetangganya di Yekaterinburg dan langsung dibawa ke rumah sakit. Nahasnya, setelah sampai di rumah sakit, ia meninggal.
Pejabat setempat mengatakan tidak ada catatan bunuh diri yang ditemukan tetapi insiden itu tidak mungkin bersifat kriminal.
Namun, seorang temannya, Vyacheslav Bashkov mengungkapkan, Borodin mengatakan flatnya telah dikepung oleh petugas keamanan sehari sebelumnya.
Bashkov menggambarkan Borodin adalah wartawan yang jujur.
“Borodin menghubungiku pada pukul 5 pagi pada tanggal 11 April dan mengatakan ada seseorang dengan senjata di balkonnya dan orang-orang yang menyamar dan menggunakan masker berada di tangga,” katanya dilansir BBC, Selasa, (17/4).
Setelah dia ditemukan terluka parah, pemerintah daerah mengatakan, pintu apartemennya telah dikunci dari dalam. Itu menunjukkan bahwa tidak ada orang lain yang masuk atau meninggalkan flat.
Dalam beberapa pekan terakhir, ia menulis tentang tentara bayaran Rusia yang dikenal sebagai Wagner Group yang dilaporkan tewas di Syria pada 7 Februari dalam konfrontasi dengan pasukan AS.
Pekan lalu, mantan kepala CIA Mike Pompeo mengatakan, beberapa ratus tentara bayaran Rusia tewas dalam bentrokan di Provinsi Deir Al Zour. Tentara bayaran itu tampaknya mengambil bagian dalam serangan oleh pejuang pro-Syria di markas sekutu AS, Pasukan Demokrat Syria.
Beberapa pekan kemudian, Rusia mengakui, belasan warga Rusia tewas dan terluka tetapi menekankan bahwa mereka bukan tentara reguler. Bulan lalu, Borodin menulis, tiga dari mereka yang tewas berasal dari wilayah Sverdlovsk di Ural. Dua dari mereka berasal dari Kota Asbest dan satu dari Kedrovoye.
Dia juga telah menyelidiki skandal politik, termasuk tuduhan yang dibuat oleh pengawalan Belarusia yang dikenal sebagai Nastya Rybka dalam sebuah video yang diposting oleh pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny.
batampos.co.id – Ketua PMR Aksa Halatu tak hanya ditetapkan sebagai tersangka dan di tahan polisi atas penyelenggaraan pesta rakyat yang menyajikan tarian erotis, tapi juga dipecat dari pengurus dan kader Partai Demokrat Kota Batam.
“Ya benar kami pecat. Saudara Aksa dengan nomor anggota 2171000170 dipecat karena melanggar Anggaran Dasar dan Rumat Tangga (AD/ART) Partai Demokrat, serta fakta integritas Partai Demokrat,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kota Batam, Hotman Hutapea di Sekretariat DPC Partai Demokrat di Ruko Taman Niaga Sukajadi, Selasa (17/4).
Koordinator BP OKK DPC Partai Demokrat Kota Batam, Rahmad Sukri membeberkan, Aksa diberhentikan karena melanggar pasal 17 ayat 1 (d) anggaran dasar Partai Demokrat yang berbunyi; “pemberhentian anggota karena melanggar kode etik, fakta integritas, dan peraturan partai”.
Aksa juga dinilai melanggar pasal 4 ayat 2 dan 3 anggaran rumah tangga Partai Demokrat yang berbunyi; (2) diberikan kepada anggota dan/atau pengurus partai apabila melakukan perbuatan melanggar hukum yang berlaku di Indonesia, dan atau (3) melakukan perbuatan yang merusak nama baik partai.
Sedangkan fakta integritas yang dilanggar Aksa, kata Rahmad, melanggar poin (8) yang berbunyi; “Dalam hal saya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi atau terdakwa dan terpidana dalam kejahatan berat yang lain, saya bersedia mengundurkan diri dari jabatan saya di jajaran Partai Demokrat, atau siap menerima sanksi pemberhentian dari jabatan kepartaian saya oleh Dewan Kehormatan Partai”.
“Jadi jelas ya, dengan melanggar poin (8) fakta integritas itu saja, saudara Aksa bukan lagi kader Partai Demokrat. Kemudian, kami tegaskan bahwa tidak ada kaitan antara Partai Demokrat dengan PMR. Adapun kasus yang menimpa Aksa, itu adalah urusan dia pribadi dengan PMR,” tambah Bendahara DPC Partai Demokrat Kota Batam, Sahat Parulian Tambunan.
Sahat mengingatkan, sejak Aksa dipecat agar tidak memakai embel-embel Partai Demokrat terhadap kasus yang menimpanya maupun dalam kehidupan keseharian. “Jika masih membawa-bawa embel-embel dan atribut Partai Demokrat, maka kami pengurus akan mengambil langkah hukum,” tegasnya.
Seperti dikabarkan Satuan Reskrim Polresta Barelang akhirnya menahan tiga penari seksi dan dua panitia acara pesta rakyat yang menyajikan tarian erotis di Engku Putri Sabtu (14/4) lalu, setelah melakukan pemeriksaan lanjutan, Selasa (17/4). Kelimanya dijerat pasal 34 dan 35 undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun.
Ketiga penari seksi itu adalah H, R, dan N. Sedangkan dua panitia acara Aksa Halatu dari ormas Penjaga Marwah Rudi (PMR) dan Hendra dari komunitas otomotif New Vixion Lighting Family (NVLF) Batam. PMR dan NVLF adalah dua organisasi yang bersepakat menggelar pesta rakyat di Engku Putri tersebut.
Pantauan Batam Pos di ruang tahanan Mapolres Barelang, kelima tersangka dikunjungi keluarga dan teman-teman mereka. Umumnya datang memberi dukungan moril.
“Kami tetap berikan semangat sama mereka. Siapapun yang masuk penjara pasti mengalami tekanan. Saya sampaikan sama dia untuk ikuti prosedur dan proses hukumnya sampai nanti pembuktian di persidangan,” ujar teman tiga penari erotis itu.
Bahkan salah satu teman pria penari seksi ini menyebutkan, ketiga penari yang sekarang jadi tersangka dan ditahan hanya korban.
”Mereka dipanggil untuk kerja cari makan, kenapa jadi tersangka?” tanyanya sambil berlalu.
Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan anggotanya masih mengusut kasus ini untuk mencari adanya kemungkinan keterlibatan tersangka lain.
“Kami sudah menetapkan tersangkanya dari hasil gelar perkara. Untuk penetapan tersangka lain, tergantung hasil pemeriksaan penyidik,” ujar Hengki, kemarin.
Hengki menjelaskan dari rekaman video memang menunjukkan adanya aksi yang kurang pantas.
“Pornografinya terlihat di video itu. Sekarang, kita tunggu hasil pemeriksaan dari penyidik yang menangani kasus ini,” tuturnya.
Hengki menambahkan, sejak kasus tarian erotis itu dilaporkan ke polisi, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan maraton penyelenggara acara pesta rakyat itu. Mulai dari pemeriksaan event organizer acara, penanggung jawab acara, hingga pemeriksaan ketiga penari tersebut.
“Pemeriksaan terhadap saksi itu kita lakukan sejak Minggu (15/4) sore setelah dilakukan pertemuan dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia) di Batamcenter,” ungkapnya.
Sementara itu, pantauan Batam Pos tadi malam, salah satu panitia diperiksa di unit enam tindak pindana tertentu. Namun status panitia berinisial A itu masih sebagai saksi. Namun hingga berita ini ditulis, penyidik masih memintai keterangan A selaku ketua panitia dari pihak komunitas NVLF. (ash/gie)
Sam Aliano di kediamannya saat memamerkan uang satu miliar rupaih sebagai hadiah pemenang sayambera yang ia gelar. (jpnn/jawapos.com)
batampos.co.id – selain nama Jokowi dan Prabowo ada nama capres alternatif, Sam Aliano.
Ia merupakan warga naturalisasi asal Turki. Namanya viral lantaran, Sam yang menyandang gelar dokter itu dikenal sebagi capres bule.
Ketika dikonfirmasi, Sam membenarkan dirinya akan maju sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2019. Sam yang sudah menaruh fotonya di sejumlah baliho itu, meminta restu dari seluruh rakyat Indonesia.
“Iya benar, saya mau menjadi Presiden. Mohon dua restu kepada semua pihak, agar pencalonan saya lancar dan berhasil,” tutur Sam sebagaimana dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Rabu (18/4).
Sebelumnya, baliho “Calon Presiden 2019” dengan wajah Sam Aliano terpampang di sejumlah titik Ibu Kota. Diantaranya, baliho Jalan Warung Jati Barat, Pancoran, Jakarta Selatan. Tepatnya, di sisi jalan dari arah Ragunan menuju Kuningan, tak jauh dari Kantor Polsek Pancoran.
Dalam misinya menggeser Joko Widodo dari Istana Merdeka, Sam Aliano menjanjikan akan menghapus utang Indonesia. Serta yang paling fantastis adalah akan menggratiskan umrah kepada seluruh masyarakat yang memilihnya sebagai Presiden RI.
“Itu janji saya! Menghapus utang Indonesia. Termasuk menggratiskan umrah untuk seluruh warga Indonesia yang memilih saya. Karena tujuan saya, Indonesia bebas utang, bebas korupsi, rakyat sejahtera, Indonesia jaya,” terangnya.
Hasil pantauan di lapangan, baliho serupa juga terdapat di persimpangan Patung Dirgantara alias Tugu Pancoran dan simpang tiga Taman Makam Pahlawan Kalibata.
Untuk diketahui, Sam Aliano merupakan politisi sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda kelahiran 19 Juli 1974. Di kancah politik Indonesia, Sam Aliano diberi kepercayaan menjadi Bendahara Umum Partai Idaman besutan Rhoma Irama.
Tak hanya itu, Sam juga menjabat Bendahara Umum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) yang merupakan ormas bentukan senator DKI Jakarta Fahira Idris. Selain itu, dia juga pengurus Pusat Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).