Rabu, 8 April 2026
Beranda blog Halaman 12197

Kebutuhan Listrik Sudah Mencapai 85,6 Persen

0

 

batampos.co.id – Sejak tahun 2017 lalu suplai listrik di Karimun sudah 85,6 persen yang terpenuhi dari kebutuhan masyarakat. Angka ini melebihi target yang telah ditetapkan 82 persen. Artinya, kebutuhan energi listrik masyarakat sudah terpenuhi melalui program listrik pedesaan (Lisdes).

”Jadi sesuai dengan Rasio Elektrifikasi (RE) atau perbandinan jumlah penduduk sudah terpenuhi. Walaupun kewenangannya sudah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Tapi, dari Pemkab Karimun tetap terus melakukan usulan wilayah mana saja yang belum mendapatkan aliran listrik,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, Kamis (12/4).

Untuk wilayah pulau Karimun besar saat ini sudah surplus kebutuhan daya listrik 16 Megawatt. Sedangkan, di wilayah pulau-pulau melalui program Lisdes sudah melakukan penambahan daya listrik sebesar 20,20 Megawatt, serta melakukan pembangunan jaring diiringi dengan penambahan daya listrik pada Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) dengan mendatangkan mesin pembangkit listrik sebanyak 28 unit untuk 7 pulau dari tahun 2017 hingga 2019.

”Kita sudah mengusulkan 19 pulau untuk dibangun PLTS pada tahun 2017 yang akan direalisasikan oleh PLN hingga tahun 2019 mendatang. Ini berarti, suplay kebutuhan listrik diseluruh pelosok desa sudah terpenuhi semuanya,” jelasnya.

Masih kata Yosli lagi, untuk kebutuhan daya listrik per tahunnya di kabupaten Karimun terjadi peningkatan rata-rata 1,5 Megawatt. Artinya, kebutuhan daya listrik tersebut untuk mengantisipasi defisit daya listrik dikarenakan adanya penambahan pelanggan baru dari rumah tangga, pariwisata dan industri. Selain itu dari Pemerintah Provinsi Kepri, juga telah membangun Jaringan Listrik Menengah (JTM) dan bantuan genset pada tahun 2017 lalu untuk dua kecamatan yaitu kecamatan Durai tepatnya bukit selembak dan kecamatan Moro bantuan genset satu unit di dusun Nyiur Permai.

”Pada tahun lalu juga pihak PLN sudah membangun jaringan listrik didaerah terpencil dengan panjang 30,26 Kilo Meter Sirkuit (KMs) yang tersebar di beberapa pulau. Dan tahun ini juga dibangun PLTS dengan kapasitas daya mencapai 470 KWp di tiga kecamatan,” ungkapnya. (tri)

1,3 Juta Warga Indonesia Berwisata ke Johor, Malaysia

0

batampos.co.id – Data pemerintahan Johor Bahru Malaysia 2017, mencatat 14,4 juta wisatawan yang ke Johor Bahru Malaysia. Dimana wisatawan dari Indonesia menjadi penyumbang kedua sebanyak 1,3 juta setelah Singapura yang mencapai 10,6 juta.

Namun di tahun 2018 ini, Pemerintahan Johor Bahru Malaysia kembali mentargetkan wisatawan dari Indonesia meningkat hingga 2 juta wisatawan.

“Kami targetkan tahun ini wisatawan dari Indonesia meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya saat ini kemudahan akses untuk ke sini (Johor) sudah lebih mudah,” ujar Director Tourism Johor, Tuan Abdul Malik Bin Haji Ismail, saat menggelar pertemuan dengan Asita Batam di Amari Johor, Malaysia, Senin (9/4) lalu.

Dikatakan Malik, tujuan kunjungan wisatawan Indonesia ke Johor Bahru Malaysia sangatlah beragam, mulai dari sekedar melancong, menempuh pendidikan, hingga untuk memeriksakan kesehatan (medical tourism). Johor memiliki teknologi kesehatan yang canggih dan modern, tercatat sekitar 5-10 persen wisatawan Indonesia ke Johor bertujuan untuk berobat. Melihat hal itu, di 2018 ini pihak Tourism Johor kembali menargetkan peningkatan kunjungan turis dalam hal pengobatan hingga 20 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

“Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, saat ini pihak Tourism Johor, telah menyiapkan anggaran hingga 6,5 juta Ringgit Malaysia untuk promosi di bidang pariwisata. Promosi ini akan kami lakukan ke Batam hingga Jakarta,” terang Tuan Malik.

Adapun upaya yang dilakukan untuk mewujudkan target tersebut, pihak pemerintah Malaysia, khususnya Johor terus meningkatkan infrastruktur yang ada.

Saat ini saja Johor memiliki banyak destinasi wisata yang baik untuk dikunjungi seperti wisata budaya, wisata kuliner, wisata alam, dan olah raga hingga destinasi wisata menarik Legoland dan Hello Kitty Town. Tak hanya itu masih banyak lagi produk pariwisata lain yang tengah dipersiapkan pemerintahan Johor, seperti Desaru Coast, Capital 21, Sea Life at Legoland Malaysia dan B5 Johor Street Market.

“Semua pariwisata itu akan selesai di 2018 ini. Apalagi saat ini akses menuju Johor juga telah dibuka lebar, mulai dari membuka jalur pelabuhan baru ditambah lagi dengan fasilitas Ferry Internasional yang sudah tersedia dari Batam ke Johor,” terangnya.

Meningkatkan hal tersebut, pemerintahan Johor melalui The Malaysian of Tours and Travel Agent (Matta) menjalin kerjasama dengan Association of Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Kota Batam, Kepulauan Riau, dalam kegiatan Famtrip Asita Batam 2018. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silahturrahmi dan meningkatan kunjungan wisatawan. Pertemuan ini digelar di Amari Johor Baru, Malaysia, Senin (9/4).

Salah satu sudut Johor Bahru, Malaysia | Leny / batampos

“Pertemuan ini bisa dijadikan sebagai penggerak industri kedua belah pihak, sehingga terjalin hubungan yang baik kedua negara Johor Bahru Malaysia dan Indonesia. Dimana situasi ini win win untuk kedua belah pihak yang terlibat. Saya juga harap dengan adanya pertemuan ini, Matta dan Asita bisa mengambil kesempatan agar pelancong bisa datang kedua negara ini,” harap Tuan Malik.

Sementara itu, wakil Ketua Bidang Organisasi Asita Kepri, Yuni sangat mengapresiasi dan mengucapan terima kasih kepada pihak tourism Johor dan Matta yang sudah mengundang Asita ke Johor. Ia berharap dengan kegiatan bisa meningkatkan kerjasama antara Asita dan Matta untuk mendatangkan wisatawan kedua negara tersebut.

“Dalam pertemuan bisnis seperti ini biasanya kita sebagai pihak yang diundang hanya berperan sebagai pembeli. Tetapi berbeda disini, sebab kita diberikan kesempatan untun berjualan juga. Tentunya ini sangat luar biasa,” tutup Yuni.

Kegiatan Famtrip Asita Batam 2018 berlangsung selama 3 hari dari 8 April-1- April. Diikuti oleh 51 para agen travel Asita dan awak media asal Batam dengan mengunjungi sejumlah tempat wisata seperti pusat pentadbiran kerajaan negeri Johor Kota Iskandar, Legoland Malaysia Resort, rumah sakit KPJ dan perkampungan sejarah Johor Bahru, Els Golf Club Desaru Coast dan perkampungan penghasil buah Desaru Fruit Farm, rumah limas Kampuang Tualang 3, Crocidile World dan lainnya. (ocu)

Bersihkan Hati, Fokus Membangun

0
Gubernur Kepri Kepri Nurdin Basirun berdiskusi dengan Sekdaprov TS Arif Fadillah usai safari subuh di Masjid Al Barokah 11 Tanjungpinang, Kamis (12/4). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak pegawai di lingkungan Pemprov Kepri membersihkan hati sehingga menjadi ikhlas mengabdi kepada masyarakat. Hati yang tulus akan membuat program pembangunan semakin mengena bagi kemaslahatan umat.

“Janganlah hati dengan menjauhi buruk sangka yang tidak menentu yang bisa merusak hati kita,” kata Nurdin saat safari subuh di Masjid Al Barokah Km 11 Tanjungpinang, Kamis (12/4).

Usai safari subuh, Nurdin tampak berdiskusi soal pembangunan dan antisipasi berbagai hal, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran. Tampak pada diskusi sambil berdiri itu Sekdaprov TS Arif Fadillah, Kepala Barenlitbang Naharuddin, Asisten Administrasi Umum Muhammad Hasbi, Kadisperindag Burhanuddin, dan Direktur Quran Center Mahadi Rahman.

Soal sembako, Nurdin kembali menegaskan agar OPD terkait untuk cepat melakukan antisipasi. Pemantauan dilakukan di seluruh Kepri. Gubernur juga minta komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait dan daerah tingkat dua semakin intens. “Kita tak ingin sembako susah didapat masyarakat,” kata Nurdin dalam perbincangan itu.

Pembahasan soal pengembangan kawasan Pulau Dompak juga dilakukan saat itu. Nurdin menyampaikan agar menjadikan Dompak sebagai kawasan wisata, termasuk wisata religi.
Masyarakat, kata Nurdin, bisa berpiknik dan ibadahnya tidak tertinggal. “Jadi agar itu terlaksanakan kita harus memperbaiki hati dulu. Ketika hati kita baik akan semakin bagus pelaksanaannya,” kata Nurdin.(bni)

Serapan APBD Kepri Lampaui Target

0
Arif Fadilla. F,Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS. Arif Fadillah mengatakan progres serapan APBD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2018 di triwulan I menjanjikan. Pasalnya capaian sudah melebihi dari target yang diinginkan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

“Target serapan anggaran kita adalah 10 persen di triwulan I ini. Hasil akhirnya adalah 11 persen,” ujar TS. Arif Fadillah, Kamis (12/4) di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.

Dijelaskannya, perhitungan tersebut berdasarkan angka APBD Kepri sebesar Rp 3,594 triliun. Mantan Sekda Karimun tersebut menegaskan, meskipun progres yang didapat sudah menjanjikan, tetapi evaluasi secara internal tetap dilakukan. Menurut Sekda Arif, tren positif tersebut harus tetap dipertahankan.

“Kita terus berusaha bekerja keras. Jangan sampai terjadi deviasi pada progres kerja,” tegas Arif.

Meskipun tidak menjelaskan secara detail tentang capaian tersebut, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri itu mengatakan untuk capaian fisik angka tetap di atas serapan anggaran yang sudah dikeluarkan. Atas dasar itu, ia mengharapkan kerjasama semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri untuk terus memperbaiki diri.

“Maka dari itu, kami melakukan rapat evaluasi setiap awal pekan bersama seluruh OPD,” papar Arif.

Kepala Badan Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov Kepri, Misbardi mengatakan sudah berjalannya sejumlah kegiatan TA 2018 menunjukan target kerja Gubernur tahap awal sudah tercapai. Bahkan sampai akhir pekan lalu, sudah 83 paket kegiatan dari sejumlah OPD Kepri yang sudah teken kontrak.

“Kami terus berupaya menggesa pekerjaan yang diberikan kepada kami,” ujar Misbardi.

Mantan Kepala Biro Umum Pemprov Kepri itu menjelaskan, dari 83 paket yang sudah diteken kontrak, besaran pagu anggarannya adalah Rp 223 miliar. Menurut Misbardi, semakin banyaknya kegiatan yang sudah berjalan, tentu akan mempengaruhi serapan anggaran.

“Kita mengharapkan kerjasama semua OPD. Karena paket yang sudah lelang, belum menyeluruh dari semua OPD Kepri,” papar Misbardi.(jpg)

Bea Cukai Batam Perketat Jalur Impor Barang

0
Petugas Bea Cukai. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Penyelundupan narkoba ke Batam dari luar negeri melalui jalur hijau, beberapa kali terjadi. Hal ini salah satu alasan Bea Cukai meningkatkan pengawasan impor barang.

“Kategori importir umum, hampir semuanya masuk jalur merah,” kata Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Batam (BC) Batam, Sulaiman, Rabu (11/4).

Sementara itu untuk importir produsen yang memasukan barang demi kepentingan industri, ada juga masuk jalur merah.

“Namun tak semuanya, sifatnya acak di komputer saja. Secara umum masuk jalur hijau semua,” tuturnya.

Pemberlakuan ini, kata Sulaiman sudah diterapkan sejak dua bulan lalu. Sulaiman menuturkan pengawasan ini diberlakukan tidak hanya barang dari Singapura atau Malaysia saja.

“Ini kami berlakukan untuk seluruh barang masuk ke Batam,” ucapnya.

Terkait jalur hijau dan merah ini, diterangkan oleh Sulaiman untuk membedakan bentuk pengawasan dilakukan Bea Cukai. Jalur merah adalah barang impor yang masuk kawasan pabean dilakukan terlebih dahulu pemeriksaan fisik dan penelitian dokumen. Sedangkan jalur hijau barang impor masuk ke Batam tanpa pemeriksaan fisik barang. Namun tetap dilakukan penelitian dokumen.

Terkait adanya pengawasan ketat Bea Cukai ini, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoieng menuturkan pihaknya sangat mendukung hal ini.

“Itu hal yang biasa,” ucapnya.

Barang industri yang dari luar negeri, kata pria disapa Ayung kebanyakan masuk melalui jalur hijau. Sehingga tak ada halangan dalam proses produksi di seluruh industri di Batam.

“Tapi bagi industri baru, biasanya memang harus masuk jalur merah dulu. Kalau tidak salah saya intervalnya itu selama 5 kali, setelah itu baru masuk jalur hijau. Bisa diajukan atau mengajukan sendiri,” tuturnya. (ska)

Pak Wali, Tolong Kami, sebab Harga Beras masih Tinggi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jelang bulan Ramadan harga beras jenis premium di Batam ternyata masih tinggi. Bahkan, harga eceran beras per kilonya bisa Rp 15 ribu, jauh diatas harga eceran tertinggi (HET) Batam Rp 13.300.

Salah satu jenis beras yang memiliki harga diatas HET Rp 15 ribu adalah ayam bola. Jenis beras premium ini banyak dikonsumsi karena dinilai memiliki rasa yang enak.

“Kualitas berasnya memang bagus, namun mahal. Perkilonya Rp 15 ribu, padahal dulunya masih Rp 14 ribu,” kata Wine ibu rumah tangga kawasan Bengkong.

Tingginya harga beras dibenarkan oleh Asmin pemilik toko kelontong daerah Seipanas. Menurutnya, harga beras sampai saat ini tak pernah turun sejak naik beberapa waktu lalu.

“Harga beras tetap tinggi, mana ada turun,” ujarnya.

Dikatakannya, harga beras di toko miliknya dijual dengan harga bervariatif, mulai Rp 12500 – Rp 14700, tergantung dari jenis beras. Semakin bagus beras, maka harga beras semakin mahal.

“Harga murah kalau beli perkarung. Kalau beli perkilo tarifnya sudah ada di masing-masing jenis beras,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi membantah beras diatas HET. Menurutnya, harga beras sudah kembali normal.

“Beberapa waktu lalu memang naik, namun sekarang harganya sudah kembali normal,” kata Zaref, kemarin.

Meski begitu, ia akan kembali mengecek kebenaran informasi harga beras diatas HET.

“Saya akan cek kembali, benar atau tidaknya informasi itu,” pungkas Zaref. (she)

Penyaluran Kuota dan Kebutuhan Premium Harus Transparan

0
Papan pengumuman premium dalam pengantaran terpasang | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) premium di sejumlah SPBU membuat pimpinan DPRD Batam angkat bicara. Ia menegaskan, Pertamina sebagai lembaga yang diberi kewenangan penyalurkan kuota premium harus segera mengklarifikasi berapa penyaluran kuota dan kebutuhan yang sebenarnya.

“Saya pikir ini harus disampaikan transparan. Kalau memang dikurangi, penyebabnya apa. Harus jelas,” tegas Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Rabu (11/4).

Diakui dia, apakah ini strategis Pertamina untuk secara tidak langsung memaksa masyarakat beralih ke Pertalite. Padahal, jika mengacu aturan yang berlaku, masyarakat harus diberi pilihan. Baik itu premium, pertalite atau pertamax wajib disediakan tanpa mengurangi kuota dan kebutuhan di daerah.

“Biarlah masyarakat memilih. Kalau dipaksa dengan cara dikurangi jelas tidak tepat,” sebut Nuryanto.

Selain itu, politisi PDI Perjuangan ini menyinggung harga pertalite di Batam yang jauh lebih mahal dibanding daerah lain di Indonesia.

“Ini perlu mereka berikan penjelasan kepada masyarakat. Jika memang ada perhitungan mengenai harga, sosialikasikan kepada masyarakat,” lanjut dia.

Terkait klarifikasi harga pertalite ini, Nuryanto mengaku sudah memerintahkan komisi I dan II guna memanggil Pertamina dan pihak terkait. “Memang ada hitungan di gubernur dan DPRD Provinsi. Karena ini menyangkut masyarakat Batam, kami juga berhak tau perhitungan seperti apa,” jelas Nuryanto.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging meminta Pertamina untuk tidak menahan penyaluran Premium. Lembaga legislatif Batam itu juga meminta Pertamina segera mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium.

“Saat ini beberapa SPBU mengalami kelangkaan premium. Sementara, BBM yang tersedia pertalite harganya terus naik menyesuaikan pergerakan harga minyak dunia. Saya melihatnya ini sudah mengarahkan masyarakat menggunakan pertalite,” kata Uba.

Kondisi ini, kata Uba, sangat merugikan masyarakat. Dari sisi pilihan, masyarakat tidak punya alternatif lain, sebab, premium sendiri sudah sangat sulit dicari. Sementara dari sisi ekonomi, tak semua mampu beli pertalite.

“Padahal prinsipnya masyarakat tetap harus diberi pilihan, dengan menyediakan premium di SPBU,” sesalnya. (rng)

Taman Rusa Akan Jadi Destinasi Wisata

0
foto: rifki / batampos

batampos.co.id – Taman Rusa di Sekupang akan menjadi target Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru. Taman ini terkenal karena merupakan tempat penangkaran Rusa Totol dan juga sebagai lokasi jogging track yang sering dikunjungi masyarakat Batam.

“Kami sudah membicarakannya dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mengembangkannya sebagai destinasi wisata. Taman Rusa memiliki keunikannya sendiri makanya punya potensi yang bagus,” kata Direktur Pengembangan Aset BP Batam Dendi Gustinandar, Rabu (11/4) di Gedung BP Batam.

Rusa Totol yang memiliki nama latin Axis Axis ini didatangkan dari Kebun Raya Bogor. Saat ini jumlahnya ada 25 ekor yang dijaga oleh sekitar lima petugas disana.

Rusa ini berasal dari India dan memiliki ciri khas memiliki bintik-bintik putih di tubuhnya. Perilakunya sangat jinak dan gampang mendekat saat diberi makan oleh manusia.

“Tahap pengembangannya itu yang kami fokuskan. Karena selain bisa menjadi lokasi jogging favorit, juga bisa menjadi Kebun Raya Mini seperti di Bogor,” ujarnya.

Tempat penangkaran rusa ini juga dilintasi oleh jogging track yang lumayan panjang dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk sekadar olahraga pagi. Disamping itu, ada pondok peristirahatan di tengah lokasi. Suasananya cukup nyaman dan tenang.

Untuk bisa mencapainya, pengunjung bisa memasukinya melalui jalan masuknya dari gudang logistik Otorita Batam yang berada di jalan Dr Cipto Mangunkusumo. Jalan ini merupakan jalan menuju rumah sakit Otorita Batam. Tak lama setelah memasuki jalan tersebut, maka plang nama bertuliskan Taman Rusa Sekupang akan terlihat.

Salah seorang pengunjung, Desi Ariyanti mengatakan tiap sore usai kerja ia selalu memanfaatkan waktu luang untuk mengunjungi Taman Rusa. Tujuannya hanya untuk menenangkan diri sekaligus melihat rusa-rusa.

“Saya rutin mengunjunginya karena waktu melihat rusa-rusa disini bisa memperbaiki mood lagi. Lagipula suasananya tenang disini,” katanya.(leo)

Evans Ditemukan Tewas di Jalan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Warga Jalan Wiratno Kampung Baru, Tanjungpinang, Evans Machsel Supit, 31, ditemukan tewas di Jalan Raya Galang Batang, Desa Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Rabu (11/4) sekitar pukul 23.00 WIB.

Sekitar 5 meter dari lokasi penemuan mayat, ditemukan motor milik korban, Suzuki Shogun BP 47XX TM di semak-semak.

Dugaan sementara korban adalah korban kecelakaan (laka) tunggal.

Korban pertama kali ditemukan oleh Satpam PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) Johan yang kebetulan melakukan patroli. Lalu kejadian itu dilaporkan ke sekuriti lainnya, Edi.

“Pak Edi melaporkan ke petugas Bhabinkamtibmas, bahwa ada pengendara yang tidur di jalan,” ujar Kapolsek Gunung Kijang, AKP Dunot P Gurning di Mapolsek Gunung Kijang, Kamis (12/4).

Anggota Polsek Gunung Kijang kata Dunot, melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan korban sudah tidak bernyawa. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepri Raja Ahmad Thabib di Batu 8 Tanjungpinang.

“Sudah dilakukan visum. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Dunot.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan petugas rumah sakit, ditemukan luka lecet sebelah kiri dan luka lebam di paha dan membentuk garis melengkung di bagian dada.

“Kemungkinan saat jatuh, korban menghantam stang motor. Sedangkan luka di paha karena gesekan,” ungkapnya.

Dunot menuturkan, awalnya korban sempat dikira korban begal.

Namun setelah divisum ternyata tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Kalau korban begal pasti barang-barangnya hilang. Tapi tas, hape dan dompet korban masih di TKP,” kata Dunot.

Saat ditemukan korban tidak mengenakan baju dan bercelana jeans. Korban diduga baru pulang dari tempat kerjanya dan berenana pulang ke rumahnya di Galang Batang.

Sementara pihak kepolisian telah menyimpulkan tewasnya korban karena kecelakaan (laka) tunggal. Diduga korban mengantuk dan menabrak gundukan batu lalu terjungkal.

“Korban tidak mabuk. Menurut keterangan pamannya, korban tidak pernah mengeluhkan sakit. Jadi sementara kami menyimpulkan korban tewas karena laka tunggal,” katanya.

Meski demikian pihaknya tetap akan memanggil sejumlah saksi. Terutama dari pihak keluarga dan teman-teman kerja korban.

Jasad korban sudah dikembalikan ke keluarganya di Jalan Wiratno, Kampung Baru, Tanjungpinang.

“Tadi pagi sudah kami serahkan ke rumahnya di Tanjungpinang,” pungkasnya.(met)

Pemprov Riau Percayakan Transaksi Non Tunai ke Bank Riau Kepri

0
Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi (dua dari kiri), Kepala BKAD Syahrial Abdi, Kepala BAPENDA Indra Putrayana, dan Dirut BRK Irvandi Gustari menandatangani MoU tentang integrasi data setoran pendapatan daerah Provinsi Riau di Gedung Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Rabu (11/4). f Bank Riau Kepri untuk Batam Pos

batampos.co.id – Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi dan Dirut Bank Riau Kepri (BRK), Irvandi Gustari menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang integrasi data setoran pendapatan daerah Provinsi Riau.

Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi berkeyakinan bahwa pengelolaan transaksi non tunai di Pemprov Riau khususnya Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA), dapat terlaksana dengan baik mengingat perkembangan teknologi yang dimiliki BRK selalu sejalan dengan perkembangan zaman saat ini.

Diakui Ahmad, Bank Riau Kepri sebagai BUMD tidak hanya melayani Pemprv Riau saja, namun juga melayani program transakasi non tunai untuk 20 Pemprov dan Pemkab Kota lainnya. “Ini tentu dibutuhkan langkah-langkah konkrit dan strategis, sehingga seluruhnya dapat terlaksana,” ungkapnya.

Sekda juga mengapresiasi BRK yang telah menginisiasi kerja sama program Pemerintah Pusat. Kerjasama transaksi non tunai ini sambungnya, merupakan tindak lanjut dari peraturan Presiden.

“Pemprov Riau dan Bank Riau Kepri siap mewujudkan good governance dan good corporate governance melalui pelaksanaan transaksi non tunai,” ungkapnya.

Dikatakan Ahmad, integrasi data setoran pendapatan daerah dapat memudahkan pengelolaan penerimaan Provinsi Riau yang dikelola BPKAD dan BAPENDA. Selain itu dapat mengontrol penerimaan daerah tunai dan non tunai yang masuk ke Kas Daerah. “Non tunai juga memudahkan dalam melakukan verifikasi, validasi, rekonsiliasi data, dan setoran penerimaan daerah,” jelasnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau, Yusri menyampaikan bahwa perkembangan bisnis Bank Riau Kepri sehat dan memiliki kinerja yang baik.

“Transaksi non tunai ini dapat menciptakan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah,” ungkapnya.

Turut hadir Asisten II Pemprov Riau Masperi, Asisten III Indrawati Nasution, Kepala BKAD Syahrial Abdi, Kepala BAPENDA Indra Putrayana, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko BRK Eka Afriadi di Gedung Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Rabu (11/4).

Di tempat terpisah, Bank Riau Kepri meraih penghargaan sebagai wajib pajak Pembayar Pajak Terbesar oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Penghargaan diserahkan Kepala Kanwil DJP Riau dan Kepri, Jatnika kepada Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Eka Afriadi di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (9/4).

Kepala Kanwil DJP Riau dan Kepri, Jatnika mengatakan saat ini kantor pajak terus melakukan pembenahan demi peningkatan pelayanan kepada wajib pajak.

Menurut Jatnika, diperlukan sinergitas positif antara jajaran Kementerian Keuangan dalam hal ini Dirjen Pajak untuk peningkatan penerimaan negara.

“Membayar pajak adalah suatu keharusan. Sehingga tidak mesti diimbau, sudah melaksanakan kewajibannya,” ujarnya.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko BRK, Eka Afriadi mengapresiasi atas penghargan yang diberikan DJP Kanwil Riau dan Kepri.

“Sebagai bank yang memiliki komitmen, Bank Riau Kepri selalu mentaati kewajibannya dalam membayar pajak. Kami selalu berkomitmen membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak,” ungkapnya.(cca)