Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 12198

Peserta UNBK Pakai Laptop Pinjaman

0
Siswa menggunakan laptop pinjaman saat melaksanakan UNBK di MAN 1 Bunguran Timur, Natuna karena kekurangan komputer.

batampos.co.id – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Natuna tingkat SMA, baru dilaksanakan di SMAN 1 Bunguran Timur dan MAN 1 Bunguran Timur, Senin (9/4). Sementara sekolah lainnya, masih melakukan ujian menggunakan kertas.

Bahkan di SMAN 2 Bunguran Timur, meski sudah memiliki laboratorium komputer, namun masih melaksanakan ujian nasional (UN) menggunakan kertas jawaban. Ini disebabkan sekolah tersebut belum tersambung jaringan internet.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, pelaksanaan UN tingkat SMA di Kabupaten Natuna berjalan dengan baik dan lancar.

Menurutnya, MAN 1 Bunguran Timur baru pertama kali melaksanakan UNBK. Pelaksanaan ujian berjalan lancar, karena terbantu jaringan internet Palapa Ring Barat (PRB) dan kerja sama dengan Telkomsel.

Namun, karena keterbatasan fasilitas, sekolah harus melakukan UNBK dua sesi dalam sehari. “Karena kekurangan komputer,” kata Ngesti saat meninjau UNBK di SMAN 1 dan MAN 1 Bunguran Timur didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Suherman dan Kadiskominfo Raja Darmika.

Kadisdikpora Pemkab Natuna Suherman mengatakan, UN dan UNBK dilaksanakan oleh Provinsi Kepri dan daerah sebagai pendukung. Kabupaten tidak mengetahui detail peserta ujian tersebut karena urusan kebijakan dan teknisnya sepenuhnya menjadi kewenangan provinsi.

Menurutnya, sekolah yang mengikuti UNBK di Natuna hanya lima, yakni SMAN 1 Ranai, MAN 1 Bunguran Timur, SMK Bunguran Timur, SMK Subi dan SMK Bunguran Barat. “Kami hanya memantau saja pada pelaksanaannya, semoga saja semuanya lancar dan output-nya baik,” ujarnya.

Kepala MAN 1 Ranai Rinaldi mengakui adanya keterbatasan komputer. Mengatasi hal ini, ujian kebanyakan menggunakan laptop yang merupakan pinjaman dari orangtua maupun guru.

“Kalau kondisi internet, Alhamdulillah kami dibantu Diskominfo difasilitasi menggunakan jaringan PRB dan dibantu Telkomsel,” ujar Rinaldi. (arn)

UNBK SMAN 3 Diikuti 361 Siswa

0
Siswa siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Batam saat akan mengerjakan mata pelajaran Nahasa Indonesia pada Ujian Nasional Berbasis Komputer, Senin (9/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 3 Batam berlangsung lancar dan tertib. Sebanyak 361 siswa mengikuti ujian yang dibagi dalam lima lokal dan dua sesi.

“361 siswa rinciannya 231 dari kelas IPA, 112 dari IPS dan 18 dari kelas Bahasa,” kata Kepala SMAN 3 Batam, Vivi Effendi, Senin (9/4).

Hari pertama UNBK mengujikan pelajaran Bahasa Indonesia. UNBK ini akan berlangsung selama empat hari. Hari kedua (hari ini-red) mengujikan pelajaran Bahasa Inggris. Vivi mengatakan SMAN 3 tak asing lagi mengikuti UNBK. Sebab di sekolah tersebut UNBK kali ini merupakan tahun ketiga diadakan. Para siswa pun juga sudah tak canggung mengikuti UNBK.

“Di sini ulangan harian juga pakai komputer. USBN juga pakai,” ujar Vivi.

Selain itu persiapan dalam hal materi juga telah dilakukan. Sebelum UNBK, SMAN 3 telah melakukan try out sebanyak empat kali. Hal itu demi UNBK kali ini bisa dilalui siswa SMA 3 dengan mudah.

“Kendala tak ada, semua lancar. Listrik dan jaringan internet juga aman. Pihak terkait seperti PLN dan Telkom sangat mendukung,” katanya.

Salah seorang siswa SMA 3, Putra mengatakan dirinya bisa mengerjakan soal-soal di UNBK dengan baik. Ia mengatakan semua soal yang diujikan itu sebagian besar yang dipelajarinya di kelas. “Jadi gak terlalu susah-susah lagi,” tuturnya..(ska)

Terkendala Komputer, UNBK Dibagi Tiga Sesi

0
Dua siswa SMA 2 Dabo Singkep belajar sebelum mengikuti UNBK, Senin (9/4). F Wijaya Satria/batampos.

batampos.co.id – Sebanyak 107 siswa ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMAN 2 terpaksa dibagi menjadi tiga sesi. Hal itu lantaran sekolah tersebut hanya memiliki 40 komputer yang dibagi dua ruang ujian.

Meski demikian, UNBK di SMAN 2 Dabo Singkep berjalan lancar, seluruh siswa mengikuti ujian dengan tertib. ”Alhamdulillah, pada hari pertama ini ujian berjalan lancar, seluruh anak mengikuti ujian dengan baik,” kata Kepala Sekolah SMAN 2 Hendy Wijaya di ruang kerjanya, Senin (9/4).

Hendy menyampaikan bahwa setiap hari siswa akan mengikuti ujian dalam waktu yang berbeda. Meskipun demikian, Hendy menjamin semua siswa akan mendapatkan tempat untuk mengerjakan soal mereka dengan nyaman. Setiap siswa yang mengikuti UNBK akan mendapat soal serta menjawabnya melalui komputer. Sehingga seluruh berkas hasil ujian akan tersimpan rapi.

Di lokasi yang sama, ketua pelaksana UN di SMAN 2 Sri Mulyaningsih mengatakan, di hari pertama hanya satu siswa yang tak mengikuti ujian karena sakit.

“Tadi pagi salah satu wali murid menyampaikan kalau anaknya sakit, tapi mudah-mudahan saja siswa tersebut dapat ikut ujian karena dia masuk sesi kedua yang dilaksanakan 10.30 WIB,” ujar Sri.

Sri menjelaskan, bagi siswa yang tidak dapat hadir mengikuti ujian karena alasan yang kuat, seperti sakit dan halangan lainnya dapat mengikuti ujian susulan yang akan digelar pada Senin mendatang. Sehingga setiap siswa dapat menyelesaikan UN dengan maksimal. (wsa)

Polda Pisahkan Barang Ilegal

0
Barang yang diamankan dari 8 kontainer dipindah ke lori. F. Slamet/batampos.co.id

batampos.co.id – Polda Kepri merampungkan pembongkaran delapan unit kontainer berisikan telepon seluler, kosmetik, dan kasur bekas yang diamankan di Pelabuhan Sei Kolak, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (6/4).

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Aris Rusdianto saat dihubungi, Senin (9/4), membenarkan hal itu. “Iya, sudah selesai,” ujarnya.

Aris menjelaskan, barang-barang yang sesuai dokumen sudah dipisahkan di dalam lori dan pikap. Jumlahnya mencapai tujuh lori dan satu pikap. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pencacahan.

Meskipun demikian, petugas enggan berbicara banyak terkait persoalan tersebut. “Nantilah, biarkan anggota saya bekerja dulu. Kalau selesai, kemungkinan nanti Pak Kapolda yang ekspos,” ucapnya singkat.

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Kepri membongkar 21 kontainer pada Rabu (4/4) dan Kamis (5/4). Dari 21 kontainer yang dibongkar, 8 kontainer diamankan dan dipindahkan ke Mapolres Bintan, Jumat (6/4). Lalu pada Sabtu (7/3) dan Minggu (8/4) pihak kepolisian membongkar isi kontainer.(met)

SMAN 19 Batam masih UNKP

0

batampos.co.id – Sebanyak 102 siswa SMAN 19 Batam menggelar Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP), Senin (9/4). Pelaksanaan UNKP berlangsung digedung baru mereka. Ujian yang berlangsung pada pukul 10.30 WIB itu menggunakan enam ruangan. Masing-masing ruangan diisi oleh 20 orang siswa.

“Ujian hari pertama bahasa indonesia, ujiannya sampai empat hari,” ujar Kepala Sekolah SMAN 19 Nelly Chandrawati kepada Batam Pos.

Nelly mengatakan pelaksanaan ujian nasional di sekolahnya masih berbasis kertas dan pensil. Sebab, sarana untuk pelaksanaan UNBK belum ada.

“Kami masih UNKP, soalnya belum ada laboraturioum dan perangkat komputer,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku bersyukur, sebab ia tak lagi menumpang di sekolah lain untuk pelaksanaan ujian.

“Alhamdulillah tahun pertama kami ujian di sekolah sendiri. Tahun-tahun sebelumnya kami harus numpang di SMAN 5 Batam,” ucapnya.

Perempuan berjilbab ini berharap tahun depan sekolahnya bisa melaksanakan UNBK seperti sekolah lainnya.

“Insyaallah. Kami sudah usulkan ke Pemrov untuk pengadaan laboraturium dan komputer,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Muhammad Dali mengaku masih banyak sekolah yang pelaksanaan ujian menggunakan kertas dan pensil. Kendati demikian, pelaksanaan UNBK mengalami peningkatan dari 36 persen naik 41 persen.

“Belum bisa semua karena terkendala jaringan dengan keterbatasan sarana dan prasarana,” ujar pria berkacamata ini.

Untuk itu, tahun ini pihaknya telah menganggarkan sedikitnya seribu unit komputer baru untuk sekolah. Nantinya komputer ini akan diberikan kepada sekolah yang siap UNBK tapi belum memiliki peralatan.

“Kami adakan tahun ini untuk digunakan tahun depan, sehingga capaian UNBK meningkat di Kepri,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Arifin Nasir juga mengaku demikian. Di seluruh Kepri terdapt 248 SMA sederajat, 130 sekolah sudah UNBK sementara 118 sekolah masih menjalankan ujian nasional pensil dan kertas. (une)

Pemko Minta Penderita HIV Melapor

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Tanjungpinang Rustam mengimbau warga yang sudah dinyatakan positif mengidap HIV segera melapor.

Hal ini dimaksudkan agar segera bisa diberikan layanan pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut untuk terapi dan upaya pengobatan. “Layanan kami untuk terapi HIV dan infeksi oportunistiknya sudah cukup memadai. Demikian juga dukungan ketersediaan obat sangat mencukupi,” beber Rustam, kemarin.

Pelayanan semacam ini, sambung Rustam, sudah lama menjadi prioritas pihaknya. Sebab itu, sudah menjadi komitmennya kepada orang yang positif HIV diberikan fasilitas pelayanan yang sebaik-baiknya sesuai kebutuhan pasien.

“Itu yang bisa kami lakukan selain dengan terus sosialisasi pencegahan dari waktu ke waktu kepada masyarakat,” ujar Rustam.

Di antara upaya pencegahan yang dilakukan saat ini berupa sosialisasi dan edukasi kepada komunitas risiko tinggi dan risiko rendah untuk berperilaku seks aman. Kemudian, diimbau Rustam agar tidak melakukan seks di luar nikah dan tetap setia kepada pasangan sah.

“Sementara bagi warga yang sadar pernah memiliki riwayat perilaku berisiko, juga kami imbau untuk mengakses layanan seawal mungkin agar diketahui statusnya positif atau negatif,” kata Rustam.

Tidak terkecuali bagi ibu hamil. Sebab, tes HIB bagi ibu hamil sangat penting untuk memulai terapi ARV bila positif, agar bayi yang dilahirkannya nanti terhindar dari penularan HIV.

Rustam menyebutkan, kini di Tanjungpinang ada satu anak berumur di bawah 4 tahun positif HIV, lalu ada 2 orang berusia 15-24 tahun, 21 orang berusia 25-49 tahun dan 1 orang berusia di atas 50 tahun.(aya)

Tiada Uang, 52 Karung Beras pun Digondol Maling

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tiada uang yang dicuri, maling mencuri beras.

Adalah toko milik Abneer Bistok, yang kecurian. Toko Ruko Central Raya, Kelurahan Tanjunguncang, disatroni pencuri, Minggu (8/4/2018).

Puluhan karung beras yang masing-masing 25 kilogram dan beberapa slop rokok raib dibawa kabur. Total kerugian mencapai Rp 70 juta.

Abneer Bistok mengatakan peristiwa nahas itu ia ketahui saat hendak pulang ke tokonya sekitar pukul 05.30 WIB. Pria 42 tahun itu sebelumnya mengunjungi sebuah kios bandrek yang tak jauh dari tokonya. “Saya pergi minun bandrek. Waktu saya balik toko sudah berantakan,” ujarya, Senin (9/4).

Saat pulang itulah, Abneer terkejut mendapati isi tokonya sudah berantakan. Saat dicek 52 karung beras slop rokok sudah digondol kawanan maling. Menurutnya, pelaku masuk dengan cara merusak pintu toko sebab saat dia datang ada bekas congkelan menganga di pintu toko dan lubang kunci sudah rusak.

“Mereka masuk melalui pintu depan karena selain pintu depan tidak ada akses masuk lagi,” katanya.

Ia juga menduga pencurian tersebut dilakukan lebih dari dua orang pelaku. Hal itu dilihat dari barang-barang yang di bawa oleh pencuri.

“Sepertinya mereka pakai mobil. Soalnya tak mungkin ngangkut beras pakai motor,” jelasnya.

Sementara aksi pembobolan tersebut sudah dilaporkan ke Mapolsek Batuaji. Sampai saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

“Laporanya sudah kami terima dan korban sudah kami periksa. Kami berusaha mencari siapa pelakunya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Yanto. (une)

Ketua DPRD Batam, Sedih dengan Adanya Limbah Laut

0

batampos.co.id – Ketua DPRD Batam Nuryanto menduga limbah yang mencemari laut Kepri, khususnya Batam dilakukan dengan sengaja. Jika dibiarakan terus menerus, hal ini dinilai dapat melemahkan sektor pariwisata yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah.

“Ini sering terjadi, jangan-jangan ini sengaja atau modus untuk menjatuhkan pariwisata kita,” kata Nuryanto, Senin (9/4) siang.

Ia menilai kejadian yang berulang-ulang setiap tahun ini berdampak buruk bagi Batam sekarang maupun nanti. Maka dari itu, ia berharap pemerintah daerah baik Pemko Batam maupun Pemerintah Provinsi juga Pemerintah Pusat dapat mengatasi hal ini.

“Koordinasi ini penting, minimal tahun depan tak ada lagilah pencemaran seperti ini,” ucap dia.

Harapan ini disampaikan, karena Maret ini wilayah pantai dua resort di Batam tercemar limbah minyak yakni Nongsa Village dan Turi Beach Resort. Ia mengatakan, jika pantai Batam tidak bersih, dan tercemar limbah minyak tentu akan berdampak pada kunjungan wisatawan.

“Pantai oli semua, apa yang mau dinikmati. Wisatawan lokal tak mahu, apalagi wisatawan asing,” imbuhnya.

Sementara itu, ia sepakat dengan rencana agar penganan limbah laut dapat dikoodinasaikan dengan negara-negara tetangga Indonesia yakni Singapura dan Malaysia. “Saya pikir perlu dan penting. Kesempatan dan pengaruh serta kekuatan kita harus manfaatkan,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berharap Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman Republik Indonesia membicarakan penanganan dan pencegahan kasus limbah laut melibatkan Singapura dan Malaysia. Bukan tanpa alasan, harapan ini disampaikan karena setiap tahun laut Kepri kerap dicemari limbah.

“Kami harap memang dibicarakan tingkat internasional, antar tiga negara (Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Mungkin nanti melalui Kementrian Luar Negeri,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie, Minggu (8/4).

Ia mengatakan, pembicaraan ini harus dilakukan oleh pemerintah pusat dalam hal ini diinisiasi oleh Kemenko Maritim. Lagipula, kementrian yang dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan tersebut merupakan koordinator tim investigasi pencemaran laut, terkhusus pencemaran laut di Kepri.

“Ini tak bisa oleh Pemerintah Daerah (Inisiasi pertemuan), harus dari Kementrian,” ucapnya. (adi)

Dari Udara Pangarmabar Amati Selat Malaka, Hasilnya …

0

batampos.co.id – Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono S.E, M.M,. memimpin langsung pelaksanaan patroli udara disekitar wilayah Selat Malaka, Minggu (8/4/2018).

Pangarmabar memimpin langsung patroli udara tersebut dengan menggunakan pesawat patroli udara Maritim milik TNI AL jenis Cassa P-852. Pelaksanaan patroli udara dimulai dari perairan Aceh Utara, menyisir kearah timur Tanjung Jamboaye, kemudian menyisir tenggara Aceh disekitar Perairan Pereula-Langsa-Pangkalan Susu dan Ron di Kualanamu Medan.

“Patroli udara maritim ini kami laksanakan secara rutin. Dimana wilayah-wilayah perairan Indonesia bagian barat yang rawan menjadi fokus patroli,” ujar Pangarmabar.

“Pemantauan situasi keamanan perairan melalui patroli udara kita laksanakan dengan menggunakan Pesawat Patmar TNI AL jenis Cassa P-852, dimana fokus wilayah adalah Selat Malaka” imbuhnya.

“Saya ingin memastikan keadaan dan situasi Selat Malaka dipantau dari udara dalam keadaan aman, tidak ada pelanggaran maupun aktifitas ilegal. Hal ini penting kita lakukan, karena kehadiran unsur-unsur Koarmabar dalam melaksanakan patroli dilaut adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna laut” tegas Pangarmabar.

Selama pelaksanaan patroli udara situasi perairan Selat Malaka terpantau dalam keadaan kondusif. Pesawat Patmar MPA Monitoring situasi Selat Malaka hingga di perairan Asahan dan landing di Medan. Monitoring MPA dengan menggunakan Radar Deteksi tidak ditemukan aktifitas ilegal yang mencurigakan. Hanya aktifitas rutin pelayaran kapal-kapal besar dan kapal-kapal nelayan lokal.

Pesawat Udara Patroli Maritim Cassa NC-212 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dengan kode P-852 yang memiliki survaillance system Type Thomson yaitu Radar yang mampu deteksi obyek/kapal dari ketinggian maksimal 5000 feet dengan data-data berupa halu/arah, kecepatan dan posisi. Juga bisa berfungsi sebagai radar cuaca dan radar navigasi. Selain itu pesawat ini dilengkapi dengan Forward Looking Infra Red (FLIR) yang dapat mendeteksi obyek berupa gambar dari ketinggian maksimal 5000 feet. (*)

TNI AL Temukan Limbah Minyak di Sekitar Pulau Kubung, Kota Batam

0

batampos.co.id – Limbah minyak berwarna hitam berceceran di perairan/pantai dan sungai Pulau Kubung Kelurahan Ngenang Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Penemuan limbah minyak tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat.

Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Lanal Batam dengan Patkamla Silumba dan Posal Telaga Punggur Lanal Batam segera bergerak menuju titik laporan.

Hasilnya, wallah…..

Sepanjang pantai tak lagi nampak pasir berganti dengan minyak hitam entah dari mana.

Warga setempat sangat terganggu. .

TNI AL menyisir perairan Pulau Ngenang, Pulau Kasam, Pulau Todak dan Bagan. Di lokasi terlihat limbah tersebut tinggal sisa-sisanya saja, dan di bagian tempat lain bahkan terlihat sudah tidak ada lagi limbah minyak yang dikeluhkan warga tersebut.

Dugaan sementara berdasarkan pengecekan di lapangan dapat dimungkinkan minyak tersebut merupakan limbah minyak bekas atau lensen kapal yang melaksanakan kegiatan pembersihan tangki kotor pada saat malam hari yang berada di OPL, sehingga pada saat air pasang limbah minyak tersebut terbawa arus ke pantai.

Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan menyampaikan bahwa saat ini Tim WFQR telah mengambil sampel limbah minyak tersebut untuk dilaksanakan pengecekan untuk mengetahui jenis minyak serta guna penyelidikan lebih lanjut.

Disamping itu disampaikan pula bahwa Lanal Batam telah melaksanakan pemetaan terhadap lokasi/wilayah yang rawan terjadinya pencemaran limbah minyak yang diakibatkan oleh kapal-kapal yang membuang minyak bekas di wilayah kerja Lanal Batam.

Selanjutnya Lanal Batam akan melaksanakan koordinasi dengan pihak yang terkait dan bertanggungjawab mengenai permasalahan limbah minyak ini, demikinya pernyataan resmi Komandan Pangkalan TNI AL Batam, Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan, S.H.

Lanal Batam bersama dengan Lantamal IV juga akan mengintensifkan patroli dan memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal di OPL yang dicurigai dapat melakukan aktifitas pencemaran limbah minyak yang akan berdampak buruk bagi lingkungan perairan Kepri, termasuk menindak keras sesuai Undang-Undang apabila tertangkap tangan melakukan pelanggaran pencemaran lingkungan. (ali)