Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 12199

Motor Toko Boleh Jualan di Sekitar Kantor Wali Kota

0
Warga melihat dagangan berupa makanan yang disajikan di Tanjungpinang Night Market jalan Merdeka Tanjungpinang, Senin (15/1) malam. Kawasan Kota Lama tersebut dijadikan sebagai sentra ekonomi berbasis kepariwisataan. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Upaya menghidupkan kawasan Kota Lama Tanjungpinang melalui program Tandjongpinang Night Market (TNM) belum membuahkan hasil yang memusakan. Beberapa waktu belakangan ini, terlihat semakin sepi dan nyaris tidak ada lagi pedagang motor toko (moko) berjualan di sepanjang Jalan Merdeka sampai Jalan Pos.

Sekda Kota Tanjungpinang, Riono mengakui realita tersebut. Kini ia sedang mencari solusi atas permalasahan yang di depan mata itu. ”Sebab kalau dipaksakan mereka jualan di sana malah merugi,” ujar Riono, kemarin.

Karena itu, solusi mulai dibahas dan disepakati. Salah satu solusi yang diberikan Pemko Tanjungpinang adalah dengan memperbolehkan moko berjualan di area Kantor Wali Kota di Senggarang, setiap hari kerja. Lalu untuk akhir pekan, diperbolehkan berjualan di kawasan objek-objek wisata.

”Seperti di Tanjungsiambang, Vihara Patung Seribu, Vihara Senggarang, dan area Masjid Raya Dompak,” sebutnya.

Dalam waktu dekat ini, Pemko akan berkoordinasi dengan Pemprov Kepri dan pengelola objek wisata. Meskipun demikian, para pedagang tidak dibolehkan menjual barang dagangan yang sama dengan pedagang lain yang sudah berjualan terlebih dahulu di beberapa titik yang dijadikan alternatif tersebut. Tujuannya, agar pembeli juga dapat memilih beragam pilihan sesuai selera.

”Tapi kalau malam, saya harapkan bisa tetap berjualan di lokasi kota lama yang sudah ditetapkan sebagai TNM,” kata Riono.

Agar menarik minat masyarakat dan wisatawan, nantinya TNM akan dilengkapi lampu hias berbentuk bunga atau bentuk lainnya. Selain itu, pemko juga akan menggandeng masyarakat yang berada di pelantar untuk berjualan di sana. Pertunjukan seni maupun musik, kata Riono, dapat dilaksanakan agar TNM semakin semarak dan tidak monoton.

”Stakeholder terkait seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang saya harap dapat mengambil peran dalam mensinergikan wisata malam di Kota Lama Tanjungpinang,” pinta Riono. (aya)

Pemkab Gelar Seni Budaya

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan akan melaksanakan pagelaran seni dan budaya. Pagelaran tersebut dilaksanakan dua kali. Pertama di Tarempa pada 21 April mendatang.

”Pagelaran ini sekaligus memperingati hari Kartini yang jatuh pada 21 April nanti,” ujar Kepala Bidang Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas Yuliansyah, Minggu (8/4).

Pagelaran seni dan budaya berikutnya akan dilaksanakan di Desa Tebang, Kecamatan Palmatak pada 12 Mei mendatang. Menurutnya, pagelaran seni budaya ini bukan pertandingan, tapi sifatnya pertunjukan seni. “Jadi tidak ada juri,” ungkapnya lagi.

Ia menjelaskan pagelaran seni dan budaya ini bertujuan untuk mempertahankan kecintaan terhadap seni budaya yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Selain itu, masyarakat khususnya para pemuda generasi penerus bangsa, lebih memahami nilai-nilai kesenian dan kebudayaan yang ada di Anambas.

Seluruh Kepala Desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas menyetujui dan siap mendukung kegiatan tersebut. Seni budaya di Kabupaten Kepulauan Anambas, memang sering diadakan. Khususnya saat ada acara besar seperti ulang tahun Anambas dan ulang tahun kepala daerah. (sya)

Belasan Mahasiswa STIE Cakrawala KKN di Kampung Kandes

0
BELASAN Mahasiswa STIE Cakrawala Karimun foto bersama dengan masyarakat pelaku kelompok usaha bersama usai memberikan pelatihan pada program KKN di Kandes Pulau Buru, Minggu (8/4). F. Dokumentasi Mahasiswa STIE Cakrawala untuk Batam Pos

batampos.co.id – Mahasiswa angkatan VI Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cakrawala Karimun menggelar kuliah kerja nyata (KKN) di Kampung Kandes Kelurahan Buru selama tujuh hari.

Ketua KKN STIE Cakrawala Karimun, Adi Bastian mengatakan, ada 14 mahasiswa yang ikut KKN di Kandes. Selama KKN, berbagai kegiatan sosial ke masyarakat digelar mulai dari sosialisasi keberadaan STIE Cakrawala hingga gotong royong.

Selama KKN, belasan mahasiswa semester VIII ini tinggal di rumah warga. Mereka langsung berbaur dengan warga melihat langsung aktivitas kesehariannya.
”Kegiatan yang dilakukan mulai sosialisasi tentang kepemimpinan dan pelatihan kewirausahaan kepada para pelaku kelompok usaha bersama (KUBE) yang rata-rata kaum perempuan. Kemudian memberikan motivasi ke para pelajar agar terus menuntut ilmu setinggi-tingginya,” ujar Adi, Minggu (8/4).

Belasan mahasiswa ini juga memberikan masukan program pembangunan ke pihak kelurahan dan kecamatan di Pulau Buru. Intinya hasil dari KKN nanti sebisa mungkin dapat dirasakan oleh masyarakat setempat.

Belasan mahasiswa yang ikut KKN ini terdiri dari dua jurusan atau fakultas yakni manajemen dan akutansi. ”Di sinilah tantangan bagi mahasiswa bagaimana menerapkan disiplin ilmu yang sekaligus memberikan pencerahan ke masyarakat,” terangnya.

Salah satu tokoh masyarkaat Kandes, Ismail mengapresiasi kegiatan KKN mahasiswa STIE Cakrawala di kampungnya. ”Setelah ada KKN ini, masyarakat mendapatkan pengetahuan dan wawasan tambahan lagi dari mahasiswa. Terutama bagi para pelaku usaha rumahan yang memberikan informasi dan manajemen pengelolaan wirausaha,” terang Ismail.

Kegiatan KKN ini bertujuan untuk melatih kemandirian mahasiswa, kepekaan sosial mahasiswa terhadap kehidupan masyarakat bawah. (tri)

14 Pelajar Lolos Program Kelas Beasiswa PT Timah Tbk

0

batampos.co.id – Dari 40 pelajar perwakilan SMPN maupun swasta se-Karimun yang telah mendaftar dan lulus seleksi administrasi penerimaan peserta didik baru (PPDB), hanya 14 pelajar saja yang lolos ikut tes potensi akademik, psikotes, dan wawancara program kelas beasiswa yang digelar PT Timah Tbk.

“Dari 14 itu, masih akan menjalani tes lanjutan dan tahap akhir akan dipilih empat pelajar saja,” Subandi Yunus, salah satu panitia PPDB, Sabtu (7/4).

Empat pelajar SMP dari Karimun nantinya akan dibiayai sekolahnya oleh PT Timah Tbk ke jenjang SMA di SMA Negeri I Pemali Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Dalam seleksi tersebut, pihaknya juga menggelar survei langsung ke lapangan yakni mendatangi rumah 14 pelajar yang lolos seleksi. Tujuannya untuk memastikan apakah pelajar benar-benar keluarga kurang mampu atau tidak.

Agar program kelas beasiswa PT Timah Tbk di Karimun tepat sasaran dengan latar belakang dari keluarga kurang mampu bagi pelajar SMP yang akan melanjutkan studinya ke tingkat SMA.

”Nanti peserta yang lulus tes akan melanjtukan ke tahapan berikutnya yakni tes kesehatan untuk memastikan kondisi fisik pelajar,” ujar Subandi.

Tes kesehatan ini penting dilakukan supaya saat berangkat, kondisi fisik yang terpilih sehat dan langsung bisa beradaptasi di lingkungan SMAN I Pemali Kabupaten Bangka,, Bangka Belitung. Program ini sebagai salah satu wujud peran PT Timah tbk pada pendidikan. (tri)

Tempat Hiburan Tak Boleh Sembarangan Putar Lagu

0
Pembina Karya Cipta indonesia (KCI) Enteng tanamal didampingi Ketua Umum Karya Cipta Indonesia Dharma Oratmangun memberikan menyerahkan SK KCI Wilayah kepri berto Izzak Doko yang diwakili oleh Bedi Dwikawati di Hotel Vanesia Batamcenter, Jumat (6/4/2018).  |  Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pusat hiburan dan perbelanjaan di Batam tak bisa lagi memutar lagu sembarangan, pengusaha yang menggunakan lagu akan dikenakan royalti.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) Dharma Oratmangun serta pendiri Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (Pappri) pusat, Enteng Tanamal saat ditemui di Hotel Venesia, Jumat (6/4) lalu saat sosialisasi KCI di Batam.

“KCI hadir di Batam untuk membantu para pengguna karya cipta agar tidak melanggar undang-undang hak karya hak cipta No 28 tahun 2014,” ujar Ketua Umum Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) Dharma Oratmangun.

Dia mengatakan para pengguna karya cipta itu adalah pengusaha yang memutar lagu, baik di rumah makan, hotel, pusat perbelanjaan dan tempat hiburan lainnya untuk memajukan usahanya.

“Jadi tempat-tempat hiburan tidak bisa lagi memutar lagu sembarangan. Harus wajib mendapatkan izin dari pemilik lagu,” katanya.

Hal yang sama disampaikan pendiri KCI, Enteng Tanamal. Selama ini banyak pencipta yang terabaikan. Maka dari itu, dalam waktu dekat ini KCI segera mendata semua jenis usaha yang menyertakan lagu-lagu dalam usahanya.

Selanjutnya petugas KCI akan mengumpulkan royalti dari berbagai usaha tersebut.

Sementara sosialisasi tersebut dihadiri oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia dan perwakilan hotel di Batam. (une)

Berbuat Terbaik Sesuai Aturan Agama

0
Tausiah agama Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat safari subuh di Masjid Ar-Rahim, Teluk Keriting, Tanjungpinang, Minggu (8/4). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id 

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengimbau Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kepri untuk ikut mengurus masjid. Paling tidak masjid di dekat rumah. Karena memakmurkan masjid adalah tugas semua umat muslim.

“Karna apa yang sudah didapat sekarang, apa yang membuat kita bisa sampai saat ini merupakan tanggung jawab sekaligus tantangan bagi kita apa yang sudah kita berikan untuk agama Allah,” ujar Nurdin saat Safari Subuh di Masjid Ar-Rahim, Teluk Keriting, Tanjungpinang, Minggu (8/4).

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Pemprov Kepri TS Arif Fadillah, Kepala Dinas PU Abu Bakar, Kepala Dinas Kesehatan Tjetjep Yudiana dan Kepala Dinas Perdagangan Burhanuddin serta jamaah Masjid Ar-Rahim.

Gubernur mengatakan bah wa nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT merupakan hal yang sering diabaikan untuk terus bersyukur kepada-Nya. Padahal kesehatan itu sendiri merupakan salah satu rezeki yang harus disyukuri karena tidak semua orang bisa menikmatinya.

“Jika sehat jangan lupa Allah, perbanyaklah beribadah jangan tunggu sakit baru taubat,” ujar Nurdin.

Nurdin melanjutkan bahwa salat subuh bagi seorang mukmin merupakan tantangan terberat sekaligus nikmat terbesar. “Tidak mudah untuk konsisten beribadah waktu subuh, tapi kalau sudah terbiasa maka kenikmatan subuh itu dapat terus dirasakan,” lanjut Nurdin. (bni)

Mengintip Pelaksanaan UNBK di SMA 1 Batam

0
Sibuk mengerjakan soal ujian.
foto: yulianti / batampos

batampos.co.id – 461 siswa SMAN 1 Batam melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (9/4). Sama seperti sebelumnya pelaksanaan UNBK dibagi dalam tiga sesi karena terbatasnya sarana dan prasarana pendukung.

Kepala Sekolah SMAN 1 Batam, M. Chaidir mengatakan ujian dimulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB sore. Hari pertama siswa akan mengerjakan mata ujian Bahasa Indonesia dan keesokkan harinya disusul Matematika Bahasa Inggris dan sesuai jurusan yang dipilih.

“Alhamdulillah, semua berjalan dengan baik,” kata Chaidir.

Ia mengungkapkan dua hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan UNBK adalah jaringan dan arus listrik. Karena keduanya berperan dalam kelancaran ujian.

“Kami sudah surati untuk dua hal tersebut. Semoga saja jaringan aman dan siswa bisa menyelesaikan ujiang dengan baik,” tuturnya.

Chaidir menargetkan seluruh siswa bisa lulus dengan nilai yang baik. Serta bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.

“Tahun ini lebih dari 50 persen ikut SMPTN kami berharap mereka bisa diterima,” ujarnya.

Sementara itu, siswa terlihat sangat serius mengerjakan soal yang muncul di layar komputer mereka.(yui)

Imigrasi Belakangpadang Butuh Tambahan Armada

0

batampos.co.id – Kantor Imigrasi Kelas II Belakangpadang membutuhkan tambahan armada untuk mengawasi Perairan Kepri yang berbatasan langsung dengan Singapura. Meskipun hanya mengawasi Kecamatan Belakangpadang, tapi jumlah pulau yang diawasi mencapai 138 pulau yang tersebar di enam kelurahan.

“Wilayah tugas kami hanya 18 persen yang daratan dan cuma diawasi hanya dengan satu kapal yang menggunakan mesin tempel sejak 1996,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas II Belakangpadang Washono, Minggu (8/4).

Diantara 138 pulau yang diawasi tersebut, 70 diantaranya berpenghuni. Imigrasi Belakangpadang kerap berkeliling untuk melakukan pengawasan terhadap pulau-pulau tersebut.

Washono mengakui timnya sangat membutuhkan armada tambahan agar pengawasan bisa dilakukan secara optimal. Keberadaan satelit juga diperlukan untuk memantau pulau-pulau terjauh. Karena satelit merupakan alat pengawasan utama yang dapat mendukung patroli kelautan.

“Sangat perlu dilakukan pembaharuan. Karena tantangan kita tentu pengawasan daerah terluar dari Kepri yang membutuhkan kelengkapan,” paparnya.

Pihak Imigrasi Belakangpadang telah mengajukan upaya penambahan kapal untuk kebutuhan patroli. Namun demikian, hal tersebut tetap harus menyesuaikan dengan kebutuhan lainnya untuk menjaga kualitas pelayanan.

Untuk pengawasan sendiri, sampai April 2018 ini Imigrasi Belakangpadang telah melakukan lima kali patroli pengawasan di lingkungan tugasnya. Pengawasan yang dilakukan pun memakan waktu yang bervariasi, biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga sampai lima hari.

“Itu termasuk normal untuk pengawasan, biasanya kita sampai dua kali patroli dalam sebulan, bisa saja bertambah kalau ada laporan dari masyarakat. Kita pasti bergerak kalau ada informasi,” lanjutnya.

Dari sejumlah patroli yang dilakukan, memang belum ada pelanggaran yang ditemui pihaknya di lapangan. Termasuk di lokasi Pulau Manis dan Pulau Nirup yang di dalamnya terdapat perusahaan asing. Saat ini, pembangunan resort di kawasan Pulau Manis sendiri sedang mangkrak. Sehingga tidak ada pekerja asing di lokasi tersebut. Sementara pulau Nirup semuanya menggunakan tenaga kerja lokal. (leo)

Kerja Keras Menata Ibu Kota Menuju Tanjungpinang Hebat 2020

0
Maket penataan kawasan tepi laut Tanjungpinang. Pembangunan ini akan menjadikan Kota Tanjungpinang semakin cantik. F. Dinas PU Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertanahan, dan Tata Ruang, Pemprov Kepri, Abu Bakar mengatakan untuk merubah tampilan Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang memerlukan kerja keras bersama. Proyek tahun jamak adalah solusi untuk menjadikan Tanjungpinang hebat pada 2020 mendatang.

“Penataan kawasan Gurindam 12 bukan hanya sebatas akses lalu lalang orang. Tetapi menjadi sentuhan utama penampilan Ibu Kota,” ujar Abu Bakar, Minggu (8/4).

Dijelaskannya, dari maket yang sudah dibuat, dalam pembangunan staregis, penataan Kawasan Gurindam 12 dimulai tahun ini, sampai 2020 mendatang. Dikatakan Abu Bakar, khususnya sepanjang Kawasan Tepi Laut, ada beberapa sentuhan pembangunan yang diberikan. Seperti Tugu Tunjuk Langit, kawasan terbuka hijau.

“Pembangunan nanti, tentunya disinergikan dengan Laman Boenda yang sudah ada,” papar Abu Bakar.

Selain itu, ada juga delapan rest area yang akan menandakan tujuh kabupaten/kota dalam Provinsi Kepri. Masih kata Abu, masing-masing rest area itu nanti, konsepnya berbeda-beda. Selain itu, menjadikan beranda Tanjungpinang lebih elegan, juga diberi sentuhan dengan ikon Welcome to Kepri.

“Rencana strategis sudah kita matangkan. Tentu butuh dukungan semua pihak, sehingga bisa berjalan dengan baik,” paparnya.

Ditambahkannya, pembangunan yang dibuat nanti, tujuan utama untuk mendukung kebutuhan pariwisata Kepri, Tanjungpinang khususnya. Nantinya bisa membuat wisatawan yang datang ke Tanjungpinang berkunjung dalam durasi yang lama.
“Sekarang ini, kami menunggu izin lingkungan terbit. Jika sudah ada, proses lelang akan disegerakan,” tutup Abu Bakar.

Seperti diketahui, proyek multi years Pemprov Kepri senilai Rp 530 miliar menjadi pembangunan yang ditunggu-tunggu. Pasalnya, akan meng hubungkan Jembatan I Dompak sampai ke kawasan tepi laut. Rencana berkelanjutan sudah dibuat, target setelah itu adalah membuka akses dari Rimba Jaya ke Kampung Bugis melalui Jembatan.(jpg)

Potensi Kendala Teknis UNBK Meningkat

0
Siswa SMA | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Senin pekan lalu (2/4) siswa SMK mengawali ujian nasional (unas). Hari ini (9/4) giliran siswa di SMA/MA mulai mengerjakan evaluasi rutin tahunan itu. Seiring semakin banyaknya sekolah penyelenggara ujian nasional berbasis komputer (UNBK), beberapa kalangan memprediksi kendala teknisnya juga berpotensi naik.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) sudah membuka posko pemantauan unas 2018 sejak jenjang SMK lalu.

’’Diprediksi SMA akan berpotensi mengalami kendala teknis UNBK. Mengingat jumlah peserta dan sekolahnya lebih banyak dibandingkan SMK,’’ kata Sekjen FSGI Heru Purnomo di Jakarta kemarin (8/4).

Sebagaimana diketahui jumlah peserta UNBK jenjang SMK tahun ini sekitar 1,4 jutaa siswa di 12.498 unit sekolah. Sedangkan untuk jenjang SMA dan MA jumlah peserta UNBK-nya mencapai 1,7 juta siswa di 18.348 unit sekolah. Sementara nanti di jenjang SMP/MTs jumlah peserta UNBK ada 2,6 juta siswa di 28.622 unit sekolah.

Lebih lanjut Heru mengatakan jaringan FSGI memantau persiapan UNBK SMA di Jakarta, Jawa Tengah, NTB, dan Bengkulu. Secara umum dia mengatakan persiapan UNBK sudah berjalan baik. Namun dari sejumlah laporan, masih ada informasi kesulitan sinkronisasi. Gangguan ini muncul karena kesiapan teknisi yang kurang memadai.

’’Khususnya di madrasah aliyah (MA, red),’’ tuturnya.

Padahal proses sinkronisasi menjelang pelaksanaan UNBK cukup penting. Sebab para proses inilah masing-masing sekolah penyelenggara UNBK mengandung butir soal ujian dari server panitia pusat di Kemendikbud. Kemudian soal yang sudah terunduh masih tersimpan rapi dan tidak bisa dibuka. Butir soal sekaligus aplikasinya baru bisa dibuka saat ujian berlangsung. Sebab nantinya masing-masing siswa akan menerima token atau kode angka untuk masuk ke dalam aplikasi UNBK.

Selain hambatan sinkronisasi, Heru juga mengatakan di beberapa daerah terjadi kasus sekolah kekurangan jumlah komputer. Sehingga sekolah harus pinjam ke sejumlah pihak. Termasuk ke orangtua siswa.

Dia mencontohkan di SMAN 9 Kota Bengkulu, sekolah hanya menyediakan sepuluh unit komputer. Kemudian 40 unit komputer lainnya pinjam dari siswa. Sedangkan di SMAN 1 Monta, Bima, NTB, sekolah mampu menyiapkan 28 unit komputer. Lalu ada Sembilan unit komputer pinjaman guru, sepuluh unit pinjaman SMK terdekat, dan 19 unit pinjaman SMP terdekat.

Contoh lainnya di SMAN 1 Gunung Sari, Lombok Barat, sekolah mampu menyiapkan sebanyak 47 unit komputer. Kemudian sekolah meminjam 30 unit komputer dari SMK terdekat dan 20 unit komputer dari SMP terdekat. Sementara di SMAN 6 Mataram NTB hanya bisa menyiapkan 80 unit komputer untuk melayani 361 siswa peseta ujian. Jumlah komputer itu masih kurang, sehingga harus meminjam 40 unit komputer lebih ke sekolah sekitarnya.

Secara tidak langsung bertambahnya unit komputer di sekolah pelaksana UNBK, harus diimbangi dengan jumlah teknisi atau pengawas ujian. Sebab jika mengandalkan teknisi atau pengawas ujian komputer dari sekolah sendiri, umumnya masih kurang. Selain itu sekolah juga harus menyiapkan pengamanan ekstra, jangan sampai komputer yang bertambah banyak itu dicuri.

Menurut Heru untuk sekolah dengan jumlah siswa banyak, biaya penyelenggaraan UNBK tidak sedikit. Apalagi di sekolah yang sampai menyelenggarakan tiga sesi ujian.

’’Di Jakarta ada sekolah swasta yang hanya satu sesi UNBK-nya,’’ tuturnya.

FSGI juga mengingatkan soal kesiapan sarana infrastruktur penunjang UNBK. Seperti layanan listrik dan jaringan internet. Dia tidak ingin kendala teknis seperti kasus listrik padam ketika UNBK SMK beberapa hari lalu, tidak terulang di jenjang SMA/MA.

Menurutnya kendala pemadaman listrik sangat berpengaruh pada pelaksanaan UNBK. Sebab bisa memengaruhi jadwal sesi berikutnya. Bahkan jika pemadamannya lama, sesi ketiga atau yang paling akhir baru bisa melaksanakan ujian menjelang malam hari.

’’Jadwal ujian mundur bisa berakibat negatif. Sebab siswa sudah lelah fisik dan psikologisnya selama menunggu ujian dimulai lagi,’’ tuturnya.

Secara umum Heru mendukung pemberlakuan UNBK yang meningkat setiap tahunnya. Menurutnya kebijakan ini adalah cermin Kemendikbud menyediakan sarana pendidikan untuk menghadapi kemajuan teknologi. Dia mengatakan khusus untuk SMA, sudah ada sekitar 71 persen yang menyelenggarakan UNBK di sekolah sendiri. Kemudian sisanya sebanyak 29 persen sekolah ada yang menumpang UNBK di sekolah lain dan ada pula yang masih ujian berbasis kertas.

Terkait sejumlah temuan dalam pelaksanaan UNBK itu, FSGI menyampaikan sejumlah rekomendasi. Diantaranya adalah pemerintah pusat maupun daerah harus semakin serius menyiapkan infrastruktur komputer di sekolah. Meskipun komputer tidak hanya untuk UNBK, jumlah juga harus mencukupi ketika UNBK berlangsung.

Kalaupun tidak ada alokasi anggaran dari APBN maupun APBD, Heru berharap Kemendikbud membuat kebijakan baru terkait penggunaan dana BOS. Misalnya sekian persen dana BOS boleh digunakan untuk membeli perangkat komputer.

’’Hasrat pemerintah menyiapkan generasi memasuki era revolusi industry 4.0 harus diikuti dengan ketersediaan sarana-prasarana berbasis TIK,’’ pungkasnya.

Terkait temuan FGSI mengenai beberapa sekolah yang masih harus meminjam komputer ke siswa atau sekolah lain, Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Mochammad Abduh mengatakan jika kesiapan UNBK tidak hanya diukur dari tersedianya komputer. Melihat kekurangan ini Kemendikbud sudah mempersiapkan skenario.

”Menggunakan mekanisme resource sharing. SMA yang memiliki kemampuan untuk menyediakan kebutuhan komputer sendiri maka mereka akan menggunakan mandiri,” tutunya. Sementara untuk yang belum terpenuhi, bisa menumpang ke SMP, SMA atau SMK di sekitarnya.

Hingga kemarin pagi, Abduh mendapatkan laporan jika sinkronisasi antar server pusat dengan loka hampir selesai. Targetnya kemarin sore sudah mencapai 100 persen.

”Sampai saat ini belum ada info dari help desk UNBK di daerah tentang permasalahan yang terjadi di lapangan. Baik di tingkat daerah hingga kelas,” ucapnya.

Dia pun optimis jika tidak ada hambatan. Pusat pun menurut Abduh akan meremote server di daerah.

”Server lokal yang sampai saat ini belum sinkron nanti akan dikontak dan dihubungi oleh teknisinya,” ungkap Abduh.

Daerah  terdepan, terluar, dan tertinggal (3T)  disebud Abduh sebagai daerah yang masih banyak pekerjaan rumah untuk UNBK. Menurutnya masih banyak sekolah yang belum memiliki sarana komputer yang dibutuhkan.

Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengakui jika masih diperlukan penambahan komputer.

”Setiap tahun terus ditambah,” katanya saat dihubungi Jawa Pos.

Bahkan Muhadjir menilai dengan berbagi komputer  merupakan wujud gotong rongyang.

Muhadjir juga mengomentari mengenai kapan Indonesia secara 100 persen bisa menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer. Menurutnya UNBK bukan hanya tugas Kemendikbud saja. Tahun ini sudah sekitar 40.000 unit komputer yang didistribusikan ke sekolah.

”Saya belum mendapat laporan berapa unit yang sudah didistribusikan,” katanya.

Dia melihat hal positif dari penyelenggaraan UNBK. Menurutnya pemda dan sekolah sudah malu kalau belum melaksanakan UNBK. Untuk itu  hal ini menurutnya baik lantaran pemda dan sekolah berusaha untuk memperbaiki sarana agar bisa UNBK.

Muhadjir menambahkan jika sebenarnya UNBK bukanlah Kemendikbud yang menentukan. Namun dibutuhkan instansi lain seperti PLN  dan penyedia jaringan internet untuk menyukseskan UNBK.

”Komitmen pemda dan orang tua yang diperlukan,” beber Muhadjir. (wan/lyn)