Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 12201

116 Paket Proyek Mulai Dilelang

0
Lokasi pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas persis berada di tepi laut. Pembangunan Masjid Agung salah satu proyek yang ikut dilelang. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas akan melaksanakan pelelangan 116 jumlah paket proyek pada 2018 ini. Baik itu paket proyek yang sifatnya pembangunan fisik, pengadaan maupun konsultasi atau perencanaan.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Teti Arnita menjelaskan, dari 116 paket proyek tersebut, 25 paket sudah ada pemenang tender sedangkan 52 paket masih dalam tahapan proses lelang. “Sisanya sekitar 39 belum melalui proses lelang,” ujarnya belum lama ini.

Dari total paket proyek tersebut, ada perubahan jumlah paket proyek yang membutuhkan pendampingan yang awalnya sekitar 27 paket. Sekarang menjadi 28 paket yang memerlukan pendampingan oleh tim Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Menurutnya, paket proyek yang menjadi pendampingan menyesuaikan usulan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Diketahui OPD yang mengusulkan paket yang menjadi pendampingan oleh TP4D adalah OPD Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan dan Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan (DP3).

Paket yang diusulkan menjadi pendampingan yakni Dinas PU 19 paket ditambah satu paket lanjutan tahun 2017 yakni pembangunan masjid Agung, jadi jumlahnya 20 paket, sedangkan sisanya di Dinkes dan DP3.

Bukan hanya itu, proyek pengadaan dan belanja barang, perencanaan seperti belanja obat dan sewa kantor OPD yang yang nilai sewanya mencapai Rp 200 juta harus dilakukan pendampingan oleh TP4D.

Contohnya sewa kantor Inspektorat, itu bagian dari pendampingan TP4D dan contoh lain Kantor Polres Anambas. Karena kantor tersebut masih menyewa milik pengusaha.
Ketika ditanya, apakah seluruh proyek yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas mesti harus dilakukan pendampingan TP4D, ia menjelaskan, hal itu tergantung dari masing-masing OPD yang bersangkutan.

“Jika mereka dari OPD mengajukan sejumlah proyek yang ditanganinya perlu pendampingan, Pemda akan mengajukan kepada tim TP4D,” ujarnya. (sya)

Bupati Bagikan Sertifikat Tanah dan SPPT PBB

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyerahkan SPPT PBB kepada salah seorang kepala desa di Pulau Kundur, Kamis (5/4). F. Humas Pemkab Karimun untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq menyempatkan diri bertemu dengan warga dan para kepala desa di Kecamatan Kundur, usai menghadiri pembukaan TMMD di Pulau Kundur. Dalam pertemuan tersebut, bupati menyerahkan sertifikat tanah gratis dan SPPT PBB Tahun 2018.

“Total sertifikat tanah yang diserahkan untuk Desa Lubuk itu ada 400. Namun pada pertemuan tersebut kita membagikan hanya 100 lembar sertifikat dulu. Sisanya, kita menunggu BPN,” kata Aunur, Kamis (5/4).

Kemudian, pada kesempatan tersebut bupati juga menyerahkan SPPT PBB kepada para kepala desa untuk disampaikan kepada masyarakat yang menjadi wajib pajak.
Dengan adanya sertifikat yang diterima masyarakat, akan menambah penerimaan asli daerah (PAD) untuk PBB. Karena sertifikat tersebut telah terdata.

Apalagi, salah satu syarat ketika itu adalah melakukan pengurusan. Dengan bertambahnya PAD dari sektor pendapatan PBB, maka sangat membantu pemerintah kabupaten untuk lebih meningkatkan program pembangunan.

Menyinggung tentang jumlah penerimaan sektor PBB di Pulau Kundur, Rafiq menyebutkan, pada tahun lalu SPPT PBB untuk Kecamatan Kundur Utara ada 6.224 lembar yang dicetak.

“Namun yang tersampaikan kepada WP hanya 2.368 lembar. Atau terealisasi sebesar 36 persen, Kecamatan Kundur 2017 dicetak 14.000 lembar yang tersampaikan 8.850 lembar dengan realisasi sebesar 50,12 persen,” paparnya.

Artinya, lanjutnya, penyampaian SPPT PBB sampai saat ini belum memenuhi target. Namun untuk target PBB dari dana yang diterima mengalami peningkatan tiap tahunnya. Dengan kata lain, PAD dari sektor PBB sejak diserahkan dari pusat ke pemerintah daerah terus mengalami peningkatan.

Untuk mengatasi peningkatan realiasi jumlah WP, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melaksanakan pemutakhiran data kembali dan kemudian disinergiskan.
Insya Allah, dengan pemutakhiran data yang dilakukan secara bertahap dan berterusan ini, maka penerimaan dari sektor PBB juga akan semakin meningkat,” katanya.

Dengan meningkatnya jumlah penerimaan, dampak positifnya akan lebih banyak pembangunan-pembangunan yang bersifat untuk meningkatkan sarana dan prasarana serta kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.(san)

Korupsi Dinsos, Mobil Ardiansyah Disita

0

batampos.co.id – Satu unit mobil dengan nomor polisi BP1738 YK milik Ardiansyah disita Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Karimun. Mobil tersebut ternyata salah satu barang bukti kasus dugaan korupsi di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karimun. Ardiansyah saat itu sebagai bendahara.

Penyitaan satu unit mobil ini berdasarkan hasil penyidikan bahwa salah satu penyelewengan anggaran administrasi umum (Adum) Dinsos ketika yang bersangkutan menjabat sebagai bendahara di organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.

“Penyitaan mobil ini dilakukan di Tanjungbatu. Karena sebelum kasus ini mencuat, tersangka sudah menjual mobilnya ke salah satu diler mobil di Karimun. Kemudian diler sudah menjual ke pihak lain,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara, Jumat (6/4).

Sebelum penyitaan, penyidik lebih dulu melakukan penelusuran. Setelah mengetahui mobil telah terjual ke Tanjungbatu, petugas langsung melakukan penjemputan ke sana. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam penyidikan korupsi, meski mobil telah terjual masih tetap bisa dilakukan penyitaan. Karena pembeliannya menggunakan uang dari hasil korupsi.

Lulik menyebutkan, mobil yang disita dan dijadikan barang bukti tersebut dibeli dengan harga Rp 100 juta. Pembelian mobil dilakukan pada 2013 ketika tersangka Ardiansyah masih bertugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Pembeliannya dengan cara kredit lima tahun. Dengan pembayaran per bulan sekitar Rp 3 juta. Namun, pada 2014 Ardiansyah pindah ke Dinsos menjadi bendahara dinas tersebut,” paparnya.

Pada saat di Dinsos ini, mobil tersebut dibayar lunas pada 2015. Tata cara pembayaran dilakukan langsung dua bulan atau tiga bulan. Sekali bayar dalam satu bulan untuk bulan berikutnya. Uang untuk membayar berasal dari anggaran yang ada di Dinsos yang bersumber dari APBD. ”Makanya dilakukan penyitaan,” bebernya.

Data yang dihimpun Batam Pos, penyitaan satu unit mobil sebagai barang bukti oleh penyidik Tipikor Satreskrim Polres Karimun, maka saat ini barang bukti untuk mobil bertambah menjadi dua.

Sejak kasus korupsi di Dinsos ditingkatkan ke penyidikan, polisi sudah menyita satu unit mobil milik tersangka lainnya, Indra Gunawan, atasan tersangka Ardiansyah atau kepala Dinsos 2014-2016. (san)

Natuna Dikenalkan Lewat Jelita Sejuba

0
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal memberikan sambutan saat tayang perdana film Jelita Sejuba. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Kabupaten Natuna akan semakin dikenal masyarakat Indonesia. Ini setelah dikemasnya dalam film Jelita Sejuba yang resmi tayang perdana dalam acara Gala Premiere Jelita Sejuba di Epicentrum Walk, Jakarta, Jumat (6/4). Pada penayangan perdana ini, Bupati Natuna Hamid Rizal diundang menyaksikan.

Bupati Natuna Hamid Rizal mengapresiasi suksesnya pembuatan film yang telah memilih latar lokasi di Kabupaten Natuna. Film ini mulai digarap 2017 lalu.

“Pertama sekali, terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang turut berperan menyukseskan terciptanya film ini. Kami senang sekali dengan kehadiran film ini di Tanah Air,” kata Hamid.

Menurutnya, film Jelita Sejuba ini diyakini dapat mendatangkan nilai tambah dalam promosi daerah, sehingga Natuna ke depan akan lebih dikenal di Indonesia sebagai wilayah perbatasan yang memiliki berbagai potensi sumber daya alam.

Apalagi Natuna memiliki sumber daya alam seperti migas, perikanan, dan pariwisata, serta tatanan sosial budaya Melayu yang identik dengan keramahan.

Produser film Jelita Sejuba, Kristinawati menyampaikan bahwa film pertama yang diprakarsainya merupakan salah satu bentuk persembahan bagi Indonesia, melalui kisah romansa seorang personel TNI yang menjalin cinta dengan gadis pribumi di wilayah perbatasan NKRI.

Pihaknya berharap film ini diminati oleh bangsa Indonesia karena di dalamnya terdapat banyak nilai yang bisa diambil sebagai pelajaran. “Dan semoga film ini bisa menjadi nilai tambah bagi wisata Natuna pada khususnya dan Indonesia pada umumnya,” harap Kristina.(arn)

Jadilah Remaja yang Peduli

0
Wakil Gubernur Kepri Isdianto bergembira bersama anggota PMI Bintan, Jumat (6/4). F. Humas Pemprov untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Gubernur (Wagub) Kepri Isdianto mem­buka kegiatan Jumpa Bhakti Gembira (Jumbara) I tingkat Kabupaten Bintan di Dugong Beach, Trikora III, Kabupaten Bintan, Jumat (6/4).

Kegiatan Jumbara I Bintan ini diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bintan bekerjasama dengan PMI Provinsi Kepri. Acara ini melibatkan peserta dari Palang Merah Remaja (PMR) se-Kabupaten Bintan sekitar 300 orang. Jenis kegiatannya berupa berkemah serta diisi dengan pemahaman tentang kegiatan palang merah.

Dikatakan Isdianto, putra-putri dari PMI ini merupakan generasi muda harapan bangsa. Nanti bisa menjadi penopang bangsa. Remaja yang tanggap, peduli, dan selalu bersedia membantu beban orang lain.

”Melalui Jumbara ini semoga ananda semua mendapatkanilmu yang bermanfaat, serta menjadi generasi yang lebih peduli,” kata Isdianto dalam sambutannya.

Selama kegiatan Jumbara, para peserta akan mendapatkan keterampilan dan pengetahuan. Hal itu akan menjadi bekal dalam hidup bermasyarakat.

Usai membuka Jumbara I ini Wakil Gubernur didampingi Sekdakab Bintan Edi Prihantara serta beberapa FKPD menyapa para peserta ke kemah-kemah yang ada.
“Semangat ya anak-anak, ini adalah proses menciptakan generasi yang cepat, tanggap, dan responsif,” tutup Isdianto. (bni)

Kepri Ride Togeheter 2018

0
ilustrasi . F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – GTM Motor Sport bersama dengan Pengprov IMI Kepri menggadakan Kepri Ride Together 2018 di Bintan serta Tanjungpinang.

Acara ini dalam rangka memperingati HUT Polda Kepri yang ke 13.

Gelaran Kepri Ride Together ini tidak hanya untuk kendaraan roda empat saja, tapi juga untuk kendaraan roda dua.

“Acaranya itu meliputi touring, Fun Rally, Baksos dan kegiatan sosial dari komunitas otomotif di Kepri,” kata Ketua Panitia Acara KRT 2018, Yudhi Iskandar, Jumat (6/4).

Acara ini diklaim tidak hanya akan memberikan kesenangan saja bagi mengikutinya. Tapi juga memberikan pendapatan ke daerah yang akan dikunjungi para peserta. Karenan nantinya para peserta yang sebagian besar dari Batam, akan mengindap dua malam di Tanjungpinang.

“Selain acara yang telah disusun, peserta akan di ajak untuk menyerahkan sembako ke beberapa panti asuhan yang telah di tentukan,” ucapnya.

Nantinya, kata Yudhi akan ada acara games dan lucky draw dengan hadiah utamanya satu unit motor, TV LED dan puluhan hadian menarik lainnya.

“Kami juga berharap klub otomotif dari daerah lain juga ikut meramaikan acara ini,” ungkapnya.

Kepri Ride Together bertujuan untuk mengenalkan Tanjungpinang dan Bintan. Acara ini juga bertujuan sebagai bentuk kampanye tertib berlalu lintas, anti narkoba dan cegah hoax.

“Kapolda Kepri sendiri sangat menyambut baik dan mendukung acara ini,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Pengprov IMI Kepri, Usep RS sangat mendukung acara otomotif bermuatan positif ini. Karena acara ini dipandangnya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Tentunya menyalurkan hobi,” ujarnya.

Tahun ini Pengprof IMI Kepri, kata Usep diberi kepercayaan oleh IMI pusat mengadakan tiga kejurnas dalam beberapa bulan ke depan, antara lain drag bike-drag race seri 2, 5-6 Mei 2018, Balap motor prix seri ke 4 memperebutkan piala Ketua DPRD Kepri, 21-22 juli 2018 dan final Drag Bike serta Drag Race Piala Gubernur Kepri,6-7 Oktober.

“Selama 2018 ini mengadakan 7 Kejurda. Pebalap yang ikut serta tidak hanya dari daerah, tapi hingga nasional,” pungkasnya. (ska)

Bentuk Badan Khusus Pengembangan Pulau Dompak

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Wakil Gubernur Kepri Isdianto dan Kajati Kepri Asri Agung Putro menanam pohon di wilayah Dompak, Tanjungpinang, Jumat (6/4). Kegiatan ini bersempena HAri Air Sedunia ke-26. F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Sempena peringatan Hari Air Sedunia ke-26 tahun 2018, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Wakil Gubernur Isdianto, dan Kajati Kepri Asri Agung Putra memimpin penanaman 1.000 pohon di kawasan Dompak, Tanjungpinang, Jumat (6/4). Dompak dipilih menjadikan kawasan hijau dengan pem­bangunan yang ramah ling­kungan. Ini sesuai dengan misi pembangunan Kepri.

Gubernur mengatakan, pemerintah akan terus menggesa pembangunan di daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan infrastruktur yang memadai juga harus didukung dengan lingkungan yang baik. Di mana kawasan Dompak salah sa­tu yang diperhatikan pembangunannya.

“Dompak akan kita jadikan ikonnya provinsi. Ini akan kita kembangkan secara terpadu. Kita segera membentuk badan khusus untuk pengembangkan Dompak ini,” kata gubernur.

Yang terpenting, ka­ta Nurdin, kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan dalam menjaga hasil pembangunan yang sudah di­lakukan oleh pemerintah.
Di kesempatan yang sama, Kajati Kepri Asri Agung Putra mengatakan, salah satu bentuk untuk menambah rasio air bersih di bumi dengan melakukan penghijauan secara terus-menerus.

“Penanaman pohon adalah upaya kita dalam menjaga ketersediaan air di bumi ini. Air ini kebutuhan vital, dan tanpa air akan menjadi fatal,” kata Asri.
Asri melanjutkan, dipilihnya Pulau Dompak untuk acara peringatan Hari Air Sedunia 2018 menurutnya sangat tepat.

Karena Dompak sebagai kawasan yang akan direvitalisasi sebagai ikon ibu kota. Salah satu unsur utamanya adalah ketersediaan air bersih. “Posisi kami adalah ikut berperan dan bekerja sama dengan pemerintah dalam rangka meningkatkan pembangunan di daerah,” lanjut Asri.

Senada dengan Asri, Direktur Utama Bank Riau Kepri (BRK) Irfandi Gustari mengatakan bahwa pihaknya ikut andil dalam acara ini sebagai bentuk kerja sama bersama pemerintah daerah.

Irfandi menjelaskan, terkait progres keuangan dari BRK, ia optimis kekuatan ekonomi Kepri akan terus menanjak seiring berjalannya waktu. “Akhir tahun insya Allah di Tanjungpinang akan dibuka cabang bank baru yakni Bank Syariah Kepri Riau,” lanjut Irfandi.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Abu Bakar menjelaskan penanaman pohon tersebut merupakan upaya pemerintah untuk terus menghijaukan Pulau Dompak. “Penanaman akan terus berlanjut setiap 4 sampai 6 bulan,” kata Abu.

Ia melanjutkan bahwa bagian Pulau Dompak yang masih banyak tanah merah dan gersang akan segera dihijaukan. “Pak Gubernur terus mendorong penghijauan tersebut, kita bentuk UPTD khusus mengurus Pulau Dompak agar lebih fokus,” lanjut Abu.

Hadir pada penanaman pohon tersebut Sekretaris Daerah TS. Arif Fadilah, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Asisten serta sejumlah Kepala OPD, Ketua DWP Provinsi Kepri Rismarini Arif Fadillah, Ketua Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Sumatera Ismail Widadi beserta tamu undangan lainnya.(bni)

Belum Ada Pembagian Tugas Antara Gubernur dan Wagub

0
Isdianto. F. Cecep Mulyana/batampos.co.id

batampos.co.id – Mes­kipun belum mendapatkan pembagian kerja dari Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Wakil Gubernur (Wagub) Kepri Isdianto tetap ko­mitmen membantu kerja gubernur dan siap pasang badan untuk menjaga hubungan kerja dengan DPRD Kepri.

“Sejauh ini, masih sebatas komunikasi. Belum ada duduk membahas soal pembagian tugas kerja,” ujar Isdianto, Kamis (5/4) di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Dikatakannya juga, sejak dilantik sebagai Wagub Kepri, ia baru mulai berkantor Kamis. Diakuinya, posisinya sebagai wagub untuk membantu gubernur. Baik itu secara internal maupun eksternal. Atas dasar itu, ia siap sebagai penjaga komunikasi dengan DPRD Kepri.

“Komunikasi dengan DPRD Kepri, tentu akan kita jaga. Karena mereka ada mitra ker­ja yang punya tugas untuk men­gawas kinerja kami di ekskutif,” paparnya.

Di tempat yang sama, mantan Wagub Kepri, Soerya Respationo memberikan saran kepada Isdianto.

Menurut Soerya, tugas dan wewenang seorang wagub sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP). Begitu juga kewenangan seorang gubernur. Rambu-rambu tersebut bisa menjadi penjaga bagi harmonisnya gubernur dengan wagub.  “Wagub sejatinya, kewenangannya bukan hanya ke dalam, tetapi juga bisa ke luar,” ujar Soerya. (jpg)

Seluruh Desa di Bintan Akan Punya BUMDes

0
Bupati Bintan Apri Sujadi menyalami perangkat desa di Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bintan, Jumat (6/4). F. Koninfo untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan membuat gebrakan baru untuk menggerakkan ekonomi masyarakatnya. Salah satunya, membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di semua desa.

“Kita ada 36 desa, targetnya tahun ini BUMDes sudah terbentuk di semua desa hingga akhir tahun ini,” ujar Bupati Bintan Apri Sujadi, Jumat (6/4).

BUMDes ini diproyeksikan menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru di wilayah perdesaan. Sumber dana BUMDes itu dari alokasi Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN sebesar Rp 30,903 miliar. Kemudian akan dikucurkan juga ke Anggaran Dana Desa (ADD) untuk 36 desa yang bersumber dari APBD Kabupaten Bintan sebesar Rp 50,075 miliar.

”Jadi, total keseluruhan anggaran Rp 83,978 miliar untuk 36 desa,” ungkapnya.

Rata-rata per desa di Kabupaten Bintan akan memiliki dana sebesar Rp 2,3 miliar. Oleh karena itu, tegas dia, BUMDes harus mempunyai peran dalam menggerakkan ekonomi desa.  “Makanya pengelolaan dan pemanfaatannya harus tepat dan berputar,” kata Apri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika mengatakan, saat ini Kabupaten Bintan setidaknya sudah memiliki 32 BUMDes, hanya empat desa yang belum memiliki BUMDes.

”Bila 36 desa memiliki BUMDes dengan manajemen yang profesional, kami akan menjadi kekuatan baru perputaran ekonomi di desa,” tutur dia.

Jika ekonomi di desa berputar dengan baik, ia yakin akan menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Selain itu, jika desa sudah memiliki PADes, Kepala desa harus membuat program baru seperti bantuan beasiswa kepada anak-anak desa, tambahan insentif kepada RT dan RW di desa, serta program lain.

”Target akhirnya seluruh desa bisa mandiri dan mampu menghidupkan rumah tangganya sendiri,” pungkasnya.(met)

DLHK Gesa Izin Lingkungan

0

batampos.co.id – Ketua Komisi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) Provinsi Kepri Yerry Suparna mengatakan, penyusunan izin lingkungan proyek tahun jamak Pemprov Kepri sampai pada tahap akhir. Apabila tidak ada halangan, izin tersebut akan dikeluarkan dua pekan ke depan.

“Dari hasil sidang 3 April 2018 lalu mengenai Rencana Pengelolaan Lingkungan/Rencana Pemantauan RKL/RPL sudah ada kesepahaman persepsi,” ujar Yerry Suparna menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (6/4).

Pria yang duduk sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kepri tersebut menjelaskan, Komisi Amdal khusus mega proyek ini terdiri dari berbagai unsur. Seperti akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kepri, dan Pemko Tanjungpinang.

Dijelaskannya, hasil akhir dari Amdal ini nanti berupa izin lingkungan. Dengan adanya izin itu, Dinas Pekerjaan Umum, Pertahanan dan Tata Ruang Kepri baru bisa mengajukan pelaksanaan lelang. Kata Yerry, kunci terlaksana atau tidaknya mega proyek tersebut tergantung hasil Amdal.

“Semua ada proses yang harus dilalui. Makanya kita tidak bisa diburu waktu, karena apabila ada kesalahan. Akibatnya fatal,” tegas Yerry.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertahanan dan Tata Ruang Kepri Abu Bakar mengatakan, pada prinsipnya pihaknya sudah menyiapkan kebutuhan administrasi untuk pengajuan lelang.

Salah satu syarat mutlak yang belum dilengkapi adalah izin lingkungan. “Jika sudah keluar, langsung kita ajukan lelang,” ujar Abu Bakar.

Proyek Gurindam XII yang digagas Pemprov Kepri atau sebelumnya disebut Proyek Jalan Lingkar akan dimulai 2018 ini dengan dana awal sekitar Rp 110 miliar. Pem­bangunan berkelanjutan tersebut akan berakhir pada 2020 mendatang dengan total anggaran Rp 530 miliar.

Di luar anggaran tersebut, kegiatan strategis ini juga didukung oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Pemprov Kepri yang juga mencapai seratusan miliar. Total anggaran untuk Gurindam XII ini bisa mencapai Rp 600 miliar secara bertahap. Tahun 2018 ini, Pemprov Kepri mulai menimbun kawasan depan Gedung Daerah yang menjorok ke laut sekitar 150 meter.(jpg)