Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 12202

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Gesa Pembangunan Masjid Agung Batam

0
Pekerja menggesa pembangunan Masjid Agung II sampai malam hari di Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (5/4). masjid Agung II ini bisa menampung jamaah sebanyak 15 ribu dan terbesar di Sumatra. Diperkirakan 2019 rampung pengerjaannya. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Batam terus menggesa pengerjaan Masjid Agung Batam yang berada di Tanjunguncang, Batuaji.

Kepala DCKTR Batam, Suhar mengungkapkan pengerjaan sudah berjalan 20 persen, tahun ini pihaknya menganggarkan sedikitnya Rp 94 miliar dengan target penyelesaian mencapai 40-45 persen di akhir 2018 ini.

“Alhamdulillah pengerjaan berjalan dengan lancar, cuaca juga mendukung pengerjaan,” kata dia, Jumat (6/4).

Ia menjelaskan sesuai dengan target tersebut, masjid yang mengusung konsep wisata ini sudah bisa dinikmati bangunan hingga kubah masjidnya di akhir tahun nanti.

“Target lainnya masjid ini sudah bisa masyarakat gunakan untuk salat id tahun depan,” ujar mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam ini.

Suhar menjelaskan masjid dibangun memiliki satu menara utama dan lima menara kecil. Selain bangunan utama masjid yang bisa menampung jamaah hingga 18.563 jamaah. Konsep wisata religi yang melekat pada Masjid Agung Batam ini mengharuskan masjid dilengkapi fasilitas yang bertaraf internasional.

Suhar menambahkan selain pengerjaan masjid Agung Batam, pihaknya juga tengah mempersiapkan rencana revitalisasi Masjid Raya Batam. “Ini juga tahun depan kami sudah mulai pengerjaannya. Sekarang desainya tengah kami persiapkan,” terangnya.(yui)

Batam Pos Sambangi BUBU Hang Nadim

0
Direktur BUBU Hang Nadim (kiri tengah), Suwarso berjabat tangan dengan GM Batam Pos, Guntur MS.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Jajaran Batam Pos menyambangi Badan Usaha Bandara Udara (BUBU) Hang Nadim, Jumat (6/4). Kedatangan Batam Pos disambut langsung oleh Direktur BUBU Hang Nadim, Suwarso.

“Kedatangan kami ke sini dalam rangka silaturahmi,” kata General Manager Batam Pos, Guntur Marchista Sunan, Jumat (6/4).

Ia mengatakan sejak pertama kalinya menjabat sebagai GM Batam Pos, ini untuk kali pertama dirinya menyambangi Kantor BUBU Hang Nadim. “Tak elok rasanya tidak bertemu dengan pengelola Hang Nadim,” ungkapnya.

Selain silaturahmi, Guntur mengatakan maksud kedatangannya untuk menjalin kerjasama dengan BUBU Hang Nadim. Karena menurutnya Hang Nadim sebagai gerbangnya Kota Batam, sehingga perlu menjalin kemitraan.

Maksud kedatangan jajaran Batam Pos ini disambut baik oleh Direktur BUBU Hang Nadim. “Kami sangat mendukung dan dalami lagi,” ucapnya.

Walau begitu, kata Suwarso pihaknya tentu akan melaporkan hal ini terlebih dahulu ke BP Batam.

“Kalau niatnya baik, yang sulit jadi gampang. Sama-sama support kita ke depannya,” ujarnya.

Ia menyampaikan Bandara Internantional Hang Nadim sendiri memiliki keunikan tersendiri, dibandingkan bandara lainnya. Bandara lain yang operasionalnya dari Kemenhub, sedangkan Hang Nadim satu-satunya bandara dikelola oleh BUBU. “Namun tetap satu kesatuan dengan BP Batam,” ucapnya.

Agar kerjasama ini terjalin baik dan lancar, Suwarso mendatangkan GM Marketing dan Manager Retail Hang Nadim.

Dalam silaturahmi ini juga dihadiri oleh Pimred Batam Pos M Iqbal, Manager Iklan Try Agus dan Manager Pemasaran Herianton. (ska)

Oknum Polisi Segera Disidang Etik

0
Ucok Lasdin Silalahi. F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi menegaskan, setelah diperiksa Propam, dua anggota Polres Tanjungpinang yang mengonsumsi pil ekstasi akan menjalani sidang etik. Kedua oknum tersebut akan dihukum sesuai kesalahannya.

”Iya, dua oknum polisi tersebut segera disidang disiplin,” ujar Kapolres, Jumat (6/4).

Dari hasil pemeriksaan dan tes urine yang dilakukan Sat Resnarkoba Polres Tanjungpinang, kedua nya mengaku mengonsumsi narkoba jenis ekstasi. Namun, saat keduanya diamankan, tidak ditemukan barang bukti narkoba.

”Hanya satu yang positif, satu lagi negatif. Tapi keduanya mengaku pake,” kata Ucok.

Sebelumnya, terungkap dua anggota polisi diperiksa Propam Polres Tanjungpinang terkait penggerebekan pesta narkoba, dimana tersangka mengaku mendapatkan narkoba dari oknum polisi.

Namun menurut hasil pemeriksaan, dua polisi yakni Brigadir WF dan Briptu ED tidak berkaitan dengan pesta narkoba tersebut. Keduanya hanya terbukti mengkonsumsi ekstasi.(odi)

Polri Ingatkan KPU Segera Cadangkan Data

0
Pilwako Pinang

batampos.co.id – Brigadir Jenderal Polisi Afiandar dari Mabes Polri meninjau kesiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang menyambut hajatan besar pemilihan kepala daerah (Pilkada) 27 Juni mendatang.

Dalam kunjungan tersebut, satu hal yang mendapat sorotan adalah sistem pengamanan di kantor dan juga kesiagaan dalam menjalani tahapan demi tahapan. Di antara yang mendapat perhatian Afiandar adalah keamanan data yang ada di Sekretariat KPU. ”Harus ada antisipasi kalau terjadi masalah yang tak diinginkan seperti kebakaran atau lain hal,” katanya.

Ditanya sedemikian, Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria menjelaskan, data-data KPU Tanjungpinang semua sudah dicadangkan ke server yang tersambung ke KPU RI. Sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan perihal sekuritas dan kesiagaan cadangan data.

Dipesankan Afiandar, KPU Tanjungpinang juga mesti menjaga koordinasi yang apik dengan pihak kepolisian. Bagaimana pun, kata perwira bintang satu ini, kepolisian adalah mitra tak terpisahkan KPU Tanjungpinang dalam menyukseskan helatan Pilkada yang sudah dalam hitungan bulan ini. ”Jika ada komunikasi yang tidak lancar, maka hubungi saya,” ujarnya.

Robby menyatakan sejauh ini hubungan Polres Tanjungpinang dengan penyelenggara Pilkada seperti KPU dan Panwaslu cukup baik. ”Alhamdulillah, segalanya masih on the track,” pungkas Robby.(aya)

Tak Sesuai Dokumen, Kontainer Berisi Ponsel dan Rokok

0

batampos.co.id – Delapan dari puluhan peti kemas yang dibongkar jajaran Polda Kepulauan Riau di Pelabuhan Sei Kolak, Kijang, Bintan Timur, Bintan, Jumat (6/4), ternyata berisi rokok tanpa merek. Selain itu ada juga yang berisi telepon seluler (ponsel), kosmetik, dan garmen. Semuanya tanpa dokumen.

Sekitar pukul 14.00 WIB, lima kontainer dibawa ke Mapolres Bintan dengan pengawalan mobil patroli Satuan Lalu Lintas Polres Bintan. Sedangkan tiga lainnya masih berada di Pelabuhan Sei Kolak Kijang dengan kondisi diberi garis polisi.

Menurut salah satu pekerja bongkar muat Pelabuhan Peti Kemas Sei Kolak yang enggan disebutkan namanya, barang yang berada di dalam kontainer itu berasal dari Batam.
“Kayaknya dari Batam. Isinya rokok tanpa merek, telepon selular (ponsel), kosmetik, dan garmen. Barang-barang tersebut diamankan karena tidak sesuai dengan dokumen,” ungkapnya.

Selain itu, ada juga kontainer yang berisi sepeda motor Harley Davidson berpelat D asal Bandung, Jawa Barat. Hanya saja motor gede itu memiliki dokumen yang sesuai.
Kasubdit 1 Dit Reskrimsus Polda Kepri AKBP Aris Rusdianto ketika dihubungi Batam Pos membenarkan jika pihaknya sudah mengemankan delapan kontainer. “Sudah dipindahkan ke Mapolres,” kata dia.

Ketika ditanya isi kontainer yang di-police line, ia enggan menyebutkan. “Nanti diekspos Pak Kapolda di Polres Bintan. Rencananya Senin (9/4). Sekarang masih lidik,” ujarnya.

Kasat Reskim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan mengatakan, lima kontainer sudah di Polres Bintan. Tiga lagi masih di Pelabuhan Kijang menunggu crane untuk dipindahkan ke Mapolres. Kasus ini, kata dia, domain Polda Kepri. “Kita cuma membantu saja,” katanya.(met)

MT Bintang Dicurigai Dipakai untuk Merompak

0
Kapal Tanker MT Bintang diamankan TNI AL di Dermaga Fasharkan Mentigi, Tanjunguban, Selasa (3/4). F. Slamet/batampos.co.id

batampos.co.id – Pihak Lantamal IV Tanjungpinang bersama Lanal Batam terus mengembangkan kasus pelanggaran pelayaran kapal tanker MT Bintang yang diamankan di Perairan Tanjunguban, Bintan, Selasa (3/4) lalu. Dugaan sementara kapal tanker seharga Rp 20 miliar tersebut akan dijual di Out Port Limited (OPL).

Danlantamal IV Laksamana Pertama Ribut Eko Suyatno melalui Danlanal Batam Kolonel Laut Iwan Setiawan menyampaikan, dugaan awal kapal tanker MT Bintang akan berlayar ke Jakarta. Namun dalam pengembangan sementara, kapal justru dilarikan ke perairan lepas.

Ada kecurigaan setelah di OPL, kapal dijual untuk digunakan dalam aksi kejahatan lainnya, seperti aksi perompakan atau penyelundupan. ”Ini jaringan, apalagi (harga) kapal bukan murah. Sekitar Rp 17 hingga Rp 20 miliar. Ada indikasi kapal akan dijual atau untuk mengangkut minyak ilegal untuk dijual,” ujarnya.

Iwan menegaskan, Danlantamal IV Tanjungpinang telah menginstruksikan kepada seluruh kepala satuan kapal ikut mengawasi kapal yang melanggar aturan pelayaran. Seperti kapal tanker MT Bintang yang berlayar tanpa dokumen resmi dari Syahbandar. ”Banyak kapal kapal seperti ini yang seliweran di perairan Kepri,” ujarnya.

Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya yang berhubungan dengan pelayaran. ”Kita akan minta data-data kapal yang akan berlayar untuk mengantisipasi aksi kejahatan di laut,” tegasnya.

Sebelumnya, Tim gabungan Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang dan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam berhasil mengamankan kapal tanker karena mencurigakan. Tim WFQR sempat memeriksa dokumen pelayaran kapal ini. Ternyata kapal tersebut tidak dilengkapi Surat Izin Berlayar (SIB) dari Syahbandar.

Pihak TNI AL juga memeriksa lambung kapal dan diketahui jika kapal MT Bintang merupakan kapal eks MT Prosper. Dalam pemeriksaan itu, beberapa bagian kapal terlihat berbeda seperti nomor IMO yang berada di anjungan tak terdaftar dan dokumen kapal yang berbendera Malabo tidak sesuai.

Akhirnya kapal tersebut diamankan Tim WFQR untuk pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk tujuan perubahan lambung dan lainnya. (met)

Di Indonesia ada 47 Ribu Media

0

batampos.co.id – Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo meyakini banyak pers maupun perusahaan pers abal-abal yang tumbuh subur di Indonesia.

Dengan jumlah media sebanyak 47 ribu kini, Indonesia menjadi negara terbanyak jumlah medianya.

“Saya yakin kemungkinan 80 persen dari jumlah itu bukan perusahaan pers, banyak diantara mereka LSM, organisasi preman dan pers jadi-jadian,” kata Yosep usai menjadi pemateri pada acara Literasi Digital Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme yang digelar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepri dan Dewan Pers di Ibis Hotel Seraya, Kamis (5/4/2018).

Menurutnya, biasanya pihaknya mengambil untung dari kemerdekaan pers menjadi tameng, hingga membuat artu pers sendiri agar ada dapat ditakuti.

“Padahal di luar itu tak tahu menulis berita, bahkan lead tak paham,”kata dia.

Ia menyampaikan, Kepri menjadi salah satu daerah yang medianya tumbuh subur, terutama media daring. Salah satu pengalamannya yakni terjadi di Tanjungbalai Karimun, ia mengaku heran kabupaten tersebut jumlahn warganya hanya 172 ribu, namun dalam satu acara konperensi pers yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Karimun yang hadir ada 500 wartawan dengan pengakuan latar belakang perusahaan pers yang berbeda. Padahal yang diundang kala itu hanya 30 media, mau tidak mau 470 orang membuat absensi sendiri.

“Ujung-ujungnya ketika pulang pada minta uang transport ,minta macam-macam, goody bag. Yang jadi persoalan apakah mereka wartawan atau punya media,” ucap dia.

Yang paling menonjol adala media yang sengaja menggunakan nama ang swerupa dengan lembaga negara tertentu, padahal Dewan Pers sendiri telah melarang menggunakan nama seperti lembaga negara tertentu. Bebera[pa yang ia sebut seperti, BIN (Berita Investigasi Nasional) lalu Berita NArkotika NAsional (BNN). Ironisnya, mereka kerap menyertakan lambang yang identik dengan lambang negara.

“Kami sudah keluarkan edaran tak boleh pakai nama KPK, ICW, Sergap, Interpol. Yang kayak gini-gini ini, kalaua da masalah tak mau kami prose, ada masalah kami arahakan ke polisi saja. Pidana,” tegasnya.

Bahkan kerap media-media seperti itu menyertakan nama-nama tokoh tertentu sebagai dewan pembina juga pengurus. Dan untuk meyakinkan publik mereka kerap menyatakan diri mitra strategis lembaga pemerintah.

“Bahkan ada media Istana, pembina presiden, saya telepon ke Istana memang tak ada. Ada juga mitra strategis Polri, TNI, KPK, Dewan Pers. Lah saya tak pernah kasih izin, saya keberatan juga,” katanya.

Di Kepri, yang merupakan jalur emas Indonesia kerap dimanfaatakn oleh media yang tidak bertanggungjawab seperti ini. Bahkan , laporan tentang pers yang masuk ke Dewan Pers mencapai 30 hingga 40 aduan setiap bulannya.

“Artinya di sini adalah tempat basah secara ekonomis sekaligus kotor dan tumbuh kejahatan, tempat kotor ikan sapu tumbuh sehat. Analogi say ini bisa dilihat , banyak media nubruk pakai nama BNN , Buser, KPK dan sejenisnya,”imbuhnya.

Secara nasional, dari jumlah 47 ribu, yang terverifikasi cukup sedikit dibnading jumlah tersebut,s ebut saja media cetak sebanyak 3 ribu hanya 321 yang terverifikasi, 43.300 media daring yang terverifikasi hanya 168 media. Ia menyampaika, hingga akhir tahun 2018 ini setiap media diberi kesempatan untuk mengikuti verifikasi, jika tidak tidak akan dianggap sebagai masyarakat pers.

“Semua orang bisa jadi wartawan tapi silahkan ikut uji kompetensi, perusahana bikin pelatihan dan ikut organisasi wartawan. Di luar itu kami verifikasi perusahan pers, kami mendorong indoseai punya database tentang perusahaan pers di Indonesia,”pungkasnya (adi)

Pemko Batam Persiapkan Sistem Bayar Pajak Bisa di Indomaret dan Alfamart

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam mulai mendistribusikan Surat Pengantar Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Kepala BP2RD Kota Batam Raja Azmansyah menyebutkan tahun ini ada sebanyak 297 ribu SPPT. Sama seperti tahun sebelumnya, penyebaran akan dilakukan melalui kelurahan. Namun tim akan bergerak hingga ke komplek pemukiman.

“Sekarang on proces dilakukan serentak se Batam. Rencananay distribusinya tuntas April ini,” kata dia.

Ia mengatakan, internal BP2RD juga telah membentuk tim khusus yang akan bekerja untuk memastikan pajak ini yang tertagih dapat lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Petugas yang turun jika menemui data yang keliru langsung akan ditangani. Kami sudah buat grup untuk komunikasi,” terangnya.

Seiring usaha ini, kepatuhan membayar PBB P2 pada 2018 ini ditargetkan 70 persen atau naik 10 persen dibanding tahun 2017 yang hanya 60 persen. Dari target kepatuhan tersebut potensi besaran pokok PBB P2 yang dapat ditagih Rp 138 miliar, angka inilah jika ditambah sejumlah PBB terutang menjadi target tahun 2018 yakni sebesar Rp 158,5 miliar.

Target PBB tahun inis endiri lebih besar dibanding tahun 2017 yang hanya Rp 131 miliar, kenaikan target ini juga tak lepas dari penrapan tarif Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang disesuaikan telah disesuaikan sejak Januari lalu.

“Kalau seandainya kepatuhan 100 persen, yang pokok saja bisa tertagih sekitar Rp 180 miliar,”imbuhnya.

Ia mengimbau masyarakat dapat menyegerakan diri membayar pajak, karena dari dana yang dibayar masyarakat ini digunakan ntuk pembangunan daerah. Sederhananya, jika PBB P2 tidak dibayar atau ditunda pasti akan berimbas pada pembangunan.

“Pembanguna Batam sekarang sedang giatnya, lihat progresnya,” ucapnya.

Untuk memudahkan masyarakat membayar pajak, selain turun langsung ke komplek pemukiman untuk menyebar SPPT, pihaknya juga bekerjasama dengan sejumlah perbankan. Terbaru pihaknya bekerja sama dengan BNI, sementara sebelumnya sudah bekerjasama dengan BRI, Bank Riau Kepri, BTN juga Bank BJB.

Tak hanya itu, kini sedang dipersiapkan pembayaran PBB P2 melalui mitra Bank BJB seperti Indomaret dan Alfamart juga PT Pos.

“Kami harap dengan mitra BJB ini terealisasi tahun 2018 ini, sedang persiapkan IT nya. Untuk memudahkan masyarakat juga, kami akan keliling sepertti biasa ke kecamatan-kecamatan dan inis edang kami sipakan jadwalnya, dan kami akan dirikan posko di pusat-pusat keramaian,” papar dia. (adi)

Pemko Batam akan Bangun Pasar Berstandar Nasional

0
ilustrasi pasar F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tahun ini Pemko Batam akan membangun pasar tradisonal atau pasar rakyat yang berstandar nasional yang memiliki unsur pasar sehat, aman, sadar dan tertib ukur. Pasar tersebut nantinya akan dinamakan Pasar Makmur Serumpun.

Hal tersebut dikatakan oleh Kabid Pasar Disperindag Kota Batam, Zulkarnaen kepada Batam Pos saat menggelar pertemuan dengan perwakilan puluhan pengelola pasar tradisional se-Batam di aula Disperindag Batam, Kamis (5/4) siang.

“Anggaran pembangunan Pasar Makmur Serumpun dari APBN atau Kementerian Perdagangan. Pembangunan satu pasar nantinya dianggarkan Rp 6 miliar. Wali Kota Batam nantinya menginginkan tiap kecamatan dibangun satu Pasar Makmur Serumpun,” ujar Zulkarnaen.

Rencana pembangunan pasar tradisional berstandar nasional, lanjutnya, untuk mendukung program Wali Kota Batam dalam memajukan sektor pariwisata di Batam.

“Kami dari Disperindag mencoba untuk menjadikan pasar itu sebagai salah satu destinasi tujuan wisata di Batam. Kenapa tidak, itu bukan hal yang mustahil untuk bisa diwujudkan. Pasar di Batam ini ada banyak, sekitar 51 pasar,” terangnya.

Disperindag sendiri akan memantau dan mempelajari langsung mengenai Pasar Makmur Serumpun yang akan dibangun tahun ini dan akan dijadikan pilot project sebagai pasar yang sehat, aman, sadar dan tertib ukur.

“Rencana pembangunan pasar tradisional berstandar nasional ini mendapatkan dukungan dari pengelola pasar tradisional yang ada saat ini di Batam. Antusias para pedagang pasar pun juga mendukung adanya pasar berstandar nasional dibangun di Batam,” katanya.

Masih kata Zulkarnaen, nantinya satu Pasar Makmur Serumpun diperuntukkan kepada 200 pedagang, terutama untuk para pedagang kaki lima.

“Kami akan tampung para PK 5 ini berjualan di Pasar Makmur Serumpun nantinya. Hal tersebut agar kekhawatiran masyarakat yang tadi banyak sekali kami lihat para PK 5 ini berjualan menggunakan badan jalan, sehingga mengganggu pengguna jalan,” ujarnya.

Pembangunan pasar tradisonal berstandar nasional, lanjutnya, merupakan salahs atu solusi Pemko Batam agar para PK 5 tak lagi berjualan di badan jalan atau trotoar jalan.

“Nantinya Pasar Makmur Serumpun ini aturannya agak ketat. Tak boleh orang menjual kiosnya lagi ke pedagang atau pihak lainnya. Hal itu untuk menghindari adanya calo atau broker kios atau lapak pasar. Orang yang menempati kios di Pasar Makmur Serumpun harus orang yang berjualan di pasar tersebut,” terangnya.

Tahap awal pembangunan Pasar Makmur Serumpun, akan dibangun di Tanjungpiayu Seibeduk sebagai pilot projectnya. Kalau ternyata berhasil, maka akan dibangun Pasar Makmur Serumpun lainnya di seluruh kecamatan se-Batam.

“Kami berharap semua pasar di Batam nantinya bisa jadi destinasi wisata seperti di Balai atau Bintaro,” terangnya.

Masih kata Zulkarnaen, pertemuan yang digelar Disperindag dengan puluhan pengelola pasar tradisonal, ingin mendengar langsung apa masalah para pedagang atau pengelola pasar selama ini.

“Masalah jangan dipendam-pendam. Ternyata selama ini ada komunikasi kami dengan pengelola pasar terputus. Makanya kami kumpulkan mereka. Ternyata para pengelola pasar tradisional di Batam kebingungan mau mengadu ke siapa. Sebab mereka tak punya asosiasi atau wadah,” terang Zulkarnaen.

Makanya, lanjutnya, Disperindag Batam mengusulkan kepada puluhan pengelola pasar tradisional, agar dibuat wadah untuk asosiasi mereka.

“Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya digelar Disperindag Batam. Ke depan kami akan sering menggelar pertemuan serupa, agar tahu masalah apa yang harus diuraikan dan yang bisa Disperindag bantu,” ujar Zulkarnaen mengakhiri. (gas)

Mural di Depan Graha Sulaiman Telan Dana Rp 194 Juta

0
Septa sedang melukis mural di dinding depan Graha Sulaiman jalan Suktan Abdurahman Nagoya, Minggu (1/4). Mural tersebut nantinya akan menghiasi dinding disepanjang jalan tersebut yang mempercantik estetika kota. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tembok sepanjang 800 meter di kawasan Graha Sulaiman, Kecamatan Lubuk Baja, Nagoya, Batam menjadi ajang seniman mural.

Mural di wilayah tersebut mulai dikerjakan sejak Senin (26/3) lalu. Selanjutnya, mural ditargetkan selesai pada Rabu (9/5) mendatang.

Kepala Bagian Humas Pemkot Batam Yudi Admaji mengatakan, proyek seni yang menampilkan kearifan budaya melayu ini dikerjakan dengan menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan. Kontribusi perusahaan terhadap pembangunan aspek artistik Kota Batam diharapkan dapat sejalan dengan semangat pemkot yang sedang fokus membangun perbaikan infrastruktur.

Proyek mural di kawasan Graha Sulaiman sendiri menelan anggaran Rp 194 juta. Dananya bersumber dari Bank Mandiri. Sebelumnya Pemkot Batam juga mendapatkan CSR dari PGN untuk membangun salah satu tembok di kawasan Batam Centre.

“Kami fokus infrastruktur. Swasta kami dorong untuk berkontribusi membangun sisi artistik Batam dengan membantu proyek mural ini,” kata Yudi ketika dihubungi di Batam, Jumat (6/4).

Pemkot Batam telah berkoordinasi dengan pekerja mural yang mengerjakan proyek tersebut untuk menghadirkan aspek budaya lokal. Gambar mural menampilkan kesenian, musik, adat budaya, dan tokoh yang menjadi identitas budaya melayu.

Pantauan di lapangan, kearifan budaya lokal memang sudah terlihat mencolok di beberapa sudut jalan berhias gambar dengan berbagai warna. Gambar tokoh pahlawan masyarakat melayu, kesenian tradisional, dan berbagai corak budaya. Pemandangan itu menjadi pemanis sudut-sudut Kota Batam yang sampai sekarang terus berbenah. Terutama perbaikan infrastruktur.

(bbi/JPC)