Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 12203

Mal Pelayanan Publik Batam Jadi Contoh bagi Kota Lain

0
Seorang warga sedang melakukan pengurusan perizinan di dinas Penanaman Modal Kota Batam di Mall Pelayanan Pubik. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kota Batam, Gustian Riau menyebutkan Batam sebagai wilayah percontohan pelayanan perizinan. Hal ini disampaikan pada Workshop dan Coaching Clinic Pembekalan Evaluasi Pelayanan Publik Tahun 2018 di Pemko Batam, Rabu (4/4).

“Selain Pekanbaru, Sidoarjo, dan Surabaya, kita termasuk percontohan pelayanan perizinan,” katanya.

Selain memiliki Mal Pelayanan Publik dengan puluhan layanan perizinan. Batam juga menjadi contoh bagi daerah lain karena pelayanannya sudah bagus, paling banyak izinnya, serta sudah mendapatkan kategori A.

Menurut Gustian, perizinan yang dijalankan sendiri sudah sistem dalam jaringan (online). Lewat layanan ini tentunya mempermudah pelayanan pada masyarakat dalam memperoleh perizinan melalui sistem elektronik.

“Tentu harapan kami adalah daerah-daerah yang sudah mengimplementasikan dan berkunjung ke sini kami ajarkan dari awal. Supaya semua daerah punya Mal Pelayanan Publik,” sebut Gustian.

Workshop dan Coaching Clinic ini juga bertujuan emberikan penilaian pelayanan publik. Ada 4 jenis yang akan dinilai, yakni pelayanan BPM-PTSP, RSUD, Disduk Capil, dan bina wira organisasi seluruh Indonesia.

Kategori penilaian dalam bentuk bagaimana mengimpletasikan pelayanan yang sudah diatur dalam Undang Undang (UU) dan Permenpan-RB.

“Yang diatur seperti syarat-syarat dan pelayanan publik,” sebut Gustian.

Gustian bercerita proses penggabungan pelayanan instansi-instansi selama ini, belajar dari beberapa daerah seperti Surabaya. Bahkan untuk Jakarta sendiri, belum masuk di dalam kategori pelayanan terbaik.

“Makanya lewat pertemuan ini kita ingin memberikan aspirasi kepada masyarakat. Gimana caranya mendekatkan perbedan-perbedaan yang ada diinstansi masing-masing,” tutup Gustian. (rng)

Satu Kios Liar Disewakan Rp 1,2 Juta

0
Kios liar dibangun di lahan hijau, Aviari.
| Dalil Harahap / batampos

batampos.co.id – Pembangunan kios liar terus berlanjut di daerah pasar seken aviari. Satu unit kios di sana disewakan Rp 1,2 juta sebulan.

“Kios di sini tidak dijual Bang. Disewakan saja, Rp 1,2 juta sebulan. Kalau untuk jadi hak milik tak diberikan,” kata Aris, pekerja di sana, Rabu (4/3).

Ia mengaku saat ini sudah ada sekitar 20 kios yang sudah ada penyewa. Tinggal sekitar 40 kios yang tersisa. Termasuk beberapa kios yang masih belum dibangun.

“Kalau yang arah Pemda dua itu sudah habis semua. Tapi yang sebelah sini (hadap pertokoan aviari,red) masih kosong,” katanya.

Aris mengaku tidak tahu bagaimana proses lahan tersebut bisa dijadikan tempat membangun kios liar. “Saya tidak tahu masalah itu bang. Kami hanya pekerja di sini,” katanya.

Sementara camat Batuaji, Ridwan mengaku sudah menyampaikan surat larangan pembangunan. Bahkan surat untuk pembongkaran sudah sampai kepada Satpol PP. Tetapi hal tersebut dibantah oleh pihak Satpol PP.

“Belum ada kita terima suratnya dari camat,” kata Kepala Bidtrantibum Satpol PP, Imam Tohari.

Di tempat terpisah, anggota komisi I DPRD Kota Batam Muhamad Musofa menuntut ketegasan dari pihak kecamatan dan Satpol Pp. Harusnya pembangunan baru kios liar tidak lagi ada di Batam.

“Dari dulu sudah bilang itu semua harus ditertibkan. Kalau memang sudah ada surat larangan dari camat. Apa pun ceritanya, itu harus dibongkar,” katanya.

Ia berharap agar semua pihak tak lagi menggunakan ruang terbuka hijau untuk pembangunan permanen. Di mana Batam saat ini kekurangan taman untuk ruang terbuka hijau. (ian)

Status Pengelola SWRO Harus BLUD

0

batampos.co.id – Pengoperasian layanan air bersih penyulingan air laut (SWRO) di Tanjungpinang masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Diantaranya status pengelolaan SWRO yang masih UPTD (Unit Pelaksanaan Teknis Daerah).

“Kalau statusnya masih UPTD, bisa bahaya. Kalau ada kendala teknis, misalnya kerusakan alat dan butuh biaya besar, kalau tak dianggarkan di APBD tak bisa langsung beli. Layanan jadi terganggu,” ujar Anggota DPRD Kepri, Rudy Chua, Rabu (4/4).

Mestinya, Pemko Tanjungpinang harus cepat membahas status pengelolaan SWRO dari UPTD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan status itu, pengelola bisa lebih fleksibel menggunakan dana dari hasil penjualan air bersih untuk kebutuhan operasional SWRO. Selain itu masih tetap mendapatkan anggaran dari APBD.

Persoalan lainnya adalah status lahan. Rudy menyebutkan lahan instalasi SWRO berdiri di kawasan Batu Hitam adalah milik TNI Angkatan Laut. “Apakah hibah? Atau seperti apa? Itu yang sampai sekarang sepertinya belum ada kepastian,” ucap Rudy, kemarin.

Sementara dari TNI Angkatan Laut sendiri, menurut Rudy, juga memerlukan kepastian terkait hak lahan yang dibangun ini. Tidak hanya itu saja pekerjaan rumah yang tersisa. Rudy menyebutkan, pipa sedotan air laut SWRO, yang kini berada di pangkalan TNI AL, dikhawatirkan kelak akan mengganggu jalur kapal di kawasan TNI AL itu.

“Perlu dipikirkan jangka panjangnya,” ujar Rudi. (aya)

Korban Begal Ditabrak dari Belakang

0
Polisi ketika meminta keterangan dari korban yang nyaris dibegal di Jalinbar, Senin (2/4). F. Reskrim Polres Bintan untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Kejahatan di jalan Raya Lintas Barat (Jalinbar), Kabupaten Bintan makin sadis. Seorang warga Tembesi, Batam, Nafisah, 50, menjadi korban tabrak lari pada Sabtu (31/3) sekitar pukul 18.00 WIB. Kejadiannya tepat di Jembatan Ekang arah Tanjungpinang.

Ema, Anak Nafisah, kemarin mengatakan, ibunya bersama kakaknya dari Tanjunguban ke Tanjungpinang. Tiba-tiba, seorang pengendara menabraknya dari belakang dan membuat keduanya jatuh.

“Ibu langsung dibawa ke rumah sakit di Simpang Busung,” kata dia.

Akibat kejadian itu, ibunya mengalami luka cukup serius di dahi kepala dan dijahit 17 kali jahitan. “Saya tidak tahu apakah si pengendara itu mau membegal ibu dan kakak saya, tapi kenapa pelaku tak berhenti dan membantu ibu dan kakak saya,” kata dia.

Kemudian, Senin (2/4), karyawan subkon PT. Bintan Resort Cakrawala (BRC) Lagoi, Amirul, nyaris menjadi korban begal di Jalinbar. Informasi yang diperoleh dari lapangan, pagi itu korban mau ke tempat kerjanya di Lagoi. Ia melaju dengan mengendarai motor dari Tanjungpinang.

Di Jalinbar tiba-tiba pengendara motor dengan membonceng seseorang menarik tasnya dan membuatnya jatuh di jalan. Atas kejadian itu, korban mengalami luka lecet di lutut dan sekitarnya.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Adi Kuasa Tarigan mengatakan pihaknya telah meminta keterangan korban. “Pelaku dengan ciri-ciri keterangan dari korban sedang diselidiki,” kata dia singkat. Sementara itu, warga Tanjunguban, Karlo menuturkan kasus begal di Jalinbar mulai kembali marak.

Sebelumnya anak motor dibegal di dekat Simpang Ceruk Ijuk. Ia berharap pihak kepolisian meningkatkan patroli di Jalinbar. Setidaknya dengan patroli di Jalinbar mampu menekan angka kejahatan jalanan.(met)

Lima PLTS Sudah Dilelang

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Kepri, Amjon mengatakan sebanyak lima paket pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah daerah di Kepri sudah rampung dilelang. Menurut Amjon, pembangunan PLTS menyebar sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Ada lima paket yang sudah selesai lelang. Nilainya sekitar Rp 13,2 miliar,” ujar Amjon , kemarin.

Disebutkan Amjon, ke lima kegiatan tersebut adalah pengadaan dan pemasangan PLTS Terpusat dengan kapasitas 15 KWP di Desa Pulau Meca, Belakangpadang, Batam dengan pagu Rp 2,09 miliar. Berikutnya pengadaan dan pemasangan PLTS Terpusat 20 KWP di Pulau Sandam, Durai, Karimun senilai Rp 2,7 miliar.

Masih kata Amjon, kegiatan yang sama dengan kapasitas 15 KWP juga dirancang di Pulau Sirai, Bintan dengan pagu Rp2,1 miliar. Pembangkit dengan kekuatan 15 KWP senilai Rp 2,6 miliar juga dilaksanakan di Teluk Kelimpan, Desa Telaga, Kabupaten Anambas.

“Ada juga PLTS dengan kekuatan 30 KWP senilai Rp 3,8 miliar dibangun di Dusun I Pasir Panjang, Desa Telaga, Anambas,” papar Amjon.

Untuk program listrik desa, pihaknya juga akan bersinergi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Karena Kepri juga mendapatkan prioritas untuk peningkatan kapasitas listrik di seluruh desa di Kepri. Karena target tersebut diharapkan tuntas 2019 mendatang.

“Keinginan kita juga demikian, 2019 mendatang seluruh desa di Kepri sudah menikmati program listrik desa,” tutup Amjon.(jpg)

TMMD Percepat Pembangunan Fisik Pedesaan

0
Gubernur Kepri Murdin Basirun menyerahkan peralatan kerja kepada anggota TNI dan masyarakat usai membuka program TMMD ke 101 di kecamatan Kundur Senin 4/4 kemarin

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun, secara resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 101 yang dilaksanakan di stadion mini Kelurahan Tanjungbatu, Kecataman Kundur, Rabu (4/4) kemarin.

Pembukaan TMMD ditandai dengan penyerahan peralatan kerja seperti cangkul, dan skop oleh gubernur, dan diterima dari utusan masyarakat serta anggota TNI. Kegiatan TMMD dipusatkan di Kelurahan Tanjungbatu Barat, dengan pembangunan fisik yakni semenisasi jalan panjang 1.670 meter lebar 6 meter tembus Desa Lubuk Kecamatan Kundur.

Nurdin menegaskan, TMMD merupakan salah satu upaya percepatan pembangunan fisik maupun non fisik bagi masyarakat pedesaan. Selain itu, melalui program TMMD merupakan sinergitas pembangunan yang dilakukan TNI dapat dirasakan langsung masyarakat. Baik pembangunan secara fisik maupun non fisik. Dengan terselenggaranya program TMMD ini, sangat membantu pemerintah dalam membangun karakter, dan kemandirian warga masyarakat.

“Sesuai tema TMMD ke 101 tahun ini yakni TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter dan Kemandirian Bangsa. Untuk di Provinsi Kepulauan Riau, TNI sangat dekat dengan masyarakat. Dengan kedekatan tersebut, tentunya memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat,” tegas Nurdin.

Ditambahkan program TMMD merupakan kegiatan yang membantu program pemerintah, sekaligus guna memupuk dan memberikan pemahaman terhadap ideologi bangsa kepada generasi muda. Tidak dapat dipungkiri, karena generasi muda saat ini banyak tidak memahami sejarah, sehingga mudahnya terpengaruh dengan budaya luar.
“Ini juga menjadi salah satu sarana untuk memberikan pemahaman tentang ideologi bangsa kepada masyarakat,” tuturnya.

Sementara Dandim 0317/TBK, Letkol Arm Rizal Analdie SH MTr sebagai Komandan Upacara melaporkan jika program TMMD ke 101 di Kundur dilaksanakan dari tanggal 4 April hingga 3 Mei mendatang. Sasaran kegiatan fisik semenisasi jalan, pembuatan satu unit jembatan, pembuatan satu unit wiker. Selain itu, sasaran non fisik yang dilakukan wisata bela negara matematika, penyuluhan tentang pemahaman radikalisme dan terorisme, penyuluhan tentang hukum, dan penyuluhan tentang bahaya narkoba, serta penyuluhan tentang kebangsaan.

Selain itu, masih ada kegiatan olahraga bersama, pentas seni dna budaya, sosialisasi perekrutan prajurit TNI AD Kodim 017/TBK. Serta TNI KB kesehatan, penyuluhan bekerjsama dengan dinas kesehatan.

“Program TMMD ke 101 melibatkan personil 340 orang terdiri dari TNI, Polri mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini didukung dengan dana dari Mabes TNI sebesar Rp360 juta serta bantuan dari APBD pemerintah kabupaten Karimun sebesar Rp2,3 miliar,” tegas Letkol Arm Rizal Analdie. (ims)

Disiplin Pegawai Meningkat 90 Persen

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengklaim, kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun hingga saat ini kedisiplinan pegawai terjadi peningkatan 90 persen. Hal tersebut, bisa dibuktikan dari kehadiran maupun apel pagi dan sore.

Alhamdulillah, ada perubahan setelah tiga bulan ini. Kesadaran, tugas dan fungsi dari seorang ASN maupun honorer sudah dipahami,” kata orang nomor dua di kabupaten Karimun ini, kemarin (4/4).

Terjadinya perubahan terhadap kehadiran para ASN maupun honorer, tidak hanya di atas kertas saja melainkan dengan bukti riil melalui pengawasan dimasing-masing OPD yang dilaporkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Kalau dibandingkan pada tahun 2017, dengan tahun ini tidak berbeda jauh dalam kedisiplinan pegawai. Artinya, waktu dulu ada pegawai yang malas masuk kantor maupun telat namun sekarang sudah kembali seperti semula kayak pegawai baru diangkat.

“Keberhasilan ini, diakibatkan meningkatan pengawasan disetiap OPD termasuk sanksi sesuai dengan Perbup 2018,” ujarnya.

Sedangkan, sangsi bagi pegawai yang tidak masuk tanpa keterangan, masuk setengah hari dan sebagainya sudah ada di dalam Perbup 2018. Sehingga, tinggal tergantung para pegawai itu sendiri apakah serius mau bekerja atau tidak. Semua terpulang kepada individu masing-masing, untuk bekerja sebagai ASN yang dahulunya sudah bersumpah saat diangkat menjadi ASN. Pengawasan itu diantaranya penggunaan fingerprint disetiap OPD. (tri)

Tanam Ganja, Dua Pemuda Dibekuk

0

batampos.co.id – Dua orang pemuda, Adi dan Junaidi ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun di Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat, setelah kedapatan menanam ganja, Rabu (4/4).

Ganja di dalam hutan, tidak jauh dari salah satu perusahaan pertambangan batu granit RT 003 RW 001. Penangkapan keduanya berawal dari informasi masyarakat yang curiga dengan aktivitas keduanya. Kemudian polisi melakukan penyelidikan Rabu dini hari kemarin.

“Kami masuk ke dalam hutan yang jaraknya dari jalan besar sekitar 250 meter. Dan, memang dari jalan besar tidak akan terlihat apa-apa, hanya hutan saja,” ujar Kasat Res Narkoba Polres Karimun, AKP Rayendra usai penangkapan.

Saat anggota Sat Res Narkoba masuk ke dalam hutan, katanya, di dalamnya terdapat satu gubuk. Lantas, gubuk ini langsung dikepung. Kemudian, diperintahkan untuk dibuka. Dari dalam gubuk terdapat satu orang pemuda bernama Adi.

Ketika diinterogasi pengakuannya ia hanya sendirian dan bekerja menambang pasir. Memang, tidak jauh dari gubuk tersebut ada pertambangan pasirnya. ”Namun, kami tidak begitu saja percaya,” kata Rayendra.

Karena saat penggeledahan ditemukan alat hisap sabu dan juga botol yang dijadikan alat untuk menghisap ganja. Serta ada potongan-potongan kertas pembungkus yang biasa dugunakan untuk membungkus ganja. Dengan temuan ini, tersangka Adi akhirnya mengaku bahwa dia tidak sendirian. Melainkan, bersama rekannya bernama Junaidi,” paparnya.

Rabu dini hari langsung mendatangi rumah Junaidi. Awalnya, memang tidak mengaku. Bahkan, sampai di bawa ke gubuk juga tidak mengaku. Setelah dipertemukan keduanya baru mengaku memang ada menanam pokok ganja. Penanaman juga terpisah dan disembunyikan diantara pohon-pohon hutan. Tujuannya agar tidak dapat terdeteksi. Yang sudah jadi pohonnya ada tiga yang ditanam di tiga lokasi berbeda yang tidak jauh dari gubuk.

Kemudian, ada satu tempat di dalam hutan juga yang memang sengaja dibentuk seperti rimbunan hutan. Namun, setelah rimbunan tersebut dibuka, maka ada jalan dan sedikit tanah lapang 2x 2 yang dijadikan tempat menanam dan menyemai bibit ganja. “Total barang bukti yang ditemukan terdiri dari tiga batang pohon ganja dan dua puluh bibit ganja yang masih kecil di dalam gelas-gelas bekas air mineral,” ungkapnya.

Menyinggung tentang asal bibit ganja, Rayendra menyatakan, berdasarkan pengakuan dari tersangka Junaidi bahwa bibit ganja yang ditanam ini berasal dari biji-biji ganja yang dibelinya. ”Kemudian, dilakukan uji coba dan berhasil sudah jadi pohon ganja yang bisa dipanen dengan ketinggian sekitar 35 centi meter. Dari tiga batang pohon ganja tersebut kita lihat memang sudah ada dahannya yang di gunting untuk dikonsumsi sendiri. Untuk tiga batang pohgon ini sudah berusia 2 sampai 3 bulan,” jelasnya.

Selain itu, tambah Rayendra, semua pohon ganja yang diamankan dari lokasi bertujuan untuk digunakan sendiri. Karena, pengakuan Junaidi sudah sejak SMP biasa mengkonsumsi ganja. Bahkan, Junaidi dan Adi biasa memakai ganja dan sabu bersama-sama. Misalnya, sebelum bekerja menambang pasir. (san)

Kasat Lantas Bantah Adanya Pemutihan SIM

0

batampos.co.id – Informasi hoax atau kabar bohong kembali disebarkan oleh pihak tak bertanggungjawab. Sebab, sejak Selasa (3/4) malam beredar informasi tentang adanya pemutihan SIM (Surat Izin Mengemudi) di seluruh Polres masing-masing, tanggal 2 hingga 7 April 2018.

Dalam informasi itu dikatakan bahwa, SIM yang sudah habis masa berlakunya masih bisa diperpanjang tanpa harus melewati tes yang dilakukan selama ini. Baik itu tes secara tertulis atau ujian teori maupun tes praktek kendaraan bermotor.

Terkait dengan beredarnya kabar tersebut, langsung dibantah oleh Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol I Putu Bayu Pati memastikan informasi itu merupakan informasi hoax yang disebarkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Sebab, jika masyarakat terlambat memperpanjang SIM satu hari saja dari masa berlaku, masyarakat diharuskan membuat SIM baru.

“Tidak ada kebijakan seperti itu. Saya pastikan bahwa informasi itu hoax. Saya juga belum tahu informasi itu dari mana. Yang jelas saya juga mengetahui adanya informasi itu di media sosial,” katanya, Rabu (4/4).

Menurutnya SIM yang sudah mati dan harus buat baru berdasarkan pada peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 9 tahun 2012 yang tertuang pada pasal 28 ayat (2) dan ayat (3), tentang perpanjangan SIM. Dijelaskan, bila SIM yang telah lewat masa berlakunya, walau pun satu hari tidak dapat diperpanjang, dan harus membuat SIM baru.

“Perkap itu diperkuat dengan Surat Telegram Kapolri, ST/985/IV/2016, pada 20 April 2016 huruf BBB poin tiga. Jadi, yang telah lewat masa berlakunya satu hari saja sudah tidak dapat diperpanjang kembali,” ujar Putu.

Dua warga tampak serius mengurus perpanjangan SIM di Pelayanan Bus SIM Keliling yang parkir di pusat perbelanjaan Nagoya Hill. Pelayanan SIM Keliling ini sangat membantu masyarakat Batam. F. Immanuel Sebayang/ Batam Pos.

Menurut Putu, selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui peraturan ini. Putu menjelaskan, sebelumnya SIM yang telah mati selama tiga bulan masih bisa diperpanjang. Namun, saat ini peraturan tersebut sudah tidak berlaku lagi dan Sat Lantas Polresta Barelang telah mengacu pada Perkap nomor 9 dan Surat Telegram Kapolri tersebut.

“Perkap yang lama memang ada tenggang waktu selama tiga bulan dan saat ini sudah diperbarui kembali. Kalau sudah lewat sehari tidak bisa lagi dan diharuskan untuk mengurus baru,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjutnya, secara otomatis masyarakat wajib mengikuti proses ulang, termasuk harus mengikuti teori ujian simulator maupun ujian praktik. Ia berharap, agar seluruh masyarakat yang mempunyai SIM dapat melakukan perpanjangan sebelum masa kedaluwarsa habis. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang mempunyai SIM tidak lagi membuat SIM baru.

“SIM bisa diperpanjang sebulan sebelum habis masa berlaku. Masa berlaku SIM itu lima tahun. Jadi jangan sampai lupa untuk perpanjang SIM, atau nanti harus buat SIM baru lagi,” kata Putu. (gie)

Pasar Busamin Tampung Hasil Kebun Petani Lokal

0
Lincol memperlihatkan barang dagangannya yang dijual di Pasar Busamin, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kamarin. F. Wijaya Satria/batampos.co.id

batampos.co.id – Petani di Dabo Singkep dan sekitarnya akhirnya dapat merasa lega, Pasar Buka Sabtu Minggu (Busamin) berlokasi di Jalan Dewa Ruci Dabo Singkep telah beroperasi. Pasar tersebut menampung seluruh hasil dari tanaman petani Lingga.

“Kami membuka pasar ini agar petani lokal dapat menikmati langsung hasil tanaman mereka. Petani juga menjadi pembisnis hasil panen mereka,” kata Lincol Pioner Pasaribu ketika ditemui di lokasi, Rabu (4/4) pagi.

Lincol menambahkan, pasar ini di prakarsai oleh dirinya sebagai ketua Koperasi Sumber Berkah Sejahtera bersama dengan Pemuda Panca Marga Kabupaten Lingga. Pasar yang diresmikan Ketua PKK Kabupaten Lingga Heryulita Alias Wello tiga pekan lalu ini menjual semua barang hasil dari tanaman lokal Kabupaten Lingga.

Pisang, Jagung, sayur mayur, cabai, belimbing juga termasuk produk yang dijajakan di pasar tersebut. Seluruh petani yang ada di Kabupaten Lingga dapat menjajahkan hasil panen mereka di pasar ini. Mereka hanya tinggal membuka lapak masing-masing.

Lincol yang juga sebagai ASN di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Perdagangan ini juga membuka pasar Koperasi Sumber Berkah Sejahtera. Uniknya, dipasar tersebut setiap anggota yang berbelanja akan mendapat harga di bawah harga umum.

“Bagi yang mau menjadi anggota koperasi tidak ada dipungut biaya apapun. Dan mendapat harga murah kalau belanja di koperasi ini,” kata Lincol. (wsa)