Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 12209

Gelapkan Motor Teman, Dua Pengangguran Dibekuk

0
ilustrasi

batampos.co.id – Ipan Andriawan, 25 dan Hendra Wijaya, 21 harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Ia diringkus personel Polsek Lubukbaja karena menggelapkan sepeda motor milik rekannya, Oktafiandri, 23.

Kapolsek Lubukbaja Kompol Yunita Stevani mengatakan, kedua pengangguran itu diringkus pada Rabu (18/4) sore. Dijelaskan olehnya, perbuatan yang dilakukan pelaku terjadi pada Minggu (15/4) lalu.

Ia melanjutkan, awalnya kedua pemuda datang ke rumah Oktafiandi dan meminjam sepeda motornya untuk pergi ke rumah teman mereka. Setelah meminjamkan sepeda motornya, kedua pemuda itu tak kunjung mengembalikan sepeda motornya.

“Sudah tiga hari motor ini dipinjam oleh pelaku. Alasan kedua pelaku mau ke rumah teman mereka juga,” katanya.

Karena merasa khawatir sepeda motornya tak kunjung pulang, Oktafiandi melapor kejadian ini ke Polsek Laubukbaja. Dia melaporkan telah menjadi korban penipuan rekannya sendiri.

“Saat melaporkan kepada kita, korban merasa dirugikan sebesar Rp. 4 juta dan selanjutnya membuat laporan ke Polsek Lubukbaja,” tuturnya.

Usai mendapatkan laporan itu, Unit Reskrim melakukan penyelidikan dan mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku penggelapan itu berada di kawasan Bengkong Abadi blok A nomor 44.

“Setelah itu kami menuju ke lokasi dan mengamankan keduanya. Saat diamankan tidak ada perlawanan dari tersangka. Mereka pun kemudian kami bawa ke Polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya. (gie)

Penertibaan Kios Pasar Induk Ditunda

0
Deretan kios kios berjejer berdiri di depan Pasar Induk Jodoh. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tim terpadu kota Batam masih menunda jadwal pemberian surat peringatan kepada pedagang di pasar Induk Jodoh. Hal itu dikarenakan lahan alokasi pemindahan sementara pedagang belum siap.

Kasi Trantib Satpol PP Batam Imam Tohari mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya sudah melayangkan surat kepada para pedagang. Hanya saja, isi surat itu meminta agar para pedagang bisa segera mengosongkan kios yang ada di dalam dan pinggir jalan pasar induk.

“Surat yang kemarin hanya untuk meminta pedagang mengosongkan, bukan jadwal penertiban,’ terang Imam.

Menurut dia, penertibaan kios belum bisa dilakukan karena lahan untuk pengalokasian sementara pedagang belum siap. Dimana rencananya, untuk sementara para pedagang akan dialokasikan di lahan kosong tak jauh dengan pasar induk.

“Rencananya ada lahan di depan DC Mal, nah masalahnya kami belum dapat persetujuan pinjam pakai lahan tersebut. Pemilik lahan masih diluar kota,” jelas Imam.

Dikatakannya, jika izin peminjaman lahan sudah didapat, maka pihaknya akan segera melayangkan surat peringatan kepada para pedagang.

“Prosedur tetap kami lakukan sebelum penertiban kios pedagang,” tegas Imam.

Disisi lain, Imam mengaku saat ini pihaknya tengah fokus membersihkan bekas penertiban di kawasan Jodoh atau tepatnya sederetan dengan Kantor BCA. Sementara untuk seberang kantor BCA itu masih menunggu.

“Fokus pembersihaan sederet SPBU Jodoh dulu, kalau disana sudah siap baru yang seberang BCA dibersihkan,” imbuh Imam.

Imam mengaku pihaknya masih berjaga-jaga disekitar lokasi untuk menghindari adanya pedagang yang kembali berjualan di daerah tersebut.

“Kalau penjagaan itu pasti, namun waktunya terbatas,” ujar Imam.

Pantauan Batam Pos, bekas penertibaan di kawasan Jodoh terlihat masih penuh dengan puing. Beberapa pemulung juga terlihat mencari besi di bekas kios yang ditertibkan. (she)

Lubang Jalanan Seipanas Semakin Mengkhawatirkan

0
Sejumlah pengendara melintas dijalan Laksamana Bintan Sei Panas yang terlihat rusan dan berlubang, Selasa (24/4).Jalan tersebut bila tidak segera di perbaiki bisa mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi jalan berlubang di Jalan Laksamana Bintan, Seipanas (Dari Simpang Gelel hingga Underpass) kian mengkhawatirkan. Terdapat belasan lubang ukuran kecil hingga besar yang menghiasi pinggir dan tengah jalan.

Seperti yang terlihat kemarin, lubang besar mengganga sekitar 200 meter menuju underpass. Bahkan saat hujan, kondisi lubang kerap tertutup air.

“Kalau hujan dan malam, lubang besar itu tak terlihat lagi,” terang Arul pengendara yang kerap melintas di jalur tersebut.

Ia mengaku ban mobilnya pernah masuk ke dalam lubang karena sisi sebelah kanan jalan sudah ada kendaraan lain. Alhasil, bemper mobilnya harus lecet karena lubang jalan yang cukup dalam.

“Lubangnya dalam, sudah banyak mobil yang rusak karena masuk kedalam lubang itu. Biaya perbaikannya juga tak murah,” imbuh Arul.

Disisi lain, Arul mendapat kabar jika jalan tersebut akan segera diperbaiki dan diperlebar oleh pemerintah. Namun, menurutnya pemerintah tak bisa egois membiarkan jalan tetap berlubang hingga memakan korban.

“Masa harus tunggu korban dulu. Paling tidak pemerintah menambal jalan sementara itu hingga memang ada perbaikan. Jangan sampai korban akibat lubang jalan ini terus bertambah,” jelas Arul.

Bahkan beberapa waktu lalu warga sekitar sempat memberi tanda dengan kayu dan plastik tentang keberadaan lubang besar. Namun meski sudah begitu, pemerintah tak juga respon dengan tanda tersebut.

Sementara, Kepala Dinas Bina Marga dan SDA Kota Batam, Yumasnur akan segera mengecek kondisi jalan itu. Jika memang parah, jalan itu akan segera diperbaiki.

“Saya akan cek sore ini (kemarin, red) kalau memang parah, makan akan kami perbaiki,” imbuhnya singkat. (she)

Harga Daging Tinggi, Omzet Pedagang Menurun

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dampak masih tingginya harga daging ayam buras dan daging sapi beku ternyata tak hanya dirasakan ibu rumah tangga. Para pedagang juga mengeluhkan omset penjualan yang turun dari biasanya karena tingginya harga.

Mansur pedagang daging di pasar Tos 3000 misalnya, mengaku omset penjualannya turun. Sebelum kenaikan, ia bisa menjual daging sapi beku lebih dari 50-70 kilo sehari. Namun saat ini, penjualnya kadang hanya 30 kilo perharinya.

“Pembeli juga jadi sepi. Ada yang beli cuma jumlahnya sedikit-dikit aja. Jarang yang beli per kilo,” imbuhnya.

Menurut dia, jika pun ada yang membeli jumlah banyak, itu karena langganan punya warung makan. Sedangkan ibu rumah tangga biasa, rata-rata membeli kurang dari setengah kilo.

“Harga masih Rp 88 ribu perkilo. Itu untuk daging padat, kalau daging berlemak harganya agak murah Rp 85 ribu perkilo,’ jelas Mansur.

Hal yang sama juga berlaku untuk daging ayam. Dimana, harga perkilo daging ayam Rp 35 ribu. Omset penjualannya ikut menurun dari yang seharinya bisa menghabiskan 100 kilo, saat ini paling banyak hanya 70 kilo.

“Nah mereka minta potong ukuran agak kecil. Biasanya potong 8 untuk perekornya, sekarang kadang minta potong sampai 10,” jelas Mansur.

Kondisi yang sama juga dikatakan Abi, penjual daging lainnya. Menurutnya pembeliaannya berkurang lantaran harga daging sapi tinggi. Keberadaan daging kerbau, ternyata tak berpengaruh juga terhadap harga daging sapi beku.

“Kalau daging kerbau saya tak ambil. Jarang yang mau beli, meski sudah ditawari. Jadi saya tetap jual daging sapi,” imbuhnya.

Dikatakan Abi, waktu harga daging sapi beku belum naik ia bisa menjual lebih dari 50 kilo perhari. Namun saat ini, penjualnnya menurun.

“Tak sampai 50 kilo, bisa 30 atau 40 kilo sehari. Tergantung hari juga sih. Biasanya Jumat sampai Minggu agak ramai,” ujar Abi.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Zarefriadi belum bisa dikonfirmasi terkait masih tingginya harga daging sapi dan ayam. (she)

Ada Sekira 100 WNA yang Punya Rumah di Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepemilikan properti untuk orang asing masih sangat minim di Batam. DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam menyebutkan, jumlah WNA yang memiliki properti di Batam tidak lebih dari 100 WNA.

“Jadi memang sangat minim di Batam ini. Padahal seharusnya Batam sebagai daerah industri, rumah untuk WNA banyak. Tapi kenyataannya tidak sampai seratus,” kata ketua DPD REI khusus Batam, Achyar, Selasa (24/4).

Kebanyakan WNA pemilik properti tersebut tinggal di rumah tapak. Tentunya rumah yang mewah yang bernilai jual miliaran rupiah.

“Kalau untuk apartemen belum. Mereka itu di landed house yang memang sudah memiliki izin atau Kitas tinggal di Batam,” katanya.

Sementara sasaran pengusaha property di Batam adalah investor. Karena memang permintaan juga banyak dari WNA yang tidak bekerja di Batam.

“Kalau seperti di Singapura sana, kita bebas beli properti di sana. Bahkan dikasih lagi kita izin tinggal. Di sini terbalik, harus ada izin dulu baru bisa beli rumah,” katanya.

Ia berharap ada kemudahan yang diberikan pemerintah terkait hal ini. Diyakini penjualan properti akan meningkat. Dan ini sudah pernah dilakukan tahun 1990 an saat Ismeth Abdullah menjadi kepala otorita Batam.

“Dulu dengan modal paspor saja sudah bisa beli. Misalnya perumahan Citra Batam dulu, itu banyak orang asing yang beli,” katanya.

Tetapi saat ini, WNA yang ingin membeli properti di Indonesia, harus berpedoman kepada Peraturan Pemerintah Nomor 103 pasal 2 ayat 2 disebutkan bahwa Warga Negara Asing yang diperbolehkan untuk membeli properti di Indonesia harus memiliki izin tinggal dan menetap di Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan Ham.

Surat izin tinggal ini, biasa juga disebut sebagai KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas), untuk mendapatkan Kitas ini seorang WNA harus bekerja terlebih dahulu di Indonesia dan kartu ini wajib diperpanjang selama 2 tahun sekali. Dari aturan ini dapat juga dipahami bahwa WNA yang ingin membeli properti harus bekerja terlebih dahulu di Indonesia, jadi motivasi mereka untuk membeli properti bukan untuk di investasikan namun untuk ditinggali.

“Kalau masalah nilai rumah yang harus dibeli, tidak menjadi persoalan untuk orang asing yang penting mereka mau prosedurnya dipermudah saja,” katanya.

Sementara itu ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk mengatakan bahwa memang investor juga harus dimudahkan dengan kepemilikan properti di Batam. Ia mengapresiasi BP Batam yang tegas mengatakan bersedia menjadi penjamin bagi WNA yang ingin memiliki properti di Batam. Dan ia berharap BP Batam bersama pengusaha bisa satu suara untuk memperjuangkan ini ke pusat.

“Kita apresiasi BP Batam dalam hal ini. Dan harapan kita memang, ada kemudahan yang diminta REI ini,” katanya. (ian)

DPRD Batam Minta Disperindag Jamin Ketersediaan Stok Sembako

0
ilustrasi

batampos.co.id – DPRD Kota Batam meminta Disperindag Kota Batam untuk bisa mengendalikan harga jelang lebaran. Di mana setiap tahun, harga-harga Sembako naik di pasaran dan memicu terjadi inflasi.

“Ini menjadi tugas dari Disperindag. Janganlah setiap menjelang hari besar selalu naik harga. Ini menjadi tugas kita bersama,” kata ketua komisi II DPRD Kota Batam Edward Brando, Selasa (24/4).

Ia mengatakan dalam waktu dekat akan memanggil Perindag untuk meminta keterangan mengenai harga-harga yang sudah mulai naik di pasaran. Sekaligus meminta pernyataan mengenai pasokan sembako menjelang lebaran.

Anggota komisi II DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba juga meminta Pemko Batam untuk bisa menjamin pasokan tetap ada sehingga tidak ada alasan dari pedagang untuk menaikkan harga. “Selama ini pasokan menjadi alasan untuk menaikkan harga barang. Kalau stok kurang, Pemko harus cari jalan keluarnya,” katanya.

Menurutnya, komoditi daging selalu menjadi masalah menjelang lebaran. Termasuk tepung dan telur yang memang banyak dikonsumsi warga. Ia berharap Disperindag bisa terus melakukan pengawasan terhadap distributor. Sehingga dipastikan tidak ada distributor yang sengaja menimbun barang yang berimbas kepada kenaikan harga.

Sementara itu, kepala dinas perindustrian dan perdagangan Zarebriadi mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan harga. Ia juga mengatakan bahwa hingga saat ini pasokan masih tetap aman.

“Ya kita terus berupaya untuk menjaga stok ini aman. Dan kita berharap tidak ada pedagang yang menjual harga di atas ketentuan yang berlaku,” katanya. (ian)

Daging di Atas HET, Disperindag Surati Kementerian

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kabid Perdagangan Disperindag Batam, Adisthy mengaku sudah berkoordinasi dengan ketahanan pangan dan distributor terkait stok dan kenaikan harga daging di Batam saat ini. Selain itu ia mengaku sudah menyampaikan hal ini ke kementerian, jika harga daging di Batam melebihi harga eceran tertinggi (HET).

“Distributor daging di Jakarta sudah jual Rp78 ribu. Nah mau dijual berapa di Batam. Sedangkan HET sendiri Rp 80 ribu perkilogram,” kata Adisthy, kemarin.

Menurut dia, dari pihak kementerian sendiri berjanji akan langsung turun ke Batam jika dirasa perlu dilakukan perubahan HET.

“Kalau distributor saja sudah tinggi. Bagaimana jual ke pedagang, sementara harga distributor dan pedagang juga tidak terlalu jauh berbeda,” tutur Adisthy.

Terkait harga daging sapi sendiri, ia mengaku sudah turun di beberapa pasar. Hasilnya, dijual di atas HET, yakni berkisar Rp 81-Rp 82 ribu per kilogram untuk daging sapi beku. Bila dilihat dari harga distributor saat ini, ia mengaku masih dalam kategori wajar, karena belum menyentuh di angka Rp 87 ribu perkilo.

“Kenaikan ini dikarenakan pembatasan kuota makanya stok agak berkurang. Tapi dari distributornya memang dijual tidak diatas HET,” sebut dia.

Sementara itu, daging ayam juga mengalami kenaikan harga antara Rp38 ribu sampai Rp 39 ribu. “Untuk daging ayam kita segera cari penyebabnya,” tegasnya. (rng)

Dikejar Tukang Tagih Utang, Seorang Janda Ingin Jual Ginjalnya

0
ilustrasi

batampos.co.id – Mn, janda empat anak yang berdiam di kelurahan Bukit Tempayang, Batuaji berencana akan menjual ginjalnya kepada siapa saja yang berminat. Itu dilakukan karena wanita 45 tahun itu terlilit utang pada beberapa koperasi harian.

“Saya sudah capek diuber-uber debt collector. Pengen hidup tenang tanpa utang,”ujar Mn saat dijumpai di seputaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, pagi tadi.

Kepada Batam Pos, Mn yang ditemani Cv rekannya menceritakan jika kondisinya saat ini benar-benar tak berdaya. Dia yang masih harus menghidupkan dua anaknya yang kini duduk di bangku SMP dan SD sudah tak sanggup lagi membayar angsuran pinjaman koperasi sebesar Rp 350 ribu perminggu.

“Utang itu saya pinjam pada koperasi harian saat masih berjualan (sembako) di pasar Sagulung. Sudah hampir setahun saya tak berjualan lagi karena tak laku. Usaha saya bangkrut. Saya jadi kewalahan sekarang,” ujar Mn.

Karena sering diubar oleh debt collector dan harus membiayai sekolah kedua anaknya, wanita ini mengaku akan segera menjual salah satu ginjalnya kepada siapapun yang bersedia membeli.

“Saya sudah nggak tahu mau berbuat apa lagi. Anak-anak juga harus sekolah, sementara saya tak punya penghasilan lagi. Kalau ada yang berminat saya mau jual saja ginjal saya ini,” tuturnya.

Tadi pagi, Mn ke RSUD Embung Fatimah Batam untuk mengecek kesehatannya. Jika kondisi kesehatannya baik dia akan segera mengumumkan rencana jual ginjal tersebut. (eja)

Walikota Batam Minta Tunda Pajak Hiburan, Komisi II Ogah

0
ilustrasi

batampos.co.id – Walikota Batam, Muhammad Rudi meminta kenaikan pajak hiburan ditunda selama setahun. Bahkan Rudi sudah mengirim surat ke DPRD Batam. Hanya saja, Komisi II DPRD Batam menyatakan enggan menyetujui permintaan wali kota tersebut. Mereka beralasan harus ada dasar kuat.

“Mau naik, turun atau dihapuskan. Segala sesuatu harus punya dasar yang kuat,” ucap Ketua Komisi II DPRD Batam, Edward Brando, Selasa (24/4).

Diakuinya, Komisi II tidak bisa ikut menyetujui sesuatu usulan yang tidak mempunyai dasar yang jelas. Contohnya, kata Edward, ketika pelaku usaha hiburan berpendapat kenaikan pajak bakal menurunkan sektor pariwisata. Tentu tidak semudah itu, harus ada data dan perhitungan. Apakah betul pariwisata menurun. “Jadi semua itu ada ukuran. Berhubungan sampai saat ini kami belum mendapatkan jawaban konkrit dari pemko,” ucapnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengaku belum bisa memberikan padangan, jika belum ada dasar yang kuat dari pemko.

“Artinya untuk sementara kami tegaskan, jika belum ada masukan yang konkrit, itu harus berjalan. Karena diatur di perda,” tegas dia.

Edward juga mengakui, dalam klausul sendiri apabila ada wajib pajak keberatan dengan besaran yang ditetapkan pemerintah, dia bisa mengajukan keberatan kepada pemko. Persoalan sudah diterapkan atau tidak wali kota punya otoritas. “Hanya saja ketika surat itu dilayangkan ke kami, artinya pemko melibatkan DPRD Komisi II. Kami minta minta datanya mana, indikator yang mendasari. Sampai sekarang belum diberikan,” lanjut dia.

Sehingga, lanjut Edward, ketika data ini diberikan, pihaknya bisa mempelajari. “Kami tak mau keputusan kami subjktif karena suka atau tidak suka. Keputusan ini harus mampu dipertanggung jawabkan. Termasuk juga kepada masyarakat Kota Batam,” jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging mempertanyakan apa indikator pemko untuk menunda kenaikan pajak hiburan tersebut. Apalagi penundaan yang disampaikan Wali Kota selama satu tahun dinilai membutuhkan dasar yang kuat, sebab sudah di atur di peraturan daerah (perda).

“Kalau setahun sama saja dengan merevisi perda. Gak bisa seperti itu,” kata Uba.

Ia mengakui, bagaimana dengan pertanggung jawaban hukum dan politiknya. “Jangan dianggap kita bermain-main disana. Kami tak ingin akhir tahun pemko kembali mengatakan defisit anggaran, karena PAD tak tercapai. Akhirnya tunda bayar, yang menyebabkan siklus APBD menjadi rusak,” jelasnya. (rng)

Momen Pas Beralih ke Kartu Halo

0
Ki-Ka : Genearal Manager Sales regional Sumbagteng Ihsan, Executive Vice President Area Sumatera – Paulus Djatmiko, COO PT Erafone Artha Retailindo – Jong Woon Kim dan General Manager Account Management Sumatera – Roeswandi

batampos.co.id – Pembaca batampos.co.id yang budiman. Hari ini (25/4/2018) bertempat di artrium Mega Mall Batam Center Telkomsel meluncurkan One Halo.

Sebuah program yang yang memberikan benefit bagi penggunanya.

Ini adalah momen peluncuran perdana di tanah air, mengulangi momen bersejarah pada 1995. Kala itu,26 Mei 1995, Telkomsel meluncurkan kartu Halo pun di Batam.

Oke, tak perlu berpanjang lebar. Ada dua pilihan paket layanan paa program one hal ini. yakni Halo Fit dan Halo Kick!

“Program One Halo merupakan langkah inovasi dari Telkomsel yang memberikan aneka benefit untuk pelanggan,” ujar Executive Vice President Area Sumatera Paulus Djatmiko saat jumpa pers sebelum acara peluncuran.

General Manager Sales regional Sumbagteng Ihsan membeberkan keuntungan yang ditawarkan.

Bila Anda memilih mengangtifkan Halo Fit seharga Rp50 ribu. Anda akan mendapat benefit 300 menit, plus ekstra kuota menelepon 100 menit ke sesama nomor Telkomsel dan 300 SMS hanya ke nomor Telkomsel saja.

Pelanggan pun akan mendapatkan paket data dengan kuota sebesar 20MB plus bonus data sebesar 1 GB.

Nah, untuk paket Halo Fit seharga Rp60 ribu, pelanggan ditawari paket data lebih besar dengan kuota 2.5GB plus bonus 1.5GB. Dengan Halo Fit Anda pun akan mendapatkan 50 menit plus bonus 100 menit menelepon serta 100 SMS yang kesemuanya dapat digunakan untuk sesama nomor Telkomsel.

Coba bandingkan dengan menggunakan kartu pra bayar. Masih bimbang? tentu Anda bisa datang ke kantor Telkomsel terdekat atau bisa juga sembari jalan – jalan datang ke gerai Erafone sebab program ini pun menawarkan bundling dengan pembelian ponsel di Erafone. (ptt)