Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 12214

Sistem Zonasi Sekolah Picu Konflik Baru

0
Murid SDN 018 Sagulung berbaris saat mengikuti kegiatan sekolah, Senin (30/4). Tahun ini penerimaan PPDB tidak tertampung karena minim ruang kelas baru. Diharapkan Pemko Batam segera manambahnya supaya tertampung. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Terkait nantinya akan banyak wali murid yang berlomba-lomba membuat domisili di alamat sekolah yang anaknya hendak didaftarkan ke sekolah tersebut, dalam sistem penerimaan berdasarkan zonasi, nantinya hal itu akan memicu masyarakat untuk membuat surat keterangan domisili fiktif.

Padahal mereka tak tinggal di alamat lingkungan dekat sekolah, tapi berusaha mengantongi surat domisili tersebut agar anaknya bisa diterima di sekolah yang dituju.

Menurut Sekretaris Komisi IV DPRD Batam yang membidangi pendidikan, Udin P Sihaloho, hal tersebut merupakan bentuk ketidakmampuan pemerintah daerah dalam hal ini Kadisdik Batam dalam mengelola bagaimana anak-anak di Batam bisa mendapatkan pendidikan dan ditampung ke sekolah negeri.

“Di Batam ini sebenarnya penerapan sistem zonasi dalam PPDB belum siap. Kenapa, karena penyebaran unit sekolah yang ada, belum merata. Ada satu kecamatan yang memiliki sekolah negeri dalam jumlah banyak, ada juga bahkan satu kelurahan bahkan tak satupun ada sekolah negerinya,” terang legislatif dari dapil Bengkong-Batuampar ini.

Udin mencontohkan di Sagulung-Batuaji. Wilayah tersebut bersebelahan dan hanya dibatasi atau dipisahan oleh jalan raya saja beberapa meter.

“Kalau anak sekolah di Sagulung-Batuaji tak diterima karena adanya penerapan sistem zonasi, hal tersebut kan akan memicu satu permasalahan yang rumit dan besar nantinya. Saat PPDB dibuka, nantinya akan menimbulkan gejolak keributan yang berujung bentrok antara orangtua wali murid dengan pihak sekolah negeri. Hal ini yang harusnya bisa diantispasi oleh Pemko Batam,” terangnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, agar tak terjadi kericuhan saat PPDB dibuka, lanjutnya, otomatis orangtua yang tak tinggal dekat lingkungan sekolah pun akan berlomba-lomba membuat surat domisili dari RT-RW demi anaknya bisa diterima di sekolah yang diinginkan.

“Mampu nggak Pemko Batam nanti mencegah keributan tersebut saat PPDB digelar,” tanya Udin.

Kalau nantinya di lapangan saat PPDB digelar, didapati banyak masyarakat wali murid yang memalsukan alamat tinggalnya dengan surat keterangan domisili yang didapat dari RT,RW dekat lokasi sekolah, hal tersebut lanjut Udin, sudah masuk ranah penipuan untuk memuluskan keinginannya yang hendak memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah negeri.

“Saat satu anak yang tak tinggal di zonasi dekat sekolah tersebut diterima hanya berdasarkan modal surat domisili dari RT,RW, tetapi yang lainnya tak bisa diterima yang sama-sama mendaftar, hal tersebut memicu konflik atau bentrok di lingkungan pendidikan yang mencoreng pendidikan. Sistem zonasi ini tak akan merubah pendidikan di Batam menjadi lebih baik, justru akan menambah masalah dan memicuk konflik pendidkan,” ujarnya. (gas)

Puskesmas Pesisir Perlu Ditempatkan Dokter Spesialis

0
ilustrasi

batampos.co.id – Saat ini keberadaan dokter spesialis di puskesmas yang ada di Batam masih kurang. Hal tersebut mendapat tanggapan dari anggota Komisi IV DPRD Batam, Riki Indrakari, Rabu (9/5) siang.

“Kalau bicara tentang dokter spesialis, puskesmas itu harus terakreditasi terlebih dahulu. Ini kan proses. Dari dulu kami minta untuk Dinkes Batam mengakreditasi seluruh puskesmas di Batam, tapi kan sejak periode lalu, kami selalu minta,” ujar Riki.

Hanya saja, lanjutnya, dari Kementerian Kesehatan sendiri belum ada standar akreditasinya. Baru keluar di Kemenkes tahun 2015. Makanya di 2016 DPRD Batam membunyikan juga di Perda Sistem Kesehatan Daerah.

Ia berharap nanti puskesmas di Batam bisa terakreditasi semua dan menjadi rumah sakit tipe D.

“Kalau Puskesmas itu terakreditasi A atau B misalnya, dan berada di lokasi pesisir, maka kami akan prioritaskan menjadi rumah sakit tipe D. Jadi jangan parsial kalau menyusun rencana strategis.(renstra) kesehatan itu, saya perlu mengkritisi itu kenapa, kan kita saeharusnya berdasarkan kebutuhan. Kalau daerah yang sudah banyak klinik swasta misalnya, apa perlu kita menempatkan dokter spesialis di puskesmas. Artinya yang perlu dokter spesialis itu di lingkungan yang masyarakatnya jauh dari akses rumah sakit, seperti Puskesmas di daerah pulau-pulau pesisir,” terang Riki. (gas)

Akui Harga Sayur Merangkak Naik

0
Warga membeli kebutuhan pokok di Pasar SP Plaza, Sagulung, Rabu (9/5). Harga kebutuhan pokok menjelang puasa seberanjak naik. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Harga barang kebutuhan pokok mulai merangkak naik menjelang Lebaran. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desprindag) kota Batam mengakui hal itu sebab menjelang hari raya keagamaan oknum penyuplai ataupun pedagang barang kebutuhan pokok memanfaatkan momen tersebut untuk memperoleh keuntungan yang lebih.

Pantauan di sejumlah pasar di wilayah Batuaji dan Sagulung selain daging, harga sayuran dan komuditi lainnya juga naik sejak sepekan terakhir ini. Sayur wortel misalkan semula Rp 14 ribu perkilo kini naik jadi Rp 17 ribu kerkilogram, bawang merah dari Rp 26 ribu naik jadi Rp 30 ribu perkilogram.

“Yang lebih mahal lagi sayur sawi sekarang. Dari Rp 6 ribu naik jadi Rp 20 ribu perkilogramnya,” ujar Lina, pedagang sayur di pasar basah SP Plaza, Sagulung, Rabu (9/5).

Harga daging juga demikian. Sejak dua pekan belakangan ini harga daging sudah beberapa kali naik. Terkahir kemarin, harga ayam segar sudah Rp 36 ribu perkilogram dari harga sebemunya Rp 28 ribu. Begitu juga daging sapi dari Rp 80 ribu kini naik hingga Rp 95 ribu perkilogram.

“Sudah seminggu ini naik. Memang dari sitributornya naik makanya di sini juga naik,” ujar Riko, pedagang daging di pasar Aviari, Batuaji.

Kadisperindag kota Batam Zarefriadi yang turun memantau harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tersebut mengakui lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok itu. Kenaikan itu kata Zarefriadi bukan kebijakan pemerintah melainkan ulah oknum distributor atau pedagang sendiri.

“Pemerintah telah menentukan batas harga eceran tertinggi (HET), nah kalau yang begini tentu akal-akalan oknum-oknum itu saja,” ujarnya.

Upaya khusus untuk menekan lonjakan harga itu sambung Zarefriadi, pihaknya hanya bisa rutin melakukan pengecekan seperti itu dua kali seminggu. Jika ada pedagang menjual barang kebutuhan pokok diatas HET tentu akan ditindak dengan memberikan peringatakan kepada pedagang tersebut.

“Selain itu kami juga punya terobosan baru untuk menekan perbedaan harga yang mencolok itu. Setiap minggu kita pajangkan harga kebutuhan pokok dari empat pasar yang berbeda di website pemko Batam organisasi perangkat daerah (OPD) Desprindag,” ujarnya.

Panjangan harga kebutuhan pokok dari empat pasar yang berbeda itu jelas Zafriadi untuk memudahkan masyarakat melihat pasar mana yang harganya lebih murah.

“Kalau ada yang murah kenapa harus ke pasar yang mahal. Tiap minggu kami pajangkan empat pasar yang berbeda-beda. Masyarakat harus rutin cek di website kami ini agar tidak beli barang yang melebihi HET tadi,” ujarnya.

Dengan cara ini tentunya oknum pedagang akan perlahan-perlahan bisa mengontrol harga jual barang mereka. Jika mereka menjual diatas HET tentu tak akan didatangi masyarakat sebab di pasar lain harganya dibawa atau sesuai HET.

“Silahkan cek ke website itu kalau mau berbelanja. Tiap minggu kami update perbandingan semua harga barang yang ada,” ujarnya. (eja)

BPOM Temukan Boraks Dalam Bumbu Pelembut Daging

0
Sofi dan Suriani, petugas BPOM menguji sempel makanan di SP Plaza saat razia makanan oleh BPOM, Rabu (9/5). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar basah di wilayah Sagulung dan Batuaji, Rabu (9/5) pagi. Sidak yang digelar bersama Kepala Dina Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) kota Batam Zarefriadi serta petugas dari Dinas Kesehatan kota Batam itu petugas menemukan satu produk makanan yang mengandung boraks.

Produk tersebut adalah bumbu pelembut daging dengan bungkusan bertuliskan “Bunga” dari pedagang bumbu di pasar basah Sentosa Perdana (SP) Plaza Mall, Sagulung dan pasar basah Aviari, Batuaji. Bumbu tersebut langsung ditarik oleh petugas BPOM agar tidak lagi beredar di dua pasar tersebut. “Yang kita jumpai langsung ditarik. Dari pasar SP Plaza ada 19 bungkus dan Aviari ada sekitar 20 an bungkus,” tutur Staff Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BPOM di Batam Therecy, kemarin.

Temuan bumbu yang mengandung senyawa kimia yang berbahaya untuk dikonsumsi itu kata Therecy, akan ditindak lanjuti di kantor BPOM Batam. “Ini akan dicoba lagi di kantor, kalau dari semua item yang kita tarik mengandung boraks, maka akan ditarik semua pelembut daging seperti ini dari pasar,” ujarnya.

Sidak tersebut jelas Therecy merupakan pengawasan rutin dari BPOM di Batam untuk menekan peredaran bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya ataupun tidak halal. Dalam sidak tersebut kemarin, petugas BPOM Batam sedikitnya mengambil 30 an sample bahan makanan ataupun bumbu masakan untuk dicoba. “Ini pengawasan rutin sebenarnya. Cuman kebetulan menjelang Ramadan jadi fokus ke bumbu, daging dan bahan makanan yang biasa dibutuhkan selama Ramadan. Total 30 an item yang diambil dari setiap pasar yang kami datangi. Hasilnya baru satu yang positiv mengandung bahan kimia berbahaya,” tuturnya.

Zarefriadi yang mendamping petugas dari BPOM dalam sidak tersebut berharap agar temuan itu menjadi titik awal bagi petugas BPOM untuk mengecek semua bahan makanan yang ada dipasar saat ini. “Bisa jadi jenis yang lain yang luput dari uji sample ini ada boraks atau formalin seperti bumbu pelembut daging ini. Harus diperiksa semua ini,” tutur Zarefriadi. (eja)

Bocah 3 SD, jadi Korban Asusila di Batuaji

0
ilustrasi

batampos.co.id – Nm, murid kelas 3 SD di Sagulung. Gadis umur 9 tahun dicabuli oleh seorang pria rekan kerja bapaknya.

Aksi pencabulan itu diketahui oleh orangtua korban pada Selasa (8/5/2018) siang lalu. Saat itu orangtua korban yang tinggal di wilayah hukum mapolsek Batuaji curiga, saat melihat Mn yang baru pulang dari sekolahnya mengenakan baju biasa bukan seragam sekolah.

“Belum sampai rumah kok sudah ganti bajunya dan baju itu bukan dia (Mn),” ujar Fr ayah Mn di Mapolsek Batuaji, Kamis (10/5).

Melihat kejanggalan itu, Fr dan istrinya mencoba menanyakan ke Mn apalagi kondisi Mn terlihat lemas dan tak seperti biasa. Seperti yang dialaminya, Mn lantas menceritakan kejadian naas yang menimpahnya. Dia mengaku telah dicabuli oleh seorang pria yang juga punya anak perempuan seumuran dengan Mn saat Mn baru pulang dari sekolah. Pria tersebut tak lain adalah rekan kerja Fr.

“Baju yang dipakai anak saya ternyata baju anak dia yang juga seumuran dengan anak saya ini. Kami benar-benar terpukul mendengar cerita anak kami ini,” kata Fr.

Tidak terima dengan kejadian itu, Fr membuat laporan resmi ke Mapolsek Batuaji dengan harapan agar pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe membenarkan adanya laporan itu. Namun demikian pihaknya belum memanggil pria yang dilapor tadi sebab masih menunggu bukti visum dari rumah sakit.

“Masih dugaan (pencabulan). Tetap kami dalami cuman tidak bisa langsung main tangkap saja. Butuh alat bukti termasuk hasil visum baru kami periksa terlapor,” ujar Dalimunthe. (eja)

KPU Batam Catat 81.194 Pemilih Baru

0
Mustari Abdul Hamid, 40, Panitia Pemutahiran Data Pemilih (Panterlin) untuk 2019 pemilihan Legislatif dan Presiden dan Wakil Presiden mendata daftar pemilih atau mensensus ulang di rumah Johar Bins Usaman,50 di Perumahan Sumberindo RT 07/RW 12, Tanjunguncangm, Batuaji, Senin (7/5). DPT ditahun 2015 sebanyak 195 dan sementara data baru saat ini 280 di Minggu ke tiga mendata. Dan bisa bertambah data menjadi 300 san lagi setelah selesai didata di RT 07 Saja. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) ota Batam mencatat 81.194 pemilih baru yang akan berkontribusi di Pemilihan Umum (Pemilu) 9 April mendatang.

Komisioner KPU Batam, Jernih Siregar mengatakan pemilih baru merupakan mereka yang memasuki usia 17 tahun hingga April mendatang, pensiunan TNI/POLRI hingga mereka tercatat sebagai pendatang ke Batam.

“Ini berdasarkan hasil coklik yang tengah kami jalankan,” kata dia, Rabu (9/5).

Ia menjelaskan memasuki minggu kedua ini. Sudah ada 30 persen dari jumlah Data Penduduk Pemilih Potensial (DP4) yang dicoklik oleh tim Pantarlih. “Ya, jumlah DP4 Batam kan mencapai 825.775 jiwa. Hingga kini baru 210.632 yang sudah dicoklik,” jelasnya.

KPU lanjutnya masih memiliki waktu hingga 17 Mei mendatang untuk menuntaskan proses coklik tersebut. Ia mengungkapkan salah satu kendala yang dihadapi di lapangan adalah banyak warga yang tidak ada di rumah saat tim datang.

“Makanya, kami bahkan turun hingga malam untuk mendapatkan data pemilih tetap yang akan berkontribusi di pemilu tahun depan,” papar Jernih.

Ia menambahkan, untuk mendapatkan jumlah data pemilih tetap, pihaknya bahkan mendatangi rumah warga lebih dari satu kali. “Ini upaya kami dalam mendapatkan pemilih ril. Masih ada waktu satu minggu lagi. Kami berharap seluruh DP4 bisa selesai,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua KPU Batam, Agus Setiawan mengungkapkan Pantarlih saat ini masih berusaha mendapatkan pemilih pasti untuk Pemilu tahun depan. Meskipun ada kendala di lapangan pihak terus berupaya mendatangi rumah warga agar bisa dicoklik.

“Ya, Batam kan kota sibuk. Semua pada kerja, jadi wajar kalau ada kesulitan,” sebutnya.

Rendahnya pencapaian coklik ini harus segera dikejar dengan sisa waktu yang ada tentunya. “Masih ada kurang lebih 10 hari lagi. Kami akan bekerja maksimal,” tutupnya.(yui)

Dongkrak Kunjungan Wisman

0
Sejumlah wisatawan asing saat mengunjungi Gedung Daerah Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Tanjungpinang mendapat sorotan secara khusus dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang. Terungkap dari catatan yang dilampirkan dalam tanggapan atas Laporan Kerja Pertanggungjawaban Pemko Tanjungpinang, sektor pariwisata adalah sektor masa depan.

Ketua Komisi II DPRD Tanjungpinang, Mimi Betty Williningsih menyatakan, kekosongan jabatan kepala dinas bukan untuk tidak membangun sektor pariwisata. ”Sekarang kan sudah ada Plt dan program juga sudah ada, jadi tinggal dikembangkan dan dimaksimalkan,” kata Mimi, Rabu (9/5) kemarin.

Di antara sekian pekerjaan rumah, Disparbud Tanjungpinang akan terus meningkatkan angka kunjungan wisatawan mancanegara (Wisaman). Kendati target tahun lalu telah terpenuhi, diharapkan pada tahun ini sepaling tidak bisa dipertahankan, dan lebih baik jika kunjungan meningkat.

Selain itu, sambung Mimi, yang tidak kalah penting adalah mengubah arah kerja Disparbud dengan mengorientasikan kegiatan kepariwisataan yang bisa menunjang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). ”Itu juga penting. Pariwisata sudah semestinya bisa memberikan dampak buat PAD kita,” kata legislator dari Fraksi Partai Golkar ini.

Soal pengisian jabatan utama di sana, Mimi yakin, Pemko Tanjungpinang akan memilih ASN terbaiknya untuk memimpin OPD sentral ini. Kepada siapa pun nanti yang mendapatkan amanah ini, Mimi berharap, ia adalah seorang ASN yang punya wawasan serta berpikir inovatif dalam mengembangkan pariwisata Tanjungpinang.
”Zaman terus berkembang, dan karena itu harus benar-benar dipimpin oleh orang yang kreatif dan inovatif,” pungkas Mimi. (aya)

Gedung DPRD Harus Dilanjutkan

0

batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Natuna Dwitra Gunawan menilai sejumlah proyek pemerintah yang tertunda beberapa tahun terakhir, mesti dilanjutkan tahun 2019 mendatang. Salah satunya proyek pembangunan gedung DPRD.

Menurutnya sejumlah proyek bersumber APBD perlu dilanjutkan agar bermanfaat dan fungsional. Dan tidak terjadi proyek yang mubazirkan anggaran daerah. Terutama proyek gedung DPRD yang sudah habiskan anggaran miliaran rupiah.

”Proyek gedung DPRD mesti dilanjutkan tahun 2019 mendatang. Supaya anggaran yang sudah digunakan dapat bermanfaat,” kata Dwitra kemarin. Menurutnya, pemerintah sudah tidak punya alasan lagi tidak melanjutkan pembangunan proyek gedung DPRD.

Karena kendala yang menjadi alasan tahun sebelumnya dan tahun 2018 ini sudah terpenuhi. Sebelumnya pemerintah beralasan menunda pembangunan karena proses pembangunan sebelunya harus diaudit terlebih dauhulu oleh BPKP.

”Sekarang proses audit sudah selesai, dengan ini pemerintah tak ada alasan lagi. Kami DPRD tak mau tahu, pembangunan itu harus dilanjutkan lagi tahun 2019 mendatang,” tegas Gunawan.(arn)

Joko Lelono Satu Sel Bersama Kades Pangke Barat

0

batampos.co.id – Sejak Senin (7/5) lalu, mantan Kepala SMK Negeri 2 Karimun Joko Lelono ya­ng menjadi tersangka duga­an kasus korupsi dana Bantu­an Operasional Sekolah (BOS) ta­hun anggaran 2015 dan 2016, di­tahan oleh JPU Kejari Tanjung­balai Karimun. Untuk sementara dia dititipkan ke Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun.

”Tahanan titipan jaksa atas nama Joko Lelono kita tempat­kan di sel blok A nomor 1 yang sebelumnya sel tersebut bekas sel anak-anak,” ujar Kepala Ru­tan Kelas II Tanjungbalai Karimun, Eri Erawan, Rabu (9/5).

Seharusnya Joko ditempatkan di sel nomor 32, namun kamar sel tersebut bermasalah karena ada narapidana yang kabur beberapa waktu lalu. Sehingga sel tersebut tidak dibuka dan penghuninya tidak boleh keluar sebagai sanksi.

Di dalam sel blok A nomor 1, katanya, jumlah penghuninya ti­dak banyak. Ada 9 orang di dalam­nya, termasuk Joko Lelo­no. Di sel yang ditempati Joko, ada satu terpidana korupsi ka­sus operasi tangkap tangan (OOT) pihak kepolisian tahun lalu yang dieksekusi pihak kejak­saan. Yakni Rumainor, kepala desa (Kades) Pangke Barat yang divonis penjara 8 bulan oleh Pengadilan Tipikor Kepri.

JPU di Kejari Tanjungbalai Karimun telah menetapkan Joko Lelono sebagai tersangka dugaan tindak pidana kasus korupsi dana BOS selama 2015-2016 dengan kerugian negara Rp 500 juta.

Modus yang dilakukan oleh tersangka dengan cara membuat kegiatan fiktif dan mengeluarkan kwitansi fiktif. Sekda Provinsi Kepri TS Arif Fadillah menyayangkan perbuatan yang dilakukan oleh bawahannya tersebut. ”Apa yang dialami dan dilakukan oleh Joko Lelono dapat diambil pelajaran. Khususnya dalam mengelola dana BOS yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.(san)

Perkuat Cinta pada Negara

0
Wakil Gubernur Kepri Isdianto foto bersama dengan resimen mahasiswa, Rabu (9/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri Isdianto menegaskan Pemprov Kepri sangat mengapresiasi segala bentuk kegiatan kemahasiswaan yang bersifat positif dan bermanfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan, masyarakat, dan negara. Mahasiswa juga dituntut harus memliki wawasan kebangsaan dan juga nasionalis yang tinggi, terlebih bila dihadapkan dengan tantangan saat ini.

“Pastinya tantangan saat ini jauh lebih berat. Karena itu kalian harus terus belajar dan berlatih. Agar menjadi mahasiswa yang sigap dan cekatan guna mengisi pembangunan,“ kata Isdianto saat Penutupan Pendidikan Dasar Militer Angkatan XI Gelombang I Tahun Anggaran 2018, Resimen Mahasiswa Mahabahari Provinsi Kepri di Batalyon Raider Khusus Yonif 136/Tuah Sakti Barelang, Batam, Rabu (9/8).

Pelaksanaan pendidikan Menwa bela negara berlangsung sejak 30 April diikuti 54 orang perwakilan mahasiswa-mahasiswi dari 7 perguruan tinggi se-Kepri. Selama mengikuti pendidikan para menwa mendapatkan pelatihan bela negara yang berisikan materi pokok dan materi pelengkap. Materi pokok terdiri peraturan militer dasar, pengetahuan teknik tempur, pendidikan jasmani militer, latihan berganda, kemenwaan, dan kepemimpinan TNI.

Materi pelengkap terdiri dari pengenalan matra darat, bela negara, narkoba, intelijen, dan pengamanan. Juga ada materi tambahan seperti jam komandan, jam cadang, dan juga jam upacara.

Isdianto mengatakan, pelatihan ini menjadi salah satu bukti kecintaan pada negara. Menurutnya, pelatihan ini bukan merupakan akhir, tapi awal untuk melakukan pengabdian kepada organisasi, almamater, dan negara.

“Buktikan bahwa latihan ini benar-benar menempa semangat dan jiwa bela negara untuk tujuan yang mulia,” kata Isdianto. (bni)