batampos.co.id – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Pertumbuhannya yang subur dari waktu ke waktu menjadikan sektor ini mendapat perhatian dari Pemko Tanjungpinang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Riono menyatakan, Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM mesti menyusun program yang punya orientasi terhadap peningkatan kualitas produk dan sumber daya manusia pada tiap-tiap UMKM di Tanjungpinang.
UMKM, sambung Riono, merupakan aset yang harus dipertahankan, sehingga pengusaha kecil bisa tetap bertahan meskipun krisis ekonomi sedang melanda. “Dengan tumbuh suburnya UMKM bisa menambah angka tenaga kerja,” ungkapnya.
Riono melanjutkan usaha kecil harus didorong menjadi besar. Selama ini kendala yang dihadapi pelaku usaha kecil adalah permasalahan internal seperti masalah modal, SDM, hukum, dan akuntabilitas.
“Yang sudah berkembang coba berinovasi dan tetap bersemangat meski kondisi perekonomian kita sedang lesu. Sebenarnya melalui program CSR, para pelaku usaha bisa memanfaatkan modal bank melalui kredit usaha rakyat (KUR),” ujar Riono.
Riono menegaskan dari sisi SDM, sebuah usaha harus memiliki sistem yang baik dan dikelola secara manajemen yang sesuai. Untuk pengemasan harus dibuat secara menarik, murah, produk label, sertifikat halal, teruji kesehatan, dan kandungan gizi serta kemasan yang memiliki ciri khas. Itu dapat membuat konsumen tertarik. Dari sisi hukum usaha minimal memiliki izin produksi industri rumah tangga (PIRT).
“Kalau mau usaha maju hal-hal tersebut perlu dicermati. Berbicara akuntabilitas masih manajemen tukang sate, mulai dari beli bahan baku, memasak, dan menjualnya selalu dikerjakan sendiri. Laporan keuangan harus tercatat dengan baik,” ujarnya.
Selain masalah internal ada juga masalah eksternal yang dihadapi seperti iklim usaha, pemasokan bahan baku, hubungan pelaku usaha dengan pemerintah, infrastruktur kurang memadai. (aya)
batampos.co.id – Koordinator Kopertis X yang membawahi empat wilayah, Riau, Kepri, Jambi dan Sumbar, Profesor Herri menegaskan, saat ini pemerintah pusat melalui Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi, saat ini akan merevisi kurikulum di pendidikan tinggi atau perguruan tinggi yang ada ke modernisasi pembelajaran.
Targetnya sendiri, akan dimulai saat ini dan tahun depan diharapkan modernisasi perguruan tinggi sudah mampu ditermapkan ke semua perguruan tinggi se-Indonesia.
“Itu yang perlu kami pikirkan, bagaimana menghadapi kemajuan zaman yang serba digital, era internet seperti saat ini. Setidaknya kami menyamakan persepsi terlebih dahulu bahwa perubahan zaman saat ini perlu perubahan perangkat pendidikannya juga seperti tenaga pengajarnya, profesornya,” ujar Prof Herri, Selasa (8/5) malam.
Terpenting, lanjutnya, kompetensi pendidikan yang ada saat ini yang harus diubah. Ia moncontohkan, saat ini kurikulum pendidikan kompetensinya tak jauh dari membaca, menghafal, menulis dan berhitung saja.
“Tapi kompetensi bagaimana cara mengolah data, menganalisa, itu yang belum diterapkan. Kalau modernisasi pendidikan ini nantinya bisa dijalankan oleh pemerintah pusat dan perguruan tinggi se-Indonesia, mahasiswa nantinya akan mampu mengumpulkan data dan bagaimana menggunakannya, akan mampu menganalisa segala hal. Dan itu yang sudah dilakukan mahasiswa lainnya di negara lain saat ini,” terangnya.
Masih kata prof Herri, kalau kompetensi lama, tentu kompetensi lama tak akan terpakai dimasa yang akan datang pada era serba internet.
“Ini yang harus kami pikirkan adalah mengajak mahasiswa tak hanya belajar secara konvensional saja, tapi juga belajar menyesuaikan belajar modernisasi pendidikan seperti sistem daring dengan memanfaatkan teknologi internet. Intinya kompetensi pendidikan yang selama ini lebih banyak mengingat saja, pemerintah berencana tak hanya mengingat dan menghafal, tapi sudah harus mampu berinovasi,” katanya.
Apalagi sekarang ini pemerintah pusat, lanjutnya, getol mendorong tatap muka dosen tak harus bertemu langsung. tapi cuku via visual dengan memanfaatkan teknologi dalam jaringan.
“Untuk mengimplementasikan modernisasi kurikulum perguruan tinggi, harus disiapkan semuanya. Sebab, persoalan-persoalan yang ada di masyarakat saat ini pada era kemajuan teknologi yang serba daring, tak hanya bisa diselesaikan hanya dengan satu disiplin ilmu saja, tapi dengan multi disiplin. Makanya Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi mengeluarkan kebijakan bagaimana sebaiknya menyiapkan infrastruktur pendukung modernisasi perguruan tinggi kedepannya. Termasuk nantinya akan ada penggabungan program studi (prodi) serta mencetuskan prodi baru,” terang Herri.
Apalagi, lanjut Herri, karakteristik perguruan tinggi yang ada saat ini sangat beragam sekali. Hal tersebut perlu adanya pengclusteran (pengklasifikasian) mana perguruan tinggi yang sudah siap untuk dimodernisasikan dan mana yang belum siap.
“Untuk perguruan tinggi yang belum siap untuk dimodernisasikan kurikulum dan sistem pembelajarannya ke mahasiswa, mau tak mau nantinya diwajibkan untuk digabung atau merger dengan perguruan tinggi yang memang sudah siap menuju sistem modernisasi pembelajaran dan kurikulumnya,” terang Herri.
Modernisasi perguruan tinggi ini nantinya, lanjut Herri, kuliah mahasiswa tak perlu bertatap muka langsung dengan dosennya, belajar jarak jauh sudah bisa.
“Karena bahan ajar yang akan diberikan ke mahasiswa, nantinya sudah ada dalam sistem dengan memanfaatkan teknologi daring. Kalau perguruan tinggi yang nantinya tak siap dengan modernisasi perguruan tinggi yang saat ini akan dijalankan pemerintah pusat, dan tak mau merger dengan perguruan tinggi yang sudah siap, otomatis perguruan tinggi itu nantinya akan ditinggalkan sendiri oleh masyarakat, karena tak mampu mengikuti perkembangan jaman yang ada dan menerapkan kurikulum yang efektif,” ujarnya.
Sistem modernisasi perguruan tinggi nantinya semua universitas yang ada akan mengikuti sistem yang sudah dijalankan oleh Universitas Terbuka.
“Kami minta perguruan tinggi swasta yang sudah bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT). Itu nanti setidaknya akan mengubah budaya yang selama ini bertatap muka langsung dengan dosen pengajar, mampu mengikuti sistem belajar secara visual dengan teknologi internet atau kami sebut dengan distance learning,” terangnya. (gas)
Bupati Bintan Apri Sujadi berlakon sebagai Awang Makyong dengan mengenakan topeng dan menari Makyong saat Pawai Taaruf MTQ VII Tingkat Provinsi Kepri 2018 di Kabupaten Lingga, Selasa (8/5). F. Kominfo Pemkab Bintan untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Deby Maryanti kompak mengenakan topeng Makyong. Keduanya menari Melayu saat pagelaran Pawai Taaruf MTQ VII Tingkat Provinsi Kepri 2018 di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Selasa (8/5).
Apri Sujadi menari dan terbilang sukses dalam memerankan lakon Awang Makyong yang merupakan ciri khas budaya Melayu Kabupaten Bintan. Di Kabupaten Bintan sendiri, kesenian Makyong masih terjaga khususnya di Pulau Mantang, Kecamatan Mantang.
Apri mengatakan, kesenian Melayu Makyong bernilai tinggi, karena itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menjunjung tinggi budaya Melayu sebagai bagian khazanah yang harus terus dipertahankan dan dilestarikan.
Apri juga mengatakan, budaya dan agama merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Maka selain memamerkan mobil hias rumah tahfiz, pihaknya juga mengenalkan kesenian asli dari Mantang, Kabupaten Bintan, yakni joget Makyong.
Dalam pawai taaruf MTQ ini Kabupaten Bintan menerjunkan sekitar 500 an peserta. Yang terdiri atas bupati, sekda dan segenap unsur jajaran di lingkungan Pemkab Bintan serta para kafilah perwakilan Kabupaten Bintan juga ikut memeriahkan pawai taaruf MTQ Tingkat Provinsi Kepri. (met)
batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun membebaskan pengusaha memilih fasilitas yang diberikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau Kawasan Free Trade Zone (FTZ). Jika tidak nyaman dengan salah satu fasilitasnya, saran pejabat nomor satu di Pemprov Kepri ini sebaiknya pengusaha memilih ke kawasan lainnya.
Ia menjelaskan, banyak sekali fasilitas-fasilitas yang diberikan kepada pengusaha di wilayah KEK yang tidak diberikan FTZ.
Soal itu, Pemprov Kepri telah beberapa kali menjelaskan dalam berbagai forum kepada pengusaha soal beberapa fasilitas-fasilitas yang diberikan di wilayah KEk. “Ya insentif-insentif secara detailnya saya kurang ingat. Tapi malah ada pengusaha yang
cepat-cepat minta KEK,” ujarnya.
Ia mempersilakan pengusaha yang merasa nyaman dengan FTZ, silakan tetap di wilayah FTZ. Demikian pula jika merasa nyaman di wilayah KEK.
“Jika di wilayah KEK ingin pindah ke wilayah lainnya silakan kami akan fasilitasi,” ujarnya.
Namun dirinya cenderung berharap KEK karena banyak fasilitas yang diberikan KEK seperti yang diberikan ke KEK Galang Batang.
Untuk di Batam, disebutkannya wilayah industri Kabil juga telah mengajukan KEK. Kemudian Rempang Galang dan Tanjungsauh ke depannya akan menjadi
KEK.
“Kalau mau ke KEK juga kami akan siap membantu,” ujarnya.
Terakhir Gubernur sangat berharap persoalan antara KEK atau FTZ tak meredupkan iklim investasi yang ada di Provinsi Kepulauan Riau. (met)
batampos.co.id – Kepala Bulog Batam, Agung Rohman menggelar pertemuan bersama ratusan pelaku Rumah Pangan Kita (RPK) beserta para distributor jaringannya. Pertemuan yang digagas oleh Bulog Batam tersebut untuk menyosialisasikan tentang daging kerbau beku yang selama ini kurang diminati di pasaran.
“Saya akui memang daging kerbau beku asal India ini minim sekali diminati masyarakat Batam. Tapi saya rasa hal itu wajar sih. Sebab kan baru beberapa minggu daging kerbau beku ini masuk ke Batam. Apalagi kan masyarakat Batam belum familiar mengkonsumsi daging kerbau. Padahal sama kok kualitasnya dengan daging sapi,” ujar Agung Rohman.
Untuk membantu distributor jaringan Bulog yang sudah terlanjur mengambil daging kerbau beku dari Bulog, Agung Rohman mencoba untuk mengandalkan para pelaku RPK jaringan Bulog yang saat ini berjumlah lebih dari 400 RPK di Batam dalam memasarkan daging kerbau dan mengenalkan ke masyarakat.
“Kami menilai, mungkin dengan dipasarkan daging kerbau beku ke RPK untuk nantinya dijual ke masyarakat, selain distributor, kami yakin daging kerbau beku ini nantinya akan laku di masyarakat Batam. Kalau kami tak ikut turun tangan dalam memasarkan daging kerbau beku ke masyarakat, kasihan juga nanti distributor yang sudah terlanjur membeli daging kerbau beku dari kami,” terangnya.
Untuk bersaing dengan daging sapi beku yang ada saat ini agar juga diminati masyarakat, lanjut Agung, hal tersebut sangat sulit dalam waktu dekat. Namun itu bukan mustahil kalau nantinya daging kerbau beku juga akan diminati masyarakat.
“Memang tak mungkin semua RPK akan mau dan sanggup untuk menjual daging kerbau beku. Ada beberapa RPK yang sudah menyanggupi untuk menjual daging kerbau beku ini. RPK yang mau ini adalah RPK yang memiliki cold storage atau lemari pendingin penyimpan daging nantinya,” terang Agung.
Stok beras Aman hingga Beberapa Bulan ke Depan
Sementara untuk stok beras yang ada saat ini, Agung menjamin stok beras yang ada di Bulog sangat mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
“Untuk stok beras di Bulog itu sifatnya dinamis. Kalau sudah menipis, pasti akan datang stok beras dari pusat. Namun, untuk stok beras yang ada di gudang saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 2 ribu ton,” terang Agung.
Bahkan, lanjutnya, stok yang ada di Bulog pusat saat ini melimpah. Apalagi saat ini di wilayah sentral produksi beras lagi memasuki musim panen. Sehingga pasokan ke wilayah non sentral seperti Batam akan tercukupi.
Agung juga menegaskan, apabila nantinya ada instansi atau Pemko Batam berencana menggelar operasi pasar atau sembako murah, pihaknya siap untuk memasok beras tersebut.
“Skemanya sih bukan Pemko atau instansi ataupun masyarakat yang ingin menggelar operasi pasar atau bazar sembako murah harus datang beli beras atau gula ke gudang Bulog. Tapi kami nantinya yang menyediakan beras atau gulanya. Bulog terkait operasi pasar atau bazar sembako murah itu sifatnya ikut serta. Baik instansi pemerintah maupun masyarakat, kami sangat terbuka sekali. Kalau memang mau menggelar itu, infokan ke kami, nanti kami akan kerjasamakan,” janji Agung.
Untuk gula pasir sendiri, lanjutnya, Bulog Batam sudah mendistribusikan sebanyak seribu hingga 2 ribu ton.
“Pola pendistribusiannya sama seperti daging ataupun beras, kami salurkan melalui distributor rekanan kami. Nanti dari distributorlah yang akan memasarkan ke pedagang pasar. Begitu juga RPK juga kami suplai itu gula dengan harga tentunya sesuai HET yang ada. Kami tak pernah menjual lebih dari HET,” terang Agung mengakhiri. (gas)
batampos.co.id – Sementara itu, Bupati Lingga Alias Wello langsung memimpin kafilah Kabupaten Lingga memeriahkan pawai taaruf dalam perhelatan akbar MTQ ini. Kafilah Lingga menampilkan berbagai kesenian dan kebudayaan.
Pria yang akrab disapa Awe ini berada pada barisan paling depan sambil membawa plang bertuliskan kafilah Lingga. Kabag Humas Pemkab Lingga Sabirin mengatakan, kafilah Lingga tampil dengan nuansa beda. Mereka menggandeng dan mengikutsertakan orang Suku Laut. Ini menunjukkan kalau Kabupaten Lingga turut memperhatikan suku asli tempatan.
“Orang Suku Laut harus mendapat tempat yang sama dengan yang lainnya, sehingga mereka merasa bersama dengan kita semua,” ujarnya.
Selain itu, kafilah Kabupaten Lingga juga menampilkan sejumlah kreasi seni dan budaya yang menjadi andalan Kabupaten Lingga. Ada tarian daerah, serta nyanyian dan peragaan busana. Tak ketinggalan, marching band juga menunjukkan kebolehannya.
Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Kepri Tawarich dan Hanafi Ekra, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Amsakar Ahmad, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Bupati dan Wakil Bupati Lingga Alias Welo dan M Nizar, Bupati dan Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Anwar Hasyim, Wakil Bupati Kepulauan Anambas Wan Zuhendra, perwakilan FKPD dan OPD, beserta tamu undangan lainnnya. (wsa)
Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Kepri TS Arif Fadillah beserta rombongan menyaksikan pawai taaruf peserta MTQ VII tingkat Provinsi Kepri. F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri TS Arif Fadillah menerima peserta pawai taaruf sempena perhelatan MTQ VII Provinsi Kepri Tahun 2018 di depan Masjid Az-Zulfa, Dabo Singkep, Tanjungpinang, Selasa (8/5).
Pawai ini disambut meriah masyarakat yang memadati tepian jalan yang dilalui peserta. Pawai dimulai dari Gedung Nasional melewati Masjid Az-Zulfa dan berakhir di Lapangan Merdeka.
Arif mengatakan pawai taaruf dilakukan sebagai bentuk pengenalan diri para peserta kepada masyarakat tuan rumah. “Bahwa mereka datang ke Lingga menyatakan kesiapannya untuk berkompetisi dalam perhelatan MTQ ini,” kata Arif.
Pawai diawali oleh Polres Lingga yang diikuti oleh kelompok marching band, purna paskibraka dan rombongan bunga manggar. Kemudian pembuka kafilah yang mengikuti pawai adalah kafilah Kota Batam dengan jumlah 350 orang. Rombongan kedua Kabupaten Kepulauan Anambas yang membawa Khafilah sebanyak 300 orang.
Kafilah ketiga Kota Tanjungpinang dengan peserta sebanyak 300 orang. Lalu disusul Kabupaten Karimun membawa sebanyak 1.025 orang. Selanjutnya Kabupaten Bintan yang membawa kafilah sebanyak 675 orang. Selanjutnya rombongan keenam Kabupaten Natuna sebanyak 100 orang kafilah dan terakhir tuan rumah Kabupaten Lingga dengan 2.020 orang kafilah. (bni)
batampos.co.id – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi mendongkrak harga makanan dan minuman olahan usai Lebaran. Pasalnya, sebagian besar bahan baku dan penolong produk makanan dan minuman olahan masih harus diimpor.
“Kurs (dolar AS) naik sekitar lima persen, otomatis akan menaikkan biaya produksi,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Olahan Seluruh Indonesia (GPMMI) Adhi S Lukman, Selasa (8/5).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan pangan semi olahan dan olahan Indonesia terus melebar selama tiga tahun terakhir. Pada 2015, neraca perdagangan pangan semi olahan dan olahan mengalami defisit sebesar 276,09 juta dolar AS. Selang setahun, defisit melebar menjadi 888,4 juta dolar AS, dan tahun lalu defisitnya menembus 1,3 miliar dolar AS.
Jika rupiah terus keok, lanjut Adhi, pelaku industri mau tak mau harus menyesuaikan harga jualnya demi menutup kenaikan biaya produksi. Besaran kenaikan harga tergantung dari banyaknya komponen impor yang digunakan oleh masing-masing produsen.
Namun, Adhi memastikan kenaikan tersebut baru akan dilakukan setelah periode Ramadan dan Lebaran. “Kami akan bertahan karena ada persiapan puasa dan Lebaran yang sulit menaikkan harga,” ujarnya.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira mengatakan, depresiasi rupiah akan terasa ke biaya impor yang meningkat. Sebab, impor bahan baku, barang modal dan barang konsumsi sebagian besar menggunakan kapal asing. Importer membutuhkan dolar AS, sehingga biaya logistik akan membebani industri domestik.
“Sementara daya beli sedang lesu, jadi penjual tidak akan sembarangan naikkan harga barang. Kondisi ini menggerus pendapatan pelaku usaha,” kata Bhima.
Menurut Bhima, publik menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) mengenai pelonggaran moneter lewat instrumen suku bunga acuan. Sebab, cadangan devisa pasti akan terus tergerus untuk stabilitas nilai tukar. Cadangan devisa Indonesia pada Maret lalu sebesar 126 miliar dolar AS.
Di Asia Tenggara, rasio cadangan devisa Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) cukup rendah yakni 14 persen. “Filipina saja sudah 28 persen dan Thailand 58 persen. Padahal cadangan ini menentukan kekuatan moneter suatu negara,” lanjut Bhima.
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengungkapkan, meski telah menyentuh level Rp 14 ribu, volatilitas nilai tukar secara year to date (ytd) sejak Januari masih di kisaran 5 persen. BI pun akan menjaga volatilitas tersebut agar tidak melebihi 5 persen. Depresiasi rupiah kemarin sebesar 0,4 persen, lebih baik dari depresiasi rupee India, zaar Afrika Selatan, rubel Rusia dan lira Turki yang turun lebih tajam.
“Secara perlahan harus dijelaskan pada angka depresiasi rupiah yang masih wajar sama dengan mata uang regional, dan tidak pada level nominal yang kebetulan sudah menembus batas psikologis Rp 14 ribu. Tekanan eksternal masih sangat kuat menekan mata uang negara maju dan berkembang,” kata Dody.
BI sendiri tak setuju jika rilis pertumbuhan ekonomi kali ini dianggap tidak bagus. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dengan dukungan permintaan domestik, termasuk inventori yang tumbuh 6,07 persen secara year on year (yoy). Sementara itu, permintaan domestik tanpa memperhitungkan inventori tumbuh 5,86 persen.
“Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2018 merupakan capaian tertinggi di pola musiman kuartal I sejak tahun 2015,” tambah Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman.
Seperti diketahui, rupiah akhirnya menyentuh level psikologis Rp 14 ribu. Pada Senin (7/5) lalu, kurs di pasar spot ditutup di Rp 14.001 per dolar AS (USD). Sementara kurs tengah Bank Indonesia (BI) menujukkan rupiah berada di level Rp 13.956 per USD. Sejak awal Januari 2018, rupiah telah melemah 3,06 persen. (rin/sof/JPG)
batampos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna memindahkan belasan tahanan nelayan asing ke Lapas Tanjungpinang, dengan menggunakan kapal laut, Selasa (8/5). Belasan nelayan asing dipindahkan setelah vonis pengadilan, karena tidak membayar denda.
Kajari Natuna Juli Isnur mengatakan, sebanyak 17 nelayan asing dari negara Vietnam dan Thailand harus dipindahkan ke lapas. Para nakhoda kapal ikan asing tersebut menolak membayar denda yang diatur Undang-undang Perikanan, dengan alasan tidak mampu.
”Mereka lebih memilih menjalani pidana sebagai pengganti rugi negara dari tindakan illegal fishing di laut Natuna Utara,” ujar Juli saat melepas nelayan asing, kemarin.
Dikatakan Juli, terdakwa nelayan asing yang membayar denda kerugian negara langsung dipulangkan ke negara asalnya. Namun jika tidak membayar denda, harus mendapat pembinaan di Lapas Tanjungpinang.
Masa waktunya antara lima bulan hingga enam bulan, tergantung keputusan hakim di pengadilan. ”Denda kerugian negara bervariasi, tergantung pelanggaran yang dilakukan terdakwa. Antara Rp 200 juta hingga Rp 500 juta setiap nakhoda,” jelas Juli.
Dikatakannya, saat ini masih terdapat 35 terdakwa illegal fishing yang diinapkan sementara di Kejari. Karena tempat yang terbatas, tahanan terpaksa tidur di lantai selasar, musala dan ruang rapat. ”Asal jangan ruang kerja saja. Tapi semampunya kami tidak mengurangi hak asasi manusia,” ujar Juli.(arn)
PT Timah Tbk wilayah Operasi Kepri dan Riau, melakukan sosialisasi dana kemitraan UMKM kepada 250 pelaku usaha di Pulau Kundur, Selasa (8/5). F. Dokumentasi PT Timah untuk batampos.co.id
batampos.co.id – PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau, menyosialisasikan dana kemitraan untuk pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) yang ada di Pulau Kundur, Selasa (8/5). Mencakup Kecamatan Kundur, Kundur Barat dan Kundur Utara, dengan diikuti sekitar 250 pelaku UMKM.
Sebelumnya PT Timah telah melakukan sosialisasi serupa di tingkat Kabupaten Karimun. ”Sekarang di tingkat kecamatan yang ada pelaku UMKM untuk menerima dana kemitraan dari PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau,” jelas GM Timah Wilayah Kepri dan Riau yang diwakili oleh Kepala Unit Metalurgi Wiyono, kemarin.
Dengan sosialisasi ini, diharapkan para pelaku UMKM benar-benar mempersiapkan persyaratan yang lengkap, agar mendapatkan dana kemitraan dari PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau. Dana kemitraan adalah program dari PT Timah untuk meningkatkan pendapatan dan menambah modal bagi para pelaku UMKM di daerah operasi PT Timah.
”Kita sangat mendukung keberadaan pelaku UMKM, khususnya di Pulau Kundur yang terus berkembang saat ini. Diberikan kesempatan untuk menambah modal usaha melalui program dana kemitraan,” kata Wiyono.
Narasumber berasal dari tim PKBL/CSR PT Timah, Kabid PKBL Erwan Sudarto yang menyampaikan materi mengenai Dana Kemitraan. Lalu Kacabjari Tanjungbatu Aji Satrio menyampaikan sosialisasi mengenai Kemitraan dan CSR yang disejalankan dengan forum komunikasi bersama Muspika di Pulau Kundur.
”Bagus juga dana kemitraan dari PT Timah. Sangat membantu bagi kami pelaku UMKM untuk menambah modal usaha,” ucap salah seorang peserta.(tri)