Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12266

Genpi Batam, Genpi di Cross Border

0

batampos.co.id – Akhirnya Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Batam akhirnya resmi dikukuhkan, Selasa (29/5). Pengukuhan di Pasar Mangrove, Kampung Wisata Terih Nongsa, disejalankan dengan acara buka puasa bersama.

Koordintor GenPI Kepri, Nunung Sulistiyanto yang mengukuhkan para pengurus disaksikan sejumlah pengurus GenPI Kepri. Meski berlangsung sederhana, tetapi penuh semangat dan keseruan.

Acara dimulai dengan buka puasa bersama yang dihadiri anggota GenPI Batam, pengurus GenPI Kepri, Komunitas Pari Batam, Paguyuban Sugeng, dan masyarakat setempat. Setelah salat Isya barulah pengukuhan dilakukan.

Nunung Sulistiyanto menekankan kepada pengurus GenPI Batam agar bisa ‘berlari’ kencang dan giat mempromosikan pariwisata Batam, Kepri, dan Indonesia. Sebab posisinya di cross border.

Ketua GenPI Kepri juga mengingatkan supaya rencana pasar di Batam segera digarap untuk mewujudkan 100 destinasi digital Kementerian Pariwisata tahun ini.

“Kepri ditargetkan memiliki empat pasar atau destinasi digital. Kita (Genpi Kepri) baru punya satu, dan Bintan akan menyusul. Genpi Batam juga diharapkan segera mewujudkan pasar,” kata Nunung.

Ketua GenPI Batam Lezar Penggalih menyebutkan GenPI Batam memang sudah terbentuk sejak tahun lalu. Tepatnya saat deklarasi 25 OKtober 2017. Sampai saat ini anggotanya baru 37 orang. Karena itu, ia akan segera merekrut anggota lebih banyak untuk menjawab tantangan dari Ketua Genpi Kepri.

“Kita akan bikin program GenPI Goes to School dan Goes to Campus. Kemudian melakukan pelatihan untuk para anggota, terutama untuk cara membuat artikel, membuat draft twitter,” jelasnya usai konsolidasi dengan pengurus GenPI Batam.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, menyambut gembira pengukuhan GenPI Batam. Buralimar berharap GenPI Batam lebih aktif dan giat memajukan pariwisata Batam dan Kepri.

“Selamat atas pengukuhan Genpi Batam. Sukses dan berkarya setiap saat mengembangkan dan memajukan dunia pariwisata Batam dan Kepri,” ucap Buralimar.

Begitu pula sambutan dan harapan dari Kepala Dinas Pariwisata Batam, Pebrialin. Harapannya, pariwisata Batam menggeliat lagi.

“Selamat ya atas pengukuhan Ketua Lezar Penggalih dan jajaran pengurus Genpi Batam yang telah dikukuhkan oleh Ketua Genpi Provinsi Kepri. Semoga sukses dalam menjalankan tugas memajukan pariwisata Batam lebih menggeliat lagi,” katanya.

Batam memang salah satu menjadi lokasi wisata cross border yang diunggulkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Lokasinya yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura menjadi penarik bagi wisatawan mancanegara untuk datang berkunjung. Selama beberapa tahun, Batam menjadi penyumbang nomor tiga jumlah kunjungan wisman di Indonesia. (*)

RSBP menuju Rumah Sakit Rujukan

0
Direktur RSBP Batam, Sigit Riyarto (pakai kopiah hitam depan) foto bersama dengan pelanggan saat buka puasa bersama di Harmoni One, Batamcentre, Rabu (30/5). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Rumah Sakit Badan Pengusaha (RSBP) Batam menggelar buka puasa bersama sekaligus temu pelanggan di Hotel Harmoni One Rabu (29/5). Kegiatan ini dihadiri karyawan, pelanggan dan mitra kerja RSBP Batam. Acara buka bersama tersebut berlangsung hikmah. Selain dihadiri puluhan tamu undangan lain, acara buka bersama tersebut juga diisi dengan bagi-bagi doorprise kepada pelanggan dan ceramah tausyiah Ustad H. Windu Wijaya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi,” ujar Sigit usai kegiatan.

Dalam kesempatan itu, Sigit memaparkan terkait pembangunan gedung RSBP yang baru sudah sesuai rencana dan memasuki 80 persen pengerjaan. Kepada mitra kerjanya, Sigit mengaku gedung tersebut dibangun delapan lantai dengan beragam fasilitas bertaraf internasional.

“Fasilitasnya lengkap. Mudah-mudahan RSBP jadi pusat rujukan di Batam dan meningkatkan kepercayaan perusahaan serta investor Batam untuk berobat di RSBP,” katanya.

Rencananya gedung tersebut akan diresmikan pada awal tahun 2019. Untuk peresmiannya, RSBP akan mengundang Presiden RI Jokowi Dodo.

“RSBP Batam akan diupayakan menjadi rumah sakit profesional sesuai cita-cita. Masyarakat Kepri khusus Batam pun tak perlu berobat ke negara tetangga,” jelasnya.

Sigit menambahkan pihaknya akan terus memperbaiki pelayanan. Hal itu dilakukan untuk merubah pandangan masyarakat mengenai rumah sakit pemerintah. Sebab selama ini kesan yang kerap muncul adalah pelayanan di rumah sakit pemerintah kurang maksimal.

“Kita ingin pelayanan tidak kalah dengan rumah sakit swasta,” ucapnya. (une/kor)

Buron Kejari Jambi Diamankan di Batam

0

batampos.co.id – Tim Intel Kejagung bersama tim Kejari Jambi dan tim Kejari Batam mengamankan DPO Kejari Jambi, Syafruddin.Spt bin H.Muslim di Bandara Hang Nadim, Kamis (31/5) pukul 14.12 WIB.

“Sesuai informasi yang kami terima, bahwa buronan ini berangkat dengan penerbangan dari Surabaya dengan tujuan Batam. Maka itu kami bersama tim menunggu kedatangannya di Batam,” ujar Kasi Intel Kejari Batam, Roby.

Terpidana yang terbukti melanggar Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan itu lanjutnya, diamankan tanpa adanya perlawanan.

“Kooperatif, dan dia langsung digiring ke Posko Perwakilan Kejari Batam yang ada di Bandara Hang Nadim, sebelum dibawa ke Jambi sekira pukul 17.00 WIB,” terangnya.

Diketahui, Syafruddin dijatuhi hukuman pidana penjara dua tahun dikurangi selama terpidana dalam masa tahanan, atas putusan Mahkamah Agung Nomor 1470K/Pid.Sus/2014 tanggal 7 April 2015 lalu.

Menetapkan barang bukti berupa satu Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 5412/Simp.III Sipin Tahun 1997 atas nama Abisoni Marzuki HR dan Rachmad Prasetyo yang dikembalikan kepada pemiliknya.

Selain itu, juga ditetapkan barang bukti satu lembar kwitansi pembayaran bidang tanah beserta bangunan dengan luas tanah 104 meter persegi dengan rincian lebar empat meter dan panjang 26 meter bersertifikat tanah hak milik nomor 5412 Desa Simp.III Sipin sebesar Rp 25 juta tertanggal 7 November 2007. (nji)

Ngaku Petugas BNN, Tiga Perampok Ditembak

0
Anggota Polresta Barelang mengawal tiga pelaku pencurian dengan kekerasan saat ekpos di Mapolresta Barelang, Kamis (31/5).Modus yang dilakukan para tersangka dengan mengaku petugas BNN. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang membekuk tiga pelaku pencurian dengan kekerasan, Rabu (30/5) malam. Ketiga pelaku itu yakni, Marlis Bin Umar Soib, 38, Venta Panjaitan, 22, dan Agustinus, 40, yang ditangkap di daerah Batuaji. Mereka terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melawan saat hendak ditangkap.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, penangkapan terhadap tiga pelaku itu bermula dari laporan dua orang warga Batam, Senin (21/5) lalu. Dimana, dua warga, Muharimin dan Taslim memesan taksi online dari Tanjunguncang hendak pulang ke Seiharapan.

“Ketika sudah mendapat mobil, mereka berangkat kemudian dalam perjalanan diberhentikan oleh pelaku. Dua pelaku nunggu di dalam mobil dan satunya turun memberhentikan mobil dengan mengaku petugas BNN,” kata Hengki.

Salah seorang pelaku kemudian menyampaikan kepada sopir taksi online tersebut bahwa dua penumpang yang dibawanya pada saat itu adalah pengedar narkoba yang tengah mereka cari. Selanjutnya, pelaku membawa dua penumpang itu ke mobil rental yang digunakan oleh pelaku.

“Di sana, dengan menggunakan senjata api jenis air soft gun dan alat penyetrum, pelaku mulai mengintimidasi dua korban. Mereka meminta korban untuk menyerahkan uang dan ponsel yang mereka bawa,” tuturnya.

Tidak hanya itu, para pelaku itu juga meminta pin ATM korban. Jika menolak, pelaku menyetrum korban dengan gunakan alat setrum yang telah mereka bawa. Usai mengambil seluruh barang berharga korban, selanjutnya korban diturunkan para pelaku di kawasan Seipanas.

“Dari kasus itu, korban membuat laporan ke Polresta Barekang. Dari laporan yang kami terima, kami berhasil mengamankan tiga orang pelaku yang mempunyai peranan yang berbeda,” bebernya.

Selain mengamankan tiga pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti satu unit mobil yang digunakan saat beraksi, dua pucuk senjata jenis air soft gun, beberapa unit ponsel dan nomor polisi mobil palsu. Sejauh ini, para tersangka itu sudah melakukan aksinya selama 5 bulan.

“Dari pengakuannya, mereka telah melakukan aksinya sebanyak 24 lokasi yang berbeda. Sementara dari laporan yang ki9ta terima ada 4 laporan polisi. Kita minta kepada masyarakat yang jadi korban untuk segera lapor kepada kita,” katanya.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku itu dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan dan diancam hukuman penjara selama 9 tahun penjara. (egi)

Meghan Markle Berpengaruh di Inggris

0
Meghan Markl

batampos.co.id – Meghan Markle belum dua pekan menjadi anggota keluarga istana kerajaan Inggris. Tapi, ketenaran dan pengaruhnya sudah diakui. Kamis (31/5) majalah Vogue menobatkannya sebagai salah satu dari 25 perempuan paling berpengaruh di Inggris. Nama Ratu Elizabeth II dan istri pangeran William, Kate Middleton, justru tak tercantum.

’’Dalam semalam, perempuan 36 tahun itu menjadi salah satu perempuan yang paling dikenal di dunia.’’ Bunyi paparan majalah tersebut.

Vogue menyebut pengaruh istri Pangeran Harry itu luar biasa. Dia juga membantu membentuk citra kerajaan Inggris di abad ke-21. Duchess of Sussex yang memiliki darah campuran memang menjadi sorotan publik sejak awal mengumumkan hubungannya dengan Pangeran Harry.

Tak seperti Duchess of Cambridge yang berasal dari keluarga yang utuh, kedua orang tua Markle bercerai. Markle pun janda. Dia berkewarganegaraan Amerika Serikat. Meski begitu, dia bisa membawa diri dan diterima di keluarga kerajaan Inggris. Dia membawa warna baru bagi kerajaan. ’’Dari seorang remaja yang berpose di depan gerbang istana kini tumbuh menjadi artis yang menikahi salah seorang pangeran,’’ tulis Vogue.

Markle bersanding dengan para perempuan hebat lainnya. Misalnya politikus Skotlandia Ruth Davidson, desainer fashion Stella McCartney, penulis seri Harry Potter J.K. Rowling, penyanyi Dua Lipa, serta pengacara HAM Amal Clooney.

Kate Middleton pernah tampil menjadi di majalah Vogue pada 2016. Saat itu ada 10 halaman yang membahas khusus tentang Kate. Itu adalah satu-satunya pemotretan majalah yang disetujuinya. Di sisi lain, Markle yang dulu berprofesi sebagai artis sudah malang melintang di berbagai majalah. (sha/c17/dos/JPG)

Engel Tanzil, Penggagas Pameran Koleksi Pribadi Pramoedya Ananta Toer

0

Diawali perkenalan dengan putri Pramoedya Ananta Toer, Engel Tanzil butuh enam bulan untuk mewujudkan pameran buku, catatan, arsip, dan barang-barang pribadi lain sang sastrawan. Isi diorama ruang kerja hampir semuanya asli dari ruang kerja Pram di rumah.

TIGA mesin tik diletakkan di ruangan itu. Dua di meja samping. Satu yang paling besar di meja utama.

Buku, kotak kardus tempat beberapa bolpoin, dan pisau pencungkil staples menemani mesin tik yang di meja utama. Juga, tempat lem dari kaleng bekas serta sebungkus rokok merek Djarum. Lengkap dengan asbak penuh puntung serta abu rokok.

Sebuah lampu belajar meneranginya. Sementara itu, Bunga Penutup Abad yang dimainkan Ricky Leonardi Chamber Orchestra mengalun pelan.

Berada di sana, seolah bisa melihat langsung Pramoedya Ananta Toer bekerja. Cetak, cetok, jarinya menari di atas mesin tik. Sembari kebal-kebul mengembuskan asap rokok.

”Pram kan kalau lagi nulis pakai sarung,” kata Engel Tanzil sambil menunjuk kursi putar di belakang meja, yang porosnya berkarat dan beberapa bagian kulitnya sobek, tempat selembar sarung disampirkan.

Diorama ruang kerja Pram tersebut diletakkan di ruang belakang artspace milik Engel, dia.lo.gue, yang terletak di daerah Kemang, Jakarta. Merupakan bagian dari displai pameran Namaku Pram: Catatan dan Arsip.

Engel butuh enam bulan untuk mewujudkan pameran yang digagasnya itu. Diawali pendekatan ke keluarga Pram, lewat Astuti Ananta Toer, putri salah seorang sastrawan terbesar Indonesia itu.

Astuti dikenalnya melalui bantuan aktris Happy Salma seusai pertunjukan teater bertajuk Bunga Setengah Abad. Di pertunjukan yang diadaptasi dari Bumi Manusia karya legendaris Pram itu, Happy berperan sebagai Nyai Ontosoroh.

Setelah mengantongi restu dari Astuti, Engel memulai risetnya tentang Pram. Setiap pekan dia sempatkan untuk datang ke rumah Pram di Bojong Gede, Kabupaten Bogor, dan di Utan Kayu, Jakarta Timur.

Engel mewawancarai anak-anak, cucu, dan orang-orang terdekat Pram. Juga, mendatangi beberapa tokoh yang paham dan terinspirasi oleh Pram. Di antaranya, Budiman Sudjatmiko, Hilmar Farid, dan Rieke Dyah Pitaloka.

Buku dan arsip untuk pameran pun lancar didapatkan Engel dari keluarga Pram. Namun, soal diorama ruang kerja yang agak alot. Restu keluarga untuk membawa barang-barang milik penulis Bukan Pasar Malam itu tidak kunjung turun.

Engel sudah pasrah dan berencana mengganti dengan displai lain. Tapi, dua hari menjelang pameran dibuka, pihak keluarga akhirnya mengizinkan.

Barang-barang milik pram, mulai meja hingga patung wajah, akhirnya diantarkan ke Kemang oleh cucu-cucu penulis kelahiran Blora, Jawa Tengah, yang pernah dibuang ke Pulau Buru itu.

”Selasa pameran mau dibuka, Minggu baru datang,” kenang Engel.

Kerja keras Engel itu tak sia-sia. Animo pengunjung tinggi sekali. Sampai-sampai jadwal pameran yang semula berlangsung 17 April hingga 20 Mei itu diperpanjang. Sampai 3 Juni mendatang.

Pram adalah penulis Indonesia yang semasa hidup paling sering disebut sebagai calon penerima Nobel Sastra. Sekaligus mungkin penulis Indonesia yang paling dikenal di jagat sastra dunia.

Bumi Manusia yang kini ramai jadi pergunjingan karena akan difilmkan, misalnya, telah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa. Sepanjang hayatnya, sekitar 50 karya telah dihasilkan Pram.

Engel Tanzil saat berada di replika ruang kerja Pramoedya Ananta Toer dengan barang-barang yang masih asli di Dia Lo Gue Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (30/5). | Imam Husein/Jawa Pos

Di arena pameran, pengunjung akan disambut garis waktu perjalanan Pram yang dipajang di sepanjang dinding. Mulai kelahirannya di Blora pada 1925, pindah ke Jakarta pada 1943, diangkut ke Pulau Buru pada 1969, bebas tahun 1979, bebas dari tahanan kota pada 1992, hingga meninggal pada 2006.

Engel juga memasang koleksi naskah asli tulisan tangan Pram. Sebagian besar adalah ceceran lembaran-lembaran dari sobekan kertas semen yang memuat penggalan-penggalan paragraf tetralogi Pulau Buru (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca).

Ada pula memoar soal kondisi di pulau di kawasan Kepulauan Maluku tersebut. Ada beberapa potongan gambar tentang rumah-rumah warga dan hutan sagu di sekitarnya. Engel bahkan berhasil mendapatkan tas tahanan politik yang dibawa Pram saat meninggalkan Pulau Buru. Di tas kain tersebut tertulis tiga huruf besar P A T, singkatan Pramoedya Ananta Toer.

Di bawahnya tertulis kata ”Buru” dan ”Jakarta”. Lalu, deretan tanggal 28/9/79. Itulah hari ketika peraih Ramon Magsaysay Award 1995 itu bebas dari Pulau Buru.

Yang lainnya adalah lembaran-lembaran Ensiklopedia Citrawi Indonesia (ECI). Proyek Pram dan beberapa kawan untuk membuat kumpulan sejarah dan kebudayaan Nusantara.

Di dalamnya Pram menuliskan banyak hal. Mulai arsitektur khas Indonesia, alam sabana dan padang rumput, musik keroncong, sampai mitos Ratu Kidul. Sayang, ECI tidak selesai.

Engel juga punya kumpulan surat-surat Pram. Satu deret khusus untuk ibu dan istrinya, satu deret lagi untuk anak-anaknya. Semuanya jadi bahan baku untuk salah satu karyanya, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu.

Koleksi lain adalah puluhan lukisan dan foto keluarga. Ada juga sketsa wajah karakter utama dalam tetralogi Pulau Buru, Minke, yang dikelilingi wajah-wajah perempuan.

Satu sketsa besar, kata Engel, adalah Nyai Ontosoroh, mama angkat Minke. Sedangkan sketsa seorang perempuan lainnya adalah Annelies Mellema. Istri pertama Minke.

Satu lagi berwajah Tionghoa, tentu Mei, istri kedua Minke. Dua wajah lainnya, Engel tidak tahu pasti. Tapi, jika menebak dari alur cerita, mungkin Prinses van Kasiruta dan Maesaroh Maramis. Atau bisa juga Miriam de la Croix, sahabat Minke.

Adapun di diorama ruang kerja tadi, di samping kiri meja utama, ada meja yang lebih kecil. Dengan laci.

Di atasnya ada dua mesin tik, satu lampu belajar, dan sebuah buku setebal lebih dari 30 sentimeter. Isinya adalah arsip pribadi, tulisan, dan kliping koran milik Pram. Tertulis: Arsip Pribadi 1999.

Kata Engel, dari seluruh isi ruang tersebut, hanya meja samping, tempat sampah, mesin faks, dan dua lampu belajar yang tidak berasal dari ruang kerja asli Pram di rumahnya di Bojong Gede.

”Sisanya asli,” kata Engel.

Dinding ruang kerja juga dihiasi beberapa potret dan pigura penghargaan. Salah satunya, di dinding kiri, adalah UNESCO Madanjeet Singh Prize yang diberikan kepada Pram tahun 1996.

Di dinding sebelah kanan ada pula penghargaan Fukuoka Cultural Grand Prize dari Jepang pada 2000. Penghargaan itu diberikan kepada Pram atas kontribusinya menuliskan tentang kehidupan ”jugun ianfu”, para perempuan Indonesia yang dijadikan tawanan budak seks tentara Jepang dalam karyanya, Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer.

Engel sudah memendam kekaguman pada sosok Pram sejak SMA. Saat dia menemukan Bumi Manusia teronggok di sudut perpustakaan sekolah. Dengan sampul putih tanpa gambar. ”Saya memang suka sejarah dan novel,” ujarnya.

Semakin dalam dia mengenal penulis Arus Balik itu, Engel merasakan kekagumannya terus bertambah. Apalagi, ketika membaca kisah bagaimana Pram menularkan semangat keindonesiaan kepada sesama tahanan di Pulau Buru.

Lewat cerita yang dia karang sendiri. Lalu, dia sebarkan dari mulut ke mulut kepada tahanan lain.

”Ini untuk menjaga semangat para tahanan yang sudah depresi,” katanya.

Selain itu, bagi Engel, Pram adalah simbol Bumi Manusia-nya Indonesia. Di luar negeri, semua orang sedang mempelajari Pram dengan serius. Engel ingin generasi muda Indonesia mau mengenal dan meneruskan perjuangan Pram.

”Jangan sampai lah yang pertama mengadakan pameran soal Pram itu bule,” katanya. (*/c10/ttg)

KPK Persilakan Kemendagri Musnahkan Ribuan e-KTP yang Tercecer

0

batampos.co.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tak lagi punya kendala untuk memusnahkan 805.311 keping e-KTP yang tersimpan di gudang. Selain sudah rusak, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa kartu identitas elektronik itu bukan barang bukti kasus korupsi e-KTP. Tidak perlu lagi meminta izin komisi antirasuah tersebut untuk memusnahkannya.

Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan ke Kemendagri bahwa e-KTP yang tercecer di Jalan Raya Salabenda, Desa Parakansalak, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, pada 26 Mei atau yang tersimpan di gudang Kemendagri bukan barang bukti penyidikan. Artinya, barang itu tidak terkait dengan penanganan korupsi di komisi yang sudah 15 tahun berdiri tersebut.

Menurut dia, semua alat bukti untuk proses penyidikan kasus korupsi dana e-KTP sudah berada di tangan KPK. ”Sudah dalam penguasaan KPK secara sah,” tegas dia saat dihubungi, Kamis (31/5).

Bagaimana soal pemotongan kartu dan rencana pemusnahan e-KTP setelah pemilu? Febri menyatakan, KPK menyerahkan sepenuhnya kepada Kemendagri. Intinya, kata dia, komisinya sudah menyampaikan bahwa e-KTP rusak itu bukan barang bukti kasus korupsi.

Sementara itu, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arief Fakrulloh mengatakan, walaupun sudah mendapat kepastian bahwa e-KTP rusak tersebut bukan barang bukti kasus korupsi, pihaknya tidak akan langsung melakukan pemusnahan. ”Sekarang kita lakukan pemotongan dulu sehingga disfungsi dan tidak bisa disalahgunakan,” tutur dia.

Rencananya, Kemendagri memusnahkan e-KTP rusak tersebut setelah pemilu. Jika ada yang menanyakan keberadaan kartu yang rusak, pihaknya masih bisa menunjukkan fisiknya. ”Tapi, sudah disfungsi atau tidak bisa digunakan untuk pilkada, pileg, dan pilpres karena sudah dipotong. Tidak perlu ada keraguan apakah dicuri atau diambil,” ungkap Zudan.

Anggota Komisi II Achmad Baidowi menyatakan tidak mempersoalkan jadwal Kemendagri untuk memusnahkan e-KTP. Hal itu menjadi kewenangan kementerian yang dipimpin Tjahjo Kumolo tersebut. Namun, kata dia, Kemendagri harus memastikan kartu itu tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik.

Dia juga meminta lembaga itu terbuka kepada publik sehingga tidak ada lagi kecurigaan. Sebab, banyak hoax yang beredar dari tercecernya e-KTP tersebut. ”Sikap transparan sangat penting agar tidak ada salah paham,” terang politikus PPP itu.

Wakil Ketua Komisi II Ahmad Riza Patria juga tidak mempersoalkan pemusnahan yang akan dilakukan setelah pemilu. Yang penting, kata dia, semua e-KTP yang rusak dipotong lebih dulu sehingga tidak bisa disalahgunakan. ”Harus didata, e-KTP dari mana saja yang rusak,” paparnya.

Politikus Partai Gerindra itu menyatakan, komisinya secepatnya memanggil Kemendagri untuk secara khusus membahas persoalan e-KTP rusak. Kementerian tersebut harus menjelaskan secara detail bagaimana penanganannya selama ini. (lum/tyo/c6/fat/JPG)

Yumasnur Minta Cut and Fill Perhatikan Lingkungan

0
Aktivitas Cut and Fill di Batam. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DMBSDA) Kota Batam, Yumasnur mengimbau kepada mereka yang melakukan aktivitas cut and fil untuk bisa memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar mereka.

“Inilah yang sulit kami atasi dari dulu. Banyak dari mereka yang abai sehingga mengakibatkan jalan maupun permukiman tergenang,” jelasnya.

Mengenai luapan air yang terjadi di Kawasan galangan Seilekop yang terjadi beberapa waktu lalu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta mereka yang terlibat di aktivitas pemotongan lahan tersebut.

“Nanti akan kami cek. dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan juga,” ujarnya.

Yumasnur mengungkapkan jika permasalahan ini mendesak, pihaknya akan menurunkan alat berat agar aliran air bisa kembali lancar, sehingga jalan di daerah tersebut tidak tergenang kembali.

“Kita lihat nanti apa upaya yang tepat untuk mengentaskan permasalahan dekat kawasan tersebut,” tambah dia.(yui)

Siswa Boleh Daftar Dua Sekolah

0
Murid SDN 018 Sagulung mengikuti kegiatan sekolah
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengatakan dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang akan dibuka awal Juli mendatang, siswa boleh memilih dua sekolah pilihan yang ada di zonasi mereka.

“Mereka pilih dua, jadi kalau tak terima di sekolah A mereka bisa jadi ke sekolah B,” kata Hendri, Rabu (30/5).

Ia menyebutkan pilihan dua sekolah ini diharapkan bisa membantu siswa mendapatkan ruang kelas, khususnya untuk sekolah negeri. Bukan hal baru lagi jumlah pendaftaran siswa di sekolah negeri selalu membludak.

Untuk persiapan PPDB, Hendri mengungkapkan masih dalam proses penyelesaian. Beberapa hal yang tengah disiapkan diantaranya sistem yang akan digunakan saat mendaftar nanti. Jika menerapkan sistem online tentu operator PPDB harus diberikan pembekalan dan sebagainya.

“Juknisnya sudah masuk tahap finalisasi,” ujarnya.

Hendri menjelaskan akan segera membahas PPDB ini bersama kepala sekolah yang ada di Batam. Ada banyak hal yang harus disampaikan agar PPDB bisa berjalan dengan baik termasuk syarat mendaftar, waktu pendaftran hingga proses daftar ulang nantinya.

Tahun ini, lanjutnya PPDB untuk tingkat SD dan SMP negeri akan menerapkan sistem zonasi. Mereka yang tinggal dekat sekolah akan menjadi prioritas untuk diterima. “Nanti sistemnya per kelurahan,” imbuhnya.

Jika satu wilayah tidak memiliki sekolah negeri, maka akan mendaftar di sekolah yang terdekat dari kelurahan dimana mereka tinggal. “Sekolah tetangga bisa dikatakan seperti itu. Sistem ini memudahkan lah nantinya,” tambah Hendri.

Mengenai daya tampung sekolah, Hendri mengatakan jika sekolah swasta dan negeri bersatu tidak ada masalah. Peran orangtua sangat dibutuhkan saat PPDB nanti. Ia berharap PPDB bisa berjalan dengan lancar. “Jangan ada masalah saja. walaupun sekolah negeri sering menjadi paling ramai pendaftarnya,” sebutnya.

Ia menjelaskan mengenai petunjuk tenkis (juknis) PPDB, pihaknya akan membahas hal ini bersama kepala sekolah se Batam besok (hari ini, red). Satu hal yang sudah pasti PPDB akan dibuka online. (yui)

Kemenkumham Bangun Rusun Untuk Pegawai Menengah Kebawah

0
Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie melakukan peninjauan kantor Pelayanan Imigrasi Batam di Mall Pelayanan Publik Batamcenter, Rabu (30/5). f Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) RI menyiapkan rumah susun (Rusun) untuk pegawainya di Provinsi Kepri. Rusun tiga lantai dengan 47 jumlah kamar ini dibangun di Kawasan Batubesar, Nongsa atau dekat dengan Bandara Hang Nadim Batam.

Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI, Irjen Pol Ronny Franky Sompie mengatakan Rusun itu dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) setelah mendapat lahan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam. Disinggung mengenai anggaran, Ronny mengaku tak tahu pasti. Namun menurutnya, dana dialoasikan lewat APBN yang peruntukan untuk pembangunan hunian pegawai rendah, TNI dan Polri.

“Anggarannya diperuntukan bagi pembangunan hunian masyarakat ekonomi rendah, pegawai, TNI-Polri, ASN. Jadi kita minta dibantu ,” ujar Ronny saat meninjau pelayanan imigrasi Batam, di Mal Pelayanan Publik (MPP), Batamcenter, Rabu (30/5).

Menurut Ronny, pembangunan rusun di Batam merupakan yang kedua setelah Denpasar, Bali. Bahkan kedepannya, ia berharap tahun depan Kemenkumham juga bisa membangun rusun untuk pegawai.

“Mudah-mudahan tahun depan, kami harap bantuan dana dan lahan lagi untuk menambah hunian pegawai imigrasi yang kesulitan akomodasi. Itu solusi,” harapnya.

Masih kata Ronny, sewa rusun itu nant Kanwil Kemenkumham Kepri. Hanya saja ditekankan jika Rusun dimaksudkan untuk membantu pegawai yang terkendala dalam melakukan pekerjaan, karena terkendala kediamannya.

“Soal sewanya seperti apa, dari Kanwil Kepri yang akan mengatur. Kita utamakan, yang operasionalnya sangat kuat dilapangan, sehingga mereka sangat terbantu,” jelas Ronny. (she)