Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12265

THR Pegawai Negeri Cair, Besok

0
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Batam meninggalkan Dataran Engku Putri Batamcenter usai mengikuti upacara peringatan Hari Lahir pancasila, Jumat (1/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ramadan sudah berjalan separo. Untuk kalangan pegawai swasta, tunjangan hari raya (THR) telah mulai dicairkan. Sementara bagi kelompok pegawai negeri sipil di pusat maupun daerah, diperkirakan mulai cair besok, Senin (4/6).

“Kemungkinan hari Senin (4/6) sudah mulai ada yang menerima,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nufransa Wira Sakti saat dihubungi, Sabtu (2/6).

Sementara itu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerbitkan surat tentang pemberian THR dan gaji ketiga belas yang bersumber dari APBD. Pembayaran dari APBD itu diperuntukkan bagi bupati dan wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota, pimpinan serta anggota DPRD kabupaten/kota, serta PNS daerah (PNSD).

Pejabat yang akrab disapa Frans itu mengatakan, meskipun bersumber dari APBD, uang untuk membayar THR dan gaji ke-13 di daerah itu berasal dari dana alokasi umum (DAU). Uang dari DAU itu sebelumnya sudah ditransfer oleh pemerintah pusat.

Dengan demikian pembayaran THR dan gaji ke-13 di daerah tidak terpengaruh dengan kondisi keuangan atau pemasukan asli daerah (PAD) setempat. Frans menuturkan kebijakan THR maupun gaji ke-13 sejatinya sudah dirangcang sejak penyusunan awal RAPBN 2018.

Selain itu tidak ada perubahan hingga ditetapkan menjadi UU APBN 2018. “Dalam penyusunan RAPBN, sudah menghitung DAU yang formulanya sudah memperhitungkan kebutuhan gaji dan belanja pegawai sebagai indikator utama. Termasuk di dalamnya kebutuhan untuk THR maupun gaji ke-13,” katanya.

Secara keseluruhan anggaran untuk THR dan gaji ke-13 bagi PNS pusat maupun daerah, pensiunan, prajurit TNI, serta Polri mencapai Rp 35,76 triliun.

Perinciannya untuk THR gaji pokok Rp 5,24 triliun, THR tunjangan Rp 5,79 triliun, dan THR bagi para pensiunan Rp 6,85 triliun.

Kemudian gaji ke-13 untuk gaji pokok Rp 5,24 triliun, gaji ke-13 untuk komponen tunjangan Rp 5,79 triliun, serta gaji ke-13 untuk para pensiunan Rp 6,85 triliun.

Terpisah, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam negeri (Kemendagri)Syarifuddin mengatakan, pembayaran THR bagi PNS daerah bersumber dari APBD. Dia menegaskan, adanya THR dan gaji 13 tidak menjadi persoalan bagi daerah. Sebab, kebijakan itu telah diantispasi dalam pedoman penyusunan APBD tahun 2018.

Dalam pedoman penyusunan APBD 2018 yang dikeluarkan kemendagri pertengahan 2017 lalu, daerah sudah diwanti-wanti untuk menyediakan pos anggaran guna THR dan gaji ke 13 PNS. “Daerah sudah mengalokasikan untuk itu,” ujarnya saat dikonfirmasi, kemarin (2/6).

Kalaupun dalam perjalanannya ada perubahan komponen THR dengan masuknya item tunjangan, lanjutnya, pihaknya juga sudah memberikan arahan. Dalam surat edaran yang dikeluarkan tanggal 30 Mei lalu, kemendagri menjelaskan bahwa daerah bisa mengambil dari pos anggaran tak terduga. Jika masih tidak ada, pemda bisa melakukan perubahan program.

“Misal yang tidak prioritas seperti pelatihan, itu bisa ditunda dulu,” imbuhnya.

Diakuinya, perubahan itu memang akan berdampak pada hilangnya program atau kegiatan yang dirancang oleh pemda. Namun dia memastikan, program yang dibatalkan bukan program prioritas. Hingga saat ini, kata dia, belum ada laporan terkait kendala yang dialami daerah menyangkut ketersediaan anggaran. “Belum ada surat atau keluhan yang masuk,” tuturnya. (wan/far/ttg)

Kapasitas Pelabuhan Batuampar Bisa 1,5 Juta TEus

0
Sejumlah kapal sedang melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pengembangan Pelabuhan Batuampar akan dilakukan secara Build Operate Transfer (BOT) dengan Pelindo I. Setelah pembangunan rampung, maka akan diserahkan ke Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Tahun ini kami ingin segera groundbreaking. Dan sesuai arahan dari Menteri BUMN, kami diarahkan bermitra dengan Pelindo I,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Sabtu (2/6).

Pelindo I, kata, Lukita sudah menyatakan akan segera membuat proposalnya. Dan saat ini BUMN tersebut tengan mengkaji proses pengembangan Pelabuhan Batuampar lebih mendalam.”Akhir Mei nanti kajian Pelindo I selesai baru diskusi dengan kita,” paparnya.

Kerjasama pengembangan pelabuhan ini nanti kata Lukita adalah melalui kerjasama perjanjian serah guna bangunan atau biasa disebut Build Operate Transfer (BOT).

Perjanjian BOT merupakan bentuk perjanjian kerja sama yang dilakukan antara pemegang hak atas tanah dengan investor. Dalam perjanjian ini, pemegang hak atas tanah memberikan hak kepada investor untuk mendirikan bangunan selama masa perjanjian BOT dan mengalihkan kepemilikan bangunan tersebut kepada pemegang hak atas tanah setelah jangka waktu perjanjian berakhir.

Bentuk kerjasama ini biasanya sering digunakan dalam pembangunan infrastruktur publik seperti pelabuhan.”Pelindo nanti akan mengembangkan pelabuhan dari kapasitas 400 ribu TEUs menjadi sekitar 1,5 juta TEUs,” katanya.

Selain itu, Pelindo I akan memperbaiki fasilitas mesin crane di Pelabuhan Batuampar.”Mereka akan menggantinya dengan crane yang lebih modern nanti lalu menata wilayah logistik disana dan juga menambah dermaga di sisi utara,” katanya lagi.

Target pembangunan diperkirakan akan memakan waktu hingga dua tahun.”Dan kami berharap setelah kajian dari Pelindo I selesai, maka bisa menandatangani fakta kerjasama dengan mereka. Lalu dilaporkan ke Dewan Kawasan (DK),” ucapnya.

Pelabuhan Batuampar memang bukanlah pelabuhan besar, tapi memiliki arti penting bagi Batam.

“Kami hanya ingin kerjasama ini bisa segera ditetapkan agar groundbreaking bisa dimulai pada tahun ini,” pungkasnya.(leo)

Ancaman Mogok Karyawan dan Pilot Garuda Belum Dicabut

0
ilustrasi

batampos.co.id – Rencana pilot dan karyawan Garuda Indonesia untuk menggelar mogok kerja belum dicabut. Meskipun perwakilan dari pengurus Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) telah bertemu Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Presiden APG Capten Bintang Hardiono menuturkan kemungkinan untuk mengadakan mogok memang masih terbuka lebar. Pihak pilot dan karyawan Garuda masih terus menunggu realisasi hasil pertemuan dengan Menteri Luhut. Semua bahan-bahan yang diperlukan sudah diserahkan pengurus serikat karyawan kepada pemerintah.

”Masih (rencana mogok, Red), Belom ada pekembangannya,” ujar Capt. Bintang kepada Jawa Pos, Sabtu (2/6).

Pada Kamis (31/5) lalu memang sudah ada pertemuan antara perwakilan Sekarga dan APG dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Pertemuan itu untuk mencari titik temu tuntutan yang disuarakan oleh karyawan dan pilot agar ada perbaikan dalam tubuh Garuda.

”Pak Luhut akan ikut menangani masalah GA. Hasilnya belum tahu tergantung penyelidikan dari beliau. Sementara beliau sudah merespon kondisi kita,” ungkap dia.

Pihak karyawan dan pilot, ungkap Capt Bintang, berharap agar semua persoalan yang dikeluhkan oleh para karyawan dan pilot Garuda itu bisa segera tuntas secepatnya. Karena mereka juga ingin agar Garuda bisa terus berkembang dan maju. ”Kita menunggu jawaban pastinya. Hasil dari investigasi pemerintah,” imbuh dia.

Dalam siaran persnya pada 1 Juni yang ditandatangani Ketua Umum Sekarga dan Presiden APG disebutkan bahwa mogok adalah langkah terakhir mereka. Tuntutan itu agar pemerintah mau berperan aktif menyelesaikan persoalan di Garuda yang sudah dituntut sejak 2017 lalu.

Dijelaskan pula kondisi penurunan kinerja di berbagai lini perusahaan pelat merah itu. Misalnya penurunan harga saham GIAA yang terjadi terus menerus sampai dengan penutupan hari Kamis 31 Mei 2018 pada harga Rp 254 per lembar. Bandingkan pada saat IPO harga saham Rp. 750 per lembar. Kondisi ini sangat merugikan perusahaan dan juga masyarakat luas. Serta terjadi pengurangan pelayanan terhadap konsumen di berbagai lini, dimana ini merupakan beberapa indikator dari terjadinya degradasi kinerja tersebut.

Jika pun mogok itu benar terjadi, maka mereka akan mengumumkan tujuh hari sebelumnya. Mereka juga memastikan bahwa waktu mogok itu tidak akan berbarengan dengan moment krusial masyarakat. Bisa jadi yang dimaksud adalah arus mudik dan balik.

Anggota Komisi III (bidang hukum, HAM, dan keamanan) DPR Arteria Dahlan menghormati rencana aksi mogok pilot Garuda. Sebab aksi itu adalah sebuah bentuk dari gagalnya perundingan dalam penyelesaian masalah hubungan industrial. “Namun saya sangat prihatin, sedih, dan kecewa apabila hak tersebut dilakukan saat momentum lebaran. Terkesan seperti sabotase dan tidak memunculkan rasa simpatik,” kata politisi PDIP itu kemarin.

Arteria meminta supaya ancaman mogok karyawan Garuda Indonesia itu bisa diselesaikan secara bipartit. Antara korporasi dengan serikat kerja. Bahkan kalau perlu Menteri BUMN turut tangan dalam dialog bipartit tersebut. “Bayangkan kalau 1.300 pilot dan 5.000 kru Garuda akan melakukan aksi mogok kerja saat arus mudik lebaran, itu jadi gangguan serius terhadap agenda strategis nasional,” jelasnya.

Arteria mengatakan terkait tuntutan ganti direksi, akibat adanya kerugian Rp 2,88 triliun, bisa dirembuk dalam mediasi. Arteria juga memaklumi jika kerugian yang besar itu, bisa memengaruhi kualitas layanan kepada pelanggan maskapai pelat merah itu. Usulan restrukturisasi direksi, bisa disampaikan langsung ke pemerintah yang ikut dalam dialog bipartit tersebut.

“Menteri BUMN harus kerja lebih cerdas lagi. Termasuk Kemenhub, untuk siaga lakukan antisipasi jika mogok bener dilakukan,” paparnya. Pilihan mogok adalah hak karyawan. Namun dia menegaskan kalaupun mogok, tetap menjunjung kearifan dan menjaga misi agenda nasional yakni mudik lebaran.

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menuturkan penolakannya terhadap rencana mogok serikat pekerja dan pilot Garuda. Apalagi santer terdengar mogok itu akan dilakukan saat arus mudik dan balik lebaran.

”YLKI menolak rencana mogok SEKARGA dan APG, jika berdimensi mengganggu pelayanan pada konsumen. Sebagaimana dijamin dalam UU Perlindungan Konsumen, dan juga UU tentang Penerbangan bahwa konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan saat meggunakan jasa penerbangan,” kata dia.

Dia menilai mogok itu bisa menimbulkan sikap antipati konsumen kepada Sekarga dan APG. Bahkan kepada keseluruhan image GA sebagai perusahaan penerbangan. Dengan aksi mogok total tersebut, justru akan mengakibatkan GA makin kerdil dan ditinggalkan konsumennya.

”Agar pemerintah mendengarkan aspirasi Sekarga dan APG dalam mengambil kebijakan untuk internal GA. Jangan bongkar pasang direksi, tanpa menyerap aspirasi stakeholder utama GA, baik stakeholder internal dan atau eksternal,” ujar dia. (Jun/wan/jpg))

Kios Liar di Perumnas Seibeduk Segera Ditertibkan

0
Kios liar yang dibangun di lahan hijau dekat pasar seken Aviari, Batuaji. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Bangunan liar di Kecamatan Seibeduk semakin menjamur. Sejumlah titik kios dan rumah liar hampir tersebar di setiap kelurahan, salah satunya adalah di Kelurahan Mangsang dan Duriangkang. Pantauan Batam Pos, kios liar terlihat berderet di jalan pintu satu hingga pintu tiga, Mangsang demikian juga terlihat di dekat Perumahan Nasional (Perumnas).

Bangunan liar itu terlihat berjejer menempati row jalan serta menutupi drainase. Banyak warga yang menyalahgunakan row untuk kepentingan pribadi seperti membangun tempat usaha, mulai dari toko kelontong, tempat laundry hingga depot air minum.

Sebelumnya Camat Seibeduk Science Taufik Riyadi mengklaim pihak kecamatan terus melakukan pengawasan. Ia bahkan mengklaim telah bekerjasama dengan RTRW.

“Kalau ada yang baru, kami harap peran serta masyarakat, informasikan ke kami,” ujar Science belum lama ini.

Lokasi lain yakni terlihat di bukit Mangsang, atau berada di sekitar Perumahan Puriagung IV dan Perumahan Puri Agung IIa. Sementara itu, puluhan Kios Liar di dekat Perumahan Nasional (Perumnas) Seibeduk bakal ditertibkan setelah lebaran mendatang. Hal ini menyusul rencana pembangunan lanjutan jalur dua jalan S Parman.

“Ditertibkan habis lebaran. Sekarang, kios itu sudah dapat minimal Surat Peringatan (SP) 2, kalau nggak SP 3. Saya tidak ingat betul,” kata Sekretaris Satpol PP Batam, Friedkalter, belum lama ini.

Ia mengatakan, setelah lebaran jalan tersebut harus kosong dari kios liar. Maka dari itu, selain menunggu penertiban oleh Satpol PP Batam, pemilik atau penyewa kios diharapkan membongkar sendiri dan mengamankan barangnya terlebih dahulu.

“Kalau mereka bongkar sendiri, nanti tinggal gotongroyong saja dibersihkan. Sesudah lebaran sudah harus kosong (bebas kios liar),” katanya.

Sementara kios liar di sekitar Aviari Batuaji, Friedkalter mengatakan pihaknya belum menyiapkan jadwal penertiban untuk lokasi ini. Ia berpendapat, penertiban tidak bisa dilakukan sekaligus. Kini, ia mengatakan penertiban diprioritaskan pada jalan-jalan yang akan diperlebar. (une)

Warga Mulai Berburu Kue Kering

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sudah jadi budaya masyarakat untuk menyajikan hidangan kue kering saat lebaran tiba. Nastar, pisang sale, kue bangkit, lumpia, jagung unyil, putri salju, telur gabus dan lainnya menjadi primadona saat lebaran. Kue ini pun saat ini banyak ditemui di pasar tradisional.

Seperti yang terlihat di Pasar Aviari Batuaji dan SP Plaza, Sagulung. Meski lebaran dua minggu lagi, sejumlah toko sudah mulai menjajakan kue kering. Toples-toples besar aneka jenis kue berjajar bertumpuk-tumpuk di depan kios mereka.

“Bukanya sudah dua hari yang lalu, ibu-ibu sudah mulai berdatangan,” ujar Riska penjual kue kering di Aviari, Batuaji, Jumat (1/6).

Riska mengatakan beberapa jenis kue menjadi primadona saat lebaran. Sebut saja nastar, putri salju, keripik pisang dan telur gabus. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau mulai Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu per kilo gram.

“Paling banyak peminat nastar, karena selain terjangkau kue ini disukai oleh anak-anak,” jelasnya.

Riska sendiri mengaku hanya menjual kue kering saat lebaran saja. “Sudah lima tahun terakhir ini jualan kue kering,” katanya.

Ditanya apakah daya beli masyarakat tetap tinggi, perempuan asal padang ini mengaku cukup menurun jika dibandingkan lima tahun yang lalu.

“Tahun ini tak tahulah. Tahun kemarin cukup menurun juga,” katanya.

Bisnis kue kering khas Lebaran di media sosial juga menjamur pada bulan Ramadhan. Banyak pengguna media sosial yang memanfaatkan momen ini untuk berjualan kue kering secara musiman. Seperti yang dikatakan Wineke Asmeral pelaku usaha kue kering rumahan di Batam yang menjajakan kue kering melalui akun Instagramnya.

“Sudah mulai banyak yang pesan. Rata-rata mereka pesan lima hingga 13 kilo nastar dan putri salju,” kata pemilik kedai Wine Cake ini.

Dia mengatakan harga yang ditawarkan Rp 180 ribu per kilo. Harganya memang cukup mahal, itu karena bahan yang digunakan berkualitas. “Saya jual nastar premium. Jadi bahannya pake mentega wisman dan golden chum, jadi bukan mentega murahan,” jelas Wine. (une)

Dirikan Pospam dan Posyan Seminggu Jelang Lebaran

0
Anggota Polisi kawasan Bandara menggunkana paddleboard saat melakukan patroli di Bandara Hang Nadim Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dalam upaya memberikan pengamanan kepada pemudik, nantinya akan ada tujuh pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) disejumlah lokasi di Kota Batam selama masa Operasi Ketupat. Adapun pospam dan posyan ini akan mulai didirikan pada H-7 hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

“Anggota yang akan kita siagakan dalam operasi ketupat itu dilakukan gelar pasukan pada tanggal 6 Juni besok. Karena operasi itu mulai H-7 sebelum hari raya hingga H+7,” ujar Kapolresta Barelang Kombes Hengki.

Dijelaskan Hengki, nantinya pospam akan didirikan di 3 lokasi dan posyan di 4 lokasi. Untuk Posyan, akan didirikan di Mal Nagoya Hill, Batam Center serta di jembatan satu Barelang. Sementara untuk posyan akan berada di Pelabuhan Sekupang, Batuampar, Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan punggur.

“Di setiap pos akan disiagakan anggota selama 24 jam secara bergiliran. Posyan kita tempatkan di lokasi yang menjadi pusat dari aktivitas mudik,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Hengki membeberkan jumlah personel dari Polresta Barelang yang akan disiagakan di Posyan maupun di Pospam berjumlah 300 orang. Jumlah personel itu akan ditambah dengan jumlah personel dari Polda Kepri, Satpol PP, Ditpam, Dishub maupun dari TNI serta Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Pastinya kami akan menurunkan kekuatan penuh demi kelancaran aktivitas mudik masyarakat. Baik itu masyarakat yang mau masuk ke Batam maupun yang keluar Batam,” tegasnya. (gie)

Lapas Usul 161 Napi Dapat Remisi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sambut hari raya Idulfitri, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Batam di Tembesi usulkan 161 warga binaan beragama Islam dapat remisi hari raya Idulfitri. Jika semua usulan tersebut direstui oleh Kementerian Hukum dan HAM RI maka enam orang diantaranya langsung bebas sebab masuk kategori remisi khusus (RK) II.

Kalapas Batam Surianto, usulan remisi Idilfitri itu sudah disampaikan ke Kemenkum HAM RI melalui Kakanwil Kemenkum HAM Kepri.

“Untuk tingkat Kakanwil sudah lolos semua. Tinggal tunggu surat keputusan dari Kemenkum HAM RI,” ujar Surianto, Jumat (1/6).

Jika sudah ada SK dari Kemenkum HAM RI, remisi tersebut akan diberikan pada hari hal perayaan Idulfitri nanti.

Untuk rincian warga binaan yang diusulkan dapat remisi itu diantaranya; RK I atau pemotongan masa pidana biasa sebanyak 155 orang dan RK II langsung bebas setelah dikurangi remisi sebanyak enam orang.

“Tapi untuk RK II ini tidak langsung bebas hari itu juga. Administrasi denda subsidier mereka masih ada. Kalau tak bayar subsidier mereka masih harus menjalani hukuman paling lama hingga tiga bulan lagi,” terang Surianto.

Sementara mereka yang dapat RK I, potongan masa pidana terdiri dari 15 hari sebanyak 13 orang, satu bulan sebanyak 480 orang, 1,5 bulan sebanyak 55 orang dan dua bulan sebanyak 7 orang.

Mereka yang diusulkan dapat remisi itu, kata Surianto adalah warga binaan yanh sudah memenuhi syarat remisi sesuai dengan undang-undang Lapas yang ada.

“Tidak semua (warga binaan) yang beragama Islam serta merta dapat remisi. Tentu harus ada kriteria dan persyaratan. Warga binaan yang bergama Islam ada sekitar 700 orang tapi yang diusulkan dapat remisi hanya 161. Sebagiannya belum memenuhi persyaratan makanya belum dapat,” ujar Surianto. (eja)

Banyak Baliho Salahi Aturan

0
Baliho
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kebanyakan papan reklame atau baliho yang berdiri di pinggiran jalan raya menyalahi aturan. Terutama dalam hal estetika atau keindahan. Sebagian besar baliho masih belum memiliki lampu sorot sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan masih ada baliho yang berdiri tidak memilikui izin.

“Jadi sudah disepakati bahwa penataan akan dilakukan demi keindahan kota Batam. Saat ini yang diutamakan adalah papan reklame yang model LCD. Sementara yang konvensional harus memiliki lampu sorot. Boleh pakai solar cel atau listrik pln,” kata kepala DPM-PTSP, Gustian Riau, Jumat (1/6).

Gustian meminta kepada semua pengusaha papan reklame untuk membenahi papan reklame masing-masing sebelum dilakukan penertiban. Di mana saat ini, DPM-PTSP juga terus melakukan penataan dengan mempertimbangkan estetika kota.

“Penataan reklame dan bilboard ini juga karena adanya penataan dan perbaikan ruas jalan di Batam. Di mana hampir semua jalan yang biasa terpasang bilboard terkena perbaikan jalan,” katanya.

Ia berharap, billboard yang sudah sempat mendapatkan izin tetapi terdampak pembangunan dalam waktu dekat akan dipindahkan ke lokasi yang berdekatan. Sementara bagi yang bangun sendiri tanpa ada izin dipastikan akan dibongkar. “Sudah banyak yang sesuai ketentuan, tetapi banyak juga yang tidak sesuai ketentuan. Yang jelas, tak punya izin akan dibongkar,”katanya.

Pantuan Batam Pos, dari sepanjang jalan R Suprapto hingga jalan Ahmad Yani Batam Center, sebagian besar baliho tidak memiliki lampu sorot. Meski memang sebagian sudah ada yang model LCD seperti yang ada di perempatan simpang Kabil.

Di simpang Frengky Batam Center pun, masih banyak baliho yang tidak ada lampu sorotnya. Sementara di sepanjang jalan Ahmad Yani, mulai dari Simpang Kara sampai simpang Frengki dipastikan banyak baliho yang akan dibongkar karena berdampak pelebaran jalan.

Anggota komisi I DPRD Kota Batam Tumbur Sihaloho mendukung penataan yang dilakukan Pemko Batam. Tetapi ia berharap agar PAD dari reklame ini bisa lebih signifikan untuk Pemko Batam.

“Tapi saya harapkan kalau dalam penertiban ini tidak boleh tebang pilih. harus objektif,” katanya.

Menurutnya, dalam pemasangan bilboard dan reklame harus tetap mengedepankan keindahan kota. “Jadi jangan lagi semrawut. Harus tertata dengan baik,” katanya. (ian)

Jalan Ahmad Yani mulai Dilebarkan

0
Sejumlah pekerja Dinas Kebersihan Kota Batam memangkas pohon di jalan Ahmad Yani Batamcenter, Jumat (18/5).
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemko Batam mulai melakukan pelebaran jalan Ahmad Yani dari Simpang Kabil ke Masjid Agung Batam Center. Jalan ini nantinya akan dibuat empat lajur setiap jalurnya.

“Jalur dari Simpang Kabil ke masjid Raya itu bagian dari 10 titik yang dilebarkan Pemko Batam sejak tahun lalu. Dan beberapa di antaranya sudah rampung,” kata kepala bagian humas dan protokol, Yudi Admaji, Jumat (1/6).

Yudi mengatakan setelah pelebaran jalan Ahmad Yani ini sejalan dengan pelebaran jalan sepanjang jalan Laksamana Bintan mulai dari Simpang Frengki sampai Simpang Rosedale.

“Kalau jalan Ahmad Yani akan dibuat setiap jalurnya menjadi empat lajur, tetapi jalan Laksama Bintan menjadi tiga lajur, ini karena di sana lebih sempit,” katanya.

Setelah kedua ruas jalan ini nanti selesai dilebarkan, maka akan dilanjutkan dengan pembangunan jalan mulai dari Simpang Frengki sampai simpang Kalista Batamcenter.

“Ini komitmen Pemko Batam untuk memperbaiki infrastruktur jalan di Batam. Ini untuk mengurangi kemacetan dan memperlancar arus barang dan orang. Ini juga akan mendukung pengembangan Batam sebagai daerah pariwisata,” katanya.

Di tahun 2019 mendatang, Pemko juga akan tetap melakukan pelebaran jalan. Kemungkinan besar yang akan dilebarkan masih sepanjang Jalan Ahmad Yani, tepatnya mulai Simpang Kabil sampai Simpang Panbil.

“Kemungkinan ini hanya satu arah yakni dari Simpang Panbil ke Kepri Mall. Karena memang di sana yang paling macet. Nah kalau ini sudah selesai bisa jadi jalur sebelahnya yang akan diperlebar. Itu tergantung ketersediaan anggaran,” katanya.

Sementara itu, anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton P mendukung adanya perbaikan jalan tersebut. Ia berharap pembangunan infrastruktur ini jangan hanya di perkotaan, tetapi juga di permukiman warga.

“Banyak pembangunan jalan yang belum terealisasi di sejumlah permukiman penduduk. Padahal akses ke permukiman ini sangat penting. Ini yang harus diperhatikan pemerintah.

Anggota komisi II DPRD Kota Batam Mulia Rindo Purba mendung adanya pembangunan infrastruktur untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Tetapi ia berharap pembangunan dilakukan secara adil. Ia mencontohkan pelebaran jalan sepanjang jalan Laksamana Bintan, mulai dari Simpang Frengki sampai Simpang Rosedale. Di sana direncanakan jalan yang akan dilebarkan lebih lebar ke arah deretan perumahan Orchid hingga kantor Guskamla.

“Jadi kami berharap yang deretan kampung nanas sampai rose dale juga dilebarkan sama dengan yang di deretan orchid ini. Jadi harus ada keadilan dalam pembangunan ini,” katanya. (ian)

Mama, sebelum Beli, Cek Tanggal Kadaluarsa Makanan dan Minuman Ya …

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jelang lebaran permintaan makanan dan minuman dipastikan meningkat. Banyak dari distributor hingga pedagang yang memanfaatkan momen itu untuk mendapatkan penghasilan lebih. Bahkan tak jarang beberapa diantaranya masih ada yang nakal dengan menjual produk kardaluasa hingga rusak.

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irawan mengatakan sebagai konsumen seseorang harus lebih teliti dalam memilih barang yang akan dikonsumsi. Jangan sampai, harga murah dan diskon besar-besaran membuat masyarakat rugi hingga keracunan makanan dan minuman yang dikonsumsi.

“Contohnya, harga normal suatu barang Rp 100 ribu, namun tiba-tiba pedagang bisa menjual dengan harga Rp 20 ribu. Dari situ masyarakat harus bisa berpikir kok bisa harganya semurah itu,” jelas Yosef kepada Batam Pos, Jumat (1/6).

Dikatakannya, masyarakat punya hak untuk curiga atas penawaran murah dan diskon besar-besaran makanan serta minuman. Jika tak ingin rugi, maka masyarakat harus mengecek kondisi kemasan hingga tanggal kardaluasa suatu produk. Jangan juga tergiur harga murah, namun masa kardaluasanya tinggal dua minggu lagi.

“Untuk suatu produk masa kardaluasanya itu memang berbeda-beda. Ada yang setahun hingga dua minggu. Nah untuk produk tertentu yang mungkin masa kardaluasanya satu tahun namun hampir habis, sebaiknya jangan dibeli, meski ditawarkan harga murah,” imbuh Yosef.

Menurut dia, BPOM belum punya wewenang memberi sanksi pedagang yang menjual produk sebelum masa berlaku habis, meski itu tinggal dua minggu kedepan. Namun, jika produk itu sudah kardaluasa tapi tetap dijual, maka sanksi sudah menunggu pedagang tersebut.

“Sebelum sanksi ada peringatan untuk menarik produk dan memusnahkannya. Pedagang juga bisa menyerahkan produk itu ke BPOM untuk dimusnakan. Kalau tetap nakal, maka ada hukuman kurungan badan hingga denda. Kalau tak salah dendanya bisa sampai Rp 2 miliar,” jelas Yosef.

Disisi lain, Yosef kembali mengingatkan agar para pedagang tidak menjual produk-produk yang kardaluasa hingga rusak kepada masyarakat. Apalagi jika produk itu mau dijadikan parcel, hendaknya yang masa berlakunya habis 6 bulan keatas. Jangan sampai yang mendekati waktu kardaluasa.

“Selain kardaluasa, mayarakat juga harus melihat label, izin edar dan lainnya dari suatu produk. Jangan sampai keracunan setelah mengkonsumsi suatu produk olahan,’ pungkas Yosef.

Bahkan ia mengaku saat ini BPOM bersama instansi terkait lebih memperketat pengawasan makanan dan minuman. Apalagi jelang lebaran karena permintaan suatu produk lebih tinggi. (she)