Jumat, 19 Juni 2026
Beranda blog Halaman 12284

Telur Bisa Sebabkan Inflasi Bulan ini

0
Sejumlah warga saat memilih telur yang dijual di Pasar Mega Legenda Batamcenter, Kamis (19/7). Harga telur di pasar tersebut berkisar 45 per papan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam akan mendirikan tiga kios murah untuk membantu masyarakat mendapatkan komoditas pangan dengan harga distributor.

Kepala DKPP Batam, Mardanis mengatakan tiga lokasi kios murah tersebut yakni Tibanlama, Nongsa dan Dapur 12 Kecamatan Sagulung. Ketiga kios ini akan dikelola koperasi milik petani.

“Ini solusi lain yang tengah kami bahas bersama instansi terkait,” kata dia, Kamis (19/7).

Ia menyebutkan saat ini ada 12 distributor telur yang akan kami temui dan menyampaikan gagasan ini. Pemko Batam berharap mereka mau membantu terwujudnya gagasan ini.

“Kami berharap mereka mau mendukung program kios murah ini,” ujarnya.

Menurutnya jika tidak segera ditemukan solusinya, kenaikan harga telur dan ayam ini bisa menjadi penyumbang inflasi bulan ini.

“Maka dari itu kami bersama TPID dan Disperindag akan menemui distrobutor dalam waktu dekat ini,” lanjutnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan saat ini Pemko Batam tengah mengupayakan solusi untuk menetralisir harga telur dan ayam yang meroket.

“Kami akan mencoba mendorong koperasi turut serta membantu untuk menekan harga ini agar tidak terjadi inflasi,” sebutnya.

Mengenai peran Badan Usaha Umum Daerah (BUMD) yang diharapkan memenuhi kebutuhan komoditas warga Batam, Amsakar pesimis akan hal ini. Sebab menurutnya dibutuhkan keseriusan dan dana yang tidak sedikit agar poyek ini berjalan baik.

“Kami masih mencari opsi yang lain,” tutup pria yang pernah mengepalai Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam ini.(yui)

Dua Calon Haji Asal Riau Batal Berangkat

0
Jemaah Caloh Haji kloter pertama asal Kepri turun dari bus tiba di Bandara Hang Nadim Batam keberangkatan menunaikan ibadah haji , Rabu (18/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dua orang Calon Jamaah Haji (CJH) asal Provinsi Riau batal berangkat bersama kelompok terbang (kloter) 2 Embarkasi Hang Nadim Batam, Kamis (19/7).

Plt Ketua Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Afrizal mengatakan dua calon haji yang batal berangkat di Kloter 2 yaitu Feri Mondro Sumardy dan Nursin Buyung Palak. Feri asal Sukajadi, Pekanbaru meninggal dunia sebelum ke embarkasi dan Nursin Buyung asal Tangkerang sakit sebelum ke Embarkasi.

“Pada kloter 2 ini ada dua orang yang batal berangkat,” kata Afrizal.

Sebanyak 448 orang JCH bersama kloter 2 Embarkasi Batam berangkat ke tanah suci, Kamis sekitar pukul 08.50 WIB. Jamaah diterbangkan menggunakan maskapai penerbangan Saudi Arabian Airlines dengan nomor penerbangan SV 5421 TF-AAJ. Jamaah kloter kedua ini direncanakan tiba di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz Airport Medina, Kamis (19/7) sekitar pukul 13.40 Waktu Arab Saudi (WAS).

“Komposisi jamaah kloter kedua ini mengakut 208 orang jamaah laki-laki dan 240 orang jamaah perempuan. Total 448 orang jamaah,” sebut Afrizal.

Selama berada di Arab Saudi, jamaah kloter kedua akan menempati rumah di wilayah Misfalah Maktab 49 Sektor 09 Nomor Rumah 911. Menurut jadwal, jamaah kloter kedua Embarkasi Batam ini akan kembali ke tanah air pada tanggal 29 Agustus 2018 pukul 08.15 WIB.

Pelepasan CJH kloter kedua ini dilepas oleh Wali Kota Pekanbaru Firdaus. Ia mengucapkan terima kasih kepada PPIH Embarkasi haji Batam dan kepada petugas yang menyertai jamaah. Sebagai petugas untuk melayani tamu-tamu Allah laksanakan tugas ini dengan baik dan penuh keikhlasan.

“Kepada JCH diingatkan untuk senantiasa selalu bersabar, menjaga pola makan selama berada di tanah suci dan menitipkan doa agar Kota Pekanbaru aman dan damai,” katanya. (rng)

Tim Gabungan Merazia Pasangan Kumpul Kebo

0

batampos.co.id – Tim gabungan, Satpol PP, Polsek Sei Beduk, Pom AD, Pom AL, serta perangkat RT, RW dan Kelurahan Mukakuning merazia kos-kosan dan rumah kontrakan yang ada di Simpang Dam Mukakuning, Seibeduk. Mereka menggrebek pasangan kumpul kebo, Kamis (19/7) sekitar pukul 00.15 WIB.

Pantauan Batam Pos, satu-persatu pintu kamar di ketok. Penghuni kamar kos atau kontrakan dicek. Para penghuni diminta menunjukkan KTP dan buku nikah. Salah satunya Fe, pria 22 tahun yang diciduk bersama seorang perempuan berinisial Ti, 25, yang tengah berada dalam kamar kosnya. Kepada petugas, keduanya mengaku tinggal satu atap. Namun karena tidak bisa menujukkan bukti buku nikah dan identitas, keduanya akhirnya di gelandang ke Kantor Kelurahan Mukakuning, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Tim gabungan juga merazia kamar kos tiga orang wanita, OP, 20, Sb, 22 dan, Hn, 21. Saat tim gabungan melongok ke dalam rumah, tampak seorang pemuda, RS, 23, di dalamnya. Ke empatnya mengaku tinggal serumah. Mereka mengaku jika masih ada hubungan keluarga.

Namun saat di data, mereka berasal dari kota berbeda. Akibatnya, mereka pun digelandang ke Kantor Lurah Mukakuning.

“Saya baru seminggu numpang tinggal sama mereka,” kata RS, pria pengangguran itu.

Saat diintrogasi di Kantor Lurah Mukakuning, muda-mudi yang tergrebek tinggal sekamar atau serumah tanpa ikatan pernikahan membantah kumpul kebo. Beberapa diantara mengaku memiliki hubungan saudara. Beberapa lainnya menyebut hanya bertamu.

Sementara itu, tidak semua yang diamankan itu adalah pasangan kumpul kebo. Beberapa lainnya hanya bernasib apes. Seperti Sy, 29. Wanita cantik berambut lurus sepunggung itu diamankan saat sedang berkunjung ke rumah kawannya, namun karena tidak memiliki identitas seperti KTP dan SIM, ia pun diamankan. Demikian juga dengan Leila, 42, yang mengaku datang ke Kampung Aceh karena ingin menemui kerabatnya.

“Saya datang ngurut saja, lupa pulak saya bawa KTP,” kata Leila kepada petugas.

Tim terpadu merazia pasangan kumpul kebo di simpang Dam, Mukakuning, Rabu (18/7). Yang dirazia ini termasuk yang tidak memilik identisa juga diamnkan untuk didata. F Dalil Harahap/Batam Pos

Kabid Penegakan Perda Satpol PP Batam, Hamida Saragih mengatakan, malam itu mereka sedang malaksanakan operasi yustisi. Ia memimpin tim gabungan melakukan penegakkan Perda Nomor 6 tahun 2002 tentang ketertiban sosial Kota Batam. Mereka yang tinggal satu atap tanpa ikatan pernikahan atau kumpul kebo dirazia. Pasalnya, maraknya kumpul kebo di Kota Batam meresahkan masyarakat.

Dalam operasi tersebut, Tim Gabungan mengamankan 23 orang yang terdiri dari 11 wanita dan dan 12 laki-laki. Namun kebanyakan dari mereka terjaring razia lantaran tidak memiliki kartu tanda kependudukan atau KTP.

“Kami interogasi mereka lagi nanti,” sebutnya.

Usai didata, para pelanggar perda tersebut digiring ke Mako Satpol PP. Mereka akan didata dan diitrogasi ulang. Jika terbukti kumpul kebo, maka mereka akan dinikahkan.

“Kita akan koordinasi dengan KUA setempat. Jika mereka bisa dinikahkan, akan kita langsungkan. Dari pada mereka seperti ini (kumpul kebo) terus,” ujarnya.

Sekretaris RW 14 Kampung Aceh Kelurahan Mukakuning, Herizal mengatakan tidak sedikit kos-kosan yang dijadikan tempat maksiat. Menurut pria yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Kampung Aceh itu, ada puluhan pasang orang yang tinggal satu atap tanpa ikatan pernikahan.

“Di RW saya (RW14 Mukakuning) juga banyak. Kalau ketahuan langsung saya usir,” katanya.

Sepanjang tahun 2017, lanjutnya, di RW 14 Mukakuning sedikitnya ada 11 orang yang hamil di luar nikah. Bahkan, Herizal sendiri mengaku telah banyak menikahkan warganya yang telah terlebih dahulu kebobolan sebelum proses ijab kabul.

“Kasihan terhadap anaknya. Bahkan ada ibu yang tega jual anaknya lantaran malu hamil di luar nikah,” kata Herizal. (une)

Pemko Batam Kebut Selesaikan Proyek

0

batampos.co.id – Memasuki semester kedua tahun ini, pengerjaan sejumlah proyek Pemerintah Kota Batam belum juga terlaksana. Seperti pengerjaan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Proyek yang sempat mengalami gagal lelang berkali-kali tahun lalu ini masih sebatas lelang perencanaan.

“Kami usahakan tidak ada lagi gagal lelang,” kata Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam, Leo Putra, Kamis (19/7).

Ia menjelaskan gagal lelang tahun lalu disebabkan karena peserta lelang kesulitan menemukan bahan yang dibutuhkan untuk merenovasi rumah milik warga yang ada di pesisir.

“Kayunya yang buat gagal lelang. Sehingga kami membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan pemenang lelang yang mampu menyanggupi,” ujar mantan camat Batuampar ini.

Bulan depan berkas lelang pengadaan barang sudah dilempar ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kota Batam. Jika tidak ada masalah, proses lelang ini akan memakan waktu satu bulan untuk mendapatkan pemenangnya.

“Iya tentu kami berharap lelang berjalan lancar, sehingga September mulai jalan renovasi rumah penerima bantuan tersebut,” ucap Leo.

Leo menyebutkan masing-masing rumah mendapatkan bantuan Rp 22 juta dan upah tukang Rp 3 juta. Berbeda dengan tahun lalu pengerjaan dibantu TNI Manunggal, tahun ini pengerjaan dikerjakan swadaya masyarakat.

Tahun ini Pemerintah Kota Batam kembali merenovasi 100 rumah warga yang ada di hinterland maupun mainland. Untuk memudahkan proses lelang, Pemko Batam berencana mengganti kayu dengan baja ringan. Hal ini bertujuan agar proses lelang bisa berjalan lancar. (*)

Distributor Ayam Potong Terancam Tutup

0
Dua orang warga sedang memilih daging ayam di Pasar Mega Legenda Batamcenter, Kamis (19/7). Harga daging ayam di pasar tersebut berkisar 40 ribu per kilo. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Saat ini harga ayam potong di pasar sudah menembus lebih dari Rp 40 ribu perkilogramnya. Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu pemilik distributor utama ayam potong di Batam PT Kartika Inti, Acin, Rabu (18/7) sore. Naiknya harga ayam potong sendiri, lanjut Acin, sudah berlangsung sejak awal bulan Juli.

“Kami sebelum bulan Juli ini, ambil ayam potong dari pemasok di Jakarta perkilogramnya Rp 33 ribu. Sekarang ini dari Jakarta harga ayam potong sudah menembus Rp 38 ribu per kilogramnya. Berarti ada kenaikan harga yang signifikan dari pemasok utamanya mencapai Rp 5 ribu per kilogramnya,” ujar Acin.

Tak hanya mahal. Pasokan ayam potong, lanjut Acin, saat ini sangat langka sekali. Bahkan dari pemasok utama yang di Jakarta sampai kehabisan pasokan dari daerah kantong perternakan seperti di Jawa Timur.

“Saya dari awal Juli sudah pesan ke distributor pemasok ayam potong yang di Jakarta agar mengirim beberapa ton ayam potong ke Batam. Namun oleh distributor di Jakarta mengatakan di Jakarta pun daging ayam potong juga susah didapat. Kabarnya tak hanya di Jakarta saja, di Jawa yang katanya sentra peternakan ayam potong pun juga langka. Pasokan ke Jakarta tersendat karena tak ada barang. Otomatis hal itu berdampak ke saya selaku distributor di Batam,” terang Acin.

Kalau harga mahal tapi pasokan barang masih ada atau lancar, lanjut Acin, hal itu mungkin masih bisa dimaklumi distributor atau pedagang ayam.

“Ini sudah harga selangit, pasokan pun tak ada. Imbasnya saya mungkin dalam lima sampai enam hari lagi tak akan bisa lagi jualan ayam potong. Stok ayam potong yang ada sekarang ini sisa di bulan Juni. Untuk stok pengambilan baru macet sama sekali. Jadinya distributor ayam di Batam ini terancam tak bisa jual ayam lagi karena tak ada barang atau pasokan,” kata Acin.

Acin mengaku dirinya akan menjual atau memasok ayam potong lagi ke pedagang pasar, setelah pasokan dari Jawa kembali lancar.

“Habis stok ya habis lah saya tak jual ayam. Untung masih ada daging sapi yang tak ikut langka,” ujar Acin mengakhiri. (gas)

Maria Butina, si Cantik dari Rusia yang Berbahaya

0

Namanya Maria Butina. Cantik. Seksi. Berbahaya. Dia adalah definisi sempurna femme fatale dari Rusia. Senin (16/7), dia menjalani hearing perdana atas dakwaan spionase. Perempuan 29 tahun itu diyakini menjadi mata-mata yang merugikan Amerika Serikat (AS).

’’Saya datang dari Rusia. Kalau Anda jadi presiden, bagaimana kebijakan luar negeri yang Anda terapkan terhadap negara saya?’’ tanya Butina sebagaimana dilansir The Guardian. Saat itu Donald Trump belum menjadi presiden. Butina mewawancarai tokoh 72 tahun itu di Las Vegas pada Juli 2015.

Pertanyaan tersebut mungkin sudah lama dilupakan publik AS. Namun, tidak demikian dengan jawaban Trump. ’’Saya rasa, hubungan saya akan semakin dekat dengan Putin,’’ ujarnya ketika itu.

Ajang Freedomfest menjadi saksi jawaban Trump yang sampai saat ini masih membuat publik Negeri Paman Sam bertanya-tanya. Yakni, apakah dia dan Putin benar-benar punya hubungan dekat.

Sebenarnya, kehadiran Butina ke acara yang dihelat di Negara Bagian Nevada itu juga mengundang tanya. Mengapa dia harus jauh-jauh datang dari Rusia hanya untuk menanyakan kebijakan Trump? Apalagi, saat itu Trump bukan siapa-siapa. Dia hanyalah pebisnis kaya raya yang suka berbicara ngawur soal politik dan pemerintahan.

Namun, setahun sebelum pemilihan presiden (pilpres) AS digelar, Butina seolah-olah sudah tahu bahwa Trump akan menjadi pemimpin Gedung Putih. Dia begitu getol menjalin relasi dengan orang-orang di sekitar Trump. Salah satunya lewat National Rifles Association (NRA), kumpulan warga sipil pemilik senjata api.

Itulah yang membuat Butina ditangkap akhir pekan lalu. Dia dituduh memata-matai AS demi kepentingan Rusia. Selain lewat NRA dan berinteraksi dengan orang-orang dari Partai Republik, dia juga menuntut ilmu di AS. Sejak 2016, dia tercatat sebagai mahasiswi University of American di Washington DC.

Namun, jaksa pemerintah yakin status itu hanyalah kedok. Dengan menjadi mahasiswi, Butina punya alasan untuk mendekati orang-orang di sekitar Trump. Apalagi, dia cukup tenar di kalangan Republikan karena beberapa kali ikut kongres NRA. Reputasinya sebagai penggemar senjata api pun tak diragukan lagi. Sebab, dia merupakan salah seorang pendiri organisasi Right to Bear Arms di Rusia.

Organisasi yang lahir pada 2012 itu mengantarkan Butina pada pertemanan elite dengan politikus-politikus AS. Salah satunya Paul Erickson. Berdasar investigasi yang masih berjalan sampai sekarang, Butina kedapatan beberapa kali mengirimkan surat elektronik (surel) kepada tokoh konservatif yang juga anggota NRA tersebut. Isi surel-surel itu juga beragam. Mulai membahas senjata sampai politik.

Dalam salah satu surelnya, Butina menyatakan bahwa Trump akan memenangkan pilpres AS. Dalam surat bertajuk proyek diplomasi, dia mengibaratkan dirinya sebagai pakar propaganda KGB pada era Perang Dingin. Klaim itu tidak diabaikan AS. Apalagi, dia juga punya hubungan baik dengan Wakil PM Rusia Dmitry Rogozin yang beberapa kali hadir dalam acara Right to Bear Arms.

Maria Butina

Alan Gottlieb dan istrinya, Julianne Versnel, aktivis senjata Rusia, mengingat Butina sebagai sosok yang provokatif. Setidaknya terlihat dari gaya berpakaiannya. ’’Jika tidak memakai kemeja yang kancingnya tertutup semua sampai atas, dia mengenakan baju yang tiga kancing teratasnya dibiarkan terbuka,’’ ungkap Versnel.

Pasangan itu mengaku sering diundang makan malam oleh Butina dan Alexander Torshin. Torshin adalah mentor Butina sekaligus pejabat senior di Bank Sentral Rusia. Kedekatan Butina dengan Torshin itu membuat AS semakin yakin bahwa perempuan dengan senyum menggoda tersebut memang mata-mata.

’’Dia adalah perempuan yang tahu benar bagaimana memanfaatkan kecantikannya dan kemudaannya. Dia selalu sukses menjadi pusat perhatian dalam setiap percakapan,’’ kata Gottlieb. Kini dengan dakwaan serius yang disandangnya, Butina terancam hukuman 10 tahun penjara.

Namun, pengacara Butina, Robert Driscoll, yakin kliennya tidak bersalah. Dia menyatakan bahwa Butina hanyalah perempuan yang kebetulan tertarik pada dunia politik dan ingin menjalin hubungan baik dengan pejabat AS.

’’Saya akan berusaha membersihkan namanya,’’ tegas Driscoll. (bil/c5/hep)

Harga Telur Mahal, Warga Batam Melirik Telur Pecah sebab lebih Murah

0
ilustrasi

batampos.co.id – Harga telur ayam masih bertengger diangka Rp 48 ribu per papan. Harga tersebut naik hampir dua kali lipat dari harga sebelumnya hanya Rp 28 ribu per papan.

Warga khusus ibu-ibu harus putar otak untuk menyiasati situasi ekonomi yang tidak bersahabat itu. Di Batuaji dan Sagulung warga pada umumnya mulai beralih ke telur ayam yang pecah sebab harganya lebih murah. Hargat telur ayam yang tak utuh Rp 1.000 per butir. Ini lebih murah dari harga telur ayam yang utuh mencapai Rp 2 ribu per butir.

Pengunjung pasar Fanindo Batuaji misalkan umumnya mencari telur ayam yang tak utuh untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi keluarga mereka. Warga mengaku keberatan dengan harga telur ayam utuh baik yang dijual perpapan ataupun perbutir.

“Bukannya tak sanggup belih yang utuh, tapi untuk penghematan. Karena yang dibelanja ibu-ibu bukan hanya telur saja. Memang mahal sekarang (harga telur ayam utuh) biar tak boros beli yang pecah ini saja yang penting tak busuk saja,” ujar Marlina, pengunjung pasar Fanindo, kemarin.

Senada disampaikan Desi, pengunjung lain, sudah hampir sepekan ini dia lebih memilih telur yang tak utuh ketimbang telur utuh. Alasannya sama karena harga telur utuh jauh lebih mahal dibandingkan yang tak utuh.

“Tapi risikonya (beli telur tak utuh) tak bisa belanja banyak karena tak bisa disimpan. Beli hanya untuk masak hari ini saja,” kata Desi.

Umar, pedagang telur ayam di pasar Fanindo mengakui telur pecah lebih laris dibandingkan telur utuh.

“Sejak harga telur naik, orang pada belanja telur pecah,” ujar Umar.

Setiap hari sambung Umar permintaan telur pecah bisa lebih dari 10 papan. Itu membuat mereka kewalahan sebab jumlah telur pecah sangat terbatas.

“Selalu habis kalau ada telur pecah. Telur pecah ini tak bisa banyak-banyak karena bukan yang sengaja dipecahkan tapi pecah karena tertimpa saja,” ujar Umar.

Meroketnya harga telur ayam diakui pedagang sudah terjadi sejak sepekan belakangan ini. Itu karena stok telur yang didatangkan berkurang drastis.

“Tak tahu kenapa naik tapi yang jelas stok dari pemasok berkurang memamg sejak habis Lebaran kemarin. Biasanya sekali datang 1000 papan sekarang hanya bisa 300-400 papan. Itupun dengan harga yang cukup mahal,” tutur Umar. (eja)

Pelaku: Korban Minta Dibunuh dengan Cepat

0

batampos.co.id – Pelaku pembunuh Supartini, Nasrun mengaku, dirinya hanya mengikuti keinginan korban untuk dihabisi. Menurutnya permintaan tersebut dilakukan untuk menutupi aib dan malu. Menurut Nasrun, korban juga meminta pembunuhan tersebut dilakukan dengan cepat agar tidak merasa tersiksa.

“Dia takut aib nya terbongkar, jadi dia minta dibunuh,” kata Nasrun di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (20/7).

Pelaku mengatakan, ia tidak mengakui dan masih ragu janin yang dikandung korban adalah perbuatan dirinya. Menurutnya, korban mempunyai kekasih lain. Bahkan, korban yang ingin menggugurkan kandungannya. “Saya cuma teman saja, dia kan punya pacar” kata Nasrun.

Namun saat korban mengaku hamil, Nasrun mengaku, dirinya mau bertanggung jawab. Namun korban enggan untuk dinikahi. Menurutnya, korban merasa malu atas kehamilannya. Korban lebih mementingkan keluarganya daripada hidupnya. “Dia malu hamil di luar nikah,” akunya.

Nasrun mengakui dirinya sudah kenal lama dengan korban, saat mereka masih bekerja di satu perusahaan properti di Tanjungpinang. “Baru dua bulan terakhir kami dekat. Sebatas hubungan hanya sesaat,” katanya.

Saat mendengar jasad korban ditemukan mengapung di bawah Jembatan Sei Wacopek, pelaku mengaku tanpa perasaan bersalah sempat melayat ke rumah duka untuk mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban. Menurutnya hal tersebut sebagai rasa manusiawi dan bentuk permintaan maaf dirinya karena menghabisi korban.

Mengetahui aksi nekatnya mulai terbongkar, kata Nasrun, dirinya langsung buru-buru mengajukan cuti kerja. Rencananya ia akan pergi ke kampung halamannya di Makasar. Namun dirinya keburu ditangkap pihak kepolisian yang sedang memburunya. “Saya bukan mau lari, tapi cuti, kerja,” katanya.

“Saat melayat, saya merasa was was aja, takut kalau ketahuan saya yang bunuh” ujar Nasrun. Nasrun yang mengaku menghabisi Supartini seorang diri, mengatakan menyesal dan memohon maaf kepada seluruh keluarga korban atas perbuatannya. “Saya sangat menyesal,” kata Nasrun sambil tertunduk malu. (odi)

Ranperda Kawasan Tanpa Rokok Disetujui

0
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menerima dokumen Ranperda dari Ketua DPRD Natuna Yusripandi, didampingi Wakil ketua I Hadi Candra dan Wakil Ketua II Daeng Ahmar. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Enam fraksi di DPRD Natuna menyetujui enam rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang diusulkan pemerintah daerah menjadi Perda dalam paripurna pendapat akhir fraksi di DPRD Natuna, Kamis (19/7).

Enam Rarperda yang disetujui DPRD di antaranya, Ranperda Pengelolaan Air Limbah Domestik, Ranperda Kawasan Tanpa Asap Rokok, Ranperda Penyelenggaraan Penanaman Modal Daerah, Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, Ranperda Retribusi Perpajangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing, dan Ranperda Terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2017.

Dalam pandangan fraksi tersebut, juga terdapat saran dan pendapat yang mengharapkan lebih ditingkatkannya kinerja pemerintah daerah dalam beberapa sektor. Seperti, pandangan Fraksi Gerindra dan Nasdem (Gernas). Diterbitkannya Perda nantinya setelah disahkan dapat dilaksanakan sesuai aturan ditentukan.

Anggota Fraksi Gernas, Marzuki mengatakan pemerintah harus mampu mengayomi seluruh elemen masyarakat dan mengedepankan akuntabilitas dan tansparansi dalam penyelenggaraaan pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah. Juga mengedepankan kepentingan masyarakat, bukan mementingkatkan kepentingan pribadi dan golongan.

”Fraksi Gernas juga mengharapkan tetap terjaganya keharmonisan antarmasyarakat dan pemimpin, dan mampu meminimalisir setiap perpecahan dalam daerah,” ujar Mazuki.

Marzuki juga mengatakan, peraturan daerah tentang penyelenggaraan penanaman modal daerah juga diharapkan dapat memberikan hidup layak dan sejahtera kepada masyarakat sebagai tujuan akhir. Karena, sejauh ini belum terdapat investasi yang berkembang di Natuna.

Selain itu, Marzuki menyinggung soal barang milik daerah, agar dipergunakan sesuai peruntukan. Misalnya, kendaraan dinas pemerintah tidak ada lagi berkeliaran di hari libur atau tidak sesuai peruntukan yang ditentukan.

”Kami berharap, ada penertiban penggunaan barang milik negara supaya tidak timbul kecemburuan dan kerusuhan di tengah masyarakat, untuk menjaga kedamaian bersama,” ujar Marzuki. Enam Ranperda tersebut akan diserahkan ke Gubernur Provinsi Kepri untuk dievaluasi sebelum disahkan menjadi Perda.(arn)

Kreasi Bahan Makanan Lokal

0
Meja salah satu peserta lomba masak di Lingga yang berisi hasil olahan dari bahan makanan yang ada di lingkungan sekitar seperti ubi dan sagu. F. Wijaya satria/batampos.co.id

batampos.co.id – Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga menggelar perlombaan masak dengan kreasi sendiri serta menggunakan bahan yang ada di sekitar lingkungan, Kamis (19/7).

Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) ini dilakukan di Gedung Nasional, Da­bo Singkep, untuk mempersiapkan perwakilan dari Kabupaten Lingga berlaga ke tingkat provinsi dengan perlombaan yang sama.

Acara yang dibuka Asisten Pemkab Lingga Yusrizal, mengutamakan penggunaan bahan makanan yang berbeda dari biasanya. Peserta dapat menggunakan bahan dasar ubi, sagu dan bahan lainnya yang banyak ditemukan di sekitar.

Menurut Ketua PKK Kabupaten Lingga Heryulita Alias Wello, saat ini masyarakat masih bergantung pada menu atau bahan makanan berupa beras dan terigu. Sehingga, negara kita sempat mengimpor kedua bahan pangan tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

”Untuk mengatasi kondisi tersebut perlu dilakukan kreasi memasak menggunakan bahan makanan lainnya, seperti sagu, jagung, ubi dan bahan makanan lainnya,” kata Heryulita dalam kegiatan perlombaan tersebut.

Selain menggunakan bahan makan yang ada di sekitar, peserta juga membuat makanan atau masakan daerah yang telah menjadi tradisi dan dimasak pada setiap hajatan. Masakan khas itu juga terbilang masakan yang mulai dilupakan, khususnya oleh kalangan muda.

Dengan kata lain, kegiatan ini juga dilakukan untuk melestarikan hasanah budaya Melayu berupa masakan atau makanan yang telah menjadi warisan pendahulu. Seperti gumbal telur, janda berjodoh dan menu masakan lainnya yang memang telah lama ada.
“Kami sebagai peserta turut senang dengan diadakannya kegiatan ini. Tentunya dapat menyalurkan kreativitas kami dalam hal memasak,” ujar salah satu peserta.(wsa)