Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12298

Sukseskan MTQ Provinsi Kepri

0
Tausiah agama yang disampaikan Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Surau Al-Ahyar, saat safari subuh, Senin (7/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak masyarakat Lingga, mensukseskan penyelenggaraan MTQ VII tingkat Provinsi Kepri 2018 yang diselenggarakan di Desa Lanjut, Kabupaten Lingga.

Kali ini Gubernur menyerukannya kepada masyarakat di Dabo Lama dalam kesempatan safari subuh di Surau Al-Ahyar, Senin (7/5). Menurutnya, MTQ adalah upaya membumikan dan memasyarakatkan alquran. Tidak hanya kompetisinya, tetapi nilai edukasinya yang harus hidup didalamnya.

”Sehingga dari generasi ke generasi anak-anak kita senantiasa mencintai alquran. Sebab itu mari kita sukseskan MTQ ini,” kata Nurdin.

Melalui momen MTQ, lanjut Nurdin, juga menjadi ajang saling silaturahmi antarumat muslim se Kepri. Dengan silaturahmi yang terjaga, maka akan terhindar sifat saling iri, dengki, hasut, dan sebagainya.

Gubernur juga mengutarakan rasa bangganya terhadap qari dan qariah Kepri. Walaupun berpredikat anak kampung, namun memiliki semangat belajar yang tinggi. Ini terbukti prestasi qari dan qariah Kepri tidak hanya hebat di daerah, namun juga tingkat nasional.

“Jangan main-main, menjadi juara I nasional itu bukannya mudah. Banyak yang harus dikalahkan. Namun Alhamdulillah kita memiliki qari dan qariah yang luar biasa hebat. Dan tentunya diawali melalui MTQ tingkat Provinsi Kepri sebagai bagian dari ajang seleksinya,” jelas Nurdin. (bni)

Wujudkan Tata Kelola yang Bersih dan Terpercaya

0
Wakil Gubernur Kepri Isdianto saat melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) APIP APH Tingkat Provinsi, di Jakarta, Senin (7/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Provinsi Kepri, bersama-sama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan terpercaya. Jangan berprilaku yang mendegradasikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Terima kasih kepada Mendagri, Kejaksaan Agung dan Kapolri atas perjanjian kerja sama ini. Semoga ke depan tata kelola pemerintahan di Kepri semakin baik,” kata Isdianto usai menghadiri Rakorwasdanas dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) APIP APH Tingkat Provinsi dalam rangka pengaduan masyarakat, di Ruang Birawa Bidakara, Jakarta, Senin (7/5) petang.

Penandatanganan itu dilakukan Kajati, Kapolda dan Gubernur. Dari Kepri, Isdianto, Kajati Kepri Dr Asri Agung Putra dan Dirkrimsus Polda Kepri AKBP Rustam Mansur bersama ke panggung utama untuk PKS tersebut.

Penandatanganan PKS itu disaksikan Mendagri Tjahjo Kumolo, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Jan S Marinka dan Irwasum Polri Komjen Putut Eko Bayuseno. Penandatanganan dilakukan tiap dua provinsi. Kepri mendapat gili­ran keempat bersama Sulawesi Barat.
Usai penandatanganan, dilanjutkan diskusi panel yang menghadirkan Irjen Kemendagri, Kabareskim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Agi Toegarisman.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Jan S Marinka yang membacakan sambutan Kajagung menyebutkan PKS ini sebagai kebutuhan untuk mempercepat terwujudnya good governance, menciptakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaam keuangan negara serta mendorong meningkatnya kinerja dan capaian hasil.

Kajagung berpesan agar aparat penegak hukum harus melakukan penegakan hukum manakala nyata-nyata ditemukan bukti dan fakta yang kuat, akurat, lengkap dan tidak terbantahkan tentang telah terjadi penyimpangan/korupsi yang disengaja dan merugikan keuangan negara.

Perjanjian kerja sama dan koordinasi ini mampu menjadi katalisator untuk mendorong percepatan pembangunan nasional dan manfaat serta hasilnya benar-benar dinikmati oleh masyarakat. “Mari kita terus tingkatkan jalinan koordinasi dan kerja sama, bergandeng tangan, meninggalkan rasa ego sektoral yang kerap menjadi kendala dan menghambat tugas kita bersama,” kata Kajagung di akhir sambutannya.(bni)

Gubernur Pimpin Upacara se-Kecamatan Singkep

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersalaman dengan pelajar usai menjadi Inspektur Upacara di SMAN 1 Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (7/5) pagi. F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Apalagi Kepri yang berada di gar­da terdepan, segala macam pengaruh masuk. Baik itu yang positif maupun negatif. Mengantisipasi hal ini perlu sebuah tameng agar pengaruh negatif tidak melanda generasi muda Kepri. Salah satunya dibekali dengan ilmu agama.

“Pendidikan tanpa agama layaknya seperti orang yang lumpuh, keduanya harus saling berdampingan,” kata Nurdin saat menjadi inspektur upacara (irup) pada upacara gabungan SMP dan SMA se-Kecamatan Singkep di lapangan SMAN 1 Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (7/5) pagi.

Gubernur mengatakan bahwa pelimpahan wewenang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) ke pemerintah provinsi adalah upaya memfokuskan arah peningkatan pendidikan lebih baik lagi. Agar mereka lebih berdaya saing dan mampu berkompetensi. “Ini merupakan tujuan pembangunan kita dibidang pendidikan,” kata Nurdin.

Pembangunan infrastrukur pendidikan kata Nurdin perlu terus diupayakan dan digesa. Kelengkapan fasilitas tersebut dibutuhkan dalam menunjang para pelajar untuk mendapat pendidikan yang maksimal. “Itu merupakan ben­tuk keseriusan pemerintah meningkatkan pendidikan demi masa depan yang cerah,” tambah Nurdin lagi.

Kepada para pelajar yang hadir Nurdin berpesan untuk tidak mensia-siakan waktu yang ada, melewatkan kesempatan mengenyam pendidikan agar tidak menyesal dikemudian hari. “Kalianlah yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan, maka berilah kontribusi yang maksimal dalam pembangunan ke depan,” pesan Nurdin.

Peserta upacara terdiri dari pelajar SMAN 1, SMAN 2, SMPN 1, SMPN 3, SMK Mahardikaa, MA Al-Barokah beserta jajaran majelis Guru. Sehabis upacara Gubernur menyiapkan 5 sepeda yang kemudian diberikan kepada para siswa yang dapat menjawab pertanyaan dari Gubernur.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kepri TS Arif Fadillah, Anggota DPRD Pro­vinsi Kepri Tawarich, Wakil Bupati Lingga M Nizar, Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Perwakilan FKPD dan OPD beserta tamu undangan lainnya. (bni)

BP Batam Ditugasi Menyelesaikan Transformasi FTZ Batam menuju Era KEK

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam belum bisa memastikan seperti apa nasib status dan fasilitas Free Trade Zone (FTZ) Batam jika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam diberlakukan. Apakah FTZ tetap berlaku, atau secara bertahap fasilitasnya akan dihapus.

Kami belum tahu apakah itu tetap dipertahankan atau bertahap dihilangkan. Ini harus diperjelas,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Senin (7/5).

Padahal persoalan ini menjadi salah satu alasan utama bagi para pengusaha Batam dalam menolak KEK Batam. Sebab saat ini ada beberapa pabrik yang tidak mungkin masuk ke area KEK karena lokasinya berada di tengah permukiman warga.

Namun Lukita menekankan, kemungkinan paling besar adalah FTZ Batam akan dihapus jika KEK diberlakukan. Itulah sebabnya pemerintah menugaskan BP Batam menyelesaikan masa transformasi FTZ Batam menuju era KEK.

“Tapi bisa saja (FTZ tetap) berlaku sampai dengan waktu tertentu,” katanya lagi.

Untuk itu, BP Batam akan segera membahas hal ini dengan Dewan Kawasan (DK). Sehingga kepastian status dan fasilitas FTZ Batam akan segera terjawab.

Selain soal status dan fasilitas FTZ, kata Lukita, pengusaha Batam juga mempersoalkan siapa yang nanti akan menjadi operator KEK di Batam. Sebab menurut aturan, seharusnya dibentuk otoritas baru yang mengurusi KEK Batam, di luar BP Batam dan Pemko Batam.

Namun menurut Lukita, siapa pelaksana KEK Batam bukanlah masalah yang penting. Menurut dia, yang lebih penting adalah bagaimana KEK diberlakukan untuk mendongkrak ekonomi Batam tumbuh 7 persen pada 2019 mendatang.

“Konsen terbesar KEK nanti, selain lebih banyak insentif juga dapat memperlancar arus barang,” katanya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam Jadi Rajagukguk mengatakan, BP Batam harus menjelaskan semua konsekuensi jika KEK Batam diberlakukan.

“Jika FTZ menjadi KEK, dan di luar KEK menjadi FTZ, siapa yang menjadi operator FTZ, KEK?” tanya Jadi, Senin (7/5).

Menurut Jadi, jika fokus KEK adalah menambah kemudahan dan insentif bagi pengusaha, sebaiknya fasilitas itu ditambahkan ke fasilitas FTZ. Sehingga FTZ Batam tetap berlaku dengan fasilitas yang lebih banyak.

“Yang diinginkan investor dan pengusaha itu,” katanya.

Ia juga meminta BP Batam menjelaskan kepada masyarakat bahwa penerapan KEK tidak otomatis menghapus Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO). Termasuk UWTO di permukiman.

“Yang ada, jika tidak ada FTZ maka harga kebutuhan pokok dan barang lainnya akan jadi lebih mahal,” katanya.

Sementara kalangan pengusaha di Batam tetap menolak transformasi FTZ menjadi KEK di Batam. Mereka menganggap perubahan regulasi yang mendadak seperti ini dapat menimbulkan ketidakpastian bagi para investor yang mau masuk atau sudah eksis di Batam.

“Saya rasa janganlah beri regulasi yang menyakitkan, mengerikan, dan berubah-ubah,” kata anggota Dewan Kehormatan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Abidin Hasibuan, di Hotel Radison Batam, Senin (7/5).

Menurut Abidin, persoalan ekonomi Batam bukanlah terletak pada konsep ekonomi FTZ. Melainkan pada persoalan ekonomi global yang tengah lesu.

“Mengapa harus diubah-ubah. FTZ itu baik-baik saja, mengapa harus diubah jadi KEK. Ini persoalannya harus segera dicari,” ucapnya.

Senada dengan Abidin, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam Achyar Arfan mengungkapkan transformasi FTZ menuju KEK menimbulkan kebingungan di kalangan pengusaha.

“Jadi ini pandangan dunia usaha secara keseluruhan. REI melihat isu tentang KEK Batam ini belum jelas,” katanya.

Achyar memandang bahwa transformasi ini dilakukan secara terburu-buru tanpa mengindahkan pendapat dari para pengusaha. KEK ini belum ketahuan seperti apa bentuknya dan seperti apa regulasi yang akan diterapkan di kawasan perdagangan bebas seperti Batam.

Ketidakpastian ini membuat para pelaku usaha galau. Dari pengusaha galangan kapal hingga pengusaha industri manufaktur merasa KEK ini masih teka-teki. Sedangkan di era global yang dinamis seperti saat ini, teka-teki hanya menimbulkan tanda tanya.

“Jika galangan kapal hingga manufaktur dirugikan karena pemberlakukan KEK nanti, maka industri properti juga bisa rugi. Karena properti tidak bisa berdiri sendiri,” ucapnya.

Menurut Achyar, pihaknya memang menolak KEK, tapi juga menyatakan FTZ perlu banyak pembenahan di sana sini. “Kami sampaikan FTZ juga kuno. Selama era FTZ, pertumbuhan ekonomi turun terus,” ungkapnya.

Baik FTZ maupun KEK sama-sama merupakan model ekonomi. Sehingga langkah yang tepat adalah dengan memperbaharui model ekonomi yang ada, bukan malah mengubahnya ke model ekonomi lain yang belum jelas seperti apa. “KEK yang sudah berjalanpun juga belum pernah ada kisah suksesnya,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada pemerintah pusat dan BP Batam untuk berdialog berkali-kali dengan pengusaha. Tujuannya adalah untuk menemukan model ekonomi yang tepat untuk diterapkan di Batam. “Harus berkali-kali bertemu biar pas. Yang penting kan perubahan itu diadakan untuk perbaikan,” ucapnya.

Secara garis besar, transformasi FTZ ke KEK bukan hanya mengubah sektor ekonomi Batam. Tapi juga akan berdampak pada sektor sosial dan sektor legalitas terkait badan pengelola KEK nantinya.

Ketua Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Batam Osman Hasyim memiliki pandangan yang berbeda. Ia setuju dengan konsep awal yakni KEK di dalam FTZ. Namun sekarang ini konsepnya harus dipertegas agar menimbulkan kepastian hukum di mata investor.

“Jika FTZ dihapuspun akan memberatkan masyarakat Batam yang sudah merasa terbebani dengan pungutan PBB dan UWTO,” katannya.

Alangkah baiknya jika fasilitas FTZ yang ada saat ini ditambah sekaligus mencari titik lemah FTZ selama ini. “Lebih baik dipertahannkan dan diperkuat lewat pemberian insentif,” katanya.

Dan praktisi hukum Batam Ampuan Situmeang mengatakan pemerintah sangat perlu berdiskusi dengan publik soal tranformasi FTZ menuju KEK ini. Sebab Batam berada dalam status Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik BP Batam.

“Kalaupun KEK ditetapkan dibutuhkan administrator pengelola KEK yang belum jelas strukturnya siapa di dalamnya, belum tentu pemerintah daerah yang menetapkannya,” katanya lagi.

Lalu mengenai anggaran pengelolaan KEK juga belum jelas hingga saat ini, apalagi bentuknya nanti. Belum jelas apakah nanti dianggarkan di APBD atau di APBN. Lagipula, jika KEK diberlakukan di Batam, nantinya akan tiga institusi yang berwenang membangun Batam, yakni BP, administratur KEK, dan Pemko batam.

“Ini menambah karut marut dan ketidakpastian hukum di Batam,” ungkapnya.

Ia hanya mengingatkan, masih banyak persoalan ekonomi Batam yang mesti dibenahi. Mulai dari persoalan lahan hingga masalah perizinan.

“Kok malah menambah persoalan baru lagi dengan KEK di dalam FTZ,” ungkapnya lagi. (leo)

Menkum HAM akan Bangun Lapas Wanita

0
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Yasonna Laoly melakukan penandatanganan saat acara pengarahan, di Hotel Best Western, Batam, Senin (7/5). F. Humas DPRD Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM), Yasonna Laoly memberikan pengarahan kepada sekitar 580 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian HAM, di Hotel Best Western, Batam, Senin (7/5). Dalam arahannya, Yasonna mengklaim penerimaan CPNS dijajarannya bebas dari praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

Karena prosesnya bebas KKN, maka dirinya meminta agar para CPNS bekerja dengan bersih. “Karena kalian direkrut secara bersih, saya tuntut juga kalian tetap bersih dalam bekerja nanti. Tidak boleh ada korupsi, kolusi, dan sogok menyogok,” katanya.

Tekad membersihkan Kementerian Hukum dan HAM dari praktik KKN sudah menjadi prioritasnya sejak awal. Dari pertama kali bekerja, ia telah meminta agar setiap prosedur yang ada di lingkungannya dibuat mudah dan sederhana.

Jika masih ada jajarannya yang mempersulit, ia meminta segera melaporkan hal tersebut langsung kepada dirinya. “Kalian ini jadi mata bagi saya juga. Jika ada atasan, senior atau rekan kalian yang main-main dengan KKN, laporkan langsung ke saya. Catat nomor saya, 0811917380,” kata Yasonna.

Selain memberikan pembekalan Yasonna, juga menandatangani surat blocking tanah dari BP Batam ke Kementerian Hukum dan HAM. Tanah seluas sembilan hektare ini nantinya diperuntukkan pembangunan lapas wanita. (ash)

Tahun Depan, SMP 1 Siantan Siap UNBK

0

batampos.co.id – Kepala Sekolah SMP N 1 Siantan Timur Saharuddin, menyatakan pihaknya sudah siap untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun depan. Pasalnya sarana dan prasarana yang ada di sekolah yang dia pimpin saat ini sudah lengkap.

“PC (personal computer) sudah ada sekitar 30 unit. Sementara jumlah siswa kelas 3 sebanyak 27, jadi masih cukup jika digunakan untuk UNBK,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Jaringan internet sekolah yang saat ini, lanjutnya sudah memadai untuk dilaksanakannya UNBK. “Kita hanya butuh soft ware dan tenaga ahli, itu saja,” ujarnya lagi.

Mengantisipasi listrik mati pihaknya juga siap untuk koordinasi dengan pihak desa yang memiliki mesin sendiri. “Kita bisa koordinasi dengan desa,” ungkapnya. Namun demikian untuk penentuan pelaksanaan UNBK atau UNKP itu kebijakan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Dinas yang berwenang untuk menentukan apakah kita pakai UNBK atau UNKP,” jelasnya. Salah satu guru di SMP N 1 Siantan Timur Aidon Iskandar mengatakan, kecepatan internet di SMP N 1 Siantan Timur sudah lumayan.

“Untuk sinyal internet masih bisa dibicarakan dengan pihak provider,” tuturnya. Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Pemutan Palmatak, Jemaja dan Kecamatan Siantan. “Kita fokuskan di tiga kecamatan besar dulu,” ungkapnya. (sya)

Buruh Lepas Curi Motor

0

batampos.co.id – Buruh lepas pelabuhan berinisial MA, 30, nekat mencuri motor yang terparkir di rumah warga Dompak. Akibat perbuatannya, pelaku harus meringkuk di jeruji besi Mapolsek Bukit Bestari.

Kanit Reskrim Polsek Bukit Bestari Ipda Haris Baltasar mengatakan, pelaku tergiur melihat sepeda motor milik Imran di jalan Batu Naga, Dompak, Rabu (14/3). Melihat suasana sepi, pelaku langsung membobol dinding triplek rumah korban dan mengambil kunci motor. Lalu pelaku langsung kabur membawa ponsel dan sepeda motor milik korban.”Pelaku ngaku curi motor buat gaya,” kata Haris, Senin (7/5).

Sialnya, pelaku sempat menjual ponsel curian di media sosial. Dari hasil penyelidikan dan petunjuk postingan tersebut, polisi langsung memburu dan membekuk pelaku, Jumat (27/4) lalu. ”Pelaku jual ponsel di Medsos, setelah dicek, ternyata ponsel tersebut milik korban,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. ”Pelaku sudah ditahan untuk kepentingan penyidikan,” tutup Haris. (odi)

Tanjungpinang Terbaik Ketiga se-Indonesia

0

batampos.co.id – Kota Tanjungpinang ditetapkan sebagai terbaik ketiga untuk kategori Best Smart Governance pada helatan The 3rd Indonesia Smart Nation Award 2018 di Jakarta. Penghargaan ini diterima langsung oleh Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang Surjadi dari Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, akhir pekan kemarin.

Acara tersebut diselenggarakan atas kerja sama Citiasia Center for Smart Nation (CCSN), Debindo, Visit Wonderful Indonesia (VWI), dan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Arief menyerahkan penghargaan Indonesia Smart Nation Award 2018 kepada 56 kepala daerah atas pencapaian yang patut diapresiasi pada tujuh kategori penghargaan. Yaitu smart readiness, smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment. “Tanjungpinang salah satu dari 3 yang terbaik dalam kategori Best Smart Governance se-Indonesia dengan nilai 94,98,” kata Arief.

Prestasi yang diterima Tanjungpinang ini hanya kalah dari Kota Yogyakarta dengan 97.17 yang berada di peringkat pertama disusul Kota Sukabumi dengan 95.51 di peringkat kedua.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang karena dinilai mempunyai perencanaan yang komperhensif dan pelaksanaan terbaik melalui pemanfaatan digitalisasi baru sebagai wujud Kota Cerdas (smart city).

Surjadi mengatakan, penghargaan ini merupakan wujud nyata menuju Tanjungpinang sebagai smart city. “Ini bentuk nyata untuk kita mewujudkan impian Tanjungpinang sebagai smart city,” kata Surjadi.

Pada kesempatan lain, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono mengatakan untuk membangun sebuah smart city memerlukan biaya yang tidak sedikit. Namun, itu bukan berarti tidak mungkin untuk diwujudkan.

“Kami akan lakukan secara bertahap dengan penganggaran dan strategi yang smart bukan tidak mungkin mimpi-mimpi itu bisa terwujud. Kota Tanjungpinang telah memiliki sumber daya manusia yang handal namun perlu terus melakukan inovasi-inovasi baru dalam pembangunan,” ujarnya.

Upaya menuju smart city, sambung Riono, diharapkan dapat mengurangi birokrasi. Dan yang tidak lupa untuk ditekankan, Riono berharap, semua OPD dapat membuat inovasi dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. (aya)

Blogger Akui Wisata Pulau Bintan Komplit

0
GGM PT BRC Abdul Wahab bersama narasumber dan para blogger foto bersama usai Talk Show Kumpul Blogger Kepri di Food*Gram Lagoi Bay, Minggu (29/4/2018) lalu.

batampos.co.id – Puluhan blogger yang berasal dari Tanjungpinang, Batam dan Tanjunguban mengakui wisata Pulau Bintan komplit. Dimulai fasilitas objek wisata yang berada di Lagoi seperti Safari Lagoi, penginapan dan pantai sampai wisata religi maupun sejarah yang tersimpan di Pulau Penyengat.

Hal ini juga diakui oleh influencer dan blogger yang malang melintang menjelajahi alam Indonesia, Terry Endropoetro dalam Talk Show yang ditaja PT. Bintan Resort Cakrawala (BRC) di Food*Gram Lantai 2 Plaza Lagoi Lagoi Bay pada Minggu (29/4) yang lalu.

PT. BRC juga mendatangkan narasumber lainnya yaitu script writer Swastika Nohara dan
Smarts Budget Backpacker Eka Kurniawan. Talk show juga dihadiri Group General Manager (GGM) PT. BRC Abdul Wahab.

Terry Endropoetro menyampaikan dirinya telah mengunjungi tiga objek wisata mangrove di Indonesia. Namun wisata mangrove yang berada di Lagoi merupakan yang paling bagus karena masih alami.

Selain wisata mangrove Lagoi, Terry juga mengakui kagum dengan budaya dan masyarakat Pulau Penyengat yang menyimpan peninggalan sejarah Melayu.

“Kalau kuliner saya suka otak-otaknya,” ujarnya.

Selama 3 hari berada di Bintan, Terry mengaku belum puas dalam mengeksplore wisata yang berada di Pulau Bintan.

“Paling tidak sebulan atau dua bulan,” ujarnya disambut gelak tawa para blogger.

Sementara, Abdul Wahab  mengatakan Kawasan Pariwisata Bintan Resorts Lagoi merupakan kawasan yang menarik dan bertaraf international yang ada di Indonesia.

Tidak hanya itu kawasan ini juga mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Bintan. Karena kawasan ini juga menyediakan destinasi wisata yang murah seperti Lagoi Bay dan akses yang mudah.

Melalui Talk Show kumpul blogger Kepri ini, ia berharap para blogger bisa ikut mempromosikan wisata yang ada di Pulau Bintan melalui tulisan blog. Tujuannya supaya calon wisatawan bisa dengan mudah mengetahui informasi wisata yang terletak
di Pulau Bintan. (met)

Polisi Tahan Tersangka Penyelundupan

0

batampos.co.id – Satreskrim Polres Bintan meringkus Dede AM, tersangka penyelundupan barang ilegal melalui Pelabuhan Kijang. Dede ditangkap di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kamis (26/4). Berbeda dengan tersangka sebelumnya, pemilik dua dari lima kontainer barang tak berdokumen itu langsung dijebloskan ke penjara.

”Karena tidak kooperatif makanya diamankan,” ujar Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan, Senin (7/5).

Ia menjelaskan, dua tersangka sebelumnya, Mulyadi Tan alias Ahi dan karyawan PT Pos Tanjungpinang Siswanto tidak ditahan karena bersikap kooperatif. ”Keduanya jika dipanggil untuk diambil keterangan selalu datang,” katanya.

Sedangkan tersangka Dede selalu mangkir ketika dipanggil penyidik. ”Terakhir Dede terlacak di Jakarta,” ungkapnya.

Saat pihaknya akan menyergap, ternyata Dede telah kabur ke Kalimantan. ”Di sana kami jemput, lalu dibawa ke Polres Bintan,” ucapnya.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengatakan, jumlah tersangka penyelundupan lima kontainer bertambah menjadi tiga orang. ”Kita berharap kasus ini segera tuntas,”bebernya.

Seperti diketahui, Polres Bintan mengamankan lima kontainer di Kijang, Sabtu (3/3) lalu. Setelah dilakukan pembongkaran, terungkap kontainer yang terdiri atas empat kontainer milik Pelni Logistics dan satu kontainer PIDC tersebut berisi mikol, garmen dan alat-alat kesehatan. (met)