Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 12321

Kawasan Bengkong SP 3, Pemilik Bangunan Pasrah

0
Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Bengkong. Pemko Batam berencana akan melakukan pelebaran jalan Bengkong. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ratusan bangunan yang berada antara Simpang Kuda (Jalan Laksamana Bintan) hingga Simpang Bengkong Seken (Jalan Bengkong Baru) akan ditertibkan tanggal 21 Maret mendatang. Kemarin, tim terpadu telah melayangkan surat peringatan (SP) 3 yang kemudian akan disusul dengan surat pembongkaran 1.

Mawan salah satu pemilik bangunan di kawasan Bengkongindah telah mendapat surat SP 3 dari tim terpadu. Dimana dalam surat itu, dirinya dan pemilik bangunan lain diminta untuk membongkar bangunan yang berdiri diatas lahan pemerintah. Sebab dalam waktu dekat lahan itu akan digunakan untuk pembangunan jalan tahun anggaran 2018.

“Saya baru tadi terima SP 3. Isinya meminta membongkar dan mengosongkan lahan,” terang Mawan.

Disisi lain, Mawan tak membantah jika sebagian lahan yang biasa ditempatinya adalah milik pemerintah. Karena itu, ia hanya bisa pasrah jika bangunan miliknya harus dibongkar.

“Ya pasrahlah, ikut saja apa kata pemerintah, selagi itu untuk kepentingan bersama. Kasihan aja sama bangunan berbentuk ruko,” imbuh Mawan.

Sementara, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari menjelaskan SP 3 sudah dilayangkan kepada ratusan pemilik bangunan di kawasan tersebut. Artinya, seluruh banguan yang berdiri diatas tanah negara atau yang tak berizin wajib dibongkar.

“SP 3 sudah kami layangkan hari ini, dua hari kedepan SP bongkar 1 dan selanjutnya SP bongkar 2,” terang Imam.

Menurut dia, satu hari sebelumnya ia sudah turun kelapangan bersama konsultan menandai batas-batas bangunan yang akan ditertibkan. Luas lahan yang dibuka untuk pembangunan jalan pun tergantung row. Dimana row jalan di kawasan tersebut bevariasi ada row 20 dan 30. Jika row jalan 20, maka penertiban akan dilakukan 5 meter (masing-masing sisi kanan dan kiri jalan) dari pinggir aspal (sisi kanan dan kiri jalan). Sedangkan row jalan 30, maka penertiban dilakukan 7,5-8 meter (masing-masing sisi kanan dan kiri jalan) dari pinggir jalan.

“Luas yang ditertibkan pun tergantung row jalan. Dari ratusan bangunan, ada sekitar 8 ruko yang masuk dan akan ditertibkan. Mereka memakai lahan 1-2 meter,” imbuh Imam.

Karena jadwal penertiban sudah ditetapkan, Imam berharap pemilik bangunan bisa mengerti dan membongkar sendiri bangunan mereka. Sebab, jika tidak maka tim terpadu akan membongkar dan kerusakan bangunan nanti tidak ditanggung.

“Kemungkinan tanggal 21 Maret ini ditertibkan. Kalau tim terpadun sudah turun, maka kerusakan pada saat penertibaan nanti tidak ditanggung. Sebab, kami sudah peringati jauh-jauh hari dan bangunan itu tak memiliki izin,” pungkas Imam. (she)

Banyak Menyalahi Aturan, Ribuan Reklame Akan Ditertibkan

0
Sejumlah reklame berjejer dikawasan Baloi. Pemerintah akan menata kembali titik reklame. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan reklame atau billboard yang dinilai menyalahi aturan akan ditertibkan dalam waktu dekat. Selain menyalahi estetika tata kota Batam, reklame tersebut juga banyak yang tak berizin.

Kepala Dinas Penanaman Modal (BPM-PTSP) Kota Batam, Gustian Riau telah menyampaikan rencana penertiban kepada asosiasi dan non asosiasi reklame. Dimana pihaknya akan melakukan penataan reklame sesuai lokasi dan zona yang telah ditetapkan.

“Penataan dimulai dari titik strategis jalan yang sudah dilebarkan, kemudian menyusul ruas jalan besar lainnya. Jadi titik dan zona reklame lebih tertata,” terang Gustian, Selasa (6/3).

Aturan itu akan dijabarkan dalam Perwako baru yang saat ini sudah ditandatangani bagian hukum Pemko. Dimana jarak antara satu reklame dengan yang lainnya harus 50 meter, begitu juga dengan dengan lampu jalan.

“Nah saat ini jaraknya hanya 2 atau 5 meter. Nah kami ingin jaraknya harus 50 meter, tak boleh lagi terlalu dekat, karena terlihat menumpuk dan jelek,” imbuh Gustian.

Begitu juga dengan lokasi titik reklame itu yang menentukan Pemko Batam. Nah dari Pemko Batam baru berkoordinasi dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Jadi biasanya BP yang menentukan titik, nanti tak bisa lagi karena Pemko yang menentukan. Soal titik kami (Pemko, red) yang berkoordinasi dari BP tetap memunggut PNBP dari reklame, sedangkan izin titik dan berdirinya,” ujar Gustian.

Menurutnya setiap billboard dan reklame harus dipasang lampu yang energi listrinya di dapat dari solar. Bahkan, setiap reklame harus memiliki desain Melayu.

“Lampu itu nantinya berguna untuk penerangan jalan juga. Jadi saat lampu jalan mati, paling tidak ada penerangan dari billboard karena aliran energinya dari solar,’ pungkas Gustian. (she)

Polsek Bengkong Tangkap Pria yang Diduga Membacok Orang

0
Kapolsek Bengkong, Iptu Erdinal

batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Bengkong mengamankan seorang diduga pelaku kasus pembacokan di kawasan Bengkong Swadebi, Rabu (7/3) siang, yang menyebabkan korban mengalami luka bacok disekujur tubuhnya.

“Awalnya kami dapat telepon dari warga, ada pria yang mengamuk. Kemudian kami datang ke lokasi dan mengamankan diduga pelakunya,” ujar Kapolsek Bengkong, Iptu Erdinal.

Erdinal menambahkan, sejauh ini pihaknya pelaku telah ditahan di Mapolsek Bengkong untuk dimintai keterangannya. Sementara korban langsung dibawa oleh warga ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Kami periksa dulu pelakunya. Kami belum tau apa persoalannya,” kata dia. (gie)

Perbanyak Rumah Tahfiz di Kepri

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri terus mendorong bertumbuhnya rumah-rumah tahfiz di berbagai daerah. Dengan sendirinya akan lahir hafiz-hafizah dari Negeri Segantang Lada ini.

“Kita harus ikut menyiapkan dan melahirkan generasi penuh iman dan taqwa. Generasi yang Qurani,” kata Arif, usai menghadiri Pembukaan Rakernas ADEKSI di Swiss Bell Hotel Batam.

Arif mengajak semua pihak untuk terlibat bersama-sama menumbuhkembangkan rumah-rumah tahfiz ini. Jika semua sudah bahu membahu, generasi di Kepri punya banyak pilihan untuk memperdalam ilmu keagamaannya.

Akhir pekan kemarin, Arif menuju Pulau Penyengat untuk melihat-lihat lokasi yang akan dijadikan tempat tahfiz Alquran. Ada dua lokasi yang ditinjau Arif. Arif sangat menyambut baik pendirian tempat tahfiz tersebut di Pulau Penyengat.

Selain Pulau Penyengat, pukau-pukau lain juga secara perlahan didorong untuk tumbuh rumahrumah tahfiz. Apalagi Pemprov Kepri pun memberi beasiswa bagi hafiz-hafizah 30 juzz sesuai hasil seleski.

“Kami berkomitmen menumbuhkembangkan generasi Qurani di Kepri,” kata Arif.

Arif juga sempat menghadiri Wisuda dan Khatam Al Quran Villa Tahfidz Attaqi di Hotel Comfort Tanjungpinang, akhir pekan lalu. Arif senang dengan aktivitas-aktivitas seperti ini yang mibatkan banyak anak-anak muda.

Dengan semakin banyaknya rumah atau villa tahfiz, Arif berpesan kepada ustaz ustazah untuk bersemangat dalam menyalurkan ilmunya. Termasuk mengembangkan kegiatan-kegiatan yang bersifat agamis melalui berbagai wadah.

Arif sangat berterimakasih kepada villa santri ini yang berperan melahirkan generasi seperti ini. Ke depan dia berharap kegiatan tahfidz ini dapat tumbuh dan berkembang pesat di Tanjungpinang.

“Semoga semakin ramai tumbuh villa san rumah tahfidz,” harap Arif.

Perhatian Sekda Arif terhadap perkembangan dunia tahfiz sangat tinggi. Seperti Gubernur H Nurdin Basirun, Sekda Arif juga selalu mendorong bertumbuhkembangnya rumah-rumah tahfiz di berbagai daerah di Kepri. (yan)

Mantan Polisi Bunuh 19 Wanita Tunasusila lalu Memutilasinya

0

batampos.co.id – Yevgeniy Chuplinsky seorang mantan Polisi di Novosibirsk, Siberia terbukti membunuh 19 wanita. Pembunuhan dilakukan selama tujuh tahun yang dimulai pada musim gugur 1998 sampai Juli 2005.

Para korbannya adalah wanita tunasusila alias pelacur berusia antara 18 dan 31 tahun. Pria itu membunuh mereka sesaat setelah menggunakan layanan seksual mereka.

Guna menyembunyikan kejahatan, dia memotong-motong mayat dan meninggalkan sisa-sisa korban di berbagai wilayah kota dan sekitarnya. Ini dilakukan agar para korban tak ditemukan.

Chuplinsky ditangkap pada tanggal 23 April 2016. Penyidik telah melakukan investigasi pada 5 ribu orang yang dicurigai telah melakukan kejahatan tersebut.

Lalu, mereka menanyai 200 saksi dan melakukan lebih dari 300 tes. Terdakwa awalnya mengaku bersalah tapi kemudian mulai bersikeras bahwa dia tidak bersalah. Dia dinilai waras saat melakukan pemeriksaan.

Penyidik mengatakan, kasus ini dipermudah dengan cara pencocokan DNA yang canggih. Dengan menggunakan pencocokan DNA tersebut, Chuplinsky tidak bisa mengelak lagi.

“Tentu saja, tidak ada yang bisa dibanggakan, tapi sebelum saya pensiun pada 2003, saya membangun hubungan baik dengan WTS di jalan yang mabuk,” kata Chuplinsky pada penyidik.

Tokoh masyarakat setempat Yekaterina Belonog mengatakan, ia tidak menyangka Chuplinsky adalah pembunuh sadis. Sebab Chuplinsky adalah salah satu anggota masyarakat yang paling aktif.

“Dia baik hati, perhatian, dan tidak pernah menimbulkan perasaan buruk,” ujarnya. (ina/ce1/JPC)

Nurdin Minta Pelabuhan Dompak Cepat Beroperasi

0
Kondisi Pelabuhan Dompak yang rusak dan terbengkalai. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menyayangkan adanya proses hukum dalam pembangunan Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang. Ia berharap, infrastruktur tersebut cepat dirampungkan pekerjaanya. Sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tentu sangat kita sayangkan, dengan adanya proses hukum yang terjadi. Konsekuensinya kelanjutan pembangunannya menjadi terhambat,” ujar Gubernur Nurdin disela-sela meninjau Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, belum lama ini.

Atas dasar itu, Gubernur berharap pihak penegak hukum juga memberikan kejelasan status hukum perkara tersebut. Ditegaskan Gubernur, molornya penyelesaian pelabuhan tersebut memberikan kerugian waktu bagi pihaknya. Apalagi sekarang kondisi pelabuhan sudah semakin rusak.

“Semakin lama kita biarkan, maka akan memberikan konsekuensi buruk tentunya. Yaitu, bertambahnya nilai kerusakan infrastruktur tersebut,” jelas Gubernur.

Menurut Gubernur, Pelabuhan Dompak nanti, fokusnya adalah untuk melayani arus dari antar daerah. Sedangkan di Pelabuhan SBP, Tanjungpinang adalah bagi pelayaran domestik Batam-Tanjungpinang dan tujuan internasional. Ia menilai, kondisi Pelabuhan SBP Tanjungpinang sudah representatif sekarang.

“Proses pembangunan akan terus berjalan, tentu pembangunan yang dilakukan Pelindo sekarang ini akan membantu merubah wajah Ibu Kota Tanjungpinang,” papar Gubernur.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Jamhur Ismail mengatakan mangkraknya kelanjutan penyelesaian Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang, lantaran masih dalam proses hukum. Meskipun anggarannya sudah ada, tetap saja tidak bisa dilaksanakan pembangunannya.

“Memang lewat APBN 2018 alokasinya sudah ada, tetapi masih dalam tanda bintang. Artinya ada dua kemungkinan, yakni lanjut atau tidak,” ujar Jamhur Ismail.

Menurut Jamhur, Pemprov Kepri sudah menghibahkan lahan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sehingga tidak ada lagi persoalan administrasi. Ia sangat menyayangkan persoalan yang terjadi. Atas dasar itu, Jamhur menuntut tanggungjawab Kemenhub untuk mencari solusi dalam menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Dompak.

“Sekarang ini masuk tahun keempat mangkraknya pelabuhan Dompak. Ada kerugian tentunya bagi kita, karena tak kunjung rampungnya infrastruktur tersebut,” tegas Jamhur.

Lebih lanjut katanya, proses hukum yang dilidik juga belum ada keputusannya. Hal ini juga yang menggantung. Jamhur berharap, proses pembangunan bisa terus berjalan sampai selesai. Meskipun demikian, proses hukum tetap berjalan. Sehingga kerusakan Pelabuhan Dompak tidak semakin rusak.

“Yang kita khawatirkan adalah, kerusakan semakin parah. Padahal sudah menelan anggaran negara Rp 121 miliar,” tegasnya.

Dijelaskannnya, untuk pekerjaan lanjutan nanti tahap ke VII kegiatannya adalah pemasangan beton kubus sebanyak 1.600 unit. Kemudian instalasi listrik, resear poir air bersih, rumah genset, dan finishing.

“Adapun perhitungan kebutuhan adalah sebesar Rp6 miliar. Tetapi dengan kerusakan yang terjadi, jumlah tersebut bisa bertambah,” tutup Jamhur.(jpg)

Lintasan TDB Harus Bebas Pasir dan Sampah

0
Bupati Bintan Apri Sujadi memimpin rapat persiapan Tour de Bintan 2018 di kantor Bupati Bintan, Selasa (6/3). F. Slamet/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemkab Bintan bersama PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) melakukan rapat persiapan parhelatan Tour de Bintan (TDB) 2018. Acara ini dijadwalkan 23 hingga 25 Maret di Simpang Lagoi, Bintan. Rapat dipimpin Bupati Bintan, Apri Sujadi di Kantor Bupati Bintan, Senin (6/3).

“Event ini sudah menjadi agenda rutin, karena itu saya mengharapkan semua pihak terlibat,” kata Apri. Kepada jajaran Dinas Kesehatan, ia meminta tidak ada puskesmas yang libur atau tutup selama TDB berlangsung, bahkan mobil ambulan harus diperbantukan selama event dilaksanakan.

Untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan dan Permukiman Kabupaten Bintan, lanjutnya harus memperhatikan badan jalan yang berlubang dan jalan yang dipenuhi tumpukan sampah. “Jangan sampai jalan yang dilalui peserta ada pasir, sampah, dan sebagiannya,” pintanya.

Dinas Perhubungan sambungnya, harus memasang marka jalan yang akan ditutup dan rute yang dilalui peserta Tour de Bintan. Kemudian kepada jajaran Kominfo Bintan harus jauh jauh hari mensosialisasikan akses jalan yang ditutup baik melalui radio maupun media. “Saya minta sebelum tanggal 20 Maret sudah ok. Saya bersama Pak Wabup akan turun mengecek langsung,” jelasnya.

Bupati juga meminta camat yang wilayahnya dilalui lintasan balap sepeda, harus meningkatkan partisipan masyarakat. Karena event ini merupakan event international, maka harus berdampak kepada kegiatan ekonomi. “Saya minta kecamatan yang dilalui peserta balap sepeda menetapkan beberapa titik keramaian, sehingga pusat keramaian dipusatkan,” katanya.

Dalam rapat itu, Apri juga mengusulkan ke depan pembukaan Tour de Bintan dilaksanakan di lokasi baru. Tidak terus menerus di Simpang Lagoi. “Mungkin ke depan pembukaannya bisa di Tanjunguban atau Kijang,” harapnya.

Kepala Dinas Priwisata Bintan, Luki Zaiman Prawira mengatakan TDB memasuki tahun kedua dalam pelaksanaan kalender Union Cycliste International (UCI) atau kalender
balap sepeda international. Dalam kategori grand fondo, TDB merupakan event balap sepeda di Indonesia yang satu-satunya ada di Kabupaten Bintan. “Kita sangat berbahagia dan senang akan itu,” katanya.

Luki menjelaskan, perbedaan Tour de Bintan dari tahun sebelumnya yakni lokasi. Di mana pada hari pertama peserta akan melintasi sampai dengan Kecamatan Bintan Timur,
khususnya Kota Kijang lalu kembali ke Simpang Lagoi.

Selanjutnya hari kedua, dari Simpang Lagoi, Sakera, Tanjunguban, dan Gunung Bintan. “Untuk lokasi pelaksanaan kedepannya bisa dialihkan ke tempat lain. Bisa di Bintan Utara atau Bintan Timur,” katanya.

Tujuannya lanjut Luki, agar peserta bisa menikmati suasana pemandangan dan objek-objek wisata baru yang ada di Kabupaten Bintan. Peserta masih didominasi dari Singapura, Australia, dan Inggris Untuk peserta lanjut Luki, sampai saat ini sudah lebih dari 1.100 peserta yang mendaftar. “Namun data pastinya, dalam waktu dekat kami dapatkan menjelang tutupnya registrasi di web resmi tour de bintan,” sebutnya. (met)

66 PPK dan PPS Siap Bekerja

0
Robby Patria. F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Sebanyak 66 orang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) siap bekerja menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tanjungpinang membagi 12 orang PPK dan 54 orang PPS. Ketua KPUD Tanjungpinang, Robby Patria menuturkan, jumlah yang ditetapkan tersebut merupakan pengerucutan dari penetapan anggota PPK dan PPS beberapa waktu lalu.

“Kami melakukan evaluasi untuk memilih tiga orang dari lima orang yang ada saat ini. Sehingga untuk menentukan siapa yang lulus menjadi PPK pemilu legislative dan presiden, KPU menilai melalui kuisioner yang dinilai sesama PPK, staf sekretariat PPK dan penilaian KPU,” terang Robby.

Kendati dipersiapkan untuk Pemilu 2019 mendatang, PPK dan PPS ini akan bertugas dalam dua kegiatan yaitu pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang nanti.

Robby juga meminta kepada PPK dan PPS selalu menjaga integritas serta profesionalitas dalam menjalankan tugasnya serta dapat melalui semua tahapan yang sudah ditentukan.

“Mudah mudahan semangatnya menjadi semangat baru dan menjadi agresif dalam bekerja dan dapat menuntaskan semua tahapan yang sedang dilalui”, tuturnya.

Ia juga mengatakan PPK dan PPS yang dilantik untuk pemilihan legislatif dan pemilihan presiden adalah orang-orang yang terpilih dan sudah melalui evaluasi.

“Orang yang terpilih ini adalah orang yang terbaik dari yang terbaik”, ungkap Robby. (aya)

Harga Beras Berangsur Turun

0
ilustrasi

batampos.co.id – Harga beras untuk beberapa merek sudah berangsur turun, Selasa (6/3). Sebut saja beras merek BSM Putih, terpantau turun dari Rp 300 ribu menjadi Rp 288 ribu per 25 kilo. Minang Raya dari Harga Rp 373 ribu menjadi Rp 313 ribu, Minang Raya Super dari Rp 352 ribu menjadi Rp 252 ribu, Minang Super dari Rp 325 ribu menjadi Rp 311 ribu, Dua bunga Rezeki dari Rp 300 ribu menjadi Rp 293 ribu dan beberapa merek beras lainnya.

Menurut Man, pedagang sembako di Pasar Fanindo harga mulai turun sejak dua hari yang lalu. Hal itu dikarena pasokan beras dari daerah penghasil sudah mulai normal. “Musim panen sudah mulai contohnya di daerah Jawa,” ujar Man kemarin.

Namun demikian, Man mengaku masih ada beberapa merek beras yang biasa dikonsumsi masyarakat yang belum turun. Beras tersebut adalah Anak Ajaib Premium yang masih dijual seharga Rp 306 ribu, Anak Ajaib Super Rp 316 ribu, Bumi Ayu Istimewa Rp 333 ribu, Bumi Ayu Bermuda Rp 328 ribu, Rambutan Rp 309 ribu, Barelang Rp 312 ribu, Ramos Horas Rp 302 ribu, Dua Lonceng Putih Rp 303 ribu, dan Rumah Solok Rp 316 ribu.

“Untuk harga ecerannya mulai Rp 12 ribu hingga Rp 13.900 perkilonya, memang masih ada harga yang di atas harga eceran tertinggi (HET) Batam,” sebut Man.

Sementara meski harga beras mulai turun, namun menurutnya harga tersebut masih terbilang tinggi, apalagi bagi masyarakat yang ekonomi ke bawah. “Turun, cuman masih banyak warga yang mengeluh, soalnya harga masih rata-rata Rp 200 ribu,” katanya.

Untuk permintaan masyarakat tetap tinggi, terutama beras bulog yang dijual dengan harga Rp8000 ribu per kilonya. “Warga beralih ke beras bulog karena murah,” jelasnya.

Misna warga Perumahan Taman Carina, Batuaji mengatakan penurunan harga beras untuk beberapa merek tidak terlalu signifikan. “Kalau masih di atas Rp 10 ribu per kilo itu namanya masih mahal. Murah itu kalau harganya Rp 8 atau Rp 10 ribu,” keluhnya. (une)

Bentuk Forum OPD Tanjungpinang

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai sibuk memilah kerja-kerja prioritas pada tahun ini. Hal ini diwujudkan melalui Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (5/3) lalu. Forum ini jadi ruang mencari titik temu program-program yang akan digesa sepanjang tahun ini.

Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza menyampaikan, Tanjungpinang memiliki RPJMD yang harus dicapai dari 3 sektor seperti pusat pendidikan, budaya dan sektor jasa.

“Sebagai ibukota provinsi, Tanjungpinang harus mampu mensejajarkan dirinya dengan kabupaten dan kota yang ada untuk menjadi rujukan pusat pemerintahan dan sebagai percontohan yang baik,” jelasnya.

Raja Ariza kembali menegaskan terkait Tanjungpinang sebagai ibukota provinsi Kepri, harus memiliki harapan yang besar selain pusat pemerintahan saja, juga sebagai pusat budaya yang perlu diperhitungkan.

“Harus disinergikan dengan visi misi daerah dan diprioritaskan pada OPD. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tanjungpinang yang terbesar berasal dari pajak dan retribusi, seperti pajak hotel, restoran, kendaraan, parkir dan sektor usaha lainnya. Banyak di wilayah Tanjungpinang ini sudah berskala dunia, tinggal dibenahi saja agar dapat menarik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Surjadi menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memprioritaskan kegiatan pembangunan daerah.

“Tujuan pelaksanaan Forum OPD ini untuk bersama-sama menetapkan kegiatan prioritas OPD, menyesuaikan prioritas rencana kerja dengan plafon atau pagu dana serta mengidentifikasi keefektifan berbagai regulasi dan juga memperlancar penyusunan perencanaan operasional anggaran yang ada,” ujarnya.

Surjadi juga menyampaikan terkait pelaksanaan Forum OPD ini merupakan bagian dari rangkaian atau siklus perencanaan daerah yang telah dan akan dilaksanakan oleh Pemko Tanjungpinang secara berjenjang.

“Kami sudah melaksanakan musrenbang dari tingkat kelurahan, kecamatan, forum OPD ini dan akan dilanjutkan dengan Musrenbang Tingkat Kota Tanjungpinang yang akan dilaksanakan pada 19-21 Maret mendatang,” bebernya.

Forum OPD ini merupakan wadah bersama antar pelaku pembangunan untuk membahas hasil musrenbang kelurahan, kecamatan dan antar OPD sebagai upaya mengisi rencana kerja. Kegiatan ini memprioritaskan pada fungsi pelayanan dasar pemerintahan seperti pendidikan dasar, kesehatan, prasarana dan dukungan ekonomi masyarakat serta prioritas program pembangunan daerah. (aya)